Berita Terkini

Rebut Wilayah Telol al Baj, Pasukan Irak Bergerak ke Mosul

peshmerga-mosulIRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah membuat kemenangan baru di darat melawan kelompok Islamic State (IS) dalam upaya merebut kembali kota terbesar kedua di negara itu, World Bulletin melaporkan, Rabu (29/06/2016).

Pada hari Selasa, pasukan Irak kembali mengambil alih kontrol atas wilayah Telol al-Baj, yang terletak di jalan raya yang menghubungkan kota al-Shirqat, terletak sekitar 250 kilometer (155 mil) utara ibukota, Baghdad, hingga bagian selatan Mosul, laporan Press TV.

“Personil keamanan telah membebaskan Telol al-Baj, dan beberapa unit telah dikerahkan empat kilometer (2,4 mil) dari daerah untuk mencegah infiltrasi kendaraan penuh bahan peledak ke dalam wilayah ini,” kata Letnan Jenderal Abdul Ghani al-Assadi, komandan pasukan khusus Irak.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Rekaman Audio Houthi: Brigadir Jenderal Yaman Tewas Dipotong-potong

91bd892b5ef8438ead9a950ba933b2a1_18YAMAN (Jurnalislam.com) – Pembunuhan Brigadir Jenderal terkemuka Pemerintah Yaman oleh Syiah Houthi diperintahkan oleh komandan tinggi Houthi, menurut rekaman audio baru yang diperoleh Al Jazeera.

Seperti yang dilansir Aljazeera, Rabu (29/06/2016) Brigadir Jenderal Hameed al-Qushaibi, yang mengepalai tentara Yaman Brigade 310 ditangkap pada bulan Juli 2014 dan ditembak mati oleh delapan orang bersenjata Houthi di Amran, sebuah kota yang terletak sekitar 50 kilometer sebelah utara Sanaa.

Rekaman tersebut termasuk percakapan telepon yang diyakini terjadi antara beberapa pemimpin militer Syiah Houthi berpengaruh, termasuk komandan lapangan Youssef al-Madani dan komandan militer Abu Ali al-Hakim.

Madani dan Hakim dilaporkan tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh koalisi pimpinan Saudi di Yaman pada tahun 2015.

Percakapan telepon mengungkapkan bahwa para pemberontak Houthi menganggap pembunuhan Qushaibi sebagai balas dendam atas pembunuhan pendiri kelompok itu, Hussein Badreddin al-Houthi pada tahun 2004.

Dalam satu percakapan yang tampaknya terjadi antara komandan Houthi Abdullah al-Hasani dan Madani, Hasani terdengar menginformasikan kepada Madani bahwa pasukan mereka telah menewaskan Qushaibi.

Komandan Houthi, Youssef al-Madani
Komandan Houthi, Youssef al-Madani

Madani bertanya kepada Hasani apakah dia yakin bahwa orang yang mereka bunuh adalah Qushaibi, yang ia jawab: “Kami telah memotongnya menjadi potongan-potongan.”

Kemudian ia menjelaskan bahwa mereka juga menembak beberapa pejuang Qushaibi, Hasani menambahkan, “Saya tahu dia.”

Percakapan menunjukkan bahwa para pemimpin Houthi memutuskan untuk menyembunyikan kebenaran tentang siapa yang membunuh Qushaibi, bahkan berencana untuk mengklaim bahwa ia bunuh diri.

Koalisi negara-negara Arab meluncurkan serangan udara di Maret 2015 untuk mengusir pemberontak Houthi, namun para pemberontak Syiah tersebut masih menguasai ibukota dan banyak wilayah Yaman.

Syiah Houthi, yang beralasan membela kepentingan komunitas Zaidi Syiah yang terkepung, mengatakan mereka berperang untuk membela diri terhadap marginalisasi.

Sekitar 9.000 orang telah tewas di Yaman sejak intervensi dimulai, mayoritas dari mereka adalah warga sipil, menurut angka PBB. Pertempuran itu juga telah mendorong 2,8 juta orang dari rumah mereka.

Sedikitnya 14 juta orang Yaman, lebih dari setengah penduduk negara itu, membutuhkan makanan darurat dan bantuan penyelamatan jiwa untuk mencegah kelaparan di hampir setengah dari 22 provinsi Yaman, menurut laporan PBB dan pemerintah Yaman bulan ini.

Konflik 15 bulan di Yaman telah merenggut para pemuda dalam jumlah mengerikan di negara itu, dengan UNICEF memperingatkan bahwa diperkirakan 320.000 anak-anak menghadapi kekurangan gizi yang mengancam jiwa.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

Serangan Bom Hantam Kendaraan Militer Thailand, 1 Tentara Tewas dan 3 Terluka

thumbs-b-c-c2382b100a4bd4da068b40734fe7254cTHAILAND (Jurnalislam.com) – Seorang tentara Thailand tewas dan tiga lainnya luka-luka ketika sebuah bom meledak di bawah kendaraan mereka hari pada hari Rabu di provinsi selatan yang mayoritas dihuni kaum Muslim.

Kapten polisi Apichart Dolae dari kantor polisi distrik Rang-ngae di Narathiwat pada hari Rabu (29/06/2016) mengatakan kepada Anadolu Agency, “bom meledak ketika tentara lewat di dekat sebuah sekolah di Rang-ngae.”

Dia mengatakan bahwa ledakan itu menyebabkan seorang sersan tewas dan tiga tentara terluka.

“Kami menganggap ini adalah pekerjaan pejuang,” tambahnya.

Insiden kekerasan – termasuk ledakan dan penembakan – telah terjadi setiap hari dekat di wilayah selatan, yang tidak stabil akibat perlawanan selama puluhan tahun.

Konflik di selatan berakar dalam masalah agama-etnis-budaya antara Muslim Melayu yang telah berabad lamanya tinggal di wilayah selatan dengan pemerintah pusat Thai yang menjadikan Buddhisme sebagai agama nasional de-facto.

Pada Selasa malam, dua penduduk desa ditembak mati dan seorang lagi terluka di provinsi tetangga Yala, tak lama setelah sekelompok tentara mendapat serangan tembakan di distrik Takbai, Narathiwat namun tidak menimbulkan korban.

Pada Ahad malam, seorang imam Masjid dibunuh di distrik Yaring di provinsi tetangga Pattani.

Imam berusia 46 tahun, Abdulloh Doe, sedang mengendarai sepeda motornya ke sebuah Masjid desa setempat ketika seorang pria tak dikenal yang telah mengikuti dia menembaknya berkali-kali dengan pistol dari belakang.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

PM Turki: Penyerang Tidak Bisa Lewati Pintu Masuk Keamanan Bandara

02807fdc-e97f-4dcb-ab58-4523746d110e-16x9-788x442ANKARA (Jurnalislam.com) – Penyerang Istanbul tidak bisa melewati pemeriksaan keamanan di pintu masuk bandara, perdana menteri Turki mengatakan pada hari Rabu (29/06/2016), lansir Anadolu Agency.

Pada hari Selasa, Istanbul menjadi tempat serangan teror besar, di mana 42 orang tewas dan lebih dari 230 lainnya terluka oleh tiga penyerang bersenjata dengan senapan serbu otomatis dan rompi peledak.

“Para penyerang menembaki petugas keamanan di pintu masuk setelah mereka tidak bisa lolos dari pemeriksaan,” kata Binali Yildirim kepada wartawan di ibukota Ankara.

“Salah satu dari mereka meledakkan dirinya di luar, sementara dua lainnya mengambil kesempatan dari kepanikan dengan menerobos masuk dan meledakkan diri mereka di dalam,” kata Yildirim.

Perdana menteri menambahkan bahwa serangan menunjukkan kepada pejabat akan adanya kebutuhan untuk meningkatkan keamanan di bandara, terutama terhadap serangan bersenjata potensial.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala, juga di Ankara, mengatakan bahwa semua informasi dan bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa organisasi Islamic State (IS) bertanggung jawab atas serangan itu.

“Tapi, kasus ini belum terpecahkan,” tambah Ala.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

IMS Isi Ramadhan dengan Khitanan Massal Mualaf di Mentawai

Khitanan Massal IMS di Mentawai
Khitanan Massal IMS di Mentawai

MENTAWAI (Jurnalislam.com) – Islamic Medical Service (IMS) kembali mengadakan khitanan massal mualaf di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pertengahan Ramadhan 1437 Hijriah. Khitanan massal yang diselenggarakan di Klinik IMS di Muara Siberut, Kepulauan Mentawai ini diikuti oleh puluhan mualaf dewasa.

