Berita Terkini

Hadirilah Tabligh Akbar “Hukuman Buat Penista Agama”

IKUTILAH…
TABLIGH AKBAR
“HUKUMAN BUAT PENISTA AGAMA”

Bersama :
1. Ust. Haris Amir Falah (Amir JAS Jakarta)
2. Ust. Yusuf Muhammad Martak (Ketua BAKORPA)
3. Ust. H. Dani Anwar (Penasehat HAMAS)
4. Ust. Edy Mulyadi (Korps Mubaligh Jakarta)
Hari/Tanggal : Ahad, 15 Muharram 1438H / 16 Oktober 2016
Waktu : 08.00 s/d Selesai
Tempat : Masjid Jami Said Na’um
Jl. Kebon Kacang, Tanah Abang – Jakarta Pusat

Diselenggarakan Oleh :
Jama’ah Ansharusy Syari’ah (JAS)
Badan Kordinasi Penanggulangan Penodaan Agama (BAKORPA)
Himpunan Aktivis Masjid Tanah Abang (HAMAS)
Korps Mubaligh Jakarta (KMJ)

Contact Person : 08111898929 (Gatot Herlambang) / 082112921949 (Achmad Zuhal)

70 Ormas Islam Se-Jatim Kutuk Ahok

PERNYATAAN SIKAP

Tentang

“KASUS PENODAAN AGAMA OLEH GUBERNUR DKI JAKARTA BASUKI TJAHAJA PURNAMA ALIAS AHOK“

Mencermati fenomena terkait dengan adanya indikasi pidana penodaan/penistaan terhadap agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, dan menyikapi berbagai pendapat di masyarakat, perdebatan dan kontroversi yang terjadi serta pemberitaan media massa terhadap masalah tersebut, maka Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur (GUIB Jatim) sebuah lembaga di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang beranggotakan ormas-ormas Islam di Jawa Timur, menyelenggarakan pertemuan terbatas membahas persoalan tersebut.

Sebagai bentuk ikhtiar untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, untuk terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik, toleran dan harmonis, kami meminta kepada pemerintah dan instansi terkait agar melakukan langkah tegas dalam rangka melakukan pencegahan terhadap kemungkinan terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat akibat pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menistakan agama, menodai Alquran, melecehkan ulama dan menghina umat Islam. Oleh karena itu kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menistakan agama Islam, menodai al Qur’an, melecehkan ulama dan menghina umat Islam, perbuatan ini secara sah dan meyakinkan telah melanggar KUHP Pasal 156a dan UU No.1/PNPS/1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan terhadap agama di Indonesia.
  2. Mendesak kepada aparat yang berwenang untuk segera bertindak secara proaktif, dan professional dalam penegakan hukum (law enforcement) terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menistakan agama Islam, menodai al Qur’an, melecehkan ulama dan menghina umat Islam dengan prinsip persamaan perlakuan di hadapan hukum (equality before the law).
  3. Mendorong kepada para pemimpin pusat maupun daerah agar memberikan contoh yang baik (uswatun Hasanah) kepada masyarakat tentang pentingnya menjunjung tinggi etika, moral dan ahlak yang baik serta nilai-nilai kepatutan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  4. Meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk tetap waspada agar tidak terprovokasi melakukan hal-hal yang bisa mengganggu stabilitas nasional atas tindakan yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menistakan agama Islam, menodai al Qur’an, melecehkan ulama dan menghina umat Islam, dan menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
  5. Pernyataan sikap ini adalah merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang terdiri dari :
  6. Nahdhatul Ulama (NU) Jawa Timur
  7. Muhammadiyah Jawa Timur
  8. Hidayatullah Jawa Timur
  9. Perhimpunan Al Irsyad Jawa Timur
  10. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur
  11. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur
  12. Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur
  13. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur
  14. Persatuan Islam (PERSIS) Jawa Timur
  15. Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Jawa Timur
  16. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur
  17. Al Bayyinat Jawa Timur
  18. Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur
  19. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur
  20. Badan komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Timur
  21. Forum Ummat Islam (FUI) Jawa Timur
  22. Muslimat Nahdhatul Ulama Jawa Timur
  23. Fatayat Nahdhatul Ulama Jawa Timur
  24. PW Aisyiyah Jawa timur
  25. Nasiatul Aisyiyah Jawa Timur
  26. Muslimah Hidayatullah Jawa Timur
  27. Syabab Hidayatullah Jawa Timur
  28. Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur
  29. Keluarga Alumni Masjid Kampus Indonesia (KAMPUSINA) Jawa Timur
  30. Laskar Pembela Islam (LPI) Jawa Timur
  31. Front Pemuda Islam (FPIS) Jawa Timur
  32. Persyarikatan Da’wah Al Haromain Jawa Timur
  33. Al Hawariyun Jawa Timur
  34. Majelis Dakwah Indonesia (MDI) Jawa Timur
  35. Forum Madura Bersatu (FORMABES) Jawa Timur
  36. Majelis Dzikir & Dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (MADDIA) Jawa Timur
  37. Forum Pemuda Sunni Jawa Timur
  38. CICS (Center for Indonesian Community Studies) Jawa Timur
  39. GNPI (Gerakan Nasional Patriat Islam) Jawa Timur
  40. ORISSA Jawa Timur
  41. Laskar Arif Rahman Hakiem Jawa Timur
  42. Al Irsyad Al Islamiyah Jawa Timur
  43. Ikatan Da’I Muda Indonesia (IDMI) Jawa Timur
  44. Muballigh Bulan Bintang Jawa Timur
  45. BKSPPI Jawa Timur
  46. Badan Koordinasi Masjid (BAKORMAS) Jawa Timur
  47. Ikatan Da’I Indonesia (IKADI) Jawa Timur
  48. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur
  49. IDIAL Jawa Timur
  50. FPPBD Jawa Timur
  51. Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Jawa Timur
  52. Front Anti Komunis (FAK) Jawa Timur
  53. Forum Ulama Madura ( FUM ) Jawa Timur
  54. Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA)
  55. Forum Intelektual Indonesia (FII) Jawa Timur
  56. Forum Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur (FDII)
  57. Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur
  58. Front Pemuda Madura Indonesia (FPMI) Jawa Timur
  59. Gerakan Mahasiswa Peduli Narkotika (GMPN) Jawa Timur
  60. Forum Kyai Muda Madura (FORKIM) Jawa Timur
  61. Front Anti Aliran Sesat (FAAS) Jawa Timur
  62. Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jawa Timur
  63. Ikatan Keluarga Besar Alumni Remaja Masjid Al Falah (IKA RMA) Jawa Timur
  64. Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU) Jawa Timur
  65. Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Jawa Timur
  66. Darussyifa’ Asshomadiyah Jawa Timur
  67. Sarikat Islam (SI) Jawa Timur
  68. Wahdah Islamiyah Jawa Timur
  69. Forum Da’I Ekonomi Syariah (FORDEIS) Jawa Timur
  70. Aliansi Ulama Madura (AUMA)
  71. Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA)
  72. Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jawa Timur
  73. Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Jawa Timur
  74. Harkat Pimpinan Pondok Pesantren Se-Madura (HP3M)
  75. Jama’ah Anshorus Syariah (JAS) Jawa Timur

MUI Jatim: Padepokan Dimas Kanjeng Menyesatkan

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya dan Gerakam Umat Islam Bersatu menyampaikan pernyataan sikap tentang kasus Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. MUI menilai kasus tersebut adalah kasus penipuan berkedok kegiatan keagamaan. MUI Jatim juga menegaskan, kegiatan kegamaan Taat Pribadi sesat dan menyimpang.

PERNYATAAN SIKAP

Tentang

“KASUS PADEPOKAN DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI”

Mencermati fenomena yang berkembang di masyarakat terkait dengan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dan menyikapi berbagai pendapat di masyarakat, perdebatan dan kontroversi yang terjadi serta pemberitaan media massa terhadap masalah tersebut, maka Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur (GUIB Jatim) sebuah lembaga di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang beranggotakan ormas-ormas Islam di Jawa Timur menyelenggarakan pertemuan terbatas membahas persoalan tersebut.

Sebagai bentuk ikhtiar untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sudah barang tentu dibutuhkan iklim yang kondusif bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang toleran dan harmonis. Oleh karena itu kami meminta kepada pemerintah dan instansi terkait agar melakukan langkah tegas dalam rangka melakukan pencegahan terhadap kemungkinan terganggunya ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum yang diakibatkan oleh tindakan yang dilakukan oleh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, karena itu kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Bahwa kasus tersebut adalah kasus penipuan yang berkedok kegiatan keagamaan. Bertujuan mendapatkan uang, seperti kegiatan istighatsah yang disertai kewajiban membayar uang yang disebut mahar. Dan kegiatan perdukunan yang menawarkan sejumlah barang-barang seperti ATM dapur, kartu karomah, kartu seribu manfaat, tasbih, gelang, ballpoint laduni, sabuk, cincin dan sebagainya, untuk dimiliki para pengikutnya dengan membayar uang tertentu yang juga disebut mahar.
  2. Bahwa kasus penipuan ini merupakan sindikat yang rapi tidak hanya dilakukan oleh Taat Pribadi sendiri, tetapi ada oknum-oknum lain yang terlibat.
  3. Dalam kaitannya dengan kedok agama yang digunakan terdapat hal-hal yang menyimpang/menyesatkan dan menodai agama. Hal ini sesuai yang dijelaskan dalam keputusan MUI Jawa Timur No.64/MUI/JTM/X/2016.
  4. Sehubungan dengan hal tersebut, kami yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur menyatakan:
  5. Meminta pemerintah untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terkait dalam sindikat penipuan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan oknum-oknum dan menindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
  6. Meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang dalam kasus tersebut.
  7. Meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak pihak-pihak yang terkait dengan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi terkait dengan penodaaaan /penistaan agama yang dilakukannya, sesuai dengan UU No. 1/PNPS/1965 dan KUHP Pasal 156a.
  • Mendesak kepada Pemerintah dan instansi terkait agar menuntaskan kasus padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dan kasus-kasus lain yang sejenis sampai ke akar-akarnya, sehingga masyarakat terselamatkan dari tipu daya dan penyesatannya.
  • Mendesak kepada Pemerintah dan aparat keamanan, agar menutup Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, membubarkan kegiatan yang tersisa dan memulangkan para korban (berkoordinasi) dengan pemerintah kabupaten/kota daerah asal korban.
  • Pernyataan sikap ini adalah merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang terdiri dari :
  1. Nahdhatul Ulama (NU) Jawa Timur
  2. Muhammadiyah Jawa Timur
  3. Hidayatullah Jawa Timur
  4. Perhimpunan Al Irsyad Jawa Timur
  5. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur
  6. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur
  7. Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur
  8. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur
  9. Persatuan Islam (PERSIS) Jawa Timur
  10. Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Jawa Timur
  11. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur
  12. Al Bayyinat Jawa Timur
  13. Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur
  14. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur
  15. Badan komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Timur
  16. Forum Ummat Islam (FUI) Jawa Timur
  17. Muslimat Nahdhatul Ulama Jawa Timur
  18. Fatayat Nahdhatul Ulama Jawa Timur
  19. PW Aisyiyah Jawa timur
  20. Nasiatul Aisyiyah Jawa Timur
  21. Muslimah Hidayatullah Jawa Timur
  22. Syabab Hidayatullah Jawa Timur
  23. Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur
  24. Keluarga Alumni Masjid Kampus Indonesia (KAMPUSINA) Jawa Timur
  25. Laskar Pembela Islam (LPI) Jawa Timur
  26. Front Pemuda Islam (FPIS) Jawa Timur
  27. Persyarikatan Da’wah Al Haromain Jawa Timur
  28. Al Hawariyun Jawa Timur
  29. Majelis Dakwah Indonesia (MDI) Jawa Timur
  30. Forum Madura Bersatu (FORMABES) Jawa Timur
  31. Majelis Dzikir & Dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (MADDIA) Jawa Timur
  32. Forum Pemuda Sunni Jawa Timur
  33. CICS (Center for Indonesian Community Studies) Jawa Timur
  34. GNPI (Gerakan Nasional Patriat Islam) Jawa Timur
  35. ORISSA Jawa Timur
  36. Laskar Arif Rahman Hakiem Jawa Timur
  37. Al Irsyad Al Islamiyah Jawa Timur
  38. Ikatan Da’I Muda Indonesia (IDMI) Jawa Timur
  39. Muballigh Bulan Bintang Jawa Timur
  40. BKSPPI Jawa Timur
  41. Badan Koordinasi Masjid (BAKORMAS) Jawa Timur
  42. Ikatan Da’I Indonesia (IKADI) Jawa Timur
  43. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur
  44. IDIAL Jawa Timur
  45. FPPBD Jawa Timur
  46. Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Jawa Timur
  47. Front Anti Komunis (FAK) Jawa Timur
  48. Forum Ulama Madura ( FUM ) Jawa Timur
  49. Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA)
  50. Forum Intelektual Indonesia (FII) Jawa Timur
  51. Forum Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur (FDII)
  52. Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur
  53. Front Pemuda Madura Indonesia (FPMI) Jawa Timur
  54. Gerakan Mahasiswa Peduli Narkotika (GMPN) Jawa Timur
  55. Forum Kyai Muda Madura (FORKIM) Jawa Timur
  56. Front Anti Aliran Sesat (FAAS) Jawa Timur
  57. Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jawa Timur
  58. Ikatan Keluarga Alumni Remaja Masjid Al Falah (IKA RMA) Jawa Timur
  59. Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU) Jawa Timur
  60. Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Jawa Timur
  61. Darussyifa’ Asshomadiyah Jawa Timur
  62. Sarikat Islam (SI) Jawa Timur
  63. Wahdah Islamiyah Jawa Timur
  64. Forum Da’I Ekonomi Syariah (FORDEIS) Jawa Timur
  65. Aliansi Ulama Madura (AUMA)
  66. Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA)
  67. Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jawa Timur
  68. Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Jawa Timur
  69. Harkat Pimpinan Pondok Pesantren Se-Madura (HP3M)
  70. Jama’ah Anshorus Syariah (JAS) Jawa Timur

 

Lagi, Kapal Angkatan Laut AS Jadi Target Serangan Rudal dari Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS menjadi target serangan rudal yang gagal pada hari Rabu dari wilayah di Yaman yang dikuasai oleh pemberontak Syiah Houthi aliansi Iran. Serangan itu merupakan insiden kedua dalam empat hari terakhir, para pejabat AS kepada Reuters Rabu (12/10/2016).

The USS Mason, didampingi oleh USS Ponce – yang merupakan sebuah dermaga transportasi amfibi – melepaskan tembakan pertahanan salvo untuk membalas serangan rudal, yang gagal menghantam kapal dan tidak menyebabkan kerusakan apapun karena dioperasikan di utara Selat Bab al-Mandab, kata para pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama.

Upaya baru yang menargetkan kapal perusak Angkatan Laut AS tersebut akan menambah tekanan pada militer AS untuk membalas, sebuah langkah yang akan mewakili aksi langsung pertama militer AS terhadap Houthi dalam konflik Yaman. Pentagon mengisyaratkan tentang kemungkinan serangan balasan pada hari Selasa.

Insiden kemarin, bersama dengan serangan atas kapal Uni Emirat Arab pada 1 Oktober, menambah pertanyaan tentang keselamatan lintas bagi kapal militer di sekitar Selat Bab al-Mandab, salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia.

Syiah Houthi, yang memerangi pemerintah Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour al-Hadi yang diakui secara internasional, membantah terlibat dalam upaya penyerangan sebelumnya terhadap USS Mason atau dekat USS Ponce, Ahad.

Namun para pejabat AS telah mengatakan kepada Reuters ada indikasi yang tumbuh bahwa pemberontak Syiah Houthi, meskipun mereka menyangkal, bertanggung jawab atas insiden hari Ahad.

Para pemberontak tampaknya menggunakan perahu ringan kecil sebagai pengamat untuk membantu mengarahkan serangan rudal ke arah kapal perang. Amerika Serikat juga menyelidiki kemungkinan bahwa sebuah stasiun radar di bawah kontrol Houthi di Yaman mungkin juga “melacak” USS Mason, membantu Houthi mendapatkan koordinat untuk melakukan serangan, para pejabat mengatakan.

Syiah Houthi, yang bersekutu dengan pendahulu Hadi, Ali Abdullah Saleh, mendapat dukungan dari banyak unit tentara dan mengontrol sebagian besar wilayah utara termasuk ibukota Sanaa.

Reuters melaporkan bahwa rudal jelajah untuk pertahanan wilayah pesisir yang digunakan terhadap USS Mason pada hari Ahad memiliki rentang yang cukup besar, menambah kekhawatiran tentang jenis persenjataan berat yang dipakai Syiah Houthi dan beberapa di antaranya diyakini pejabat AS dipasok oleh Iran.

Resimen Baru Pasukan Irak Tiba di Dekat Kota Mosul untuk Serangan

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Resimen baru pasukan Irak telah dikerahkan di tenggara Mosul dalam persiapan operasi bersama melawan Islamic State (IS) di kota itu, kata seorang pejabat militer Irak Selasa, lansir World Bulletin Rabu (12/10/2016).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Selasa, Kolonel Abdul Sahib al-Daraji mengatakan: “Resimen pertama dan kedua dalam brigade 76 divisi 16 [tentara Irak] tiba di kabupaten Makhmur, 25 kilometer [15,5 mil] dari pusat kota Mosul.

“Resimen akan bergerak besok Rabu ke arah sumbu timur Mosul dan akan diposisikan di dekat Mosul Dam, yang merupakan titik mobilisasi divisi 16, yang ditugaskan melakukan operasi militer melawan IS dari sumbu al-Khazir,” kata al Daraji.

“Pasukan ini memiliki kesiapan militer tingkat tinggi dan akan memiliki peran penting dalam menembus garis pertahanan pertama IS di sumbu timur kota Mosul,” tambahnya.

IS meningkatkan serangan di daerah yang dikuasai pemerintah Irak dalam beberapa bulan terakhir setelah mengalami penurunan di wilayah utara dan barat Irak.

Baghdad mengatakan akan mengalahkan IS pada akhir tahun ini.

Pembantaian Massal Baru di Aleppo pada Hari Asyuro

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Kota Aleppo Suriah menjadi tempat pembantaian massal pada hari Rabu yang bertepatan hari Asyuro bagi penganut Syiah, dengan sedikitnya 81 warga sipil tewas dalam serangan udara rezim Syiah Assad di lingkungan yang dikuasai pejuang Muslim Sunni Suriah.

Kelompok penyelamat lokal mengatakan sektor timur Aleppo dibombardir oleh lebih dari 50 serangan rudal Rusia dan rezim Syiah Assad sepanjang hari itu yang juga melukai lebih dari 87 orang – beberapa dalam kondisi kritis. Aljazeera melaporkan, Rabu (12/10/2016).

“Sampai saat ini Pertahanan Sipil masih bekerja untuk mengeluarkan orang-orang dari reruntuhan,” Ibrahim Abu Leith, seorang juru bicara kelompok penyelamat yang juga dikenal sebagai White Helmets yang berbasis di Aleppo, mengatakan kepada Al Jazeera.

Sebelumnya pada hari itu, serangan udara pada sebuah pasar yang sibuk di lingkungan Fardous menewaskan sedikitnya 22 orang.

Menurut Abu Leith, 45 orang tewas di Fardous saja.

“Kami hanya memiliki tiga dokter dan sekitar delapan perawat di rumah sakit kami. Kami tidak bisa menerima semua yang terluka pada saat yang sama,” Modar Sheikho, perawat darurat di Fardous, mengatakan kepada Al Jazeera.

Russian Su-27 jet fighters and MIG 29 jet fighters fly over Red Square during the Victory Day military parade in Moscow on May 9, 2016. Russia marks the 71st anniversary of the Soviet Union's victory over Nazi Germany in World War II. / AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEVKIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images

Menurut badan amal global, Doctors Without Borders, hanya ada 11 ambulans tersisa untuk 275.000 orang yang masih berada di sektor yang dikuasai pejuang Suriah. Hanya 35 dokter yang masih tersisa.

Pasukan pro-rezim Nushairiyah Assad telah membuka sedikitnya tujuh area yang berbeda di seluruh kota Aleppo.

“Pekan lalu tentara rezim Suriah mengatakan akan mengurangi serangan udara mereka sehingga warga di Aleppo timur yang dikuasai kelompok oposisi dapat pergi. Ada beberapa hari yang tenang, tapi tidak ada koridor bagi warga sipil untuk mengungsi ke daerah lain yang dikuasai oposisi,” reporter Al Jazeera Zeina Khodr melaporkan dari Gaziantep di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

Meskipun banyak “kritik” dari masyarakat internasional, Khodr mengatakan hanya ada “tindakan kecil… kini persediaan makanan menurun dan tenaga medis kewalahan.”

Serangan terbaru menghancurkan rumah sakit, tempat penampungan bawah tanah, dan bangunan lain.

Lonjakan serangan pada Rabu terjadi saat Rusia mengumumkan akan mengadakan pembicaraan perdamaian baru dengan AS dan kekuatan-kekuatan regional akhir pekan ini.

MMI: Syiah Lebih Besar Penistaanya kepada Al Quran Dibanding Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan masa yang terdiri dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta (JAS) rabu siang (12/10/2016) mendatangi Panti Prajurit Balai Sudirman Jakarta Selatan dalam rangka melakukan aksi pembubaran terhadap perayaan Asyuro yang digelar kelompok Syiah yang berkedok aksi sosial donor darah.

Wakil Amir Majelis Mujahidin Indonesia ustad Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman dalam orasinya menyatakan Syiah lebih besar penistaannya dan penentangannya terhadap Al Qur’an dari pada Ahok, karena menurutnya kelompok Syiah menganggap Al Qur’an yang ada saat ini semua palsu.

“Kalau Ahok menyatakan Al Maidah ayat 51 adalah pembohongan, Syiah ini bukan hanya surat Al Maidah saja, seluruh Al Qur’an dianggap tidak asli, Syiah menyatakan Qur’an yang asli yang dibawa oleh imam mereka. Jadi lebih besar lagi penentangannya orang Syiah,” terangnya.

Abu Jibriel meminta Majelis Ulama Indonesia dengan tegas mengelurkan fatwa sesatnya Syiah agar umat sadar akan dusta-dusta yang dilontarkan kelompok Syiah ketengan-tengah masyarakat dengan dalih sebagai kelompok pencita Ahlu Bait Rasul.

“Jawa Timur sudah mengharamkan Syiah, Pekan Baru sudah mengharamkan Syiah dan kita menuntut Majelis Ulama Indonesia untuk mengharamkan Syiah karna mereka bukan Islam,” Tegasnya.

Dari pantauan Jurniscom dilapangan perayaan Asyuro yang dilaksankan oleh kelompok Syiah ini dihadiri bukan hanya dari wilayah Jakarta saja, akan tetapi juga datang dari luar kota seperti Bandung, Bogor, Bekasi. Perayaan yang berakhir pukul 16.00 wib ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian.

 

Laskar Umat Islam Semarang Datangi Acara Asyuro, Ratusan Penganut Syiah Batal Hadir

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Ratusan laskar Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangi ritual Asyuro Syiah di Masjid Yayasan Nuruts Tsaqolain, Petek, Kota Semarang, Selasa (11/10/2016) siang. Aksi itu berhasil menekan jumlah peserta Asyuro Syiah menjadi bagian kecil.

Dengan pengawalan ketat dari pihak umat Islam, gabungan laskar melakukan orasi sekaligus dakwah tentang kesesatan Syiah didepan para laskar umat Islam dan warga sekitar yang turut hadir.

Ustadz Surowijoyo, salah satu orator menyampaikan kesesatan dan bahaya Syiah. Dalam orasinya ia mengatakan Syiah melecehkan Nabi Muhammad Saw.

“Syiah mengaku Islam tapi mengina Nabi Muhammad. Saya beri tahu istrinya nabi yang namanya Aisyah itu disebut pezina, anda orang Islam rela apa tidak? itulah Syiah,” cetusnya.

223Aktifis asal Solo itu melanjutkan, Syiah kerap memfitnah istri-istri nabi Muhammad, Hafsoh istri dari Nabi dituduh meracuni Rasulullah Saw. “Terus garwane sing setunggale namine hafsoh niku didakwo peracun Nabi, bener opo mboten? (Terus istri yang satunya yang bernama hafsoh itu dituduh meracuni Nabi, benar apa tidak? -red)” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Lutfi mengatakan, mayoritas warga sekitar tidak mengetahui apa itu Syiah serta bahaya laten yang akan ditimbulkan. Namun, dengan fakta yang ada ia berharap seluruh kaum Muslim Jawa Tengah khususnya Semarang dapat bergabung, cegah perkembangan Syiah.

“Harapan kami ditahun yang akan datang, bukan hanya kami yang mengadakan aksi serupa. Tapi bersama warga kita cegah perayaan Syiah yang sangat menyesatkan,” pungkasnya.

Lebih lanjut Ketua GPK Yogyakarta, Fuad Andreago mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan gabungan laskar Umat Islam. Sebab, aksi itu dapat menekan jumlah ribuan peserta Asyuro Syiah menjadi puluhan peserta.

“Hasil maksimal yang kita capai di Semarang tadi yaitu menggeser acara Syiah laknatullah ke tempat yang lebih terbatas yaitu di markas mereka di Petek, menekan jumlah mereka yang biasanya ribuan, jadi kurang dari seratus orang, kita juga memaksa mereka untuk membubarkan diri sebelum waktunya selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya perwakilan ormas-ormas Islam sudah melakukan audiensi di kantor Gubernuran yang dihadiri wakil-wakil kementerian agama, ketua MUI, wakil permerintahan dan aparat. Hasil diskusi itu berujung dengan diadakan diskusi lanjutan yang mendalam antara para ulama MUI dan kemenag menegenai kesesatan ajaran Syiah.

Ormas Islam Se-Jateng dan DIY Desak MUI Jateng Bubarkan Asyuro dan Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah Pimpinan Ormas Islam se Jateng dan DIY melakukan audiensi bersama dengan jajaran Gubernur Jateng, Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Semarang, membahas perayaan Asyuro Syiah di Kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan 9, Semarang, Selasa (11/10/2016).

Disaksikan Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji (Kapoltabes Semarang), Ahmad Daroji (MUI Jateng), dan jajaran Gubernur Jateng, pimpinan Ormas diantaranya, Ustadz Fuad Al Hadizi (JAS), Ustadz Umar Sa’id (AM FUI Jogja), Ustadz Said Sungkar (FPI Pekalongan), Ustadz Bernard Abdul Jabbar (ANNAS), Ustadz Aris Munandar (DDII Jateng) mendesak dikeluarkannya fatwa Syiah sesat dan dibubarkannya Perayaan Asyuro di Semarang.

Ustadz Bernard menjelaskan bahwa Syiah sudah berkembang di Indonesia dan meresahkan umat Islam. Bernard mempertanyakan sikap MUI, Depag, Polda Jateng yang saling lempar, tidak bertindak hanya karena tidak ada fatwa MUI.

“Syiah sudah meresahkan umat Islam di Indonesia. Kemudian fatwa MUI tentang Syiah itu sesat belum ada, kemudian bapak biarkan saja, ini tanggung jawab bapak dihadapan Allah,“ tegas Ustadz Benard.

Tanggung jawab yang besar yang akan kalian pertaruhkan, lanjut Bernard, sebagai pemimpin yang mengemban amanat untuk amar ma’ruf nahi munkar. Apa kalian takut jabatan kalian hilang, sehingga kemaksiyatan, kesesatan dibiarkan saja,” tandas mantan misionaris itu.

Desakan juga datang dari Ustadz Umar Said, ia mengatakan ritual ajaran Syiah sudah merecoki ajaran Islam, takiyah atau berbohong menjadi bagian penting ajaran Syiah yang bisa mengelabuhi orang lain.

“Kalau sepanjang jaman Syiah berbuat ulah, maka kita katakan ini sumber konflik dimana-mana. Kalau bapak katakan ohh ini tidak ada kesesatan, tidak ada melukai diri, karena mereka takiyah. Bapak percaya ndak kalau mereka takiyah (berbohong), karena takiyah adalah bagian terpenting agama Syiah” kata pimpinan AM FUI.

Sementara Ustadz Fuad Al Hadzimi membacakan tulisan H. Asad Said Agil wakil ketua pengurus besar NU, di www.NU.or.id bahwa Syiah telah membuat sayap militer. Dia mengatakan dalil kesesatan Syiah justru dari orang Syiah sendiri.

“Ini yang ngomong orang kedua dari BIN, Marja’ at Taklit dewan Syariah Syiah sudah membuat sayap militer. Dan masih banyak lagi dalil sesat Syiah justru dari ulama mereka. Jadi kalau dikatakan dari kami, bukan, kami mendasarkannya dari sumber Syiah itu sendiri” jelas Fuad Hadzimi.

Menanggapi masukan tersebut, Ahmad Daroji, MUI Jateng mengatakan, bahwa Syiah tidak hanya Imamiyah, dan mempertanyakan yang harus dikeluarkan fatwa sesat yang mana?

“Jenengan sudah pelajari ada berapa Syiah, lha yang ini Syiah yang Imamiyah atau yang mana? Saya tanya Syiah ada berapa macam? Panjenengan tidak setuju yang Imamiyah, itu bahan kami. Tentu kami tidak boleh grusak-grusuk, ada yang mengatakan Syiah sesat, ada yang bilang Syiah kafir, lha yang diikuti sing endi?” ucap Ahmad Daroji.

Pimpinan Ormas mulai kesal dengan keterangan Ahmad Daroji yang berbelit-belit. Dia mengatakan akan membahas di jajaran MUI dan hanya mempersilahkan satu orang utusan dari pimpinan Ormas Islam yang hadir.

“Karena ini sudah audiensi, jadi saya tidak punya waktu lagi, monggo saya disalahkan. Ini bahan sudah ada (Materi Syiah) atau mau diberi tambahan, kami akan bahasnya ya dengan buku ini. Nah saya mohon maaf nanti diskusi MUI itu saya hanya beri ijin satu orang, mau datang njih monggo, siapa yang mewakili ndak dateng ya ndak apa-apa” ujarnya saat menerima buku Kesesatan Syiah dari DDII Jateng.

Sementara itu di luar Gedung nampak Ribuan Laskar Se-Jateng dan DIY melakukan Aksi Orasi yang menuntut untuk di bubarkannya acara Asyuro yang di adakan oleh Yayasan Nuru Tsaqolain yang perpusat di Jln. Petak gang Layur Kuningan Semarang.

img20161011091529

Operasi Militer Terbaru: Taliban Rebut Kabupaten Ghormach

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Mujahidin Imarah Islam (Taliban) merebut Kabupaten Ghormach di provinsi Faryab barat-laut Afghanistan, Selasa, setelah pertempuran sengit dengan pasukan Nasional Afghanistan (ANA), Aljazeera melaporkan, Selasa (11/10/2016).

Anggota dewan provinsi mengkonfirmasi ke Al Jazeera bahwa Taliban merebut kendali dari kabupaten Ghormach setelah pasukan Afghanistan mundur, menambahkan bahwa beberapa tentara telah tewas dan senjata disita.

“Juru bicara Pemerintah provinsi mengatakan bahwa pagi ini sejumlah besar Taliban menyerang pusat kota dan merebut kota … Dia mengatakan Taliban mengambil posisi di daerah pemukiman dan bahwa pasukan Afghanistan harus mundur dari pusat kota untuk menghindari jatuhnya korban sipil,” kata reporter Al Jazeera Qais Azimy, melaporkan dari Kabul.

“Ghormach adalah kabupaten yang sangat strategis karena berbatasan dengan Turkmenistan dan sangat penting untuk mengontrol perbatasan dengan negara Asia Tengah. Kami perkirakan pertempuran akan terus berlangsung selama beberapa hari mendatang.”

Taliban telah melancarkan perlawanan terhadap pemerintah Kabul yang didukung Barat (AS – NATO) sejak digulingkan dari kekuasaan oleh invasi pimpinan AS pada tahun 2001. Taliban telah mengintensifkan serangan dan menekan pasukan nasional Afghanistan dukungan AS di berbagai bidang di seluruh negeri dalam beberapa bulan terakhir.

Di distrik Tirankot provinsi Uruzgan, sedikitnya 100 polisi Afghanistan menyerah dan bergabung kepada Taliban pada hari Selasa.

“Mereka dikepung oleh Taliban selama sedikitnya satu bulan dan tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari pemerintah pusat, anggota parlemen provinsi mengatakan, dan itu sebabnya mereka menyerah kepada Taliban membawa serta peralatan tempur mereka,” kata Azimy.

“Kami juga mendapatkan laporan dari Afghanistan barat di provinsi Farah bahwa ratusan Taliban telah berkumpul untuk menyerang pusat provinsi di kota Farah dan bahwa pasukan ANA mengalami kesulitan memerangi mereka.”

Sedikitnya 96 tentara ANA tewas dalam sepekan terakhir dalam pertempuran dengan Taliban, menurut kementerian pertahanan Afghanistan.

Sementara itu, ratusan pasukan komando Afghanistan yang didukung oleh kekuatan udara NATO pada hari Selasa dikerahkan untuk mendorong mujahidin Taliban dari kota selatan Lashkar Gah setelah 14 orang Serdadu Kabul tewas dalam serangan terkoordinasi Taliban.

Serangan Senin merupakan upaya terbaru Taliban untuk merebut ibukota provinsi Helmand, menggarisbawahi terbukanya keamanan saat Talibanmemperluas kendalinya di seluruh provinsi tersebut.

“Lebih dari 300 pasukan komando … telah dikerahkan ke kota untuk mencegah kemajuan Taliban,” kata Abdul Jabar Qahraman, utusan khusus pemerintah untuk keamanan di Helmand.

Juru bicara provinsi Omar Zwak mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pasukan komando tersebut dikirim dari Kabul dan provinsi tetangga untuk meluncurkan “operasi sapu bersih” di Lashkar Gah setelah serangan Taliban, yang menewaskan 10 pasukan lokal dan empat orang serdadu lainnya.

“Pasukan keamanan segera akan menetralisir seluruh kota dari Taliban,” kata Zwak.

Sekitar 30.000 orang telah mengungsi dari Helmand dalam beberapa pekan terakhir dan sebagian besar telah mengungsi diri ke Lashkar Gah. Tapi kota itu praktis telah dikepung, dan jalan-jalan di kabupaten tetangga dikuasai oleh para mujahidin Taliban.

Intervensi di Helmand telah memicu persepsi bahwa kekuatan asing semakin sering ditarik kembali ke dalam konflik saat pasukan Afghanistan berjuang untuk bertempur melawan Taliban.

Serangan Senin pagi itu juga menggarisbawahi dorongan Taliban yang berkelanjutan ke dalam pusat-pusat kota, yang terjadi seminggu setelah mereka sempat menyerbu ke Kunduz di utara dan menguasainya.

Pada hari Sabtu Jenderal John Nicholson, komandan militer NATO di Afghanistan, terbang dengan menteri pertahanan Afghanistan ke Lashkar Gah untuk meyakinkan para tetua provinsi bahwa kota Lashkar Gah tidak akan jatuh.

Taliban secara efektif mengontrol atau memperebutkan 10 dari 14 kabupaten di Helmand, provinsi paling mematikan bagi pasukan Inggris dan AS selama dekade terakhir dan dirusak oleh panen opium besar yang membantu mendanai pemberontakan.

Pada bulan Agustus, Washington mengerahkan sekitar 100 pasukan khusus AS ke Lashkar Gah, yang merupakan penyebaran pasukan besar pertama AS ke kota sejak pasukan asing menarik diri pada tahun 2014.

Dalam beberapa bulan terakhir, para mujahidin Taliban telah menyerbu ibukota provinsi lainnya, mulai dari Kunduz dan Baghlan di utara hingga ke Farah di barat.