Berita Terkini

MK Minta UU Ciptaker Dibatalkan, Pemerintah Diminta Tak ‘Dewakan’ Investasi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, meminta pemerintah belajar dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang dinyatakan inkonstitusional bersyarat. Agar ke depannya, pemerintah dalam menyusun rancangan undang-undang (RUU) mengedepankan kepentingan rakyat.

“Pemerintah dan DPR RI harus merangkul harapan rakyat. Jangan atas nama investasi asing, hak-hak para pekerja lokal justru dikorbankan. Jangan atas nama kemudahan izin berusaha, masa depan ekosistem lingkungan hidup dipertaruhkan,” ujar Syaikhu dalam pidato kebangsaan akhir tahun, Kamis (30/12) malam.

Sikap PKS sejalan dan seirama dengan dengan putusan MK tersebut. Mengingat secara formil, UU Cipta Kerja dipaksakan pembahasannya dan melanggar prinsip negara hukum dan menabrak nilai-nilai demokrasi.

“Sejatinya seorang presiden, wakil presiden, dan setiap anggota parlemen dipilih dan diberi mandat oleh rakyat untuk menjadi penyambung lidah rakyat, bukan justru menjadi penyambung lidah konglomerat,” ujar Syaikhu.

UU Cipta Kerja, kata Syaikhu, terburu-buru disahkan di tengah-tengah kondisi pandemi Covid-19. Menurutnya, regulasi dengan mekanisme omnibus law itu hanya dibuat untuk kepentingan sekelompok masyarakat.

Pasalnya, pemerintah tidak segan-segan menggelar karpet merah fasilitas pajak untuk para pengusaha. Pemerintah juga memberikan potongan pajak korporasi dan menghapuskan pajak dividen.

“Namun di saat yang sama, pemerintah sangat getol sekali menaikkan pajak untuk rakyatnya. Pemerintah menaikan Pajak Pertambahan Nilai, pemerintah juga memasukkan sembako, jasa pendidikan, jasa sosial dan keagamaan sebagai barang dan jasa kena pajak, yang mana ini setiap waktu akan bisa dikenakan pajak oleh pemerintah. Sungguh ironis,” ujar Syaikhu.

Sumber: republika.co.id

Ferdinand Hapus Cuitan ‘Allahmu Lemah’

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Aktivitas media sosial Ferdinand Htahaean membuat gaduh lini masa setelah membuat cicitan (tweet) yang dianggap bernuansa suku, agama, ras, antargolongan (SAR). Status di Twitter@FerdinandHaean3 tersebut dibuat pada Selasa, 4 Januari 2022 pukul 10.54 WIB.

Saat Republika menelusurinya, kini status tersebut sudah tidak ada alias dihapus. “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela,” ujar Ferdinand dalam cicitan yang membuatnya digeruduk warganet.

Dia menjelaskan, banyak orang yang salah paham dengan cicitan yang dibuatnya.

“Mungkin cuitan saya tidak lengkap, kemudian dipelintir orang seolah-olah saya sedang menuduh orang, menyerang orang, menyerang kelompok tertentu, atau agama tertentu. Sama sekali tidak,” kata Ferdinand di Jakarta, Rabu (5/1).

Eks politikus Partai Demokrat itu mengklaim, statusnya itu adalah bentuk dialog antara pikiran dan hatinya sendiri. Dia pun membantahkan jika status ‘Allahmu lemah, Allahku luar biasa’ untuk menyerang penganut agama Islam.

“Saya juga meminta maaf kepada siapa pun yang merasa terganggu dengan cuitan saya, merasa tersinggung dengan cuitan saya, tetapi tidak ada cuitan itu untuk menyerang atau menyasar orang atau agama tertentu. Itu dialog untuk memotivasi saya supaya bangkit,” kata Ferdinand beralibi.

Sumber: republika.co.id

Muhammadiyah Optimis Indonesia Bisa Sukses Melalui Pandemi

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Agus Samsudin mengatakan, banyak kebijakan yang berubah karena pandemi Covid-19. Perubahan di ini direspons beragam oleh fasilitas kesehatan dan masyarakat secara umum.

“Misalnya banyak respons rumah sakit yang terus berkembang dan masyarakat melakukan respons terhadap setiap kebijakan dan dampak Covid-19,” kata Agus melalui catatan akhir tahun yang diterima Republika, Ahad (2/1).

 

Awal tahun 2021 Indonesia cukup optimis karena tingkat penularan menurun dan ketika libur Nataru 2020 dilepas kemudian terjadi lonjakan yang mencapai puncaknya Juni-Juli. Di mana semua rumah sakit penuh dengan pasien covid19, kekurangan oksigen dimana-mana dan jumlah fatalitas meningkat tajam.

 

MCCC sampai berkirim surat khusus kepada Presiden untuk melakukan lock down selama tiga minggu karena pemerintah masih ragu-ragu sekalipun kemudian ada PPKM dalam berbagai level yang akhirnya berjala cukup efektif sampai sekarang.

 

“Hampir seluruh rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiyah dipakai untuk merawat pasien,” katanya.

 

Agus menceritakan, tidak akan pernah lupa di bulan-bulan tersebut ada tenaga kerja kesehatan, ulama, pengurus persyarikatan dari berbagai level, dosen, guru, saudara dekat, tetangga yang dipanggil oleh Allah swt. Semua menjadi pelajaran berharga.

 

“Vaksinasi juga menjadi kontraversi,” katanya.

 

Agus menekankan, vaksinasi sebenarnya adalah salah satu model yang paling efektif dalam temuan bidang kesehatan. Sekarang kita tidak pernah dengar lagi ada sakit cacar, polio dan lain-lain.

 

“Bahkan untuk generasi Z barangkali tidak mengenal karena penyakit itu hampir tidak ada,” katanya.

 

Dalam konteks Covid-19 percepatan proses penemuan vaksin ditambah berbagai info hoax membuat ramai kalau tidak mau disebut kacau. Ada isu efikasi vaksin, isu konspirasi, isu bisnis, isu hak asasi manusia, penanaman chips sampai isu keagamaan.

 

“MCCC berjalan terus! Mengusung tema Vaksinasi untuk Semua (vaccination for all) menyasar seluruh lapisan masyarakat termasuk lansia, difabel dan lintas agama,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

76 Tahun Kemenag, Makam Menteri Agama Terdahulu Diziarahi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata untuk mengenang para tokoh bangsa atas jasa-jasanya pada Kementerian Agama dengan menabur bunga dan melangitkan doa.

Ziarah dan tabur bunga di TMP Kalibata dilakukan Menag usai menjadi inspektur upacara peringatan HAB ke-76 di Kantor Kementerian Agama Jakarta. Ikut mendampingi Menag, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, para pejabat eselon I, Staf Ahli, Staf Khusus dan jajaran pejabat eselon II Kemenag lainnya, Senin (3/01/2022).

Menag dan rombongan mengawali ziarah ke Makam KH Moch Dahlan, Menteri Agama Kabinet Pembangunan I periode 1967-1971 yang wafat pada 1 Februari 1977. Kemudian Menag melanjutkan ziarah ke makam Abdul Malik Fajar, Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan
1998-1999 yang wafat pada 7 September 2020.

Menag juga berziarah ke makam Muhammad Maftuh Basyuni, Menteri Agama RI pada Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2009, kemudian ke makam Tarmizi Taher, Menteri Agama RI periode 1993–1998 serta menambur bunga di makam Alamsyah Ratu Perwiranegara Menteri Agama RIpada Kabinet Pembangunan III periode 1978-1983.

Ziarah dan tabur bunga ke makam para tokoh yang berjasa pada Kementerian Agama ini dilakukan Menag dan rombongan dalam rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-76 yang mengusung tema Transformasi Layanan Umat.

Gejala Omicron di Indonesia Didominasi Batuk Pilek

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Penambahan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia masih didominasi oleh WNI yang baru kembali dari perjalanan luar negeri. Berdasarkan update kasus konfirmasi Omicron, Kemenkes mencatat ada 92 kasus konfirmasi baru pada Selasa (4/1/2022).

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, kini total kasus Omicron menjadi 254 kasus terdiri dari 239 kasus dari pelaku perjalanan internasional dan 15 kasus transmisi lokal.

“Mayoritas (penularan) masih didominasi pelaku perjalanan luar negeri. Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk (49%) dan pilek (27%),” kata Nadia dalam keterangannya, Selasa (4/1/2022).

Diketahui, Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta. Sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan akan terus meluas. Di level nasional, pergerakan Omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Nadia mengatakan, Kemenkes terus mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan cluster-cluster baru COVID-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

 

Sumber: ihram.co.id

BSI UMKM Center Diluncurkan di Aceh

JAKARTA(Jurnalislam.com)– PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Center pertama di Provinsi Aceh.

Peluncuran tersebut sebagai dukungan nyata bank syariah terbesar di Tanah Air tersebut dalam mengembangkan usaha rakyat yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan fasilitas dan layanan tersebut akan menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam mendapatkan pelatihan, pembinaan, pembiayaan hingga membantu proses pemasaran produk.

Dengan demikian diharapkan pelaku UMKM yang memanfaatkan program tersebut dapat meningkatkan skala usahanya. Di antaranya melalui optimalisasi potensi bisnis hingga dukungan proses digitalisasi usaha.

“Kami berharap UMKM Center di Aceh ini dapat memperkuat kehadiran BSI sekaligus bermanfaat untuk meningkatkan kelas bagi UMKM di Aceh melalui berbagai program pembinaan agar pelaku UMKM dapat mengembangkan bisnisnya secara modern, terdigitalisasi bahkan mampu memasuki pasar global,” kata Hery dalam kunjungannya ke Provinsi Aceh yang salah satu agendanya meresmikan UMKM Center, Rabu, 29 Desember 2021.

Hery menegaskan kehadiran UMKM Center di Aceh merupakan bagian dari upaya BSI meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha di segmen tersebut. Sehingga terbentuk suatu ekosistem UMKM Indonesia yang unggul dan berkualitas.

Visi besar BSI untuk mendukung pengembangan pelaku UMKM beralasan kuat. Hery menjabarkan bahwa UMKM menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Kontribusi segmen UMKM mencapai 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun. Segmen UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia.

Secara nasional, jumlah pelaku UMKM pun mencapai 99 persen dari total usaha di Indonesia. Di Banda Aceh sendiri terdapat kurang lebih 16.950 unit UMKM.

“Bayangkan jumlah UMKM yang ada di seluruh Aceh, digabung dengan potensi bantuan pengembangan dari BSI dan impact-nya untuk kemaslahatan masyarakat Aceh,” ujarnya.

“Karena itulah hari ini kita berkumpul disini meresmikan UMKM Center sebagai salah satu bentuk dukungan BSI untuk pengembangan UMKM di Aceh. BSI dan UMKM tidak bisa dipisahkan, BSI dan UMKM itu senafas dan seirama,” tambahnya.

Sumber: republika.co.id

 

Pemerintah Sebut Rencana Umrah Tetap Berlanjut

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama (Kemenag) menyebut pelaksanaan umroh jamaah Indonesia tetap berlanjut. Keputusan ini diraih setelah dilakukan rapat bersama dengan kementerian/lembaga terkait, Senin (3/1) kemarin.

“Hasil rapat dengan berbagai Kementerian kemarin, Kemenlu, Kemenhub, Kemenkes, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, semua menyatakan tidak ada larangan untuk umroh,” kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Nur Arifin, Selasa (4/1).

Meski demikian, mengingat era pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan ada varian baru Omicron, dicapai kesepakatan agar pelaksanaan umroh harus melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Terkait kasus baru Omicron, Malaysia sebelumnya memutuskan untuk menghentikan sementara umroh mulai 8 Januari nanti. Di sisi lain, penambahan kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Kerajaan Arab Saudi saat ini per-hari telah melewati angka 1.000.

Nur Arifin juga menekankan, apabila nantinya Indonesia memberangkatkan jamaah umrohnya, maka harus dilakukan kordinasi dengan Satgas Covid dan Satgas Bandara Soekarno Hatta. Pertemuan dan rapat dengan tim Satgas disebut telah dilakukan hari ini.

“Dari Satgas, inti masukannya adalah pelaksanaan umrah agar mengikuti protokol yang ketat,” lanjutnya. Setiap hari, disampaikan pula pesan agar kepulangan jamaah umrah dari sekitar 4.000 orang.

Saat ini, Dirjen PHU disebut sedang membuat surat yang ditujukan kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Surat ini berisi informasi bahwa sudah bisa mendaftar umroh untuk keberangkatan Januari ini, dengan sistem one gate policy (OGP).

Terkait tanggal keberangkatan, Nur Arifin menyebut pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk hal tersebut.

Sumber: ihram.co.id

 

Madrasah Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pandemi Covid-19 sepertinya bukan penghalang bagi madrasah untuk mengukir prestasi. Terbukti, sepanjang 2021, banyak prestasi yang diraih siswa madrasah, baik akademik maupun non akademik, mulai tingkat regional, nasional hingga internasional.

Misalnya, dalam Top 1000 sekolah/madrasah tahun 2021 berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang digelar Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebanyak 62 madrasah masuk  terbaik nasional. Dari 1000 sekolah/madrasah yang dirilis, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong menduduki peringkat pertama.

Di tahun yang sama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menetapkan Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2021, di antaranya terdapat 21 madrasah dari 344 sekolah yang memiliki gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup, yaitu MIN 1 Asahan, MIN 5 Asahan, MIN 7 Tapanuli Selatan, MIN 1 Kota Medan, MIN 5 Kota Medan, MIN 6 Tangerang, MAN 1 Tangerang, MAN 1 Bandung, MTs Harapan baru Kab Ciamis, MIN 5 Blitar, MTsN 8 Blitar, MTs Alhikam Jombang, MIN 1 Madiun, MTsN 4 Pasuruan, MTsN 1 Ponorogo, MIS Ma’arif Bego Sleman, MTsN 1 Sleman, MTsN 4 Sleman, MTsN 2 Sumbawa, MTsN 2 Jeneponto, dan  MTs Al-Khairaat Pusat Palu.

Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Moh. Isom mengatakan, banyaknya prestasi yang ditorehkan oleh madrasah dalam kurun waktu satu tahun selama 2021 ini mencerminkan semangat madrasah mandiri berprestasi.

“Kami terus berupaya untuk menggali potensi siswa melalui berbagai macam rangkaian program yang dapat mengembangkan dan merangsang kreatifitas dan inovasi siswa madrasah seperti Kompetisi Robotik Madrasah, Kompetisi Sains Madrasah, Madrasah Young Researchers Super Camp, Madrasah Vlog Competition, Lomba Film Pendek Madrasah, Akademi Madrasah Digital, dan Duta Harmoni moderasi beragama,” terang Isom di Jakarta, Senin (3/1/2022).

“Madrasah hari ini sudah mulai menunjukkan eksistensi nya di berbagai macam even perlombaan baik itu bersifat akademik maupun non akademik yang diselenggarakan oleh kementerian atau lembaga lainnya, mulai dari prestasi tingkat regional, kab/kota, provinsi, nasional hingga internasional,” sambungnya.

Pria yang biasa disapa Isom ini menegaskan, semua prestasi ini adalah kerja keras dan kerja cerdas seluruh warga madrasah. Kemenag hanya mendorong, memotivasi, dan memfasilitasi siswa madrasah agar dapat terus tumbuh dan berkembang, mengasah talenta, bakat, serta minat yang mereka miliki, baik akademik maupun non akademik.

“Kondisi Pandemi Covid 19 bukan sebuah halangan untuk tetap eksis dalam berprestasi, hal ini dibuktikan oleh beberapa madrasah yang produktif selama tahun 2021,” tegasnya.

Kepala MTsN Pati Ali Musyafak menambahkan, tahun ini, ada 1.909 medali yang berhasil ditorehkan siswanya. Sebanyak 66 prestasi diraih di tingkat internasional, 1.755 prestasi tingkat nasional, 93 prestasi tingkat provinsi, dan 15 prestasi tingkat kabupaten/kota.

“Ini sebuah pembuktian bahwa dalam kondisi apapun madrasah siap melewati segala rintangan,” tegasnya.

Prestasi gemilang juga diraih MAN 1 Yogyakarta. Sepanjang 2021, madrasah ini berhasil meraih 460 prestasi dan penghargaan yang diraih oleh 465 siswa. Sebanyak 18 prestasi, di tingkat interasional, dan 359 prestasi tingkat nasional. Selebihnya adalah prestasi tingkat regional, provinsi, dan kota/kabupaten.

Kepala MAN 1 Yogyakarta Wiranto Prasetyahadi, menuturkan bahwa masa pandemi Covid-19 dengan segala keterbatasannya tidak menghalangi siswa madrasah untuk tetap eksis dan meraih prestasi.

“Kita bersyukur, sehingga para siswa dan guru terus bersemangat untuk berprestasi. Seperti brand yang kita canangkan, Prestasi tiada henti, cerdas dan Islami, menuju kelas dunia,” ujarnya.

“MAN 2 Kota Malang mencatat ada 393 siswa yang terlibat dalam pencapaian prestasi akademik sepanjang 2021. Selain itu, tercatat ada 37 prestasi non akademik yang diraih para siswa, itu artinya 430 Prestasi akademi dan non akademik sudah ditorehkan madrasah ini,” jelas Husnan, Kepala MAN 2 Kota Malang.

Husnan juga menambahkan, musibah bukan berarti berhenti untuk berkreasi dan berinovasi. Sebab, semua butuh perjuangan. Kondisi pandemi mendorong pihaknya untuk mencari solusi lebih kuat lagi agar tetap bisa berprestasi dan mengharumkan nama madrasah dengan goresan tinta prestasi.

“Ini adalah salah satu dari sekian banyak madrasah yang memberikan warna bagi negeri dengan torehan prestasi yang begitu membanggakan. Tidak sedikit madrasah lainnya sudah memberikan banyak bukti nyata bahwa madrasah siap memberikan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul bagi negeri ini,” ujar Isom.

“Prestasi-prestasi yang ditorehkan oleh madrasah ini menjadi kado terindah bagi kita semua, warga madrasah, di Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 76, Madrasah Mandiri Berprestasi Madrasah untuk Indonesia,“ tandasnya.

MUI Diminta Edukasi Umat Agar Tak Paksakan Umrah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Rabithah Haji Indonesia Ade Marfudin berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat memberikan pencerahan, agar umat Islam tidak memaksakan diri berangkat umroh di masa pandemi. Apalagi kasus Covid-19 varian baru omicron terus meningkat.

“Untuk menyikapi kondisi ini, peran dan kehadiran MUI diperlukan,” kata Ade Marfudin, kemarin.

Dalam kondisi ini MUI bisa menjelaskan kaidah dalam ushul fiqh tentang dar’ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalih atau menghindari keburukan harus didahulukan daripada meraih kebaikan. Untuk itu kata dia, MUI sebagai penjaga umat dapat memberikan pemahaman urgensi umroh di masa pandemi.

“Untuk memberikan penguatan tentang urgensi ibadah umroh di tengah pandemi,”katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof KH Cholil Nafis pernah menyarankan masyarakat tidak memaksakan berumroh di masa pandemi Covid-19. Menurutnya calon jamaah umroh perlu mempertimbangkan risiko kesehatan maupun besaran biaya tambahan yang harus dikeluarkan terkait aturan karantina.

“Menurut saya, meskipun dibuka, sebaiknya ditunda dulu untuk melaksanakan umroh, karena pertama tidak efektif melaksanakan umroh sebab di sini di karantina, di sana karantina,” katanya.

Menurut Kiai Cholil, di situasi saat ini, terlalu mahal jika mengejar pahala sunnah sampai harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50 juta hingga Rp 70 juta. Padahal, ada ibadah sunnah setelah subuh yang pahalanya sama dengan ibadah umrah dan haji, bahkan ada jaminan diterima.

Andaikan masih membahayakan dan ketentuan karantina juga merepotkan, Kiai Cholil merekomendasikan untuk menunda berangkat beribadah ke Tanah Suci. Ia mengingatkan, banyak ibadah sunnah lainnya yang bisa dikejar umat.

“Uang yang dipakai kenapa nggak diberikan sebagai bantuan kepada orang yang nggak mampu, yang sekarang terkena pandemi ini, mereka kan lebih membutuhkan. Jadi, jangan sampai kita menjadi egois dalam beribadah,” katanya.

Sumber: ihram.co.id

 

Pakar Hukum: Habib Bahar Diproses Begitu Cepat, Denny Siregar Begitu Lambat

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Habib Bahar bin Smith telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian.

Usai menjalani pemeriksaan di Polda Jabar, Habib Bahar bin Smith menjadi tersangka dan langsung ditahan.

Sontak hal ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat yang menilai proses hukum terhadap Habib Bahar dilakukan begitu cepat.

Tak sedikit yang lantas membandingkan proses  hukum terhadap Bahar yang begitu cepat dengan kasus Denny Siregar yang hingga saat ini tak kunjung diproses.

Bahkan, muncul kritik dan tuntutan agar Denny Siregar diproses hukum atas kasus dugaan ujaran kebencian kepada santri di Tasikmalaya. Kala itu, Denny Siregar langsung dilaporkan oleh pimpinan Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Tasikmalaya, Ustaz hmad Ruslan Abdul Gani ke Polresta Tasikmalaya.

Laporan tersebut dilayangkan pada 2 Juli 2020, tetapi hingga saat ini penanganannya tidak jelas.

Bahkan, pelapor Denny Siregar itu terakhir kali mendapatkan kabar bahwa kasus tersebut telah dilimpahkan ke Mabes Polri.

Pakar hukum tata negara, Refly Harun, menilai bahwa kritik yang menuntut keadilan pasti akan muncul ketika ada proses hukum yang dirasa tidak adil.

“Selalu akan terjadi begini, ketika sebuah tindakan dilakukan, dan tindakan itu dianggap tidak adil, maka orang akan menuntut keadilan dengan caranya sendiri, dengan membandingkan kasus-kasus yang sejenis,” ujarnya, dari kanal YouTube Refly Harun.

Ia pun ikut dibuat heran dengan cepatnya kasus Habib Bahar diproses oleh Polda Jabar, padahal kasus serupa yang menjerat Denny Siregar  tak kunjung diproses.

“Tapi kita tidak tahu kenapa begitu lambat penanganannya, sementara kasus Habib Bahar begitu cepat. Ini tentu menjadi pertanyaan yang sebenarnya kalimat alegoris, pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Karena orang sudah tahu jawabannya,” tuturnya.

 sumber: pikiran-rakyat.com