Berita Terkini

Taliban Hadang Serangan Pasukan Afghanistan di Takhar, 10 Tewas

TAKHAR (Jurnalislam.com) – Awal hari Kamis (10/03/2016) musuh berusaha melancarkan serangan di distrik Darqad di Takhar yang dilawan dengan serangan balik yang kuat dari Mujahidin, memicu pertempuran sengit selama satu jam di mana sedikitnya 10 pasukan gabungan dan Arbakis tewas dan 7 lainnya luka, Al Emarah News melaporkan Kamis.

Mujahidin berhasil mengejar musuh jauh dari daerah tersebut, dan membersihkan sejumlah besar wilayah dari musuh. Sebuah tank lapis baja juga hancur dalam pertempuran itu.

Mujahidin kemudian menewaskan tiga tentara Nasional Afghanistan (ANA) dan melukai dua lainnya dalam pertempuran singkat di tempat lain di distrik yang disebutkan.

Dua pejuang Mujahidin terluka dalam operasi Kamis tersebut.

Kemudian laporan juga datang dari Nangarhar lima tentara boneka tewas di bagian timur negara itu selama pertempuran sengit menyusul serangan musuh.

Pertempuran itu terjadi di distrik Mohmand Darah di timur provinsi ini setelah Mujahidin melakukan serangan balasan melawan musuh dan berlangsung berhari-hari di mana 5 pasukan boneka tewas dan lebih dari 11 lainnya menderita luka berat, sedangkan Mujahidin mengambil 2 tentara musuh sebagai tahanan.

Mujahidin juga menyita beberapa senjata dan amunisi dari kepemilikan musuh selama operasi berhari-hari tersebut.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

 

Sebut Jilbab Tradisi Yahudi, Profesor Liberal Dukung Pemerintah Mesir Susun UU Larangan Niqab

MESIR (Jurnalislam.com) -Parlemen Mesir saat ini sedang menyusun undang-undang yang melarang wanita mengenakan niqab. Menurut Egypt Independent, larangan tersebut berlaku untuk mengenakan pakaian di tempat umum dan lembaga pemerintah, lansir World Bulletin, Kamis (10/03/2016).

Niqab dikenakan oleh perempuan Muslim dan biasanya menutupi seluruh wajah pemakainya kecuali mata mereka. Niqab adalah pakaian umum di Mesir yang merupakan negara mayoritas Muslim.

Anggota Parlemen Amna Nosseir, profesor perbandingan jurisprudensi di Universitas Al-Azhar berpaham liberal, yang mendukung larangan tersebut, mengatakan bahwa mengenakan jilbab tidak wajib dalam Islam dan pada kenyataannya memiliki asal-usul non-Islam.

Dia berpendapat menyelisihi ulama-ulama Islam dengan argumentasi bahwa jilbab itu adalah tradisi Yahudi yang muncul di Semenanjung Arab sebelum Islam, dan berbagai ayat-ayat Quran bertentangan mengenai penggunaannya. Sebaliknya, dia melanjutkan bahwa Quran memerintahkan untuk mengenakan pakaian sederhana saja dan rambut tertutup, tetapi tidak memerlukan penutup wajah.

Sejumlah larangan telah diberlakukan atas niqab di Mesir. Pada bulan Februari, Universitas Kairo melarang perawat dan dokter memakai niqab di sekolah kedokteran dan di rumah sakit pendidikan, dengan alasan larangan tersebut akan, "Melindungi hak-hak dan kepentingan pasien. "Pada September tahun lalu, universitas juga melarang staf akademik mengenakan niqab di ruang kelas dengan alasan menanggapi keluhan dari beberapa siswa bahwa terlalu sulit bagi pemakai niqab untuk berkomunikasi secara efektif dengan siswa.

 

Sumber: The Independent | Deddy | Jurnalislam

 

Laskar Umat Islam Surakarta Gerebek Salon Mesum Milik Anggota Brimob

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menggerebek sebuah salon mesum D’Amor di Jalan Melati Badran, Laweyan, Surakarta, Kamis (10/3/2016).

Sebanyak 7 orang wanita dan 3 pria diamankan. Sepasang diantara mereka tertangkap tangan sedang bertransaksi seks di 'ruang praktek'. Dari 3 pria, 1 diantaranya adalah pemilik salon. Pria berinisial JRP itu mengaku sebagai anggota Brimob aktif.

“Diakui oleh 1 dari 3 pria tersebut adalah JPR anggota Brimob Solo. JPR mengaku sebagai pemilik salon dengan mengontrak rumah tersebut,” kata Humas LUIS Endro Sudarsono kepada Jurnalislam.

Laskar kemudian menyerahkan ke 7 wanita dan 3 pria itu ke Polres Solo untuk diproses lebih lanjut.

Anggota polsek Lawiyan mengaku, Polsek Laweyan merasa telah menindak salon tersebut lebih dari 5 kali, namun salon mesum dengan tarif short time Rp 275 ribu itu tetap operasi.

LUIS meminta kepada Kapolresta Solo untuk memproses hukum kasus dugaan trafficking dan memecat oknum anggota Brimob pemilik salon tersebut.

“LUIS juga meminta kepada Walikota Solo untuk mencabut izin operasional salon mesum tersebut dan salon-salon lain yang terindikasi mesum,” tegas Endro.

Terpisah, rombongan Forum Komununikasi Masjid (FKM) diketuai Didik Hartanto didampingi pengurus Forum Umat Islam (FUI) Karanganyar mendatangi dinas Perizinan BPMPTSP Karanganyar untuk menyampaikan surat keberatan warga Jati terkait rencana dibukanya Karaoke King Star, Kamis (10/3/2016).

FKM menilai, keberadaan tempat karaoke tersebut bertentangan dengan visi dan misi FKM, yaitu terwujudnya masyarakat Desa Jati yang penuh kedamaian dan rahmatan lil alamin.

Setelah menyampaikan surat, rombongan FKM kemudian mendatangi Karaoke KS. FKM menyampaikan penolakan warga Jati terhadap rencana dibukanya karaoke KS. FKM juga menitipkan surat khusus untuk manajemen.

Sekjen FUI Karanganyar, Mulyono mengancam akan mendatangkan massa jika karaoke KS bersikeras membuka usahanya.

“Apabila KS bersikeras membuka usaha haramnya maka FKM dan FUI akan mengadakan aksi massa untuk menutupnya,” tegasnya.

Reporter: Ryanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Latihan Perang Padang Pasir Terbesar "Northern Thunder" 20 Negara Berakhir

RIYADH (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur menderu di udara, tank bergemuruh melintasi padang pasir dan asap memenuhi langit pada hari Kamis (10/03/2016) yang merupakan hari terakhir latihan militer terbesar Saudi Arabia yang pernah dilakukan di kawasan itu, Aljazeera melaporkan, Kamis.

Latihan perang "Northern Thunder" 12-hari di timur laut kerajaan diikuti 20 negara dari Timur Tengah, Afrika dan Asia, kata para pejabat Saudi.

Raja Arab Saudi Salman bergabung dengan beberapa pemimpin asing di hari terakhir latihan, saat Riyadh berjuang untuk menegaskan kepemimpinannya di wilayah tersebut.

Di antara mereka adalah Presiden Sudan Omar al-Bashir, Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi, Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan Presiden Mesir hasil kudeta militer berdarah Abdel Fattah al-Sisi,

Saat pejabat menyaksikan dari sebuah paviliun, Apache tempur menembakkan roket dengan ledakan dahsyat. Asap membubung dari target di darat dan komando rappelling dari helikopter.

Jet tempur melesat melalui asap oranye di langit, peluru artileri berdesing di udara dan tembakan senapan mesin berat menggelegar dari seluruh situs latihan, yang membentang sepanjang puluhan kilometer (mil).

Latihan berlangsung di dekat kota Hafr al-Batin, dekat dengan perbatasan Kuwait dan Irak.

Kepala Staf Arab Saudi, Jenderal Abdulrahman al-Bunyan, memerintahkan pelaksanaan latihan dan menyebutnya "pertemuan militer Arab dan Islam terbesar" di wilayah tersebut.

Riyadh telah mengadopsi kebijakan luar negeri yang lebih tegas sejak Salman mengambil tahta awal tahun lalu setelah kematian saudara tirinya Raja Abdullah.

"Northern Thunder" juga terjadi setelah ketegangan meningkat antara Arab Saudi dan saingannya Republik Syiah Iran, yang mendukung Syiah Nushairiyah Assad di Suriah dan Syiah Houthi di Yaman.

Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran awal tahun ini setelah massa mengobrak-abrik misi diplomatik Arab di Iran menyusul eksekusi seorang ulama Syiah terkemuka di Saudi.

Brigjen Saudi Ahmed Assiri mengatakan manuver mereka berbeda dari koalisi 35 negara untuk melawan "terorisme" yang diumumkan Arab Saudi pada bulan Desember.

Para pejabat mengatakan koalisi baru akan berkumpul di kerajaan bulan ini untuk pertemuan pertama.

Pihak berwenang tidak merilis jumlah tentara yang mengambil bagian dari masing-masing negara di Northern Thunder.

Seorang wartawan AFP melihat pasukan Pakistan, Mesir, Kuwait dan Sudan bersama Saudi.

Sebuah sumber militer asing mengatakan kepada AFP ia tidak berpikir bahwa Northern Thunder diarahkan pada Suriah "atau apa pun" tapi sebagai kesempatan untuk berlatih bekerja sama.

Sumber itu mengatakan pasukan Saudi "mengasah keterampilan dan pengoperasian mereka dengan bangsa-bangsa lain."

Akun resmi Twitter Northern Thunder mengatakan latihan tersebut bertujuan untuk "menghadapi semua skenario ancaman di wilayah tersebut".

Menurut International Institute of Strategic Studies, Arab Saudi memiliki militer dengan perlengkapan terbaik di antara negara-negara Teluk lain, dengan pasukan 75.000 tentara dan 313 pesawat tempur.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

 

 

Turki: Sejak Desember Teroris Komunis PKK yang Tewas Mencapai 1220 Milisi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 1.220 milisi komunis PKK telah tewas sejak awal Desember, selama operasi anti-terorisme terpanjang di Turki tenggara, menurut Angkatan Bersenjata Turki, Anadolu Agency melaporkan, Kamis (10/02/2016).

Lima belas teroris di distrik Silvan dan 274 di kabupaten Sur, keduanya di provinsi Diyarbakir, dan 666 teroris di kawasan Cizre, 120 di distrik Idil, dan 145 di kabupaten Silopi, semuanya di provinsi Sirnak, telah tewas sejak operasi dimulai.

Pasukan keamanan Turki menghapus total 2.287 parit dan barikade selama operasi. Jumlah parit dan barikade yang dihapus berjumlah 22 di Silvan, 243 di Sur, 971 di Cizre, 263 di Idil, dan 788 di Silopi.

Sebanyak 3.105 alat peledak yang ditanam di jalan-jalan, kebun, dan rumah-rumah oleh komunis PKK telah dijinakkan sejak operasi dimulai.

Sebanyak 24 bahan peledak di Silvan, 365 bahan peledak di Sur, 1.425 di Cizre, 461 di Idil, dan 830 di Silopi telah dijinakkan selama operasi.

Banyak senjata armor-piercing serta senjata laras panjang, senjata berat, peluncur roket dan amunisi, dan bahan peledak buatan tangan dan granat juga disita dalam operasi.

PKK melanjutkan serangan bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki pada akhir Juli 2015.

Sejak itu, lebih dari 290 anggota pasukan Turki telah terbunuh dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Warga Darayya yang Terisolasi Gunakan Puluhan Anak-anak Kirim Pesan SOS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan warga di sebuah kota yang terkepung di luar ibukota Suriah menggelar aksi mendesak PBB untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah mereka, lansir Aljazeera, Kamis (10/02/2016).

Para pengunjuk rasa, sebagian besar wanita dan anak-anak, turun ke jalan pada hari Rabu (09/03/2016) di daerah Darayya , yang telah dikepung oleh pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya selama lebih dari tiga tahun.

Anak-anak berbaris membentuk huruf "SOS", sambil membawa spanduk meminta para pejabat PBB untuk membantu.

"(Koordinator Kemanusiaan PBB di Suriah) Yacoub El Hillo, apa yang Anda lakukan untuk membantu kami," bunyi salah satu spanduk.

"Jika Anda dapat menghentikan penembakan, Anda dapat mematahkan pengepungan," bunyi spanduk lainnya.

Tidak ada bantuan yang telah memasuki Darayya sejak awal pengepungan.

Kota tersebut terus menerus mengalami pemboman berat sampai gencatan senjata yang ditengahi US-Rusia mulai berlaku pada tanggal 27 Februari.

Media Centre milik oposisi di Darayya mengatakan bahwa alasan protes mereka dihadiri terutama oleh wanita dan anak-anak adalah untuk membantah klaim rezim Nushairiyah yang menyebut bahwa kota tersebut hanya dihuni oleh pejuang anti Assad.

Darayya berbatasan dengan bandara militer yang digunakan oleh pesawat komunis Rusia – yang mulai melakukan serangan udara dalam mendukung rezim Syiah Assad pada akhir September – dan pemerintah Suriah bernafsu untuk merebut kembali kendali di daerah tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, PBB dan mitranya telah mengirim 536 truk penuh dengan bantuan untuk hampir 240.000 orang, dan pasokan bantuan telah mencapai 18 daerah yang terkepung di negara yang dilanda perang tersebut.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

SOHR: Menteri Perang Kelompok Islamic State Terluka Parah dalam Serangan Udara AS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pada hari Kamis (10/03/2016) bahwa komandan militer Islamic State (IS) terluka sangat parah, menanggapi adanya pertentangan pejabat yang mengatakan ia kemungkinan tewas dalam serangan udara AS.

Para pejabat AS mengatakan pada hari Selasa (08/03/2016) bahwa Abu Umar al-Shishani, yang juga dikenal sebagai Omar Chechnya dan dijelaskan oleh Pentagon sebagai "menteri perang" kelompok itu, ditargetkan dekat kota al-Shadadi di Suriah.

Direktur Observatorium (SOHR) Rami Abdulrahman mengatakan kepada AFP bahwa Shishani terluka parah tapi tidak tewas dan telah dipindahkan ke basis operasi IS di Raqqa untuk pengobatan.

"Dia tidak tewas," kata Abdulrahman.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa mereka mengumpulkan informasi dari semua pihak dalam konflik. Reuters tidak punya cara untuk secara independen memverifikasi laporan tersebut.

Pentagon mengatakan Shishani dikirim ke sana untuk memperkuat pasukan IS setelah mereka mengalami serangkaian kemunduran baik di tangan pasukan Arab atau oleh YPG sekutu AS di darat.

 

Deddy | SOHR | Jurnalislam

Pemerintah Saudi Tukar 7 Tawanan Milisi Houthi dengan 1 Tentaranya

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran telah membebaskan seorang tentara Saudi dengan imbalan tujuh pasukannya yang ditahan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata di perbatasan yang dimediasi suku, koalisi pimpinan Riyadh mengatakan pada hari Rabu (09/03/2016), lansir World Bulletin.

Kesepakatan yang dicapai saat kunjungan delegasi Houthi Yaman ke kerajaan Saudi adalah yang pertama sejak koalisi pimpinan Saudi memulai operasi militer terhadap pemberontak pada Maret tahun lalu.

Perbatasan antara Yaman yang dilanda perang dan tetangganya di utara telah menimbulkan banyak insiden mematikan selama 12 bulan terakhir.

Delegasi Yaman berusaha untuk menegosiasikan gencatan senjata "di sepanjang perbatasan dengan kerajaan untuk memungkinkan masuknya bantuan medis dan kemanusiaan ke kota-kota Yaman di dekat wilayah konflik", kata pernyataan koalisi.

Pasukan koalisi telah merespon dengan memungkinkan bantuan mengalir melalui perbatasan Alb, kata pernyataan itu.

Tentara Saudi Jaber al-Kaabi diserahkan kepada koalisi dalam pertukaran untuk tujuh orang Houthi Yaman yang ditahan oleh otoritas Saudi di perbatasan, tambahnya.

Sumber yang dekat dengan negosiator mengatakan pada hari Selasa bahwa pemberontak Syiah Houthi telah mengirim delegasi terutama ke Arab Saudi untuk membahas gencatan senjata di sepanjang perbatasan.

Koalisi mengatakan "menyambut kelangsungan suasana tenang" yang akan membantu "mencapai solusi politik yang ditengahi PBB".

PBB mendorong pembicaraan damai antara pemerintah Yaman yang didukung Saudi dengan milisi Houthi dan sekutu mereka, tetapi upaya itu menemui jalan buntu karena tidak adanya kesepakatan tentang gencatan senjata.

Lebih dari 90 orang – baik militer maupun sipil – telah tewas di perbatasan sisi Saudi akibat tembakan dari pemberontak Yaman selama konflik.

Yaman Utara dikendalikan oleh Syiah Houthi, yang telah bersekutu dengan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

PBB mengatakan bahwa lebih dari 6.000 orang telah tewas di Yaman sejak koalisi Arab memulai operasi serangan udara.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Negara-negara Teluk Dukung Persatuan Suriah dari Intervensi Iran

SURIAH (Jurnalislam.com) – Negara-negara Teluk, Gulf Cooperation Council (GCC) menyatakan dukungannya untuk solusi politik di Suriah dan menekankan pentingnya menjaga persatuan wilayah Suriah dari intervensi Iran dalam sebuah pernyataan bersama hari Rabu (09/03/2016), saluran berita Al Arabiya melaporkan.

Negara Teluk juga mendesak Dewan Keamanan melaksanakan sebuah proses yang bisa memaksakan gencatan senjata yang lebih efektif di Suriah.

Mereka juga menegaskan penolakan mereka atas campur tangan Republik Syiah Iran di wilayah tersebut dan menekankan bahwa organisasi Syiah Libanon Hizbullah adalah "teroris."

Pernyataan itu datang setelah menteri luar negeri GCC termasuk rekan-rekan mereka dari Yordania dan Maroko bertemu di Riyadh.

Pada hari Senin (07/03/2016), dewan menteri Arab Saudi juga menegaskan kembali keputusan GCC bahwa Hizbullah dan faksi afiliasinya adalah "teroris."

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Taliban Serang Markas Polisi dan Kantor Intelijen Afghanistan

HELMAND (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tiga orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan Taliban yang menargetkan kantor-kantor pemerintah di provinsi Helmand Afghanistan selatan, para pejabat Afghanistan mengatakan, lansir Aljazeera, Rabu (09/03/2016).

Omar Zwak, juru bicara gubernur Helmand, mengatakan bahwa pasukan Taliban menyerang markas polisi dan kantor-kantor badan intelijen di kota Gereshk pada hari Rabu, memicu pertempuran sengit dengan pasukan Afghanistan yang berlangsung selama "hampir delapan jam".

"Sekitar 10 pejuang Taliban melancarkan serangan terhadap fasilitas intelijen kita namun mendapat perlawanan oleh pasukan keamanan kami," kata Zwak kepada Al Jazeera, menambahkan bahwa tiga orang yang tewas adalah polisi.

Taliban, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan itu telah menyebabkan "kerusakan berat" dan beberapa petugas polisi tewas.

"Serangan itu akan terus berlanjut. Sebagian besar wilayah di Helmand berada di bawah kendali kami," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid kepada Al Jazeera.

Telah terjadi beberapa pertempuran sengit di Helmand antara Taliban dan pasukan lokal serta asing sejak pertempuran dimulai pada tahun 2001.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam