Berita Terkini

Lebih dari 3.800 Warga Sekitar Mosul Mengungsi

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Lebih dari 3.800 orang telah mengungsi di daerah-daerah di sekitar Mosul sejak serangan besar diluncurkan pekan lalu untuk menggulingkan Islamic State (IS) dari kota Irak utara, menurut kementerian migrasi dan perpindahan Senin (24/10/2016).

Sekitar 904 orang dipindahkan hari Ahad dari front Bashiqa dan Gayara ke kamp pengungsi di distrik Sheikhan selatan Mosul, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Qassim Atiyye, juru bicara kementerian itu mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin, bahwa kamp-kamp untuk pengungsi bisa menampung hingga 300.000.

Pekan lalu, militer Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS – melancarkan operasi untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir Daesh di Irak utara.

IS merebut kota terbesar kedua Irak tersebut pada pertengahan 2014 sebelum menduduki beberapa wilayah di utara dan barat negara itu.

Dalam pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya mulai menggelar operasi militer bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

 

Mujahidin Suriah Hadang Pasukan Assad di Salahuddin dan Amiriyah, Belasan Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Perlawanan Suriah pada Senin pagi bertempur melawan pasukan Nushairiyah Assad yang mencoba maju ke daerah yang dikuasai faksi Faksi Perlawanan (Syrian Resistance) pada dua garis depan Salahuddin dan Amiriyah, menyebabkan musuh kehilangan banyak pasukan, ElDorar AlShamia melaporkan Senin (24/10/2016).

Koresponden ElDorar melaporkan bahwa pasukan Garda Republik mencoba untuk maju pada titik-titik garis depan Salahuddin yang telah dibebaskan, sehingga bentrokan meletus dan lebih dari 14 pasukan musuh tewas, dan dua ditangkap sebagai tahanan, dan bangunan tempat pasukan rezim Assad bertahan hancur total.

Faksi Perlawanan mampu mendapatkan kembali semua titik yang sempat dikendalikan pasukan rezim Assad di garis depan distrik “Bustan al-Basha,” menewaskan dan melukai pasukan musuh yang menyerang.

Sejak berakhirnya gencatan senjata pasukan rezim Assad telah berusaha maju di lingkungan Salahuddin dan Amiriyah, untuk menekan warga sipil yang terperangkap di lingkungan timur.

Pasukan Irak Rebut Kota Qaraqosh, 13 Mil dari Mosul

NINIWE (Jurnalislam.com) – Militer Irak pada hari Senin merebut kembali kota Kristen Qaraqosh dekat Mosul dari Islamic State (IS), menurut seorang perwira tentara, Anadolu Agency melaporkan Senin (24/10/2016).

“Pasukan gabungan Irak telah melakukan operasi penyisiran di kota, yang benar-benar dievakuasi dari penduduk mayoritas Kristen di tahun 2014,” kata Mohammed al-Jubouri.

Qaraqosh terletak sekitar 20 kilometer (13 mil) di tenggara Mosul dan dianggap sebagai pintu masuk utama ke kota yang dikuasai IS.

Pekan lalu, militer Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi – mulai melancarkan operasi untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir IS di Irak utara.

IS merebut kota terbesar kedua Irak tersebut pada pertengahan 2014 sebelum menduduki beberapa wilayah di utara dan barat negara itu.

Dalam pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya telah menggelar kemajuan bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

Hadirilah Aksi Bela Islam Jilid 2 “Bela Agama dan Negara””

Kecaman demi kecaman dilontarkan dari warga Indonesia, kecaman yang disematkan untuk petahana DKI Jakarta Ahok semakin memuncak. Untuk itu, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI mengajak umat Islam se-Indonesia untuk menghadiri seruan jihad konstitusional “Bela Agama dan Negara”.

Waktu: Jum’at, 4 November 2016.

Tempat: Masjid Istiqlal (dengan didahului shalat Jum’at berjamaah) long march menuju Istana Presiden RI.

Aksi akan dihadiri oleh sederet tokoh dan ulama besar Ibukota.

Budi

Raja Joget Caesar: Indahnya Menggenggam Sunnah

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Raja goyang Caesar YKS bercerita perjalanan hijrah yang ia lakukan dari Raja goyang menuju seorang yang agamis dan mendakwahkan Islam. Ia tidak gentar dengan perjalanan hijrahnya dan merasa bahagia ketika menapaki cahaya Islam.

“Menggenggam sunah ini maka kita akan mendapatkan kebahagaian,” katanya dalam tablig akbar bertajuk “Hikmah dibalik Hidayah Perjalanan Hijrah Mantan Raja Joget Caesar YKS” di Gedung Serba Guna Desa Sepanjang Tawangmangu, Karanganyar, Ahad (23/10/2016).

Dalam pemaparannya, Caesar tidak menampik kekhilafan yang telah ia perbuat ketika mejadi sang raja joget. Dihadapan ribuan jama’ah yang hadir, ia meminta maaf karena telah mengajari sesuatu yang tidak baik kepada masyarakat.

“Pak, Buk, adik-adik Caesar minta maaf ya, dulu Caesar mengajari anak-anak waktu sahur, maka dengan kesempatan ini saya minta maaf,” ujar pria enerjik itu.

Pria yang dekat dengan Tengku Wisnu itu mengatakan, ia kerap dicemooh dan dilecehkan oleh teman-teman dan masyarakat yang kurang senang dengan perjalanan mencari kemurnian Islam. Kondisi keterasingan itu dinilainya sangat relevan dengan keadaan umat Islam sekarang. Namun, ia tetap termotivasi dengan ridho Allah saja.

“Biarlah kita terasing di hadapan manusia, asalkan kita tidak terasing di hadapan Alloh Jalla Jalalluh,” pungkas Caesar memotivasi ribuan peserta.

Diketahui, ditengah tabligh akbar diadakan penggalangan dana untuk pembelian mobil layanan umat, dan berhasil mengumpulkan dana tidak kurang 13 juta rupiah.

Al Shabab Rebut Kota di Somalia setelah Pasukan PBB Uni Afrika Ditarik Mundur

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Mujahidin al Shabab sekali lagi menguasai kota Somalia lainnya setelah ditinggalkan oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, menurut juru bicara kelompok dan seorang pejabat setempat, lansir Aljazeera, Ahad (23/10/2016).

Ini adalah ketiga kalinya faksi jihad yang berafiliasi al-Qaeda itu bergerak ke sebuah kota di wilayah tersebut setelah penarikan pasukan Ethiopia.

Pada hari Ahad, kontingen Ethiopia meninggalkan kota Halgan di wilayah Hiran, memungkinkan mujahidin al Shabab untuk segera masuk, Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer al-Shabab mengatakan.

Jatuhnya Halgan dikonfirmasi oleh Dahir Amin Jesow, anggota parlemen dari daerah.

Alasan penarikan pasukan Uni Afrika tidak jelas. Para pejabat di Ethiopia tidak segera bersedia berkomentar.

Somalia telah terlibat dalam konflik dan pelanggaran hukum sejak awal 1990-an menyusul penggulingan diktator militer Mohamed Siad Barre.

Didukung oleh kekuatan Uni Afrika yang dikenal sebagai AMISOM, militer dan pemerintah pusat Somalia ini telah memperkuat cengkeraman mereka di Somalia tetapi operasi militer tanpa henti oleh al Shabab masih berlanjut.

Al Shabab ini secara teratur menyerang pasukan AMISOM, yang terdiri dari sekitar 22.000 tentara dan polisi dari negara-negara Afrika yang mendukung pemerintah dan tentara Somalia.

Mujahidin al Shabab bertujuan untuk mengusir pasukan AMISOM, menggulingkan pemerintah korup yang didukung Barat (AS dan Sekutunya) di Somalia dan ingin menegakkan Syariat Islam.

Puluhan Pasukan PYD yang Didukung Rezim Assad Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (23/10/2016), artileri dan roket peluncur milik rezim al-Assad yang ditempatkan di kota-kota Kevin dan Mayer, pedesaan utara Aleppo untuk mendukung pasukan Uni Demokrat Kurdi (PYD) selama pertempuran meletus hari ini dan kemarin melawan Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army), di dekat Tal Rifat.

Dua hari terakhir telah terjadi pertempuran antara faksi Euphrates Shield yang didukung oleh Angkatan Udara Turki, melawan milisi PYD dalam upaya merebut kembali kontrol atas Tal Rifat, kota yang diduduki oleh milisi PYD serta sekitarnya.

Wartawan ElDorar mengutip sumber-sumber militer dan menegaskan bahwa PYD hari ini mengumumkan pemakaman di kota Afrin bagi lebih dari 23 pasukan PYD yang tewas dalam pertempuran dengan Tentara Pembebasan Suriah, sementara tembakan artileri dan roket rezim al-Assad masih menargetkan kota Mare dan pinggirannya untuk mendukung PYD.

Operasi Perisai Efrat terpaksa dialihkan menuju kota Tal Rifat dan daerah sekitarnya setelah upaya PYD untuk menguasai desa-desa di Selatan Mare dan memotong kemajuan operasi menuju kota strategis al-Bab.

Mujahidin Suriah: Pertempuran Sengit untuk Patahkan Pengepungan di Aleppo Kembali Berkobar

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pertempuran sengit di kota Aleppo Suriah yang terbagi kembali meningkat, sehari setelah jeda “kemanusiaan” yang diumumkan Rusia berakhir, kelompok monitoring dan mujahidin Aleppo mengatakan.

Jet tak dikenal membombardir wilayah yang dikuasai mujahidin Suriah dan kelompok oposisi di bagian selatan-barat Aleppo pada hari Ahad (23/10/2016), Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights) mengatakan pada Aljazeera.

Al-Manar TV Lebanon, yang dijalankan oleh kelompok bersenjata Hizbullah aliansi Suriah, menyiarkan gambar tank dan pasukan mereka maju di bawah serangan berat di sepanjang punggung bukit di pedesaan Aleppo.

Para pejuang juga telah mengkonfirmasi pemboman di daerah kota yang dikuasai oposisi.

Shahba Press milik para ktivis melaporkan bahwa artileri rezim Nushairiyah menembaki lingkungan desa, Khan Touman, yang menghadap jalan raya yang menghubungkan Aleppo dan kota-kota yang dikuasai pemerintah di tengah negara.

Tapi seorang komandan dari kelompok oposisi moderat, Tentara Pembebasan Suriah, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pejuang Suriah telah memukul mundur serangan itu dan menimbulkan “kerugian besar” pada pasukan rezim Syiah Assad.

Sementara itu, faksi-faksi jihad dan kelompok oposisi juga telah meluncurkan serangan balik, menyerang distrik selatan al-Hamadaniyah yang dikuasai rezim. Belum ada korban dilaporkan sejauh ini.

Sebuah koalisi mujahidin Suriah utara terkemuka memperingatkan warga sipil di Aleppo untuk menjauh dari posisi pemerintah di seluruh kota, saat kelompok oposisi dan pasukan pro-rezim Assad bentrok di sepanjang pinggiran kota.

Yasser al-Yousef, seorang juru bicara kelompok Nour el-Din al-Zinki di Aleppo mengatakan operasi militer untuk mematahkan pengepungan rezim Assad dan sekutunya di kabupaten timur yang dikuasai para pejuang Aleppo itu telah datang.

Yousef mengatakan kami tidak akan menargetkan warga sipil di distrik yang dikuasai rezim Assad, tapi memperingatkan timbulnya kerusakan akibat operasi.

Pada hari Kamis, Rusia, sekutu militer utama Suriah, telah mengumumkan gencatan senjata 11 jam untuk memungkinkan warga sipil, pejuang kelompok oposisi dan orang-orang yang terluka untuk meninggalkan daerah timur Aleppo yang dikuasai mujahidin Suriah, dengan menjanjikan perjalanan yang aman.

Mereka kemudian memperpanjang gencatan senjata selama dua hari. Namun warga Aleppo dan para pejuang menolak tawaran itu.

Pejuang Suriah mengatakan tidak ada jaminan bahwa pengungsi yang terluka tidak akan ditangkap oleh pasukan rezim Syiah Assad dan tidak ada ketentuan untuk memasok bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang tersisa di wilayah tersebut.

Pasukan Peshmerga Kuasai Jalan Utama ke Mosul

NINIWE (Jurnalislam.com) – Pasukan Peshmerga Kurdi, pada hari Ahad (23/10/2016) kuasai jalan utama yang menghubungkan kota Irak utara Bashiqa ke kota Mosul yang dikuasai Islamic State (IS).

“Pasukan kami sekarang mengepung kota dari segala sisi setelah menguasai jalan utama antara Bashiqa dan Mosul,” kata petugas Peshmerga Shirzad Zajuli kepada Anadolu Agency, Ahad.

“Pasukan Kurdi sekarang berada 7 kilometer jauhnya dari kabupaten Mosul,” katanya.

Bashiqa, yang penghuninya kebanyakan Yazidi, terletak 12 km (8 mil) di timur laut Mosul.

Pekan lalu, militer Irak, didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, melancarkan serangan untuk merebut kembali Mosul, benteng Daesh yang terakhir di Irak utara.

IS menguasai Mosul, kota terbesar kedua di Irak, pada pertengahan 2014 di negara itu.

Tentara Irak, didukung oleh sekutu lokal di darat dan koalisi udara yang dipimpin AS, beberapa bulan terakhir telah merebut kembali banyak wilayah yang dikuasai oleh IS pada 2014. Namun, IS masih menguasai beberapa bagian negara, termasuk Mosul.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara dan sekutu-sekutunya telah bergerak bertahap di kota, dimana para pejabat di Baghdad bersumpah untuk merebut kembali akhir tahun ini.

 

Turki Tidak Ingin Mosul Jatuh ke Tangan Milisi Syiah atau Kurdi Peshmerga

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki melaporkan penggunaan milisi Syiah untuk membebaskan Mosul akan menimbulkan masalah besar bagi penduduk Sunni disana, dan menuntut pasukan Sunni yang telah mereka latih juga berperan dalam operasi Mosul, Aljazeera melaporkan, Ahad (23/10/2016).

Puluhan ribu pasukan, termasuk pasukan federal Irak dan Kurdi Peshmerga, ambil bagian dalam serangan itu.

“Ankara ingin terlibat. Turki mengatakan itu juga tanggung jawab Turki untuk memastikan bahwa Mosul tidak jatuh ke tangan pasukan Syiah atau milisi Kurdi Peshmerga,” kata wartawan kami.

Sementara itu, pasukan khusus Irak mendorong ke Kabupaten Hamdaniya, dari selatan.

Hamdaniya, yang dianggap sebagai pintu gerbang ke Mosul, adalah wilayah perumahan padat dengan penduduk lebih dari 60.000 orang sebelum diambil alih IS.

“Pasukan Irak sekarang di Hamdaniya, mulai bergerak menuju pusat kota,” kata Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari pinggiran Hamdiniya.

“Tapi ini akan menjadi pertempuran yang sangat sengit karena IS masih memiliki penembak jitu di daerah tersebut. Dan mereka masih menggunakan bom mobil.”

Sekitar 1,5 juta penduduk masih tetap terjebak di Mosul dan perkiraan skenario terburuk adalah hingga satu juta yang akan terluka dan tewas, menurut PBB. Badan-badan bantuan PBB mengatakan pertempuran sejauh ini telah memaksa sekitar 6.000 penduduk meninggalkan rumah mereka.