Berita Terkini

Menteri Irak: Tiap Hari 2.000 Warga Mosul Mengungsi

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Sekitar 2.000 warga sipil Irak mengungsi setiap harinya karena operasi militer terhadap militan Islamic State (IS) di utara kota Irak Mosul, kata seorang menteri Irak, lansir Anadolu Agency, Senin (12/11/2016).

Berbicara pada konferensi pers di ibukota Baghdad, Senin, Menteri Imigrasi Derbaz Mohammed mengatakan di Kirkuk Irak utara saja lebih dari 50.000 orang telah mengungsi begitu jauh dari distrik Havice.

“Hampir 200 orang meninggalkan rumah mereka di Havice setiap hari,” katanya kepada Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB untuk Irak.

Mohammed mengatakan warga sipil yang mengungsi ditampung di tenda-tenda kamp pengungsian.

“Kami telah merencanakan untuk mengakomodasi sedikitnya 750.000 orang di kamp-kamp tenda,” katanya. “Perkiraan kami sekarang adalah 500.000 orang akan menjadi pengungsi. Tapi jumlah ini mungkin meningkat.”

Grande mengatakan PBB telah menindaklanjuti operasi militer di Mosul.

“Kami memperhatikan bahwa tindakan yang luar biasa telah diambil untuk masalah keamanan warga sipil,” katanya.

Bulan lalu, tentara Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS dan sekutu lokal di darat – melancarkan operasi luas bertujuan untuk merebut kembali Mosul, yang diserbu oleh IS pada pertengahan 2014, bersama dengan sejumlah wilayah di utara dan barat Irak.

Beberapa bulan terakhir tentara Irak dan sekutunya merebut kembali banyak wilayah dari kelompok IS, terutama di pinggiran Mosul dan di provinsi Anbar, Irak barat.

Trump Siap Deportasi 3 Juta Imigran

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden terpilih AS, Donald Trump, yang dikenal anti- Islam mengatakan kepada majalah berita televisi 60 Minutes bahwa dia akan mendeportasi atau memenjarakan “2 hingga 3 juta” imigran gelap “yang dianggap kriminal”, ketika ia bertugas tahun depan, World Bulletin melaporkan Senin, (14/11/2016).

Ia mengatakan akan membangun pagar segmentasi di beberapa daerah di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Trump berjanji dalam kampanye untuk membangun tembok perbatasan jika terpilih, untuk mencegah imigrasi ilegal.

Ketua DPR Paul Ryan, yang memiliki perbedaan dengan Trump tetapi berjanji untuk bekerja “bergandengan tangan” dengan presiden baru tersebut, mengatakan kepada CNN bahwa deportasi massal bukanlah fokus Partai Republik saat ini.

Trump pada hari Ahad menunjuk Reince Priebus sebagai Kepala Stafnya, menurut sebuah pernyataan.

Ketua kampanye Trump dan mantan pemimpin Breitbart news, Steve Bannon, juga akan berada di tim kepemimpinan Gedung Putih sebagai kepala strategi dan konselor senior.

“Saya senang tim saya yang sangat sukses terus bersama dengan saya dalam memimpin negara kita,” kata Trump.

“Steve dan Reince adalah pemimpin berkualitas yang bekerja sama dengan baik pada kampanye kami dan membawa kami ke sebuah kemenangan bersejarah. Sekarang saya akan memiliki mereka berdua dengan saya di Gedung Putih karena kami bekerja untuk membuat Amerika besar lagi.”

Digambarkan sebagai “mitra setara”, keduanya akan melanjutkan Tim “kepemimpinan yang efektif” yang terbentuk selama kampanye, menurut pernyataan kubu Republik.

Priebus, kepala Komite Nasional Partai Republik, adalah salah satu yang paling lama melayani ketua partai dan sebagian besar ide-idenya diterima dengan baik oleh partai.
Trump akan mengambil sumpah jabatan 20 Januari sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45

Gambar Satelit Menunjukkan Desa Muslim Rohingya Kembali Dibakar

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok hak asasi internasional menyatakan keprihatinan mereka pada hari Ahad (13/11/2016) atas gambar satelit yang menunjukkan kerusakan luas terkait dengan kebakaran di desa-desa yang didominasi Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, di tengah operasi militer yang diluncurkan setelah serangan mematikan bulan lalu terhadap polisi.

Human Rights Watch (HRW) meminta pemerintah Myanmar untuk segera melakukan penyelidikan dibantu PBB “sebagai langkah pertama menuju dijaminnya keadilan dan keamanan bagi para korban”.

“Gambar satelit yang baru itu tidak hanya mengkonfirmasi kerusakan luas desa Rohingya, bahkan menunjukkan bahwa kerusakannya lebih besar dari yang kita duga awalnya,” direktur HRW Asia, Brad Adams, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Pemberian bantuan dan akses informasi di daerah dekat perbatasan Bangladesh tersebut dikunci militer sejak 9 Oktober, ketika sekelompok orang bersenjata menewaskan sembilan polisi serta mencuri puluhan senjata dan ribuan amunisi.

Operasi militer yang sedang berlangsung di daerah telah menghasilkan laporan pelanggaran meluas terhadap warga sipil Muslim Rohingya.

gambar-satelit-menunjukkan-desa-muslim-rohingya-myanmar-kembali-dibakar

Sementara itu, koran Cahaya Baru Global Myanmar (Global New Light of Myanmar) yang dikelola negara melaporkan bahwa delapan orang – termasuk satu tentara, seorang perwira dan enam lainnya yang diduga penyerang – tewas Sabtu selama operasi pembersihan di kota-kota Maungtaw dan Yathay Taung.

Menurut surat kabar Myawaddy yang dikelola militer, orang-orang bersenjata menyerang tiga desa pada hari Jumat, menewaskan seorang perwira militer dan melukai dua lainnya.

Pada hari Ahad, HRW melaporkan mengidentifikasi total 430 bangunan yang hancur di tiga desa di utara kota Maungdaw setelah menganalisis “gambar satelit dengan resolusi sangat tinggi” yang tercatat sejak 22 Oktober – dengan peringatan bahwa banyak kerusakan yang mungkin tidak terdeteksi karena tertutup pohon lebat.

Namun pejabat pemerintah dan penduduk desa mengklaim bahwa mereka membakar rumah mereka sendiri untuk menarik simpati internasional sebelum tentara memasuki desa-desa untuk mencari terduga penyerang dan senjata yang dicuri.

Men walk at a Rohingya village outside Maugndaw in Rakhine state, Myanmar October 27, 2016. REUTERS/Soe Zeya Tun

“Pembatasan akses menuju daerah bagi wartawan dan pemantau hak asasi manusia yang diberlakukan Pemerintah terus menghambat pengumpulan informasi yang berimbang,” pernyataan Ahad tersebut menggarisbawahi.

Mengacu pada laporan media internasional yang menunjukkan bahwa permintaan pemerintah sipil untuk informasi lebih lanjut tidak terjawab, Adams mengatakan bahwa angkatan bersenjata “tidak hanya melarang pengamat independen memasuki daerah Rohingya yang terkena dampak, mereka tampaknya bahkan tidak mengatakan apa yang terjadi kepada pemerintah mereka sendiri”.

“Pihak berwenang perlu mengizinkan PBB, media, dan pengamat hak asasi untuk mendapat akses tak terbatas menuju daerah untuk menentukan apa yang terjadi dan apa yang perlu dilakukan,” tegasnya, menyerukan pemerintah dan militer untuk segera mengizinkan akses kemanusiaan ke masyarakat yang rentan.

“PBB dan pemerintah yang prihatin perlu meningkatkan tekanan pada otoritas untuk memastikan agar segala bentuk bantuan mencapai semua daerah yang terkena dampak saat krisis ini memasuki bulan kedua,” tambahnya.

Awal bulan ini, beberapa diplomat top dan seorang pejabat PBB yang mengunjungi daerah tersebut meminta pemerintah menyelenggarakan penyelidikan yang kredibel dan independen untuk serangan brutal 9 Oktober dengan laporan bahwa tentara Myanmar membunuhi dan memperkosa warga sipil Muslim Rohingya.

Ternyata Rudal Balistik Iran juga Diproduksi di Irak dan Suriah

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Hussein, penasihat menteri luar negeri Iran, mengatakan bahwa rudal Iran tidak hanya diproduksi di Suriah tetapi juga di negara-negara lain di kawasan, Al Arabiya News Channel melaporkan, Ahad (13/11/2016).

Dia mengatakan Iran memperluas produksi rudal di luar perbatasan karena ancaman dari luar.

Meskipun ia tidak mengungkapkan banyak tentang produksi rudal Iran, ia mengatakan Irak adalah salah satu negara di mana rudal balistik Iran diproduksi.

Pernyataannya muncul dua hari setelah kepala staf Iran mengatakan bahwa manufaktur rudal balistik telah dilakukan di Aleppo selama tahun-tahun terakhir.

Sebuah agen yang berafiliasi dengan Pengawal Revolusi Iran baru-baru ini mengakui bahwa milisi Syiah Houthi telah menggunakan rudal Iran. Namun Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif, membantah laporan tersebut.

Sementara itu, oposisi Iran di luar negeri menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi tegas pada Mahan Air dan menegaskan bahwa Mahan Air dimiliki oleh Garda Revolusi.

Pihak oposisi juga mengatakan bahwa pesawat Mahan Air mentransfer senjata, peralatan dan anggota Pengawal Revolusi Syiah Iran untuk rezim Nushairiyah Suriah menambahkan bahwa ini adalah pelanggaran mencolok resolusi Dewan Keamanan PBB.

Pasukan Divisi Lapis Baja Irak Rebut Kota Kuno Nimrud dari IS

NINIWE (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah merebut kembali kota kuno Nimrud dari kelompok Islamic State (IS), militer Irak mengatakan Ahad (13/11/2016), World Bulletin melaporkan.

“Pasukan dari Divisi Lapis Baja Kesembilan telah benar-benar membebaskan kota Nimrud dan mengibarkan bendera Irak di atas bangunan,” General Abdulamir Rashid Yarullah, kepala militer Komando Operasi Niniwe, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan pasukan Irak telah menimbulkan kerugian jiwa dan peralatan bagi kelompok IS selama operasi untuk merebut kembali kota Nimrud.

Nimrud terletak sekitar 30 kilometer (20 mil) dari utara kota Mosul, yang berupaya direbut kembali dari militan IS oleh tentara Irak.

Perwira militer Mohamed al-Jabouri mengatakan tentara Irak juga telah menangkap desa Numaniya di pinggir kota kuno itu.

“Pasukan kami sekarang membersihkan desa dari ranjau darat dan bom yang ditanam oleh IS,” katanya.

Nimrud adalah ibukota kerajaan Asyur sekitar 1250 SM dan 610 SM.

Pada 2015, militan IS menghancurkan peninggalan bersejarah di kota kuno.

Bulan lalu, tentara Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS dan sekutu lokal di darat – melancarkan operasi luas yang bertujuan untuk merebut kembali Mosul, yang diserbu oleh IS pada pertengahan 2014, bersama dengan sejumlah wilayah di utara dan barat Irak.

Beberapa bulan terakhir tentara Irak dan sekutunya merebut kembali banyak wilayah dari kelompok IS, terutama di pinggiran Mosul dan di provinsi Anbar, Irak barat.

 

Ribuan Pengunjuk Rasa Anti Trump terus Berlanjut, Jutaan Orang Tanda Tangan untuk Berbalik ke Clinton

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Protes nasional terus berlangsung hari Sabtu memasuki hari keempat saat demonstran meluncurkan protes terhadap Presiden terpilih Donald Trump, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (13/11/2016).

Ribuan orang meneriakkan “bukan presiden saya (not my president)” di New York City saat mereka berjalan menuju Trump Tower, dengan protes serupa terjadi di beberapa kota termasuk Chicago, Los Angeles, dan Washington DC.

Meskipun sebagian besar aksi berlangsung damai, demonstrasi berujung penangkapan serta menyebabkan jalan raya dan jembatan harus ditutup. Satu orang ditembak di Portland, Oregon, selama konfrontasi.

Sementara itu, jutaan orang telah menandatangani panggilan bersama untuk anggota Electoral College – diharapkan yang memilih Trump menjadi presiden – untuk berbalik menyetujui Clinton.

Suara ketidakpuasan mereka didengar luas di seluruh penjuru AS setelah kekalahan Clinton yang mengejutkan dalam pemilu yang pahit dan memecah belah tahun ini. Sebagian besar jajak pendapat menempatkan beberapa poin untuk kemenangan Clinton, namun kemenangan jelas diraih mogul bisnis Trump yaitu 290-228.

Presiden terpilih Trump komentar di Twitter menentang protes Kamis malam, menyatakan para demonstran sebagai “pengunjuk rasa profesional yang dihasut oleh media”, dan menggambarkan situasi itu “sangat tidak adil”.

Sebagai pengguna media sosial yang akif, Trump berbalik arah beberapa jam kemudian, mengatakan ia mencintai “fakta bahwa kelompok-kelompok kecil pengunjuk rasa malam terakhir memiliki gairah untuk negara kita yang besar”.

Teuku Nasrullah: Dalam Kasus Ahok, MUI Sudah Terdegradasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ahli hukum pidana Teuku Nasrullah menyatakan, sejak dahulu Majelis Ulama Indonesia (MUI) selalu menjadi rujukan pemerintah jika menyangkut perkara hukum yang beririsan dengan agama. Namun, saat ini posisi MUI seolah-olah terdegradasi ketika aparat menangani kasus penistaan agama oleh Ahok.

“Dulu banget, rujukannya ke pendapat MUI. Waktu itu Kabareskrim bilang menunggu pendapat MUI (dalam kasus Ahok, red). Sekarang MUI terdegradasi. Tidak lagi jadi rujukan. Kita lihat saja,” kata Nasrullah, di Rumah Amanah Rakyat, belum lama ini.

Menurutnya, sejumlah kasus penistaan agama seperti yang terjadi pada kasus penistaan agama oleh aliran Al-Qiyadah Islamiyah, Gafatar, Lia Eden, Musadek dan sebagainya selalu merunut pada pendapat Majelis Ulama Indonesia.

Di sisi lain, ada pendapat ahli hukum tatanegara yang menyatakan ucapan Ahok adalah kebebasan berpendapat yang dijamin UU. Tapi kebebasan berpendapat juga ada rambunya.

“Jangan sampai kebebasan berpendapat menafikan keberadaan hukum pidana,” ujar dia.

Dosen hukum Universitas Indonesia ini menambahkan penuntut umum tidak perlu membuktikan adanya perasaan ketersinggungan agama dalam pasal 156 a tentang penistaan agama.

“Penistaan itu masuknya delik formil. Penuntut tidak perlu membuktikan unsur kesengajaan karena peristiwanya sudah terjadi. Ditambah lagi, banyak masyarakat yang berdemo (karena ucapan Ahok, red). Ini sudah menunjukkan adanya pelanggaran ketertiban umum,” tambah Nasrullah.

Reporter: Fajar Shadiq

HNW: Aksi Bela Quran III Bukti Umat Islam Tidak Main-main

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Umat Islam direncanakan akan menggelar Aksi Bela Quran III bila Ahok tidak ditangkap. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa langkah itu merupakan komitmen ummat Islam dalam penegakan hukum.

“Itu adalah komitmen rekan-rekan yang telah melakukan demo dengan damai, mereka ingin menyampaikan kepada penegak hukum bahwa tuntutan mereka bukan main-main. Tuntutan mereka untuk menegakkan hukum, bukan untuk anarki,” katanya kepada wartawan di Stadion Patriot Candrabhaga Ahad (13/11/2016).

Ia juga berharap, bila Aksi Bela Quran III pada 25 November benar, agar tidak dihadapi dengan represif. Namun kepolisian harus melihat bahwa yang dilakukan Ahok adalah masalah yang serius.

“Maka saya berharap, informasi yang beredar tentang demo 25 November itu jangan disikapi dengan memanas-manasi, atau dirancang untuk melakukan infiltrasi, atau dilakukanya penunggangan tapi betul-betul dianggap sebagai masalah yang serius karena sudah menyangkut pada keadilan publik. Saya sampaikan, beragam kasus penistaan agama bisa ditegakkan hukum,” tuturnya.

“Jangan sampi hanya karena satu orang, teradu domba lah antara TNI/Polri dengan ummat Islam. Masak hanya karena satu orang Indonesia dibikin gaduh,” sambungnya.

Meski demikian, putusan Ahok bersalah atau tidak, ia meminta publik menunggu. Tapi ia menegaskan agar polisi mampu menegakkan hukum dengan seadil-adilnya.

