Hari Ke-3 Perang Mosul: 352 Km Persegi Direbut Pasukan Irak, Komandan Militer IS Terbunuh

Hari Ke-3 Perang Mosul: 352 Km Persegi Direbut Pasukan Irak, Komandan Militer IS Terbunuh

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah membebaskan wilayah selatan Mosul seluas 352 kilometer persegi sejak operasi militer besar dimulai awal pekan ini untuk merebut Mosul dari kelompok Islamic State (IS), seorang komandan polisi Irak mengatakan Rabu (19/10/2016), lansir Anadolu Agency.

Pasukan Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, meluncurkan serangan Ahad malam untuk merebut kembali Mosul – benteng terakhir IS di Irak utara, yang dikuasai IS sejak pertengahan 2014.

“Pasukan Irak telah membersihkan wilayah seluas 352 kilometer persegi dari IS sejak operasi dimulai,” kata Komandan Polisi Federal Letnan Jenderal Raed Shakir dalam laporan yang dikutip oleh Kementerian Dalam Negeri.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan oleh komandan mengenai daerah tertentu mana yang telah dibersihkan dari IS.

Menurut Amin al-Zubaidi, seorang letnan pertama di Komando Operasi Gabungan Nineveh (Nineveh Joint Operations Command) Angkatan Darat, 13 pasukan IS terbunuh di Mosul pada hari Rabu – termasuk pemimpin terkemuka IS – dalam serangan pesawat tak berawak yang dilakukan oleh pesawat koalisi pimpinan AS.

“Informasi intelijen yang disediakan oleh sumber-sumber kami di Mosul menunjukkan bahwa Abu Sarah, seorang pemimpin IS yang bertanggung jawab atas perencanaan militer, tewas – bersama dengan sejumlah militan lain – dalam serangan drone koalisi,” kata al-Zubaidi kepada Anadolu Agency.

Serangan, terjadi Rabu pagi di daerah Dawasa Mosul di tepi Sungai Tigris, yang mengalir melalui Mosul, ia menambahkan.

Mengomentari kemajuan operasi di darat, al-Zubaidi mengatakan pasukan Irak menghadapi banyak kendala saat berusaha maju ke Mosul.

“Perangkat peledak dan jebakan yang ditanam oleh IS menghambat kemajuan angkatan bersenjata kita,” katanya.

Dalam perkembangan terkait, sedikitnya 200 warga sipil di Mosul kini disandera oleh militan IS, kata seorang pejabat setempat, Rabu.

“Lima belas pasukan IS tewas setelah diserang oleh penduduk lokal di distrik Haman al-Alil selatan Mosul,” politisi Kurdi Said Memozini yang berbasis di Mosul mengatakan kepada Anadolu Agency.

“IS kemudian memperkuat kehadirannya di daerah dan mengumpulkan sekitar 200 warga sipil yang diduga ambil bagian dalam perlawanan,” tambahnya.

Komandan Tentara Irak Mohamed Jabouri mengatakan pasukan IS baru-baru ini membawa sekitar 100 warga dari daerah-daerah terpencil ke Mosul dan digunakan sebagai perisai manusia menghadapi serangan udara koalisi yang sedang berlangsung.

Di Washington, Gedung Putih mengakui keprihatinan kemanusiaan karena serangan terus berlanjut, tetapi mengatakan bahwa, “potensi kontinjensi kemanusiaan tertentu tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menunda pelaksanaan operasi ini.”

“Warga Mosul sudah terlanjur menderita resiko kematian,” kata juru bicara Josh Earnest kepada wartawan. “Apa yang harus kita lakukan dan apa yang telah dilakukan masyarakat internasional, sebagaimana diakui presiden kemarin, adalah untuk merencanakan kontinjensi potensial tersebut.”

thumbs_b_c_86a39fcf8c97eefb647d3f21d5790d3e

Sementara itu howitzer AS dilaporkan telah mulai menembaki kota Bashiqa yang dikuasai IS, terletak kira-kira 10 kilometer sebelah timur dari Camp Bashiqa, di mana pasukan “Pengawal Niniwe” Turki yang terlatih sedang menunggu untuk operasi mereka sendiri di Mosul.

Angkatan udara Turki juga kabarnya kini bersiap-siap menargetkan posisi IS dekat Mosul setelah mencapai kesepakatan mengenai parameter operasi.

Dan di distrik Sinjar (terletak sekitar 120 kilometer sebelah barat Mosul), pasukan Peshmerga – dengan dukungan pesawat koalisi pimpinan AS – menggagalkan serangan pasukan IS, menurut sumber Peshmerga.

“Pasukan Peshmerga yang dikerahkan di sepanjang sumbu Sinjar menggagalkan serangan IS yang diluncurkan dari fasilitas di Sinjar,” kata petugas Peshmerga Sherzad Zakholi kepada Anadolu Agency, tanpa memberikan informasi korban tewas.

Pejabat Departemen Pertahanan Irak Salman Jawad mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa komandan tinggi tentara Irak dan “ahli” dari koalisi pimpinan AS mengadakan pertemuan strategi rutin di distrik Makhmur di selatan Mosul untuk membahas operasi yang sedang berlangsung.

Pada pertengahan 2014, IS merebut Mosul – kota kedua terbesar Irak – sebelum menduduki sebagian besar wilayah di utara dan barat negara itu.

Tentara Irak, didukung oleh sekutu lokal di darat dan koalisi udara yang dipimpin AS, beberapa bulan terakhir telah merebut kembali banyak wilayah. Namun, kelompok IS masih menguasai beberapa bagian negara, termasuk Mosul.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara dan sekutu-sekutunya telah maju bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

Bagikan