Berita Terkini

Banjir Tewaskan 52 Orang di India

 

pakistan-floods

INDIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 52 orang meninggal akibat hujan banjir di timur dan timur laut India selama beberapa hari terakhir, World Bulletin melaporkan, Ahad (31/07/2016).

Indian Home Minister Rajnath Singh menggambarkan situasi suram ketika ia mengunjungi negara bagian Assam pada hari Sabtu untuk menilai kerusakan, yang telah mempengaruhi sekitar 4,4 juta penduduk di Negara bagian Assam dan Bihar.

Singh mengatakan 26 orang telah meninggal di Assam dan menjanjikan dukungan pemerintah dalam pekerjaan pemulihan, menambahkan bahwa para pekerja bantuan federal dan lokal bersama dengan tentara telah menyelamatkan lebih dari 6.000 jiwa di Assam.

“Hidup masyarakat sangat sulit di sini, terutama untuk anak-anak. Selama tujuh hari terakhir di sini kami berlindung di sebuah kamp bantuan sementara,” kata Rajeev Gogoi, ayah dari dua anak yang rumahnya di Assam terkena dampak banjir.

Korban tewas di Bihar juga meningkat menjadi 26, menurut departemen manajemen bencana negara.

Sebuah laporan dari Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Assam mengatakan 240.680 telah mengungsi di Assam dan sedang ditampung di kamp-kamp sementara yang ditetapkan oleh otoritas.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Berlin Kecam Pidato Erdogan, Puluhan Ribu Rakyat Turki Unjuk Rasa di Jerman

thumbs_b_c_86ee3e3c34a0e9bc1fe58aadca5349e6

BERLIN (Jurnalislam.com) – Puluhan ribu rakyat Turki berunjuk rasa di kota Cologne, Jerman barat, pada hari Ahad (31/07/2016) untuk merayakan kekalahan kudeta 15 Juli, lansir Anadolu Agency, Ahad.

Menurut panitia, sekitar 50.000 orang berkumpul di tepi sungai Rhine meskipun hujan deras merayakan kemenangan Turki atas upaya militer untuk menggulingkan pemerintah. Polisi menyebut angka sekitar 30.000.

“Rakyat Turki menunjukkan keberanian dan kehormatan, mereka menghentikan tank di jalanan,” penyelenggara mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Ini akan selalu dikenang sebagai perjuangan mulia rakyat Turki yang heroik untuk perdamaian dan kebebasan.”

Etnis Turki di Jerman dan negara-negara tetangga menghadiri pawai dan meminta Uni Eropa untuk menunjukkan solidaritas dengan Turki, meneriakkan dukungan mereka untuk Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Lebih dari 100 organisasi Turki dari seluruh spektrum politik bergabung dalam pawai, yang diselenggarakan oleh non-partisan Platform for Democracy.

Menteri Pemuda dan Olahraga Turki Akif Cagatay Kilic mengatakan kepada penonton bahwa Partai AK dan oposisi telah bersatu melawan upaya kudeta.

“Ketika parlemen Turki dibom oleh pesawat-pesawat tempur pada 15 Juli, semua anggota parlemen berada di sana,” katanya. “Mereka bersatu, mereka bersama-sama menolak. Dan hari ini di sini kita semua bersama-sama lagi.”

Kilic, yang lahir dan dibesarkan di Jerman, mengkritik liputan media Jerman tentang upaya kudeta, menuduhnya membuat tuduhan palsu terhadap Erdogan dan pemerintah Turki, dan menyerukan solidaritas masyarakat internasional.

“Kami telah melewati ujian yang penting,” katanya. “Sekarang teman-teman kita menghadapi ujian penting.”

Dia juga mengkritik keputusan pengadilan Jerman yang mengecam pidato Erdogan.

Kanselir Angela Merkel merupakan salah satu yang pertama mengutuk upaya kudeta tetapi anggota pemerintahannya mengkritik respons Turki yang memberlakukan keadaan darurat dan menangkap 16.000 orang yang dicurigai terkait dengan Organisasi Teroris Fetullah, yang dikatakan telah menyelenggarakan upaya pengambilalihan kekuasaan.

Sedikitnya 238 orang tewas dan hampir 2.200 lainnya terluka dalam upaya kudeta, yang pemerintah Turki katakan dilakukan oleh Organisasi Teroris Fetullah pimpinan tokoh berbasis AS Fetullah Gulen.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Koalisi Mujahidin Suriah Lancarkan Serangan Besar di Aleppo

LQy-dL7_aadbreeuSURIAH (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Suriah melancarkan pertempuran untuk mematahkan pengepungan yang ditargetkan di kota Aleppo, Ahad (31/07/2016) sore, dan berhasil merebut kendali sejumlah bukit dan kota-kota strategis.

Koresponden El Dorar Al Shamia melaporkan, Ahad, bahwa koalisi mujahidin Jaysh al-Fath menguasai bukit dan Sekolah al-Hekam, bukit SyriaTel, bukit Mu’ta, batalion roket, bukit al-Jamyat, kota Amiriyah di daerah 1070 di pinggiran barat kota Aleppo.

Pasukan Syiah Iran dan rezim Assad serta milisi pendukung mereka beberapa hari memperketat serangan sebelum mengepung lingkungan timur Aleppo saat mereka menguasai Castello Road.

Pejuang mujahidin Suriah pada hari Ahad meluncurkan serangan besar di bagian barat daya yang dikuasai rezim Aleppo untuk merebut kembali wilayah setelah kerugian besar pekan lalu ketika tentara dan sekutu-sekutunya memperketat pengepungan di wilayah kekuasaan oposisi di kota utara.

Sebuah pusat komando militer mujahidin Suriah yang mencakup faksi jihad Jabhah Fath al Syam yang baru terbentuk (sebelumnya bernama Jabhah Nusrah, al-Qaeda), dan Ahrar al Sham mengatakan mereka telah mengambil alih posisi militer di wilayah barat daya kota yang sebelumnya dikuasai rezim Nushairiyah dalam beberapa jam sejak meluncurkan pertempuran untuk memecahkan pengepungan rezim dan kolisinya atas daerah tersebut.

Pasukan rezim Suriah mengkonfirmasi pada media rezim, SANA, bahwa mujahidin Suriah telah melancarkan serangan besar.

Seperempat juta warga sipil masih tinggal di lingkungan timur Aleppo yang dikuasai jihadis, yang dikepung sejak pasukan rezim yang dibantu milisi Syiah Internasional dukungan Iran serta Rusia memotong jalan terakhir menuju Distrik yang dikuasai mujahidin Suriah pada awal Juli.

Sebelumnya tentara Syiah Assad, yang didukung oleh pasukan milisi sekutu Syiah dan serangan udara dari pesawat jet Suriah dan Rusia, minggu lalu telah mengambil alih sejumlah wilayah di ujung utara kota, di sekitar Castello Road yang mengarah keluar dari Aleppo dan utara menuju Turki.

The U.K. Observatory for Human Rights mengatakan serangan itu merupakan operasi militer terbesar yang dilancarkan koalisi mujahidin Suriah terhadap pasukan rezim Syiah Assad yang dibantu oleh milisi asing Syiah terutama Iran di Aleppo sejak eskalasi pertempuran dalam beberapa bulan terakhir.

Cos0mLWUEAE139r

Deddy | El Dorar Al Shamia | Reuters | Jurnalislam

Berikan Khotbah di Masjid, Myanmar Tangkap Da’i Asal Pakistan

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang di Myanmar telah menahan dua warga Pakistan yang memberikan khotbah di Masjid-masjid di ibukota Myanmar, Yangon

Penahanan terjadi di tengah lonjakan jumlah kasus intoleransi agama di negeri ini, dengan beberapa Masjid dan bangunan keagamaan diserang pada bulan lalu saja.

Pejabat dari badan resmi Muslim di negara itu mengatakan pada hari Ahad (31/07/2016) bahwa para pria yang ditangkap itu tidak lebih hanya mengunjungi Masjid-masjid dan membawakan khotbah, dan menyebut penangkapan tersebut sebagai penindasan hak untuk berdoa.

Seorang petugas polisi Yangon mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Ahad bahwa Amed Zulfiqar, 63, dan anaknya, Amed Saifullah, 29 tahun, ditangkap setelah tiba di ibukota komersial Yangon pada 26 Juli dan memberikan khotbah di kota Panbetan, Kyauktada dan Mingala Taungnyunt tanpa meminta izin dari otoritas.

“Mereka memasuki negara dengan visa turis, dan tidak diizinkan untuk memberikan khotbah berdasarkan aturan dan peraturan visa,” petugas polisi, yang tidak ingin disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media, mengatakan.

“Mereka ditahan pada hari Sabtu di sebuah kantor polisi kota untuk diinterogasi.”

Keduanya kemungkinan menghadapi penahanan enam bulan, denda atau penahanan sekaligus denda jika terbukti bersalah melanggar UU Imigrasi, namun polisi mengatakan mereka kemungkinan besar akan dideportasi segera setelah negosiasi dengan kedutaan Pakistan di Yangon telah lengkap.

Pada hari Ahad, seorang pejabat dari badan resmi Muslim di negara itu mengatakan bahwa keduanya – salah satunya disebut sebagai Saya Gyi (Ustadz) yang menandakan bahwa dia seorang ulama – berkunjung ke Masjid di Yangon, tapi tidak melakukan kesalahan.

“Mereka Muslim. Oleh karena itu mereka mengunjungi Masjid-masjid. Mereka Sholat berjamaah bersama dengan Muslim Burma [Myanmar], dan memberi khotbah, karena mereka diminta, “kata Tin Maung Dari, sekretaris jenderal badan Muslim resmi negara, Dewan Urusan Agama Islam Myanmar.

Dia menambahkan bahwa seorang pejabat tingkat kota dari Departemen Agama dan Kebudayaan telah meminta dewan untuk menghentikan mereka mengunjungi Masjid-masjid.

“Tidak ada izin resmi yang diperlukan untuk memberikan khotbah. Sholat dan memberikan khotbah di Masjid adalah hak seorang Muslim,” katanya, menyebut permintaan tersebut sebagai bentuk penindasan.

Muslim di Myanmar berjumlah hanya 2,3 persen. Jumlah tersebut tidak termasuk sekitar 1,09 juta Muslim Rohingya di Rakhine bagian barat Myanmar yang tidak disebutkan dalam sensus tahun lalu.

Sentimen anti-Islam telah meningkat di negara mayoritas Buddha tersebut sejak kekerasan komunal antara Rakhine Buddha dan Muslim Rohingya pecah di bagian barat Rakhine pada pertengahan 2012 dan menyebar ke bagian lain Myanmar

Kelompok-kelompok HAM telah mendesak pemerintah untuk menyelidiki perusakan bangunan Muslim di Myanmar baru-baru ini, dan membawa keadilan bagi korban kekerasan bermotif agama.

Pada bulan lalu, massa telah menghancurkan sebagian Masjid, sekolah Islam, tempat tinggal kaum Muslim, bangunan yang sedang dibangun – yang dituduh penduduk desa sebagai sekolah agama ilegal – di wilayah Bago selatan, hingga membakar Masjid lain di utara Myanmar dan meratakannya dengan tanah.

 

 

Serangan Udara Rezim Suriah Kembali Hantam Rumah Sakit di Daara

DARAA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tujuh orang warga tewas oleh serangan udara rezim Nushairiyah Suriah di provinsi Daraa barat daya Suriah pada hari Ahad (31/07/2016), menurut sumber pertahanan sipil setempat.

Pesawat-pesawat tempur rezim menyerang sebuah rumah sakit di kota Jasim yang dikuasai oposisi di provinsi ini, kata sumber itu kepada Anadolu Agency.

“Tujuh warga sipil tewas dalam serangan itu,” tambah sumber tersebut tanpa menyebut nama karena pembatasan untuk berbicara kepada media.

Menurut sumber itu, petugas medis dan empat staf medis termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan udara rezim.

“Sepuluh orang lainnya juga terluka,” kata sumber itu, menambahkan bahwa serangan udara telah menyebabkan kerusakan berat di rumah sakit dan bangunan sekitarnya.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas para pengunjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta korban telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi, menurut PBB. Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun ini lebih dari 470.000 orang.

 

PBB Undang Rezim Assad untuk Pembicaraan Damai Baru

Bashar-al-Assad-afpSURIAH (Jurnalislam.com) – Wakil PBB untuk Suriah Ramzy Ezzeldin Ramzy pada hari Ahad (31/07/2016) mengundang Damaskus mengikuti pembicaraan damai baru dengan oposisi pada akhir Agustus, dan mendapat respon dari rezim Assad, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad.

Pada hari Selasa, utusan khusus badan dunia itu, Staffan de Mistura mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa ia ingin melanjutkan pembicaraan intra-Suriah putaran ketiga menjelang akhir Agustus setelah dua putaran pembicaraan sebelumnya tahun ini berakhir dengan kegagalan.

De Mistura telah berjuang untuk menjaga proses perdamaian tetap hidup di tengah lonjakan pertempuran antara pasukan rezim Assad dan faksi-faksi jihad serta kelompok oposisi moderat.

“Saya memberitahu menteri dan wakilnya mengenai rencana utusan khusus De Mistura untuk mengadakan pembicaraan antar-Suriah menjelang akhir Agustus,” kata Ramzy setelah bertemu Menteri Luar Negeri Walid Muallem dan wakilnya Faisal Muqdad.

“Saya menjelaskan kepada menteri bahwa kita berniat untuk melanjutkan, dan kami membahas bagaimana agar proses transisi politik yang telah disahkan oleh Dewan Keamanan menjadi lebih kredibel, dan kami bertukar pandangan tentang itu,” kata Ramzy.

Dia mengatakan Muallem menegaskan niat Suriah untuk berpartisipasi dalam pembicaraan ini setelah sebelumnya ditunda.

Muqdad mengatakan rezim Suriah siap melanjutkan perundingan tanpa prasyarat dalam konteks antar-Suriah tanpa campur tangan asing,” kantor berita resmi rezim, SANA, melaporkan perkataan Muqdad.

Pengumuman de Mistura muncul saat oposisi bersenjata menghadapi kesulitan, terutama di utara kota Aleppo dimana pasukan pemerintah mengepung daerah yang dikuasai oposisi.

Sebuah peta rencana perdamaian, yang disahkan pada bulan Desember oleh PBB, menyerukan pembentukan badan transisi, yang seharusnya terjadi pada 1 Agustus, konstitusi baru dan pemilihan Presiden pada pertengahan 2017.

Pembicaraan yang ditengahi PBB mengenai nasib Assad sejauh ini menemui jalan buntu.

Pihak rezim mengesampingkan negosiasi yang berakibat perginya Assad, sementara oposisi utama Komite Tinggi Negosiasi telah mengatakan tidak akan menyetujui kesepakatan jika Assad masih berkuasa, mencalonkan kembali jadi presiden di Suriah.

Sejak Suriah jatuh ke dalam kekacauan pada 2011, lebih dari 470.000 orang tewas dan lebih dari setengah penduduk telah mengungsi.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

 

Pasukan SDF Kurdi Dukungan AS Kini Kuasai Sebagian Besar Manbij

Syria Democratic Forces (SDF) fighters man a checkpoint as civilians on pick-up trucks evacuate from the southern districts of Manbij city after the SDF advanced into it in Aleppo Governorate, Syria, July 1, 2016. REUTERS/Rodi Said

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan yang didukung AS kini telah menguasai hampir 70 persen dari Manbij di Suriah utara dari kelompok Islamic State (IS) setelah membuat kemajuan pesat selama dua hari terakhir, kata seorang jurubicara pada hari Ahad (31/07/2016), Al Arabiya News Channel melaporkan Ahad (31/07/2016).

Pasukan Demokratik Suriah (Syria Democratic Forces-SDF) telah mendorong mundur pasukan IS setelah merebut sebagian besar sektor barat, timur dan selatan kota, Sharfan Darwish dari dewan militer Manbij sekutu SDF kepada Reuters di Beirut melalui telepon .

“Mereka sekarang terutama berada di wilayah kota tua dan sebagian wilayah timur laut kota,” tambah Darwish.

SDF, yang mencakup milisi YPG Kurdi dan pasukan Arab yang kuat, meluncurkan serangan hampir dua bulan yang lalu dengan dukungan dari pasukan khusus AS untuk mendorong IS keluar dari basis terakhirnya di perbatasan Suriah-Turki.

Meskipun sedikitnya 2.300 warga sipil telah mampu melarikan diri dari Manbij, ribuan warga masih terjebak di dalam. Kehadiran warga sipil, yang berusaha dicegah kepergiannya oleh pasukan IS, menghambat serangan udara AS, kata sumber-sumber Kurdi.

Upaya menyerbu kota juga diperlambat oleh IS yang menggunakan penembak jitu dan penanaman ranjau, kata sumber-sumber Kurdi.

Kerugian di Manbij ini akan menjadi pukulan besar bagi IS karena merupakan saluran penting untuk transit para pejuang asing dan ketentuan dari perbatasan Turki.

“Inisiatif militer ada di tangan kita dan operasi sedang dilakukan sekarang untuk membebaskan yang tersisa di kota dan sampai saat ini kita terus bergerak maju,” kata Darwish.

Sebelumnya Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa SDF, dengan dukungan serangan udara AS, telah menyita banyak bagian timur kota yang terkepung setelah beberapa pekan terakhir maju dengan lambat terutama di sektor barat.

SOHR mengatakan SDF telah menguasai sebuah klinik, sekolah dan bundaran di jantung Manbij timur setelah pertempuran sengit. Tidak ada laporan konfirmasi korban.

Darwish memperkirakan sedikitnya 40.000 sampai 50.000 warga sipil telah melarikan diri sejak operasi dimulai.

Aktivis dan warga mengatakan puluhan warga sipil telah tewas bulan ini dalam serangan udara AS di kota dan di utara dan mengutuk serangan itu, pengawas hak asasi Amnesty International mengecam dan mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS harus berbuat lebih banyak untuk mencegah kematian warga sipil.

Manbij terletak di provinsi utara Aleppo, dan merupakan lokasi beberapa pertempuran terpisah antara beberapa pihak yang berperang dalam konflik lima tahun Suriah.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

 

8 Pasukan Turki dan 35 Milisi Komunis PKK Tewas dalam Bentrokan di Hakkari

asker-marmarisTURKI (Jurnalislam.com)World Bulletin melaporkan menurut pernyataan yang dikeluarkan Sabtu (30/07/2016), oleh Staf Umum Turki, 35 milisi komunis PKK tewas dalam operasi udara dan darat saat berusaha memasuki zona basis di distrik Yuksekova di provinsi Hakkari.

Operasi untuk menangkap teroris PKK lainnya sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Milisi Partai Buruh Kurdistan (PKK) yang dilarang tersebut menewaskan delapan tentara Turki dalam serangan di tenggara Turki, media lokal melaporkan pada hari Jumat.

Para prajurit diserang ketika sedang berpatroli di provinsi Hakkari di jalan antara kota Hakkari dan kota Cukurca, kantor berita Dogan melaporkan.

Delapan tentara juga terluka dalam serangan dekat perbatasan dengan Irak utara, kata badan itu.

Pasukan Turki terlibat dalam operasi militer besar-besaran di Hakkari yang menargetkan milisi komunis Kurdi di daerah awal bulan ini.

PKK, yang juga terdaftar sebagai organisasi teroris internasional, melanjutkan kampanye bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki bulan Juli 2015.

Sejak itu, hampir 600 personel Turki, termasuk tentara, polisi, dan penjaga desa telah tewas dan lebih dari 5.000 milisi PKK juga tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Deplu AS: Tidak Ada Permintaan Ekstradisi Fetullah Gulen

178171WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri AS mengatakan Jumat (29/07/2016) tidak ada update ulasan proses permintaan ekstradisi Turki untuk dalang kudeta Turki, pemimpin Feto Fetullah Gulen, menambahkan bahwa itu bisa menjadi proses yang cukup panjang.

“Kami menerima beberapa materi, Departemen Kehakiman masih menganalisis bahan itu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby saat press briefing dalam menanggapi pertanyaan Anadolu Agency. “Kita akan menghormati proses itu.”

Sementara proses ekstradisi masih terus berjalan, kekhawatiran Menteri Keadilan Turki Bekir Bozdag dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa sumber-sumber intelijen yang kredibel memperingatkan pihak berwenang kemungkinan Gulen lari dari AS

Ketika Anadolu Agency bertanya kepada Kirby apakah AS bersama dengan Turki dalam kepedulian yang sama, Kirby mengatakan dia tidak memiliki informasi tentang hal itu.

“Dan benar-benar tidak masalah bagi Departemen Luar Negeri untuk membicarakannya,” tambahnya.

Ketika ditanya lagi oleh Anadolu Agency apakah AS mengambil langkah-langkah keamanan untuk mencegah kemungkinan Gulen melarikan diri, dia tidak membuat komentar lebih lanjut dan mengatakan pertanyaan itu lebih baik diarahkan ke Departemen Kehakiman.

Menurut Departemen Luar Negeri, tim gabungan dari Departemen Luar Negeri dan Departemen Kehakiman sedang mengkaji permintaan ekstradisi Gulen yang dikirim Turki pekan lalu – berdasarkan perjanjian ekstradisi yang ditandatangani antara kedua negara pada tahun 1979.

Artikel kesepuluh dalam perjanjian mengatakan bahwa dalam kasus mendesak, jika Turki atau AS mencurigai siapa pun, negara tuan rumah perlu menangkap tersangka selama 60 hari sampai dokumen ekstradisi diajukan kepada otoritas eksekutif pihak yang diminta (mengekstradisi).

Sementara itu, Departemen Kehakiman mengkonfirmasi Anadolu Agency bahwa dokumen tentang Gulen telah diterima dan bahwa mereka sedang menganalisis dokumen tersebut.

Juru bicara Departemen Kehakiman Peter Carr tidak menanggapi pertanyaan Anadolu Agency tentang kemungkinan pemimpin Feto Gulen melarikan diri dari AS.

Diskusi terjadi hampir 14 hari setelah upaya kudeta yang gagal di Turki pada 15 Juli.

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan upaya kudeta mematikan, yang menewaskan lebih dari 230 orang dan melukai hampir 2.200 orang lainnya, diselenggarakan oleh pengikut Gulen dan Organisasi Teroris Fetullah (Feto).

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Werner Klauner, Mantan Ekstremis Kanan Jerman, Kini Masuk Islam dengan Nama Ibrahim

ibrahim-werner-klawun (1)

JERMAN (Jurnalislam.com) – Werner Klauner, seorang wakil Partai ekstremis sayap kanan jauh Nasional Demokratik Jerman (National Democratic Party of Germany-NPD) telah memeluk Islam. Klauner sebelumnya dikenal karena memiliki sikap anti-imigrasi dan anti-pengungsi, namun sekarang menjadi pendukung terbesar bagi pengungsi Suriah, Irak dan Afghanistan, lansir World Bulletin, Sabtu (30/07/2016).

Berbicara kepada surat kabar Bild Jerman, Klauner yang sekarang dikenal sebagai Ibrahim mengatakan ia memeluk Islam setelah membaca puisi tentang Islam juga pujian bagi Nabi Muhammad Saw oleh Wolfgang von Goethe dan kemudian mempelajari al Quran sendiri untuk memahami Islam .

Setelah menerima agama Islam, Ibrahim menjelaskan bagaimana ide-ide dan pikirannya benar-benar berubah dan bahwa ia telah memutus hubungan dengan masa lalunya. Dia mengatakan bahwa memutuskan hubungan dengan partainya tidaklah cukup dan bahwa ia mencari perubahan besar untuk pencapaiannya dengan membantu pengungsi.

Saat menerima Islam pada tahun 2014, istri Ibrahim membawa anak-anak mereka dan meninggalkan rumah dan tak lama setelah itu Klauner mengasuh empat pengungsi Suriah berusia antara 18 hingga 30 tahun dan sekarang menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri.

Dengan penghasilan 900 euro per bulan pada saat pensiun, mereka sekarang membantu Klauner menunjukkan empati dan kasih sayang yang ia tunjukkan kepada mereka.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam