Berita Terkini

Kajian Bulanan Perminda Bandung ‘Lebih Dekat Mengenal Syi’ah’ Bersama Ustadz Fuadz Al Hazimi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Pengajian Remaja Masjid Nurul Huda (PERMINDA) Bandung akan mengadakan kajian rutin bulanan dengan tema ‘Lebih Dekat Mengenal Syiah’ di Masjid Nurul Huda Jl. Jend. Sudirman No. 817-819 Bandung pada Ahad, 25 Desember mendatang.

Kajian akan diisi oleh Ustadz Fuad Al Hazimi, seorang ulama pakar tentang aliran sesat Syiah asal Magelang, Jawa Tengah dan pengamat gerakan Islam, ustadz Ustadz Abu Tholut. Ustadz Fuad akan menyampaikan materi tentang kesesatan dan bahaya Syiah, sedangkan ustadz Abu Tholat tentang sejarah dan perkembangan Syiah.

Untuk warga Bandung dan sekitarnya, silahkan menghadiri kajian ini untuk memperkaya wawasan keislaman serta dalam rangka menunaikan kewajiban tholabul’ilmi.

 

Menlu Turki: 37.500 Warga Sipil Suriah telah Dievakuasi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 37.500 warga sipil Suriah sejauh ini telah dievakuasi dari bekas kubu oposisi di Aleppo Timur, Menteri Luar Negeri Turki mengatakan hari Selasa (20/12/2016), lansir Anadolu Agency.

Di akun resmi Twitter-nya, Cavusoglu menulis: “37.500 orang telah dievakuasi dari Aleppo sejauh ini. Tujuan berikutnya adalah menyelesaikan semua evakuasi besok.”

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dijamin pekan lalu oleh Turki dan Rusia, warga sipil yang terperangkap di Aleppo Timur telah diizinkan untuk pergi ke kota yang dikuasai mujahidin dan oposisi di Idlib.

Di tempat lain, Komite Internasional Palang Merah (the International Committee of the Red Cross-ICRC) mengatakan pada hari Selasa sekitar 750 orang lainnya telah dievakuasi dari daerah Foua dan Kefraya.

PBB akan mengirim 20 staf tambahan ke Aleppo timur untuk memantau evakuasi ribuan orang yang sedang berlangsung, kata juru bicara PBB Jens Laerke dalam sebuah konferensi pers di Jenewa.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization -WHO) Tarik Jasarevic juga mengatakan 43 orang yang terluka telah dievakuasi dari Aleppo timur pada hari Senin, sehingga jumlah evakuasi medis dari kota Suriah menjadi berjumlah 301.

Sembilan puluh tiga orang dalam kondisi serius dikirim ke Turki untuk perawatan sementara sisanya berada di Idlib dan Aleppo Barat.

Di antara orang-orang yang terluka 42 orang adalah perempuan dan 67 lainnya anak-anak, Jasarevic menambahkan.

Truk Kontainer Tabrak Pasar Natal di Berlin

JERMAN (Jurnalislam.com) – Polisi Jerman mengatakan mereka sedang menyelidiki penyebab kematian sedikitnya 12 orang dan hampir 50 lainnya terluka ketika sebuah truk menabrak pasar Natal yang ramai akhir Senin sebagai kemungkinan serangan.

Dalam pernyataan yang diposting di Twitter hari Selasa (20/12/2016), polisi Berlin mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dengan dugaan serangan teror, World Bulletin melaporkan Selasa (20/12/2016).

“Peneliti kami berasumsi bahwa truk itu sengaja mengarah ke kerumunan di pasar Natal di Breitscheideplatz,” kata polisi.

Saksi mengatakan kepada media lokal bahwa sopir truk segera melarikan diri setelah insiden di pasar Natal populer di dekat Gereja bersejarah Memorial Kaiser Wilhelm (Kaiser Wilhelm Memorial Church) di Berlin tengah.

Polisi menangkap seorang tersangka Senin malam, dan menegaskan bahwa ia diinterogasi karena dicurigai mencuri truk dan sengaja menabrakkannya ke arah orang banyak.

Harian Jerman Die Welt melaporkan bahwa pengemudi diduga adalah seorang pengungsi Asia yang tiba di Jerman pada bulan Februari. Harian Tagesspiegel mengatakan tersangka diketahui polisi karena pelanggaran kecil, bukan karena hubungannya dengan kelompok teroris.

Namun polisi secara resmi menolak untuk mengomentari kewarganegaraan tersangka, karena penyelidikan sedang berlangsung.

Konferensi pers dijadwalkan Selasa tengah hari kemarin.

 

Menlu Turki: Kami Berunding dengan Rusia dan Iran untuk Selamatkan Warga Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menlu Turki, Cavusoglu, mengatakan Turki akan melanjutkan upaya mereka untuk menyelamatkan warga Suriah saat Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia, Turki, dan Iran akan berunding “deklarasi bersama” untuk menemukan solusi di Suriah, Anadolu Agency melaporkan Selasa (20/12/2016).

“Solusi terbaik adalah solusi politik. Kami percaya ini. Kami harus fokus pada ini,” kata Cavusoglu. Dia mengatakan Turki akan melanjutkan upaya mereka untuk menyelamatkan warga Suriah.

“Kami akan terus bersama-sama mengejar upaya kami untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah, menyebar gencatan senjata permanen di seluruh negeri, dan bantuan kemanusiaan tanpa hambatan,” tambahnya.

“Kita bisa mencapai solusi di Suriah jika kita sungguh-sungguh melaksanakan keputusan yang diambil,” kata Cavusoglu.

Pernyataan Menlu Rusia juga muncul menyusul pertemuan trilateral Suriah dengan Iran dan Turki nya, Javad Zarif dan Mevlut Cavusoglu di Moskow.

Dia mengatakan mereka membahas memperluas gencatan senjata ke seluruh Suriah

Dia menegaskan bahwa Turki mendukung persatuan nasional dan integritas teritorial semua negara tetangga.

Deklarasi bersama disepakati untuk menemukan solusi di Suriah, lanjut Lavrov, dan berharap evakuasi akan berakhir dalam satu atau dua hari.

“Format yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan krisis Suriah adalah format trilateral kita saat ini,” kata Lavrov.

Proses evakuasi sementara ditunda pada hari Jumat kemarin setelah kelompok teroris Syiah asing pro-rezim Nushairiyah Assad menyerang konvoi warga sipil yang sedang meninggalkan kota, mengakibatkan sejumlah pengungsi terbunuh.

Proses evakuasi ini dilanjutkan Senin di bawah kesepakatan yang kembali ditengahi oleh Turki dan Rusia sebelumnya dimana sekitar 20.000 warga sipil dan pejuang Aleppo harus dievakuasi dari Aleppo timur pada hari Senin dan Selasa.

Bilal Abdul Kareem: Dilengkapi Sabuk Peledak Mujahidin Aleppo Siap Hadapi Milisi Syiah saat Evakuasi

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Mujahidin Aleppo mengenakan sabuk peledak dan siap untuk melawan jika pasukan pro-rezim Assad (milisi Syiah dukungan Iran) yang berupaya menghentikan mereka meninggalkan Aleppo timur, menurut wartawan terakhir di bekas benteng mujahidin tersebut.

Rekaman video yang diposting pada hari Selasa (20/12/2016) oleh Bilal Abdul Kareem, seorang wartawan asal AS yang telah berada di Aleppo timur selama berpekan-pekan, menunjukkan seorang pejuang dengan penutup wajah memakai sesuatu yang tampaknya adalah sebuah rompi peledak di bawah jaketnya dan membawa senjata Kalashnikov.

Kareem mengatakan bahwa para pejuang bersiap untuk meninggalkan Aleppo, menyusul sekitar 25.000 warga sipil dari timur yang sudah dievakuasi di kota terbesar Suriah yang sebelumnya dikuasai oposisi.

“Ini adalah sabuk peledak. Inilah yang banyak dikenakan para pejuang karena mereka merasa tidak percaya rezim dapat menjaga kata-kata mereka bahwa perjalanan mereka untuk meninggalkan Aleppo akan berlangsung aman,” kata Kareem.

“Jika mereka dicegat mereka siap bertempur.”

Kareem mengatakan kepada MEE (Middleeasteye), Selasa, bahwa masih ada perwakilan dari sekitar 22 faksi jihad yang masih masih berada di Aleppo timur. Dia mengatakan ada barisan mobil sepanjang satu kilometer yang mengangkut pejuang dan keluarga mereka.

Sebagian besar warga sipil sekarang telah mengungsi, meskipun beberapa warga yang terluka serta dokter dan perawat masih berada di belakang.

“Mereka merasa sepertinya mereka sudah harus pergi pagi ini, sesuai perjanjian dengan pihak gencatan senjata,” kata Kareem.

“Namun mereka merasa bahwa pasukan rezim Suriah dan sekutunya terus bermaksud merundingkan kembali dan ini membuat mereka hati-hati.”

Ketika ditanya apakah kepergian mereka itu bisa memprovokasi pasukan pro-rezim (milisi Syiah dukungan Iran), Kareem mengatakan para mujahidin telah memiliki “banyak pengalaman dalam hal berurusan dengan rezim dan mereka hanya tidak mempercayai kelompok pro-rezim”.

“Mereka pikir dapat pergi melalui titik persimpangan dan di suatu tempat di sana akan ada semacam kesulitan dan jika ada masalah mereka pasti sudah siap menghadapi,” katanya.

Meskipun demikian, Kareem mengatakan para pejuang terpaksa meninggalkan dan menyerahkan Aleppo timur untuk pasukan rezim Nushairiyah Assad demi warga Sipil.

“Mereka merasa ada potensi masalah. Pada saat yang sama mereka mengatakan bahwa mereka tidak ingin ada masalah. Mereka hanya ingin memenuhi perjanjian dan menyerahkan kota kepada pasukan Assad dan kemudian mereka akan pergi.”

Di bawah kesepakatan yang disepakati antara oposisi dan pemerintah Suriah serta sekutunya, baik pejuang dan warga sipil diberi jaminan perjalanan yang aman menuju daerah di provinsi Idlib di barat yang dikuasai oposisi.

Operasi evakuasi dipantau oleh Komite Internasional Palang Merah (the International Committee of the Red Cross), sementara Dewan Keamanan PBB pada hari Senin menempatkan monitor mereka di darat.

Ini Penjelasan MUI Tentang Fatwa Atribut Natal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, menyampaikan Pernyataan Pandangan dan Sikap soal Fatwa Nomor 56 Tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim yang baru saja dikeluarkan MUI.

Hal ini dipandang perlu oleh MUI, lantaran munculnya berbagai tanggapan dan respons dari berbagai pihak terhadap Fatwa MUI Nomor: 56 tahun 2016 tersebut yang menimbulkan pemahaman keliru.

Pernyataan Pandangan dan Sikap tersebut dibacakan sendiri oleh Ketua Umum MUI Pusat, Dr KH Ma’ruf Amin di Gedung Majelis Ulama Indonesia Jl. Proklamasi No. 51 Menteng Jakarta Pusat, pada hari Selasa (20/12/2016).

Berikut penjelasan lengkap MUI:

Pernyataan Pandangan dan Sikap MUI
Nomor: Kep-1228/MUI/XII/2016

Sehubungan dengan munculnya berbagai tanggapan dan respons dari berbagai pihak terhadap fatwa MUI Nomor: 56 tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim yang menimbulkan pemahaman yang keliru tentang fatwa tersebut, maka Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Substansi fatwa MUI Nomor 56 tahun 2016 tersebut menyatakan:
a. Menggunakan atribut keagamaan non-muslim adalah haram.
b. Mengajak dan/atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan non-muslim adalah haram.

2. Secara jelas fatwa tersebut ditujukan kepada umat Islam dan menjaga akidah dan keyakinannya, serta melarang pihak mana pun untuk mengajak dan/atau memerintahkan kepada umat Islam untuk menggunakan atribut keagamaan non-muslim, karena hal itu bertentangan dengan akidah dan keyakinannya.

3. Fatwa tersebut dibuat dalam kerangka penghormatan kepada prinsip kebhinnekaan dan kerukunan beragama di Indonesia. Makna dari kebhinnekaan adalah kesadaran terhadap perbedaan, termasuk perbedaan dalam menjalankan keyakinan agamanya. Dengan demikian, faktor penting dalam prinsip kebhinnekaan adalah adanya saling menghormati dan tidak memaksakan keyakinannya tersebut kepada orang lain. Setiap bentuk pemaksaan keyakinan kepada orang lain adalah bertentangan dengan HAM dan konstitusi.

4. Fatwa MUI mempunyai daya ingat keagamaan (ilzam syar’i) dan merupakan panduan bagi umat Islam dalam menjaga akidah dan keyakinannya, serta menjadi kaedah penuntun dan sumber inspirasi dalam pembentukan peraturan perundangan di Indonesia. Oleh karena itu, Dewan Pimpinan MUI mengapresiasi kepada berbagai pihak, khususnya jajaran kepolisian dan kepala daerah yang menjadikan fatwa tersebut sebagai sumber rujukan dalam menjaga ketertiban dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Wallahu al-Musta’an, wa Ilaihi at-Tuklan.

Jakarta, 20 Desember 2016
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia

Tanda tangan plus stempel MUI
Ketua Umum MUI, Dr KH Ma’ruf Amin; dan
Sekretaris Jenderal MUI, Dr H Anwar Abbas, MM, MA

Pemuda Muhammadiyah: KOKAM Tak Perlu Amankan Gereja Saat Natal dan Tahun Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, pengamanan gereja saat Natal dan Tahun Baru memberi kesan seolah umat Kristen dalam ancaman umat lain. Untuk itu, ia mengimbau kepada Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) untuk tidak melakukan hal tersebut.

“Kokam Pemuda Muhammadiyah tidak perlu ikut melakukan pengamanan Gereja jelang dan saat Natal dan tahun baru nanti. Karena sejatinya kita percaya umat beragama di Indonesia memahami pentingnya Toleransi yang otentik,” katanya dalam pernyataan tertulis dalam akun facebooknya, Rabu (21/12/2016).

Menurutnya, pengamanan adalah tanggungjawab dan tugas pihak Kepolisian Republik Indonesia. Pemuda Muhammadiyah percaya penuh dan tidak pernah ragu dengan kemampuan pihak kepolisian menjaga keamanan perayaan Natal dan tahun baru.

“Oleh sebab itu KOKAM Pemuda Muhammadiyah di seluruh Indonesia cukup membantu pihak kepolisian memastikan lingkungan sekitar kita Aman dan nyaman selama perayaan natal dan tahun baru nanti,” ujarnya.

Dahnil menjelaskan, KOKAM Pemuda Muhammadiyah akan ikut dan wajib melakukan pengamanan Gereja bila ada fakta ancaman dan perusakan rumah ibadah dan Pelaksanaan Natal oleh kelompok tertentu.

“Karena ajaran Islam terang dan tegas melarang merusak tempat ibadah seperti ditegaskan di Surah Al-Hajj ayat 40,” jelas Dahnil.

Kareanya, siapa pun yang mengganggu pelaksanaan ibadah Agama lain terang adalah ancaman bagi kebebasan beragama dan bertentangan dengan ajaran Islam yang dipahami oleh Pemuda Muhammadiyah.

“Pun adalah ancaman bagi Pancasila yang menjadi falsafah bersama kita sebagai Bangsa dan Negara, yang selama Ini ikut dijaga dan dipertahankan oleh Kokam Pemuda Muhammadiyah,” pungkasnya.

Reporter: Ally Muhammad Abduh

Polri Akan Tindak Perusahaan yang Paksa Karyawan Kenakan Atribut Natal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihaknya akan menindak perusahaan yang memaksa karyawan muslim mengenakan atribut Natal. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Ketua Majelis Ulama Indoesia (MUI), KH Ma’aruf Amin di rumah dinas Kapolri di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

“Penindakan ini bukan karena fatwa MUI, melainkan unsur pemaksaan dengan ancaman pemecatan, itu sudah masuk ke dalam pelanggaran KUHP 335 ayat 2,” katanya.

Namun Tito menyampaikan, bahwa kondisinya akan lain apabila ada orang muslim yang mengenakan atribut keagamaan dengan penuh kesadaran tanpa ada paksaan, maka itu diperbolehkan.

“Tapi kalau mereka yang mengenakan atribut dengan sadar dan mengetahui fatwa MUI menyatakan haram, maka tanggung jawab sendiri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Tito.

Dalam pertemuan tersebut, Tito menjelaskan bahwa pihaknya sebagai aparat keamanan ingin mengetahui secara jelas isi dari fatwa MUI. Disampaikan Tito bahwa inti dari isi fatwa MUI sangat jelas, tidak ada pemaksaan penggunaan atribut keagamaan non-muslim kepada muslim.

“Inti utama dari fatwa MUI jelas, agar para perusahaan tidak memaksa kepada karyawannya yang muslim menggunakan atribut nonmuslim. Apalagi dengan ancaman dipecat, jangan sampai,” ujar Tito.

Berdasarkan diskusi dengan Ma’ruf, Tito mengatakan bahwa pelarangan ini khusus untuk atribut yang melekat dengan badan, seperti topi dan pakaian. Sedangkan atribut keagamaan lainnya, tidak masuk ke dalam bagian larangan oleh MUI.

“Jangan sampai pohon Natal di kafe atau mal dirobohin. Itu masuk dalam perusakan dan itu bisa ditahan,” ujarnya.

Sumber: vivanews

Al Tsaurah Institute: Semangat 212 adalah Semangat Melawan Kezaliman, Termasuk di Aleppo

SERANG (Jurnalislam.com) – Direktur Al Tsauroh Institute, Ustadz Abu Al Izz menegaskan, semangat 212 harus terus dikobarkan untuk menentang segala bentuk kezaliman. Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi pembantaian muslim Aleppo, Suriah oleh tentara Syiah pimpinan Bashar Asaad dan Rusia.

“Semangat Aksi 212 yang sedang berkobar dapat ditujukan untuk luar negeri, bukan hanya dalam negeri saja. Kita mempunyai masalah yang sama dan tidak lagi berbicara tentang batas wilayah,” katanya kepada Jurniscom di Serang, Banten, Senin (19/12/2016).

 

Semangat 212 lahir dari kedzaliman dan ketidakadilan yang dilakukan penguasa terhadap umat Islam Indonesia dalam kasus penistaan agama oleh Ahok.

“Karena itu, segala upaya yang sifatnya menentang kezaliman di muka bumi wajib dilakukan. Tidak boleh kita menjadi umat yang diam,” tegasnya.

Ia menyeru kepada masyarakat Indonesia untuk terus melakukan aksi solidaritas atas muslim Aleppo yang sedang tertindas.

“Saya sangat mendorong pihak-pihak yang ada di Indonesia untuk berupaya membantu sesuai dengan kemampuan masing masing,” tuturnya.

“Sebagai umat Islam kita harus menunjukan itu,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar

5 Tokoh LUIS Diciduk Tanpa Surat Penangkapan, Kuasa Hukum: Aparat Harus Klarifikasi

SOLO (Jurnalislam.com) – Kuasa Hukum Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Wawan Kurniawan menyayangkan tindakan kepolisian yang menangkap lima tokoh LUIS tanpa surat panggilan dan surat penangkapan. Mereka ditangkap pada Senin malam hingga Selasa (20/12/2016) dini hari dan langsung di-BAP.

“Saya melihat ketidakwajaran disini, karena surat laporan (pemanggilan-red) itu baru 19 Desember. Seharusnya ada pemeriksaan saksi-saksi, kemudian dipanggil dulu dua kali apabila dipanggil mangkir baru dilakukan penangkapan. Tapi belum ada surat pemanggilan lalu di-BAP dan langsung ditangkap,” katanya kepada wartawan di Masjid Salamah, Tipes, Solo, Selasa (20/12/2016) siang ini.

Ia mendesak kepolisian untuk segera membuat klarifikasi terkait penangkapan yang menyalahi prosedur itu.

“Ini perlu adanya klarifikasi dari Kapolres, apakah memang begitu atau memang ada pihak-pihak lain yang bermain,” ujar Wawan.

Wawan yang juga Ketua The Islamic Study and Action Center (ISAC) itu menjelaskan, penangkapan terkait aksi LUIS yang menghentikan aktivitas di Social Kitchen Cafe pada Ahad (18/12/2016) malam. Cafe tersebut didapati masih buka dalam jam malam serta terbukti menjual miras dan praktek mesum.

“Ada kemungkinan kasusnya adalah yang di Sosial Kitchen Cafe, dimana cafe itu masih buka dalam jam malam kemudian disitu ada miras, mereka mabuk-mabukan disana. LUIS ini hanya memberhentikan, tapi pada laporannya ada pengrusakan,” jelasnya.

Dituding melakukan pengrusaakan dan penganiayaan

Berdasarkan surat penangkapan Endro Sudarsono bernomor No Pol Sp Kap/199/XII/2016/Ditreskrimum, dijelaskan bahwa ia ditangkap karena melakukan pelanggaran pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 ayat 1 dan atau pasal 169 KUHP jo pasal 55 KUHP atau pasal 56 KUHP Tentang tindakan kekerasan di muka umum dan penganiayaan.

“Ada beberapa pasal yang dituduhkan kepada lima tokoh LUIS itu, diantaranya pengrusakan, penganiayaan, menggerakan massa dan melakukan tindak kekerasan,” ungkapnya.

Namun Wawan membantah tuduhan tersebut. Sebab, laskar hanya berupaya untuk menutup cafe yang telah melanggar aturan itu.

“Kita belum mengetahui apakah memang ada pengrusakan yang dilakukan oleh LUIS atau ada pihak ketiga yang merusak,” pungkasnya.

Social Kitchen Cafe adalah rumah makan yang telah beberapa kali mendapat teguran dari ormas Islam maupun pemerintah setempat. Pada bulan Agustus lalu LUIS menggerebek rumah makan tersebut dan membubarkan hiburan striptis (tarian telanjang).

Reporter: Riyanto