Berita Terkini

Jurnalis Media Islam Ditangkap, Netizen Ramaikan Tagar #SaveRanu

SOLO (Jurnalislam.com) – Seorang jurnalis media Islam, Ranu Adi Nugroho ditangkap polisi karena sangkaan terlibat melakukan propaganda dalam aksi yang dituding sebagai sweeping di bar Sosial Kitchen Solo baru-baru ini.

“Keterlibatan sebagai tim propaganda kelompok yang melakukan kekerasan bersama-sama di Sosial Kitchen,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto dalam keterangannya, Jumat (23/12/2016) dilansir detik.com.

Menanggapi penangkapan terhadap jurnalis, netizen di twitter bereaksi dengan membuat tagar #Saveranu. Pakar criminal, Mustafa Nahrawardaya dalam akunnya @TofaLemon mecuit sebuah poster bertagar #saveranu dan berkicau, “Ada saja alasan, penangkapan,” katanya.

Akun @luckysubiakto mengutip sebuah berita bahwa bar Kitchen Set di Solo yang menampilkan tarian tak senonoh ‘kucing-kucingan’ dengan Sat Pol PP, namun ia mempertanyakan mengapa jurnalis yang meliput hal tersebut yang ditangkap.

“Pengusaha nya yg ngeyel tapi kenapa jurnalis yg ditangkap? #SaveRanu,” katanya. Netizen lain di akun @ngelholic membandingkan penanganan hukum antara Ahok dan Ranu.

“Ahok mulai TSK smp terdakwa tetap diumbar Yg muslim berapa banyak baru terduga sdh langsung dijemput dijebloskan penjara #SaveRanu,” ungkapnya.

Tak hanya di twitter, di jagat facebook pun tagar #saveranu menggema, lebih dari 2000 orang membagikan para akun yang menyuarakan #saveranu #savejurnalismuslim. (mr/INA)

#SaveRanu

Bima Darurat Banjir, Ini Laporan Sementara Posko Peduli Banjir Kota Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Posko Peduli Banjir Kota Bima (FBKB) menyatakan, mulai hari Kamis (22/12/2016) hingga Ahad (25/12/206) Bima dalam kondisi darurat banjir.

“Sampai saat ini, aliran listrik, air dan sinyal Handphone masih non aktif, dan mengingat kebutuhan masyarakat terhadap makanan, minuman dan obat-obatan sangat mendesak,” katanya dalam rilis yang diterima Jurniscom, Jumat (23/12/2016).

FBKB juga memberikan data terkini terkait kerugian personil dan materil akibat bencana alam banjir tersebut. Setidaknya ada satu orang yang meninggal dunia, dua orang tidak sadarkan diri dan sejumlah korban yang terkena luka ringan.

Mereka mencatat, rata-rata presentase dari desa yang terkena banjit mencapai angka 70%. Ini yang mereka khawatirkan.

Untuk itu, FBKB mengajak seluruh masyarakat untuk membantu dan mendoakan warga Bima.

“Demikian yang dapat kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan jazaakumullah khoiran wa baarakallahu fiikum,” pungkasnya.

Sejauh ini FBKB sendiri telah mengambil langkah untuk membuat dapur umum untuk korban banjir Bima.

Kekalahan Pemberontak Syiah Houthi Terus Meningkat di Berbagai Wilayah Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Di Taiz, 7 milisi tewas Syiah tewas dalam bentrokan dengan tentara nasional sementara pasukan perlawanan mematahkan operasi militer yang dilancarkan oleh milisi Syiah Houthi di provinsi Al Bayda di pusat Yaman, Al Arabiya News Channel melaporkan, Kamis (22/12/2016).

Di kawasan Kahboub di timur laut Bab al-Mandab, bentrokan terjadi di malam hari menggunakan berbagai senjata berat. Tentara nasional dan pasukan perlawanan membombardir situs pemberontak Houthi di Kahboub, kamp Omari dan wilayah Dhubab.

Di Timur Taiz, unit tentara nasional menyerang situs dan lokasi pertemuan pemberontak di sekitar rumah sakit Kanada dan pabrik plastik.

Di provinsi Al Bayda di pusat Yaman, Perlawanan Populer menggagalkan operasi militer yang diluncurkan oleh milisi Syiah Houthi di Jasimah dan Nofan di Qurayshia.

Sumber perlawanan menegaskan bahwa serangan itu dipatahkan dan pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran dipaksa mundur setelah konfrontasi berlangsung selama beberapa jam dan mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di pihak pemberontak. Selain itu, sebuah kendaraan militer milik pemberontak di Qifa ditargetkan dan semua penumpang tewas.

Di provinsi Dalea di barat-daya Yaman, sumber-sumber keamanan melaporkan bahwa sedikitnya 4 pasukan Houthi tewas dan 6 lainnya luka-luka dalam serangan yang dilakukan oleh Perlawanan Rakyat.

Tentara Rezim Assad Umumkan Pengambilalihan Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Tentara rezim Suriah mengumumkan kota kedua Suriah, Aleppo telah sepenuhnya diambil alih dari oposisi, merupakan keberhasilan pertama rezim dalam perang hampir enam tahun untuk menguasai kota tersebut, Aljazeera melaporkan, Kamis (22/12/2016).

Kelompok oposisi terakhir dan keluarga mereka yang masih berada di sebuah daerah kantong kecil di Aleppo timur telah dievakuasi pada hari Kamis, di bawah kesepakatan yang memberikan kontrol penuh bagi tentara Assad dan sekutu-sekutu milisi Syiah-nya di kota kuno Aleppo setelah bertahun-tahun pertempuran.

Barat Aleppo meriah oleh tembakan perayaan yang terlihat di TV Suriah, menunjukkan tentara rezim dan warga sipil Syiah meneriakkan slogan-slogan untuk mendukung Assad.

Kota kuno Aleppo telah dibagi menjadi wilayah pejuang oposisi dan rezim Syiah Assad sejak 2012.

Pengumuman itu datang tak lama setelah televisi negara melaporkan bahwa konvoi terakhir membawa oposisi dan warga sipil telah meninggalkan Aleppo timur.

“Empat bus terakhir yang membawa militan dan keluarga mereka tiba di Ramussa”, sebuah distrik di selatan Aleppo dikuasai oleh pasukan pemerintah, kata saluran tersebut.

Evakuasi opsisi diatur pekan lalu setelah oposisi Suriah setuju untuk menyerahkan pijakan terakhirnya di Aleppo timur. Sejak itu, sekitar 35.000 pejuang Aleppo dan warga sipil telah keluar dengan bis-bis, menurut PBB.

Ahmed Qorra Ali, seorang komandan dari Ahrar al-Sham, mengkonfirmasi “konvoi terakhir telah meninggalkan daerah yang dikuasai mujahidin”.

Proses Evakuasi Aleppo telah Selesai, 45.000 Pengungsi Mencapai Daerah Aman

IDLIB (Jurnalislam.com) – Evakuasi warga sipil dan para pejuang oposisi dari Aleppo timur Suriah sekarang sudah tuntas, koresponden Anadolu Agency di daerah menyaksikan Kamis malam (22/12/2016).

Menurut koresponden, hingga 45.000 orang telah mencapai daerah aman yang dikuasai oposisi sejak 15 Desember.

Koresponden menambahkan pasukan rezim Nushairiyah Assad dan kelompok teroris asing Syiah pro-rezim sekarang telah benar-benar menguasai Aleppo setelah evakuasi selesai.

Hampir 3.500 orang dievakuasi dalam konvoi yang terdiri dari 10 bus dan 420 kendaraan pribadi pada hari Kamis.

Evakuasi dari kota-kota oposisi Foua dan Kefraya yang terkepung, secara bersamaan juga selesai bersamaan dengan evakuasi Aleppo timur.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dijamin pekan lalu oleh Turki dan Rusia, warga sipil yang terperangkap di Aleppo Timur telah pergi ke kota Idlib Suriah yang dikuasai faksi faksi jihad dan kelompok oposisi.

 

Kesaksian Istri Ranu Muda, Wartawan Media Islam Online yang Ditangkap Terkait Kasus Social Kitchen

SOLO (Jurnalislam.com) – Tim Gabungan Direktorat Kriminal Umum Polda Jateng dan Polresta Solo menangkap seorang wartawan media Islam online bernama Ranu Muda Nugroho (36) di rumahnya di Ngasinan, Grogol, Sukarjo, Kamis (22/12/2016) dini hari.

Ranu dituding sebagai propagandis untuk melakukan kekerasan dalam aksi sweeping puluhan orang berjubah di Social Kitchen Cafe, Ahad (18/12/2016) lalu. Polisi menduga massa tersebut merupakan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS).

Padahal, berdasarkan keterangan salah satu ulama Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustadz Abdul Rachim Ba’asyir, pada saat itu Ranu adalah salah satu dari 8 orang rombongan LUIS yang mendatangi Social Kitchen. Akan tetapi kepolisian menudingnya sebagai aktor perusakan. Dikatakan Humas LUIS, Endro Sudarsono pada saat kejadian, bahwa ia dan rombongan sama sekali tidak mengenali massa yang melakukan perusakan itu.

Berikut ini kesaksian istri Ranu Muda, Nuraini, yang menyaksikan langsung proses penangkapan suaminya.

Hari rabu malam (22 Desember 2016) ±pukul 12.10 WIB. Kediaman kami di Ngasinan, Grogol, Sukoharjo, tiba-tiba kedatangan tamu yang memang membuat kami berdebar hati.

Pintu gerbang didorong-dorong, dan berteriak-teriak, “Buka!!”

Suami saya (Ranu Muda Adi Nugroho) bangun dari tempat tidur dan bersegera membuka pintu. Tapi sebelum itu suami menyalakan lampu dan ketika akan mengambil kunci pintu, ada polisi yang bilang “Jangan Bergerak” atau “diam di tempat”, saya kurang dengar karena masih di kamar bersama anak-anak.

Akhirnya, saya bangun dan anak pertama saya juga ikut bangun. Anak pertama kami menyaksikan Abinya diborgol, ada banyak polisi. Yaa, Allah….

Akhirnya suami disuruh masuk ke dalam yang sebelumnya keluar, disuruh mengambil bukti-bukti yang kemarin dipakai. Putri saya, saya suruh masuk dan tidur, dia takut seperti mau menangis melihat Abinya dibegitukan.

Ada salah satu polisi yang tidak berseragam, omongannya menurut saya kasar. Salah satu polisi bertanya kepada suami, suami menjawab malah dimarahi, “ngrusak tatanan” begitu dia bilang.

Polisi yang masukrumah semua tidak berseragam hanya memakan rompi hitam dan seperti bau rokok dan badannya besar2.

Rumah dikepung dengan polisi berseragam dan mobil besar hitam entah ada berapa.

Beberapa polisi ramah karena suami mau bekerjasama, hanya polisi yang tadi yang terus memarahi suami. Surat penangkapan tidak diberikan di awal tetapi ketika semua barang bukti dibawa, baru diperlihatkan tidak diberikan “Besok kami kirim,” katanya.

Sampai suami digiring ke mobil, putri saya keluar menyaksikan mobil yang membawa Abinya pergi dan bertanya, Umi, kemana Abi? “Liputan”, jawab saya.

Hal ini membuat saya cemas, karena ketika dibawa polisi suami saya hanya pakai kaos lengan pendek dan celana futsal. Suami ingin ganti baju dan ke toilet tapi tidak boleh. Ya, Allah..

Tulisan ini saya buat sesuai dengan apa yang saya lihat dan saya dengar. Insya Allah.

Semoga Allah menolong umatnya yang membela agamaNya, melakukan amar ma’ruf nahi munkar demi tegaknya Islam.

Allahu Akbar!

Surakarta, 22 Desember 2016

(Materai 6000)

(Nuraini)

Reporter: Riyanto

Kesaksian istri Ranu Muda yang dituls oleh istrinya, Nuraini

 

#SaveRanu

Jaga Semangat Persatuan, GNPF MUI akan Hadir di Banten

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Perwakilan tokoh dan ormas Islam se-Banten bersilaturahmi degan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustadz Bahtiar Nasir di AQL Islamic Center, Kamis (22/12/2016). Kedatangan mereka dimaksudkan untuk bekerja sama dengan GNPF MUI dalam menjaga semangat Aksi Bela Islam khususnya di wilayah Banten.

“Saya bersyukur dan berterima kasih atas kesadaran kalian semua,” kata Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyambut.

UBN mengatakan, spirit Aksi 212 yang juga ditetapkan sebagai Hari Persaudaran Umat Islam itu harus tetap dijaga sebagi titik kebangkitan umat Islam.

“Harus kita manfaatkan momentum ini, dengan menjaga persaudaraan Islam,” tutur pimpinan AQL Islamic Center itu.

Tokoh yang sedang naik daun itu menilai, saat ini seluruh dunia mengharapkan kebangkitan umat Islam Indonesia. Meskipun sebenarnya umat Islam Indonesia belum siap untuk itu. “Tapi kita dipaksa untuk menjadi kebangkitan Islam dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Ustadz Zumardan, salah satu perwakilan tokoh Islam Banten mengatakan keinginannya untuk menghadirkan GNPF MUI di Banten dalam agenda Safari 212.

“Kami bermaksud ingin mengundang GNPF untuk menjaga semangat persatuan Islam Banten,” papar ketua DPD Wahdah Islamiyah Banten itu.

UBN pun menyanggupinya. “Saya ucapkan terima kasih dan apreciate kepada kalian. Nanti kita akan serahkan kepada EO kita,” tutup UBN.

Reporter: Muhammad Fajar

DSKS: Sweeping LUIS Selalu Sesuai Peraturan, Justru Social Kitchen yang Labrak Aturan

SOLO (Jurnalislam.com) – Anggota Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustadz Abdul Rachim Ba’asyir melihat adanya kejanggalan dalam penangkapan 5 tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) oleh Ditreskrimum Polda Jawa Tengah pada Selasa (20/12/2016).

Menurutnya, saat itu LUIS mendatangi Social Kitchen bersama 8 orang termasuk satu orang intel di dalamnya.

“Dalam mobil Pak endro dan Pak Edi juga ada seorang intel polisi yang di ajak. Jadi kehadiran LUIS untuk menegakkan hukum yang dilanggar SK (Social Kitchen-red) sesuai peraturan yang berlaku,” katanya dalam pernyataan tertulis kepada Jurniscom, Kamis (22/12/2016).

Ustadz Iim, begitu ia karib disapa, menjelaskan, melakukan aksi amar ma’ruf nahi munkar yang sesuai peraturan sudah menjadi rutinitas LUIS.

“Sehingga banyak pusat-pusat pelacuran dan penjual-penjual miras yang telah berhasil ditutup oleh LUIS tanpa kekerasan dan masalah,” ungkapnya.

Namun tidak dengan Social Kitchen. Menurut Ustadz Iim, Social Kitchen adalah tempat hiburan yang telah melanggar hukum. Selain kerap buka pada jam malam, Social Kitchen juga mejual miras dan kerap menyajikan tari telanjang.

“Namun seperti kebal karena ada backing. SK menyediakan tarian telanjang yang jelas merusak moral generasi muda, SK juga selalu buka melebihi jam ijin yang ditentukan oleh pemkot sendiri. Namun tidak pernah ada tindakan dari aparat,” papar Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah itu.

Lima tokoh LUIS ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana kekerasan. Mereka dituding membiarkan puluhan massa berjubah dan menggunakan penutup wajah yang merusak fasilitas Social Kitchen dan melakukan pemukulan. Padahal, kedatangan LUIS ke Social Kitchen untuk mediasi dengan manajemen terkait jam malam yang dilanggar tempat hiburan tersebut.

Adapun massa yang melakukan pengrusakan, LUIS sama sekali tidak mengenalinya. Apalagi LUIS hanya datang bersama 8 orang lainnya termasuk satu orang intel polisi di dalamnya.

Reporter: Riyanto

Besok, Umat Islam Solo Raya Akan Unjuk Rasa ‘Bebaskan Aktifis Nahi Munkar’

SOLO (Jurnalislam.com) – Umat Islam Solo Raya terenyuh atas kejadian hebat penangkapan aktifis nahi munkar beberapa waktu ini. Sebab itu, muslim Solo Raya akan melakukan aksi solidaritas mendesak aparat hukum untuk segera membebaskan mereka.

“Kami Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengajak dan mengundang kepada semua Umat Islam Solo Raya untuk hadir dalam aksi ‘Bela Aktifis Islam’,” kata DSKS dalan pesan siar yang diterima, Kamis (22/12/2016).

Aksi unjuk rasa dan long march itu akan dilakukan dari Masjid Kota Barat, Solo hingga Mapolresta Surakarta pada Jumat (23/12/2016) seusai sholat Jumat.

“Kami berharap partisipasi semua umat Islam Solo Raya dalam aksi solidaritas ini . Semoga Allah Swt meridhoi segala usaha kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 8 aktifis pemberantas kemaksiatan ditangkap kepolisian Polda Jateng beberapa hari ini. Mereka ditangkap karena dituduh melakukan pengerusakan dan propaganda saat aksi nahi munkar di Social Kithen Lounge pada waktu lalu.

Hambat Gerakan Aktivis dan Jurnalis, Mesir Blokir Aplikasi Android Pesan Signal

KAIRO (Jurnalislam.com) – Pemerintah Mesir memblokir layanan pesan Signal yang digunakan oleh banyak aktivis dan jurnalis Mesir, perusahaan yang memiliki aplikasi tersebut mengatakan, lansir World Bulletin Rabu (21/12/2016)

Sejak Sabtu, banyak pengguna aplikasi Signal di Mesir mengeluh karena tidak dapat menggunakan sistem pesan dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi tersebut.

“Kami sudah menyelidiki selama akhir pekan, dan telah menegaskan bahwa Mesir menyensor akses untuk Signal,” Open Whisper Systems menulis di akun Twitter-nya.

“Kami akan mulai menyebarkan sensor pengelakan di Signal selama beberapa pekan ke depan. Sampai saat itu, Tor atau VPN dapat digunakan untuk mengakses Signal,” tweeted pada hari Senin.

Pihak berwenang di Mesir tidak segera bersedia berkomentar.

Akses jaringan internet dan telepon seluler diblokir di negara ini selama unjuk rasa yang menggulingkan otokratis lama Presiden Husni Mubarak pada 2011.

Sejak tentara pimpinan jenderal as Sisi mengkudeta presiden Muhammad Mursi yang dipilih secara sah pada bulan Juli 2013, pihak berwenang telah menekan segala bentuk oposisi dengan tindakan keras hingga wartawan dan pembela hak asasi manusia juga ditargetkan.