Berita Terkini

MUI Jabar Fokus Tangani Aliran Sesat

JAKARTA(Jurnalislam.com)–MUI Jabar masih menangani faham aliran sesat Baiti Jannati di Cijawura, Kota Bandung, yang dipimpin KH. Abdul Rasyid.

 

Yayasan Baiti Jannati yang berdiri sejak tahun 2016 ini menyebarkan faham eksklusif yakni tertutup dengan masyarakat, mengaku nabi ke-26 dan memaknai Alquran seenaknya sendiri.

 

“Konsep kerasulan nabi ternyata Rasyid memahami khataman nabiyyin adalah penyempurna nabi bukan nabi terakhir. Bahkan, Muhammad itu bukan nabi terakhir sebab sampai kapan pun akan tetap ada,” kata Sekretaris Umum MUI Jabar, KH. Rafani Achyar, di kantor MUI Jabar, Jumat 1 Oktober 2021.

 

“Syahadat sama tapi kemudian Rasyid menunjuk kepada pengikutnya dengan berjata Rasyid lalu dijawab oleh pengikutnya Rasulullah,” katanya.

Ajaran lain adalah semua jemaah Rasyid bersifat eksklusif sehingga tak boleh menikah dengan orang luar.

 

“Bahkan, pengikutnya dilarang memakan daging yang tak disembelihnya sendiri. Demikian pula dengan pembagian zakat yang menyederhanakan yakni kalau ada zakat sebesar  Rp2 juta, maka dibagikan di kelompoknya sendiri,” katanya.

Masyarakat luar jemaah Baiti Jannati dianggap kafir dan kelompok Baiti Jannati hanya menentukan waktu shalat yang berbeda.

“Misalnya shalat Isya ditentukan di tengah malam dan shalat subuh pagi hari menjelang pukul 06.00,” katanya.

MUI Jabar sendiri mendapatkan banyak bukti kesesatan Yayasan Baiti Jannati baik dari.para pengikut dan mantan pengikutnya.

“Ada juga buku-buku yang diterbitkan Baiti Jannati seperti penentuan waktu shalat. Hasil kajian MUI Jabar ini akan kami koordinasikan dengan aparat penegak hukum,” katanya. (mui)

 

Laznas BMH Bangun 71 Sumur untuk Daerah Kekeringan di Jatim

JATIM(Jurnalislam.com)–Upaya menghadirkan program kebaikan yang berkelanjutan terus digalakkan oleh Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH), selaras SDG’s (Sustainable Development Goals).

Sebanyak 71 titik sumur bor telah dibangun oleh Laznas BMH di daerah kekeringan serta pesantren krisis air bersih di Jawa Timur.

Salah satu pembangunan sumur bor yang telah selesai dibangun berada di Pesantren Tahfidz Sahlan al-Mujabiyah Randu Padangan, Menganti,  Gresik, Jawa Timur. Senin, (15/11)

“Program ini memberikan dampak penting bagi kehidupan. Pertama, tersedianya air bersih layak dan sanitasi yang baik sehingga tercipta kehidupan sehat dan sejahtera,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim.

Program bantuan ini menjadi solusi atas masalah ketersediaan air bersih yang selama ini dialami oleh santri tahfizh dan warga sekitar.

Dampak dari program ini, para santri tidak lagi kesulitan air bersih untuk kebutuhan harian dan ibadah.

“Terimakasih kepada semua donatur yang telah membantu merealisasikan program ini, insyaAllah bantuan dari ummat ini akan kita rawat dengan maksimal,” ungkap Ustadz Syamsul Arifin selaku Pengasuh Pesantren.

UMKM Syariah Berperan Penting Majukan Ekonomi Bangsa

JAKARTA(Jurnalislam.com) – MUI Sumatera Utara melalui Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Cab. Sumatera Utara menginginkan bisnis syariah bisa berkembang dengan pesat. Hal ini diungkapkan secara langsung oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak pada kegiatan sosialisasi gerakan ekonomi syariah yang bertempat di Hotel Madani, Senin (8/11).

“MUI Sumatera Utara memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memelihara, menjaga, dan melindungi umat dari segi syariat. Melalui Pinbas, kita ingin bisnis syariah dapat berkembang pesat,” ucap Maratua.

Maratua juga mengatakan bahwa untuk mencapai keinginan tersebut maka perlu dukungan bersama. “Kalau kita benar-benar ingin bisnis syariah bisa berkembang maka kita harus saling mendukung dibuktikan dengan kita membeli produk-produk UMKM yang syariah,” kata Maratua.

Tidak lupa Maratua juga mengajak para UMKM yang menjadi peserta dalam sosialiasi tersebut untuk terus meningkatkan kualitas produknya. “Dari segi kita masyarakat mendukung dengan membelinya, lalu dari sisi penjual yaitu UMKM pun harus mampu meningkatkan kualitas produknya. Dengan begitu, insya Allah ekonomi kita akan bangkit,” ujarnya.

Seiring dengan keinginan berkembang pesatnya bisnis syariah, tidak lain tujuannya yakni untuk membangkitkan ekonomi umat. Inilah yang menjadi alasan mengapa pada kegiatan sosialisasi yang digelar bersama UMKM ini mengangkat tema “Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan/UMKM”.

Dari keterangan Ketua Panitia, Dr. H. Sakhira Zandi, M.Si, ia menyampaikan bahwa dalam memajukan ekonomi bangsa maka perlu keseriusan membangkitkan UMKM Syariah.

“Untuk memajukan ekonomi bangsa maka kita perlu serius membangun UMKM Syariah apalagi mengingat permintaan terhadap produk halal meningkat setiap tahunnya,” terang Sakhira.

Sakhira pun menambahkan bahwa dalam tahap pemasaran UMKM Syariah pun juga harus berpegang pada prinsip berdagang yang jujur.

“Pada tahap pemasaran kita harus menggunakan prinsip berdagang yang jujur, adil, tidak curang, dan melayani. Fakta dilapangan saya juga melihat bahwa kemasan produk dapat menarik simpati konsumen,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini mengundang tiga narasumber dari berbagai instansi yakni Ir. Semetsen Kaloko, Kabid Pemberdayaan Koperasi dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara membahas Peran Koperasi dan Membangkitkan Ekonomi Sumut di Era Covid-19.

 

Kemudian, Amdani IP, Asisten direktur Bank BI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara yang membahas peran Bank Indonesia Dalam Meningkatkan Ekonomi UMKM Sumatera Utara di Era Covid-19. Dan, Dr. Sugianto, MA membahas perihal Sinergi dan Jama’ah UMKM Bangkit di Era Pandemi Covid-19.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti secara langsung di lokasi oleh para peserta dan disiarkan streaming melalui kanal Youtube MUI Sumatera Utara Tenda Besar Umat Islam. Selain mengikuti kegiatan sosialisasi, para peserta yang merupakan para pelaku UMKM ini juga dipersilahkan membawa produk jualannya untuk dipamerkan.

 

Standar Penelitian dan Pengkajian untuk Para Ulama Akan Dikembangkan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–MUI Sumatera Utara akan ciptakan standart penelitian untuk Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan (Litbang) MUI provinsi Sumatera Utara.

Hal ini diutarakan saat digelar Rapat Kordinasi (rakor) dengan tema rapat “Mengembangkan Manajemen Organisasi Penelitian yang Akuntabel dan Profesional” di Aula MUI Sumut, pada Ahad (14/11).

Dr. Sulidar, MA selaku Ketua Komisi mengucapkan terimakasih kepada panitia sekaligus memberikan apresiasi atas terwujudnya kegiatan ini.

Sulidar menganggap bahwa kegiatan ini penting agar penelitian MUI Sumut kedepannya menjadi penelitian yang profesional.

“Saya berterima kasih kepada panitia, ini kegiatan yang memang sangat penting. Tentu dengan tujuan agar penelitian pengkajian dan pengembangan MUI agar lebih baik lagi dan profesional”, ungkapnya.

Selain itu, Kabid Penelitian Pengkajian dan Pengembangan MUI Sumut, Prof. Dr. Fachruddin Azmi, MA dalam sambutannya menegaskan tujuan terwujudnya rapat koordinasi ini untuk menciptakan standart operating procedure penelitian yang akuntabel dan profesional.

“Selain bertujuan untuk menjalin silaturahim dan komunikasi antar komisi Penelitian Pengkajian dan Pengembangan MUI di daerah, rapat ini juga akan menginovasikan model, dan SOP penelitian, pengkajian dan pengembangan. Dalam meneliti kita butuh big data, agar akuntabel dan profesional”, tegasnya.

