Berita Terkini

Menlu AS: Myanmar, Pelanggar Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Myanmar adalah salah pelanggar perdagangan manusia terburuk di dunia, menurut laporan Departemen Luar Negeri AS yang dirilis Kamis (30/06/2016), lansir Anadolu Agency.

Sebuah laporan tahunan Trafficking Persons in Report yang memeriksa upaya 188 negara untuk melawan industri perbudakan modern senilai $ 150.000.000.000 dirilis oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry.

Kerry mengatakan sangat menakjubkan dan keterlaluan bahwa bahkan pada hari ini besarnya tantangan perdagangan manusia tersebut tidaklah berlebihan dan mengklaim terdapat lebih dari 20 juta korban pada waktu tertentu.

Kerry memuji laporan dengan mengatakan bahwa laporan itu adalah analisis rinci dari tantangan terhadap isu trafficking dan juga sebuah peta jalan tentang bagaimana mengatasi tantangan ini.

Salah satu fokus laporan adalah penurunan peringkat Myanmar ke tingkat 3 dari watch list – yang merupakan peringkat terburuk dari laporan peta dunia tiga tingkat. Sejak 2011, Myanmar terdaftar dalam posisi ke-2 dalam laporan tahunan.

Para pejabat militer dan sipil di Myanmar memaksa warga sipil, termasuk anak-anak, untuk bekerja, menurut laporan yang mengatakan tentara rekrutaan dan broker sipil merekrut anak-anak ke dalam angkatan bersenjata negara.

Kerja paksa bukan satu-satunya masalah yang menyebabkan Myanmar berada dalam daftar.

Penolakan negara atas status hukum untuk Muslim Rohingya juga meningkatkan kerentanan Rohingya dalam hal perdagangan manusia, menurut laporan tersebut.

Rohingya dijelaskan oleh PBB sebagai kelompok Muslim minoritas di Myanmar yang paling teraniaya di dunia.

Kelompok Muslim tersebut telah menjadi target kekerasan komunal di Myanmar dan puluhan ribu telah meninggalkan negara tersebut.

Sejak 2012, kekerasan komunal antara etnis Buddha dan kaum Muslim di negara bagian Rakhine telah menewaskan sekitar ratusan kaum Muslim dan puluhan orang Buddha sementara sekitar 100.000 orang telah mengungsi di kamp-kamp dan lebih dari 2.500 rumah dibakar – yang sebagian besar milik Muslim Rohingya.

Mei lalu, Kerry menekan Menteri Luar Negeri Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk menjaga Muslim Rohingya.

Seiring dengan Myanmar, Uzbekistan, Djibouti, Haiti, Papua New Guinea, Sudan, Suriname dan Turkmenistan juga masuk dalam daftar. Saat ini, 27 negara terdaftar di posisi 3.

 

 

Irak: 260 Kendaraan Tempur IS Dihancurkan saat Keluar dari Fallujah


Iraq-F-16-655x360IRAK (Jurnalislam.com)
– Serangan udara pada pasukan Islamic State(IS) yang melarikan diri setelah kekalahannya di Fallujah telah menghancurkan lebih dari 260 kendaraan tempur IS dan membunuh sedikitnya 150 pasukan, kata petugas Irak, lansir Al Arabiya News Channel, Kamis (30/06/2016).

Serangan dimulai pada hari Selasa (28/06/2016) saat ratusan kendaraan yang membawa senjata dan amunisi berusaha meninggalkan posisi terakhir mereka di sebelah barat kota itu, kata Komando Operasi Gabungan (the Joint Operations Command -JOC).

“Pasukan kami di penerbangan militer menghancurkan lebih dari 200 kendaraan,” kata juru bicara JOC Yahya Rasool.

Dia mengatakan pasukannya juga telah menyita sejumlah besar senjata dan amunisi.

Rasool mengatakan sedikitnya 150 pasukan IS terbunuh dalam serangan, meskipun tidak jelas bagaimana menghitung dan mengidentifikasi orang yang tewas.

islamic-state-of-iraq-and-the-levant-isilDia merujuk pada seri pertama serangan terhadap konvoi besar-besaran beberapa ratus kendaraan menuju selatan dari Fallujah ke arah padang gurun, tampaknya menuju daerah yang masih dikuasai IS dekat perbatasan dengan Suriah.

Sedikitnya 60 kendaraan IS hancur oleh serangan udara yang dilakukan oleh pesawat koalisi yang dipimpin Irak dan AS terhadap konvoi yang sedang bergerak menuju barat laut Fallujah, kepala Komando Operasi Anbar, Ismail Mahalawi, mengatakan.

Ia tidak bisa memberikan perkiraan jumlah pasukan IS yang tewas dalam serangan.

Pasukan Irak telah merebut kembali kontrol penuh Fallujah, lambang benteng IS yang terletak hanya 50 kilometer (30 mil) sebelah barat Baghdad, setelah operasi besar yang diluncurkan sejak bulan Mei.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Puluhan Tentara Rekrutan Afghanistan Tewas dalam Serangan Taliban di Kabul

afghan_police_recruitKABUL (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah akademi militer di dekat ibukota, Kabul, yang menewaskan puluhan rekrutan.

Sedikitnya 27 tentara rekrutan tewas dan 40 lainnya terluka dalam ledakan martir, seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada kantor berita Reuters, Kamis (30/06/2016).

Mousa Rahmati, gubernur distrik Paghman, mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan hari Kamis terjadi sekitar 20km sebelah barat Kabul.

Dia mengatakan para trainee sedang menuju ke ibukota dari pusat pelatihan di provinsi Wardak.

Taliban mengatakan mereka berada di belakang serangan dalam email yang dikirim ke The Associated Press melalui juru bicara Zabihullah Mujahid.

Mantan anggota parlemen Afghanistan Daoud Sultanzoy mengatakan jumlah korban tewas dalam serangan Taliban yang sangat terkoordinasi dan direncanakan dengan baik tersebut diperkirakan bertambah.

“Penyerang (Taliban) memiliki informasi yang cukup untuk melakukan serangan ini secara terencana,” katanya kepada Al Jazeera.

Serangan itu adalah serangan besar terakhir yang dilakukan oleh Taliban dan terjadi hanya sembilan hari setelah 14 pasukan Nepal tewas dalam serangan bom martir di minibus mereka, juga di kota.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Warga Rusia Diidentifikasi sebagai Pembom Bandara Turki, Ini Kronologinya

resized-48904-a1e5595bresized-3e2df9a1d12abmansetcTURKI (Jurnalislam.com) – Polisi Turki telah mengidentifikasi salah satu penyerang dalam pemboman di Bandara Internasional Istanbul Ataturk yang menewaskan sedikitnya 41 orang pada Selasa malam, World Bulletin melaporkan Kamis (30/06/2016).

Osman Vadinov, warga Rusia, adalah orang pertama yang meledakkan dirinya setelah menembakkan senjata Kalashnikov di pintu masuk bandara.

Polisi mengatakan ada delapan pelaku yang terlibat dalam serangan bandara. Tiga dari mereka tewas di tempat, satu ditahan dan empat orang lainnya sedang dicari. Para penyerang yang tewas adalah warga negara Dagestan, Kirghiztan dan Uzbekistan.

Ahmet Chatayev, seorang Chechen, diduga menjadi perencana serangan. Dia bergabung dengan kelompok Islamic State (IS) pada tahun 2015, menurut keterangan.

Menurut laporan intelijen pelaku mempersiapkan serangan di sebuah rumah sewa di Horhor Street kawasan Aksaray kabupaten Fatih.

Tiga penyerang memasuki Turki pada 25 Mei dan menyewa sebuah apartemen di jalan dekat pusat perbelanjaan Historia.

Dari rekaman kamera pengintai polisi menemukan bahwa penyerang menaiki taksi dari pusat perbelanjaan untuk mencapai bandara pada hari serangan itu.

Seorang penyerang dengan mantel hitam menarik perhatian seorang perwira polisi, yang memintanya untuk menunjukkan kartu identitas. Penyerang tersebut menembaki polisi Ahmet Berker. Polisi kemudian menembak balik para penyerang, sementara salah satu dari mereka meledakkan dirinya dan rekannya yang lain mulai menembak dengan Kalashnikov.

Polisi menemukan dua Kalashnikov, dua senjata dan bom rakit di tempat kejadian.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Zakat Dikaitkan dengan Terorisme, ISAC: Pernyataan Anggota DPR Tendensius

Endro Sudarsono, Sekjen The Islamic and Action Center (ISAC)
Endro Sudarsono, Sekjen The Islamic and Action Center (ISAC)

SOLO (Jurnalislam.com) – Menanggapi pernyataan Siti Masrifah anggota Komisi IX DPR tentang pelarangan penyaluran zakat kepada keluarga teroris, Sekjen The Islamic and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono menilai pernyataan tersebut sangat tendensius.

Ditemui di rumahnya di Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo, Endro mengatakan bahwa hal tersebut sudah mengarah dan menyudutkan pada proyek amal ibadah umat Islam.

“Menurut saya pernyataan ini sudah tendensius dan tidak obyektif. Bahkan mengarah pada satu proyek yang menyudutkan kelompok umat Islam. Jadi zakat serahkan saja pada amil zakat, baik itu dari pemerintah ataupun lembaga lain. Yang penting kepercayaan muzaki orang yang mau berzakat, mau menyerahkan BAZIZ, ZIS, atau amil zakat masjid terserah,” kata Edro kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Endro menambahkan bahwa penerima zakat sudah jelas dalam aturan Islam, apapun latar belakangnya asal memenuhi delapan golongan menjadi berhak menerima zakat.

“Siapapun itu, asal memenuhi kriteria 8 golongan maka mereka berhak. Jadi menurut saya, satu ini jelas tendensius, kedua sedikit banyak terpengaruh pada isu terorisme yang ada Indonesia. Dimana obyek dari isu ini adalah umat Islam, dan itu justru memperburuk umat Islam sendiri,” tegasnya.

Untuk itu Endro menghimbau sebagai umat Islam apalagi Anggota DPR yang beragama Islam jangan mudah berkomentar yang menyudutkan umat Islam. Hal itu justru memperburuk citra dirinya sebagai Anggota Dewan.

“Biarlah yang menerima zakat itu menerima apa adanya dan serahkan urusannya pada amil zakat. Anggota Dewan cukup beri statement bahwa zakat bagi yang berhak, atau statement zakat tidak dikorupsi, gitu sudah cukup,” tandasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Antara Keluarga Teroris, Keluarga Koruptor dan Keturunan PKI

Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH
Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua PUSHAMI, Muhammad Hariadi Nasuton SH MH, menegaskan bahwa pihak keluarga yang tak terlibat dalam tindakan terorisme, jangan diberi stigma negatif sebagai keluarga teroris.

Hal itu disampaikan, menyikapi Anggota Komisi IX DPR, dari Fraksi PKB Siti Masrifah, yang melarang umat Islam untuk memberikan zakat kepada keluarga teroris.

Baca ini: Larang Zakat untuk Keluarga Teroris, PUSHAMI: Anggota DPR Jangan Buruk Sangka!

Pria yang karib disapa Ombat itu menilai hal tersebut sangat berlebihan. Apalagi sampai tidak dipenuhi hak-hak mereka, salah satunya adalah hak menerima zakat, sebagaimana diatur dalam Islam.

Pasalnya, di Indonesia yang menjunjung tinggi supremasi hukum, menganut asas praduga tak bersalah. Sehingga, tidak bisa istri atau anak terduga teroris terkena dosa hukum turunan, sehingga otomatis dikaitkan dengan terorisme.

“Terus kalau mereka yang suaminya atau bapaknya dituduh teroris atau kemudian ditembak mati, apakah anak istrinya juga otomatis teroris? Apalagi ada yang suaminya baru terduga teroris, langsung dibunuh,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Perlakuan tersebut sangat bertolak belakang dengan perlakuan terhadap pelaku kejahatan lainnya seperti korupsi. Padahal bisa jadi koruptor itu memberikan makan keluarganya lewat harta haram yang dikorupsi, tetapi tak pernah ada istilah keluarga koruptor dan diskriminasi terhadap mereka.

Demikian pula dengan para keturunan PKI, kini mereka malah bebas menduduki kursi jabatan di DPR RI. Bahkan, belum lama ini mereka mendesak adanya rehabilitasi lewat Simposium 1965 yang difasilitasi oleh pemerintah.

“Sekarang kalau mau diberlakukan seperti itu, koruptor juga bisa diperlakukan sama, anak istri keluarga koruptor misalnya. Termasuk juga, yang orang tuanya PKI, anak cucunya sekarang bisa diperlakukan begitu, terusin aja!” tegasnya.

Menurut Ombat, siapa pun harus berlaku adil, apalagi seorang Anggota DPR RI. “Jangan sampai kita berbuat zalim, dengan menghalangi zakat kepada yang berhak,” tuturnya.

Ombat merasa aneh, di satu sisi negara tidak hadir dalam menyantuni keluarga para terduga teroris, namun di sisi lain, bila ada lembaga sosial yang ingin membantu justru disalahkan.

“Fakir miskin dan orang-orang terlantar itu dipelihara oleh negara, ini yang merupakan Undang Undang Dasar kok kenapa tidak dipakai? Mana, apakah mereka saat dipelihara oleh negara?” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta kepada umat Islam harus cerdas melihat situasi dan kondisi. Ia juga mendesak kepada Anggota DPRI RI sebagai wakil rakyat tak asal bicara sehinga menyakiti rakyat.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Larang Zakat untuk Keluarga Teroris, PUSHAMI: Anggota DPR Jangan Buruk Sangka!

Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH
Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH, menentang pernyataan Anggota DPR RI, Siti Masrifah yang melarang pemberian zakat kepada keluarga yang dituduh teroris.

Muhammad Hariadi menyatakan zakat itu diberikan kepada siapa pun mereka yang tidak mampu atau termasuk dalam delapan golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq), terlepas apa pun latar belakangnya.

“Itu artinya dia tidak mengerti hakikat zakat. Zakat itu kan diberikan kepada orang yang tidak mampu, siapa pun mereka,” kata pria yang akrab dipanggil Ombat ini, kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Ombat juga menyampaikan seharusnya sebagai Anggota DPR RI jangan bersikap buruk sangka. Sebab hukum di Indonesia menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Dimana dalam Penjelasan Umum KUHAP butir ke 3 huruf c disebutkan:

“Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap.”

Apalagi, secara global tidak ada kesepakatan definisi baku terorisme itu sendiri. Di sisi lain stigma teroris dimunculkan untuk memojokkan umat Islam.

Baca juga: Anggota DPR Larang Zakat untuk Keluarga Teroris, Ini Tanggapan Komnas HAM

Sementara itu, ada di antara mereka yang suaminya baru diduga teroris lalu menjadi korban pembunuhan Densus 88 seperti kasus Siyono. Tak ada lagi kepala keluarga yang mencari nafkah, padahal mereka masih memiliki tanggungan anak-anak yatim.

“Kalau seandainya keluarga yang suami atau orang tuanya dituduh teroris itu adalah orang yang berhak menerima zakat (mustahiq), lalu dihalangi, nanti gimana? Itu kan namanya mencegah penyaluran zakat kepada yang berhak,” ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR, dari Fraksi PKB Siti Masrifah, melarang kaum Muslimin untuk memberikan zakat kepada keluarga teroris.

“Kita tak perlu menyalurkan zakat ke pihak yang diragukan seperti keluarga teroris yang dianggap syuhada,” kata Masrifah, di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (28/6/2016).

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Anggota DPR Larang Zakat untuk Keluarga Teroris, Ini Tanggapan Komnas HAM

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution, S.Ag, MA.
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution, S.Ag, MA.

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan anggota Komisi IX DPR Fraksi PKB, Siti Masrifah yang melarang umat Islam untuk memberikan zakat kepada keluarga ‘teroris’ ditentang sejumlah pihak. Salah satunya Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution, S.Ag, MA.

Maneger menegaskan bahwa persoalan zakat itu sudah ada syarat dan ketentuannya dalam Islam. Menurutnya, dalam perspektif HAM tidak ada aturan yang melarang keluarga terduga atau terpidana teroris untuk mendapatkan santunan, termasuk zakat.

“Kecuali kalau ada orang yang diputus oleh pengadilan tidak boleh menerima sesuatu, maka secara hukum itu tidak boleh,” kata Maneger Nasution kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Ia menambahkan, keluarga yang tidak terlibat tidak bisa menanggung akibat dari orang lain yang melakukan tindakan terorisme. Sehingga mereka tidak boleh diberi stigma keluarga teroris, apalagi sampai hak-hak mereka dikebiri.

“Yang ada itu siapa melakukan apa, jadi tidak bisa orang yang tidak berbuat menanggung akibat yang dilakukan oleh orang lain. Kecuali satu keluarga itu ikut serta melakukan kejahatan yang sama,” ungkapnya.

Maneger juga meminta agar negara hadir untuk membantu mereka. Hal itu sebagaimana amanat konstitusi, Undang Undang Dasar 1945 dalam pasal 34 ayat (1), yang menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.

Seperti diketahui, sebagaimana diberitakan Antara pada Selasa (28/6/2016), Siti Masrifah melarang umat Islam menyalurkan zakat kepada keluarga ‘teroris’.

“Kita tak perlu menyalurkan zakat ke pihak yang diragukan seperti keluarga teroris yang dianggap syuhada,” kata Masrifah, di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (28/6/2016).

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Jaysh al Fateh Gempur Posisi Rezim Suriah Assad di Latakia

100 Al-Nusra Militants Enter Syrian-Turkish Border: Russian Defense Ministry

LATAKIA (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi jihad Suriah yang dipimpin koalisi Jaysh al Fateh (Army of Conquest) dan sekutunya melancarkan serangan baru pada posisi rezim Nushairiyah Assad di provinsi pesisir Latakia dalam Serangan 27 Juni, bernama “Battle of Yarmouk“, lansir The Long War Journal, Rabu (28/06/2016).

Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham, dua konstituen Jaysh al Fateh yang paling penting, memimpin dalam pertempuran. Jabhah Nusrah adalah cabang resmi al Qaeda di Suriah. Ahrar al Sham adalah seperti Taliban kedua dan memiliki koneksi sendiri dengan Al Qaeda.

Faksi jihad lain al Qaeda, Partai Islam Turkistan (the Turkistan Islamic Party-TIP), telah merilis gambar-gambar pertempuran di situs media sosial. Kelompok anggota Jaysh al Fateh lainnya, seperti Ajnad al Sham dan Faylaq al Sham, juga merilis gambar-gambar tersebut.

Divisi Pantai 1, Divisi Pantai 2, Jaysh al Izzah, Jaysh al Tahrir dan Jaysh al Nasr adalah kelompok afiliasi FSA yang terlibat pertempuran bersama koalisi Jaysh al Fateh.
jaish-al-izzah-tow-usBeberapa kelompok ini telah dipersenjatai dengan rudal TOW buatan Amerika. Sebuah video yang diposting di YouTube konon menunjukkan Divisi Pantai 1 menargetkan pasukan rezim Syiah Suriah dengan rudal TOW dekat kota Kinsabba. Dalam video lain, anggota Jaysh al Izzah menembakkan TOW ke sebuah target yang tampaknya adalah sebuah tank.

Banyak pertempuran berpusat di beberapa area strategis yang penting di Latakia seperti Gunung Turkmen dan Gunung Akrad, yang keduanya telah mengalami berbagai pertempuran sejak awal perang Suriah. Serangan udara Rusia juga berulang kali menargetkan mujahidin di daerah tersebut.

Para mujahidin dan pejuang lainnya mengabarkan kemenangan selama pertempuran awal, dan melaporkan telah merebut beberapa desa.

Pertempuran di Latakia adalah bukti lebih lanjut bahwa kelompok-kelompok jihad, seperti pasukan resmi Al Qaeda, bercampur dengan organisasi lain dalam perjuangan anti rezim Syiah Assad.

Koalisi Jaysh al Fateh telah berjuang di beberapa daerah Suriah, Jabhah Nusrah dan Ahrar selalu menjadi pihak terkemuka. Mitra koalisi selalu berubah dari satu pertempuran ke pertempuran lain.

Serangan yang dipimpin Jaysh al Fateh di Latakia tersebut adalah serangan kedua yang diluncurkan oleh gabungan faksi faksi jihad bulan ini. Jaysh al Fateh mengusai beberapa desa di bagian selatan provinsi Aleppo dalam tiga minggu pertama Juni.

16-06-27-Jaish-al-Tahrir-map-of-area-in-Latakia-768x434 16-06-27-Jaysh-al-Izzah-map-of-are-in-Latakia 16-06-27-Map-of-areas-near-Jabal-Turkman 16-06-28-Ahrar-al-sham-map-of-areas-in-Latakia-768x434 16-06-28-Ajnad-al-Sham-member-explains-battle-plan-for-Latakia 16-06-28-Sham-Legion-map-of-areas-22liberated22-in-Latakia-768x534

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Lebih 10.000 Dokumen Penting IS Ditemukan Pentagon di Manbij

Rebel fighters from 'Mujahideen Horan brigade' carry their weapons as they take part in military training in the western rural area of Deraa Governorate, Syria June 19, 2016. REUTERS/Alaa Al-Faqir TPX IMAGES OF THE DAY - RTX2H0C9

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Arab Kurdi yang didukung militer AS telah menemukan ribuan dokumen, ponsel dan perangkat digital lainnya dari kelompok Islamic State (IS), kata seorang pejabat Pentagon, lansir Al Arabiya News Channel, Rabu (29/06/2016).

Penemuan tersebut terjadi saat pasukan Arab Kurdi dan Suriah Hones melakukan serangan di kota utara Manbij, sebuah jalur penting antara perbatasan Turki dan Raqa, ibukota de facto IS.

Kolonel Chris Garver, juru bicara serangan yang dipimpin AS, mengatakan bahwa pasukan Arab Suriah sedang mendirikan pijakan di tepi selatan dan barat Manbij, dan telah menutup pintu masuk terowongan yang kompleks menuju kelompok IS.

“Mereka juga menyita lebih dari 10.000 dokumen dari tepi terluar, termasuk buku, poster propaganda, ponsel, laptop, peta dan perangkat penyimpanan digital,” kata Garver kepada wartawan.

“Eksploitasi informasi ini sedang berlangsung untuk lebih memahami jaringan dan teknik IS, termasuk sistem untuk mengelola aliran pasukan asing ke Suriah dan Irak,” tambahnya.

Pejabat Pentagon menyoroti tingginya nilai informasi tersebut, yang mengarah ke target baru dan membantu mereka memahami jaringan IS.

Secara terpisah, di sudut tenggara Suriah, sebuah kelompok oposisi bentukan AS yang disebut Tentara Suriah Baru (the New Syrian Army) pada hari Rabu bertempur untuk menguasai wilayah dekat perbatasan al-Bukamal dengan Irak.

Tujuan mereka adalah untuk memotong jalur pasokan pasukan IS di lembah Efrat antara Suriah dan Irak.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights) mengatakan mereka telah merebut pangkalan udara kecil Al-Hamdan di dekatnya, tetapi IS merebut kembali Rabu sore dan mereka terpaksa mundur.

Garver tidak memberikan rincian tambahan mengenai pertempuran yang sedang berlangsung tetapi menekankan nilai perbatasan itu.

“Pertempuran itu penting karena akan membantu memperlambat aliran pejuang asing … dari Irak ke Suriah dan sebaliknya,” katanya.

Pentagon mengklaim jumlah pejuang asing yang masuk ke Irak dan Suriah telah turun dari sekitar 2.000 perbulan tahun lalu menjadi hanya 200 per bulan tahun ini.

“Kami tidak melihat pergerakan dalam jumlah besar. Ukuran pergerakan ini tentu telah dipangkas jauh,” kata Garver.

IS merebut penyeberangan al-Bukamal pada pertengahan 2014, ketika menguasai beberapa petak wilayah di kedua sisi perbatasan dan menyatakan kekhalifahan sendiri.

Garver mengatakan perhatian di Irak sekarang bergeser dari Fallujah, yang direbut pasukan Irak pekan lalu dari IS, ke benteng utama IS, Mosul.

Serangan udara koalisi menghancurkan gudang minyak IS di Mosul dan terus menyerang beberapa target di kota itu, kata Garver.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam