Berita Terkini

Ratusan Warga Aleppo yang Terluka Dirawat di RS Turki

Hatay (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang Turki mengatakan pada hari Jumat bahwa ratusan warga sipil yang terluka telah dirawat di Turki menyusul evakuasi kota Aleppo Suriah, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (23/12/2016).

Menurut informasi yang dirilis oleh Perdana Menteri Turki, pada hari Jumat 199 orang terluka – termasuk 80 orang anak – diangkut dari kota Idlib yang dikuasai pejuang Suriah dengan menggunakan ambulans di perbatasan Cilvegozu Turki.

Meskipun petugas medis Turki telah melakukan upaya terbaik, namun 18 orang yang terluka parah kehilangan nyawa mereka.

Sejak awal evakuasi, 81 pasien dipindahkan ke rumah sakit di provinsi lain Turki. Dua puluh delapan telah keluar dari rumah sakit.

Koalisi Faksi Jihad AlBunyan AlMarsous Tolak Ajakan Damai Rezim Assad di Daraa

DARAA (Jurnalislam.com) – Koalisi faksi jihad “AlBunyan AlMarsous” yang beroperasi di Daraa, menolak inisiatif perdamaian atau gencatan senjata yang diajukan rezim Syiah Assad, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (23/12/2016).

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka pada hari Jumat, faksi menolak inisiatif perdamaian atau gencatan senjata, seraya meyakinkan bahwa mereka tetap berjuang dalam revolusi untuk menggulingkan rezim, dan akan menangkap setiap delegasi yang berasal dari daerah yang dikuasai rezim.

Rumor mulai menyebar di kota-kota dan desa-desa di Daraa bahwa beberapa faksi militer dan personel pejabat kota sekitar mengadakan pertemuan dengan rezim Assad, untuk menandatangani rekonsiliasi.

Lebih dari 20 faksi militer di Daraa mengumumkan pembentukan “AlBunyan AlMarsous” akhir tahun lalu, pada tahun 2015, untuk menghadapi pergerakan atau masuknya pasukan al-Assad ke provinsi Daraa.”

Banjir Susulan Menerjang Saat Azan Jumat Dikumandangkan

BIMA (Jurnalislam.com) – Banjir susulan yang melanda Kota Bima dan sekitarnya pada Jumat (23/12/2016) pukul 12.00. Menurut penuturan warga, banjir susulan itu datang ketika azan shalat Jumat dikumandangkan.

“Ternyata apa yang kami khawatirkan benar terjadi, pada pukul 12.00 WITA ketika ketika azan untuk shalat Jumat dikumandangkan, datanglah banjir susulan, dan ternyata banjir susulan justru lebih besar dari sebelumnya,” ungkap Rus Panadin (36) warga kota Bima.

Saat itu sebagian warga sedang membersihkan lumpur akibat bajir pertama. Namun tiba-tiba banjir susulan datang dan menghanyutkan kembali barang-barang yang telah mereka selamatkan sebelumnya.

“Seluruh perabotan rumah yang sudah dibersihkan disimpan begitu saja sehingga sebagiannya hanyut terbawa arus banjir yang sangat deras,” ujarnya pilu.

Dalam pantauan Jurniscom, curah hujan di Kota Bima dan sekitarnya masih tinggi, masyarakat cemas banjir akan kembali datang. Saat ini banjir mulai surut, namun lumpur tebal menutupi ribuan rumah warga.

Banjir besar yang lebih besar menerjang Kota Bima pada pukul 12.00 siang. Banjir mencapai ketinggian hingga 2 meter. Banjir ini disebut-sebut sebagai banjir terparah yang pernah melanda Kota Bima.

Reporter: Sirath

Ulama Solo Dukung Perjuangan Ranu dan 5 Tokoh LUIS yang Ditahan

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustadz Dr Muinuddinillah Basri, Lc, MA memberikan dukungan moral agar Ranu Muda Adi Nugroho (36), wartawan panjimas.com yang ditangkap Ditreskrimum Polda Jateng pada Kamis (22/12/2016).

“Kita akan melakukan pembelaan secara proporsional terhadap para aktivis yang ditangkap, termasuk juga Ranu,” kata Ustadz Mu’in saat ditemui di Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (22/12/2016).

Ulama yang akrab dipanggil Ustadz Muin ini mengakui Ranu cukup dikenal kalangan aktifis Islam. Bahkan dirinya pernah mendirikan sebuah media online, Forum Ukhuwah Jama’ah Masjid (Fujamas.net), meskipun situs berita itu kini sudah tak lagi aktif.

Ustadz Mu’in mengungkapkan, DSKS akan berusaha melakukan pembelaan Ranu dan para tokoh LUIS lain yang kini masih ditahan, yakni Endro Sudarsono, Edi Lukito, Yusuf Suparno, Salman Al Farisi, dan Joko Sutarto.

Ia juga mengakui Ranu memiliki peran yang besar dalam kiprahnya di media, yakni dalam hal pemberitaan tentang kondisi umat Islam khususnya di Solo.

Mendenger respon yang positif dari Ustadz Muinuddinillah Basri, Widad, Pemred Panjimas.com, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DSKS yang telah memberikan bantuan, pembelaan dan dukungan moril.

“Atas nama seluruh awak media Panjimas, kami mengucapkan jazaakumullah khoiron, kepada DSKS yang telah membantu,” ujarnya.

Reporter: Sedyo/IslamicNewsAgency (INA)

Ranu Muda, Wartawan yang Penuh Dedikasi dan Etos Kerja Tinggi

SOLO (Jurnalislam.com) – Ranu Muda Adi Nugroho (36), pria kelahiran Surakarta, 29 September 1980, wartawan media Islam panjimas.com yang ditangkap polisi Sukoharjo banyak dikenal menulia penyakit masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Ranu Muda Adi Nugroho ditangkap aparat kepolisian di rumahnya di Kampung Ngasinan RT 003 RW 004 Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis (22/16/2016) atas tuduhan memprovokasi massa untuk melakukan perusakan di tempat hiburan malam, Social Kitchen pada Ahad (18/12/2016) malam.

Pemimpin Redaksi Panjimas.com, Widiyarto membenarkan Ranu adalah wartawannya. Pria yang akrab disapa Widad ini mengatakan, Ranu membantah dirinya terlibat dalam aksi pengrusakan, sebab pada saat itu dia bertugas sebagai jurnalis.

Menurut Widad, selama ini, Ranu dikenal memiliki etos kerja dan dedikasi tinggi. Ranu pernah menjadi Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Solo, mendirikan Tabloid Jum’at, pernah bergabung di Muslimdaily dan menjadi anggota resmi sebuah asosiasi wartawan Muslim, Jurnalis Islam Bersatu (JITU).

Dijelaskan Widad, Ranu bergabung menjadi wartawan media online Panjimas.com sejak satu setengah tahun yang lalu. Investigasinya yang menonjol adalah liputan-liputan yang terkait dengan Penyakit Masyarakat (PEKAT) dan maksiat di Kota Solo.

“Ranu wartawan yang luar biasa, pengalamannya banyak sebagai wartawan dan penulis. Dia dekat dengan para ulama di Solo, tokoh dan aktivis Islam. Dia senang liputan di lapangan. Bahkan melakukan investigasi. Social Kitchen misalnya, itu sudah setahun yang lalu dilakukan investigasi oleh Ranu,” kata Widad dalam keterangannya di Solo, Kamis (22/12/2016).

Widad sangat yakin Ranu tidak terlibat dalam aksi anarkis apa pun sebagaimana disangkakan oleh aparat kepolisian.

Penanganan kasus Ranu, diserahkan kepada kuasa hukum dari pihak Tim Pengacara Muslim (TPM) Solo, Anis Prijo Ansharie, SH, Jurianto SH dan juga Budi Satrijo AW, SH, MH yang merupakan kakak kandung Ranu.

Reporter: Sedyo/IslamicNewsAgency (INA)

Jelang Natal, FUIS Sosialisasikan Fatwa MUI Tentang Atribut Agama Lain

Jurnalislam.com) – Sosialisasi fatwa MUI tentang haramnya muslim memakai atribut agama lain dilakukan Forum Umat Islam Semarang (FUIS) di depan Masjid Baiturrahman, Jumat (23/12/2016).

Aksi tersebut digelar sebagai upaya untuk membentengi aqidah umat dari tindakan dan ucapan yang akan merusak keimanan.

“Kami ingin dengan mengadakan acara ini banyak kaum muslimin yang terselamatkan aqidahnya”, ungkap koordinator aksi, Wahyu kepada Jurniscom.

Ia juga mengimbau kepada perusahaan agar tidak memaksa karyawan muslim untuk mengenakan atribut Natal.

Dalam aksinya mereka berorasi dan membagi-bagikan selebaran tentang penjelasan fatwa MUI terkait atribut agama lain. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan “Bhineka Tunggal Ika itu tidak mewajibkan karwayan Muslim beratribut Natal” .

“Ini bukan sikap anti toleransi, ini bukan sikap anti bhineka tunggal ika, ini bukan anti kristen tapi ini justru toleransi untuk menyuarakan non muslim menghormati keyakinan kami jangan memaksakan atribut natal kepada karyawan muslim,” ujar salah satu orator, Ustadz Oka.

Reporter: Agus Riyanto

Kota Bima Lumpuh, Ribuan Pengungsi Butuh Bantuan

BIMA (Jurnalislam.com) – Banjir bandang susulan yang melanda kota Bima dan sekitarnya pada Jumat (23/12/2016) membuat Kota Bima lumpuh. Selain listrik yang padam, jaringan seluler juga terputus. Para korban banjir kesulitan untuk mengabarkan keadaannya.

“Kami sangat kesusahan dengan tidak adanya akses yang ada, apalagi kendaraan kami juga semuanya sudah terendam banjir dan tidak bisa dipakai lagi,” kata salah seorang warga, Khaerudin di tempat pengungsian.

Pantauan reporter Jurniscom di lapangan, saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, air bersih dan pakaian. Sebagian besar pengungsi tak bisa menyelamatkan apapun dari rumah mereka.

Reporter: Sirath

Innalillahi, Banjir Susulan yang Lebih Besar Datang, Bima Tenggelam

BIMA (Jurnalislam.com) – Banjir susulan melanda Kota Bima pada Jumat (23/12/2016), Banjir kedua ini lebih besar dari banjir sebelumnya. Curah hujan yang terus meningkat dalam sepekan ini membuat Kota Bima kembali terendam.

Pantauan Jurniscom, tim SAR telah mengevakuasi masyarakat yang terkepung banjir di evakuasi oleh tim SAR dan aparat gabungan dari TNI Polri.

Menurut penuturan Ma’ruf (40) warga kelurahan Penato’i, banjir ini adalah banjir terparah yang melanda kota Bima.

“Semua rumah warga yang ada di wilayah kota Bima terendam karena saking besarnya banjir,” kata dia.

Ma’ruf berharap curah hujan menurun agar banjir cepat surut. Ia bersama ribuan warga saat ini berada di tempat pengungsian sementara di Kantor Walikota Bima.

Reporter: Sirath

Ribuan Umat Islam Solo Raya Gelar Aksi #SaveLUIS dan #SaveRanu

SOLO (Jurnalislam.com) – Ribuan Umat Islam Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa, menuntut dibebaskannya 5 orang petinggi Laskar Umat Islam Solo (LUIS) dan 1 orang wartawan media Islam yang ditangkap Ditreskrimum Polda Jawa Tengah beberapa hari ini. Aksi itu digelar di depan Mapolresta Surakarta, Jl. Adi Sumarmo No. 2, Solo, Jumat (23/12/2016).

“Pada saat ini telah terjadi kriminalisasi terhadap para Aktifis Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” cetus Bonniy, orator dari Majelis Mujahidin.

Ia juga menegaskan, umat Islam akan terus bergerak memberantas kemaksiatan dengan ada atau tidak adanya aparat kepolisian.

“Maka kita (umat Islam -red) tidak akan pernah diam membersihkan miras, prostitusi dan narkoba. Jika aparat tidak membersihkan Pekat, maka kita yang akan membersihkannya,” pungkasnya.

Ribuan Massa Memadati Mapoltesta Surakarta

Sementara itu, Ustaz Nurhadi mewakili MUI Kota Surakata mengatakan MUI Solo akan senantiasa membersamai umat.

Nurhadi mendesak Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi untuk menepati janji untuk pembersihan pekat secara menyeluruh serta membanth pembebasan aktifis nahi munkar segera.

“Maka kami akan tagih janji bapak Kapolresta untuk membersihkan pekat dan membebaskan saudara kami. Karena bukan beliaulah yang melakukan pengrusakan,” paparnya.

Aksi ditutup dengan doa bersama oleh Ustaz Tengku Azhar. Pantauan jurniscom, aksi berjalan dengan tertib dan lalu lintas di depan Mapolresta tetap di buka sekalipun agak terhambat.

Kontrakan Terduga Teroris Digeledah ‘Habis’ Kepolisian Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Densus 88 dan petugas kepolisian Polres Tasikmalaya menjajaki Rumah kontrakan Irwan Hidayat (28 tahun), terduga teroris yang tewas dalam penggerebegan Densus 88 di Tangerang Selatan beberapa waktu lalu di Kp Legok Apu, Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (23/12/2016).

Dari dalam kontrakan yang disewa Irwan dan istrinya Riska, petugas mengamankan beberapa barang seperti buku serta dukumen lainnya.

“Ini bukan penggerebegan, ini merupakan penggeledahan rumah terduka teroris atas nama Irwan yang kemarin digerebeg di Tangerang,” kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP. Nugroho Arianto kepada wartawan, Jumat (23/12/2016).

Menurut ketua Rw 02 kampung Legok Apu, Asep Hadi Mulyadi dirinya diminta menyaksikan penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris Irwan. Dari hasil penjajakan selama satu jam, petugas mengamankan buku jihad, kepingan CD dan beberapa helai kabel.

“Tadi saya ikut penggeledahan, yang diamankan itu beberapa buku jihad, kepingan CD dan beberapa kabel,” papar Asep.

Penjajakan rumah milik terduga teroris ini langsung mendapatkan perhatian warga. Warga sekitar terlihat berkerumun di lokasi penjajakan karena penasaran dengan situasi sebenarnya.

“Saya penasaran aja, dilihat di TV katanya Irwannya meninggal saat ditangkap,” ujar Sanusi Muslim, warga sekitar.

Sebagaimana diketahui, Irwan cs diduga berencana melakukan teror di pos polisi lalu lintas di Serpong pada waktu Natal dan Tahun Baru.

Reporter: Ally muhammad abduh