Berita Terkini

Skandal Kasus-kasus Pelecehan Seksual di Gereja Katolik

Jurnalislam.com – Gereja Katolik telah berulang kali diguncang oleh skandal pelecehan seksual terhadap anak selama tiga dekade terakhir.

Pelecehan seksual yang dilakukan kardinal, pastor, uskup, dan para pembantunya justru terjadi di beberapa negara maju Eropa, Amerika dan Australia.

Paus Fransiskus telah berupaya mengatasi masalah ini dengan mengizinkan dilakukannya investigasi. Paus pun berjanji akan melakukan langkah pencegahan agar tindak kejahatan ini tidak terulang lagi.

“Dengan rasa malu dan pertobatan, kami mengakui sebagai komunitas gerejawi bahwa kami tidak berada di tempat yang seharusnya, bahwa kami tidak bertindak tepat waktu, menyadari besarnya dan beratnya kerusakan yang terjadi pada begitu banyak kehidupan,” kata Paus Fransiskus dalam suratnya.

Berikut kasus pelecehan seksual gereja Katolik di sejumlah negara,

1. Perancis

Penyelidikan independen pada Oktober 2021 mengatakan telah menyimpulkan ada sekitar 216.000 anak-anak korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendeta Gereja Katolik Prancis antara tahun 1950 dan 2020. Namun, jumlah ini diperkirakan meningkat hingga 330.000, dengan memasukan identitas korban maupun pelaku yang bukan pastor, tetapi memiliki hubungan dengan Gereja, seperti sekolah agama ataupun program pemuda.

Jean-Marc Sauve, kepala komisi yang menyusun laporan investigasi, mengatakan pelecehan di Prancis adalah sistemik dan telah dilakukan oleh sekitar 3.000 pastor dan orang lain yang terlibat di gereja.

Sekitar 80% korban adalah anak laki-laki.

Berbicara di depan publik, presentasi online dari laporan tersebut, Suave menambahkan bahwa Gereja telah menunjukkan “penuh ketidakpedulian dan bahkan kejam selama bertahun-tahun”, melindungi dirinya sendiri daripada para korban.

Gereja tidak hanya gagal untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan, katanya, tetapi juga menutup mata terhadap pelecehan dan kadang-kadang secara sengaja menempatkan anak-anak berhubungan dengan pemangsa.

“Konsekuensinya sangat serius,” kata Sauve. “Sekitar 60% pria dan wanita yang mengalami pelecehan seksual menghadapi masalah besar dalam kehidupan sentimental atau seksual mereka.”

2. Australia

Setelah serangkaian skandal, pada tahun 2013 pemerintah Australia membentuk Komisi Kerajaan, penyelidikan tingkat tinggi kasus pelecehan seksual terhadap anak.

Komisi itu mengatakan pada Februari 2017 bahwa sebagian besar pelecehan terjadi di gereja-gereja, dengan 7% pastor Katolik dituduh melakukan pelecehan terhadap anak-anak di Australia antara tahun 1950 dan 2010. Dikatakan tuduhan itu hampir tidak pernah diselidiki.

Ditemukan bahwa 4.444 dugaan insiden pelecehan seksual terhadap anak telah dilaporkan kepada otoritas Gereja. Di beberapa keuskupan, lebih dari 15% pastor adalah pelakunya.

Komisi Kerajaan juga mendengar kesaksian dari mantan kepala keuangan Vatikan Kardinal George Pell, yang dinyatakan bersalah pada 2018 karena melakukan pelecehan seksual terhadap anggota paduan suara di Melbourne pada 1990-an.

Pell yang pernah menjadi tsar anti-korupsi Paus Fransiskus dibebaskan dari penjara pada tahun 2020 setelah pengadilan membatalkan hukumannya.

3. Jerman

Pada bulan Juni 2021, Paus Fransiskus menolak tawaran uskup Jerman Reinhard Marx untuk mengundurkan diri karena “kegagalan institusional dan sistemik” Gereja dalam menangani pelecehan seksual anak di kota barat Cologne.

Terungkap bahwa 314 anak di bawah umur, kebanyakan anak laki-laki di bawah usia 14 tahun, mengalami pelecehan seksual disana antara tahun 1975 dan 2018.

Sebuah studi Konferensi Waligereja Jerman pada 2018 sebelumnya mengungkapkan pelecehan seksual yang meluas oleh pastor Jerman.

Ditemukan bahwa 1.670 pastor telah melakukan beberapa jenis serangan seksual terhadap 3.677 anak di bawah umur, kebanyakan anak laki-laki di bawah 13 tahun, antara tahun 1946 dan 2014.

Sebagian besar pelaku belum dihukum dan gereja memberikan kompensasi berdasarkan kasus per kasus, tanpa transparansi.

4. Amerika Serikat

Pada tahun 2002, Boston Globe mengungkapkan pelecehan seksual skala besar menimpa anak-anak di keuskupan Boston dan upaya hierarki Katolik untuk menutupinya.

Pada tahun 2004, komisi gereja menerbitkan sebuah laporan yang mewajibkan para pastor untuk melaporkan dugaan penyerangan seksual.

Menurut para pengacara, lebih dari 11.000 pengaduan telah diajukan di AS oleh para korban pastor. Keuskupan telah membayar ratusan juta dolar di luar pengadilan.

Asosiasi korban mengatakan bahwa pembayaran ini memungkinkan gereja untuk melarikan diri dari pengadilan.

Investigasi juri agung ke keuskupan Pennsylvania pada tahun 2018 mengungkap penyembunyian sistematis oleh gereja atas pelecehan oleh “lebih dari 300 pastor predator”. Lebih dari 1.000 korban anak disebutkan.

Kardinal Donald Wuerl, yang dituduh menutup-nutupi, akhirnya mengundurkan diri.

Pada 2019, Paus Fransiskus memecat mantan kardinal Amerika Theodore McCarrick untuk pertama kalinya di gereja.

Beberapa keuskupan telah membuka arsip mereka, mengungkapkan bahwa ratusan pastor telah dicurigai melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur.

5. Irlandia

Tuduhan kejahatan seks skala besar terjadi di institusi Katolik Irlandia, dengan jumlah korban di bawah umur diperkirakan hampir 15.000 antara tahun 1970 dan 1990 saja. Beberapa uskup dan pastor yang dituduh menutupi pelecehan telah dihukum.

Laporan resmi Komisi Ryan pada tahun 2009 menemukan pelecehan yang meluas terhadap anak-anak di lembaga-lembaga yang dikelola Katolik antara tahun 1930-an dan 1970-an.

Dikatakan bahwa panti asuhan dan sekolah yang dikelola gereja adalah tempat terjadi pelecehan seksual yang endemik.

Laporan Murphy 2009 ke dalam Keuskupan Agung Dublin mengatakan bahwa antara tahun 1975 dan 2004 Gereja telah “secara obsesif” menyembunyikan pelecehan.

Dan setelah laporan lain yang sangat kritis pada tahun 2011, ke dalam keuskupan Cloyne, Vatikan memanggil duta besarnya setelah perdana menteri Irlandia saat itu menuduhnya menghalangi penyelidikan pelecehan seksual oleh para pastor.

6. Polandia

Laporan gereja Polandia mencantumkan pelecehan seksual terhadap lebih dari 300 anak.

Dalam laporan terbarunya yang dirilis Juni 2021 tentang pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, Gereja Katolik Polandia mendata 292 pastor yang diduga melecehkan lebih dari 300 anak laki-laki dan perempuan dari tahun 1958 hingga 2020.

Pada konferensi online di Warsawa, kepala Gereja Katolik Polandia, Uskup Agung Wojciech Polak, meminta maaf kepada para korban dan meminta pengampunan bagi mereka.

Menurut statistik gereja yang dikumpulkan dari semua keuskupan, 368 laporan pelecehan terhadap anak-anak di bawah usia 18 tahun disampaikan kepada otoritas gereja antara 1 Juli 2018 dan 31 Desember 2020. Laporan itu mencakup periode mulai dari tahun 1958 hingga 2020.

Laporan pertama gereja, untuk 1990-2018, mencatat kasus 382 pastor yang diduga melecehkan 625 anak di bawah umur.

7. Spanyol

Skandal pelecehan seks terhadap anak-anak telah mengguncang Gereja Katolik Spanyol. Investigasi koran lokal El Pais mencatat jumlah korban sebanyak 1.237 orang dan kemungkinan bisa bertambah lagi.

Penyelidikan oleh otoritas gereja akan mengusut tuduhan pelecehan oleh 251 pastor dan beberapa orang awam dari lembaga keagamaan.

Tuduhan pelecehan sekssual ini menyangkut 31 ordo keagamaan dan 31 dari sekitar 70 keuskupan di negara itu.

Kasus tertua terjadi pada tahun 1942 dan yang terbaru pada tahun 2018.

Penulis: Bahri

Siswa MTsN 9 Bantul Juara II Nasional PCSC 2022

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Namanya Ridvan Said. Siswa kelas VIII B MTsN 9 Bantul ini meraih Juara II Nasional Prisma Cendekia Science Competition (PCSC) 2022 bidang IPA tingkat SMP/MTs sederajat.

Kompetisi ini digelar secara online pada Senin (14/02/2022) dan diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Nama Ridvan bersanding dengan Hasna Ramadhani Hafidhoh kelas VIII A yang menduduki Juara III Nasional di bidang yang sama.

Prisma Cendekia Science Competition (PCSC) 2022 merupakan program yang diselenggarakan oleh Yayasan Konde Cut Nyak Dien Sumedang bekerja sama dengan Prisma Cendekia Foundation. Kompetisi ini bertujuan memupuk semangat para siswa SMA/MA/SMK sederajat dan SMP/MTs sederajat di seluruh Indonesia untuk tetap berprestasi meski di tengah pandemi Covid-19. Even ini juga menjadi sarana meningkatkan kapasitas kemampuan untuk terus belajar dan mengasah kemampuan yang dimiliki oleh para siswa sekarang.

Kepala MTsN 9 Bantul Nur Hasanah Rahmawati menjelaskan bahwa Ridvan Said  merupakan salah satu siswi di Kelas Unggulan Akedemik MTsN 9 Bantul. Kelas tersebut berisi siswa-siswi yang mempunyai keunggulan di bidang akademik. Selain itu, pada kelas tersebut juga mempunyai kurikulum yang berbeda dengan kelas regular.

“Kelas Unggulan Akademik mendapatkan jam belajar Matematika dan IPA satu jam lebih banyak dibandingkan kelas regular,” ujarnya di Bantul, Rabu (16/2/2022).

Atik, sapaan akrab Kepala MTsN 9 Bantul ini, menegaskan, siswa-siswi di kelas unggulan memang disiapkan untuk mengikuti berbagai perlombaan akademik. “Siswa-siswi yang unggul di bidang akademik sudah kami siapkan sejak kelas VII, salah satunya Ridvan Said yang meraih Juara II Nasional ini,” papar Atik.

Ditemui terpisah, Ridvan Said mengatakan, meski perlombaan berlangsung secara daring, ia tetap memegang teguh kejujuran. Menurutnya, kejujuran adalah kunci kesuksesan.

“Saya mengerjakan soal-soal dalam lomba ini dengan jujur, sebisa saya,” tuturnya.

“Sebab, kejujuran adalah kunci sukses,” imbuhnya.

Siswa MTsN 1 Pati Raih 3.533 Medali Even Nasional dan Internasional

— Prestasi demi prestasi terus diraih siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Pati. Sejak Januari 2022, siswa madrasah ini  berhasil mengumpulkan 3.533 medali.

Prestasi ini diraih dari 77 kompetisi, baik tingkat nasional maupun internasional. Mereka mengumpulkan 1.349 medali emas, 1.207 perak, 864 perunggu, dan 113 honourable mention. Bahkan, dari 77 even yang diikuti, lima di antaranya, MTsN 1 Pati meraih medali terbanyak, mencapai 1.229 medali. Kelima ajang kompetisi tersebut ialah Asian Mathematic Competition, International Science Mathematic, National Science and Mathematic Olimpyad, National Science Olimpyad, dan Olimpiade Nasional.

Pada tingkat nasional, rekor terbanyak perolehan medali dalam ajang National Science Olimpyad, yaitu 523 medali (276 emas, 184 perak, 58 perunggu, dan 5 harapan). Kemudian, disusul dengan perolehan 327 medali dalam ajang National Science and Mathematic Olimpyad (187 emas, 95 perak, 38 perunggu, dan 6 honorable mention. Terakhir, dalam ajang Olimpiade Nasional, siswa MTsN 1 Pati  berhasil meraih  241 medali (44 emas, 86 perak, 83, dan 28 honorable mention.

Pada kompetisi internasional, MTsN 1 Pati juga berhasil mengungguli perolehan medali negara-negara lain. Perolehan medali terbanyak diraih dalam International Science Mathematic, sebanyak 103 medali (69 emas, 19 perak, dan 15 perunggu). Kemudian, dalam Asian Mathematic Competition, siswa MTsN 1 Pati berhasil memborong 35 medali (30 emas, 1 perak, dan 4 perunggu).

Kepala MTsN 1 Pati, Ali Musyafak, sangat bersyukur atas persembahan prestasi terbaik para siswa. “Ini berkat rahmat Allah, di samping kerja cerdas, kerja  keras, dan kerja ikhlas seluruh stakeholder madrasah, terutama perjuangan dan pengorbanan para siswa, guru pembimbing, dan wali siswa,” tuturnya di Pati, Rabu (16/2/2022).

Sejak dinobatkan sebagai Madrasah Riset dan Madrasah Unggulan Akademik Nasional, lanjut Ali Musyafak, MTsN 1 Pati kini memperoleh penghargaan sebagai Madrasah / Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Pati. “Kami terus berbenah dengan melakukan terobosan-terobosan terbaik. Semoga usaha keras kami dalam melayani para pecinta MTsn 1 Pati ke depan membuahkan hasil yang sempurna, yaitu mencetak generasi bangsa yang cerdas, berkarakter akhlakul karimah, unggul mendunia dan keren,” imbuhnya.

Waspada Marak Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag menerima banyak laporan terkait modus penipuan bantuan pesantren. Dilaporkan bahwa modus penipuan itu dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Kemenag dengan menjanjikan bantuan dan memungut biaya.

Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur meminta masyarakat untuk bersikap kritis dan tidak mudah percaya jika ada yang menawarkan janji untuk mendapatkan bantuan dari Kementerian Agama. “Jangan mudah percaya, laporkan saja ke pihak berwajib,” tegas Waryono di Surabaya, Senin (14/2/2022).

Menurut Waryono, pihaknya tidak pernah memungut biaya atas setiap program bantuan yang diberikan kepada pesantren atau lembaga pendidikan keagamaan lainnya. Karenanya, jika ada info bantuan yang diklaim berasal Kemenag, namun mensyaratkan biaya yang harus dikirimkan ke nomor rekening tertentu, maka dapat dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar alias penipuan.

“Semua layanan publik di Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren tidak mensyaratkan pembayaran atau meminta biaya apa pun, demikian halnya dengan layanan bantuan, pada tahun 2022 ini seluruh pengajuan bantuan dilakukan secara online,” jelas Waryono Abdul Ghofur.

Waryono mengimbau masyarakat untuk mencari informasi seputar program bantuan Kementerian Agama melalui saluran-saluran resmi, di laman https://ditpdpontren.kemenag.go.id/, atau melalui media sosial resmi milik Ditpdpontren.

Waryono mengaku telah bekerja sama dengan pihak berwajib dan berhasil menangkap salah satu oknum yang diduga pelaku tindak penipuan di Kalimantan Barat.

“Pelaku penipuan menggunakan modus operandi yang beragam, tetapi ujung-ujungnya selalu ada permintaan sejumlah uang. Untuk menghindari penipuan, setiap informasi yang diterima bisa dikonfirmasi dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian Agama di tingkat kabupaten/kota setempat,” tutupnya.

Ulama Didorong Kolaborasi Lahirkan Kebaikan

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)— Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyokarta (DIY) masa khidmah 2021-2026 resmi dilantik pada Sabtu, (12/2/2022).

Pelantikan ini dihadiri Tim Koordinator Wilayah (Korwil) MUI Provinsi di Jawa, Dewan Pimpinan MUI Pusat yaitu Ketua MUI Bidang Hukum dan Perundangan, Prof Noor Achmad, dan Wasekjen MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Arif Fahrudin.

Wasekjen MUI, KH Arif Fahrudin, mengatakan Dewan Pimpinan MUI merasa sangat bergembira dan bangga telah terpilih dan dikukuhkannya pengurus DP MUI DIY masa khidmat 2021-2026.

“Satu harapan dan doa kami, MUI DIY Pelantikan Dewan Pimpinan MUI DIY, Ini Pesan dan Harapan Wasekjensemakin mantap dan semakin mengukuhkan eksistensi dan khidmahnya,” kata Kiai Arif, begitu akrap disapa kepada MUIDigital, Rabu (16/2/2022).

 

Kiai Arif menambahkan, hal ini bertujuan untuk mewujudkan umat Islam di DIY menjadi mitra pemerintah (shodiqul hukumah), sekaligus juga sebagai pelayan umat (khadimul ummah).

“Dengan prinsip-prinsip untuk bertujuan tarbiyatul ummah (penguatan umat), tauhidul ummah (mempersatukan umat), agar tidak terus berada dalam friksi-friksi, namun berkolaborasi dan bersinergi untuk kebaikan (fastabiqul khairat),” sambungnya.

 

Kiai Arif menuturkan, hal ini sangat dimungkinkan karena DIY memiliki modal utama yaitu sebagai daerah yang istimewa, masyarakatnya religius, menjunjung tinggi keadaban, dan sopan santun (akhlaqul karimah).

Hal ini, kata kiai Arif, diperkuat juga oleh modal sosial sebagai kota budaya dan pendidikan. Ia menilai bahwa hal ini semakin membawa arah perkhidmatan MUI DIY kearah yang sesuai dengan tuntunan agama dan juga tujuan-tujuan pembangunan dari negara.

Kiai Arif berpesan agar para pengurus MUI DIY bisa terus bekerja keras untuk berkhidmat pada unat dan bangsa.

Ia juga mengutip pernyataan Imam Syafii yang menyebut bahwa para ulama adalah yang senantiasa terus berpegang teguh pada nilai-nilai religius. Serta senantiasa mengetahui dan memahami denyut nadi gerak kondisi umat di bawahnya.

 

“Selamat berkhidmah MUI DIY. Semoga Allah SWT senantiasa mengaruniai kekuatan, kesehatan, dan keberkahan,” ujar dia.

 

 

Sultanate Institute dan BRIN Arkeologi Sumut Lanjutkan Ekskavasi Situs Bongal Sumut

Tapanuli Tengah(Jurnalislam.com) — Sultanate Institute dan BRIN Kantor Arkeologi Sumatera Utara melanjutkan kembali riset dan ekskavasi Situs Bongal.

Situs Bongal adalah kawasan cagar budaya yang berlokasi di Desa Jago Jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Situs ini diyakini merupakan pelabuhan bahkan “entreport” pelabuhan pelayaran internasional yang eksis pada abad 7-10 Masehi. Kesimpulan ini diperkuat dengan beraneka ragam temuan pada ekskavasi tahun 2021 lalu dan sejumlah temuan masyarakat.

Temuan tersebut diantaranya berupa fragmen kayu kapal lengkap dengan tali ijuk yang mengikatnya, koin emas era Umayyah dan Abbasiyah, keramik Dinasti Tang, tembikar berglasir dari Nisaphur, botol-botol kaca Islam, Wadah kalam (alat tulis Islam), peralatan medis, sisir tenun, dan sejumlah temuan lainnya.

Situs ini dinamakan Situs Bongal karena berada di kawasan Bukit Bongal Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah.

Situs ini sekaligus membuktikan bahwa Islam telah masuk pada abad 1 Hijriyah atau abad 7 Masehi, sehingga situs ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan termasuk penyusunan historiografi Islam di Indonesia.

Ekskavasi lanjutan di Situs Bongal akan dimulai tanggal 14-28 Februari. Kegiatan Ekskavasi ini melibatkan para peneliti dari Sultanate Institute, Kurator Museum Abad 1 Hijriyah, Mapesa, para peneliti BRIN Kantor Arkeologi Sumatera Utara dan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Arkeometri BRIN, dan peneliti kehutanan dari BPSI Kuok KLHK. Kegiatan ini dapat terselenggara berkat dukungan PT. Media Literasi Nesia serta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Dari temuan temuan yang ada kita juga bisa mengetahui betapa majunya peradaban Islam pada masa itu sangat maju. Maka penyelamatan situs ini sangat penting, terutama untuk kepentingan edukasi masyarakat,” ujar Direktur PT Media Literasi Nesia, Abu Bakar Bamuzaham.

Direktur Sultanate Institute, Tori Nuariza mengungkapkan, selama ini pihaknya berupaya membantu riset Situs Bongal dengan menelusuri catatan penjelajah muslim dalam kitab-kitab Islam klasik.  Menurutnya, cukup banyak catatan penjelajah muslim yang menyinggung pelayaran ke Samudera Hindia lengkap dengan nama kawasan serta komoditas unggulannya.

JAS Jatim: Dzikir Hasbunallah wa Ni’malwakil Bukan Untuk Perang

MALANG(Jurnalislam.com) – Amir Jamaah Ansharu Syariah (JAS) Jawa Timur, Fuad Ibrahim menanggapi pernyataan kontroversi mantan Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito dalam sebuah cuplikan dialog dengan wartawan TV One. Saat itu Rizal menuduh Dzikir ‘Hasbunallah wa ni’mal wakil’ sebagai persiapan perang yang dilakukan oleh warga desa Wadas.

Menurut Fuad dzikir itu justru menjadikan warga Wadas yang terkepung menjadi lebih tentram dan tenang,

“Tidak benar jika dzikir digunakan untuk berperang. Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk berdzikir agar hati menjadi tentram sebagaimana dalam Al Qur’an Ar Ra’d ayat 28”, terangnya kepada jurniscom pada Selasa sore (15/02/2022).

Lebih lanjut menurutnya, dzikir ‘Hasbunallah wa ni’mal wakil’ justru digunakan untuk berserah diri dan memohon kepada sang pencipta untuk dimintai perlindungan,

“Melihat kejadian di desa Wadas sudah barang tentu masyarakat disana hatinya menjadi gusar, kebingungan bahkan ketakutan karena desa mereka dikepung ratusan aparat, sehingga melakukan dzikir hasbunallah wa ni’malwakil agar hati mereka menjadi tentram kembali,” katanya.

“Itulah salah satu diantara keutamaan dzikir. Dan memang semestinya semua hal didunia ini dikembalikan kepada Allah dan memohon pertolongan kepada Allah. Karena sebaik-baik tempat kembali,” pungkasnya.

Kontributor: Bahri

JSIT Surakarta Umumkan Pemenang Lomba Siswa, Sekolah dan Pengajar Terbaik

SOLO (Jurnalislam.com)- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kota Surakarta menggelar Pengumuman Hasil Lomba Siswa, Guru, dan Kepala Sekolah dalam rangka Musyawarah Wilayah V JSIT Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui platform zoommeeting diikuti oleh peserta, dewan juri, segenap Panitia Lomba, dan guru-guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang tergabung dalam JSIT Kota Surakarta, Selasa (15/02/2022).

 

Ketua JSIT Kota Surakarta, Wahyudi, M.Pd menyampaikan bahwa lomba ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan dan menyukseskan gelaran Musyawarah Wilayah V JSIT Jawa Tengah, yang puncaknya akan digelar di Magelang, 15-16 Maret 2022.

 

“Tentunya lomba ini dilaksanakan secara berjenjang. Mulai dari seleksi lomba tingkat kabupaten/kota terlebih dahulu. Selanjutnya pemenang (juara 1) di tingkat kabupaten/kota untuk masing-masing kategori, akan maju di tingkat provinsi. Selamat kepada para pemenang, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk maju di tingkat dan membawa nama baik Kota Solo di tingkat provinsi Jawa Tengah,” pesannya.

 

Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Priyono, M.Pd., yang sekaligus menjadi salah satu juri dalam lomba tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan lomba tersebut.

 

“Secara pribadi dan mewakili Dinas Pendidikan Kota Surakarta, kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terlaksananya lomba di tingkat Kota Surakarta dalam rangka Musyawarah Wilayah V JSIT Kota Surakarta. Tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta dan pemenang lomba. Memunculkan kreativitas, daya inovasi, semangat berjuang, tentu juga menumbuhkan mental pemenang. Tentunya terus meningkatkan kualitas pendidikan utamanya di lingkungan JSIT Indonesia,” harapnya.

 

Lomba Guru PAUD Simulasi Pembelajaran Merdeka Bermain dengan Pendekatan Terpadu, Juara 1 Irma Yuliana (KBIT Insan Cendekia), Juara 2 Nurul Izzah (RA Alif Smart), Juara 3 Arifah Septiana Utami (PAUD IT Nur Hidayah).

 

Lomba Guru PAUD Membuat Buku Cerita Bermuatan STEAM dengan Karakteristik Sekolah Islam Terpadu, Juara 1 Istiqomah (PAUD IT Nur Hidayah), Juara 2 Ema Rika Mariana (KBIT-RA Alif Smart), Juara 3 Armelita Bunga Wiguna (TK Alam Miftahul Jannah).

 

Lomba Siswa SD Tutorial Pembuatan Hasil Karya Pembelajaran Sesuai KD, Juara 1 Qonita Dzakya Abida Shalihah (SDIT Nur Hidayah), Juara 2 Muh Zaidan Al Barra (SDIT Insan Mulia), Juara 3 Tsalisa Hanifah (SDIT Nur Hidayah).

 

Lomba Guru SD Simulasi Pembelajaran Merdeka Bermain dengan Pendekatan TERPADU, Juara 1 Kara Ayu Pratiwi (SDIT Nur Hidayah), Juara 2 Mardiana Nurul Nurfadilah (SDIT Insan Mulia), Juara 3 Wulansari (SDIT Nur Hidayah).

 

Lomba Siswa SMP Vlog Project KD Mata Pelajaran, Juara 1 Celsea Belvana (SMPIT Nur Hidayah), Juara 2 Hasya Maykayla (SMPIT Nur Hidayah), Juara 3 Kiyosih Faheema (SMPIT Insan Mulia).

 

Lomba Guru SMP Simulasi Pembelajaran Merdeka Bermain dengan Pendekatan TERPADU, Juara 1 Widy Anggraini (SMPIT Insan Mulia), Juara 2 Luthfi Aula Niswati (SMPIT Insan Mulia), Juara 3 Afifatul Jannah (SMPIT Insan Mulia).

 

Lomba Kepala PAUD Rancangan Pembinaan SDM SIT, Juara 1 Dewi Marsiyah (PAUD IT Nur Hidayah), Juara 2 Yeyen Mariana (TKIT Alif Smart), Juara 3 Saranti Donita (RA Insan Sakeena).

 

Lomba Kepala SD Rancangan Pembinaan SDM SIT, Juara 1 Waskito (SDIT Nur Hidayah), Juara 2 Retno Hardyah Astuti (SDIT Alif Smart). Lomba Kepala SMP Rancangan Pembinaan SDM SIT, Juara 1 Wahyudi (SMPIT Insan Mulia).

Ketua Muhammadiyah Haedar Nashir Termasuk Top 100 Ilmuwan Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum PPMuhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas rilisnya Alper-Doger (AD) Scientific Index tahun 2022 tentang ‘World Top 100 Social Sciences Scientists In Indonesia 2022’.

“Saya terdaftar di nomor 37 ilmuwan sosial di Indonesia, terima kasih, meski merasa belum menjadi ilmuwan yang top. Sebab masih banyak ilmuwan hebat di negeri ini, termasuk para guru besar dan rektor di kampus-kampus, para budayawan, dan pemikir lainnya,” tutur dia, Selasa (15/2).

Terlebih, Haedar melanjutkan, anak-anak muda Indonesia juga sudah bertumbuh menjadi ilmuwan-ilmuwan di berbagai bidang. Tentu ini penting bagi masa depan Indonesia untuk berlomba dalam kebaikan dengan bangsa lain.

“Saya juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi banyak pihak dari dalam Muhammadiyah maupun saudara sebangsa. Ungkapan apresiasi dan terima kasih merupakan bagian dari merawat kebaikan sesama kita sebagai keluarga besar bangsa, sekaligus bagi orang beriman tentu bersyukur atas karunia Allah,” ujar dia.

Bagi Muhammadiyah dan warga bangsa, lanjut Haedar, terpilihnya 100 ilmuwan tersebut mengandung makna penghargaan sekaligus membuka ruang bagi kiprah dunia ilmu dan para ilmuwan Indonesia yang sangat penting dalam kehidupan bangsa-bangsa. Dia juga mengingatkan, ilmu dan teknologi plus moral merupakan pilar peradaban bangsa-bangsa.

“Muhammadiyah termasuk organisasi Islam yang menghargai ilmu dan para alim atau mereka yang berilmu, sebagai ciri dari pandangan Islam berkemajuan. Umat Islam bahkan harus terdepan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis imtak (iman dan takwa) dan akhlak mulia guna meraih peradaban berkemajuan,” jelasnya.

Sumber: republika.co.id

Waspada, Tingkat Keterisian RS Meningkat

JAKARTA(Jurnalisam.com) — Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, persentase keterisian tempat tidur di rumah sakit atau BOR untuk pasien Covid-19 menunjukkan tren kenaikan. Meskipun demikian, angkanya tercatat masih lebih rendah dibandingkan lonjakan kedua.

Saat ini, persentase keterisian tempat tidur nasional sebesar 32,85 persen. Sementara rekor tertinggi di masa lonjakan kedua yakni sebesar 77,32 persen.

“Persentase ketersediaan tempat tidur menunjukan tren kenaikan meskipun angkanya masih lebih rendah dibanding lonjakan kedua,” ujar Wiku saat konferensi pers perkembangan Covid-19, Selasa (15/2).

Wiku menjelaskan, kasus positif nasional pada gelombang ketiga kali ini melonjak tajam lebih cepat dibandingkan saat gelombang kedua. Bahkan, jumlah kenaikan mingguan pada minggu lalu hampir mencapai jumlah saat puncak kedua di masa varian Delta.

Pada minggu lalu, terdapat penambahan kasus positif sebesar 291 ribu. Sementara penambahan kasus tertinggi di puncak kedua adalah 350 ribu. Wiku mengatakan, peningkatan kasus positif ini juga berdampak pada tren kematian yang saat ini juga sudah mengalami peningkatan.

Kabar baiknya, peningkatan kasus kematian di masa lonjakan ketiga ini jauh lebih rendah dibandingkan saat lonjakan kedua. Pada minggu lalu, Satgas mencatat terdapat 505 orang meninggal. Sementara di masa lonjakan Delta ada lebih dari 12 ribu orang meninggal.

Untuk menghadapi kenaikan kasus, pemerintah telah menyiapkan ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19, termasuk dengan melakukan konversi tempat tidur di beberapa provinsi. Kendati demikian, Wiku mengingatkan kapasitas kesehatan tetap memiliki batasan meskipun saat ini masih banyak ketersediaan tempat tidur yang dapat dialokasikan untuk pasien Covid-19.

“Terlebih pula, saat ini sudah banyak tenaga kesehatan yang tertular dan sakit,” tambah Wiku.

 

Sumber: republika.co.id