Berita Terkini

Sejak Kamis Jet Tempur Rusia dan Assad Terus Gempur Warga Sipil Aleppo, Puluhan Tewas

07-76-620x372ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Rusia di pagi hari Jumat melakukan beberapa pembantaian terhadap warga sipil di Aleppo dan pedesaan nya.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan, Jumat (05/08/2016) bahwa pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh pesawat tempur Rusia di distrik Marjah, Aleppo, merenggut nyawa sepuluh orang, termasuk tujuh anak, serta sejumlah orang lainnya terluka juga menghancurkan rumah-rumah warga sipil, selain dua anak dan dua orang tewas dalam pemboman bom barel di lingkungan al-Salhin.

Pesawat-pesawat tempur tersebut datang kembali untuk mengebom Atareb di pedesaan barat Aleppo, menewaskan sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu beserta anak laki-laki dan perempuan mereka.

Perlu dicatat bahwa artileri dan roket menghujam bersama dengan pemboman udara oleh pesawat-pesawat tempur Rusia dan helikopter menyerang desa dan kota-kota Aleppo utara dan pedesaan barat, serta lingkungan timur kota Aleppo.

Sebelumnya pada hari Kamis, 36 warga sipil termasuk tiga anak-anak tewas oleh serangan udara yang dilakukan oleh pesawat tempur dan helikopter milik rezim Syiah Assad dan Rusia di sejumlah kota.

Di kota Aleppo, 11 korban tewas dalam serangan udara, sementara 10 orang meninggal dalam pemboman di pedesaan barat dan timur Aleppo, lima warga sipil tewas di kota Manbej di Aleppo, juga tiga orang lainnya dalam pemboman kota Houla Homs, dua di Hama dan satu di Daraa, dua di Deir al-Zour, dan dua lainnya di Damaskus.

Pedesaan Aleppo, daerah selatan, barat dan utara dan pedesaan timur kota Idlib, terlihat pemboman udara dan penerbangan militer berat serta helikopter.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Jaysh al Fath Pecahkan Rekor Tercepat, Rebut Barak Militer Utama Rezim Assad dalam 22 Menit

untitled_91

SURIAH (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Jaysh al-Fath merebut salah satu barak militer yang paling penting bagi pasukan rezim al Assad di provinsi Aleppo hanya dalam 22 menit.

Koresponden ElDorar melaporkan, Jumat (05/08/2016) bahwa serangan dimulai dengan meledakkan sebuah bom mobil oleh Jaysh al-Fath berbarengan dengan pasukan darat menyerang daerah pertambangan, the College of Armament dan gerbang the Artillery College, lalu berakhir dengan mengontrol penuh perguruan tinggi artileri tersebut.

Jaysh al-Fath dan faksi operasi “Fath Halb” beberapa hari lalu mengumumkan dimulainya pertempuran untuk mematahkan pengepungan Aleppo, dan The College of Artillery dianggap sebagai salah satu barak utama pasukan Nushairiyah Assad di provinsi Aleppo, bersama dengan batalion artileri barat dari “Jamyat al-Zahra”, di mana The College of artileri merupakan gerbang barat-daya kota Aleppo, dan diposisikan di dataran tinggi yang menghadap lingkungan seluruh kota .

 

Deddy | AlShamia | Jurnalislam

Jaysh al Fath Patahkan Pengepungan Rezim Assad dan Sekutunya di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Jaysh al-Fath berhasil mendobrak pengepungan yang digelar pada mereka oleh pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di bagian kota barat daya Aleppo, kata akun media sosial resmi Jaysh al-Fath, Anadolu Agency melaporkan Jumat (05/08/2016).

Menurut akun media sosial dari Jaysh al-Fath (Tentara Penakluk), mengatakan mereka berhasil mencabut pengepungan setelah mencapai sekolah artileri yang dikendalikan milisi Syiah Assad di kota. Operasi untuk merebut sekolah yang dianggap sebagai salah satu benteng rezim Assad yang paling kuat di Aleppo, telah diluncurkan bersama dengan Tentara Pembebasan Suriah.

Jaysh al-Fath mengatakan telah mengambil alih sebuah bangunan perwira dan maju lebih jauh ke dalam sekolah, dan mengatakan bahwa sekarang hanya masalah waktu sebelum mujahidin akan mencapai Ramouseh Roundabout dan membebaskan daerah Aleppo yang diblokir.

Sekolah artileri itu dikatakan menjadi titik support kuat bagi jalur pasokan rezim yang berasal dari kota Hama di Suriah tengah, melewati kota Khanasser di selatan Aleppo.

Mujahidin Suriah telah berusaha sebelumnya untuk menguasai sekolah beberapa kali di masa lalu, tapi belum berhasil.

Pada bulan Februari, rezim Nushairiyah Suriah memotong rute pasokan antara pedesaan utara Aleppo dan kawasan timur yang dipegang mujahidin.

LQy-dL7_aadbreeu

Pada awal Juli, pasukan rezim Assad berusaha memotong Castello Road, yang menghubungkan kota Aleppo yang diperebutkan rezim dengan Idlib yang dikuasai mujahidin, memberlakukan blokade total pada daerah yang dikuasai mujahin di Aleppo.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut angka PBB.

Namun, Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM yang sebelumnya berbasis di Damaskus, melaporkan total korban tewas akibat konflik lebih dari 470.000.

 

PK Ustadz Abu Ditolak, Iim Ba’asyir: “Saya Kecewa Sekali”

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Saat Sidang PK di PN Cilacap,  Selasa (26/1/2016)
Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Saat Sidang PK di PN Cilacap, Selasa (26/1/2016)

SOLO (Jurnalislam.com) – Peninjauan Kembali (PK) Ustadz Abu Bakar Ba’syir ditolak Mahkamah Agung pada 27 Juli lalu. Alasannya, PK yang diajukan penasehat hukum ustadz Abu gagal menyajikan bukti baru.

Hal tersebut dikatakan juru bicara Mahkamah Agung, Suhadi pada Kamis (4/8/2016) sebagaimana dilansir ABC News.

Menanggapi kabar tersebut, putra bungsu ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Abdurrachim Ba’asyir mengaku kecewa. Pria yang karib disapa ustadz Iim itu mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari media massa.

“Saya baru tahunya dari wartawan, katanya memang sudah keluar tanggal 27 Juli kemarin. Lha ini ada apa kita juga nggak tahu, yang jelas salinan penolakan kita belum terima, alasannya apa juga nggak tahu. Tapi kalau itu ditolak, ya saya sangat kecewa sekali,” katanya kepada Jurnalislam di kediamannya, Komplek Ponpes Al Mukmin Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jum’at (5/8/2016).

Menurutnya, persidangan ustadz Abu penuh dengan kejanggalan. Dalam kasus I’dad Aceh, lanjutnya, ustadz Abu bukan aktor intelektual, ustadz Abu hanya membantu pelatihan fisik tersebut dengan alasan adanya Syariat yang memerintahkan.

“Beliau hanya sebagai ikut-ikutan membantu, artinya dengan pertimbangan syar’i saat datang orang yang mengadakan tadrib, kemudian minta bantuan dana, beliau melihatnya secara syar’i hal ini tidak bisa menolak,” jelasnya.

Ustadz Iim kembali mempertanyakan alasan Ustadz Abu divonis hukuman paling berat, yaitu 15 tahun penjara. Sementara aktor utama pelatihan Aceh hanya dijatuhi hukuman 7 tahun.

“Orang yang bertanggungjawab pelatihan di Aceh, Abu Yusuf itu saja divonis 7 tahun, kemudian kok bisa ustadz Abu kena 15 tahun. Beliau ini cuma ‘ikut-ikut’ bahasanya kayak begitu, itupun dengan pertimbangan syar’i yang harusnya bisa dihormati,” tegasnya.

“Ini kelihatan sekali bahwa sistem hukum negeri ini masih betul-betul dikendalikan orang Islampobi. Mereka itu selalu berusaha memenjarakan orang seperti beliau ini,” tambahnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

JITU Bandung Gelar Diskusi “Kudeta Turki dalam Bingkai Media”

DEKLARASI jitu bandung2BANDUNG (Jurnalislam.com) – Organisasi profesi jurnalis, Jurnalis Islam Bersatu (JITU) cabang Bandung akan menggelar diskusi bertajuk ‘Kudeta Turki dalam Bingkai Media’ bertempat di Gedung Wakaf99, Jl. Sidomukti no 99 H Bandung, Ahad (7/8/2016).

Ketua panitia diskusi, Maharevin mengatakan bahwa diskusi akan dibarengi dengan Deklarasi JITU cabang Bandung. Menurut Mahar, isu Kudeta Turki cukup membetot perhatian dunia Islam. Sebagai organisasi jurnalis muslim, JITU ingin masyarakat menilai isu Kudeta Turki, khususnya dalam framing pelbagai media, baik media nasional maupun internasional.

“Diharapkan dengan acara ini masyarakat dapat menyaring informasi, mendapatkan informasi yang utuh, kata Mahar

“Sebenarnya tak hanya soal isu kudeta Turki yang berpotensi memecah umat, namun juga isu-isu lainnya. Terutama, membidik problematika umat Islam di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Ia menilai pembicara yang hadir cukup mumpuni untuk membedah kondisi Turki terkini dan bagaimana pemberitaan dalam media. Ada tiga pembicara yang dihadirkan dalam diskusi ini.

Pertama, Arya Sandhiyudha, Ph.D yang merupakan Doktor Politik dan Hubungan Internasional dari Fatih University Turki akan membahas kondisi geopolitik, sosial hingga kondisi terkini Turki. Kajian framing media akan dibahas oleh Maimon Herawati dan M Pizaro.

Adapun Maimon merupakan Dosen Prodi Jurnalistik Unpad, Alumnus University of Dundee Scotland. Sedangkan M Pizaro kini menjabat Sekjen JITU dan Redaktur Pelaksana islampos.com, juga peneliti pada lembaga Center for Islamic and Global Studies (CIGS).

“Kami mengundang elemen umat Islam, ormas, komunitas, khususnya insan pers untuk hadir dalam acara ini, juga ke depannya semoga kajian-kajian tentang media dapat rutin diselenggarakan oleh JITU,” pungkasnya. (mw/JITU Bandung)

 

2 Buah Tank 72 Rezim Assad Hancur saat Serangan Ke Kubu Jaysh al Islam

khsyr_13

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaysh al Islam mengumumkan, Kamis (04/08/2016), bahwa pasukan rezim Assad di Timur Ghouta kembali mengalami kerugian materil dan kehilangan pasukannya, saat upaya bergerak maju digagalkan di garis depan “Hosh alfara”.

Menurut Media biro Jaysh al-Islam, dua tank model “T72” hancur dan awak tank tersebut tewas, ketika serangan yang dilakukan oleh pasukan Syiah Assad ke kubu Jaysh al-Islam.

Diberitakan juga bahwa bentrokan meletus antara faksi-faksi jihad Suriah di kota yang terkepung, Daryya, di Barat Ghouta di satu sisi, dan pasukan rezim Nushairiyah Assad bersama milisi Syiah Hizbullah di sisi lain, di barat laut, dengan puluhan rudal dan roket menghantam kota.

 

Deddy | Alshamia | Jurnalislam

Myanmar Tuntut Setiap Upaya Pembangun Masjid

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Otoritas keagamaan Myanmar menyatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap orang-orang yang membangun sebuah Masjid dan bangunan keagamaan lain di tanah negara, di utara negara itu, dan menghancurkan bangunan-bangunan tersebut, World Bulletin melaporkan Kamis (04/08/2016).

Pembongkaran sebuah Masjid yang diyakini telah dibangun sekitar 1988 setelah permintaan perencanaannya tidak terjawab selama berlangsungnya demonstrasi nasional yang kacau di negara yang diperintah junta itu.

Pada tanggal 5 Juli, polisi menahan lima dari 150 orang massa yang menyerbu gedung di Hpakant Township di Negara bagian Kachin yang bergolak pada 1 Juli setelah kaum Muslim menentang perintah pembongkaran Masjid yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Anggota lokal Ma Ba Tha – sebuah sekte ekstrim nasionalis Buddha yang sering mengeluarkan retorika anti-Muslim – telah menuduh warga Muslim di Le Pyin atas pembangunan Masjid dan struktur lain di kompleks secara ilegal selama ada pembangunan jembatan di dekatnya, dan pada 17 Juni mengancam untuk menghancurkan bangunan tersebut kecuali muslim menghancurkannya sendiri.

Koran Global New Light of Myanmar yang dikelola negara melaporkan hari Kamis bahwa Kementerian Agama dan Kebudayaan telah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan bertindak terhadap individu-individu yang secara ilegal memfasilitasi konstruksi Masjid serta mereka yang terlibat dalam serangan itu.

Ia menambahkan bahwa komunitas Muslim telah secara ilegal menggunakan empat bangunan di atas tanah negara untuk tujuan keagamaan bersamaan dengan konstruksi jembatan dua tahun, dan mereka – termasuk Chief Engineer Sonny Thein – akan menghadapi tuntutan sesuai dengan hukum, termasuk the Vacant, Fallow and Virgin Lands Management Law.

Pada hari Kamis, Thein Aung, ketua panitia pengurus Masjid, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tanah itu disumbangkan kepada komunitas Muslim untuk tujuan keagamaan oleh pemilik Muslim swasta bernama Ye Maung, dan telah mengajukan izin berkali-kali namun tidak pernah ada jawaban yang diterima.

Masjid itu akhirnya dibangun pada tahun 1988, selama terjadinya demonstrasi pro-demokrasi/anti junta terbesar di seluruh negara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ratusan orang diyakini telah tewas dalam protes – yang dimulai sebagai gerakan mahasiswa dan diselenggarakan sebagian besar di Universitas Seni dan Ilmu Pengetahuan Rangoon dan Rangoon Institute of Technology – saat junta dengan brutal menindak para demonstran.

“Situasi kacau pada saat itu. Kami kemudian mencoba mengajukan izin untuk Masjid beberapa kali,” kata Thein Aung. “Tapi selalu tidak ada jawaban dari otoritas.”

Namun, menurut pernyataan kementerian, pada tahun 1985 kemudian ketua dewan rakyat, yang sekarang sudah meninggal, mengalihkan kepemilikan tanah kepada Ye Maung untuk membangun rumah sementara, namun rencana kepemilikan gagal dan kembali ke negara setelah kematiannya.

Sejak Liga Nasional Demokrasi (the National League for Democracy) meraih kemenangan dalam pemilu 8 November, pemimpin (dan sekarang Penasihat Negara) Aung San Suu Kyi mendapat desakan internasional yang luar biasa untuk memecahkan masalah diskriminasi yang dihadapi oleh penduduk Muslim di negara itu, namun dia bertindak hati-hati dan mencoba tidak berpihak karena takut mengganggu nasionalis negara, yang banyak menuduh Muslim mencoba mengganti tradisi Buddhis.

 

 

Pesawat Tempur Rusia Targetkan Kamp Pengungsi Aleppo dengan Bom Cluster

oposisi-suriah-sebut-rusia-gunakan-bom-cluster-0rn

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan udara Rusia dengan bom cluster pada sebuah kamp pengungsi di di dekat distrik Atarib provinsi Aleppo barat laut Suriah menewaskan tiga orang pengungsi dan 15 lainnya luka-luka, kata sumber-sumber pertahanan sipil setempat, World Bulletin melaporkan Kamis (04/08/2016).

Ahmed Hassan Obeid, seorang aktivis berbasis di Atarib, mengatakan serangan tersebut memaksa ratusan keluarga mengungsi dari kamp mencari keselamatan.

Obeid menambahkan bahwa kendaraan pertahanan sipil yang bergegas ke daerah tersebut juga ditargetkan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia, dan merusak sebuah ambulans.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut angka PBB.

Namun, Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM yang sebelumnya berbasis di Damaskus, melaporkan total korban tewas akibat konflik lebih dari 470.000.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Konvoi Turis Inggris, AS dan Jerman Diserang Taliban di Herat

187d07d0246043e4b5c85da451edfdaf_18

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Wisatawan asing yang dikawal oleh konvoi tentara di Afghanistan barat disergap oleh orang-orang bersenjata dalam serangan yang melukai sedikitnya tujuh orang, para pejabat Afghanistan mengatakan, lansir Aljazeera Kamis (04/08/2016).

Dua belas turis dari Inggris, Amerika Serikat dan Jerman diserang di distrik Chesht-e-Sharif provinsi Herat pada Kamis, saat dalam perjalanan menuju Herat dari provinsi Bamiyan dan Ghor.

Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengaku bertanggung jawab atas serangan dalam sebuah pernyataan.

“Sekelompok pejuang Taliban melakukan serangan terhadap turis, melukai sedikitnya enam,” Jalani Farhad, juru bicara gubernur Herat, mengatakan kepada Al Jazeera. “Namun, tidak ada yang mati.”

Sopir Afghanistan juga terluka, katanya.

Reporter Al Jazeera Qais Azimy, melaporkan dari ibukota, Kabul, mengatakan kendaraan para wisatawan terkena serangan RPG.

Dia menggambarkan rute yang dilalui konvoi tersebut sebagai salah satu rute berbahaya.

“Perjalanan ini adalah perjalanan tiga hari yang panjang melalui jalan darat, yang sebagian besar wilayah dikendalikan oleh panglima perang tentu saja, Taliban,” kata wartawan kami.

“Semua hal ini menimbulkan banyak pertanyaan; mengapa orang asing ini memutuskan untuk melakukan perjalanan melalui jalan itu,” katanya, menambahkan bahwa, “Tidak ada satupun kedutaan, ataupun negara, yang akan merekomendasikan kepada warganya untuk mengambil jalan itu. Semua orang tahu tentang risikonya.”

Kedutaan besar Barat biasanya memperingatkan warganya terhadap semua perjalanan di Afghanistan, mengutip ancaman serangan dan penculikan.

Bamiyan dan Herat memiliki beberapa situs arkeologi.

Situs patung Buddha terbesar di Bamiyan dihancurkan oleh Taliban pada awal tahun 2001.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Dalam Seminggu 6 Rumah Sakit di Aleppo Dibom Rezim Assad

Emergency services evacuate a body after a barrel bomb struck just outside the Omar bin Abdaziz hospital in the Maadi district of the northern Syrian city of Aleppo following government air raids on rebel-held districts of the city on July 16, 2016. Air raids on rebel-held districts of Syria's battleground second city of Aleppo killed at least 21 civilians including children, the Syrian Observatory for Human Rights said. / AFP PHOTO / THAER MOHAMMED

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Suriah melancarkan serangan udara terhadap enam rumah sakit di daerah Aleppo dalam waktu seminggu dalam serangan yang merupakan kejahatan perang, sebuah kelompok hak asasi mengatakan pada hari Rabu, lansir Al Arabiya News Channel Kamis (04/08/2018).

Dokter untuk Hak Asasi Manusia (Physicians for Human Rights-PHR) mengatakan itu merupakan pekan terburuk bagi serangan terhadap fasilitas medis di wilayah Aleppo sejak awal konflik lima tahun Suriah, yang telah menewaskan lebih dari 400.000 orang.

Fasilitas medis diserang antara 23 dan 31 Juli, kata kelompok HAM yang berbasis di New York tersebut.

Kota dan provinsi Aleppo adalah daerah yang paling parah terkena kekerasan yang semakin intensif saat upaya perdamaian awal tahun ini gagal dan gencatan senjata yang rapuh juga hancur.

“Sejak Juni, kami telah melihat peningkatan laporan serangan terhadap warga sipil di Aleppo dan serangan terhadap infrastruktur medis yang tersisa di kawasan ini,” direktur program PHR Widney Brown mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Setiap serangan ini merupakan kejahatan perang,” kata Brown.

“Pemboman, kurangnya bantuan kemanusiaan dan kegagalan PBB untuk memberikan bantuan berarti jumlah korban tewas mungkin akan segera menjadi bencana,” kata Brown.

PHR mengatakan telah mendokumentasikan lebih dari 370 serangan pada 265 fasilitas medis selama perang, dan menewaskan 750 tenaga medis.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam