Berita Terkini

Bedah Buku: “TARBIYAH JIHADIYAH IMAM BUKHARI”

IMG-20160807-WA006

HADIRILAH… KAJIAN UMUM

BEDAH BUKU “TARBIYAH JIHADIYAH IMAM BUKHARI”

Bersama : Ustadz Anung Al-Hammat, Lc, M.Pd.I dan Ustadz Abu Muhammad Jibril

Hari/Tgl : Ahad, 14 Agustus 2016

Waktu : 08.00 Wib s/d selesai

Tempat : Masjid At-Taqwa Tanah Abang

Jl. K.H. Mas Mansyur No.100, Tanah Abang – Jakkarta Pusat

Acara ini diselenggarakan oleh DKM Masjid At-Taqwa Tanah Abang bekerjasama dengan Jama’ah Ansharusy Syariah Wilayah Jakarta

Contact Person:

Zuhal (082112921949)

Menlu Yaman: Pembicaraan di Kuwait Berakhir Tanpa Kesepakatan Damai dengan Houthi

thumbs_b_c_168dad4645798b2347a79e52782c433f

KUWAIT (Jurnalislam.com) – Pemerintah Yaman pada Sabtu mengumumkan akhir pembicaraan dengan pemberontak Houthi yang ditengahi PBB di Kuwait tanpa mencapai kesepakatan damai untuk menyelesaikan konflik di Yaman, Anadolu Agency melaporkan Sabtu (06/08/2016).

Pembicaraan itu terjadi tak lama setelah pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mantan presiden Ali Abdullah Saleh mengumumkan dewan beranggotakan 10 orang untuk menjalankan negara.

“Konsultasi berakhir hari ini tanpa mencapai perdamaian yang kita inginkan untuk rakyat dan negara kita,” Menteri Luar Negeri Yaman Abdulmalik al-Mekhlafi, yang memimpin delegasi pemerintah di perundingan, mengatakan di Twitter.

Dia menyalahkan milisi Houthi dan sekutu mereka atas kegagalan pembicaraan perdamaian PBB.

“Delegasi Pemerintah telah melakukan segalanya untuk perdamaian,” katanya.

Pada hari Sabtu, pemberontak Houthi dan Partai Kongres Rakyat Umum Saleh mengumumkan nama-nama sepuluh pejabat yang akan menjadi dewan politik untuk menjalankan negara.

Menurut kantor berita Saba milik Houthi, kedua belah pihak akan bertukar posisi presiden dan wakil presiden dewan.

Utusan PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed mengecam dengan mengatakan langkah itu merusak upaya-upaya untuk menyelesaikan konflik di Yaman.

Yaman telah porak poranda oleh perang sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan bagian lain Yaman, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Pada bulan Maret tahun lalu, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan operasi militer besar-besaran di Yaman bertujuan membalikkan keuntungan Houthi dan memulihkan pemerintah Hadi yang diperangi.

Didukung oleh serangan udara pimpinan Saudi, pasukan pro-Hadi sejak itu berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah selatan negara itu – termasuk ibukota sementara Aden – tetapi gagal merebut kembali Sana’a dan kawasan strategis lainnya.

Pada bulan April, pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi memasuki pembicaraan damai yang disponsori PBB yang bertujuan menyelesaikan konflik, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 6.400 orang dan memaksa 2,5 juta orang lainnya mengungsi dari rumah mereka.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Kecohkan Serangan Udara Rusia, Jaysh al Fath Terima Kasih kepada Warga Sipil

ALEPPO (Jurnalislam.com)Jaysh al Fath mengucapkan terima kasih dan menyerukan kepada warga sipil di lokasi yang masih dihuni pasukan rezim Assad untuk tetap tinggal di dalam rumah mereka, dan tidak mendekati pembatas milik pasukan rezim Assad dan markas mereka; untuk menjaga keamanan karena serangan ke pasukan rezim masih berlanjut, ElDorar AlShamia melaporkan Sabtu (06/08/2016).

Pernyataan yang dikeluarkan Jaysh al Fath tersebut disambut baik warga sipil yang teguh di kota, dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang membakar ban, dan berkontribusi mengecoh dan menyesatkan pesawat tempur Rusia dan rezim untuk mencapai target mereka.

Fath Halab dalam pertempuran yang sedang dilancarkan oleh Jaysh al Fath di garis pedesaan depan selatan dan barat Aleppo.

Sebelumnya mujahidin Suriah pada hari Jumat berhasil menyelinap ke lokasi pasukan rezim Assad di pedesaan Hama timur, menewaskan dan melukai sejumlah besar tentara rezim.

bakar banMenurut sumber media, jihadis melakukan proses infiltrasi ke posisi pasukan al-Assad di garis depan Ma’an dan mampu membunuh lima serta melukai sekitar 15 orang lainnya.

Pedesaan selatan kota diserang pemboman udara dan tembakan artileri berat, menargetkan desa Aqrab, Zara dan Hirbnafsah sementara serangan helikopter menargetkan kota Al-Lataminah dengan ranjau, dan menimbulkan kerusakan materialisme terbatas.

 

 

Setelah Patahkan Kepungan Rezim Assad, Jabhah Fath al-Syam Tembus Distrik Timur Aleppo

Jabhah Fath Sham aleppo3

ALEPPO (Jurnalislam.com)Jabhah Fath al-Syam, yang sebelumnya bernama Jabhah Nusrah, mengatakan hari Sabtu (06/08/2016) bahwa mujahidin yang melakukan perlawanan dari dalam kota Aleppo telah bertemu dan bergabung dengan mujahidin di pinggiran kota yang bertempur mematahkan blokade, kantor berita AFP mengatakan, Sabtu.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), sebuah kelompok pemantau berbasis di Inggris yang mencatat perkembangan setiap hari di negara itu, mengatakan bahwa “Jabhah Fath al-Syam telah masuk dan maju ke distrik timur Aleppo walaupun belum mengamankan rute karena jet tempur Rusia dan rezim melancarkan serangan udara berat di daerah.”

Oposisi Suriah berbasis Turki juga mengatakan di Twitter, Sabtu:”Jaysh al-Fath mematahkan pengepungan Aleppo.”

Ahrar al-Syam juga memposting di Twitter bahwa mereka telah menguasai Ramosa di tepi barat daya kota dan dengan demikian membuka rute menuju Aleppo.

Pasukan rezim Syiah Suriah mengepung Aleppo pada 17 Juli setelah menutup rute terakhir yang dikuasai mujahidin menuju kota.

Zouhir al-Shimale, seorang jurnalis di Aleppo, mengatakan kepada Al Jazeera, Sabtu bahwa pengepungan praktis telah dipatahkan.

Jaysh al-Fath, mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah menguasai sebuah pangkalan militer strategis di Ramosa di barat daya Aleppo.

Jihadis menggunakan pangkalan militer tersebut untuk melancarkan serangan ke daerah yang dikuasai rezim, menurut al-Shimale.

Pada sekitar 12:00 waktu setempat pada hari Sabtu, sebuah bom mobil meledak di al-Amiriya, di tepi wilayah kota yang terkepung, katanya.

Al-Shimale mengatakan daerah antara Ramosa dan al-Amiriya sekarang semua berada di bawah kendali Jaysh al-Fath.

“Terjadi bentrokan berat dan penembakan acak dari helikopter dan pesawat tempur,” tambahnya.

Kemenangan di Aleppo akan menjadi dorongan bagi Jaysh al-Fath, yang telah berjuang selama berminggu-minggu untuk merebut kembali kontrol atas kota meskipun pasukan Rusia dan Suriah membombardir sangat intens.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Jaysh al-Fath Bunuh 150 Pasukan Assad, Rebut 20 Tank, 7 Kendaraan Tempur, 10 Artileri dan 60 Truk Pengangkut

ALEPPO (Jurnalislam.com)Jaysh al-Fath (Tentara Penaklukan), Sabtu (06/08/2016) melaporkan membunuh 150 tentara rezim Nushairiyah Assad dan menyita sejumlah besar kendaraan militer setelah mematahkan blokade yang mengurung wilayah yang dikendalikan mujahidin di kota Aleppo utara.

Menurut sumber oposisi lokal, yang ingin tetap anonim karena masalah keamanan, “Pada hari ketujuh bentrokan, sekitar 20 tank, tujuh kendaraan tempur lapis baja, 10 artileri dan 60 truk pengangkut pasukan rezim telah direbut.”

Rebel fighters carry their weapons as they move towards their positions near the front line against forces loyal to Syria's President Bashar al-Assad in Ratian village, north of Aleppo February 17, 2015. REUTERS/Ammar Abdullah

Jaysh al-Fath juga menguasai posisi rezim di daerah Ramousa di Aleppo selatan, sehingga membuka rute menuju lingkungan yang dikuasai oposisi di kota itu, kata sumber itu kepada Anadolu Agency.

Menurut sumber yang sama, faksi-faksi jihad tersebut tiba di lingkungan Aleppo yang dikepung.

“Pertempuran masih berkecamuk di pinggiran Ramousa antara pasukan rezim Assad dan koalisi mujahidin, yang berusaha memperluas kendali,” kata sumber itu.

Pada hari Jumat, Jaysh al-Fath menguasai sekolah militer milik rezim di Aleppo yang dianggap sebagai salah satu benteng utama pasukan Syiah Bashar al-Assad yang paling signifikan di kota yang diperebutkan itu.

Sebelumnya pada bulan Februari, rezim Suriah memotong rute pasokan antara pedesaan utara Aleppo dan kawasan timur yang dipegang oposisi.

Kemudian pada awal Juli, pasukan rezim bergerak untuk memotong Castello Road, yang menghubungkan kota Aleppo yang diperebutkan dengan Idlib yang dipegang penuh mujahidin, serta memberlakukan blokade total pada daerah yang dikuasai mujahidin di Aleppo.

Cos0mLWUEAE139r

Diperkirakan 250.000 warga sipil hidup di perempat timur yang dikuasai jihadis di Aleppo ini.

Kemenangan di Aleppo akan menjadi dorongan bagi Jaysh al-Fath, yang telah berjuang selama berminggu-minggu untuk merebut kembali kontrol atas kota meskipun pasukan Rusia dan Suriah membombardir sangat intens.

 

Turki: Austria Ternyata Basis bagi Sejumlah Besar Lembaga Feto

WINA (jurnalislam.com) – Sejumlah think tank, pusat pendidikan private, yayasan dan sekolah terkait dengan pemimpin kudeta berbasis AS, Fetullah Gulen, telah menjadikan Austria sebagai basis mereka, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (05/08/2016).

Sebuah surat kabar mingguan Zaman Austria, yang berbasis di Wina, merupakan kaki tangan penting bagi penataan organisasi teroris Feto di negara itu. Dengan biaya langganan tahunan € 100, surat kabar tersebut didistribusikan di sembilan kabupaten dan dikenal dengan publikasi anti-Turki dan anti-pemerintah. Mingguan ini juga banyak digunakan sebagai sumber oleh beberapa media Austria yang bekerja melawan Turki dan memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Austria dan lobi Israel di dalam negeri.

Sepupu Gulen Numan Gulen memimpin penataan organisasi Austria.

Sedangkan untuk pendidikan, Feto memiliki lebih dari 50 pusat penitipan anak dan pengkaderan di negara ini.

SMA Phönix yang terhubung dengan Feto, didirikan pada tahun 2007, berbasis di Wina dan memiliki cabang di delapan kabupaten. Austria tidak memungkinkan orang-orang Turki yang berada di negara itu untuk membangun asosiasi namun membuka jalan bagi Feto untuk mendirikan sekolah pada tahun 2007 sehingga menimbulkan kontroversi.

Siswa membayar biaya bulanan € 300-700 dan mengikuti kurikulum Austria di sekolah-sekolah di mana guru nasional Austria juga mengajar.

Selain sejumlah pusat persiapan atau “dershane“, yaitu pusat pembelajaran berbayar yang memberikan pendidikan tambahan, Feto memiliki bangunan yang dioperasikan sebagai Anadolu Cultural Center, yang telah melakukan beberapa kegiatan budaya dan sosial.

Semua sekolah, pusat persiapan dan pusat kebudayaan ini telah menyediakan sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi.

Dialog Perdamaian Institute (Friede) didirikan di Wina pada tahun 2002, menggambarkan dirinya sebagai think-tank, tetapi sebenarnya pusat propaganda. Lembaga ini dipimpin oleh Yasemin Aydın dan digunakan sebagai alat untuk mencapai politisi profil tinggi, mendorong buku-buku dan ide-ide propaganda Fetullah Gulen.

Asosiasi kelompok pengusaha di Wina dipimpin oleh Duran Meric. Saat kehilangan reputasinya di mata orang-orang Turki dan Muslim yang tinggal di Austria, mereka mulai mencari strategi baru untuk mempertahankan kehadirannya.

Pengusaha pro-Feto membuat deklarasi anti-kudeta untuk melindungi reputasi mereka sementara mereka juga mendirikan perusahaan baru di sektor furniture, makanan dan tekstil untuk menjaga kelangsungan hidup ekonomi kelompok.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Anshar Dine Rilis Penangkapan Tentara Mali di Pangkalan Militer

MALI (Jurnalislam.com) – Anshar Dine, sebuah faksi jihad Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) yang terutama terdiri dari etnis Tuareg, telah merilis sebuah video yang menunjukkan tentara Angkatan Darat Mali yang mereka tangkap dalam serangan besar-besaran bulan lalu di sebuah pangkalan militer di Mali selatan. Anshar Dine sebelumnya telah menyatakan bahwa Katibat Macina (Macina Batalyon), yang terutama terdiri dari etnis Fula, melakukan serangan.

The Long War Journal melaporkan, Jumat (05/08/2016), bahwa video yang diproduksi oleh media baru Anshar Dine, Al Rimaah Media, menunjukkan lima tentara duduk di depan bendera faksi jihad ini. Setiap prajurit kemudian berbicara ke kamera, mengatakan nama mereka, pangkat, dan di mana mereka ditangkap. Ranking tentara tertinggi yang ditampilkan adalah Sersan Pertama, sementara tiga orang lainnya hanya diidentifikasi sebagai “tentara.” Dalam rilis sebelumnya terkait dengan serangan Nampala, Anshar Dine tidak menyebutkan tawanan diambil selama pertempuran. Laporan pertama sandera yang diambil berasal dari outlet berita Mauritania Al Akhbar hanya beberapa hari sebelum rilis video.

Kelompok jihad di Mali, seperti AQIM, telah menyelesaikan pertukaran tahanan di masa lalu, tetapi ini biasanya dilakukan untuk tawanan Barat.

Sebelum rilis video, pemerintah Mali mengklaim telah menangkap seorang pemimpin Katibat Macina, Mahmoud Barry, yang juga dikenal sebagai Syeikh Yahya. Para pejabat Mali telah menempatkan Yahya sebagai salah satu tokoh intelektual serangan Nampala. Syeikh Yahya pertama kali terlihat dan diidentifikasi sebagai pemimpin Katibat Macina dalam sebuah video yang dirilis oleh batalyon pada bulan Mei. Selain itu, pihak berwenang Mali juga mengklaim telah menangkap seorang pemimpin Burkinabe dari Katibat Macina bulan lalu di dekat perbatasan dengan Burkina Faso. Masih harus dilihat apakah hilangnya pemimpin kunci menghambat kemampuan mereka untuk beroperasi secara efektif.

Serangan bulan lalu di Nampala menewaskan sedikitnya 17 tentara Mali dan lebih dari 30 lainnya luka-luka. Serangan itu dilakukan oleh Anshar Dine.

Pejabat Mali menyatakan bahwa al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) juga mengambil bagian dalam serangan di pangkalan. Reuters melaporkan juru bicara militer Mali mengatakan bahwa “Al Qaeda di Maghreb Islam menyerang dari utara, Front Pembebasan Macina (nama lain untuk Katibat Macina) terkait dengan Anshar Dine menunggu di luar kota untuk menyergap bala bantuan militer Mali dan kelompok etnis Peul (kata lain untuk orang Fula) menyerang dari arah tenggara.”

 

Myanmar Tetapkan Keadaan Darurat Setelah Penyakit Aneh Menyerang, 38 Tewas

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 38 orang, sebagian besar anak-anak, tewas oleh penyakit yang tidak dapat terdiagnosis di daerah terpencil utara Myanmar, pejabat dan warga mengatakan, Jumat (05/08/2016), lansir World Bulletin.

Penyakit, dengan gejala seperti campak, telah menyerang delapan desa di sudut jauh dari Zona otonomi Naga di wilayah Sagaing, daerah pegunungan yang dihuni oleh orang-orang dari suku-suku Naga di perbatasan dengan India.

Kay Sai, ketua zona mengatakan pada hari Jumat bahwa sejauh ini 38 orang tewas oleh penyakit di kota-kota Nanyon dan Lahe.

“Kami tidak mampu mengendalikan situasi di sini,” tambahnya, mengatakan bahwa hanya ada satu dokter di Lahe, dan pemerintah pusat dan daerah belum mengirim tim medis ke daerah.

“Sebuah tim dokter dari Nagaland di India siap untuk menyeberangi perbatasan segera setelah mereka mendapatkan izin dari pihak berwenang di Myanmar,” katanya.

Media Negara mengatakan penyedia layanan kesehatan dari dinas kesehatan kota dan pusat kesehatan pedesaan telah menyediakan perawatan medis untuk semua penduduk desa yang didiagnosis dengan penyakit menular sejak minggu ketiga bulan Juli.

Laporan menyatakan bahwa penyakit yang telah menyebabkan kematian mengarah ke ruam, kesulitan bernapas, dan pasien mengeluarkan batuk bintik darah.

Anadolu Agency tidak dapat menghubungi pelayanan kesehatan pemerintah untuk komentar lebih lanjut.

Athong Makury, kepala Dewan Urusan Naga, mengatakan pemerintah harus mengumumkan keadaan darurat di wilayah tersebut, dan memberikan bantuan darurat untuk mengendalikan situasi.

“Pemerintah tidak melakukan cukup untuk membantu orang-orang kami,” katanya di halaman Facebook-nya.

Sekitar 120.000 orang tinggal di Divisi Sagaing, di mana banyak masyarakat Naga – konglomerasi beberapa suku yang mendiami bagian utara timur India dan barat laut Myanmar – hidup miskin dan tidak dapat diakses melalui jalan darat.

 

 

 

Seorang Muslimah Inggris Disergap karena Baca Buku tentang Suriah di Pesawat

SyriaSpeaksINGGRIS (Jurnalislam.com) – Seorang wanita Muslim Inggris ditahan dan diinterogasi oleh polisi berdasar undang-undang teror setelah seorang awak pesawat melihat dia sedang membaca sebuah buku tentang seni Suriah saat terbang ke Turki.

Petugas Thomson Airways melaporkan dia atas “perilaku yang mencurigakan,” yaitu membaca buku, lansir World Bulletin Jumat (05/08/2016).

Faizah Shaheen, 27, bukan teroris tapi psikoterapis NHS yang menangani remajaremaja berisiko (bermasalah). Dia baru saja menikah dan pulang dari bulan madu di Turki, dia sedang membaca sebuah buku seni yang memiliki kumpulan cerita, puisi, lagu dan kartun, berjudul Syria Speaks: Art and Culture from the Frontline (Suriah Berbicara: Seni dan Budaya dari Garis Depan).

“Saya mengantri di kontrol paspor dan melihat polisi menatapku. Aku baru saja melalui pemeriksaan paspor dan kemudian dua petugas polisi mendekati saya dan membawa saya ke samping dan meminta saya untuk menunjukkan paspor saya lagi,” katanya kepada surat kabar The Independent.

“Aku bertanya apa yang sedang terjadi dan mereka mengatakan saya telah dilaporkan karena buku yang saya baca dan dipertanyakan berdasar Undang-Undang Terorisme. Saya menjadi sangat marah dan kesal. Saya tidak bisa memahami bagaimana membaca buku bisa menyebabkan orang menduga saya seperti ini. Saya mengatakan kepada polisi bahwa saya tidak berpikir itu benar atau dapat diterima,” lanjutnya.

“Saya sadar bahwa keamanan sangat penting dimana terorisme bersangkutan tetapi mereka harus menjaga rasa proporsi. Untuk pergi dan menghubungi polisi anti-teror merupakan reaksi ekstrim yang berlebihan,” katanya.

Seorang juru bicara dari Thomson Holidays mengatakan pelanggan dan karyawan keselamatan adalah “kepentingan utama” mereka.

“Kami menghargai bahwa dalam hal ini Ms Shaheen mungkin merasa kehati-hatian yang berlebihan telah dilakukan, namun seperti semua penerbangan, awak kami dilatih untuk melaporkan setiap kecurigaan mereka sebagai tindakan pencegahan,” kata juru bicara itu. Seorang juru bicara untuk Kepolisian Yorkshire Selatan menegaskan Shaheen telah “diberhentikan dan diperiksa” berdasar Schedule 7 Terorisme Act 2000 Inggris.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Pasukan India Bunuh 3 Muslim Kashmir saat Unjuk Rasa Setelah Shalat Jumat

thumbs_b_c_105bc1255353c7cb6aca897ec766a1e8SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Tiga warga sipil Kashmir ditembak mati oleh pasukan India pada hari Jumat, sehingga total warga sipil yang tewas dalam satu bulan terakhir mencapai 55 orang, Anadolu Agency melaporkan Jumat (05/08/2016).

Seorang perwira senior polisi, yang berbicara dengan syarat anonim, menegaskan bahwa tiga pemuda tewas pada hari Jumat ketika pasukan India menembaki sejumlah pengunjuk rasa secara brutal yang turun ke jalan setelah sholat Jumat di Kashmir yang dikendalikan India.

Lebih dari 250 lainnya luka-luka dan dirawat di rumah sakit di seluruh wilayah, menurut sumber-sumber Departemen Kesehatan.

Lebih dari 50 menderita luka peluru pellet (peluru kecil), sementara beberapa lainnya terkena peluru tajam, sumber mengatakan, berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media.

Ribuan orang melanggar jam malam yang diberlakukan ketat oleh rezim India di Kashmir pada hari Jumat, yang mengarah ke bentrokan luas antara demonstran dan pasukan India. Jam malam diberlakukan untuk menghentikan orang-orang berdemonstrasi menentang kekuasaan India.

Toko, sekolah dan bisnis terus tutup di wilayah tersebut dan kendaraan tidak tampak di jalanan sepanjang 28 hari berturut-turut sebagai bagian dari aksi protes rakyat terhadap kekuasaan India yang tidak populer di wilayah tersebut.

Kematian warga Muslim pada hari Jumat tersebut mengangkat ketegangan yang belum mereda sejak 8 Juli, ketika pembunuhan seorang komandan jihad Kashmir muda yang populer, Burhan Wani, 22 tahun, membangkitkan protes luas terhadap kekuasaan India.

Sedikitnya 55 warga sipil Kashmir telah tewas dan lebih dari 2.600 lainnya terluka sejak di tembak oleh pasukan India, sementara dua petugas polisi tewas dalam periode yang sama.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, sebagian dikuasai oleh India dan Pakistan dan diklaim oleh kedua negara secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – saat mereka terpecah pada tahun 1947, dua diantaranya memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Kashmir di IHK telah memperjuangkan kemerdekaan melawan kekuasaan India, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 warga Muslim Kashmir dilaporkan telah tewas dalam konflik sejauh ini, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan bersenjata India. India mempertahankan lebih dari setengah juta pasukan di daerah yang disengketakan.

Baca juga: Korban Kebrutalan Pasukan India Meningkat, 31 Muslim Kashmir Tewas dan 1.000 Lebih terluka

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam