Berita Terkini

Ibukota Helmand Praktis Dikepung Taliban

56785678c461889c7d8b4578

HELMAND (Jurnalislam.com) – The Long War Journal mengatakan, Selasa (09/08/2016), artikel dari The New York Times tentang situasi di provinsi Helmand menyoroti batas dan kegagalan kebijakan militer AS di Afghanistan. Singkatnya, pemerintahan Obama telah memutuskan untuk mengurangi jumlah pasukan AS menjadi 8.400 tentara pada akhir tahun ini, menggunakan kekuatan udara dan pasukan operasi khusus untuk mendukung pasukan Afghanistan, dan menyediakan penasehat militer untuk unit Afghanistan. Tentara dan polisi Afghanistan, yang sebagian besar tidak siap untuk melakukannya, akan menanggung beban pertempuran.

Dalam kasus tertentu, strategi ini bekerja. Misalnya, pasukan operasi khusus dan kekuatan udara AS berada dalam situasi genting dalam merebut kembali Kunduz dari Imarah Islam Afghanistan (Taliban), wilayah yang dikuasai Taliban selama dua minggu pada September 2015. Namun, AS mengabaikan fakta bahwa Kunduz jatuh ke Taliban setelah pasukan Afghanistan dikalahkan di kabupaten sekitarnya.

Meskipun terjadi peningkatan penggunaan serangan udara dan pasukan operasi khusus militer AS, ibukota lain provinsi Helmand, Lashkar Gah, tapi secara praktis tetap dikepung oleh Taliban. Dari the Times:

Bahkan saat pejabat Afghanistan dan Amerika bersikeras bahwa mereka tidak akan membiarkan pusat perkotaan lainnya jatuh, khawatir dengan konsekuensi politik bagi pemerintah yang sedang berjuang di Kabul serta kampanye presiden di Amerika Serikat, penduduk dan pejabat setempat menggambarkan Lashkar Gah praktis telah terkepung.

Jalan utama yang menghubungkan kota dan jalan raya menuju jalur komersial dan militer Kandahar telah berulang kali diblokir dalam beberapa hari terakhir oleh Taliban, yang meledakkan beberapa jembatan. Penumpang sipil dapat melakukan perjalanan pada jalan darat alternatif, tapi harus melewati pos pemeriksaan Taliban. Banyak perusahaan dan lembaga pemerintah yang berbasis di Lashkar Gah mencoba untuk mengevakuasi, dan penyumbatan jalan telah ditambahkan dalam daftar kewaspadaan mereka.

Pasukan Nasional Afghanistan (ANA) terus menerus menemui kegagalan untuk mempertahankan wilayah di provinsi tersebut walaupun terdapat penyebaran sejumlah besar pasukan dan sumber daya, serta ratusan penasihat militer NATO.”

Pertanyaan yang juga sedang muncul adalah tentang keberlanjutan respon militer yang mengandalkan serangan udara untuk melawan mujahidin Taliban.

Di Afghanistan, keterlibatan militer AS yang terbatas ditambah dengan pasukan militer dan polisi setempat Afghanistan yang siap untuk beroperasi secara independen akan bertempur melawan kekuatan Taliban, yang menerima dukungan para pejuang dari Pakistan, menimbulkan anggapan, apakah mampu mengalahkan Taliban?

Laporan Times juga memverifikasi laporan The Long War Journal mengenai situasi kondisi yang memburuk di Afghanistan dan Helmand pada khususnya. Ini adalah dari laporan 2 Agustus dimana pemerintah mengklaim telah membunuh gubernur Taliban untuk Helmand (Taliban membantah klaim ini, dan merilis audio mengatakan bahwa dia masih hidup).

Dalam audio, Taliban mengatakan bahwa distrik Nad Ali dan Nawa-i-Sarraj di Helmand telah berada di bawah kendali Mujahidin setelah pertempuran sengit.

Taliban secara akurat telah melaporkan mengenai kontrol kabupaten mereka di masa lalu saat rezim Afghanistan meremehkan atau mengabaikan fakta kabupaten yang direbut oleh Taliban. Taliban saat ini menguasai atau memperjuangkan lebih dari 80 dari 400 lebih kabupaten di Afghanistan, menurut sebuah studi oleh The Long War Journal. Jumlah itu mungkin lebih tinggi karena laporan dari beberapa kabupaten yang dikenal sebagai benteng Taliban tidak tersedia.

Pasukan Afghanistan di Helmand memburuk saat mujahidin Taliban menekan serangan untuk mendapatkan kembali tanah yang hilang di sana antara 2009-2011. Dari 14 kecamatan Helmand, lima diantaranya diketahui dikendalikan oleh Taliban (Sekarang Zad, Musa Qala, Baghran, Dishu, dan Khanashin), dan tujuh diperkirakan akan jatuh ke Taliban (Nahr-i-Sarraj, Kajaki, Nad Ali, Nawa-i -Barak, Marjah, Garmsir, dan Sangin). Pasukan Taliban berbasis di Nahr-i-Sarraj dan Nad Ali terletak hanya beberapa mil dari kota.

Tanggapan pemerintahan Obama adalah memperlambat penarikan pasukan AS dari negara itu, meninggalkan 8.400 tentara di Afghanistan bukan 5.400 seperti yang direncanakan awalnya. Tapi tetap, 1.400 tentara AS akan ditarik akhir tahun meskipun fakta bahwa Barack Obama menggambarkan kondisi di Afghanistan sangat”genting.” Kami belum mendengar penjelasan bagaimana pasukan yang lebih sedikit akan membantu dalam situasi kondisi yang memburuk.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Pengusaha Asal Jerman Wakili Atlet Berkuda Palestina di Olimpiade Brazil 2016

-816489356

BRAZIL (Jurnalislam.com) – Untuk pertama kalinya Palestina berpartisipasi di kompetisi pacuan kuda di Olimpiade “Rio 2016”, yang diwakili oleh seorang “atlet” Jerman untuk mendukung Palestina, Christian Zimmerman (54 tahun), lansir Infopalestina, Selasa (09/08/2016).

Christian Zimmerman, penunggang dalam kompetisi individu pacuan kuda, telah mendaftarkan dirinya sebagai atlet Palestina dalam Federasi Berkuda Internasional. Untuk diketahui bahwa Christian Zimmerman adalah seorang pengusaha dari kota Cologne Jerman.

Christian Zimmerman mengatakan bahwa “berpartisipasi mewakili nama Palestina pastinya bukanlah ide gila.” Terkait dengan keberangkatannya secara mental dan prosedural sehingga dia bisa ikut dalam olimpiade Rio 2016 atas nama Palestina, dia mengatakan, “Semua prosedur nyata.”

Rekan-rekannya Palestina telah memintanya untuk ikut kompetisi atas nama Palestina dan dia benar melakukannya. Maka sejak tahun 2013, dia mendaftarkan diri di Federasi Berkuda Internasional sebagai atlet Palestina.

Disebutkan bahwa Christian Zimmerman adalah pemilik perusahaan dan sebagai CEO perusahaan besar UNIPLAN.

Dijadwalkan Palestina akan menampilkan 6 atlet di Olimpiade Rio 2016. Yaikni atlet lari Mayada Shayyad (23 tahun) di lari maraton, yang mengibarkan bendera Palestina pada upacara pembukaan, selain itu juga Mohammed Abu Khoussa (23 tahun) dalam lomba lari 100 m.

669784535Di lomba renang, mewakili Palestina, Ahmed Jibril (24 tahun), di gaya bebas 200 meter. Ini adalah untuk kedua kalinya dia tampil setelah mengambil bagian dalam Olimpiade London 2012, dan Mireille Atrash (22 tahun) di gaya bebas 50 meter.

Di lomba berkuda, Palestina diwakili Christian Zimmerman (54 tahun), seorang berkewarganegaraan Jerman. Selanjutnya di lomba Judo (60kg) diwakili Simon Jacob.

Ini adalah partisipasi keenam Palestina di Olimpiade, setelah yang pertama di Atlanta pada tahun 1996.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Koalisi Saudi Mulai Lancarkan Kembali Serangan Udara ke Basis Houthi di Sana’a

Smoke rises after Saudi-led airstrikes hit a food factory in Sanaa, Yemen, Tuesday, Aug. 9, 2016. A Yemeni factory official and two medics say a Saudi-led airstrike has killed 14 civilians working on an overnight shift in the capital, Sanaa. They say the airstrikes were targeting Yemen's Shiite rebels in Sanaa but instead one of them hit a food factory. The heavy bombardment comes on the heels of the failed U.N. peace talks in Kuwait between Yemen's internationally-recognized government and the Shiite rebels known as Houthis.(AP Photo/Hani Mohammed)

YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi militer yang dipimpin Saudi melakukan serangan udara di ibukota Yaman, Sana’a, pada hari Selasa (09/08/2016) untuk pertama kalinya dalam lima bulan, warga mengatakan. Serangan terjadi setelah pembicaraan damai yang didukung PBB untuk mengakhiri konflik terhenti selama akhir pekan, lansir Al Arabiya News Channel, Selasa.

Koalisi yang dipimpin Saudi mendukung pasukan Yaman yang setia kepada pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang mencoba menggulingkan pemberontak Houthi sekutu Republik Syiah Iran dari Sana’a.

Koalisi juga memaksa penghentian penerbangan ke Bandara Internasional Sanaa selama 72 jam sejak Senin, seorang pejabat bandara dan badan sumber bantuan mengatakan.

Serangan udara menghantam bangunan presiden dan pangkalan militer di Sana’a serta basis Garda Republik di daerah Arhab dekat bandara, kata penduduk. Pasukan pro-pemerintah berusaha maju ke kota dari utara dan timur.

Dalam perkembangan terpisah, warga di Azan di provinsi Shabwa selatan Yaman mengatakan mujahidin Al Qaeda telah menghancurkan pos pemeriksaan militer Yaman dan mundur dari kota pada hari Selasa setelah serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab, yang menargetkan posisi jihadis di sana.

Arab Saudi dan sebagian besar sekutu Teluk Arab campur tangan dalam perang di Yaman pada bulan Maret 2015 setelah pemberontak Syiah Houthi mendorong pemerintah Hadi ke pengasingan di Arab Saudi.

Koalisi telah meluncurkan ribuan serangan udara ke arah pemberontak Houthi dan sekutu mereka di tentara Yaman, tetapi menghentikan serangannya di Sana’a pada bulan Maret, setelah mencapai kesepakatan informal dengan Houthi untuk meredakan pertempuran di perbatasan Yaman-Saudi.

Koalisi memaksakan blokade untuk mencegat pengiriman senjata bagi milisi Syiah Houthi, dan sebagian besar mengijinkan bandara Sanaa mengoperasikan bantuan sipil dan kemanusiaan sejak Maret.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

“Zat al Reqa” Sandi Jaysh al-Islam dalam Serangan Baru ke Posisi Pasukan Assad di Timur Ghouta

dhtSURIAH (Jurnalislam.com) – Jaysh al-Islam pada Senin pagi (08/08/2016) meluncurkan serangan baru terhadap posisi pasukan rezim Nushairiyah Assad dari Timur Ghouta yang bertujuan merebut wilayah blok-blok militer dan bangunan rezim.

ElDorar AlShamia mengatakan, Selasa (09/08/2016), menurut sumber di Jaysh al-Islam untuk jaringan #lDorar, pertempuran yang diluncurkan hari ini menyandang nama “Zat al-Reqa” di sepanjang garis depan bandara “al-Marj” sampai ke gedung pertanian.

Sumber menambahkan bahwa pasukan Perlawanan Suriah menguasai sejumlah besar bangunan dan Masjid “Badr” di samping Stasiun Gas al-Marj, sementara pasukan rezim Assad mengalami kerugian jiwa dan materiil.

Para mujahidin Suriah mampu menghancurkan sebuah wagon “Chilka” pada sumbu “Hosh al-Fara- Hosh Nsri dan sebuah kendaraan lapis baja di bagian depan timur laut Timur Ghouta.

 

Deddy | AlShamia | Jurnalislam

Pasukan Assad Alami Kekalahan Telak Saat Berusaha Merebut Wilayah Selatan Aleppo

e6b8b015dde94565bd51833079d95486_18

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al-Fath, memukul mundur atas upaya pasukan rezim Nushairiyah Assad dan milisi sekutu asing, Syiah Hizbullah Lebanon, untuk merebut kembali beberapa titik di pedesaan selatan Aleppo, didukung serangan udara berat Rusia dan rezim. (baca juga: Assad Kirim Ribuan Pasukan Bala Bantuan Syiah Hizbullah Lebanon ke Aleppo)

Koresponden ElDorar AlShamia mengatakan, faksi-faksi jihad yang berpartisipasi dalam operasi militer Jaysh al-Fateh dari Aleppo mengumumkan bahwa Senin malam mereka berhasil menimbulkan kerugian jiwa dan materiil bagi pasukan musuh, di sekitar “fuels hill” (bukit bahan bakar) di pedesaan selatan.

Jaysh al-Fath telah mampu mengubah posisi terhadap pasukan rezim Assad dan sekutunya, untuk membuka jalan ke Aleppo dari selatan, di seberang “fuels hill” dan beberapa titik sekitarnya.

Sebelumnya pasukan rezim dan Syiah Hizbullah mulai bergerak saat pasukan koalisi mujahidin Jaysh al Fath yang juga disebut Army of Conquest bersumpah bahwa “tahap baru” serangan mujahidin bertujuan untuk “membebaskan seluruh Aleppo.”

Koalisi Jaysh al Fath yang mencakup Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), pertama kali mematahkan pengepungan rezim atas setengah wilayah kota Aleppo yang berhasil dikuasai pada hari Ahad, dan dilaporkan telah melipatgandakan jumlah mujahidin untuk merebut kembali seluruh kota.

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Pesawat Tempur Rezim Assad Jatuhkan Bom Vakum di Barat Laut Idlib

thumbs_b_c_92226535aa4bc7191d5caac8b9de782fIDLIB (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat rezim Nushairiyah Assad menjatuhkan serangan bom vakum akhir Senin terhadap kabupaten Sevre yang dikuasai mujahidin Suriah di provinsi barat laut Idlib, sumber-sumber pertahanan sipil setempat mengatakan kepada Anadolu Agency Selasa (09/08/2016).

Lima korban tewas dan 12 orang lain, termasuk staf pertahanan sipil, terluka dalam serangan itu, menurut sumber medis yang berbicara kepada Anadolu Agency.

Sebuah bangunan dihancurkan setelah serangan dan personil pertahanan sipil berusaha mencapai korban yang terperangkap dalam reruntuhan, kata sumber itu, menambahkan bahwa korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit setempat.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad membantai protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta korban telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Assad Kirim Ribuan Pasukan Bala Bantuan Syiah Hizbullah Lebanon ke Aleppo

In this picture taken on Friday, Feb. 14, 2014, Hezbollah fighters march in a parade during the memorial of their slain leader Sheik Abbas al-Mousawi, who was killed by an Israeli airstrike in 1992, in Tefahta village, south Lebanon. Hezbollah says Israel carried out an airstrike targeting its positions in Lebanon near the border with Syria earlier this week, claiming it caused damage but no casualties. Hezbollah said the attack was near the eastern Lebanese village of Janta. It vowed to retaliate but said it will "choose the appropriate time and place." (AP Photo/Mohammed Zaatari)

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Nushairiyah Assad mengirimkan ribuan bala bantuan untuk melancarkan serangan balik di Aleppo setelah koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, menghancurkan blockade rezim dua hari sebelumnya, kata kelompok pemantau, Aljazeera melaporkan, Selasa (09/08/2016).

Milisi Syiah Hizbullah Lebanon dan pasukan rezim Assad telah memobilisasi lebih dari 3.000 tentara dan milisi untuk mencoba merebut kembali daerah-daerah yang berhasil dikuasai Jaysh al Fath, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris.

“Ratusan pasukan Jaysh al Fath juga telah tiba di Aleppo dari provinsi (tetangga) Idlib untuk membantu dalam pertempuran yang akan terjadi,” kata Rami Abdel Rahman, ketua kelompok.

Pasukan Syiah Hizbullah telah memberikan dukungan penting bagi tentara rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad yang kelelahan.

Kantor berita rezim Suriah, SANA, mengatakan pesawat-pesawat pemerintah melakukan serangan intensif pada yang mereka sebut “gerakan teroris” di selatan Aleppo.

Rezim juga bertindak untuk meredam kekhawatiran bahwa kemenangan Jaysh al Fath akan memotong jalur pasokan ke Aleppo Barat yang dikuasai rezim. SANA mengutip gubernur provinsi Mohammed Marwan al-Oulabi mengatakan bahwa barang-barang penting dan bahan bakar masih tersedia di daerah.

“Puluhan tangki bahan bakar memasuki kota Aleppo pada hari Senin,” katanya.

Pasukan pro-Assad mulai bergerak saat pasukan koalisi mujahidin Jaysh al Fath yang juga disebut Army of Conquest bersumpah bahwa “tahap baru” serangan mujahidin bertujuan untuk “membebaskan seluruh Aleppo.”

Koalisi Jaysh al Fath yang mencakup Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), pertama kali mematahkan pengepungan rezim atas setengah wilayah kota Aleppo yang berhasil dikuasai pada hari Ahad, dan dilaporkan telah melipatgandakan jumlah mujahidin untuk merebut kembali seluruh kota.

PBB pada hari Selasa menyerukan jeda kemanusiaan mendesak dalam pertempuran di Aleppo untuk memungkinkan akses memperbaiki jaringan listrik dan air, dan memberikan bantuan. Jutaan warga bisa terpengaruh jika jeda itu tidak diberlakukan, PBB memperingatkan.

Anak-anak sangat beresiko, Unicef menambahkan, pemangkasan air selama gelombang panas di provinsi ini meningkatkan peluang penyakit. (baca juga: Pengepungan Assad Runtuh, Bantuan Kemanusian Mengalir ke Aleppo dari Idlib)

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Profesor Asal Amerika dan Australia Diculik Kelompok Bersenjata di Kabul

bbabb7ef3d854cb09c40f1a5dd27767b_18KABUL (Jurnalislam.com) – Sejumlah pria bersenjata mengenakan seragam polisi menculik warga Negara Amerika dan Australia di jantung Kabul, Afghanistan, Aljazeera melaporkan Senin (08/08/2016).

Dua profesor di Universitas Amerika di Afghanistan tersebut diculik dari kendaraan mereka pada Ahad malam, kata para pejabat, Senin, saat penculik menghancurkan jendela penumpang dan mengangkut mereka pergi di bawah todongan senjata.

Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan, yang terjadi tiga hari setelah sekelompok wisatawan asing yang dikawal tentara Afghanistan disergap oleh Taliban di provinsi Herat barat.

“Dua profesor asing, satu warga Amerika dan satu orang lainnya warga Australia, diculik di bawah todongan senjata di jalan Dar-ul-Aman di pusat kota Kabul,” Sediq Sediqqi, juru bicara kementerian dalam negeri, mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Indikasinya adalah bahwa mereka diculik oleh kelompok militan.”

Sopir dan penjaga di dalam kendaraan, keduanya terluka, telah ditahan untuk ditanyai, pejabat keamanan lain mengatakan kepada AFP.

Empat pria bersenjata yang mengenakan seragam polisi terlibat dalam penculikan itu, menurut seorang pejabat Barat di Kabul.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Jaysh al Fath Umumkan akan Rebut Seluruh Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi Mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, mengumumkan dimulainya pertempuran untuk merebut kembali seluruh Aleppo, sehari setelah berhasil mematahkan pengepungan rezim Bashar Assad atas setengah wilayah kota yang mereka kuasai, Aljazeera melaporkan Senin (08/08/2016).

Jaysh al fath atau Army of Conquest, termasuk Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad bahwa mereka akan “menggandakan jumlah pasukan mereka untuk pertempuran berikutnya.”

“Kami mengumumkan dimulainya fase baru untuk membebaskan seluruh Aleppo,” kata jihadis. “Kami tidak akan beristirahat sampai kita menaikkan bendera penaklukan atas benteng rezim di Aleppo ini.”

Rekaman yang diperoleh oleh Al Jazeera menunjukkan mujahidin di pos pemeriksaan pemerintah pada Sabtu setelah mematahkan pengepungan rezim Assad selama sebulan atas lingkungan timur yang mereka kuasai yang menandakan kemunduran besar bagi pasukan rezim Suriah dan sekutunya.

Sebuah konvoi truk pick-up mujahidin memasuki wilayah kota melalui rute yang baru dibuka pada hari Ahad, membawa bantuan makanan bagi sekitar 300.000 warga yang sebelumnya terperangkap di dalam. (baca juga: Pengepungan Assad Runtuh, Bantuan Kemanusian Mengalir ke Aleppo dari Idlib)

Keberhasilan mematahkan pengepungan memicu perayaan di distrik timur Aleppo, tetapi pertempuran sengit dan serangan udara Rusia dan Suriah terus menerus berlangsung di dalam dan sekitar kawasan Ramosa sehingga warga tidak bisa melakukan perjalanan yang aman.

Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan itu adalah salah satu kekalahan paling signifikan bagi rezim Suruah sejak konflik meletus pada Maret 2011.

Kekhawatiran tumbuh pada hari Ahad bahwa di bagian barat kota yang dikuasai rezim akan kekurangan makanan dan bahan bakar saat koalisi mujahidin berbalik mengepung.

Jaysh al fath pada Sabtu bergerak ke arah timur laut menuju Ramosa dan berkumpul dengan mujahidin yang berada di dalam kota. (baca juga: Setelah Patahkan Kepungan Rezim Assad, Jabhah Fath al-Syam Tembus Distrik Timur Aleppo)

“Setelah operasi militer besar-besaran dilakukan di enam tahap, Jaysh al fath berhasil mengakhiri pengepungan,” Al Jazeera Amro Halabi, melaporkan dari setengah wilayah kota yang dikuasai oposisi.

“Tiga tahap pertama termasuk menyerang dan merebut kontrol posisi strategis dari pasukan rezim Assad di front selatan dan barat kota. Pada tahap keempat pejuang Army of Conquest ini bertempur dalam operasi darat ke kota dari selatan, merebut wilayah Ramosa.”

Ramosa adalah lokasi kompleks militer besar, yang berisi sejumlah perguruan tinggi militer.

Jabhah Fath al-Syam memposting gambar di media sosial barisan kendaraan lapis baja, amunisi, tank howitzer, roket dan truk yang sekarang berada di tangan mujahidin. (baca juga: Jaysh al-Fath Bunuh 150 Pasukan Assad, Rebut 20 Tank, 7 Kendaraan Tempur, 10 Artileri dan 60 Truk Pengangkut)

Menurut pihak oposisi dan SOHR, yang mengandalkan kontak jaringan di Suriah untuk melacak perang, garis depan mujahidin bergerak dari barat laut ke barat, lalu ke Aleppo yang dikuasai rezim Syiah, ke tepi wilayah Hamdaniya dan proyek perumahan yang disebut proyek 3.000.

Akademi Teknik Militer Assad, kompleks tentara pemerintah lain yang besar, terletak di utara Hamadiya.

“Pertempuran untuk Aleppo sangat menentukan. Siapa pun yang memenangkan pertempuran kemungkinan bisa memenangkan perang. Untuk Jaysh al fath, menjaga control atas Aleppo adalah perkara sangat penting.” reporter Al Jazeera Reza Sayah, melaporkan dari Gaziantep di perbatasan Turki-Suriah.

 

Milisi Kurdi Kuasai Sejumlah Besar Wilayah Kota Manbij

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Demokratik Suriah (Syria’s Democratic Forces-SDF) yang didukung oleh Amerika Serikat telah menguasai sejumlah besar lingkungan barat, selatan dan timur kota Manbej sedangkan lingkungan utara masih di bawah kendali kelompok Islamic State (IS),

Milisi SDF Kurdi menguasai keamanan alun-alun, lingkungan “al-TBBA” dan bundaran “al-Kora” serta pusat kota, menurut sumber-sumber lokal untuk jaringan ElDorar AlShamia, Senin (08/08/2016).

Lingkungan “al-Serbia” dan “jalan Jarablos” masih di bawah kendali mereka.

Sumber menambahkan bahwa SDF gagal menyerang wilayah “Jouret al-Arayes” pada Senin pagi dengan bom mobil.

Laporan juga mengatakan bahwa puluhan keluarga sipil yang terjebak di wilayah “alSerb dan jalan Jarablos, melarikan diri dari wilayah pertempuran yang sedang berlangsung antara milisi SDF dan kelompok IS.