Berita Terkini

Apartemen Pencakar Langit Dubai Terbakar

1145872-dubaifire-1469022801-211-640x480DUBAI (Jurnalislam.com) – Api melahap blok apartemen 75 lantai di Dubai Rabu, memaksa polisi untuk mengevakuasi daerah yang mengalami serangkaian kebakaran gedung pencakar langit terbaru di negara Teluk tersebut, lansir World Bulletin rabu (20/07/2016).

Seorang wartawan melihat puing-puing jatuh terbakar dari fasad Sulafa Tower di Dubai Marina saat api menyebar sedikitnya di 15 lantai bangunan.

Pihak berwenang mengatakan petugas pemadam kebakaran telah mengevakuasi bangunan dan bekerja keras memadamkan api. Pertahanan Sipil Dubai mengatakan tidak ada korban yang dilaporkan.

Kebakaran telah melanda beberapa bangunan bertingkat tinggi di Uni Emirat Arab, yang terkenal karena gedung pencakar langitnya yang banyak memecahkan rekor.

Pada malam tahun baru kobaran besar merobek Address Downtown Hotel yang mewah, melukai 16 orang hanya beberapa jam sebelum pertunjukan kembang api spektakuler dimulai di dekatnya.

Pada November tahun lalu, api melalap tiga blok perumahan di pusat Dubai dan menyebabkan layanan pada jalur metro ditangguhkan, meskipun tidak ada yang terluka.

Pada bulan Februari, nyala api memusnahkan salah satu bangunan tertinggi emirat, juga di lingkungan Dubai Marina tersebut.

Api tersebut menghancurkan flat mewah di menara Torch dan mendorong pemerintah untuk mengevakuasi blok terdekat.

Pada tahun 2012, sebuah kebakaran besar merobohkan Menara Tamweel 34-lantai di dekat Jumeirah Lake Towers. Terungkap kemudian bahwa kebakaran disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang ke tempat sampah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Helikopter Militer Ditembak Jatuh di Benghazi Tiga Pasukan Perancis Tewas

A picture taken in the night of June 14, 2011 on the French amphibious assault helicopter carrier "Tonnerre" (BPC) off the Libyan coast, shows French Tigre helicopter pilots with bullpup-styled assault rifles, FAMAS, are seen after an air raid in Libya. The "Tonnerre" participates in the Harmattan operation, the codename for the French participation in the 2011 military intervention in Libya. AFP PHOTO JOEL SAGET / AFP PHOTO / JOEL SAGET

LIBYA (Jurnalislam.com) – Tiga tentara Prancis tewas saat melakukan operasi kontra-ekstremisme di Libya, Kementerian Pertahanan Prancis mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan Rabu, lansir World Bulletin Rabu (20/07/2016).

“Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian menyesalkan hilangnya tiga pasukan Perancis yang tewas saat bertugas di Libya,” kata pernyataan itu.

“Dia menghormati keberanian dan dedikasi para tentara yang mewakili Perancis melakukan misi berbahaya harian melawan militan,” tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan awal pekan ini oleh Radio France Internationale, juru bicara pemerintah Prancis Stephane Le Foll mengkonfirmasi kehadiran pasukan Prancis di Libya dalam konteks kegiatan kontra-ekstremisme yang sedang berlangsung.

Di media sosial, kelompok yang menamakan dirinya Brigade Pertahanan Benghazi (the Benghazi Defense Brigades) mengaku bertanggung jawab atas tewasnya tentara Perancis, mengatakan para pejuangnya telah menembak jatuh sebuah helikopter militer Perancis di barat Benghazi.

Brigade Pertahanan Benghazi dilaporkan terdiri dari mantan personil militer dan kaum revolusioner yang mengambil bagian dalam pemberontakan 2011 terhadap orang kuat lama Libya, Muammar Gaddafi.

Kelompok ini menentang Khalifa Haftar, yang pada tahun 2015 diangkat sebagai kepala militer oleh pemerintah Libya yang berbasis di Tobruk.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Erdogan Tetapkan 3 Bulan Darurat Nasional Turki

erdogan-reutersANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu mengumumkan keadaan darurat nasional tiga bulan setelah kudeta Jumat yang gagal yang menewaskan 246 orang dan melukai lebih dari 1.500 orang lainnya, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (20/07/2016).

“Keadaan darurat adalah yang paling efektif dan cepat dalam mengambil langkah yang diperlukan untuk menghilangkan ancaman pemberontak di negara kita, aturan hukum, dan hak-hak serta kebebasan warga negara kita,” kata Erdogan.

Setelah berulang kali betemu Dewan Keamanan Nasional dan mengadakan pertemuan Kabinet – yang pertama sejak kudeta – Erdogan membuat pernyataan yang mengatakan darurat negara tiga bulan dinyatakan berdasarkan Pasal 120 Konstitusi Turki.

Menurut Pasal 120, dalam situasi yang terindikasi serius akibat tindakan kekerasan meluas yang ditujukan untuk kehancuran tatanan pemerintah yang sah, keadaan darurat dapat dinyatakan dalam satu atau lebih daerah atau di seluruh negeri untuk jangka waktu tidak melebihi enam bulan.

Mengeluarkan kalimat penghiburan kepada masyarakat Turki, Erdogan mengatakan: “Jangan khawatir. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Dia mengatakan, “Angkatan bersenjata tidak akan dapat merebut kekuasaan. Malah sebaliknya, otoritas dan kehendak para pemimpin (sipil) akan semakin bertumbuh dalam proses ini.”

“Kami tidak pernah kompromi untuk demokrasi, dan kami tidak akan berkompromi,” tambahnya.

Pemerintah Turki mengatakan kudeta dilakukan oleh pengikut tokoh Turki yang berbasis di AS Fetullah Gulen, yang dituduh melakukan kampanye yang telah lama berjalan untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga negara Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, serta membentuk negara paralel.

Sedikitnya 246 orang, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil, menjadi martir selama kudeta yang gagal tersebut, dan lebih dari 1.500 lainnya luka-luka ketika mereka memprotes kudeta.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Komandan Turki Terbukti sebagai Loyalis Gulen, Inilah Pengakuannya

thumbs_b_c_542501c73681b486945eeac8667f5618ANKARA (Jurnalislam.com) – Letnan Kolonel Levent Turkkan, ajudan Kepala Staf Umum Turki Hulusi Akar, mengaku memiliki hubungan dengan Organisasi Teroris Fetullah (the Fetullah Terrorist Organization-Feto), yang ia katakan adalah pelaku utama upaya kudeta Jumat yang gagal.

Dalam kesaksiannya yang dirilis Rabu pagi, Turkkan mengatakan ia adalah anggota setia kelompok Feto sejak muda, Anadolu Agency, Rabu (20/07/2016).

“Saya anggota dari negara paralel, atau Feto. Saya telah melayani komunitas ini selama bertahun-tahun secara sukarela. Saya menuruti perintah dan instruksi dari saudara besar secara persis,” jelasnya.

Turkkan ditahan sebelumnya karena diduga memiliki link dengan upaya kudeta mematikan, yang terjadi pada Jumat malam ketika oknum-oknum militer Turki mencoba untuk menggulingkan pemerintah yang terpilih secara syah di negara itu.

Sedikitnya 240 orang, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil, tewas di Istanbul dan Ankara dan hampir 1.500 lainnya luka-luka ketika mereka memprotes kudeta.

Turkkan mengatakan bahwa ia berasal dari keluarga sederhana di distrik barat laut Bursa dan bertemu kelompok tersebut saat berada di sekolah menengah sementara ia tinggal di asrama.

“Sejak saya berusia 5 tahun, keinginan terbesar saya adalah untuk menjadi seorang perwira militer. Dan mimpi saya menjadi seorang perwira militer membuat senang keluarga saya,” katanya, menambahkan bahwa ia mengikuti ujian masuk sekolah militer pada tahun 1989.

Turkkan mengatakan ia adalah seorang mahasiswa yang pandai dan ia yakin akan lulus ujian dengan usahanya sendiri.

“Tapi malam sebelum ujian, saudara besar (big brother) memberi saya kunci jawaban dari pertanyaan ujian di sebuah rumah milik mereka di Bursa,” katanya.

Berlanjut untuk melihat saudara besar-nya selama dan setelah bertahun-tahun sekolah militer, Turkkan mengatakan bahwa ia “melayani mereka selama misi di Istanbul, Trabzon, Diyarbakir, Lefkosa, Kiziltepe dan terakhir di Ankara.”

Turkkan juga mengaku ia memata-matai Mantan Kepala Staf Necdet Ozel selama menjabat antara 2011- 2015. Turkkan awalnya menjabat sebagai wakil pembantu dan kemudian menjadi ajudan setelah Necdet Ozel pensiun.

Turkkan mengatakan bahwa dia memenuhi perintah gerakan Gulen setelah menjadi pembantu dekat di Staf Umum.

“Saya memata-matai (mantan) Kepala Staf Necdet Ozel sepanjang waktu. Aku meletakkan alat perekam di ruangannya di pagi hari dan membawanya kembali di malam hari,” kata Turkkan. “Perangkat ini memiliki kapasitas besar dan bisa melakukan penyadapan selama 10-15 jam.”

Selama interogasi oleh jaksa, Turkkan mengaku ia menerima perangkat tersebut dari orang yang mengaku bekerja di Turk Telecom, pusat telekomunikasi Turki.

“(Dia) memerintahkan saya untuk menguping Jenderal (Necdet Ozel). Dia mengatakan kepada saya ‘Kami akan memanfaatkan dia untuk tujuan informasi; tidak ada yang akan terjadi. “Saya tidak mempertanyakannya dan menerima perangkat itu,” katanya.

Turkkan katanya memiliki sedikitnya dua alat perekam dan mengembalikan perangkat saat kapasitasnya sudah penuh.

Letnan Kolonel Turkkan juga mengakui bahwa Mayor Mehmet Akkurt – yang diakui Turkkan sebagai anggota gerakan Gulen dan bekerja sama dengannya – memata-matai jenderal berpangkat tinggi, termasuk Kepala Staf Hulusi Akar.

Dia tidak menentukan waktu yang tepat ketika mereka menyadap Akar.

“Saya pikir gerakan memata-matai para jenderal untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam angkatan bersenjata,” Turkkan mengaku.

Setelah Jenderal Hulusi Akar dipromosikan sebagai Kepala Staf, Turkkan mengatakan bahwa ia berhenti melakukan penyadapan.

Selama interogasi, Turkkan juga memberikan informasi tentang bagaimana gerakan Gulen berada dalam militer Turki.

“Saya percaya 60-70 persen dari orang-orang yang telah diterima dalam angkatan bersenjata sejak 1990-an adalah orang-orang yang terhubung dengan Gulen,” katanya.

Turkkan mengatakan ia menerima informasi tentang kudeta militer pada 14 Juli sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat (1900GMT) dari Staf Kolonel Orhan Yikilkan, yang menjabat sebagai Kepala Staf penasihat.

“Yikilkan mengatakan bahwa Presiden, Perdana Menteri, Kepala Staf dan kepala Komandan akan ditangkap, yang akan dilakukan (dengan) diam-diam; (kudeta militer) akan dipentaskan pukul 03:00 pada Sabtu (16 Juli), “kata Turkkan.

Turkkan mengatakan ia mengunjungi saudaranya untuk memeriksa apakah ia menyadari militer mengambil-alih, tetapi gagal menemuinya.

Dia mengatakan kepada jaksa bahwa ia bertemu dengan anggota gerakan lain di rumah saudaranya.

“Ketika saya bertanya kepada mereka, mereka marah kepada saya ‘Bagaimana Anda tahu? Siapa yang mengatakannya? Apakah Anda memberitahu kepada orang lain? “… Mereka mengatakan kepada saya untuk tetap tenang,” kata Turkkan.

LEVENT_TURKKAN

Setelah upaya digagalkan, Turkkan mengatakan ia menyerah kepada pejabat militer yang menyerahkannya dia ke polisi.

Turkkan mengatakan ia menyesal karena ambil bagian dalam kudeta kekerasan.

“Hingga kudeta terjadi, saya pikir gerakan Gulen bertindak hanya demi Tuhan dan Gulen sendiri memiliki identitas spiritual,” kata Turkkan.

“Sampai hari ini, saya tidak pernah berpikir gerakan Gulen adalah seorang pengkhianat. Tapi sekarang, saya menyadari siapa mereka sebenarnya. Mereka (para anggota Feto) haus darah. Aku belum pernah melihat Fetullah Gulen, tapi dia sama saja,” dia berkata.

“Saya merasa menyesal tidak hanya karena ambil bagian dalam kudeta, tetapi juga menjadi anggota gerakan Fetullah Gulen,” tambahnya.

Pemerintah telah berulang kali mengatakan kudeta diselenggarakan oleh pengikut tokoh Turki yang berbasis di AS Fetullah Gulen, yang melancarkan kampanye dan telah berjalan lama untuk menggulingkan pemerintah Turki melalui pendukungnya yang tinggal di dalam negara Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, dan membentuk negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

IPM Kabupaten Tasikmalaya Deklarasikan Gerakan Baca dan Anti Nyontek

Ratusan Pelajar Mengikuti Deklarasi Gerakan Baca dan Anti Nyontek Se- Kab Tasikmalaya
Ratusan Pelajar Mengikuti Deklarasi Gerakan Baca dan Anti Nyontek Se- Kab Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya mendeklarasikan Gerakan Baca dan Anti Nyontek di kampus Muhammadiyah Cikedokan Singaparna, Rabu (20/7/2016). Acara tersebut digagas oleh Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan rangkaian kegiatan dalam pengenalan lingkungan sekolah atau FORTASI (Forum Ta’aruf dan Orientasi) istilahnya di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Deklarasi dihadiri oleh para pelajar dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Tasikmalaya diantaranya SMA Muhammadiyah Singaparna, MTs Muhammadiyah, Pondok Pesantren At-Tajdid, dan SD Muhammadiyah Singaparna yang disaksikan oleh para guru. Acara ini pula didukung oleh organisasi otonom Muhammadiyah, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya.

Di hari pertama para siswa telah diamanatkan untuk membawa buku yang akan dihibahkan untuk rumah baca pelajar. Pra-deklarasi pun mereka melakukan simulasi Reading Group yang menandakan bahwa para siswa harus menanamkan budaya membaca di sekolah, salah satu strateginya dengan membuat reading group yang diiringi dengan apresiasi seni dari siswa-siswa baru sehingga membaca tidak lagi menjadi sebuah hal yang kaku dan membosankan.

“PD IPM menggagas deklarasi ini diantaranya untuk menstimulus para pelajar supaya membumikan gerakkan iqro (baca) sebagai salah satu usaha untuk mengimplementasikan wahyu Allah yang pertama dan sebagai upaya menghindari budaya mencontek yang sudah mendarah daging di kalangan pelajar,” ungkap Ketua Umum PD IPM Kabupaten Tasikmalaya, Gigin Dzulgina.

Gigin menegaskan bahwa deklarasi bukan simbolik dan seremonial, melainkan ada agenda lanjutan yakni mengoptimalkan sarana rumah baca pelajar PD IPM Kabupaten Tasikmalaya yang didalamnya terdapat agenda-agenda variatif seperti reading group, diskusi, bedah film, resensi buku, apresiasi seni, dan perpustakaan keliling.

“Itu kami lakukan sebagai bentuk counter culture dari budaya-budaya barat yang sangat menghegemoni dan menjerumuskan para pelajar berprilkau konsumtif, hedonis dan individualis,” terang Gigin.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Perkaderan IPM Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Fikri Zainur menyatakan bahwa ia bersama jajaran pimpinan akan senantiasa mendampingi masa pengenalan lingkungan sekolah dari awal sampai akhir agar acara ini berkesan, bermanfaat dan jauh dari perpeloncoan baik itu yang bersifat fisik maupun verbal.

“Pendampingan dalam setiap event di sekolah-sekolah merupakan tanggung jawab kami sebagai pimpinan, hal ini dilakukan agar kegiatan lebih berorientasi pada hal-hal yang substantif dan kontinyu, tidak hanya seremonial dan temporari. Oleh karena itu pada FORTASI ini kami mendorong para pelajar untuk giat membaca dan membumihanguskan tradisi contek-mencontek,” papar Fikri.

Reporter: Fizay | Editor: Ally Muhammad Abduh

Selangkah Lagi Tokoh Politik Anti Islam Donald Trump akan Jadi Presiden AS

thumbs_b_c_41ab890eceeca4ef6f3581c1dc88012e

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Donald Trump telah mengamankan posisinya dalam Partai Republik untuk menjadi calon presiden AS berikutnya setelah kampanye kontroversial berbulan-bulan yang telah membagi hak spektrum politik Amerika.

Seperti yang dilansir Aljazeera hari Selasa (19/07/2016) pengusaha miliarder Anti-Islam tersebut diharapkan partainya dapat melewati 1.237 delegasi yang dibutuhkan untuk menyegel kesepakatan pada pemungutan suara pertama. Trump diletakkan di atas oleh negara asalnya, New York.

“Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupa,” kata Trump pada video feed dari New York.

“Bersama-sama kami telah mencapai hasil yang bersejarah dengan total suara terbesar dalam sejarah partai Republik. Ini adalah sebuah gerakan, tapi kami harus jalankan bersama.”

Pasukan anti-Trump bertahan selama keberuntungan akhir pada Selasa setelah berusaha meyakinkan para delegasi bahwa suara mereka tidak terikat dan bahwa mereka bisa memilih sesuai hati nurani mereka, tapi tidak pernah berhasil.

Banyak orang Amerika menentang naiknya Trump dalam politik AS, mencerca laporan kampanyenya yang kontroversial, termasuk memanggil imigran pemerkosa dan pengedar narkoba Meksiko yang akan ia deportasi jika terpilih sebagai presiden. Dia juga menyerukan larangan Muslim memasuki Amerika Serikat.

Ini adalah loncatan yang jauh bagi orang yang paling tidak diperkirakan akan mencapai tahap hasil sejauh ini.

“Setelah semua prediksi bahwa ia tidak dapat melakukannya – masyarakat tidak menginginkan seseorang tanpa pengalaman legislatif, tidak ada pengalaman dalam pemerintahan – mereka telah memilih seorang pria yang telah mencatatkan namanya pertama-tama dalam bisnis dan belakangan sebagai pembawa acara reality show di TV,” lapor reporter Al Jazeera Alan Fisher dari konvensi di Cleveland.

“Dia sekarang akan berada di atas tiket Republik November mendatang.”

Maestro real estate tersebut meraih kemenangan dalam serangkaian pemilihan partai di seluruh negara, mengumpulkan lebih dari 13 juta orang – terbanyak dibanding calon Partai Republik lain yang pernah ada sebelumnya.

Konvensi dirancang untuk memenangkan calon dari partai, mengajak kelompok akar rumput, dan mendorong partai menuju pemilihan presiden bulan November. Trump akan melawan calon partai Demokrat, Hillary Clinton.

Kampanye Trump berharap pencalonan resmi ini akan mengakhiri perselisihan di partai Republik dan menutupi pembukaan konvensi yang kacau, termasuk tuduhan plagiarisme yang melibatkan istrinya, Melania Trump, dalam pidatonya pada malam pembukaan.

IMG-20160720-WA005

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” kata Johnny McMahan, delegasi Trump dari Arkansas.

Dua bagian dari perkataan Melania Trump – masing-masing terdiri dari 30 kata atau lebih – mirip dengan konvensi Demokrat tahun 2008 oleh Michelle Obama – istri Presiden AS Barack Obama – hampir kata demi kata.

Kampanye Trump hanya berhasil menjaga kontroversi hidup pada Hari ke-2 konvensi dengan bersikeras tidak ada bukti plagiarisme, sambil menawarkan penjelasan bagaimana kalimat-kalimat tersebut sangat mirip dengan pidato istrinya.

Namun Clinton membantah itu. “Itu hanya plagiat Donald Trump yang tidak memiliki apa-apa untuk ditawarkan kepada orang-orang Amerika,” katanya dalam pidatonya di Las Vegas.

Konvensi empat hari tersebut adalah kesempatan profil tertinggi bagi tokoh anti Islam Trump untuk mempengaruhi para pemilih bahwa dia lebih cocok untuk menjadi presiden dibandingkan Clinton, yang akan resmi dinominasikan pada pertemuan Demokrat pekan depan.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

50.000 Orang termasuk Tentara, Polisi, Hakim, Guru dan PNS Terlibat Upaya Kudeta yang Berbasis di AS

366077AB00000578-0-image-m-8_1468826965566ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Turki berjanji untuk membasmi sekutu tokoh Turki, Fetullah Gulen, yang berbasis di AS yang melakukan kudeta gagal pekan lalu, memperluas pembersihan tentara, polisi dan peradilan pada hari Selasa hingga ke universitas dan sekolah, badan intelijen dan otoritas keagamaan, Al Arabiya News Channel melaporkan Selasa (19/07/2016).

Sekitar 50.000 tentara, polisi, hakim, pegawai negeri dan guru telah diberhentikan atau ditahan sejak upaya kudeta, memicu ketegangan di seluruh negara berpenduduk 80 juta jiwa yang berbatasan dengan Suriah.

“Organisasi pemberontak paralel ini tidak akan lagi menjadi pion yang efektif bagi negara manapun,” kata Perdana Menteri Binali Yildirim, merujuk pada Negara paralel yang telah lama diduga pemerintah sebagai sebuah negara dalam negara yang dikendalikan oleh pengikut Fethullah Gulen.

“Kami akan menggali mereka hingga ke akar-akarnya,” katanya kepada parlemen.

Seorang juru bicara Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pemerintah sedang menyiapkan permintaan resmi ekstradisi Gulen kepada Amerika Serikat, yang dituduh Turki mengatur pengambilalihan militer yang gagal pada hari Jumat di mana sedikitnya 232 orang tewas.

Gulen, 75 tahun, yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania, tetapi memiliki jaringan pendukung di Turki dalam upaya kudeta.

Sebagai seorang mantan sekutu Erdogan yang berubah menjadi kritikus, ia menyatakan bahwa presiden menuduhnya sebagai alasan melakukan tindakan keras setelah akumulasi kontrol yang stabil selama berkuasa 14 tahun.

Pada hari Selasa, pihak berwenang menutup media yang dianggap mendukung Gulen dan mengatakan 15.000 orang dari kementerian pendidikan telah dipecat, juga 492 dari Departemen Direktorat Agama, 257 dari kantor perdana menteri dan 100 pejabat intelijen.

Lira melemah terhadap dolar setelah media negara TRT mengatakan semua dekan universitas telah diperintahkan untuk mengundurkan diri, mengadakan pembersihan besar-besaran setelah kudeta militer yang sukses di masa lalu.

Sebagai bukti perhatian internasional, seorang pejabat Jerman mengatakan perpecahan yang serius sedang terjadi di Turki dan ia takut pertempuran akan pecah dalam masyarakat Turki yang besar yang berada di Jerman.

“Sebuah perpecahan yang mendalam muncul di masyarakat Turki,” kata Menteri Dalam Negeri Bavaria Joachim Herrmann kepada koran Berliner Zeitung. “Bahaya eskalasi kekerasan antara pendukung Erdogan dan lawannya juga meningkat di Jerman.”

Sekutu Barat telah menyatakan solidaritas dengan pemerintah Turki atas upaya kudeta, tetapi juga khawatir tentang skala dan kecepatan respon, mendesak untuk mematuhi nilai-nilai demokrasi.

Perdana Menteri Yildirim menuduh Washington, yang mengatakan akan mempertimbangkan ekstradisi Gulen hanya jika bukti yang jelas telah tersedia, dan menyebut AS memiliki standar ganda dalam memerangi pemberontakan.

Yildirim mengatakan kementerian kehakiman telah mengirimkan berkas kepada pihak berwenang AS mengenai Gulen, yang gerakan religiusnya memadukan nilai-nilai konservatif dengan penampilan luar pro-Barat dan memiliki jaringan pendukung di Turki.

fethullah-gulen-introduction
Fetullah Gulen

“Kami memiliki bukti lebih dari cukup, lebih dari yang Anda bisa minta, mengenai Gulen,” kata Menteri Kehakiman Bekir Bozdag kepada wartawan di luar parlemen. “Tidak perlu membuktikan upaya kudeta, semua bukti menunjukkan bahwa upaya kudeta diselenggarakan atas kehendak dan perintahnya.”

Membantah berita bahwa Turki mengalami ketidakstabilan dalam waktu lama, tentara mengatakan telah kembali menguasai kontrol secara penuh. Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus membantah laporan bahwa 14 kapal angkatan laut hilang dan komandan mereka berusaha untuk membelot.

Kurtulmus juga mengatakan kepada wartawan bahwa 9.322 orang telah berada di bawah proses hukum sehubungan dengan kudeta.

Delapan tentara telah mencari suaka di negara tetangga Yunani dan Turki mengatakan mereka harus diserahkan kembali atau tidak akan membantu hubungan antara tetangga, yang telah lama tidak nyaman.

Sekitar 1.400 orang terluka saat tentara dalam tank, helikopter serang dan pesawat tempur, memberondong parlemen dan markas intelijen dan mencoba merebut bandara utama serta jembatan di Istanbul.

Tentara staf umum mengatakan akan menghukum dengan cara yang paling parah setiap anggota angkatan bersenjata yang bertanggung jawab untuk aib ini, menambahkan bahwa sebagian besar tidak ada hubungannya dengan kudeta.

“Tidak akan ada organisasi teroris klandestin yang memiliki keberanian untuk mengkhianati rakyat kita yang diberkati lagi,” kata Yildirim.

Beberapa pemimpin Barat menyatakan keprihatinan mereka bahwa Erdogan, yang mengatakan bahwa ia hampir dibunuh atau ditangkap oleh pemberontak, menggunakan kesempatan untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dan selanjutnya akan melumpuhkan perbedaan pendapat.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra’ad Al Hussein, memperingatkan dengan serius pada hari Selasa mengenai penahanan hakim dan jaksa secara massal dan mendesak Turki mengizinkan pemantau independen untuk mengunjungi orang-orang yang telah ditahan.

Kementerian luar negeri mengatakan kritik terhadap tindakan pemerintah meningkatkan dukungan bagi kudeta.

Turki membatalkan hukuman mati pada tahun 2004 sebagai bagian dari upaya untuk bergabung dengan Uni Eropa, dan para pemimpin Eropa telah memperingatkan Ankara bahwa memulihkan hukuman mati akan menggelincirkan aspirasi Uni Eropa-nya.

Namun setelah terjadinya kudeta, Erdogan telah berulang kali menyerukan parlemen untuk mempertimbangkan tuntutan pendukungnya untuk menerapkan hukuman mati bagi komplotan.

Yildirim mengatakan Turki akan menghormati aturan hukum dan tidak didorong oleh balas dendam dalam menuntut terduga komplotan kudeta. Berbicara bersama pemimpin oposisi sekuler utama, Partai Rakyat Republik (CHP), ia mengatakan negara harus menghindari risiko bahwa beberapa orang mencoba untuk mengeksploitasi situasi saat ini.

“Kita perlu persatuan … dan persaudaraan sekarang,” katanya.

Partai Gerakan Nasionalis (MHP), kelompok sayap kanan dan merupakan kelompok terkecil dari tiga partai oposisi di parlemen, mengatakan akan mendukung pemerintah jika memutuskan untuk mengembalikan hukuman mati.

Lebih dari 6.000 tentara dan sekitar 1.500 lainnya telah ditahan sejak kudeta yang gagal. Sekitar 8.000 petugas polisi, termasuk di ibukota Ankara dan kota terbesar Istanbul, telah dihapus karena dicurigai memiliki hubungan dengan plot kudeta.

Sekitar 1.500 pejabat kementerian keuangan juga telah dicopot dari jabatan mereka. Cuti tahunan telah ditangguhkan bagi lebih dari tiga juta pegawai negeri sipil, sementara hampir 3.000 hakim dan jaksa juga telah dibersihkan. Sebuah pengadilan menyerahkan 26 jenderal dan laksamana dalam tahanan pada hari Senin, kata media Turki.

Para pejabat di Ankara mengatakan mantan kepala angkatan udara Akin Ozturk, yang telah muncul di tahanan dengan wajah dan lengan memar dan satu telinga diperban, adalah wakil-pemimpin kudeta. Media Turki mengatakan pada hari Senin ia menyangkal tuduhan tersebut di hadapan jaksa, mengatakan ia telah mencoba mencegah usaha kudeta.

Kudeta hancur setelah Erdogan, yang sedang berlibur dengan keluarganya di resor pantai Marmaris, menelepon program berita televisi dan menyerukan rakyatnya untuk turun ke jalan. Dia berhasil terbang ke Istanbul pada dini hari Sabtu, setelah pilot pemberontak mengincar pesawatnya dalam pandangan mereka tetapi tidak menembaknya hingga jatuh.

Ia mengatakan pada hari Senin bahwa dia mungkin telah terbunuh jika tidak meninggalkan Marmaris secepatnya dan dua pengawalnya tewas.

Pertumpahan darah tersebut mengejutkan bangsa, di mana tentara menggunakan kekuatan untuk melakukan kudeta sukses dilakukan terakhir kali lebih dari 30 tahun yang lalu.

Sejak kudeta digagalkan, Erdogan mengatakan musuh negara masih mengancam bangsa dan mendesak warga Turki untuk turun ke jalan setiap malam sampai Jumat untuk menunjukkan dukungan bagi pemerintah.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Ustadz Muhammad Achwan: Gagalnya Kudeta Turki Karena Sosok Pemimpin yang Dicintai Rakyatnya

Jutaan Rakyat Turki Turun ke Jalan Melawan Kudeta Atas Pemerintahan Erdogan
Jutaan Rakyat Turki Turun ke Jalan Melawan Kudeta Atas Pemerintahan Erdogan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Gagalnya upaya kudeta militer di Turki terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (15/7/2016) dikarenakan berbagai faktor, salah satunya adalah karena sosok pemimpin yang dicintai rakyatnya. Pernyataan itu disampaikan Amir Jamaah Ansharusy Syariah, ustadz Muhammad Achwan menanggapi kudeta militer Turki yang berhasil digagalkan dalam beberapa jam saja.

“Meski didukung dengan kekuatan militer yang cukup besar, tapi kudeta itu tetap gagal. Penyebab utama kegagalannya adalah karena faktor pemimpin yang dicintai rakyatnya,” katanya usai menghadiri pertemuan bulanan Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Barat di Tasikmalaya, Ahad (17/7/2016).

Meski alasan kudeta masih belum terungkap, ustadz Achwan melihat kepedulian Erdogan terhadap Islam cukup tinggi, hal itulah yang menjadi penyebab kenapa Erdogan dikudeta, meskipun akhirnya gagal.

“Makanya kalau muncul dalam diri seorang pemimpin itu kepedulian kepada Islam akan dihabisi oleh mereka. Dan ini sebagai tanda-tanda akan munculnya kekhalifahan, memang kita tidak tahu. Tapi kegagalan kudeta itu adalah karena pemimpin ini (Erdogan-red) dicintai oleh rakyatnya,” tegasnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, sekuat apapun pemberontakan terhadap satu pemerintah, kalau rakyat yang merespon Insya Allah pemerintahan itu akan tetap kuat.

“Pertanyaannya adalah bagaimana kita bica menciptakan pemimpin yang dicintai rakyatnya yang itu akan membawa kesejahteraan dan kekuatan,” pungkasnya.

Reporter: HBQ | Editor: Ally Muhammad Abduh

Warga Palestina Diberondong Peluru Zionis Setelah Tikam 2 Serdadu Israel

-775860012PALESTINA (Jurnalislam.com) – Mustafa Muhammad Utsman Bardzaiyah (51 tahun) warga asal Kamp Arub, utara Hebron akhirnya meninggal dunia, syahid, akibat luka tembak yang dideritanya, diberondong peluru Zionis, paska aksinya menikam dua serdadu Zionis.

Department Kesehatan Palestina dalam pernyataan persnya yang dilansir pusat infopalestina, Selasa (19/07/2016) menyebutkan, seorang warga sipil, Mustafa Muhammad Utsman Bardzaiyah (51 tahun) akhirnya meninggal dunia, syahid kemarin, setelah ditembak serdadu Zionis di dekat kamp Arub.

Terkait hal ini, gerakan perlawanan Islam Hamas mengumumkan syahidnya Bardzaiyah dan memuji aksi kepahlawanannya. Dengan gugurnya Bardzaiyah maka jumlah jenazah syuhada yang ditahan Zionis meningkat menjadi 14 orang.

Selasa kemarin, dua serdadu Zionis luka-luka akibat operasi penikaman yang dilakukan Bardzaiyah di dekat permukiman Gauts Etzion, bagian utara Hebron.

Sementara itu, situs militer Israel, 0404 mengatakan, warga Palestina tersebut menyerang dua serdadu yang sedang berjaga di kamp Arub, salah satunya mengalami luka di bagian leher dan satunya lagi dibagian tanganya. Sementara pelaku ditembak tentara.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Pilot Turki yang Jatuhkan Jet Tempur Rusia Ikut Ditahan Pasca Kudeta

04-04-09-474a88e8-1e1c-44e5-b0ea-4004642e13e0TURKI (Jurnalislam.com) – Dua pilot Turki yang berperan dalam jatuhnya sebuah jet Rusia pada bulan November berada di tahanan selama kudeta 15 Juli yang gagal di Turki, kata seorang pejabat Turki, lansir Aljazeera, Selasa (1907/2016).

Jatuhnya jet tempur Rusia di perbatasan Suriah November lalu memicu krisis diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Turki dan Rusia.

“Dua pilot yang merupakan bagian dari operasi untuk menjatuhkan jet Rusia Su-24 bulan November 2015 berada di tahanan,” kata seorang pejabat Turki kepada AFP, Senin (18/07/2016).

Ketika ditanya tentang masalah ini oleh media Turki, Menteri Kehakiman Bekir Bozda mengatakan ada laporan bahwa pilot tersebut ditahan tapi mereka belum dapat mengkonfirmasi.

Pejabat berbicara dengan AFP menegaskan bahwa pilot militer telah ditangkap atas hubungannya dengan kudeta dan bukan karena serangan terhadap pesawat Rusia.

Walikota Ankara Melih Gokcek berpendapat bahwa pilot tersebut diduga pendukung Fettullah Gulen yang berbasis di AS.

Pemerintah Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan menyalahkan gerakan Gulen, yang mereka sebut sebagai negara paralel, dan para pendukungnya dalam tentara karena mencoba melakukan kudeta yang gagal.

Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 17 Juli, menggambarkan bahwa kudeta tidak dapat diterima dan menyuarakan harapan agar Turki cepat kembali mengalami stabilitas.

Kedua pria itu direncanakan bertemu pekan pertama Agustus, di pertemuan tatap muka pertama mereka sejak konflik ditembak jatuhnya pesawat Rusia.

Sebuah faksi di militer Turki berusaha melakukan kudeta pada Jumat malam. Dalam adegan dramatis, tank memblokir jembatan di Istanbul, jet terlihat di langit sedikitnya di atas dua kota, dan gedung parlemen serta markas intel diberondong dengan tembakan dari helikopter serang.

Sedikkitnya 290 orang tewas dan lebih dari 1.400 lainnya terluka. Erdogan menyalahkan mantan sekutunya yang sejak itu menjadi saingan pahit, Fethullah Gulen, atas usaha kudeta.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan pada hari Senin bahwa lebih dari 7.500 tersangka telah ditahan sehubungan dengan upaya kudeta.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam