Berita Terkini

Bangun Ekosistem Pendidikan yang Lebih Baik, Paragon Gelar Inspiring Lecturer Conference

Paragon Technology and Innovation, perusahaan kosmetik nasional terbesar di Indonesia, mengadakan Inspiring Lecturer Conference bersama 868 Dosen se-Indonesia 

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dalam rangka membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik, Paragon Technology and Innovation (Paragon) mengadakan acara bertajuk Inspiring Lecturer Conference (ILC) dalam rangkaian acara Festival Penggerak Kebaikan. Acara ini dihadiri oleh 868 dosen se-Indonesia dari berbagai disiplin ilmu. Dalam acara ini, para dosen mendapatkan pelatihan neuro-linguistic programming (NLP) dengan topik

“Membangun Komunikasi yang Baik dan Bermakna dengan Mahasiswa” yang disampaikan oleh Hingdranata Nikolay (Licensed Master Trainer of NLP pertama di Asia Tenggara dan CEO Inspirasi Indonesia). Lewat pelatihan NLP, para dosen diajarkan untuk dapat meningkatkatkan kapasitas dalam mengajar khususnya dalam hal berkomunikasi dengan mahasiswa. Adapun hal ini dilakukan karena para dosen merupakan penggerak yang memiliki tugas untuk mempersiapkan generasi muda bangsa.

 

Acara Inspiring Lecturer Conference turut dihadiri oleh Miftahuddin Amin (EVP and Chief Administration Officer Paragon) dan dr. Laila Isrona, M.Sc. (Dosen Universitas Andalas dan Alumni Inspiring Lecturer Program). Dalam sambutannya, dr. Laila menyampaikan pentingnya meningkatkan kapasitas diri untuk para dosen.

“Mahasiswa saat ini sudah bukan mahasiswa zaman dahulu. Kalau kita tidak tahu cara menghadapi mereka, kita tidak bisa berhadapan dengan mahasiswa dengan baik. Penting bagi dosen untuk upgrade kapasitas diri, baik dari sisi keilmuan maupun cara mengajar. Dari Inspiring Lecturer Program, kita tidak hanya belajar mengenai keilmuan kita, namun juga bagaimana mengajarkan keilmuan tersebut kepada mahasiswa. Itulah alasan saya ikut acara Inspiring Lecturer Program”.

 

Paragon berharap dapat menjadi penyemangat untuk para dosen serta mengembangkan ekosistem pendidikan yang lebih baik melalui penyelenggaraan Inspiring Lecturer Conference. “Harapan Paragon dengan berpartisipasinya para dosen dalam acara ILC, para dosen dapat menjadi pioneer untuk mengembangkan inisiatif yang bisa membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik lagi. Merupakan kewajiban moral bagi kita para pendidik dan dosen untuk menyebarkan kepada mahasiswa dan dosen lain bahwa peran kita adalah penggerak, terutama di institusi masing-masing” ujar Miftahuddin Amin.

 

Festival Penggerak Kebaikan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Desember 2021 dengan membawa tema “Muda, Bergerak, Berdampak”. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan seluruh stakeholder yang telah turut membawa kebermanfaatan di tengah masyarakat. Adapun rangkaian acara Festival Penggerak Kebaikan meliputi Inspiring Lecturer Conference, Eduleads Gathering, Muda Bergerak Berdampak Talks, Sosialisasi Paragon Internship Program, Open Collaboration with Paragon, Paragon Coach Community Launching, serta Wardah Inspiring Teacher Conference.

 

Muktamar IV Wahdah Islamiyah Hasilkan Rekomendasi, Mulai dari Isu Palestina hingga Presidential Threshold

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Muktamar IV Wahdah Islamiyah baru saja berakhir. Forum yang  digelar full virtual ini menghasilkan beberapa keputusan di berbagai bidang seperti pendidikan, sosial, dakwah, keluarga, maupun ekonomi.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan pada bidang ekonomi diluncurkan toko digital WI Niaga. WI Niaga diluncurkan untuk mempermudah umat dalam bermuamalah.
“WI Niaga ini merupakan marketplace pertama yang dimiliki ormas,” kata Ustaz Zaitun saat konferensi pers secara virtual, Kamis (23/12/2021).
Selain itu, diluncurkan pula program ‘Satu Rumah Satu Pengusaha’. Program ini, jelas Ustaz Zaitun, langsung diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Kemudian, Muktamar IV Wahdah Islamiyah menghasilkan rekomendasi ekternal. Pertama tentang presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden 20 persen.
“Rekomendasinya meminta pemerintah dan DPR mengoreksi PT 20% dikembalikan menjadi 0% agar memberikan peluang calon-calon pemimpin untuk ikut berkontribusi,” ujar Ustaz Zaitun.
Hal tersebut, kata Ustaz Zaitun, juga demi terciptanya iklim perpolitikan yang lebih baik. Menurutnya, PT 20% ini tidak sejalan dengan prinsip demokrasi, dan para pakar menyatakan ini tidak perlu dipertahankan karena sudah tidak rasional.
“Mudah-mudahan dengan rekomendasi itu bisa direspon demi kemaslahatan bangsa,” harap Ustaz Zaitun yang kembali terpilih pada forum Muktamar IV sebagai Ketua Umum Wahdah Islamiyah periode 2021-2026.
Rekomendasi kedua meminta pemerintah menyelesaikan masalah karantina. Ustaz Zaitun mengatakan banyak kasus pendatang dari luar negeri belum teratasi masalah karantina.
“Ini harus diselesaikan sesuai protokol kesehatan, dan tidak boleh ada ketidakadilan seperti kasus pejabat yang boleh karantina di rumah. Sementara TKI yang baru pulang harus melakukan karantina dengan biaya mahal,” ungkap dia.
Rekomendasi ketiga tentang dukungan untuk Palestina dan Al Aqsha yang merdeka serta mendukung dan mendorong pemerintah Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar agar berperan aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kemudian rekomendasi keempat mendorong dan meminta pemerintah untuk mengoreksi Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) secara mendasar karena bertentangan dengan Agama, Pancasila dan budaya di Indonesia.
Untuk diketahui, Muktamar IV Wahdah Islamiyah digelar pada 19-22 Desember 2021. Grand Opening Muktamar dihadiri oleh 130 ribu peserta secara virtual. Muktamar dibuka oleh Wakil Presiden Maruf Amin dan hadir pula sejumlah pejabat seperti Menko Polhukam Mahfud MD, Menparekraf Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan lain sebagainya.*

KH Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah

MAKASSAR(Jurnalislam.com)–DR KH Muhammad Zaitun Rasmin kembali menahkodai Wahdah Islamiyah periode 2021-2026 setelah terpilih dan ditetapkan melalui Muktamar IV Wahdah Islamiyah yang penutupan acaranya telah dilaksanakan, Rabu (22/12/2021).
“Alhamdulillah, beliau kembali yang diamanahkan untuk memimpin Wahdah Islamiyah,” kata Ketua Pengarah Muktamar IV Wahdah Islamiyah, Ustaz Syaibani Mujiono.
Dia menyampaikan, struktur kepengurusan yang dihasilkan dalam pelaksanaan muktamar kali ini tidak mengalami perubahan.
Selain Ustaz Zaitun, Sekjen DPP kembali dijabat Ustaz Syaibani Mujiono, Ustaz Muhammad Ikhwan Jalil sebagai Ketua Dewan Syuro, Ustaz Yusran Anshar sebagai Ketua Dewan Syariah, dan Ustaz Rahmat Abdul Rahman sebagai Ketua Harian, dan Profesor Abdul Hamid Habbe sebagai Ketua Dewan Pengawas.
Dengan berakhirnya muktamar tersebut, Ustaz Syaibani pun berpesan agar program dakwah kembali digiatkan dan ditingkatkan.
“Harapan kita bersama adalah mari kembali menggiatkan dan meningkatkan program dakwah. Kemudian, khusus untuk bidang keluarga, sebagaimana pesan dari pimpinan umum, ada tiga M, yakni madrasah, ma’wa dan markaz,” ujarnya.
Ustaz Syaibani menjelaskan, Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah berharap agar para pengurus, kader, bahkan simpatisan dan keluarga ummat Islam pada umumnya agar betul-betul memperhatikan keluarga dan rumah tangga mereka, yang berkaitan dengan ma’wa. Kemudian, keluarga sebagai madrasah agar supaya keluarga menjadi pendidikan bagi anggota keluarga. Yang terakhir adalah markaz. Menjadikan keluarga sebagai lingkungan dakwah atau markaz dakwah, utamanya dalam melahirkan generasi Islam yang cemerlang.
“Itu harapan terbesar dari pimpinan umum yang semoga atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala mampu kita wujudkan bersama. Aamiin,” terang Ustaz Syaibani.*

Aliansi Umat Islam Karanganyar Minta Pelaku Penarikan Jilbab Dijerat Pasal Penodaan Agama

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam di Karanganyar pada Jum’at (24/12/2021) turun ke jalan menuntut aparat agar segera memproses hukum pelaku penarikan paksa jilbab seorang muslimah pegawai KSPPS BMT Alfa Dinar.

Aksi yang sedianya dilakukan di depan Mapolres Karanganyar akhirnya urung dilakukan dikarenakan aparat memblokade akses menuju lokasi aksi. Massa pun kemudian melakukan aksi konvoi menuju salah satu toko milik pelaku dan dilanjutkan menuju kantor DPD Golkar Karanganyar.

Setelah membentangkan beberapa spanduk dan poster berisi desakan kepada aparat untuk memproses pelaku, massa pun menuju Alun-alun Karanganyar untuk membacakan pernyataan sikap dari Aliansi Umat Islam Karanganyar (AUIK).

“Meminta kepada pihak resort Karanganyar untuk menjerat pelaku penarikan jilbab secara paksa muslimah di Karanganyar dengan pasal 156a KUHP tentang penodaan agama dan tetap mendukung diterapkannya pasal 335 KUHP tentang ancaman,” kata Sekjend AUIK Setyawan.

“Melanjutkan proses hukum pelaku sampai dengan persidangan,” imbuhnya.

Ia juga meminta pihak aparat untuk bisa bersikap adil dalam mengangani kasus tersebut.

“Kepada pihak resort Karanganyar untuk segera melengkapi berkas penyidikan dengan nenghadirkan beberapa saksi ahli, baik saksi ahli agama MUI Karanganyar, saksi ahli pidana maupun saksi ahli lain yang berkompeten,” ungkapnya.

“Meminta kepada pihak resort Karanganyar untuk adil dan bijak dalam melakukan penegakan hukum terhadap kasus ini,” pungkas Setyawan.

Sebelumnya, Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito berjanji akan memproses hukum pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Menurutnya, saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Karanganyar

“Polisi profesional. Tanpa ada permintaan dari rekan-rekan ini proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Reporter: Riyanto

Sejumlah Relawan Hibur Anak-anak Korban Erupsi Semeru di Dusun Kebondeli Selatan

LUMAJANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah organisasi kemanusian mengadakan giat Trauma Healing di Di Dusun Kebondeli Selatan Desa Sumber Wuluh RT 3 RW 7 & Dusun Kampung Baru Desa Sumber Wuluh, Kabupaten Lumajang, Kamis (23/12/2021). Daerah ini terdampak termasuk daerah yang langsung oleh banjir lahar dingin erupsi Gunung Semeru 4 desember lalu, tentunya menyisakan trauma terutama bagi anak-anak.

Relawan dari Forum Me-DAN Indonesia, YANMAS Ansharu Syari’ah, Kampung Dongeng Indonesia, Maqdis Bandung, dan ECR mendatangi kampung mereka memberikan edukasi yang dibalut dengan hiburan.

Anak-anak nampak antusias dengan kegiatan ini, mereka senang dan ceria ketika melihat kakak-kakak dari Kampung Dongeng Indonesia memulai dongengnya dengan menggunakan boneka. Tidak terlihat kekhawatiran dari wajah mereka, seakan lupa akan musibah yang menimpa mereka beberapa hari kebelakang.

Sejumlah Relawan menghibur anak-anak di Kampung Kebondeli Selatan, Lumajang, Kamis (23/12/2021)

Tidak hanya dongeng yang disuguhkan kepada anak-anak, tetapi juga para relawan dari Maqdis Bandung mengenalkan kepada mereka tentang huruf hijaiyah dengan metode bermain.

Kepala Dusun Kebondeli Pak Marzuki mengungkapkan kebahagiaannya dengan kedatangan para relawan ke dusunnya, beliau juga berterimakasih kepada tim karena telah menghibur warganya.

“Kami ucapkan jazakumullah Khairan katsiran terima kasih banyak kepada para donatur para relawan yang telah menyempatkan waktunya berkunjung ke desa kami ke tempat kami,” tuturnya.

Acara ditutup dengan pembagian bingkisan untuk anak-anak dari Forum Me-DAN Indonesia.

Reporter: Rifqi

MUI Harap Kepengurusan Baru PBNU Perkuat Persatuan Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas menyampaikan apresiasinya terhadap terpilihnya pimpinan PBNU. Dia berharap, NU dapat lebih memperkuat kesatuan dan persatuan umat.

“Saya menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya bapak Kiai Miftahul Akhyar sebagai rais am PBNU dan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU. Dengan harapan semoga kehadiran beliau berdua dalam puncak kepemimpinan NU akan bisa memperkuat  persatuan dan kesatuan kita di kalangan umat, ” kata Buya Anwar dalam rilis yang diterima Republika, Jumat (24/12).

Selain itu dia berharap, para pimpinan NU dapat menjaga kesatuan dan persatuan di kalangan warga bangsa sehingga diharapkan kontribusi NU dan umat Islam dalam memajukan bangsa dan negara akan semakin lebih meningkat lagi secara signifikan.

Hal itu, kata dia, agar negeri ini dapat menjadi negara yang maju, adil, dan makmur. Di mana rakyatnya dapat hidup dalam suasana kebersamaan yang tinggi serta  bahagia, religius dan tunduk serta patuh  kepada konstitusi.

Sebagaimana diketahui, Mantan juru bicara presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), KH Yahya Cholil Staquf, resmi terpilih sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-34 NU di Gedung Serbaguna Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Jumat (24/12) pagi.

Dalam Muktamar ke-34 NU, mekanisme pemilihan ketua umum PBNU menggunakan mekanisme voting atau pemungutan suara. Dalam proses penghitungan suara, kiai yang biasa dipanggil Gus Yahya ini berhasil memperoleh 337 suara. Sedangkan, calon ketum PBNU petahana KH Said Aqil Siroj hanya mendapatkan 210 suara. Adapun, satu suara dianggap batal.

Proses pemungutan suara di Muktamar ke-34 NU dilakukan dua tahap. Pemilihan tahap pertama berlangsung sejak pukul 02.00 dini hari hingga pukul 06.00 pagi. Dalam proses ini, muncul beberapa nama sebagai bakal calon, seperti KH As’ad Said Ali dan KH Marzuki Mustamar.

Namun, hanya Gus Yahya dan Kiai Said yang lolos untuk maju dalam tahap kedua sebagai calon ketum PBNU setelah mendapat lebih dari 99 suara. Dalam pemilihan tahap pertama ini, Gus Yahya memperoleh 327 suara dan Kiai Said mendapatkan 203 suara

Sumber: republika.co.id

Mengenali dan Memahami Al-Qur’an dalam Kehidupan Kita

Oleh: Mas Andre Hariyanto

ALQURAN adalah kitab yang mulia dan juga pedoman bagi umat muslim, mengapa? Karena dengan Alquran, hidup kita akan tenang dan jauh dari permasalahan. Kenapa demikian? Karena Alquran adalah cahaya ilahi dan penyejuk hati. Hanya dengan membacanya, hati ini berasa bernyanyi. Pada umumnya seperti lagu cinta dan kasih sayang yang membawa perasaan.

Rasanya ingin sekali bernyanyi lama-lama dengan lantunan pada setiap ayat Alquran. Maka dari itu mari kita selami Alquran dengan membaca dan mengahafalnya, insyaallah akan menjadi syafaat kita kelak. Kita jadikan Alquran sebagai teman hidup kita, istilah populernya bermesra-mesraan kayak suami istri, meskipun single bagi yang belum.

Berikut delapan prinsip tentang Alquran yang selayaknya diterapkan dalam kehidupan kita.

  1. Menghafal tidak harus hafal

Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yang berbeda-beda pada tiap orang. Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs -yang mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Alquran dalam kurun waktu 20 tahun. Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yang sudah kita agendakan hanya untuk menghafal.

  1. Bukan untuk diburu-buru, bukan untuk ditunda-tunda

Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah waktu khusus untuk menghafal misalnya, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah.Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar-benar kita hafal. Nikmati saja saat-saat ini. Saat dimana kita bercengkrama dengan Allah. satu jam lho.

 

Masak untuk urusan duniawi delapan jam betah, bahkan bergadang demi melihat bola, tanpa ketib alias penghlihatan kita fokus ke depan terus, hehe. Inget, satu huruf melahirkan sepuluh pahala bukan? Apalagi kalau lancar, sudah tau pula kan. So, jangan buru-buru. Tapi ingat, juga bukan untuk ditunda-tunda. Habiskan saja durasi menghafal secara ‘pass’.

  1. Menghafal bukan untuk khatam, tapi untuk setia bersama Qur’an

Kondisi hati yang tepat dalam menghafal adalah bersyukur bukan bersabar. Tapi kita sering mendengar kalimat “Menghafal emang kudu sabar”, ya kan? Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat-ayat itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam). Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Alquran diturunkan bukan sebagai beban. Untuk apa khatam jika tidak pernah diulang? Setialah bersama Alquran.

  1. Senang dirindukan ayat

Ayat-ayat yang sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, sebenarnya ayat itu lagi kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe. Coba dibaca arti dan tafsirnya. Bisa jadi ayat itu adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru-buru suntuk dan sumpek ketika gak hafal-hafal. Senanglah jadi orang yang dirindukan ayat.

  1. Menghafal sesuap-sesuap

Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang-ulang. Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake centong nasi bikin muntah karena terlalu banyak.

Menghafal-pun demikian. Jika “‘amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “‘amma” diulang-ulang. Jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “‘anin nabail ‘adzhim” kemudian diulang-ulang. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.

  1. Fokus pada perbedaan, baikan persamaan

“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini,1 saja! Maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.

  1. Mengutamakan durasi

Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada durasi bukan pada jumlah ayat yang akan dihafal. Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan satu jam kita pada Allah.. Syukur-syukur bisa lebih dari satu jam.Satu jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari loh! Lima persen untuk Alquran, harus bisa dong ah…

  1. Pastikan ayatnya bertajwid

Carilah guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya).

Jangan dibiasakan otodidak dalam hal apapun yang berkaitan dengan Alquran; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Alquran.

*Ketua Pembina Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara (YPPN) Yogyakarta & Founder Muslim Hijrah Movement (MHM).

Kemenag: Indeks Kerukunan Umat Beragama 2021 Posisi Baik

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Tahun 2021 masuk pada kategori baik. Nilainya berada pada rerata nasional 72,39 atau naik 4,93 poin dari tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Tenaga Ahli Menteri Agama Mahmud Syaltout saat membacakan pidato Menag untuk Launching Indeks Kerukunan Umat Beragama. Kegiatan berlangsung atas kerja sama Balitbang Diklat Kemenag dengan ISI Surakarta.

“Hasil penelitian Indeks KUB menjadi kado terindah untuk menyambut Hari Amal Bakti Kementerian Agama Ke-76 yang akan diperingati tanggal 3 Januari 2022 nanti. Kami bersyukur nilai KUB mencapai nilai tinggi. Artinya, kinerja Kementerian Agama lebih baik,” ujar Gus Mahmud di Solo, Senin (20/12/2021).

Menurut Gus Mahmud, mendapatkan nilai baik bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, diperlukan kerjasama dan sinergi seluruh pihak Kementerian Agama dan pemangku kepentingan.

“Indeks KUB bukan hanya melihat keberhasilan kita tapi yang paling penting adalah pemetaan masalah, prediksi masalah, dan deteksi masalah. Karena indeks KUB dibangun dari beberapa variabel yaitu toleransi, kerja sama, dan kesetaraan,” ungkapnya.

Indeks KUB, lanjut Gus Mahmud, menjadi early warning dan monitoring system yang baik karena dapat melihat pola pikir dan sikap di masyarakat Indonesia. “Ini adalah inventaris terbaik yang dimiliki Kemenag, maka perlu tindak lanjut dari hasil temuan,” katanya.

Muhammadiyah Ucapkan Selamat Atas Kepengurusan Baru PBNU

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar selaku Rais ‘Aam  Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  serta KH Cholil Yahya Staquf sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa kedua tokoh PBNU tersebut insya Allah dapat memimpin dan membawa gerak kemandirian NU sebagaimana tema Muktamar dan  harapan keluarga besar Nahdliyin.

“Secara khusus keduanya dapat terus merawat dan  meningkatkan ukhuwah Islamiyah dengan seluruh golongan umat Islam serta ukhuwah keindonesiaan dengan segenap komponen bangsa di negeri tercinta,” ucap Haedar pada Jumat (24/12).

Haedar berharap silaturahmi dan kerjasama yang selama ini telah terjalin baik antara PBNU dan PP Muhammadiyah makin meningkat untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

“Kami percaya keduanya adalah figur-figur alim bijaksana dalam merawat ukhuwah dan martabat umat Islam sebagai akar tunggang organisasi-organisasi keislaman di negeri ini, sekaligus berkhidmat memajukan bangsa dan dunia kemanusiaan di atas nilai-nilai Islam yang autentik dan rahmatan lil-‘alamin,” tutur Haedar.

Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar dan Sekretaris Atase Agama Kedubes Arab Saudi, Syekh Al-Baraq Al-Ameer ini, kedua negara sepakat untuk memberikan komitmen terbaik guna mewujudkan kerja sama kedua negara.

Kepada Ketua Umum PBNU periode yang lalu Prof DR KH Said Aqil Siroj bersama seluruh jajaran Haedar menyampaikan terimakasih atas jalinan silaturahmi dan kerjasama yang selama ini terajut dengan baik.

“Semoga beliau selaku tokoh senior dapat terus berkhidmat bagi kepentingan umat dan bangsa,” tutup Haedar. (muhammadiyah)

 

 

KH Yahya Cholil Staquf Gantikan Kiai Said Jadi Ketua Umum PBNU 2021- 2026

LAMPUNG(Jurnalislam.com)–KH Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2021-2026. Hal itu diputuskan setelah memperoleh suara terbanyak dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

 

Keputusan tersebut ditetapkan pada Sidang Pleno V yang dipimpin Ketua dan Sekretaris Panitia Pengarah Muktamar Ke-34 NU Prof Muhammad Nuh dan H Asrorun Niam Sholeh di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila) pada Jumat (24/12/2021). ADVERTISEMENT

 

“Kiai Haji Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2021,” kata Nuh sembari mengetuk palu.

 

“Al-Fatihah,” imbuh Ketua PBNU 2015-2021 itu.

 

Berikut perolehan suara dari beberapa calon. KH Yahya Cholil Staquf memimpin dengan mendapat 337 suara, sedangkan KH Said Aqil Siroj menempati posisi berikutnya dengan mendapat 210 suara. Ada satu suara yang abstains.

 

Artinya, suara yang masuk 548. Total suara tersebut dibacakan Prof M Nuh.

sumber: nu.or.id