Berita Terkini

Serangan Udara AS Bunuh 85 Warga Sipil di Manbij, Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 85 warga sipil tewas pada Selasa dalam serangan oleh pesawat koalisi pimpinan AS di kota Manbij yang dikendalikan Islamic State (IS) di Suriah utara, menurut sumber-sumber lokal.

Serangan udara menargetkan sekelompok warga sipil yang berusaha melarikan diri dari bentrokan di desa Tukhar di Manbij, salah satu sumber mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa (19/07/2016) meminta anonimitas karena masalah keamanan.

“Seluruh keluarga telah tewas dalam serangan itu,” kata sumber itu, menambahkan bahwa serangan udara melukai sedikitnya 100 orang.

Pada bulan Juni, sebuah koalisi pejuang Kurdi dan Arab, yang didukung oleh pesawat koalisi pimpinan AS, melancarkan serangan untuk merebut Manbij dari IS.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari pergerakan Arab Spring – dengan kebrutalan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta pengungsi di seluruh negeri babak belur akibat perang, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.

 

 

Gedung Putih: Erdogan dan Obama Bahas Ekstradisi Fethullah Gulen

indexWASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas ekstradisi Fetullah Gulen dari AS dalam percakapan telepon dengan Presiden Barack Obama hari Selasa, kata Gedung Putih, Anadolu Agency melaporkan, Selasa (19/07/2016),.

“Presiden menegaskan kepada Presiden Erdogan bahwa Amerika Serikat tidak mendukung pemberontak dan tidak mendukung individu yang bersekongkol untuk menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis,” menurut juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.

Dia mengatakan,”Obama sekali lagi menegaskan komitmen Amerika Serikat yang kuat kepada pemerintahan sipil Turki yang terpilih secara demokratis dan memuji upaya rakyat Turki pekan lalu dalam membela pemerintah dan menolak kudeta.”

Materi yang berhubungan dengan ekstradisi tokoh Turki yang tinggal di pengasingan di negara bagian AS, Pennsylvania diserahkan pada otoritas AS dalam bentuk elektronik, menurut Earnest.

Departemen Kehakiman dan lembaga AS lainnya sekarang meninjau dokumen dan akan mengambil tindakan sesuai dengan perjanjian selama beberapa dekade antara kedua negara sehubungan dengan ekstradisi penjahat, kata Gedung Putih.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Syawalan, IMS Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Korban Erupsi Sinabung dan Longsor Purworejo

Syawalan, IMS Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Korban Erupsi Sinabung dan Longsor Purworejo
Syawalan, IMS Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Korban Erupsi Sinabung dan Longsor Purworejo

JAKARTA (Jurnalislam.com) Momen Syawal 1437 Hijriyah digunakan tim Islamic Medical Service (IMS) memberikan layanan kesehatan gratis bagi korban Gunung Sinabung, Sumatera Utara serta tanah longsor Purworejo, Jawa Tengah.

Pelayanan kesehatan bagi korban erupsi Gunung Sinabung berlangsung pada 9-10 Juli 2016. Pada aksi sosial ini tim IMS menurunkan empat personil medis.

Hari pertama, Sabtu (9/7/2016) IMS menggelar pelayanan kesehatan di posko pengungsian di Sigarang-garang. Sebanyak 98 pengungsi mendapat penanganan medis dari IMS.

Kemudian hari kedua, Ahad (10/7/2016) layanan kesehatan dilakukan di Gedung KNPI Kabanjahe. Sebanyak 87 pengungsi mendapat layanan kesehatan IMS.

Salah satu koordinator posko pengungsi, Sidabutar (48) mengatakan, “Bantuan kepada kami sudah mulai berkurang karena musibah ini sudah terlalu lama terjadi. Layanan kesehatan yang ditempatkan adalah para bidan dengan obat-obatan yang terbatas. Kami berterima kasih kepada IMS karena sudah mau datang kemari untuk kesekian kalinya.”

Selain memberikan layanan kesehatan kepada para pengungsi, IMS juga menyampaikan amanah dari donatur berupa bantuan sembako. Saat ini, dari informasi yang diperoleh IMS di lapangan, masih ada 9.200 pengungsi yang tersebar di sembilan lokasiberbeda yang membutuhkan bantuan.

Korban Longsor Purworejo

Sementara itu, IMS juga menggelar layanan kesehatan untuk korban longsor di Purworejo pada 16-17 Juli 2016. Longsor Purworejo terjadi beberapa hari menjelang Lebaran.

Lokasi pertama layanan kesehatan IMS dilakukan di dusun Gambasan. Tercatat sebanyak 20 warga mendapatkan layanan kesehatan IMS.

Lokasi kedua di Desa Sibatur. Sebanyak 23 warga terlayani dengan baik. Kemudian layanan kesehatan dilakukan di masjid Al Furqon Desa Ngesong,Kecamatan Kaligesing. Sebanyak 23 warga datang berobat. Selain mengobati para pasien, di lokasi ini IMS menyerahkan bantuan berupa peralatan sholat untuk warga dan masjid.

Pada hari kedua di Purworejo hanya dua lokasi yang dapat dijangkau IMS yakniDesa Tlogorejo dan Desa Sidomulyo. Di Tlogorejo tercatat 45 warga yang mendapatkan layanan kesehatan. Sidomulyo sebanyak 13 warga. Sebagian besar pasien mengeluhkan hipertensi, rematik, flu, pegal-pegal, dan gatal-gatal.*

Sumber: Rilis IMS | Editor: Ally Muhammad Abduh

Penduduk Miskin di NTB Bertambah 2.150 Jiwa

pasar-murahMATARAM (Jurnalislam.com) – Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis jumlah penduduk miskin pada Maret 2016 mencapai 804.440 orang atau bertambah 2.150 orang dibanding keadaan pada September 2015 sebanyak 802.290 orang.

“Tapi jika dibandingkan dengan Maret 2015, jumlah penduduk miskin di NTB berkurang 19.450 orang,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Sunarno, di Mataram, Senin (18/7/2016) sebagaimana dilansir antara.

Menurut dia, bertambahnya penduduk miskin pada Maret 2016, disebabkan kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sehingga memicu inflasi yang cukup tinggi.

Selama periode September-Maret 2016, penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sekitar 794 orang, berbeda dengan di daerah perdesaan berkurang sebanyak 578 orang.

Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Kondisi ini terjadi di perkotaan dan perdesaan.

Pada Maret 2016, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 73,27 persen untuk perkotaan dan 76,38 persen untuk daerah perdesaan.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan adalah beras sebesar 27,85 persen di perkotaan dan 33,93 persen di perdesaan.

“Beras, telur ayam ras, mi instan dan bawang merah memberi pengaruh besar terhadap kemiskinan di NTB pada Maret 2016,” ujarnya.

Pada periode September 2015-Maret 2016, kata dia, indeks kedalaman kemiskinan (P1), mengalami peningkatan dari 2,725 pada September 2015, menjadi 3,002 pada Maret 2016.

Hal itu mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menjauhi garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk sedikit bertambah.

Begitu juga indeks keparahan kemiskinan (P2) mengalami peningkatan dari 0,726 pada September 2015, menjadi 0,774 pada Maret 2016.

“Dengan meningkatnya P2, berarti kesenjangan di antara penduduk miskin semakin bertambah,” kata Sunarno.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Pemkot Bima Gelar Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme

Walikota Bima H Quraish H. Abidin

Bima (Jurnalislam.com) –Pemerintah Kota Bima menggelar acara Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme di Lapangan Merdeka (Serasuba) Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Selasa (19/7/2016).

Walikota Bima H Quraish H. Abidin mengatakan, acara tersebut digelar untuk menekan angka tindakan radikalisme dan terorisme di wilayah Kota Bima.

”Masyarakat pada hari ini sudah ikut terprovokasi dengan isu setiap kali ada tindakan radikalisme apalagi terorisme, sehingga nama Bima selalu disebut setiap ada kejadian-kejadian seperti itu. Apalagi Bima hari ini dianggap sebagai daerah zona merah, ini adalah merupakan sebuah legalitas yang cukup mencengangkan, kasihan anak cucu kita nanti,” jelasnya kepada wartawan.

Oleh sebab itu, Quraish mengajak seluruh elemen masyarakat Bima untuk bersatu melawan aksi radikalisme dan terorisme yang dinilainya tidak akan menguntungkan siapapun malah justru akan merugikan orang lain.

“Mari kita jalin silaturrahim, kita jalankan agama kita masing-masing sesuai dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ajaran yang benar karena negara kita adalah negara yang menghormati perbedaan,” ujarnya.

Deklarasi tersebut berisi tiga poin, diantaranya: Pemerintah Kota Bima menyatakan menolak adanya paham radikalisme dan terorisme, melawan dan memerangi segala paham dan aksi radika;lisme dan terorisme, serta siap berperan serta aktif dalam pencegahan segala paham radikalisme dan terorisme.

Pengumpulan tanda tangan dukungan atas Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme

Selain deklarasi, panitia juga menggelar aksi pengumpulan tanda tangan sebagai bukti dukungan atas deklarasi tersebut. Ratusan tanda tangan tertoreh diatas kain putih berukuran 5 meter.

“Ini adalah merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kota Bima dengan sukses digelarnya acara deklarasi ini. Yang terpenting pada hari ini adalah mari kita bangkit untuk melawan setiap tindakan radikalisme dan terorisme,” tegas Quraish.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

Inilah 5 Poin Kesepakatan MTJB-GMJ Tentang Calon Gubernur Muslim Jakarta

Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ)
Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ) pagi ini, Selasa (19/7/2016) merilis Pernyataan Bersama terkait Calon Gubernur Muslim bagi Jakarta.

Salah satu poin pernyataannya, MTJB-GMJ bersepakat untuk menggalang partisipasi penuh umat Islam dalam suksesi DKI dengan kandidat pasangan calon dari kalangan umat Islam.

Berikut isi Pernyataan Bersama MTJB-GMJ selengkapnya:

PERNYATAAN BERSMA

Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ)

tentang Calon Gubernur Muslim bagi Jakarta

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim

Memahami bahwa hak konstitusi umat Islam sangat strategis menentukan arah ideologi berbangsa dan bernegara

Menyadari betapa pentingnya kepemimpinan umat Islam di Jakarta sebagai perintah agama dan dalam rangka mencegah munculnya mudharat yang merusak kehidupan umat Islam khususnya di DKI Jakarta, kami para penanggung jawab dalam Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ) menyatakan:

  1. Sepakat untuk menggalang partisipasi penuh Umat Islam dalam kontestasi suksesi DKI dengan kandidat pasangan calon dari kalangan umat Islam yang akan maju sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
  2. Sepakat untuk mengajak berbagai elemen tokoh/lembaga umat Islam yang ada di Jakarta untuk berjuang bersama dalam mengikhtiarkan terwujudnya poin satu di atas.
  3. Sepakat untuk meningkatkan komunikasi politik dengan para pimpinan partai politik yang ada dalam mewujudkan poin satu di atas.
  4. Sepakat untuk mengajak seluruh umat Islam untuk memenangkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Muslim pilihan para ulama dan tokoh umat agar menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta definitive periode 2017-2022 dalam rangka menuju Jakarta yang berkah, bersih, dan beradab.
  5. Sepakat untuk menggalang ukhuwah Islamiyyah dan tetap menjaga agar suasana kehidupan Jakarta tetap kondusif sekalipun bila terjadi perbedaan-perbedaan dalam mengambil sikap, ijtihad, dan pilihan politik dalam koridor syar’iy.

Semoga lima poin kesepakatan di atas menjadi langkah bersama seluruh komponen umat di Jakarta. Semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada kita semua dalam mewujudkan langkah-langkah mulia tersebut. Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariiq!

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, 14 Syawwal 1437H/ 19 Juli 2016

Majelis Pelayan Jakarta (MPJ)

  • Didin Hafidhuddin
  • Luthfi Fathullah
  • Bachtiar Nasir
  • Zaitun Rasmin

Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah-Untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ)

  • Al Habib Muhammad Rizieq Syihab
  • Abdul Rasyid AS
  • Maulana Kamal Yusuf
  • Mahfudz Asirun
  • Ahmad Cholil Ridwan
  • Fachrurrozy Ishaq
  • Al Habib Zain bin Sumaith
  • Luthfi Hakim
  • Nurdiati Akma

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh

Meninggalnya Santoso Narasi Baru Perang Melawan Terorisme?

Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)
Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Meninggalnya pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah bisa melahirkan babak baru perang melawan terorisme. Hal tersebut diungkapkan pengamat terorisme, Harist Abu Ulya.

Menurutnya, meskipun banyak pihak yang berharap tidak ada lagi Santoso-Santoso baru. Akan tetapi karena visi politik kelompok tertentu, Santoso Baru dapat diciptakan kembali dengan narasi yang baru. Tujuannya tiada lain untuk melanggengkan proyek perang melawan terorisme.

“Banyak pihak berharap tidak ada lagi “Santoso-Santoso” baru. Baik karena pilihan pribadi dengan latar belakang dendam atau kreasi dari kelompok tertentu karena visi politiknya kedepan atau karena kesengajaan pihak tertentu membranding “Santoso baru” dengan narasi yang berlebihan agar drama war on terrorism terus berjalan kontinyu,” terangnya kepada Jurnalislam, Selasa (19/7/2016).

Harits melihat, kasus terorisme di Poso masih dilihat kebanyakan orang dengan menggunakan mindset justifikasi. Hal tersebut menurutnya hanya akan mendorong untuk berbicara soal penindakan dan mengabaikan akar permasalahan dari lahirnya fenomena terorisme secara menyeluruh.

“Oleh karena itu tantangan ke depan adalah bagaimana mengkonstruksi sikap yang proporsional dengan “disengagement of violence” (menjauhkan seseorang dari aksi-aksi kekerasan) itu lebih utama dibanding bicara “enforcement” (penindakan). Karena fenomena terorisme di Indonesia mengalami transformasi sedemikian rupa,” paparnya.

Founder The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu berharap operasi Tinombala segera dihentikan jika target utama Santoso perlawananya bisa disudahi.

“Karena rakyat Poso butuh ketenangan lahir batin, masyarakat butuh hidup normal dalam aspek perekonomian dan aspek lainnya. Yang lebih penting, masyarakat Poso tidak ingin daerahnya dilabeli basis teroris terus menerus,” pungkasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally Muhammad Abduh

Santoso Meninggal, Pengamat: MIT Bisa Saja Menyerah atau Membalas dengan Sporadis

Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic  Analyst (CIIA)
Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso dikabarkan meninggal dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Senin (18/7/2016).

Menanggapi kabat tersebut, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya mengatakan, lokasi tersebut merupakan area yang mungkin dijangkau oleh kelompok Santoso pasca kontak senjata MIT dan Satgas Tinombala sebelumnya.

“Kalau kontak tembaknya (oleh tim Alfa 29/Raider 500 TNI) di wilayah Tambarana Poso maka mungkin yang meninggal adalah sosok Santoso. Karena wilayah ini menjadi tempat yang memungkinkan dijangkau bagi kelompok Santoso paska kontak tembak terakhir sebelumnya,” katanya kepada Jurnalislam, Selasa (19/7/2016).

Akan tetapi, lanjut Harits, jika melihat kemampuan survivalnya Santoso yang lebih mengenal medan dengan baik maka kemungkinan kedua Santoso bisa saja lolos dari serangan petang kemarin.

“Jika jenazah sampai di RS Palu nanti tinggal istri Santoso (Suwarni/ummu wardah) diminta untuk melihat sebagai konfirmasi kepastian atau melalui tes DNA,” lanjutnya.

Lebih lanjut Harits menjelaskan, Santoso merupakan simbol sekaligus simpul perlawanan kelompok MIT. Maka jika Santoso meninggal akan berpengaruh signifikan pada eksistensi kelompok sipil bersenjata tersebut.

“Sisa-sisa kelompok Santoso sangat mungkin terdiaspora; memudar menyerahkan diri atau melakukan aksi nekat balasan secara sporadis,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia mempunyai tiga tempat yang menjadi basis gerilyawan bersenjata, yaitu Sulawesi, Aceh dan papua. Ketika sosok Santoso tidak ada lagi maka otomatis Poso-Sulawesi menjadi pilihan kelompok tertentu sebagai basis perlawanan akan memudar.

“Sementara saat ini untuk Aceh sudah gagal dijadikan basis. Tinggal Papua menjadi tempat berlindung kelompok teroris OPM yang masih eksis,” tandasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally Muhammad Abduh

Erdogan Bantah Keras Tuduhan Rencanakan Kudeta

thumbs_b_c_78faad3288f0577aa50db4f1d839f2beANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan, menolak keras tuduhan bahwa ia yang merencanakan upaya kudeta baru-baru ini, Anadolu Agency melaporkan Senin (18/07/2016).

“Sayangnya, itu hanya informasi yang salah. Bagaimana Anda dapat merencanakan hal seperti itu? Bagaimana Anda bisa membiarkan begitu banyak warga sipil kehilangan nyawa mereka? Bagaimana bisa nurani manusia memungkinkan itu? Itu sangat tidak mungkin,” kata Erdogan dalam wawancara dengan CNN internasional.

“Tayyip Erdogan bersama teman dan rekan-rekannya akan menjadi pihak pertama yang menolak ide tersebut. Kami mempertaruhkan hidup kami untuk rakyat,” tambahnya.

Erdogan mengatakan mereka yang berusaha menggulingkan pemerintahlah yang memicu ide tersebut. “Organisasi teroris Fetullah tersebut kini telah menerima pukulan terbesar yang pernah mereka terima,” katanya.

Usaha pengambilalihan diduga diselenggarakan oleh pengikut Fetullah Gulen – seorang tokoh Turki yang berbasis di pengasingan AS – yang melakukan kampanye lama untuk menggulingkan pemerintah melalui pendukungnya yang berada di Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Erdogan mengatakan ia mengangkat isu ekstradisi Gulen dengan presiden AS.

“Saya sebelumnya telah membuat permintaan ini ke (Barack) Obama, secara lisan,” kata Erdogan. “Tapi, pekan ini permintaan resmi tertulis dari kami juga akan disampaikan ke AS dan juga ke sejumlah negara-negara Barat dan negara-negara Afrika. Kami akan mengirimkan permintaan tersebut secara resmi.”

Ditanya tentang kemungkinan bahwa Washington akan menolak mengekstradisi Gulen, respon Erdogan menunjukkan bahwa sikap yang sama akan terus berlanjut selama dia adalah pemimpin Turki. “Pertama, kita harus mengirimkan permintaan resmi kami. Kami akan meminta ekstradisi. Jika tidak ada respon positif terhadap permintaan resmi tersebut, saya tidak akan membiarkan itu,” katanya.

“Bahkan jika dia (Gulen) adalah warga AS, AS tidak harus menjaga teroris seperti itu,” kata Erdogan.

Pada unjuk rasa pro-pemerintah di Turki akhir pekan ini menyusul kudeta yang gagal, tuntutan dibuat untuk pemulihan hukuman mati bagi komplotan kudeta yang tindakannya menyebabkan hilangnya 208 nyawa dan melukai hampir 1.500 orang lain.

“Masalah ini sekarang dapat dimasukkan dalam agenda parlemen dan dapat dibahas di sana. Kami sebelumnya menghapuskan, tapi kita selalu bisa kembali dan kembali memperkenalkannya,” kata Erdogan.

“Ada kejahatan yang jelas merupakan tindakan pengkhianatan. Permintaan Anda (rakyat Turki) tidak pernah diabaikan oleh pemerintah. Tetapi para pemimpin harus duduk bersama dan mendiskusikannya. Jika mereka menerima untuk mendiskusikannya, kemudian sebagai presiden saya akan menyetujui keputusan apapun yang keluar dari parlemen.

Erdogan mengatakan ia bersama istri, menantu dan cucunya sedang berlibur di Marmaris, sebelah barat daya Turki ketika usaha kudeta terjadi.

“Saya diberitahu bahwa di Istanbul dan Ankara dan beberapa tempat lain ada semacam gerakan yang sedang terjadi. Kami memutuskan untuk pindah,” katanya.

“Ada juga operasi di Marmaris terhadap saya dan dua pengawal terdekat saya menjadi martir, mereka dibunuh. Jika saya terlambat 10 atau 15 menit saja di sana, aku akan terbunuh atau ditangkap.”

Sejak dia mendarat di Ataturk Airport, Istanbul, jet F-16 mulai terbang di atas pesawatnya, kata Erdogan.

Ditanya apakah pada saat itu ia berpikir bahwa ia tidak lagi sebagai presiden Turki, Erdogan mengatakan hal itu tidak pernah ia pertimbangkan. “Tidak ada ide selintas pun di pikiran saya karena saya bersama dengan rekan-rekan saya dan kami tidak pernah memperhatikannya, tidak pernah mengalami kesulitan dalam pikiran.”

Turki menghadapi kritik atas apa yang oleh beberapa pihak dianggap sebagai tindakan keras terhadap pers bebas di sana. Erdogan mengajukan pertanyaan kepada mereka yang menyuarakan klaim tersebut.

“Jika beberapa orang selalu mengatakan pers masih tidak bebas di Turki, maka saya ingin mengatakan ini. Telah ada upaya kudeta di Turki. Ada orang berpihak dengan komplotan kudeta. Ada juga media yang telah melawan kudeta,” katanya.

“Jadi, pertanyaan saya adalah bahwa terhadap media yang mendukung kudeta, akankah sistem peradilan Turki tidak mengambil langkah apapun? Tentu saja akan ada langkah yang diambil. Mengapa? Karena jika Anda bermaksud melakukan sebuah upaya, maka orang-orang yang berpihak pada upaya tersebut harus dibawa ke tempat yang tepat, mendapat perlakuan yang tepat, karena jika tidak, maka warga, orang-orang, akan tertipu oleh informasi yang keliru,” tambahnya.

“Orang-orang itu sendiri yang membawa saya ke posisi ini, jika saya tidak melakukan apa-apa mereka akan menuduh saya bertanggung jawab ketika saatnya tiba.”

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Wikileaks akan Rilis Dokumen Struktur Kekuasaan Politik Turki

4417118a899740128598014716f761cd_18TURKI (Jurnalislam.com)WikiLeaks mengatakan pihaknya berencana merilis dokumen mengenai struktur kekuasaan politik Turki, setelah gagalnya upaya kudeta akhir pekan yang menewaskan ratusan orang, ribuan luka-luka dan lebih dari 7.500 tersangka berada di tahanan.

“Bersiap untuk bertempur saat kita melepaskan lebih dari 100 ribu dokumen tentang struktur kekuasaan politik Turki,” kata WikiLeaks pada hari Senin melalui pakan resmi Twitter-nya, lansir Aljazeera, Senin (18/07/2016).

Angkatan pertama akan berisi 300 ribu email dan 500 ribu dokumen dan sebagian material ada di Turki, kata WikiLeaks.

WikiLeaks juga mengklaim bahwa pemerintah Turki akan berusaha menyensor distribusi dokumen, dan mendesak masyarakat Turki siap memotong setiap upaya pemerintah memblokir akses ke materi.

“Turki kemungkinan akan menyensor untuk mencegah mereka membaca rilis kami sejumlah lebih dari 100 ribu dokumen politik yang mengarah ke kudeta,” kata WikiLeaks di Twitter.

“Kami meminta Turki bersiap dengan melewati sistem sensor seperti TorBrowser dan uTorrent. Dan agar semua orang siap membantu mereka melewati sensor dan mendorong link kami melalui sensor yang akan muncul.”

WikiLeaks kemudian berbagi link untuk browser torrent.

18-1468841430-wikileaks-1Pengumuman itu menyebabkan kegembiraan di Turki dengan adanya ribuan pengguna Twitter berbagi tweet dari WikiLeaks. Tapi opini publik mengenai subjek tersebut terbagi.

Walaupun banyak orang merayakan pengumuman itu dan berpendapat bahwa informasi tersebut akhirnya dapat menumpahkan beberapa detail mengenai upaya kudeta, beberapa orang lain mempertanyakan waktu perilisan dokumen.

Ada yang menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut kemungkinan palsu, dan akan digunakan untuk membuat Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pemerintah AKP nya terlihat lemah atau bahkan bersalah.

Beberapa pengguna Twitter Turki juga menuduh WikiLeaks mendukung upaya kudeta. WikiLeaks menanggapi dengan menjaga netralitas dan mendukung untuk membuka akses informasi.

Warga Turki bertanya apakah WikiLeaks adalah pro atau anti-AKP. Tidak. Kami hanya berada di posisi bahwa kebenaran adalah jalan ke depan. 100 ribu lebih dokumen akan memuaskan semua pihak.

Sebuah faksi di militer Turki berusaha melakukan kudeta pada Jumat malam. Dalam adegan dramatis, tank memblokir jembatan di Istanbul, jet terlihat di langit sedikitnya di atas dua kota, dan parlemen serta markas intel diberondong dengan tembakan dari helikopter serang.

Sedikitnya 290 orang tewas dan lebih dari 1.400 lainnya terluka. Erdogan menyalahkan mantan sekutu tingkat tingginya yang berubah menjadi saingan, Fethullah Gulen, atas usaha kudeta.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan pada hari Senin bahwa lebih dari 7.500 tersangka telah ditahan sehubungan dengan upaya kudeta.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam