Berita Terkini

217 Target IS di Suriah Terkena Serangan

ANKARA (Jurnalislam.com) – 217 target kelompok Islamic State (IS) terkena serangan pada hari Ahad di Suriah utara sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat (the Euphrates Shield), Anadolu Agency meloporkan Ahad (18/12/2016).

Angkatan Bersenjata Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 160 target telah “dilumpuhkan” oleh kendaraan pendukung serangan selama operasi.

Selain itu, 57 target, termasuk persenjataan, dihancurkan oleh pesawat-pesawat tempur Turki di al-Bab, Bzagah, Zammar, Suflaniyyah dan wilayah Kabr al Mukri.

Operasi Perisai Efrat yang dimulai pada akhir Agustus pada hari Selasa memasuki hari ke-117.

Operasi bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki dengan bekerja sama dengan pejuang Tentara Pembebasan Suriah yang didukung oleh persenjataan, artileri, dan pesawat jet Turki.

9 Faksi Jihad Suriah akan Bentuk Formasi Revolusi Gabungan

SURIAH (Jurnalislam.com) – Letkol “Abu Bakar” dari Jaysh al-Mujahidin berjanji kepada rakyat Suriah dalam cuitan di akun Twitter akan melakukan merger dalam “proyek nasional yang mewakili revolusi Suriah” dan bersumpah untuk berjuang hingga memperoleh kemenangan, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (18/12/2016).

Menurut sumber yang akrab dengan musyawarah antara faksi, merger tersebut kemungkinan akan mencakup sembilan fraksi revolusioner, terutama “Jaysh al-Islam, Jaysh al-Mujahidin, Faylaq al-Sham Jaysh al-Naser, Fastaqem Union dan Soqur al-Sham, sementara pembicaraan dengan gerakan Islam Ahrar al-Sham dan gerakan Nur al-Din Al-Zanki untuk berpartisipasi dalam proyek masih berlanjut.

Sumber mengatakan dalam sambutannya dengan jaringan ElDorar: “Belum ada kesepakatan mengenai rincian merger, namun sembilan fraksi tersebut setidaknya telah sepakat bertemu selama beberapa hari untuk membahas hal yang disampaikan oleh komandan Jabhat Fath al-Sham, Syeikh Abu Muhammad Joulani untuk membentuk lembaga terpadu yang terdiri dari lebih dari 14 faksi, dengan syarat Joulani yang akan mengontrol operasi militer sepenuhnya, lalu faksi-faksi lain menyerahkan seluruh senjata kepadanya sebagai komandan militer, dan tidak akan mengangkat seorang pemimpin untuk sebuah jabatan politik tanpa persetujuannya, dan tidak mengirimkan pasukan baru untuk pertempuran Perisai Efrat (the Euphrates Shield), dan tidak mengizinkan kelompok faksi terlibat dalam pertempuran untuk kembali ke utara Aleppo setelah tiga bulan.”

Sumber menambahkan: “Syarat Joulani telah ditunjukkan untuk faksi Kamis lalu, dan pada hari Ahad delapan faksi belum memberikan keputusan dan akan mengumumkan formasi di antara mereka sendiri, tetapi belum menyepakati detailnya, dan tampaknya akan disepakati dalam beberapa hari mendatang, namun gerakan Nur al-Din Al-Zanki dan Ahrar al-Sham telah menyetujui syarat tersebut.”

Unjuk rasa banyak terjadi di daerah yang telah dibebaskan menyatakan kemarahan atas pembantaian yang terjadi di kota Aleppo, dan warga meminta faksi untuk mengakhiri perpecahan dan pertentangan, sesuai dengan slogan-slogan yang dibawa oleh para pengunjuk rasa.

Jamaah Tabligh Akbar Safari 212 Makassar Doakan Kesembuhan Habib Rizieq

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Habib Muhammad Rizieq Shihab, batal menghadiri acara Tabligh Akbar Safari 212 di Masjid Raya Makassar, Ahad (18/12/2016) siang ini.

Kondisi kesehatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu tidak memungkinkan untuk datang langsung menyapa umat Islam di bumi Serambi Madinah, Kota Makassar.

Ketua Umum FPI, KH Ahmad Shobri Lubis menyampaikan kondisi Habib Rizieq tersebut dan meminta kepada jamaah yang memadati Masjid Raya Makassar untuk mendoakan bagi kesembuhan Habib Rizieq.

“Mari kita bersama-sama membacakan surah Al Fatihah untuk Habib Rizieq demi kesembuhan beliau, serta keselamatan dan kedamaian negara Indonesia,” tuturnya.

Ustadz Shobri mengatakan bahwa doa dan dukungan kepada para ulama di GNPF-MUI sangat penting untuk menjaga mereka dari incaran makar musuh-musuh Islam.

Dia juga menanggapi perkembangan kasus penistaan Al Qur’an oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ahok hanyalah wayang dan ada pemain besar di belakangnya. Mereka semua satu paket. Terbukti, penegakan hukum sangat lemah, dan Ahok terkesan dilindungi,” tegasnya.

Karenanya, ia mengajak ummat Islam untuk terys berjuang menyuarakan kebenaran.

Reporter: Abu Faiz/Islamic News Agency (INA)

Jika Kasus Ahok Mengecewakan Umat Islam Makassar Siap Aksi Bela Islam IV

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Nasir kembali membakar semangat jihad ummat Islam. Kali ini UBN hadir dalam Tabligh Akbar Bela Islam di Masjid Raya Makassar dalam rangka Safari 212, Ahad (18/12) hari ini.

Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center itu menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengembalikan izzah umat Islam Indonesia untuk bersatu merapatkan barisan membela kebenaran.

Hal itu dibuktikan dengan Aksi Bela Islam pertama hingga ketiga yang berlangsung dengan sangat damai Aksi itu, lanjut dia, memperlihatkan dengan jelas wujud persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia.

Dari atas mimbar dakwah, Ustadz Bachtiar bertanya kepada jamaah tentang kesiapan mereka melanjutkan Aksi Bela Islam IV apabila penegakan hukum terhadap tersangka penista kitab suci Al Qur’an mengecewakan.

“Apakah bentuknya mau yang super damai atau revolusi?” tanya Ustad Bachtiar. Serentak jamaah menjawab, ‘Revolusi!’

Pelataran Masjid Raya Makassar pun menjadi gegap gempita akibat sorak-sorai jamaah dalam meneriakkan revolusi dan pekikan takbir. Allahu Akbar.

Tak hanya itu, jamaah juga menyampaikan komitmennya untuk menaati dan menjadikan ulama sebagai pemimpin.

Ustad Bachtiar mengatakan, revolusi yang dimaksud sebenarnya hanya melanjutkan program revolusi pemerintah yang sekarang.

Namun, pria berdarah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu menganggap, program revolusi tidak berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan.

Ustad Bachtiar menyebut, pemerintah tidak terlalu peduli dengan nasib ummat.

Reporter: Abu Faiz/IslamicNewsAgency(INA)

Musyawarah Tokoh Islam Banten: Tugas Kita adalah Menyebarkan Spirit 212

SERANG (Jurnalislam.com) – Pasca Aksi Bela Islam III atau Aksi 212, umat Islam terus berupaya untuk menjaga semangat persatuan. GNPF-MUI menyebutnya dengan Spirit 212. Di Banten, sejumlah tokoh umat Islam lintas ormas bermusyawarah untuk membahas penting hal tersebut di aula Yayasan At Taubah, Serang, Sabtu (17/12/2016).

“Pekerjaan lanjutan kita yaitu mempertahankan semangat 212 dan ini masih banyak itemnya. Yang memiliki semangat adalah alumni 212. Ini tentu butuh kajian yang mendalam dan strategi yang dibutuhkan. Bagaimama bisa merata ruh 212 kepada seluruh lapisan masyarakat,” kata perwakilan dari Jamaah Anshorusyariah, Nurprato Basuki ditengah diskusi.

Sementara dari Forum Study Sekte-sekte Islam (FS3I) Banten, Hafidin mengusulkan GNPF MUI untuk dibentuk di Banten. “Dengan begitu, kelanjutan semangat tetap terjaga,” paparnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, FSPP, Pemuda Persis, Pemuda Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, Forum Me-DAN, ICMI dan Jamaah Anshorusyariah serta Yayasan At Taubah selaku inisiator.

Pertemuan tersebut menghasilkan rencana tabligh akbar bertajuk ‘Semangat Aksi 212’ yang diisi langsung oleh petinggi GNPF MUI seperti Habib Rizieq dan KH Bahtiar Nasir yang Insya Allah akan dilangsungkan pada 8 Januari 2017 mendatang.

Reporter: Muhammad Fajar

Mujahidin Kashmir Bunuh 3 Tentara India dalam Serangan Mematikan

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Tiga tentara India tewas di Kashmir di wilayah yang dikuasai India (Indian-held Kashmir -IHK) pada hari Sabtu (17/12/2016) ketika mujahidin Kashmir menembaki konvoi kendaraan militer India yang lewat di sepanjang Srinagar-Jammu Highway, menurut sumber polisi, lansir World Bulletin.

Pasukan India mengepung seluruh wilayah segera setelah serangan mendadak itu, namun mujahidin, menurut sumber polisi, berhasil melarikan diri.

Serangan di hari Sabtu terjadi di daerah yang sama pada bulan Juni awal tahun ini, di mana delapan polisi tewas dalam penyergapan serupa.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberpa bagian dan diklaim oleh kedua negara secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – setelah mereka terpisah pada tahun 1947, dua diantara perang tersebut memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan muslim Kashmir di IHK telah berjuang melawan penjajah India untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 warga Kashmir sejauh ini telah tewas akibat kekerasan militer India. India mempertahankan lebih dari setengah juta prajurit di Kashmir (IHK).

Inilah Rilisan Bantahan Taliban atas Klaim Undangan Iran

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Jumat (16/12/2016), merilis bantahan terkait berita yang beredar di sejumlah media lokal yang menjadi bahan pemberitaan di luar negeri terkait pejabat Taliban berkunjung ke Iran menghadiri undangan Teheran, Al Emarah News melaporkan Sabtu (17/12/2016),

Berikut ini adalah rilisan bantahan yang dilansir oleh media Taliban, Voice of Jihad:

Laporan yang diterbitkan kemarin oleh beberapa situs berita berbasis di Kabul menyatakan bahwa delegasi Imarah Islam Afghanistan telah diundang oleh Iran untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional yang dijuluki ‘Persatuan Islam’.

Tidak ada kebenaran dalam klaim tersebut. Tidak ada delegasi Iamarah Islam yang telah menerima undangan dan semua laporan yang menyatakan hal sebaliknya adalah tidak benar.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan

Qari Muhammad Yousuf Ahmadi

16/03/1438 Hijriah 16/12/2016 Masehi

4 Faksi Pembebasan Suriah Sepakat kembali ke Medan Tempur Perangi Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Empat faksi Tentara Pembebasan Suriah mengumumkan kesediaannya untuk kembali ke aksi militer memerangi rezim Assad dan mereka memberi mandat Dr. Ayman al-Harush, pejabat “Asosiasi Ulama di Suriah” untuk membentuk sebuah komite memulai inisiatif ini dan menindaklanjutinya, Eldorar Alshamia melaporkan, Sabtu (17/12/2016).

Faksi-faksi tersebut dibubarkan setelah Jabhat al-Nusra saat itu (Jabhat Fath al-Syam sekarang) menyerang markas mereka setelah konflik pecah diantara mereka, karena serdadu mereka terindikasi tentara bayaran Amerika Serikat.

“Faksi Suriah Revolusioner (Sektor Utara), gerakan Hazem, Ansar brigade, dan Jabhat Haq al-Muqatila mengkonfirmasi kesiapan untuk mengatasi perbedaan antara mereka dan seluruh faksi dan bertekad menunda penghakiman” sampai agresi rezim dan sekutunya kalah terhadap perjuangan rakyat di tanah kami,” dan mengatakan mereka sedang menunggu balasan dalam waktu seminggu.

“Asosiasi Cendekiawan di Suriah”, yang mencakup sekelompok ulama, didirikan pada 14 Juli 2016 untuk “membentuk referensi sah yang menunjukkan posisi dari setiap peristiwa besar di tempat kejadian, dan menerbitkan fatwa tentang isu-isu publik, serta membentuk pengadilan independen tertinggi untuk menyelesaikan perselisihan antara faksi.”

Ini Kabar Terakhir Pengungsi Warga Sipil Kota Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Sekitar 100.000 orang telah mengungsi dari Mosul sejak serangan besar diluncurkan pada bulan Oktober untuk merebut kembali kota di Irak utara yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) tersebut, misi PBB di Irak (the UN Mission in Iraq UNAMI) mengatakan, lansir World Bulletin, Sabtu (17/12/2016).

Dalam sebuah pernyataan hari Sabtu, UNAMI mengatakan lebih dari 106.400 orang telah terlantar akibat operasi Mosul sejak 17 Oktober.

Walaupun 9.500 dari pengungsi telah kembali ke tempat asal mereka, lebih dari 99.300 warga Irak lainnya masih mengungsi, UNAMI mengatakan.

Pekan lalu, Kementerian Migrasi Irak mengatakan lebih dari 107.000 orang telah mengungsi sejak serangan ke IS dimulai pada Mosul.

Sementara itu, Eyad Rafed dari Bulan Sabit Merah Irak memperingatkan situasi kemanusiaan yang memburuk saat warga sipil melarikan diri dari daerah-daerah yang berada di bawah target serangan oleh pasukan IS.

“Sekitar 1.500 warga sipil telah dipindahkan ke kamp di selatan Mosul dalam 24 jam terakhir,” katanya kepada Anadolu Agency.

Para pejabat Irak telah bersumpah untuk merebut kembali Mosul – yang direbut IS bersama dengan wilayah luas di utara dan barat Irak – pada akhir tahun ini.

Jenderal Iran ini Berada di Aleppo saat Pembantaian Warga Sipil

ANKARA (Jurnalislam.com) – Foto-foto baru menunjukkan komandan Garda Revolusi Iran Qasem Soleimani bertepatan dengan pembunuhan 14 warga sipil oleh kelompok-kelompok teroris Syiah pro-Assad selama proses evakuasi yang terperangkap dalam kota Aleppo di Suriah utara, lansir World Bulletin, Sabtu (17/12/2016).

Awal pekan ini atas perjanjian Turki dengan Rusia, para pejuang oposisi Suriah di Aleppo timur mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pasukan rezim Syiah Assad untuk mengevakuasi warga sipil dari kota.

Sejak itu, sedikitnya 7.500 warga sipil telah meninggalkan Aleppo menuju banteng mujahidin di Idlib – yang terletak di dekat perbatasan dengan Turki – menurut pejabat kelompok oposisi Suriah.

Media Iran pada hari Jumat menerbitkan foto yang menunjukkan Jenderal Soleimani, kepala Pasukan Quds dari Garda elit Syiah, bersama dengan beberapa orang di Aleppo dengan latar belakang bangunan hancur.

Kehadiran Soleimani bertepatan dengan pembunuhan 14 warga sipil oleh milisi Syiah Internasional pro-Assad yang didukung Iran selama proses evakuasi.

Proses untuk mengevakuasi warga sipil dari Aleppo Timur sempat dihentikan setelah kelompok teroris asing pro-rezim menghadang konvoi sipil setelah meninggalkan Aleppo timur menuju Idlib.

Menurut koresponden Anadolu Agency di Aleppo, teroris Syiah pro-rezim tersebut menembaki konvoi bus menuju Idlib tersebut, yang membawa sekitar 800 warga sipil.

Para teroris Syiah memaksa kendaraan untuk berhenti di Ramouseh yang dikuasai rezim di pinggiran barat daya Aleppo dan mengambil semua penumpang sebagai sandera, koresponden melaporkan.

Para sandera itu kemudian dibebaskan setelah 14 dari mereka tewas oleh teroris Syiah dukungan Iran.