Berita Terkini

Muktamar IV FMDKI Tetapkan Ilma Auliya Sebagai Ketua Umum Periode 2022-2024

MAKASSAR(Jurnalislam.com) – Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) menggelar Muktamar IV mulai Selasa hingga Kamis (1-3/3/2022) secara hybrid di Aula Hotel Khadijah Makassar dan Zoom Meeting.

Muktamar yang mengangkat tema “Mewujudkan Eksistensi Syi’ar Dakwah Menuju Indonesia yang Berperadaban” ini dihadiri 161 peserta.

Pada sesi pemilihan ketua umum, Majelis Permusyawaratan Muslimah (MPM) menetapkan Ilma Auliya sebagai ketua umum periode 2022-2024.

Dalam sambutannya, Ilma Auliya mengajak kepada seluruh pengurus untuk muhasabah dalam menjalankan kepengurusan kedepannya.

“Dosa yang kita lakukan boleh jadi menjadi penghalang pertolongan Allah dalam dakwah kita,” ucapnya.

Fauziah Ramdani, Ketua FMDKI periode 2016-2022 juga menyampaikan pesannya kepada Ketua umum terpilih agar memimpin FMDKI menjadi lebih baik lagi.

“Kami berharap seluruh pengurus FMDKI bisa bersama-sama membantu ukhti Ilma dalam mengemban amanah ini dan saya percaya ukh Ilma bisa memimpin FMDKI lebih baik dari periode sebelumnya,” ungkapnya.

Harapan atas terlaksananya Muktamar IV FMDKI ini juga disampaikan oleh Sinta Kasim selaku pengurus demisioner FMDKI Pusat.

“FMDKI bukan sekedar lembaga keislaman akan tetapi juga merupakan lembaga kepemudaan. Begitu besar peran pemuda saat ini untuk menjadi pemimpin hebat dimasa depan. Semoga dengan terpilihnya ketua yang baru menjadi awal perbaikan dan kemajuan dakwah kampus yang lebih baik dari periode sebelumnya,” harapnya.

Rahma Thamrin selaku pembina mengatakan, dalam pemilihan ketua umum FMDKI seluruh calon ketua yang diusulkan merupakan leader unggulan FMDKI yang semoga kedepannya bisa memberikan kontribusi yang lebih.

“Kedelapan pengurus kita yang menjadi calon adalah leader-leader unggulan yang dimiliki FMDKI. Semoga FMDKI semakin menampakkan kiprahnya dalam dakwah di Indonesia dan juga dalam pergerakan mahasiswa di Indonesia,” tuturnya.

Reporter: Mawarni
Editor: Sinta Kasim

FUI Bima Gelar Aksi Damai Anti Penistaan Agama, Desak Menag Dicopot dan Dihukum

BIMA (Jurnalislam.com)–Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dinilai sebagian masyarakat telah mengeluarkan pernyataan yang menganalogikan suara adzan dengan gonggongan anjing. Pernyataan kontroversial tersebut dinilai sebagian pihak melukai umat Islam di berbagai daerah termasuk di Bima, NTB.

 

Forum Umat Islam (FUI)  Bima melakukan aksi damai dalam rangka menuntut tentang pernyataan Menag yang dinilai telah menghina suara adzan,  Rabu (2/3/2022)

 

Ketua FUI Bima  Ustaz Asikin bin Masyur mengatakan bahwa pernyataan sangat tidak pantas dan menghina umat islam.

 

“Kami mengecam perbuatan menteri agama yang telah mendeklarasikan yang telah menyamakan suara adzan dengan suara gonggongan anjing ini merupakan penghinaaan yang sangat sangat hina,” Kata ustaz Asikin.

 

Adapun tuntutan yang di sampaikan oleh forum umat islam kepada salah satu perwakilan DPRD kota Bima Yaitu ibu Asnah SH. I antara lain sebagai berikut :

 

  1. Ungkapan menteri agama RI, menganalogikan suara adzan dengan gonggongan anjing adalah penistaan agama berat yang paling berat.

 

  1. Mendesak presiden RI, segera mencopot menteri agama

 

  1. Mendesak kapolri atau aparat untuk mengadili dan memenjarakan penista adzan

 

  1. Menolak keras surat edaran menteri agama no.5 tahun 2022 tentang pengaturan pengeras suara masjid.

 

Tuntutan tersebut diterima langsung oleh perwakilan DPRD kota Bima ibu Asnah SH. I

 

“Insyallah pernyataan dan aspirasi dari forum umat islam Bima akan kami sampaikan dan diteruskan ke DPR RI.” ucapnya

 

Reporter: Pramudia Bagus

69 Tahun Nahdlatul Wathan, Persiapkan Generasi Abidin

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Kemajuan sebuah peradaban ditandai dengan semakin banyaknya inovasi yang diterapkan di berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, pertanian, perindustrian, perdagangan dan lain sebagainya. Untuk itu, sebagaimana yang diajarkan agama Islam, penting bagi sebuah bangsa untuk menyiapkan SDM unggul yang dapat berperan dalam kemajuan bersama.

“Menyiapkan SDM unggul merupakan amrun diniyyun syar’iyyun fii ‘imaratil ardhi, perintah agama sesuai syariah untuk memakmurkan bumi,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menghadiri secara virtual Peringatan Hari Jadi Ke-69 Organisasi Nahdlatul Wathan, Selasa (01/03/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan tiga hal pokok yang dapat disumbangkan oleh Nahdlatul Wathan.

“Pertama, membangun masyarakat yang wasathiyyin yaitu masyarakat yang berfikir moderat atau at-tawassuth, tidak ekstrem kiri ataupun ekstrem kanan, bukan generasi yang ifrathiyyin atau tafrithyyin,” tuturnya.

Selanjutnya, Wapres berharap Nahdlatul Wathan dapat berkontribusi dalam mencetak generasi yang taat menjalankan agama serta senantiasa beribadah kepada Allah SWT.

“Kedua, membangun generasi “abidin” yaitu generasi yang menjalankan ajaran agama dengan baik sesuai yang diperintahkan Allah SWT,” lanjutnya.

Adapun yang ketiga, Wapres menekankan pentingnya membangun generasi yang mampu memakmurkan bumi demi kepentingan bersama, sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 61.

“Allah berfirman huwa ansya`akum minal-arḍi wasta’marakum fīhā. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan meminta kamu untuk memakmurkannya dan menurut ulama tanggung jawab kepada kita untuk memakmurkan bumi, baik yang menyangkut aspek materil maupun peradaban,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wapres berpesan agara Nahdlatul Wathan dapat terus menjadikan Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai panutan dalam menjalankan dakwah Islam.

“Saya juga berharap warga Nahdlatul Wathan terus meneladani Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pendiri dan pembimbing Nahdlatul Wathan dalam mewujudkan visi besarnya untuk mendidik, menyejahterakan, dan memperluas dakwah Islam yang sejuk dan damai di tengah masyarakat dan bangsa,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PB Nahdlatul Wathan Fahrurrozi Dahlan menyampaikan bahwa Nahdlatul Wathan terus tumbuh dan berkembang di berbagai daerah dengan sejumlah gerakan sosial bagi kepentingan masyarakat.

“Nahdlatul Wathan hadir sebagai perekat keragaman, buktinya di seluruh provinsi Nahdlatul Wathan eksis di berbagai daerah maka Nahdlatul Wathan terus dikembangkan oleh ketua umum, injeksi perjuangan, badan otonom bergerak masif untuk bersama-sama memajukan prinsip perjuangan, bergerak untuk bantuan sosial, membantu pemerintah, salah satunya terkait kelangkaan minyak goreng,” ujarnya.

Mendampingi Wapres dalam acara tersebut Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi

PBNU Agendakan Pembenahan Sistem Kurikulum Pendidikan di Perguruan Tinggi 

REMBANG(Jurnalislam.com)–Salah satu agenda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 adalah soal pembenahan sistem pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama khususnya sistem pendidikan tinggi.

 

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dalam acara penyerahan sertifikat wakaf untuk pembangunan gedung UNU Sumsel di Pondok Pesantren Ar-Rahman Tegal Binangun Desa Plaju Darat Kota Palembang, Kamis (3/3/2022).

 

“Kami sedang mengagendakan pengembangan suatu model perguruan tinggi yang baru yaitu dengan sistematika program-program studi beserta kurikulum-kurikulumnya; yang nantinya akan  kerja sama dengan berbagai lembaga internasional yang terkemuka,” ungkap Gus Yahya.

 

Kerja sama ini, lanjut Gus Yahya, nantinya akan melibatkan lembaga pengelola perguruan tinggi NU dengan sejumlah perguruan tinggi internasional di Timur Tengah maupun di Perguruan Tinggi Barat atau di lingkungan negara tetangga.

 

PBNU akan membangun satu kurikulum yang diharapkan bisa diterapkan untuk semua perguruan tinggi yang ada di lingkungan NU secara nasional. Dengan jaminan kurikulum ini akan diproses dengan satu metode yang akan menjadi kurikulum yang sungguh-sungguh unggul.

 

Jika hal itu mulai diterapkan di seluruh perguruan tinggi NU, kata Gus Yahya, maka perguruan tinggi lainnya akan unggul. “Gagasan dasarnya adalah membangun kurikulum yang responsif dan dinamis,” papar kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah ini.

 

Menyesuaikan zaman Pada kesempatan itu, Gus Yahya berharap agar lembaga-lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi agar memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri secara dinamis dalam melakukan perubahan-perubahan yang terjadi di era sekarang.

 

“Kita ini berada di tengah-tengah arus perubahan besar, bukan hanya di lingkungan dalam negeri tapi juga secara internasional yang berlangsung begiitu cepat dan deras. Maka, lembaga-lembaga pendidikan  lebih-lebih perguruan tinggi harus punya kemampuan untuk menyesuaikan diri secara dinamis untuk melakukan perubahan-perubahan yang terjadi,” ajaknya.

 

Dikatakan, saat ini masyarakat dihadapkan dengan masa penuh ketidakpastian karena perubahan-perubahan yang cepat. Oleh karena itu semua dituntut  memiliki dua kualitas dasar yakni keluhan dan keuletan serta flexibelity dan resilience.

 

“Kita harus luwes untuk cepat menyesuaikan diri dengan perubahan. Dan, kita harus ulet untuk tidak kenal menyerah, memperjuangkan, mengupayakan apa yang menjadi tujuan dan target-target kita,” ujar Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin, Leteh, Rembang itu.

sumber: nu.or.id

 

Pengelolaan UIII Harus Berstandar Internasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin memimpin Rapat yang membahas tentang status kemajuan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sebagai salah satu proyek strategis nasional di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta, Rabu (02/03/2022).

Dalam rapat tersebut, Wapres menyampaikan bahwa penyelenggaraan pembangunan dan proses belajar mengajar di UIII diharapkan tidak mengikuti sistem perguruan tinggi keagamaan yang telah ada, namun harus sesuai dengan standar universitas internasional.

“Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), agar dapat dikelola dan diselenggarakan sesuai standar dan norma universitas internasional yang memiliki keunggulan global, mengingat status UIII adalah PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri-Badan Hukum) dan dimaksudkan sebagai perguruan tinggi internasional,” tegas Wapres.

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, selain sesuai dengan standar internasional, UIII pun harus dapat menjadi pusat keunggulan peradaban Islam global. Sehingga, peran Indonesia sebagai negara yang berhasil menerapkan Islam Wasathiyah dengan baik dapat terus digaungkan di manca negara.

“Saya perlu mengingatkan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu pusat kajian peradaban Islam dunia, terutama tentang keberhasilan pelaksanaan Islam Wasathiyah yang menjadi tren global saat ini. Oleh karenanya, prakarsa pembangunan UIII sejak awal dimaksudkan untuk menjadi pusat rujukan global pelaksanaan Islam Wasathiyah,” ungkap Wapres.

Di sisi lain, lanjut Wapres, empat program studi yang saat ini telah berjalan di UIII, yaitu Studi Islam, Ilmu Politik, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Pendidikan, Wapres meminta agar seluruhnya dapat dilanjutkan. Namun ke depan, ia menilai diperlukan pengembangan kurikulum lain yang dapat menjadikan UIII sebagai center of excellence (pusat keunggulan) peradaban Islam secara global.

“Dalam pengembangan UIII ke depan, perlu ditindaklanjuti dengan pengayaan kurikulum dalam rangka membangun UIII sebagai lembaga pendidikan dan pusat kajian Islam yang berskala internasional,” imbau Wapres.

Terkait masalah teknis pembangunan, penyediaan anggaran, dan sarana penunjang proses belajar, Wapres menekankan seluruhnya perlu segera diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara dari sisi pembangunan fisik, ia pun memberikan amanat kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) untuk menjadi penanggung jawab pembangunan fisik UIII ke depannya.

“Salah satu hal penting yang harus diputuskan adalah siapa penanggung jawab dan pelaksana pembangunan fisik selanjutnya. Mengingat UIII adalah PSN dan membutuhkan percepatan, saya menyarankan agar Menteri PUPR dapat menjadi penanggung jawab dan pelaksana pembangunan fisik UIII selanjutnya” ujar Wapres.

Menutup arahannya, Wapres kembali mengimbau agar dalam operasionalnya sehari-hari UIII harus dapat terus mengangkat keberhasilan pelaksanaan Islam Wasathiyah di Indonesia dan menguatkan tren global tersebut untuk dapat diduplikasi di berbagai negara lainnya.

“UIII diharapkan dapat memberikan jawaban untuk memperluas dan menguatkan tren global tersebut sehingga dapat diterapkan di berbagai belahan dunia,” pungkas Wapres.

Hadir dalam rapat ini Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Subandi, serta Rektor UIII Komaruddin Hidayat.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wapres Suprayoga Hadi, serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto, Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah, dan M. Nasir.

Program Pemandirian Didorong Jadi Prioritas Setiap Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) untuk dapat merealisasikan program prioritas di tahun 2022. Harapan ini disampaikan Menag dalam Rapat Kerja Ditjen Pendidikan Islam tahun 2022 yang digelar di Lembang, Provinsi Jawa Barat.

Menurut Menag dari 7 program prioritas, ada 2 program prioitas yang pelaksanaannya secara khusus di Ditjen Pendis, yaitu program Kemandirian Pesantren dan Cyber Islamic University. Selebihnya, selain Revitalisasi KUA, dilaksanakan Ditjen Pendis bersama dengan unit Eselon 1 lainnya.

“Saya minta target program-program prioritas tercapai dengan baik pada tahun 2022 ini, di antaranya replikasi program Kemandirian Pesantren di 500 pesantren, meningkatnya jumlah mahasiswa dari 200 orang di masa piloting Cyber Islamic University menjadi 2.000 mahasiswa di tahun 2022,” kata Menag di hadapan Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani dan jajaranya, Selasa (1/3/2022).

Dijelaskan Menag, program prioritas Kemandirian Pesantren tahun 2022 membutuhkan anggaran  mencapai Rp254,2 miliar. Namun pada kenyataannya anggaran untuk tahun 2022 masih bersumber dari alokasi anggaran reguler pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pesantren, hanya sebesar Rp140 miliar.

“Karena itu saya meminta Dirjen Pendis untuk memenuhi anggaran tersebut. Intinya, saya minta semua hambatan dan kendala dalam pencapaian target-target program prioritas segera diurai dan diatasi dengan melakukan telaah dan sinkronisasi program, anggaran, dan regulasi,” tegas Menag.

“Kalau ada program yang tidak terkait langsung dengan program prioritas silahkan keluarkan. Sebab saya sudah mempelajari kita sering membuat program copy paste dari tahun sebelumnya dengan mudah dipertanggungjawabkan namun apakah program ini benar-benar diharapkan publik?,” sambung Menag.

Menag pun mengajak jajaran Ditjen Pendis untuk keluar dari zona nyaman dan bergerak dengan program baru tanpa ada masalah. “Saya tegaskan bapak dan ibu tidak sendiri. Kalau ada masalah kita bisa selesaikan bersama-sama. Di Kemenag terutama Ditjen Pendis kalau ada persoalan di salah satu direktorat, berarti itu problem kementerian.  Ini komitmen saya. Kalau saya memberi perintah saya akan bertanggung jawab. Saya tidak akan membiarkan bapak dan ibu berjalan sendiri selama kita berjalan di koridor yang benar,” ujar Menag.

Usai Menag memberi arahan, acara dilanjutkan dengan Overview dan Evaluasi Program/Kegiatan Unit Kerja Eselon II Ditjen Pendis Tahun 2021 dan Strategi Pencapaian Kinerja Tahun Anggaran 2022. Overview ini disampaikan Direktur KSKK Madrasah, Direktur GTK Madrasah, Direktur PD Pontren, Direktur PAI, Direktur Pendidikan Tinggi Kegamaan Islam, dan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam.

Rapat Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang mengusung tema Percepatan Transformasi Layanan Pendidikan Islam ini  berlangsung 28 Februari – 2 Maret 2022.

Wamenag Dorong Ditjen Bimas Islam Tingkatkan Layanan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengingatkan bahwa Ditjen Bimas Islam adalah etalase Kementerian Agama.

Pesan ini disampaikan Wamenag saat menutup Rakernas Ditjen Bimas Islam di Cilegon. Rakernas mengangkat tema “Transformasi Layanan Umat dan Perwujudan Good Governance dalam Fungsi Agama”.

Hadir, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin beserta jajarannya. Rakernas diikuti para Kabid Urusan Agama Islam (Urais) dan sejumlah utusan Kankemenag Kab/Kota.

“Ditjen Bimas Islam harus menjadi etalase Kemenag,” tegas Wamenag di Cilegon, Kamis (3/3/2022).

Wamenag mengatakan, dari tujuh program prioritas Menteri Agama, setidaknya ada tiga yang terkait dengan fungsi Ditjen Bimas Islam. Yaitu, moderasi beragama, revitalisasi KUA, dan transformasi digital.

Upaya mewujudkan tiga program prioritas ini harus dilakukan secara sinergis. Bimas Islam harus mampu menggalang dukungan semua pihak, antara lain keterlibatan masyarakat, ormas Islam, dan kelompok masyarakat lainnya.

“Bimas Islam harus mampu merangkul banyak pihak agara mampu berkontribusi aktif dalam pencapaian program,” tutur Menag.

“Segala langkah dan strategi pencapaiannya juga harus dilaksanakan dalam bingkai good governance yang berujung pada kemaslahatan,” tandasnya.

Pesan senada sebelumnya disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Menag menekankan bahwa Ditjen Bimas adalah etalase Kementerian Agama. Untuk itu, ASN pada Ditjen Bimas harus mampu memberikan pelayanan keagamaan yang prima kepada masyarakat.

“Jangan sampai saat ada masyarakat yang ingin dilayani, kita tidak berada dalam posisi sempurna untuk melayani,” pesannya.

“Dirjen Bimas Islam harus mampu menjadi ujung tombak Kemenag,” tandasnya.

Penguatan Masjid Jadi Program Prioritas Pemerintah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama telah menyusun peta jalan (roadmap) penguatan masjid. Menag Yaqut Cholil Qoumas menekankan bahwa penguatan masjid menjadi salah satu program prioritas yang harus segera dilakukan.

“Kemenag harus segera melakukan penguatan masjid. Masjid kita perkuat lagi sebagai pusat peradaban,” tegas Menag saat memberi sambutan pada Rakernas Bimas Islam di Cilegon, Kamis (3/3/2022).

Hadir, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, para staf khusus Menteri Agama, pejabat eselon II Ditjen Bimas Islam, serta Kabid Urais Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia.

“Peran masjid harus diperkuat, tidak hanya untuk penguatan spiritual, tapi juga menjalankan fungsi lainnya, yakni sebagai pusat peradaban,” sambung Menag.

Menag menilai, saat ini menjadi kesempatan yang penting untuk melakukan penguatan peran masjid. Terbitnya Surat Edaran tentang pengeras suara bisa menjadi momentum.

“Saat ini momentum di mana semua orang tahu tentang adanya surat edaran No SE 05 tahun 2022 yang mengatur penggunaan pengeras suara,” tutur Menag.

“Ini kesempatan kita untuk memberikan program penguatan kepada masjid. Tolong momentum ini digunakan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Rakernas Ditjen Bimas Islam diikuti sekitar 500 peserta dan digelar secara daring dan luring. Helat ini diikuti para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan Kakankemenag Kab/Kota secara online. Beberapa di antaranya ada yang hadir secara fisik.

Zelensky: Ukraina Telah Menggagalkan Rencana ‘Licik’ Rusia

UKRAINA(Jurnalislam.com)–Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Rabu (03/03/2022) bahwa negaranya telah berhasil menggagalkan rencana licik Rusia, serta bangga atas perlawanan para pahlawan terhadap invasi Moskow.

“Kami adalah bangsa yang menggagalkan rencana musuh dalam seminggu ini. Rencana yang ditulis selama bertahun-tahun: licik, penuh kebencian terhadap negara kami, rakyat kami,” kata Zelensky dalam video yang diposting di layanan pesan Telegram.

Presiden Zelensky juga mengatakan “dengan tulus mengagumi rakyatnya yang heroik” ditiap kota-kota yang telah menolak kemajuan pasukan Rusia.

Dia menambahkan bahwa ada sekitar 9.000 tentara Rusia telah tewas sejak invasi dimulai seminggu yang lalu, sebuah klaim yang belum dapat segera diverifikasi keakuratannya karena Moskow tidak melaporkan kerugiannya.

Di Twitter dalam unggahannya Zelensky menulis bahwa dia telah berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan “berterima kasih atas kepemimpinannya dalam menjatuhkan sanksi anti-Rusia”.

“Menekankan perlunya memperluas tindakan pembatasan atas Rusia. Pemboman warga sipil di Ukraina harus segera dihentikan.” pungkasnya. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Rusia Umumkan 498 Tentaranya Tewas Dan Klaim Tewaskan 2.870 Tentara Ukraina

RUSIA(Jurnalislam.com)–Kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, mengalami pemboman berat pada Rabu (02/03/2022) ketika invasi Rusia selama sepekan dikecam oleh PBB dalam pemungutan suara dimana puluhan negara merujuk Moskow untuk diperiksa atas potensi kejahatan perang.

Serangan Rusia tersebut merupakan terbesar di negara Eropa sejak 1945 dan telah menyebabkan lebih dari 870.000 orang melarikan diri, serta menyebabkan rentetan sanksi ekonomi terhadap Rusia, dan juga memicu kekhawatiran konflik yang lebih luas di Barat yang tidak terpikirkan selama beberapa dekade.

Serangan itu belum menggulingkan pemerintah di Kyiv tetapi ribuan diperkirakan telah meninggal atau terluka.

Bagi warga Rusia, dampaknya terjadi antrian di luar bank, anjloknya nilai rubel, dan terjadi eksodus perusahaan-perusahaan internasional. Ketika sanksi ekonomi diperketat, miliarder Rusia memindahkan superyacht mereka dan pemilik Chelsea menjual klub sepak bola tersebut.

Di Ukraina, korban jiwa meningkat di Kharkiv, sebuah kota berpenduduk 1,5 juta orang, di mana pengeboman telah membuat pusat kota itu menjadi gurun reruntuhan bangunan dan puing-puing.

“Para ‘pembebas’ Rusia telah datang,” keluh seorang sukarelawan Ukraina sinis, ketika dia dan tiga orang lainnya berusaha untuk membawa mayat seorang pria yang terbungkus seprai keluar dari reruntuhan di alun-alun utama.

Sementara itu, sebuah resolusi PBB yang menegur Moskow didukung oleh 141 dari 193 anggota majelis, disahkan dalam sesi darurat, hal ini sebuah kemenangan simbolis bagi Ukraina yang meningkatkan isolasi internasional terhadap Moskow.

“Lebih banyak yang dipertaruhkan bahkan daripada konflik di Ukraina sendiri. Ini adalah ancaman bagi keamanan Eropa dan seluruh tatanan yang berbasis undang-undang,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kepada wartawan setelah pemungutan suara.

Investigasi terhadap kemungkinan kejahatan perang akan segera dibuka oleh Pengadilan Kriminal Internasional, menyusul permintaan 39 negara anggota pengadilan, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Badan tersebut akan mulai mengumpulkan bukti untuk “setiap tuduhan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan atau genosida di masa lalu dan sekarang”, kata jaksa Karim Khan.

Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi khusus” yang tidak dirancang untuk menduduki wilayah tetapi untuk menghancurkan kemampuan militer tetangganya dan menangkap apa yang dianggapnya sebagai nasionalis berbahaya.

Kremlin mengatakan pasukannya telah merebut pelabuhan Laut Hitam Kherson, ibukota provinsi selatan berpenduduk sekitar 250.000 orang, yang terletak secara strategis di mana Sungai Dnipro mengalir ke Laut Hitam dan akan menjadi kota penting pertama yang jatuh ke tangan Moskow.

Rabu malam, Walikota Kherson Igor Kolykhayev mengatakan pasukan Rusia berada di jalan-jalan dan memaksa masuk ke gedung dewan kota.

Sebuah ledakan juga mengguncang stasiun kereta api Kyiv pada malam hari, di mana ribuan wanita dan anak-anak berhasil dievakuasi.

Jumlah Korban Tewas yang Disengketa

Kantor Hak Asasi Manusia PBB pada tengah malam 1 Maret 2022 mengatakan telah mengkonfirmasi kematian 227 warga sipil dan 525 luka-luka selama konflik, sebagian besar disebabkan oleh “penggunaan senjata peledak dengan area dampak luas”.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan 498 tentara Rusia tewas dan 1.597 lainnya terluka sejak dimulainya invasi, pertama kalinya Moskow menyebutkan jumlah korbannya. Dikatakan lebih dari 2.870 tentara Ukraina dan “nasionalis” telah tewas, kantor berita Interfax melaporkan.

Sementara Ukraina mengklaim bahwa lebih dari 7.000 tentara Rusia telah tewas sejauh ini dan ratusan ditawan.

Namun angka-angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Setelah gagal merebut kota-kota besar secara cepat dan menaklukkan militer Ukraina, para pejabat AS mengatakan bahwa mereka yakin Rusia malah akan berusaha untuk mengepung kota-kota, memotong pasokan dan rute pelarian, kemudian menyerang dengan kekuatan gabungan dari kendaraan lapis baja dan pasukan darat.

Sedikitnya 25 orang tewas akibat penembakan dan serangan udara di Kharkiv dalam 24 jam terakhir, kata pihak berwenang.

Pavel Dorogoy (36 tahun) seorang fotografer yang tinggal di dekat pusat kota, mengatakan pasukan Rusia telah menargetkan gedung dewan, yang saat itu kosong, sebuah pusat telepon, dan sebuah menara televisi.

“Rusia tidak bisa memasuki kota sehingga mereka hanya menyerang kita dari jauh,” katanya. (Bahri)

Sumber: Reuters