Acara rapat ini dibuka oleh Ketua Umum yang diwakili oleh Dr. H. Arso, M.Ag selaku wakil ketua umum. Dalam sambutannya Arso mengungkapkan bahwa tema ini sangat relevan dengan tuntutan tugas MUI Sumut sebagai tenda besar umat Islam.

 

“MUI harus aktual, faktual, akuntabilitas, profesional dalam melakukan penelitian. Kita dituntut untuk itu, sebab kita merupakan tenda besar umat islam”, ucapnya.

Di samping itu, Arso berharap agar komisi Litbang tetap menjaga semangat dan jiwa profesional dalam meneliti.

“Saya berharap Komisi Litbang tetap semangat, profesional, demi tercapainya penelitian-penelitian yang mengharumkan nama MUI Sumut”, tandasnya.

Tidak hanya dihadiri oleh tim komisi Litbang MUI Sumut, rapat ini juga dihadiri tim komisi Litbang dari MUI kabupaten kota. Digelar juga secara online melalui via zoom, kegiatan ini membuka kesempatan bagi peserta daerah yang berhalangan hadir.

Selain itu, MUI Sumut juga menayangkan rapat ini secara live di kanal YouTube MUI Tenda Besar Umat Islam.

 

Muslimah DKI Dukung Penguatan Ketahanan Keluarga

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bekerjasama dengan Bidang Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (PRK MUI) Provinsi DKI Jakarta, hari ini, Kamis (04/11/2021), menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di Gedung Sosial Budaya, Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara.

Acara sosialisasi ini dihadiri, Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH. Munahar Muchtar, dan sekretaris Umum KH. Yusuf Aman,  Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, Perwakilan Kepala DKPKP DKI Jakarta, Ketua Bidang PRK MUI DKI Jakarta Nuraini Syaifullah dan Kepala sekretariat Jakarta Islamic Centre Ahmad Johandi.

Ketua Panitia Sekaligus Ketua Bidang PRK MUI DKI Jakarta Hj. Nuraini Syaifullah dalam sambutanya mengatakan, kami  menyambut baik penyelenggaraan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini. Menurut Nuraini, sosialisasi ini sangat penting untuk dipahami dan dimengerti secara benar oleh seluruh warga negara Republik Indonesia pada umumnya, khususnya kepada para ibu, karena ibu sebagai ujung tombak penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada keluarga dan masyarakat. Untuk itu kita mengangkat tema Peran Ketahanan Keluarga dan Ekonomi Melalui Ketahanan Kebangsaan.

“Acara ini sangat berarti sekali, mengingat banyak permasalahan selama dua tahun kita di hadapi, pandemi covid 19 yang saat ini masih terjadi, semoga dengan dialog interaktif ini bisa memberikan informasi dan solusi permasalahan yang ada, karena ketahanan bangsa diawali dari ketahanan keluarga” sebut nuraini.

Selain itu, Nuraini Syaifullah juga menyampaikan, menilik pada perjalanan bangsa, tokoh-tokoh perempuan banyak yang berkiprah dari desa, kota, daerah bahkan nasional. Semoga setelah dialog interaktif ini akan dilanjutkan dengan kolaborasi program antara dinas KPKP dan Dinas PPK & UKM dengan bidang PRK MUI DKI Jakarta seperti yang kita lihat ini jakarta sebagai kota dengan semangat kolaborasinya.

Lebih lanjut, semoga kedepannya eksistensi keberadaan bidang PRK MUI DKI Jakarta dapat dirasakan manfaatnya khususnya bagi masyarakat DKI Jakarta “Bidang PRK adalah salah satu bidang yang ada di pengurusan MUI DKI Jakarta yang anggotanya terdiri dari berbagai elemen ormas perempuan, ustazah, akademisi dan professional, alhamdullilah PRK MUI DKI Jakarta telah melaksanakan program, baik program sosial maupun program pendidikan dan dakwah” Tutup Nuraini.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Umum MUI DKI Jakarta, “Sosialisasi dan diskusi ini sangat penting guna membangkitkan kembali semangat dan wawasan kebangsaan indonesia, diharapkan peserta dapat memahami dan mengerti apa yang disampaikan. Sehingga, mampu pula menjelaskan dan menanamkam Empat Pilar Kebangsaan ini sejak dini, minimal di lingkungan terdekat dalam kehidupan sehari-hari guna menanamkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air yang menjadi modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”

 

Lanjut KH. Munahar Muchtar “saya sangat mengapresiasi pada kegiatan hari ini, peserta sangat antusias dan bisa diikuti oleh ratusan peserta dari bidang PRK MUI DKI Jakarta dan Bidang PRK MUI lima wilayah satu kabupaten, sehingga harapan dari kegiatan ini dapat terealisasi guna mendorong ketahanan pangan dan ekonomi khususnya di Jakarta” Pungkas Ketua Umum MUI DKI Jakarta.

Door to door, Relawan Forum MeDan Jember Bantu Korban Banjir di Semboro

JEMBER(Jurnalislam.com)– Dalam suasana hujan deras para relawan Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (MeDan) cabang Jember menyalurkan sejumlah bantuan kepada para warga yang terdampak banjir di Desa Pondok Joyo kecamatan Semboro, Jember, Ahad 14 November 2021. Setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa dan para perangkatnya, relawan yang dikoordinir Bashofi menuju pemukiman warga yang terdampak parah akibat banjir di beberapa RW.

“Pada tahap awal ini ada beberapa bantuan yang disalurkan melalui kami, seperti beras, mie instan, air mineral, pampers dan 200 nasi bungkus” ungkap Bashofi, Ketua Forum MeDan Jember.

Menurut info BPBD Jember, Banjir yang terjadi akibat intensitas curah hujan sejak Rabu 10 November 2021 yang berdampak meluapnya air sungai Tanggul ke persawahan pemukiman warga sekitarnya. Banjir merendam pemukiman warga sejak sekitar pukul 16.30 wib.

Selain desa Pondok Joyo, lokasi lain yang terdampak di kecamatan Semboro adalah Desa Sidomulyo dan
Desa Pondok Dalem.

Dampak pasca surutnya banjir adalah akses jalan serta aktivitas warga di sekitar area banjir terhambat aliran air sekitar 50 cm. Ketinggian air di rumah warga kurang sekitar 50cm – 170 cm. Fasilitas umum yang terendam banjir yaitu 1 gedung MI dan 1 gedung SD, 1 Masjid.

Menurut Bashofi, warga menyambut antusias nasi bungkus yang dibagikan para relawan door to door langsung ke warga. Lanjutnya, semoga ke depan banyak pihak bisa sinergi berpartisipasi membantu kebutuhan warga pasca banjir.

“Ini adalah misi mulia. Tugas kita bersama. Mari berperan nyata sesuai kemampuan terbaik yang bisa kita berikan kepada masyarakat”

Dzaky Aulia Fadhil, Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Raih Silver KSN Matematika Nasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, Dzaky Aulia Fadhil, berhasil meraih medali silver dalam Kompetisi Sains tingkat Nasional (KSN) mata pelajaran Matematika. Hasil tersebut diumumkan dalam acara penutupan KSN tahun 2021 secara virtual melalui youtube Pusat Prestasi Nasional pada Jumat (12/11).

 

Bagi SMP Muhammadiyah PK, apa yang dicapai Dzaky Aulia Fadhil merupakan prestasi yang membanggakan. Hal itu disampaikan kepala sekolah, Muhdiyatmoko, M.Pd saat mendengar kabar kemenangan salah satu siswanya.

 

“Berdasarkan SK Kepala Pusat Prestasi Nasional Sekjen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 2826/J3/DM.01.03/2021 tentang penetapan pemenang KSN Nasional jenjang SMP 2021 yang kami terima menerangkan kemenangan Dzaky Aulia Fadhil. Atas nama lembaga, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan selamat atas kabar membahagiakan tersebut,” ucapnya kepada media, Sabtu (13/11)

 

Muhdiyatmoko menambahkan bahwa lembaga yang dipimpinnya senantiasa fokus pada penguatan kompetensi, karakter, dan literasi siswa. Siswa-siswa yang memiliki potensi baik akademik maupun nonakademik akan dibina dan dibimbing oleh Ustaz-Ustazah dalam wadah kelas bakat dan kelas olimpiade. Dalam kesempatan tersebut, Muhdiyatmoko berpesan kepada siswa-siswi agar terus belajar dan beprestasi. “Kemenangan Dzaky menjadi semangat bagi semua siswa untuk terus belajar, mengasah potensi, dan berprestasi,” pesannya.

 

Dzaky merupakan sosok remaja yang cerdas, berakhlak baik, dan tekun. Dzaky juga pada hari ini, Sabtu (13/11), meraih medali perak dalam perlombaan EMC (Eduversal Mathematics Competition), Kompetisi Matematika Online tingkat nasional. Sebelumnya, Dzaky juga meraih juara 1 Olimpiade Matematika MONACO (Moehi National Competition) SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta tingkat Nasional, 6 November 2021.

 

Sosok Dzaky

Dzaky (panggilan akrab) merupakan remaja yang gandrung terhadap mata pelajaran Matematika. Ia mengakui bahwa Matematika itu menarik dan menantang. “Aku sudah suka Matematika sejak kelas 3 SD. Menurutnya Matematika itu enak dipelajari dan kita bisa mengeskplorasi soal Matematika agar mendapatkan jawaban yang baik,” ungkapnya.

 

Rasa gandrung terhadap Matematika mendapat dukungan dari kedua orang tua, Oka Setiawan dan Ambar Widhi Hapsary. Kedua orang tuanya jugalah yang menjadi pemacunya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan Matematika, Hal itu membuat Dzaky mampu menorehkan segudang prestasi sejak SD hingga SMP dari tingkat Kota hingga internasional. Meskipun punya segudang prestasi, sosok yang sederhana, sopan, tekun, dan rajin beribadah tersebut tetaplah rendah hati.

 

“Saya berterima kasih kepada Papa Mama yang selalu mendukung segala apa yang saya mau seperti Olimpiade Matematika. Papa Mama selalu mengantarkan saya ikut lomba serta les di mana-mana,” kata remaja yang bercita-cita menjadi pengusaha.

 

Dzaky menceritakan keberhasilan dalam mengikuti perlombaan KSN 2021 diraih secara bertahap. Awalnya, ia mengikuti tahap seleksi tingkat kota/ kabupaten. Setelah dinyatakan lolos, ia pun mengikuti seleksi tingkat provinsi hingga nasional. Tahap demi tahap tersebut dijalaninya secara bersungguh-sungguh dan tekun. “Alhamdulillah saya mendapatkan medali silver. Medali ini saya persembahkan kepada kedua orang tua dan sekolah yang telah mendukung dalam ajang bergengsi KSN 2021,” ucapnya

 

Prestasi yang pernah diraih Dzaky Aulia Fadhil antara lain,

  1. Meraih Medali Perak, EMC (Eduversal Mathematics Competition) Awarding Ceremony, Kompetisi Matematika Online No. 1, Nasional, 13 November 2021
  2. Juara 2 Olimpiade Matematika MONACO (Moehi National Competition) Muhammadiyah 1 Yogyakarta tingkat Nasional, 6 November 2021
  3. Great Honorable of Mathematics Olympiad ASEAN Students Science Olympiad 28- 29 Agustus 2021 tingkat internasional
  4. Gold Award Perlombaan International Mathematics Contest Singapore 2021 Pararel 29 Agustus 2021 tingkat internasional
  5. Juara 2 Olimpiade Matematika SMP/Sederajat Jilid IX Aritmatika UNS tingkat nasional, 5 dan 19 september 2021
  6. Medali perakMatematika Kompetisi Sains Medalyst tingkat nasional pada Juli 2021
  7. Medali Bronze Award – Level Sekolah Menengah Pertama IIMC paralel 2021 tingkat Nasional pada Agustus 2021
  8. Piagam Penghargaan Pemenang dalam Kompetisi Matematika Internasional Online Tahunan IV tingkat internasional, 2020
  9. Medali Perak Matematika dalam Lomba Columna Sainticia Pandaan Online Contest, Nasional pada Mei 2020
  10. Medali Perak Matematika dalam Lomba Columna Sainticia Pandaan Online Contest 2, tingkat nasional pada Juni 2020
  11. Medali Perak Matematika dalam Lomba Columna Sainticia Pandaan Online Contest 3 tingkat nasional pada Juni 2020
  12. Juara harapan 2 COMMATH UIN Walisongo Semarang tingkat Nasional, Oktober 2020
  13. Distinction International Mathematics Assesment for School, internasional
  14. Bronze medal International Mathematics Assesment for School, internasional
  15. Medali perunggu IOS Matematika POSI tingkat nasional
  16. Medali Perak Matematika Junior Science Olympiad POSI,tingkat nasional, April 2020
  17. Medali Silver KMS 16, Nasional, Juni 2021
  18. Medali perunggu KSN Online POSI bidang matematika Nasional, April 2021
  19. Juara 3 Kompetisi Talenta Matematika Online, Nasional, Mei 2020
  20. Bronze LUMAT, Nasional, April 2021
  21. Gold Award Level Junior ROC Bilangan, Nasional, Februari 2021
  22. Silver Award ROC Mata Pelajaran tingkat Nasional, September 2020
  23. Distinction ROMC, Nasional, Mei 2020
  24. Medali emas Omnas 9 tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2020
  25. Juara 2 KMNR tingkat Kota Surakarta 2019
  26. Juara 1 Kontes Literasi Matematika tingkat Provinsi Jawa Tengah, 2019
  27. Medali Emas Olympicad 6 tingkat nasional, 2019
  28. Juara 3 Commath UIN Wali Songo, 2019
  29. Juara 1 LCC Lookasi tingkat Kota Surakarta 2019.

 

Pemenang perlombaan KSN 2021 diumumkan secara virtual pada acara penutupan Kompetisi Sains Nasional tahun 2021 pada Jumat, 12 November secara virtual. Perlombaan yang bertema Talenta Sains Untuk Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh diikuti 2.179 siswa. Dua ribu siswa yang mengikuti KSN 2021 terdiri atas 544 siswa tingkat SD/MI, 735 siswa tingkat SMP/Ts, dan 900 siswa tingkat SMA/MA.

Ponpes Salman Al-Farisi Dirikan Lembaga Kemanusiaan “Pos Peduli”

KARANGANYAR(Jurnalislam.com)–Pondok Pesantren Salman Al-Farisi menggelar kegiatan bakti sosial dan pembagian hadiah bagi para santri. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara “Peresmian Ponpes Salman Peduli (Pos Peduli) dan Silaturahmi Rumah Qur’an Salman Al-Farisi”. Dihadiri ratusan santri, kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Kuttab, Komplek Putri Ponpes Salman Al-Farisi, Harjosari, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Ahad (14/11/2021).
Ustadz Ahmad Saijo, selaku Kepala Divisi Dakwah dan Humas Ponpes Salman Al-Farisi menyampaikan, paket sembako berisi beras, minyak, gula, susu, teh, mie instan dan lain-lain dibagikan untuk para dhuafa di sekitar pesantren.
“Pos Peduli ini merupakan unit yang dikelola Yayasan Ponpes Salman Al-Farisi, tugas besarnya adalah memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat. Kami berharap adanya pesantren di tengah masyarakat, bisa menjawab kebutuhan mereka semampu yang kami bisa,” kata Ustadz Ahmad di lokasi kegiatan.
Sementara itu, Mudir Ponpes Salman Al-Farisi, Ustadz Sani Alisyahbana, Lc. mengungkapkan Pos Peduli menjadi wadah bagi para santri mengasah kepekaan sosial mereka.
“Kemarin, bertepatan dengan liburan anak-anak santri untuk merangsang kepekaan sosial mereka, pondok memberi tugas bagi anak-anak santri untuk mengumpulkan donasi sembako. Jadi salama liburan 10 hari di rumah, mereka kembali ke pondok membawa bantuan sembako. Donasi sembako ini diperuntukkan bagi siapa pun yang membutuhkan, utamanya kita bagikan kepada tetangga dan warga sekitar pesantren, baik di Harjosari atau Karangpandan,” jelas Ustadz Sanif dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Sanif mewakili pihak pesantren, mempersilahkan Camat Karangpandan, Bapak Rusdiyanto yang hadir di lokasi untuk meresmikan Pos Peduli.
“Dengan memohon ridha dan agar peran Pondok Pesantren Salman Al-Farisi dalam kegiatan Pos Peduli berjalan maksimal dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim kami nyatakan dibuka,” ucap Bapak Rusdiyanto menandai diresmikannya Pos Peduli.
Selain itu, Bapak Rusdiyanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak pengelola Ponpes Salman Al-Farisi. Mengingat begitu banyak kegiatan pesantren, khususnya Pos Peduli yang memiliki program membantu masyarakat sekitar.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengelola Pondok Pesantren Salman Al-Farisi yang telah menyampaikan beberapa uraian banyak sekali peran dari pondok pesantren yang akan dilaksanakan. Jadi tidak hanya untuk mencari ilmu agama saja, namun juga untuk memenuhi kepentingan-kepentingan masyarakat yang ada di sekitar wilayah Karangpandan,” imbuhnya.
Usai peresmian, acara dimeriahkan pula dengan dongeng yang edukatif untuk menghibur anak-anak bersama Kak Wahyu.
Puncak acara adalah pembagian 100 paket sembako kepada para dhuafa dan 250 hadiah bagi ratusan santri Kuttab dan Rumah Qur’an Salman Al-Farisi.
Sekilas Ponpes Salman Peduli (Pos Peduli)
Pondok Pesantren Salman Al-Farisi Peduli atau disingkat Pos Peduli adalah lembaga yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Lembaga tersebut dikelola oleh Divisi Dakwah dan Humas Yayasan Ponpes Salman Al-Farisi. Hal ini merupakan bagian dari dakwah bil hal, yakni memberikan aksi nyata ke tengah masyarakat.
Sebagaimana layaknya sebuah lembaga, Pos Peduli juga memiliki berbagai program, yaitu:
1. Santri peduli
2. Santunan yatim dan dhuafa
3. Pembiayaan Rumah Quran (RumahQu) Salman Al-Farisi
4. Program Pembiayaan Dai Muallim Al-Qur’an (MULQI)
5. Dukungan Beasiswa Penghafal Al-Qur’an
6. Kedaruratan dan Pemulasaraan Jenazah
7. Sedekah Jum’at
8. Sedekah Air
9. Tanggap Bencana
10. Infaq Produktif
Hadirnya Pondok Pesantren Salman Al-Farisi Peduli (Pos Peduli), diharapkan bisa memberikan kontribusi positif serta solusi ke tengah masyarakat.
Pos Peduli juga mengajak kaum Muslimin untuk meningkatkan amal shalih, agar investasi pahala terus mengalir dan peluang memasuki pintu surga semakin lebar. Bagi para muhsinin yang ingin berpatisipasi, bisa disalurkan melalui Rekening BSI 5000440002 atas nama Salman Al-Farisi Peduli, kontak Admin 082211 600 200. /*Jono Riyanto

Ijtima Ulama MUI Dorong Penghina Agama Ditindak Tegas

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Ijtima Ulama ke-7 Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Jakarta resmi ditutup pada Kamis (11/10) menyepakati 12 poin bahasan.

Keduabelas bahasan tersebut yaitu makna jihad, makna khilafah dalam konteks NKRI, kriteria penodaan agama, tinjauan pajak bea cukai dan juga retribusi untuk kepentingan kemaslahatan, panduan pemilu dan pemilukada yang lebih bermaslahat bagi bangsa, dan distribusi lahan untuk pemerataan dan kemaslahatan.

Selanjutnya mengenai hukum pinjaman online, hukum transplantasi rahim, hukum cryptocurrency,  penyaluran dana zakat dalam bentuk qardhun hasan, hukum zakat perusahaan, dan hukum zakat saham.

Dalam salah satu pembahasan soal kriteria penodaan agama, Komisi Fatwa MUI menyebut bahwa kriteria dan batasan tindakan yang termasuk dalam kategori perbuatan penodaan dan penistaan agama Islam adalah perbuatan menghina, menghujat, melecehkan.

Sementara bentuk-bentuk perbuatan lain yang merendahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalam, Kitab Suci al-Qur’an, Ibadah Mahdlah seperti Shalat, Puasa, Zakat dan Haji, kemudian Sahabat Rasulullah, Simbol-simbol dan/atau syiar agama yang disakralkan seperti Ka’bah, Masjid, dan adzan termasuk dalam tindakan Penodaan Agama.

Sebagaimana disebut dalam angka (1) adalah perbuatan yang dilakukan namun tak terbatas dalam bentuk :
a. Pembuatan gambar, poster, karikatur, dan sejenisnya.
b. Pembuatan konten dalam bentuk pernyataan, ujaran kebencian, dan video yang dipublish ke publik melalui media cetak, media sosial, media elektronik dan media publik lainnya.
c. Pernyataan dan ucapan di muka umum dan media;

3. Menghina, menghujat, melecehkan dan bentuk-bentuk perbuatan lain yang merendahkan agama, keyakinan dan simbol-simbol dan/atau syiar agama yang disakralkan oleh agama hukumnya Haram;

4.Terhadap perbuatan menghina, menghujat, melecehkan dan bentuk-bentuk perbuatan lain yang merendahkan agama, keyakinan dan simbol dan/atau syiar agama yang disakralkan agama harus dilakukan penegakan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara untuk menciptakan kerukunan umat beragama maka harus dilakukan komunikasi, dialog dan upaya-upaya yang dapat mewujudkan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

“Harus ada peraturan perundangan-undangan yang kuat dan tegas untuk menciptakan kerukunan umat beragama dan memberi sanksi tegas bagi pelaku/organisasi yang melakukan penodaan/penistaan agama yang dapat menimbulkan konflik antar dan intern umat beragama,” katanya dalam keterangan yanh diterima jurnalislam.com.

“Negara harus bertindak tegas dan adil atas segala bentuk tindak pelanggaran yang mengganggu keharmonisan dan kerukunan beragama, sampai kepada akar masalah atau yang menjadi penyebab konflik berdasarkan UU, seperti pelanggaran terhadap UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama,” pungkasnya.

Rumah Dakwah Abu Gelar Talkshow Bahaya LGBT dan Tips Menyembuhkannya

TASIKMALAYA(Jurnalislam.com)–.Rumah Dakwah Abu (RDA) bekerjasama dengan Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (AL-MUMTAZ) menggelar Talkshow tentang Bahaya LGBT dengan tema “Benarkah LGBT itu bisa menular?” pada Sabtu (13/11) di Gedung Dakwah Islamiyah Tasikmalaya Lantai 2.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Al-Mumtaz, mantan pelaku LGBT, Ahli Psikologi, Kepolisian Tasikmalaya Kota serta dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

“Tujuan utama Talkshow ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya LGBT, karena prilaku menyimpang ini dilarang syariat.” Ucap Ustadz Abu Fauzana, selaku Founder RDA

Acara ini mendapatkan sambutan baik dari ALMUMTAZ, “Kami dari ALMUMTAZ menyambut baik acara ini, karena ini merupakan tugas kita selaku muslim untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya LGBT. Kami juga berharap semoga acara ini berlanjut dengan berbagai tema menarik lainnya.” Ungkap Ustadz Hilmi Afwan selaku Ketua ALMUMTAZ

Kegiatan ini dihadiri banyak peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan pemuda, juga pelajar yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Tasikmalaya.

Ustadz Acep Sofyan selaku pemateri dari ALMUMTAZ menyampaikan bahwa LGBT adalah prilaku menyimpang dan itu bukan merupakan kodrat manusia. Perilaku ini sangat hina, melanggar syariat dan tabiat manusia. Banyak ayat Al-Qur’an yang menceritakan perilaku kaum terdahulu yang menyimpang dalam perilaku seksual, sehingga Allah membinasakan mereka dengan berbagai azab.”

Ustadz Acep juga membahas tentang hukuman yang berlaku dalam syariat islam bagi para pelaku LGBT dan pentingnya hukuman tersebut bagi keberlangsungan hidup manusia.

Sedangkan Zea Ahmad Zakaria yang merupakan ahli psikologi menguraikan berbagai cara penanganan perilaku menyimpang ini diantaranya dengan pembinan terhadap pribadi pelaku LGBT, melalui psikoterapi, spiritual terapi (keagamaan), reprogramming dan behavior modification (lingkungan).

Menurut Zea Ahmad, perlu adanya pendekatan humanis terhadap pelaku yang melibatkan keluarga, masyarakat yang sifatnya menyeluruh baik agamis, medis, psikologis, social dan cara lainya.

Kegiatan ditutup dengan dengan deklarasi penolakan terhadap LGBT yang dibacakan oleh Ustadz Hilmi Afwan yang juga diikuti oleh seluruh peserta. (Dadang)