Sejak dilaksanakan rutin mulai 2013, IMS telah mengkhitan sebanyak 575 orang mualaf Kepulauan Mentawai yang terdiri anak-anak, pria dewasa, dan para lansia. Aksi sosial IMS ini mendapat apresiasi dari masyarakat Kepulauan Mentawai.

Biasanya, acara khitanan massal ini dibarengi juga dengan aksi sosial lainnya. Seperti pelayanan kesehatan gratis, pemberian santunan. Pada Ramadhan 2016 ini IMS juga menyalurkan enam ekor kambing akikah yang berasal dari empat warga Jakarta untuk masyarakat Kepulauan Mentawai.

“Untuk kesekian kalinya Allah mengizinkan kepada kami untuk kembali menyampaikan amanah dukungan dari sahabat-sahabat di Jakarta untuk saudara yang berada di pedalaman Mentawai,” kata dokter Syaifudin Hamid, Ketua Tim Medis IMS.

Menurut Syaifuddin, dakwah Islam di Kepulauan Mentawai semakin menggeliat dan diterima masyarakat Mentawai. Setiap tahunnya di Kepulauan Mentawai ada mualaf-mualaf baru yang bersyahadat kepada dai-dai yang bertugas di sana.

“Di sini banyak mualaf yang belum dikhitan. Sehingga dukungan berbagai pihak yang untuk kegiatan rutin khitanan massal ini sangat kami nantikan,” ujar Syaifuddin.

Sumber: Pers Rilis IMS | Editor: Ally Muhammad Abduh

CIIA: 7 WNI di Filipina ‘Sengaja Ingin Disandera’

Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic  Analyst (CIIA)
Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Warga Negara Indonesia (WNI) kembali menjadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayaf di Filipina. Kali ini tujuh WNI yang sedang melintasi perairan Pulau Jolo ditangkap pasukan Abu Sayaf yang sedang berpatroli di kawasan tersebut.

Menanggapi peristiwa itu, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menilai, ketujuh WNI tersebut sengaja ‘ingin disandera’. Menurutnya, dari beberapa fakta yang dimiliki CIIA, bisa bahwa pertama; sudah ada imbauan dari Kemenhub untuk menghindari pelayaran ke Philipina.

“Kedua, mereka sudah tahu himbauan tersebut tapi tetap maksa berangkat (mungkin karena sudah kontrak),” kata Harist kepada Jurnalislam, Rabu (29/6/2016).

Ketiga, lanjutnya, untuk mempersingkat waktu dan memperirit bahan bakar, saat mereka pulang mereka tidak mengikuti jalur yang harus dihindari.

“Keempat, kelompok ASG pas patroli di kawasan tersebut dan ada kapal mendekat. Akhirnya apes ABK dari Indonesia kembali jadi santapan kelompok ASG yang motifnya semata mata uang tebusan dari orang asing yang mereka sandera,” ungkap Harits.

Pengamat kontra-terorisme itu juga menjelaskan, kasus terulangnya penyanderaan menjadi indikasi pertemuan trilateral beberapa waktu lalu di Jogyakarta antara Indonesia, Malaysia dan Filipina Soal keamanan laut khususnya jalur pelayaran belum ada implementasi signifikan.

“Indonesia sudah mempunyai pengalaman dari kasus-kasus penyanderaan sebelumnya. Seharusnya, itu bisa memudahkan untuk membuat perencanaan yang lebih terkoordinasi dan efektif untuk membebaskan sandera,” cetus dia.

Harits juga menegaskan kasus ini menjadi bukti abainya pemerintah dalam mencegah potensi aksi pembajakan dan penyanderaan kembali terulang.

“Kasus kali ini moga menjadi yang terakhir dan menggugah pihak pemerintah untuk maksimal hadir melindungi warganya baik di daratan maupun lautan dari setiap tindak kriminal,” pungkasnya.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengkonfirmasi bahwa sebagian WNI yang menjadi sandera berada dalam penguasaan pasukan Abu Sayyaf di Jolo, Filipina. Kelompok tersebut meminta tebusan 65 miliar atas sandera mereka.

Reporter: Findra Eko | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

Karena Tidak Didukung Rakyat, Pemimpin HIG Tuntut Pemerintah Afghanistan Bubar

thediplomat_2014-05-08_20-20-48-376x251AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin Hezb-i-Islami Gulbuddin (HIG), sebuah faksi yang memicu perlawanan di Afghanistan, mundur dari pembicaraan damai setelah menaikkan harapan pemerintah rezim Afghanistan bahwa kesepakatan sudah dekat. Gulbuddin Hekmatyar, pemimpin HIG, telah bermain-main dengan pemerintah Afghanistan di masa lalu.

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Rabu (28/06/2016) Hekmatyar mengakhiri pembicaraan damai pada 27 Juni setelah mengatakan bahwa pemerintah persatuan nasional Afghanistan tidak didukung oleh rakyatnya. Dia menuntut agar pemerintah Afghanistan bubar.

Hekmatyar mengumumkan akhir dari negosiasi kemarin dalam sebuah artikel yang muncul di Peshawar Daily Shahadat, sebuah corong resmi HIG.

Para pejabat Afghanistan merasa bahwa kesepakatan dengan Hekmatyar dan faksi HIG sudah dekat. Tapi bukti perubahan Hekmatyar muncul minggu lalu, ketika ia mengeluarkan tuntutan baru untuk perjanjian damai yang tidak mungkin dipenuhi oleh pemerintah Afghanistan. Pada tanggal 21 Juni, Hekmatyar menulis surat kepada Presiden Afghanistan Arshaf Ghani yang mengatakan bahwa pemerintah harus mengakhiri semua perjanjian dengan AS dan memesan penarikan pasukan AS dan asing lainnya dari Afghanistan.

Tuntutannya cocok dengan Imarah Islam Afghanistan (Taliban), yang menolak melakukan pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Berhentinya Hekmatyar dari pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan tidaklah mengejutkan, karena ia menarik diri dari perundingan perdamaian pada tahun 2010 dalam kondisi yang sama. Pada bulan Maret 2010, ketika pasukan AS melonjak di Afghanistan dan Taliban berada di bawah tekanan militer untuk bernegosiasi, Hekmatyar dan pemerintah Afghanistan memasuki pembicaraan dan ada harapan bahwa HIG akan menghentikan perjuangannya. Namun, ia mengeluarkan rencana perdamaian 15-point termasuk penarikan penuh pasukan asing dan pembubaran pemerintah Afghanistan. Dia juga telah mengajukan syarat serupa pada pemerintah Afghanistan untuk perdamaian pada bulan Desember 2009.

Gulbuddin-Hekmatyar-300x229Hekmatyar adalah tokoh terkenal yang memiliki hubungan dengan al Qaeda, serta militer dan intelijen pembentukan Pakistan.

Seorang pemain kunci dalam perang Soviet-Afganistan, Hekmatyar memimpin salah satu faksi perlawanan terbesar terhadap kedua pasukan komunis Soviet dan Afghanistan. Tapi taktik brutal medan perang Hekmatyar dan penghancuran semena-mena di Kabul setelah runtuhnya rezim komunis Afghanistan pada awal 1990 menyebabkan keruntuhan popularitasnya. Karena sebab itu Taliban mengusirnya dari Kabul pada tahun 1995 dan memaksanya ke pengasingan di Iran pada 1996-2002. Dia masuk kembali ke pertempuran di Afghanistan setelah pasukan AS menyerbu pada akhir tahun 2001.

Pasukan HIG telah melakukan serangan di utara dan timur laut Afghanistan, dan memiliki basis di Lembah Swat Pakistan serta di suku Bajaur, Mohmand, dan Waziristan Utara dan Selatan.

Setelah Taliban, Hekmatyar memimpin salah satu faksi perlawanan terbesar di Afghanistan. HIG memiliki hubungan dekat dengan al Qaeda dan kelompok-kelompok jihad lain yang berbasis di Pakistan dan Asia Tengah. Pada bulan Mei 2006, Hekmatyar menyatakan dukungannya terhadap al Qaeda dan Syeikh Usamah bin Laden.

“Kami berterima kasih kepada semua mujahidin Arab, khususnya Syeikh Usamah bin Laden, Dr Ayman al Zawahiri, dan para pemimpin lain yang membantu kami dalam jihad kami melawan Rusia,” katanya dalam rekaman yang disiarkan oleh Al Jazeera.

“Mereka berjuang melawan musuh kita dan melakukan pengorbanan,” lanjut Hekmatyar. “Baik kami maupun generasi mendatang tidak akan lupa bantuan besar ini. Kami memohon Allah Swt untuk memberikan kami keberhasilan dan membantu kami memenuhi kewajiban kami terhadap mereka dan memungkinkan kami untuk membalas budi mereka dan membalas dukungan dan pengorbanan mereka. Kami berharap untuk ambil bagian dengan mereka dalam pertempuran yang mereka pimpin dan mengibarkan panji-panjinya. Kami berdiri di samping dan mendukung mereka.”

Akhir tahun lalu, rumor muncul bahwa Hekmatyar bergabung dengan Islamic State (IS), namun ia dengan cepat menjawab bahwa itu tidak pernah terjadi.

“Hezb-i-Islami tidak memiliki hubungan atau komitmen apapun dengan Islamic State,” kata Hekmatyar kepada Peshawar Daily Shahadat di Oktober 2015.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

11 Milisi Kurdi Iran dan 3 Garda Revolusi Tewas dalam Bentrokan di Perbatasan Irak

c43e36e4-8257-4aa3-9692-6bb97213b8ed-16x9-788x442IRAN (Jurnalislam.com) – Sebelas milisi Kurdi Iran dan tiga dari Garda Revolusi elit tewas dalam bentrokan di dekat perbatasan Irak, kantor berita Fars melaporkan pada hari Selasa, lansir World Bulletin Rabu (28.06/2016).

“11 orang dari kelompok kontra-revolusioner yang terkait dengan Partai Kurdistan Demokratik Iran (to the Kurdistan Democratic Party of Iran-KDPI), yang berusaha untuk menyusup negara itu segera terdeteksi … dan tersingkir setelah 10 hari pengejaran di wilayah Sarvabad,” kata Jenderal Mohammad Hossein Rajabi, komandan Garda Revolusi di provinsi Kurdistan.

Dia menambahkan bahwa tiga anggota Garda Revolusi juga tewas.

Berita ini menyusul laporan pada hari Ahad bahwa lima milisi Kurdi Iran telah tewas di wilayah ini. Tidak jelas apakah ini termasuk dalam 11 yang dilaporkan tewas pada Selasa.

Komandan pasukan darat Garda Revolusi, Jenderal Mohammad Pakpour, pada hari Ahad mengancam untuk memulai serangan lintas perbatasan terhadap pangkalan milisi di Irak utara.

“Karena basis utama ekstremis ini terletak di Irak utara, jika mereka tidak mengikuti sesuai komitmen untuk menghentikan serangan-serangan ini, basis mereka akan ditargetkan,” katanya.

KDPI adalah partai Kurdi tertua di Republik Syiah Iran, setelah dibentuk pada tahun 1945.

KDPI melakukan pemberontakan menuntut kemerdekaan dan meningkatkan pemberontakan bersenjata setelah tindakan keras oleh otoritas Syiah Iran setelah revolusi 1979.

Iran melakukan intervensi di perbatasan pada 2011 menyusul serangan milisi Kurdi di wilayahnya, memaksa para milisi mundur lebih dalam ke wilayah Irak.

Pihak berwenang Kurdi Irak juga bekerja menjaga milisi agar menjauhi perbatasan Iran, sangat membatasi serangan dalam beberapa tahun terakhir.

Tapi telah terjadi peningkatan aktivitas dalam beberapa pekan terakhir, dengan Iran melaporkan sedikitnya 17 milisi Kurdi dan empat personel tewas dalam bentrokan di barat laut bulan ini.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Palestina: Serbuan Yahudi ke Masjid Al Aqsha karena Diamnya Kaum Muslim dan Dunia Arab

Al-Aqsa_mosque_com_3438333bRAMALLAH (Jurnalislam.com) – Menteri Agama Palestina Yusuf Adeis pada hari Selasa (27/06/2016) mengecam dunia Arab dan kaum Muslim yang diam menghadapi serangan zionis yang semakin sering oleh ekstremis pemukim Yahudi ke flashpoint Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur.

“Serbuan ke Al-Aqsha oleh pemukim Yahudi selama bulan suci Ramadhan terjadi akibat keheningan dunia Arab dan kaum Muslim, bersama dengan kelambanan masyarakat internasional,” kata Adeis dalam komentar eksklusif untuk Anadolu Agency, Rabu (28/06/2016).

Dia melanjutkan untuk menggambarkan serangan pemukim zionis Yahudi baru-baru ini sebagai pelanggaran sentimen Arab dan kaum Muslim secara terang-terangan, terutama selama sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (bulan puasa), yang akan berakhir pada minggu pertama bulan Juli.

Adeis juga mengutuk kelambanan Arab dan Muslim dalam menghadapi Yahudisasi Yerusalem Timur yang sedang berlangsung dan pelanggaran yang dilakukan oleh penjajah Israel terhadap Muslim dan tempat-tempat suci Kristen di kota yang diduduki.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kementeriannya telah melakukan kontak dengan pihak berwenang Yordania (yang secara teknis bertanggung jawab untuk tempat-tempat suci Muslim dan Kristen di Yerusalem Timur) agar menghentikan pelanggaran Israel dan memungkinkan jamaah Muslim dan Nasrani melakukan kewajiban agama mereka.

thumbs_b_c_bc654241a6a11e4a26d06e08a45f27c5“Israel ingin memaksakan fait accompli di Al-Aqsha, tapi kami menegaskan karakter eksklusif Muslim situs tersebut,” kata Adeis.

“Adalah hak kami sebagai Muslim untuk sholat di dalamnya setiap kali kita ingin,” tambahnya.

Ahad dan Senin terjadi bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsha antara jamaah Muslim dan polisi Israel setelah kelompok besar Israel memperbolehkan ekstremis pemukim zionis Yahudi untuk memasuki area, yang sering menjadi flashpoint kekerasan.

Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia yang merupakan milik kaum Muslim. Zionis Yahudi merujuk daerah tersebut sebagai Temple Mount, mengklaimnya sebagai situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Beberapa kelompok ekstremis zionis Yahudi telah menyerukan pembongkaran Masjid Al-Aqsha sehingga kuil Yahudi akan dapat dibangun menggantikannya.

Israel menjajah Yerusalem Timur pada Perang 1967 Timur Tengah. Ini kemudian dianeksasi kota pada tahun 1980, mengklaim itu sebagai ibukota negara Yahudi dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

31 Orang Tewas dan 147 Terluka dalam Serangan di Bandara Turki

faeb1f33f7374d73b6eb0c37a25cf2e6_18ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 31 orang tewas dan 147 lainnya terluka dalam serangan di Bandara Ataturk International di Istanbul, menteri kehakiman Turki mengatakan Rabu (29/06/2016), lansir Anadolu Agency.

Bekir Bozdag mengatakan penyerang melepaskan tembakan menggunakan senapan serbu AK-47 di terminal internasional sebelum meledakkan bom martir.

Temuan awal menunjuk sebuah kelompok militan yang bertanggung jawab – informasi yang katanya memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Gubernur Vasip Sahin mengatakan para penegak hukum sedang mengevaluasi kemungkinan keterlibatan tiga pembom martir yang meledakkan diri di pintu masuk ke terminal internasional di bandara setelah polisi menembaki mereka.

“Arus penumpang masuk dan keluar akan kembali normal dengan cepat dan penerbangan terjadwal akan dimulai sesegera mungkin,” kata gubernur.

Secara terpisah, Presiden Recep Tayyip Erdogan membahas serangan tersebut dengan Perdana Menteri Binali Yildirim dan Hulusi Akar, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki, di Istana Presiden, menurut sumber-sumber presiden.

Polisi dan tim medis telah berada di tempat kejadian dan akses menuju dan meninggalkan bandara telah diblokir.

Yildirim diberi penjelasan oleh Menteri Dalam Negeri Efkan Ala dan Sahin dan telah memerintahkan pembentukan tim darurat krisis.

Huseyin Tombul, yang menyaksikan serangan itu, mengatakan ledakan terjadi saat dia sedang menunggu di terminal kedatangan Gerbang A.

Dia mengatakan setelah ledakan mereka berlindung di garasi. “Ledakan kedua terjadi di Gerbang B. Empat teman saya kehilangan nyawa mereka. Ada banyak korban terluka,” tambahnya.

Sementara itu, Yildirim tiba di bandara untuk memberi penjelasan singkat pada media mengenai perkembangan terbaru.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam