Berita Terkini

Pasukan Turki Mulai Menggempur Posisi IS di Dekat Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Turki telah mengkonfirmasi bahwa pasukannya telah menggempur posisi yang dikuasai oleh Islamic State (IS) di sebuah kota dekat Mosul setelah menerima permintaan bantuan dari milisi Peshmerga Kurdi.

Perdana Menteri Turki Binali Yildrim mengumumkan keterlibatan Turki hari Ahad (23/10/2016) dalam serangan militer di dekat Bashiqa, sebuah kota sebelah timur Mosul. Dia mengatakan bahwa Peshmerga Kurdi meminta bantuan Turki, lansir Aljazeera.

IS menguasai Mosul, kota terbesar kedua di Irak, pada tahun 2014. Sebuah pertempuran yang bertujuan untuk menghapus kelompok IS dari Mosul yang dimulai Senin lalu.

Peshmerga Kurdi maju ke Bashiqa setelah melancarkan operasi baru pada hari Ahad.

“Peshmerga telah dikerahkan untuk membersihkan wilayah Bashiqa dari Islamic State. Mereka meminta bantuan dari tentara kita di basis Bashiqa. Jadi kita membantu tank dengan artileri kami di sana,” kata Bildrim.665003303001_4651277229001_video-still-for-video-4646994646001

Turki memiliki tentara di pangkalan di Bashiqa, utara Mosul, di mana mereka telah membantu melatih pejuang Peshmerga dan Sunni Kurdi Irak.

Hubungan antara Ankara dan Baghdad tegang setelah Turki mengirim ratusan tentara ke wilayah Bashiqa untuk melatih pasukan Irak. Baghdad menyebutnya gerakan pelanggaran kedaulatan dan menuntut Turki mundur. Seruan tersebut diabaikan Ankara.

Reporter Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari Erbil, mengatakan langkah terbaru Turki tersebut “sangat kontroversial.”

“Ini adalah sesuatu yang tidak diinginkan pemerintah federal di Baghdad – mereka sangat jelas tidak menginginkannya,” kata Dekker.

“Bahkan, Menteri Pertahanan AS Ash Carter berada di Baghdad kemarin. Dia bertanya kepada Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi apakah Turki harus terlibat, dan Abadi mengatakan ‘Tidak, terima kasih, kami akan melakukannya hanya dengan pasukan Irak.”

Militer Irak: Komandan Tinggi IS Terbunuh dalam Serangan Udara di Mosul

Niniwe (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin senior Islamic State (IS) terbunuh dalam serangan udara di kota Mosul, Irak utara, militer Irak mengatakan Ahad (23/10/2016), lansir Anadolu Agency.

Tentara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang pemimpin IS, Abu Osama, tewas ketika pesawat perang menyerang tempat persembunyiannya di kota Talasqaf, selatan Mosul.

“Dia dan sejumlah ajudannya tewas dalam serangan itu,” tambahnya.

Pekan lalu, militer Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi, melancarkan serangan untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua Irak yang direbut oleh kelompok IS pada tahun 2014.

Tentara Irak, didukung oleh sekutu lokal di darat dan koalisi udara yang dipimpin AS, beberapa bulan terakhir telah merebut kembali banyak wilayah yang dikuasai oleh IS pada 2014. Namun, IS masih menguasai beberapa bagian negara, termasuk Mosul.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya telah bergerak bertahap di kota, dimana para pejabat di Baghdad bersumpah untuk merebut kembali akhir tahun ini.

HAM PBB: Pidanakan Kejahatan Perang di Suriah!

SURIAH (Jurnalislam.com) – Situasi di Aleppo merupakan kejahatan “proporsi bersejarah” yang dilakukan Rusia dan rezim Suriah, kata Kepala HAM PBB pada hari Jumat (22/10/2016), World Bulletin melaporkan.

“Pelanggaran dan kekejaman yang diderita oleh orang-orang di seluruh negeri, termasuk pengepungan dan pemboman Aleppo timur, tidak hanya merupakan tragedi, tapi mereka juga merupakan kejahatan proporsi bersejarah,” kata Zeid Ra’ad al-Hussein kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, dalam sebuah pidato konferensi video.

“Ratusan ribu orang terjebak di 17 lokasi lain yang dikepung [di Suriah] oleh rezim dan sekutu mereka, menghadapi kekurangan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan dasar yang mengancam jiwa,” katanya.

“PBB mendokumentasikan Pelanggaran hukum kemanusiaan internasional oleh semua pihak di Aleppo. Serangan udara tanpa pandang bulu di bagian timur kota dilakukan oleh pasukan rezim dan sekutu mereka yang bertanggung jawab untuk mayoritas korban sipil, kemudian kelompok oposisi bersenjata membalas dengan menembakkan mortir dan proyektil lainnya ke lingkungan Aleppo barat.”

“Pelanggaran-pelanggaran ini merupakan kejahatan perang. Dan jika dilakukan secara sadar sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematis terhadap penduduk sipil, maka merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tambahnya.

Dia menyerukan situasi di Suriah dirujuk ke Pengadilan Pidana Internasional.

“Izin yang telah diberikan kepada rezim Suriah untuk berpartisipasi dalam pertemuan PBB dan berbicara tentang hak asasi manusia, adalah rasa malu untuk nilai-nilai yang membela masyarakat internasional,” Duta Besar Turki untuk kantor PBB di Jenewa, Mehmet Ferden Carikci, mengatakan kepada Anadolu Agency setelah sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Turki Bombardir Pasukan Kurdi Suriah yang Didukung AS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan oposisi Suriah yang didukung oleh tank-tank Turki maju di bawah pemboman intens menuju kota utara utama di Suriah yang dikuasai oleh pasukan pimpinan Kurdi, lansir Aljazeera, Sabtu (22/10/2016).

Pertempuran antara pasukan yang didukung Turki dan Pasukan Demokratik Suriah (Syria Democratic Forces-SDF) yang dipimpin Kurdi terkonsentrasi pada hari Sabtu dekat kota Tel Rifaat, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan.

Ahmad Aaraj – anggota Koalisi Demokrat Nasional Suriah, yang bersekutu dengan Kurdi – mengatakan tank-tank Turki melintasi perbatasan dekat kota Marea dan menuju Tel Rifaat.

Observatorium Suriah mengatakan 13 pasukan oposisi yang didukung Turki dan tiga pasukan SDF tewas.

Militer Turki campur tangan dalam perang Suriah mulai bulan Agustus untuk membersihkan daerah perbatasan dari pasukan Islamic State dan – dan pasukan Kurdi Suriah YPG yang didukung militer AS terkait dengan pemberontakan Kurdi di Turki.

Pasukan yang didukung Turki akan menekan ke kota al-Bab yang dikuasai IS di Suriah, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Sabtu, menekankan usaha Ankara untuk menyapu kelompok IS dan ektremis Kurdi Suriah dari wilayah dekat perbatasan.

Namun militer rezim Suriah mengatakan bahwa kehadiran pasukan Turki di tanah Suriah tidak dapat diterima, dan “merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang mencolok kedaulatan Suriah.”

Didukung oleh tank, pasukan khusus, dan serangan udara Turki, oposisi berperang di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah menyeberang ke utara Suriah pada bulan Agustus dan mengambil alih kota perbatasan Jarablus dari IS yang sebagian besar tanpa perlawanan.

Kelompok oposisi sejak itu memperpanjang kemenangan dan kini menguasai wilayah sekitar 1.270 kilometer persegi di Suriah utara.

Sementara fokus awal Turki adalah mengusir IS dari Jarablus, banyak upaya juga telah dihabiskan untuk menghentikan kemajuan militer Kurdi YPG-PYD yang didukung AS di Suriah.

“Mereka mengatakan, ‘Jangan pergi ke al-Bab’. Kita berkewajiban untuk pergi ke sana, kami akan pergi ke sana,” kata Erdogan dalam pidato di provinsi barat laut Bursa. “Kami harus mempersiapkan daerah dibersihkan dari teror.”

Erdogan juga mengatakan Turki akan melakukan apa yang diperlukan dengan mitra koalisinya di Raqqa Suriah – benteng utama IS di negara itu – tetapi tidak akan bekerja sama dengan pasukan Kurdi Suriah YPG- PYD.

Perbedaan atas Suriah telah menyebabkan jarak antara sekutu NATO, Turki dan Amerika Serikat. Washington adalah pendukung milisi YPG Kurdi Suriah, dan menganggapnya sebagai mitra yang efektif dalam perang di Suriah.

Kehilangan Lebih dari 30 Desa, IS Ledakan Hotel Bintang Lima di Kota Mosul

IRAK (Jurnalislam.com)Islamic State (IS) meledakkan sebuah hotel bintang lima di kota Mosul, di utara Irak saat operasi untuk merebut kembali kota yang dikuasai IS tersebut sedang berlangsung.

Berbicara kepada Anadolu Agency pada hari Sabtu (22/10/2016), petugas Irak Saadi al-Shemari mengatakan militan telah menanam bom jenis TNT di Ninova International Hotel di Mosul utara dan meledakkannya.

“Hotel mewah berlantai 11tersebut rusak parah,” katanya.

Terletak di tepi Sungai Degla, hotel yang memiliki 236 kamar itu dianggap yang terbesar di Mosul.

Pekan lalu, militer Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, melancarkan serangan untuk merebut Mosul.

IS telah kehilangan lebih dari 30 desa sejak serangan dimulai, saat tentara Irak dan sekutunya maju di kota melalui beberapa arah.

IS merebut Mosul, kota terbesar kedua di Irak, pada pertengahan 2014 sebelum menduduki sebagian besar wilayah di utara dan barat negara itu.

Tentara Irak, didukung oleh sekutu lokal di darat dan koalisi udara yang dipimpin AS, merebut kembali banyak wilayah beberapa bulan terakhir. Namun IS masih menguasai beberapa bagian negara, termasuk Mosul.

Protes atas Penutupan Masjid, Ribuan Muslim Roma Shalat Jumat di dekat Colosseum

ITALIA (Jurnalislam.com) – Ribuan Muslim shalat Jumat di dekat Colosseum Roma untuk memprotes penutupan Masjid dan tempat ibadah Muslim lainnya di Italia, World Bulletin melaporkan, Jumat (21/10/2016).

Sholat dilakukan atas pembatasan yang tidak adil pada kebebasan untuk mempraktekkan keyakinan umat Islam di negara itu, menurut panitia yang menyebut aksi mereka adalah merespon penutupan lima masjid darurat baru-baru ini dengan alasan administrasi.

Jamaah bersujud di atas sajadah dan terpal pada trotoar beberapa meter dari amphitheater kuno Colosseum Roma. Beberapa membawa spanduk bertuliskan “Perdamaian” dan “Buka kembali Masjid”.

Banyak Muslim Italia menduga pemerintah daerah menanggapi iklim ketidakpercayaan yang disebabkan oleh serangan baru-baru ini di Eropa dengan menutup tempat-tempat ibadah dengan alasan masalah mudah diselesaikan, seperti membatasi jumlah toilet di tempat tertentu.

Protes itu diselenggarakan oleh muslim Bangladesh, Dhuumcatu, yang mengeluh bahwa tempat ibadah Muslim di Roma dicap ilegal oleh otoritas dengan alasan pelanggaran bangunan.

Muslim Italia ingin City Hall campur tangan.

“Kami merasa orang menunjukkan jari mereka pada kami,” kata Francesco Tieri, seorang mualaf yang bertindak sebagai koordinator untuk sejumlah kelompok Islam.

“Tidak ada kemauan politik untuk mengakui bahwa kami ada di sini dan bahwa kami adalah masyarakat yang damai. Kami terpaksa menyewa tempat untuk sholat – Yang bagi kami adalah seperti menghirup udara… yaitu jika kami tidak dapat melakukannya, kami mati.”

Politikus Barbara Saltamartini – dari Partai Liga Utara yang anti-imigrasi – menyebut demonstrasi hari Jumat tersebut sebagai “provokasi yang tidak dapat diterima” yang seharusnya tidak pernah diizinkan untuk berlangsung di Roma.

Polisi mengkonfirmasi penutupan beberapa tempat ibadah (Masjid). Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan pihak berwenang menjamin kebebasan berpikir, tetapi dalam kerangka hukum.

Di Italia, Islam tidak diakui sebagai agama resmi, tidak seperti Yudaisme atau Mormon, dan banyak umat Islam dari Afrika Utara dan Asia Selatan merasa didiskriminasikan atas dasar ras dan agama.

Menurut angka resmi, ada lebih dari 800.000 Muslim yang tinggal di Italia secara legal, dan para pejabat memperkirakan 100.000 lainnya hidup di sana secara permanen tanpa surat-surat resmi.

Angka itu menunjukkan bahwa komunitas Muslim berjumlah lebih dari 1,5 persen dari populasi dan Islam adalah agama kedua yang paling-diikuti di negara Romawi yang sebagian besar Katolik itu.

Sebagian sholat berlangsung di rumah dan pusat-pusat kebudayaan Islam – sebuah peningkatan yang oleh beberapa politisi sayap kanan katakan membuat mereka sulit untuk memantau, dan takut meningkatkan risiko “radikalisasi”.

Menteri Dalam Negeri Angelino Alfano mengatakan pada bulan Agustus bahwa “masjid mini di garasi” seharusnya tidak diperbolehkan.Partai-partai sayap kanan telah menyerukan larangan pada setiap Masjid yang dibangun dengan dana dari donor di luar Italia.

Roma adalah rumah bagi Masjid terbesar di dunia barat, namun usulan untuk membangun masjid bergaya tradisional di tempat lain sering menghadapi perlawanan dari dewan lokal.

Komandan Nurddin al Zanki: Pertempuran untuk Bebaskan Aleppo akan Segera Digelar

SURIAH (Jurnalislam.com) – Komandan faksi Nurddin al Zanki “Tawfiq Shahabuddin” mengumumkan bahwa “Grand Epic of Aleppo” pertempuran untuk membebaskan kota Aleppo dan mematahkan pengepungan rezim Assad di wilayah timur dari kota akan dimulai, ElDorar AlShamia meaporkan Jumat (21/10/2016).

Shahabuddin pada akun Tweet-nya: “Dalam nama Allah, dan Allah Maha Besar, sebentar lagi orang-orang di Aleppo akan bergembira, Islam dukung kalian melalui panah malam (Doa-doa kalian, maka doakanlah), mungkin Allah akan menjadikan kita penakluk.

Dia juga sampaikan pada faksi revolusi dengan mengatakan, “wahai faksi Revolusi tinggalkan perbedaan Anda, dan singkirkan lengan baju Anda, dan berperilaku sebagai satu tubuh, karena perbedaan sumber kekalahan kita, Rabb melarang kita, berarti bahwa tidak akan ada revolusi setelah hari ini.”

Dia juga mengirim pesan kepada warga sipil di daerah yang akan dibebaskan, di mana ia berkata, “Wahai orang-orang kami di daerah yang akan dibebaskan mungkin Anda pernah membantu para (mujahidin) pejuang, dan menyelamatkan keluarga yang terjebak, dengan melakukan yang terbaik, ia menyampaikan pada pendukung revolusi mengatakan, “wahai pendukung revolusi, kami meningkatkan dukungan pada Anda untuk keberhasilan pertempuran ini, dengan harta atau usaha, pada setiap pertempuran yang terjadi sebelumnya tapi pertempuran untuk Aleppo adalah satu-satunya yang kita butuhkan.”

Shahabuddin juga bersumpah pada pasukan Syiah Assad dengan tegas mengatakan, “Shabiha Bashar tunggu balasan dari kami dan kami akan menghancurkan kalian.

Shahabuddin berjanji bahwa ruang operasi faksi Jaysh al-Fath, di samping ruang operasi Fateh Haleb dalam waktu dekat akan memulai pertempuran baru yang ditujukan untuk mematahkan serangan yang ditujukan pada distrik-distrik timur Aleppo, dan untuk menguasai wilayah baru di distrik-distrik barat, di mana lebih dari lima ribu mujahidin sedang mempersiapkan untuk menyerang, sumber militer kelompok melaporkan.

Ahrar al Syam Bunuh 20 Pasukan Assad di Barat Ghouta

SURIAH (Jurnaislamcom) – Sekitar 20 anggota pasukan Nushairiyah Assad dilaporkan tewas oleh perangkat peledak improvisasi (IED) pada Jumat di kota yang terkepung “Deir Khobiah” di Barat Ghouta, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (21/10/2016).

Faksi jihad Ahrar al Syam, menurut kantor Media kelompok, meledakkan 2 bom IED yang dilewati mobil yang membawa anggota pasukan rezim Assad, hingga menyebabkan kematian lebih dari dua puluh pasukan di jalan ke Deir Khobiah di barat Ghouta, dan menghancurkan sebuah kendaraan yang dilengkapi dengan senapan mesin kaliber 23 mm di garis depan, di pabrik “al-Malek” di kota yang sama.

Faksi telah mampu mematahkan serangan yang dilancarkan pada kota Khan al-Sheih di Ghouta barat Damaskus, membebaskan kota “Deir Khobiah” yang sekitar lima bulan lalu telah dikepung pasukan rezim Assad.

Pekikan Takbir 70 Ormas Islam se-Jawa Timur Respon Penista Agama

SURABAYA (Jurnalislam.com) – 70 ormas Islam se-Jawa Timur yang tergabung dalam Gabungan Umat Islam Bersatu (GUIB) gelar aksi unjuk rasa yang dilanjutkan audiensi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, Jum’at (20/10/2016). GUIB yang dikawal langsung oleh MUI Jatim itu mendesak petahana DKI Jakarta Ahok untuk segera ditangkap dan diadili.

Gabungan umat Islam yang berjumlah 8000 peserta melakukan long march usai sholat Jum’at berjamaah di Masjid Al-Akbar Surabaya menuju Polda Jawa Timur. Dalam aksi itu ribuan massa meneriakan tangkap, adili dan hukum mereka yang telah melakukan penistaan terhadap Al-Qur’an.

Sebanyak 20 orator dari berbagai ormas Islam diterjunkan, Ustadz Hamzah Baya misalnya, di depan kantor Polda Jatim ia membakar semangat massa dengan seruan Jihad terhadap para penista Al-Qur’an.

“Siapa yang ingin mati syahid? Siapa yang berani memerangi orang kafir karena ini? Siapa yang berani memerangi Ahok yang telah melakukan penistaan terhadap Al-Qur’an?” ungkapnya memberi semangat.

8000 Peserta GUIB di Surabaya

Sesampainya di Polda Jatim, sebanyak 12 perwakilan ormas diterima oleh Polda untuk melakukan audiensi dengan pihak Polda Jatim yang diwakili oleh Wakapolda Jatim, Brigjen Gatot Subroto.

Dalam audiensi itu, Brigjen Gatot Subroto mengaku kasus penistaan agama ini sedang ditangani langsung oleh Mabes Polri. Ia juga mengatakan umat Islam harus tetap tenang melihat kasus ini.

“Kami pihak kepolisian akan mengusut kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Kasus ini ditangani langsung oleh pihak Mabes Polri dan Kami saat ini sedang mengumpulkan barang bukti dan saksi,” terangnya.

Menanggapi itu, perwakilan massa mengecam jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada perkembangan, umat Islam se-Jatim akan menurunkan massa dengan jumlah yang lebih besar.

Agenda tabligh akbar bertajuk “Aksi Bela Islam” ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Zain Al-Khaf.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada hari Jum’at (21/10/2016) umat Islam Indonesia melakukan aksi serupa di berbagai daerah. Mereka mengecam Ahok untuk segera diadili karena diduga sudah melakukan penistaan agama.

Ribuan Umat Islam Jawa Barat Berunjuk Rasa Desak Ahok Segera Ditangkap

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ribuan warga Jawa Barat menggelar aksi menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, agar segera ditangkap karena kasus penistaan agama.

Aksi dimulai usai shalat Jumat di Pusdai Jabar, dilanjut longmarch ke Gedung Sate dan berakhir di Balaikota Bandung Gedung Merdeka, Jumat (21/10/2016). Acara ini dihadiri puluhan elemen umat Islam seperti: Persis, Hidayatullah, FUI, Muhammadiyah, Garis, FPI, LPI, Gema Keadilan, Pemuda Persis, KAMMI, FSLDK, API, Pondok Quran, dll serta elemen perguruan Pencak Silat se-Jawa Barat.

“Kami menuntut Ahok agar segera ditangkap karena menista Agama,” kata Asep Syarifudin selaku Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat di depan Gedung Sate Bandung dilansir dari alhikmah.co

Kalau polisi tak sanggup menangkap Ahok, biar kami yang menangkap Ahok,” teriak massa. Aksi berjalan dengan tertib dan damai dimulai dengan pembacaan surat Al Maidah ayat 51 dan diakhiri dengan doa.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa Ahok melakukan penghinaan terhadap al Quran juga para ulama. Serentak, elemen umat Islam di berbagai wilayah seluruh Indonesia melakukan aksi protes pernyataan gubernur DKI Jakarta tersebut dan menuntut Ahok segera ditangkap.