Berita Terkini

Pernyataan Sikap Dewan Syariah Kota Surakarta untuk Ahok

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan kontroversi petahana Ahok di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu mengundang gelombang tanggapan. Mulai kalangan bawah hingga kalangan atas mengecam pernyataan ‘dibohongi oleh surat al-Maidah ayat 51’ itu.

Dalam hal ini Dewan Syariah Kota Surakarta turut mengecam keras ucapan yang mengundang kegaduhan serta kerukunan umat beragama.

Berikut pernyataan sikap Dewan Syariah Kota Surakarta;

Setelah membaca pendapat dan sikap Majelis Ulama Indonesia pusat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Dr.KH. Ma’ruf Amin dan sekertaris jendral MUI Dr.H.Anwar Anbas, MM.M.Ag pada tanggal 11 oktober 2016 tentang pernyataan Basuki Tjahaja purnama terkait dengan Al.Quran surat Al Maidah ayat 51 yang disampaikan dikabupaten kepulauan seribu pada tanggal 27september 2016 serta telah disimpulkan oleh MUI pusat bahwanya pernyataan Basuki Tjahaja Purnama ( alias ahok) dikategorikan: (1) menghina Al Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekwensi hukum.

Untuk itu Dewan Syariah Kota Surakarta menyatakan:

1. Pendapat MUI sebagai lembaga resmi yang mempunyai otoritas di bidang keagamaan haruslah menjadi referensi bagi ummat islam. menjadi salah satu alat nukti yang sahdi Pengsdilan dan menjadi pertimbangan bagi DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk mempertimbangkan mekanisme politik untuk melakukan hak hak selaku lembaga legeslatif termasuk hak untuk bertanya untuk mendalami kemungkinasn adanya dugaan melanggar sumpah jabatan

2. Meminta Kapolri untuk jujur, independen dan segera melakukan tindakan hukum kepada semua pelaku tindak kejahatan terlebih yang menyangkut hajat hidup orang banyak termasuk proses hukum terhadap Ahok.

3. Meminta kepada Anggota DPRD Provinsi DKI Untuk memanggil Ahok untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya.

4. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, disamping tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan mengawalnya hingga di Pengadilan.

Reporter: Riyanto

Ribuan Umat Islam Solo Raya Desak Seret Ahok ke Meja Hijau

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Surakarta gelar aksi long march dari Masjid Kota Barat menuju Mapolresta Surakarta di Jln Adi Sucipto No. 2 Banjarsari Solo, Jum’at (14/10/2016). Mereka mendesak aparatur pemerintah untuk menyeret Ahok kepengadilan.

Sekjend Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustadz Tengku Azhar, Lc mengatakan, orang-orang seperti Ahok sudah ada sejak dulu. Mereka senantiasa melecehkan al-Quran dan menjauhkan umat Islam darinya.

“1400 tahun yang lalu sebelum dan jauh dari diciptakannya Ahok, Alloh lewat lisan Nabi-Nya telah berpesan akan tingkah dan polah laku orang kafir yang mengatakan janganlah kalian mendengarkan Al Qur’an,” ujar Ustadz Tengku dalam orasinya.

“Belum lama ini ucapan yang tidak mengenakan bagi umat Islam terucap dari mulut Ahok,” tambahnya.

Sementara Orator lainnya, Edi Lukito menegaskan orang seperti Ahok sangat berbahaya bagi kerunan umat beragama.

“Kita harus berhati-hati Saudara karena Ahok ini ada singkatanya A adalah awas, H hati-hati, O omongan Orang, K kafir, maka kita harus Awas Hati-hati Omongan Orang Kafir,” cetus ketua LUIS itu.

Dalam orasinya itu Edi melanjutkan, ketegasan penegak hukum harus dilakukan. Sebab, akan berdampak pada tindakan represif masyarakat yang cenderung anarkis.

“Jangan sampai para aparatur negara terutama pihak Kepolisian terlena. Sehingga, rakyat mengambil tindakan sendiri-sendiri jika Ahok ini tidak di seret ke penjara,” pungkasnya.

Acara di tutup dengan doa oleh Ustad Halim dari Takmirul Mukmin dan NU kota Solo.

Lebih lanjut, sebelum ribuan masa membubarkan diri, DSKS yang diwakili Sekjend membacakan pernyataan sikap DSKS.

JAS Jakarta: Tidak Ada Hukuman Lain Terhadap Penghina Islam Kecuali Hukuman Mati

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Puluhan ribu umat Islam dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus penistaan terhadap agama.

Ditemui ditengah aksi puluhan ribu umat Islam menuntut dipenjarakan Ahok, Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta menyatakan bahwa umat Islam Indonesia punya harapan untuk bangkit.

“Kita punya harapan yang sama, umat Islam bangkit menuntut hal yang sama agar Ahok dihukum seberat-beratnya bahkan kita semua berharap Ahok itu dihukum mati,” ungkapnya kepada jurnis, Jum’at (14/10/2016) didepan Balaikota Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Menurut Ustad Haris Amir Falah apa yang telah dilakukan Ahok dengan menyebut dibohongi pakai Al Maidah ayat 51, itu sudah masuk kedalam penghinaan terhadap Islam dan menurutnya Ahok harus dihukum mati.

“Penghinaan kepada Al-Qur’an, Allah, dan Rasulnya hukumannya tidak lain kecuali hukuman mati. Minta maaf ataupun tidak minta maaf hukuman terhadap Ahok akan terus berjalan,” Tegasnya.

Sebelumnya puluhan ribu umat Islam dari berbagai ormas yang terdiri Forum Umat Islam (FUI), Front Pembela Islam, Persatuan Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, Jamaah Ansharusy Syariah, dll melakukan aksi longmarch dari Masjid Istiqlal menuju Bareskrim Polri dan Balaikota Jakarta.

 

 

Taliban Kuasai 5 Ibukota Provinsi di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) Imarah Islam Afghanistan (Taliban) kini kendalikan lima dari 34 ibukota propinsi di Afghanistan. Taliban tidak membatasi operasinya untuk satu wilayah negara saja, tetapi aktif dalam semua wilayah. Taliban kedalikan dua ibukota di utara (Kota Kunduz dan Pul-i-Khumri), dua di selatan (Tarin Kot dan Lashkar Gah), dan satu di barat (Farah City).

The Long War Journal mengatakan, Kamis (13/10/2016), untuk mengusai ibukota-ibukota tersebut, Taliban memfokuskan operasinya di daerah pedesaan Afghanistan yang penting untuk pergerakan Taliban. Daerah-daerah tersebut digunakan untuk merekrut dan melatih mujahidin, mengumpulkan dana, resupply, dan melancarkan serangan ke pusat-pusat militer. Strategi ini dijelaskan oleh Mullah Aminullah Yousuf, gubernur Taliban untuk Uruzgan, pada bulan April 2016.

Taliban memperoleh keberhasilan menggunakan strategi ini, namun Jenderal John Nicholson, komandan pasukan AS di Afghanistan dan misi Resolute Support, telah meremehkan kendali mujahidin Taliban atas daerah pedesaan tersebut.

Ibukota provinsi yang berada di bawah kendali Taliban:

Kunduz: Taliban memasuki kota Kunduz pada 3 Oktober dan menduduki sebagian besar wilayah Kunduz selama sembilan hari sebelum didorong mundur oleh pasukan Afghanistan. Resolute Support, komando NATO di Afghanistan, bersikeras Kunduz berada di bawah kendali Afghanistan satu hari setelah Taliban memasuki kota meskipun laporan yang beredar bertentangan. Taliban tetap menguasai pinggiran Kota Kunduz; semua tujuh kabupaten di provinsi ini direbut.

Baghlan: Pul-i-Khumri, ibukota provinsi Baghlan yang berbatasan dengan Kunduz, telah berada di bawah kendali Taliban sejak Mei 2016. Distrik Pul-i-Khumri dan tiga distrik dari 13 distrik Baghlan diperjuangkan oleh Taliban. Taliban secara rutin menutup jalan raya yang menghubungkan Kota Kunduz dan Pul-i-Khumri.