“Kita tunggu saja, karena pak Jokowi menegaskan tidak akan melakukan intervensi dan tidak akan melindungi Ahok, Saya harap rekan-rekan polisi mampu menegakkan hukum setegak-tegaknya,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishak/JITU

FSA Luncurkan Operasi Militer Baru untuk Bebaskan Al-Bab Suriah dari IS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pasukan Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army-FSA) yang didukung Turki telah meluncurkan sebuah fase baru dalam Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield) untuk membebaskan distrik Al-Bab di timur laut Aleppo.

Menurut koresponden Anadolu Agency , Ahad (13/11/2016) di lokasi kejadian, FSA tiba dalam jarak dua kilometer (1,4 mil) dari Al-Bab pada Sabtu malam.

Pasukan FSA juga menguasai enam desa – Hazvan, Susyan, Aldana, Kiyran, Uglan dan Avlan – dan daerah pemukiman lainnya dari Islamic State (IS) pada pukul 02:00 waktu setempat (1100GMT) Ahad, mendekati Al-Bab yang dikendalikan IS.

Langkah ini dilakukan setelah organisasi ekstremis dukungan AS – PKK dan PYD – juga mendekati area yang dikuasai IS.

Hampir 1.600 kilometer persegi (617 mil persegi) wilayah di Suriah utara telah dibersihkan dari IS sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat sejauh ini.

Pasukan FSA baru-baru ini mengambil alih lima desa di Mare, sebelah barat laut Al-Bab, dan Manbij, di timur Al-Bab.

Ahad kemarin menandai hari ke-82 Operasi Perisai Efrat.

Banser, LBH, Muhammadiyah Bantah Akan Ikut ‘Parade Bhineka Tunggal Ika’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar akan diadakanya Parade Bhineka Tunggal Ika pada 19 Nopember 2016 meluas di media sosial. Dalam pengumumannya, tertera nama sejumlah tokoh nasional yang akan mengikuti parade yang dinilai sebagai tandingan aksi 411. Namun, sejumlah nama membantah ikut memberi dukugnan.

Seperti pernyataan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Haedar Nasir yang menolak dirinya disebut ikut ambil bagian dalam aksi pengerahan massa itu.

“Sehubungan dengan acara Aksi Bhineka Tunggal Eka/Pawai Kebhinekaan yang akan digelar 19 November 2016 di Bundaharan HI Jakarta oleh Panitia Pawai Kebhinekaan/Aksi Bhineka Tunggal Ika dan terkait pencantuman nama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu’ti pada kegiatan aksi tersebut, maka diinformasikan bahwa Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti tidak pernah dihubungi dan tidak tahu menahu namanya dicantumkan dalam rancangan daftar rencana Aksi Bhineka Tunggal Ika tanggal 19 November 2016 tersebut,” demikian pernyataan Sekretariat PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti, sebagaimana disampaikan anggota Majelis Pustaka & Informasi PP Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya.

Selain Haedar Nasir, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan penyanyi dan presenter Melanie Subono juga membantah keterlibatannya dalam aksi tersebut.

“Dengan ini, LBH Jakarta melakukan klarifikasi bahwa staf kami yang bernama M. Isnur dan Widodo Budidarmo menyatakan tidak mengetahui dan sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujar Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alghiffari Aqsa, SH sebagaimana broadcast yang beredar di media sosial.

Meski demikian, LBH Jakarta mengaku tetap mendukung segala gerakan yang merawat Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika, menjalankan kehidupan bernegara secara konstitutional dan penegakkan hukum yang berkeadilan.

Sementara itu, dalam akun twitternya @melaniesubono, Melanie Subono merasa dicatut namanaya mengaku tak pernah dihubungi, namun namanya tiba-tiba muncul dalam pengumuman rencana aksi.

“Hai @TsamaraDKI anda akan bikin acara tgl 19, KENAPA nama saya ada di blast acara ya? Boro2 kenal, dihubungi, saya bahkan TDK D JKT tgl itu,” tulis Melanie.

Klarifikasi juga disampaikan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser). Kasatkornas Banser, H Alfa Isnaeni menegaskan Banser tidak mengikuti aksi Parade Bhineka Tunggal Ika.

“Dengan ini, Satkornas Banser melakukan klarifikasi bahwa Satkornas Banser menyatakan tidak mengetahui dan sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” kata dia dilansir nu.or.id, Sabtu (12/11/2016).

Berikut undangan yang tersebar di media sosial:

Dear kawan2,
Hasil perkembangan diluar, utk menyelamatkan kebhinekaan instruksi tunggal : Gerak di tgl 19 nov

Konsolidasi 11 November 2016

Tanggal Aksi: 19 November

Tempat: Parkir Timur Senayan-Bundaran HI (tentatif, lihat massa konkret)

Posko: MAARIF Institute

Nama Aksi: Parade Bhinneka Tunggal Ika
Target Massa: 100rb

Jaringan Relawan 40rb (jangan pakai atribut partai)
Semut Ireng 100rb
Desa 50rb
RelaNU
Banser
RMJ
Jamaah Habib Lutfi (30 Rb)

Tuntutan Isu:
Merawat Indonesia sebagai Negara Bhinneka Tunggal Ika.
Mempertahankan Pemerintah Konstitusional.
Menjalankan Penegakan Hukum yang Berkeadilan.

Kostum: Merah Putih & baju adat.

Tagline: #BerbedaItuIndonesia
Kepanitian:
Penanggungjawab: Seluruh jaringan.

Ketua Panitia: Tsamara Amany Alatas.

Sekretaris: Teh Nong.

Bendahara: Mayang (TII).

Korlap: Jaringan Relawan (Yustian), Perangkat Desa (orang Desa), Semut Ireng (?).

Acara : Teh Netty, Tommy (timnya mbak Netty (FKI), Ulin Yusron (Netizen), Agnes (ANBTI), Renny, (MAARIF Institute), Farid, Dina, Solihin (Tim Desa), Olga Lidya, Zahra (Jaringan Relawan)

Pendanaan : Hasan (Jaringan Relawan), Toni (MAARIF Institute)

Media: Thowik, Andy Budiman (Sejuk).

Dokumentasi: Pak Kris, Firdaus

Keamanan : Banser

Perlengkapan : Widodo (LBH Jakarta), Alex (Jaringan Relawan)

Perijinan : Isnur (LBH Jakarta)

Kebersihan : Fathony, Milly (Jaringan Relawan)

Medis : dr. Maria Mubarika (JAI)

Konsumsi: Ellen (ANBTI), Henny (MAARIF Institute), Arum (Jaringan Relawan), Dwi Endang Sabekti (ANBTI).

Acara:
Konser
Dzikir
Orasi
Doa Lintas Agama

Nama Tokoh
Buya Syafii (Darraz)
Gus Mus (Teh Nong)
Habib Luthfi (Tsamara)
GKR Hemas (Teh Nia)
Pdt. Eri Lebang (Teh Nia)
Pdt. Yewangoe (Teh Nia)
KH. Ishomuddin (Teh Nong)
Budiman Sudjatmiko (Firman)
Mgr. Ign. Suharyo (Darraz)
Pdt. Gomar Gultom (Teh Nia)
Haedar Nashir (Fajar)
Abdul Mu’ti (Fajar)
Said Agil Siradj (Guntur Romli)
Bikkhu Panyavaro (Darraz)
Uung Sendana (Teh Nia)
Pengeran Jatikusumah (Teh Nia)
Pedanda Tianyar Sebali (Teh Nia)
Shinta Nuriyah (Teh Nia)
KH. Hussein Muhammad (Teh Nong)
Abdillah Toha (Darraz)

Artis/Budayawan (minimal 10 artis)
Iwan Fals
Slank
Tompi
Glenn
Sandi Sandoro
Kevin Aprilio
Tristan
Widi
Giring
Project Pop
Poppy
Sarah Sechan
Joe Taslim
Erwin Gutawa
Gita Gutawa
RIF
Kahitna
Ahmad Albar
Ian Antono
Joki Suryoprayogo
Kla
Maia Estianty
Ernest
Titiek Puspa
Mira Lesmana
Indra Bekti
Gading Martin
Olga Lidya
Anya Dwinov
Michael Idol
Vino G. Bastian
Melanie Subono
Andien
Cinta Laura
Cherry Belle
JKT 48
Uya Kuya
Chelsea Islan

*artis/budayawan yang berhalangan hadir membuat video campaign selama 30 detik dengan tagline yang telah ditetapkan
Rundown
Disusun setelah nama-nama tokoh/artis/budayawan confirm. Dump

Reporter: Nurkholis/JITU