Lashkar Gah: Ibukota provinsi Helmand telah berada di bawah ancaman Taliban selama lebih dari setahun. Pada bulan Oktober 2015, Taliban maju beberapa mil ke dalam Lashkar Gah, dan mengepungnya sejak itu. Awal pekan ini, Taliban menyergap dan membunuh puluhan personel militer Afghanistan setelah 300 dari mereka berusaha melarikan diri ke daerah dekat kota yang dikelilingi. Penasihat AS telah dikerahkan ke Lashkar Gah dan kabupaten lain di Helmand untuk membantu pasukan Afghanistan memerangi Taliban, tapi malah berperang untuk mematahkan ancaman Taliban. Dari 14 kecamatan Helmand, enam telah dikendalikan oleh Taliban dan tujuh lainnya, termasuk ibukota provinsi, dalam kepungan Taliban.

Tarin Kot: Ibukota provinsi Uruzgan telah di bawah kendali langsung sejak awal September, ketika pasukan Taliban memasuki kota dan berjuang melawan personel militer Afghanistan yang didukung pasukan AS. Taliban tetap menguasai sampai hari ini. Dari enam kabupaten provinsi, satu berada di bawah kendali Taliban penuh dan lima sisanya dalam kepungan.

Farah: Pada awal Oktober, Taliban memotong jalan ke Kota Farah dan menyerang dari utara. Komandan militer Afghanistan khawatir kota akan jatuh, pasukan NATO telah dikerahkan ke kota dan meluncurkan serangan udara ke arah Taliban, yang mereka katakan didorong ke pinggiran. Seorang juru bicara Taliban mengaku pada 13 Oktober “meluncurkan serangan ke arah posisi musuh di daerah Baghi Pul di ibukota Farah” dan “Mujahidin mengepung kota dari timur dan utara.” Sedikitnya empat dari 11 kabupaten Farah telah dikendalikan oleh Taliban.

AS Serang Posisi Radar Rudal Syiah Houthi Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Militer AS melancarkan serangan rudal pada hari Kamis (13/10/2016)) di tiga lokasi radar pantai di daerah Yaman yang dikuasai oleh pasukan pemberontak Houthi afiliasi Republik Syiah Iran, membalas serangan rudal yang gagal pekan ini di sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS, kata para pejabat AS, kantor berita Reuters melaporkan.

Serangan yang disahkan oleh Barack Obama tersebut merupakan aksi militer langsung Washington yang pertama kali diluncurkan terhadap sasaran yang dikuasai Houthi dalam konflik Yaman.

Namun, Pentagon menekankan serangan bersifat defensif, yang ditujukan bagi radar yang memungkinkan meluncurkan sedikitnya tiga rudal terhadap kapal perusak Angkatan Laut AS USS Mason sejak Ahad.

1476343519767“Ini serangan pertahanan diri terbatas yang dilakukan untuk melindungi personil kami, kapal kami, dan kebebasan navigasi kami,” kata juru bicara Pentagon Peter Cook.

Para pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Angkatan Laut AS USS Nitze meluncurkan rudal jelajah Tomahawk sekitar pukul 4:00 waktu setempat (0100 GMT).

“Radar ini aktif selama serangan sebelumnya dan percobaan serangan di kapal di Laut Merah, termasuk USS Mason, ” salah seorang pejabat mengatakan, menambahkan radar berada di daerah terpencil di mana risiko korban sipil rendah.

Pejabat itu mengidentifikasi daerah-daerah di Yaman lokasi radar yang ditargetkan sebagai: dekat Ras Isa, di utara Mukha dan dekat Khoka.

Serangan rudal di USS Mason – serangan terbaru yang berlangsung pada hari Rabu – tampaknya merupakan respon Houthi terhadap serangan yang diduga dipimpin Saudi pada para pelayat yang berkumpul di Sanaa, ibukota Yaman, yang dikuasai pemberontak Houthi.

Michael Knights, seorang ahli konflik Yaman di Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat (the Washington Institute for Near East Policy), menyatakan bahwa Houthi, yang berasal dari sebuah sekte Syiah, bisa menjadi lebih militer selaras dengan kelompok-kelompok seperti kelompok Syiah Lebanon Hizbullah.

Insiden rudal, bersama dengan serangan 1 Oktober pada kapal Uni Emirat Arab, menambah pertanyaan tentang keselamatan lintas bagi kapal militer di sekitar Selat Bab al-Mandab, salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia.

Lashkar Gah Dikepung Taliban, 100 Pasukan Nasional Afghanistan Tewas dalam Pertempuran

HELMAND (Jurnalislam.com) – Situasi keamanan di Lashkar Gah, ibukota provinsi Helmand yang terkepung, tampak memburuk bagi pemerintahan Kabul. Laporan kredibel dari Afghanistan menunjukkan bahwa ratusan polisi dan tentara Nasional Afghanistan (ANA) tewas, ditangkap, atau bergabung ke Imarah Islam Afghanistan (Taliban).

Dua hari lalu, Taliban menegaskan telah menewaskan puluhan polisi dan milisi lokal, yang dikenal sebagai Arbakis. Taliban membuat pernyataan pada Voice of Jihad, situs media resmi Taliban.

“Di tengah operasi tahunan ‘Omari’ yang masih berlangsung, sebuah konvoi pasukan bayaran mendapat serangan berat mujahidin di dekat pemakaman wilayah Basharano ibukota Lashkargah semalam mengakibatkan 125 personil polisi dan Arbakis menyerah, 69 termasuk 5 komandan tewas, 33 lainnya luka-luka dan kemudian ditangkap dan mendapat pengobatan oleh Mujahidin.

8 APC dan 1 truk Kamaz hancur. 220 berat senjata dan ringan, 1 tank lapis baja, 22 APC, 20 pickup ranger, 3 kendaraan lain dan berbagai jenis amunisi disita.”

The Long War Journal, Kamis (13/10/2016) mengutip laporan dari The New York Times mendukung pernyataan Taliban. Menurut pejabat Afghanistan, pasukan Afghanistan dikepung dan bernegosiasi untuk mundur, tetapi Taliban menolak dan tetap menyerang konvoi pasukan Kabul

“Dalam salah satu pertempuran terburuk terhadap pasukan Afghanistan dalam perang berlarut-larut dan yang dilupakan, sedikitnya 100 tewas ketika para pejuang Taliban menembaki mereka dari segala arah saat mereka mencoba melarikan diri melalui rute mundur yang telah disepakati,” kata para pejabat Afghanistan Rabu (12/10/2016).

Penyerangan pada hari Selasa di dekat kota selatan Lashkar Gah di Provinsi Helmand, terjadi di sela krisis yang berkembang di angkatan bersenjata Afghanistan yang menggerogoti keberlangsungan mereka: Mereka menderita korban yang sangat besar akibat revitalisasi pergerakan Taliban dan menghadapi peningkatan masalah perekrutan.

Meskipun beberapa pejabat senior di swasta juga menegaskan korban berjumlah 100, serta beberapa pihak bahkan mengatakan jumlah korban tewas mencapai 200, juru bicara untuk kementerian dalam negeri dan pertahanan Afghanistan dengan kuat menolak dan menyebutnya berlebihan.

Allah Daad, komandan unit 30-petugas polisi di dekat lokasi penyerbuan mengatakan Taliban telah mengepung mereka selama beberapa hari dan menggali jalan, membuat pemasokan supply menjadi sulit.

Mereka akhirnya berbicara dengan Taliban agar memberi mereka jalan aman untuk mundur ke kota Lashkar Gah.

“Sekitar pukul 02:30, pasukan mulai mundur,” kata Mr Daad. “Tapi Taliban menjebak mereka.”

Sebagaimana dicatat oleh Times, kementerian dalam negeri dan pertahanan Afghanistan menolak laporan bahwa pasukan keamanan mengalami korban berat, namun laporan dari para pejabat lokal Afghanistan dan Taliban saling mendukung.

Perhatikan bahwa beberapa rincian penting yang dibuat oleh Taliban dan pejabat Afghanistan di Helmand hampir identik. Kedua belah pihak menunjukkan bahwa konvoi pasukan Afghanistan diserang. Keduanya mengakui bahwa pasukan Afghanistan diperkirakan menderita 100 korban (69 tewas, 33 terluka, menurut Taliban, dan lebih dari 100 tewas menurut pejabat Afghanistan). Para pejabat Afghanistan mengklaim bahwa lebih dari 300 polisi dan personel keamanan lainnya hadir dalam konvoi, sementara Taliban menyatakan 227 personel ANA (69 tewas, 33 terluka dan kemudian ditangkap, dan 125 menyerah).

 

Perkuat Pernyataan MUI Pusat Adili Ahok, Umat Islam Solo akan Datangi Mapolresta Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Siang ini, Jum’at (14/10/2016), umat Islam Solo Raya akan mendatangi Mapolresta Surakarta. Aksi itu dilakukan untuk memperkuat keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat terkait Ahok beberapa waktu lalu.

“Kami mendukung penuh pendapat MUI terkait pernyataan Ahok yang menistakan kitab Suci Al Quran, khususnya QS. Al Maidah : 51,” kata Humas aksi, Indro kepada Jurniscom pagi ini melalui pesan singkat.

Ia mengatakan, umat Islam Solo Raya peduli dengan kondisi Jakarta. Sebab, masalah penistaan agama menurutnya adalah permaslahan lintas batas yang tak terhalangi teritorial.

“Kita coba tekan lewat show of force ini sebagai wujud kepedulian kita untuk mendukung teman-teman yang ada di Jakarta,” cetusnya.

Sebagaimana diketahui, aksi akan dimulai dengan long march dari Masjid Kota Barat sampai Mapolresta Surakarta. Dilanjutkan dengan orasi dari perwakilan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), MUI Solo dan Ponpes Takmirul Islam.

Menlu Turki dan Saudi di GCC: Pembebasan Mosul dari IS Jangan Libatkan Milisi Syiah Manapun!

ANKARA (Jurnalislam.com) – Situasi di kota Mosul Irak yang dikuasai Islamic State (IS) menjadi agenda utama pada pertemuan di Riyadh hari Kamis (13/10/2016) antara Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan rekannya dari Saudi, Adel bin Ahmed al-Jubeir, lansir Anadolu Agency, Kamis.

Kemudian pada hari yang sama, Cavusoglu juga menghadiri pertemuan menteri luar negeri Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council-GCC) setelah ia mengadakan konferensi pers bersama dengan Al-Jubeir.

“Kita seharusnya tidak meminta orang-orang Mosul untuk membuat pilihan antara milisi Syiah dan IS,” kata Cavusoglu pada konferensi pers bersama yang diadakan setelah pertemuan.

“Kita seharusnya tidak memaksa mereka untuk membuat pilihan antara keduanya,” tambahnya.

Turki, kata menteri luar negeri, menginginkan orang-orang dari Mosul dan relawan lokal untuk memimpin operasi mendatang melawan IS.

“Tentara Irak dan elemen lainnya, tentu saja, akan memberikan dukungan yang diperlukan,” tegasnya.

Al-Jubeir memperingatkan penggunakan Hashd al-Shaabi – sebuah kelompok payung milisi Syiah pro-pemerintah – dalam pembebasan Mosul mendatang.

“Milisi sektarian yang terkait Iran ini telah menyebabkan masalah dan kejahatan di berbagai belahan Irak. Jika mereka memasuki Mosul, bisa menyebabkan bencana,” kata al-Jubeir.

hashd-al-shaabi“Jika Irak ingin menghadapi pasukan IS dan mencegah pertumpahan darah dan sektarianisme (Sunni-Syiah), akan lebih baik untuk menggunakan tentara nasional dan unsur yang tidak terkait dengan Iran dan bukan sekutu Syiah dan ekstremisme,” tambah menteri luar negeri Saudi.

Dalam sebuah pernyataan akhir yang dikeluarkan oleh GCC, kekhawatiran tentang operasi Mosul sekali lagi digarisbawahi.

Mengenai kemungkinan partisipasi milisi Syiah Hashd al-Shaabi dalam operasi Mosul mendatang, para menteri mengatakan bahwa masuknya milisi Syiah dalam operasi, “bisa memicu konflik etnis dan membahayakan keberhasilan operasi ini.”

Dalam kaitannya dengan krisis Suriah, pernyataan menyerukan solusi politik yang akan menjamin stabilitas Suriah dan integritas teritorial.

Mengungkapkan solidaritas dengan rakyat Suriah yang sudah sangat lelah akibat perang, pernyataan menyerukan pencabutan pengepungan yang diberlakukan rezim terhadap kota Suriah, penghentian penargetan daerah pemukiman, dan pelepasan tahanan politik.

Pernyataan itu juga menyatakan penyesalannya atas ketidakmampuan PBB untuk menghentikan pemboman wilayah sipil, mendesak Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional untuk mengambil langkah segera untuk menyelesaikan konflik lima tahun.

GCC juga menekankan kemerdekaan, kedaulatan dan kesatuan Yaman, mengatakan bahwa campur tangan dalam urusan internal negara itu “tidak dapat diterima”.

Dalam pernyataan itu GCC juga menyerukan perjanjian damai “yang komprehensif, berkelanjutan dan adil” yang akan mengarah pada pembentukan negara Palestina, dan menegaskan tindakan Israel yang berlangsung selama beberapa dekade atas tanah Palestina sebagai “tidak sah” dan merupakan “hambatan bagi perdamaian regional” .

Tersangka Pembom New York dan New Jersey Ngaku Tidak Bersalah

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Tersangka dalam pemboman New York City yang melukai 29 orang bulan lalu pada hari Kamis (13/10/2016) mengaku tidak bersalah dari ranjang rumah sakit seminggu setelah ia sadar kembali, lansir Anadolu Agency, Kamis.

Ahmad Khan Rahimi, 28 tahun, dituduh meledakkan bom di New Jersey dan New York pada 17-18 September di kota Seaside Park dan Elizabeth di New Jersey, serta wilayah Chelsea di New York.

Rahimi, yang menghadapi tuduhan negara serta federal, ditembak tujuh kali oleh polisi ketika ia ditemukan tidur di pintu masuk sebuah kedai di Elizabeth, dan sejak itu dirawat di rumah sakit.

Dia muncul dalam sidang hari Kamis dari University Hospital sambil masih menjalani pengobatan.

Pemboman terjadi pada malam pertemuan Majelis Umum PBB, menyebabkan peningkatan kehadiran polisi yang sudah besar di kota dan memicu kerjasama yang lebih besar antara New York dan New Jersey dalam mengejar tersangka.

Negara-negara Teluk Tetapkan Feto sebagai Organisasi Teroris Berbasis di AS

RIYADH (Jurnalislam.com) – Menteri luar negeri negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council-GCC) pada hari Kamis (13/10/2016) menetapkan kelompok Feto, yang dipimpin oleh Fetullah Gulen berbasis AS, sebagai sebuah “organisasi teroris”, menekankan dukungan mereka untuk tindakan pemerintah Turki baru-baru ini terhadap Feto, lansir Anadolu Agency, Kamis.

Keputusan itu diumumkan pada pertemuan GCC di Riyadh yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, yang tiba di ibukota Saudi pada hari Kamis.

GCC juga menyerukan penerapan strategi baru untuk memerangi terorisme yang berasal dari “sekte” pseudo-agama seperti Feto, atau Organisasi Teroris Fetullah.

Menteri luar negeri GCC juga menekankan dukungan mereka untuk stabilitas Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, juga mendukung tindakan yang diambil Turki terhadap Feto setelah Feto melancarkan kudeta yang gagal pada 15 Juli.

Pengumuman GCC itu juga termasuk seruan untuk bertahan memerangi IS – di Irak, Suriah dan di tempat lain.

Menteri juga mengutuk serangan terhadap Turki – oleh PKK dan kelompok teroris lainnya – dan menegaskan hak Turki untuk mempertahankan diri.