Berita Terkini

Aktivis Nahi Mungkar Dipenjara Pelaku dan Tempat Maksiat Dipelihara

Apa yang akan terjadi seandainya ditengah kehidupan umat Islam tidak ada seorangpun yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar sementara kehidupan ini dipenuhi dengan perbuatan kemungkaran mulai korupsi, judi, tempat-tempat mesum dan prostitusi, perampokan, pembunuhan, narkoba dan segala jenis kemaksiatan telah mewarnai kehidupan umat Islam.

Disaat banyak orang yang sudah tidak peduli lagi akan kebobrokan moral anak bangsa, Ada sebagian orang yang menjalankan perintah agama salah satu syariat Allah Swt yaitu melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, mengamalkan sebuah perintah dari Allah Swt semata ingin kebaikan dalam negeri tersebut, agar Allah menghindarkan penduduk negeri dari bencana dan musibah akibat perbuatan maksiat yang merajalela.

Allah Swt berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya.(Q.S al-Anfal:25)

Adzab Allah Azza wa Jalla itu sangat pedih. Jika adzab itu diturunkan pada suatu tempat, maka ia akan menimpa semua orang yang ada di tempat tersebut, baik orang shaleh maupun thalih (keji). Dalam ayat ini, Allah Azza wa Jalla memperingatkan kaum Mukminin agar mereka senantiasa membentengi diri mereka dari siksa tersebut dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya serta menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran.

Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar merupakan salah satu bentuk iqamatul hujjah (penyampaian hujjah, keterangan yang jelas akan kebenaran dari Allah Azza wa Jalla ) bagi seluruh umat manusia secara umum, dan para pelaku maksiat secara khusus. Sehingga ketika turun musibah dan bencana mereka tidak bisa berdalih dengan tidak adanya orang yang memberikan peringatan dan nasehat kepada mereka. Mereka juga tidak bisa beralasan dengan hal yanga sama di hadapan Allah Azza wa Jalla kelak.

Allah Azza wa Jalla berfirman :
رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasu-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Q.S An-Nisa’:165)

Amar ma’ruf nahi munkar adalah salah satu sebab terbesar untuk mendapatkan kepemimpinan (penguasaan) di muka bumi. Allah yang telah menciptakan bumi, maka hanya Allah yang berhak mengangkat penguasa di muka bumi tersebut. Allah Azza wa Jalla berfirman menyebutkan ciri-ciri para penguasa pilihan-Nya:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di muka bumi, mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah dari yang munkar, dan kepada Allah lah kembali segala urusan.”(Q.S al-Hajj:40-41)

Penguasa yang adil adalah yang selalu menegakkan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah dari yang munkar, artinya penguasa itu adil dalam segala hal dan mampu menjalankan apa yang diperintahkan Allah Swt dan juga menjauhi apa yang dilarangNya.

Akan tetapi di waktu yang sama pula umat islam yang melaksanakan perintah Allah yaitu Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dikatakan sebagai perusak kebebasan, perusakan kedamaian, perusak keberagaman, merusak sendi-sendi kehidupan bernegara serta kebhinekaan.bahkan dilakukan upaya Kezaliman dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam dengan berbagai macam cara, mereka ditangkap dipenjara bahkan mereka dibunuh karena ingin menegakkan keadilan.

Sedangkan para pelaku MAKSIAT dan perusak moral anak bangsa malah sebaliknya dilindungi, di jaga dan di agung-agungkan, diberikan fasilitas yang istimewa bahkan diberikan jaminan. Tidakkah mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu justru berada pada posisi ingin berhadapan dengan Umat Islam yang melawan kemungkaran demi menjaga keutuhan agama dan bangsa agar tidak rusak oleh pelaku kemaksiatan. Apakah mereka menilai gerakan amar ma’ruf nahi mungkar itu adalah gerakan kejahatan besar yang merusak kedamaian dan persatuan umat, sehingga mereka tidak bisa melihat bahwa sebenarnya kemungkaran dan kemaksiatan yang dilindungi dan dilegalkan itu akan bisa merusak ajaran agama dan menghancurkan sebuah negara.

Amar ma’ruf nahi mungkar adalah Syariah yang di turunkan Rabbul ‘alamin zat yang maha kuasa, yang menciptakan langit dan bumi ini, sangat ironis jika aktifis islam dan ulama penegak syariah melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar justru dipenjara dan diperlakukan sangat tidak adil. Sehingga orang-orang kafir dan munafiq menampakkan permusuhanya membuat fitnah terhadap kaum muslimin dengan tuduhan teroris, pemecah belah umat, merusak toleransi dan lain sebagainya kepada para penegak syariah. Amat ironis penguasa yang mayoritas penduduknya muslim kini menjadi paranoid terhadap umat islam yang melaksanakan tuntunan agamanya sesuai ajaran Allah dan RasulNya.

Amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban yang dibebankan Allah kepada Ummat Islam sesuai kemampuannya. Ditegaskan oleh dalil Al Qur’an dan As-Sunnah serta Ijma’ para Ulama. Allah SWT Berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan Ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (Al-Imran:104).

Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat ini,”Maksud dari ayat ini, hendaklah ada sebagian Ummat ini yang menegakkan perkara ini“. (tafsir Al Quran Al Karim karya Ibnu Katsir 1/339-405).

Asy-Syaukaniy berkata: ”Amar ma’ruf nahi munkar termasuk kewajiban, pokok serta rukun syari’at terbesar dalam syari’at. Dengannya sempurna aturan Islam dan tegak kejayaannya“. (Asy-Syaukaniy, Fathul Qadir, 1/450).

Syeikh Abdul Aziz bin Baaz memandang amar makruf nahi munkar menjadi fardhu ‘ain dengan sebab perubahan kondisi dan keadaan, beliau berkata:
“Ketika sedikitnya para da’i. Banyaknya kemunkaran dan kebodohan yang merata, seperti keadaan kita sekarang ini, maka dakwah menjadi fardhu ‘ain atas setiap orang sesuai dengan kemampuannya“. (Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz, Ad Dakwah Ila Allah wa Akhlaqud Du’at, hal. 16).

Melihat realitas Ummat Islam sekarang maka nampaknya amar ma’ruf nahi munkar menjadi kewajiban atas setiap orang. Hal ini tentunya membutuhkan pengorbanan harta dan jiwa dalam menegakkannya. Apalagi Islam yang paripurna ditetapkan Allah untuk kemaslahatan makhlukNya dan menghilangkan semua jenis kemudhoratan. Oleh karenanya dalam amar ma’ruf nahi munkar tidak mungkin lepas dari permasalahan maslahat dan mafsadat, yang tentunya didasarkan dengan timbangan syari’at bukan sekedar prasangka dan dugaan semata.

Semoga Allah azza wajalla menolong dan memberi kemenangan kepada kaum muslimin yang berusaha melaksanakan syariatNya, diberikan kesabaran dan tetap istiqomah dalam berdakwah dan berjihad beramar ma’ruf nahi mungkar sehingga mendapatkan kemuliaan hidup di dunia dan mewafatkanya sebagai syuhada fi sabilillah.

Wallahua’lam bisshowab

 

Ditulis oleh: Hamzah Baya S.Pd.I

IHH Siapkan Gugatan Hukum Kelompok yang Sudah Tuduh Lembaganya Bantu Terorisme

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Insani Yardim Vakfi atau IHH, badan kemanusiaan internasional berpusat di Turki menyatakan takkan berdiam diri atas beredarnya tuduhan pihaknya terlibat bantuan kelompok teroris di Suriah.

Pernyataan disampaikan Sekretaris Jenderal IHH, Yavus Dede, kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) saat bertemu dalam pengukuhan kerjasama antar ACT dengan IHH, di kantor IHH di Istanbul, Jum’at (30/12/2016) kemarin.

Yavus menjelaskan, pihaknya juga mendapatkan informasi serta terus memantau perkembangan lontran isu-isu bernada tuduhan kelompok tertentu atas kiprah aksi memanusiaan lembaga ini di Indonesia.

Terkait tuduhan oknum tertentu di Indonesia yang beredar viral, IHH menyiapkan tim pengacara di Jakarta untuk menggugat pencemaran nama baik lembaganya.

“Kalau dibiarkan, maka orang akan menganggapnya sebagai kebenaran. Harus diambil langkah hukum untuk menjaga nama baik kami,” ujar Yavus Dede kepada Senior Vice President ACT, Syuhelmaidi Syukur.

Yavus melanjutkan, langkah ini juga dilakukan karena Indonesia ‎negara penting dan berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Menurut Yavus, pihaknya perlu menyampaikan hal itu kepada ACT karena ACT menjadikan IHH mitranya.

Terkait hal ini, Senior Vice President ACT, Syuhelmaidi Syukur menegaskan, ACT sendiri sudah lama menjalin kerjasama dengan IHH tak hanya dalam merespon krisis kemanusiaan Suriah. Terkait rencana IHH membawa ke ranah hukum fitnah atas dirinya, ACT siap memberi dukungan maksimal.

“Kerja kemanusiaan ini, sudah cukup berat. Keterlaluan jika dipolitisasi, difitnah dan diseret ke isu terorisme. Tak ada kata lain, harus dilawan dengan hukum. Kita tak boleh membiarkan kekuatan anti-kemanusiaan memfitnah pegiat kemanusiaan seenaknya,” ungkap Syuhelmaidi kepada Islamic News Agecy (INA).

Apalagi, imbuh Syuhel, ACT serius berperan optimal menolong warga Suriah korban konflik yang menjadi pengungsi terutama di wilayah Turki dengan membuka cabang di Turki. “Ini juga meneguhkan peran ACT di ranah global,” ujar Syuhel.

Sementara itu, demi memperkuat kiprahnya untuk para pengungsi Suriah di Turki, ‎ACT sebagai lembaga resmi yang taat azas dan mengusung nama baik bangsa, tak pernah mengabaikan upaya berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di manapun, termasuk di Turki.

Sementara itu, menjelang pengabisan tahun 2016, Tim SOS Suriah XI, Jum’at (30/12/2016), melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul. Konsuler RI, Abdul Hakim menerima Tim SOS Suriah XI untuk mengoordinasikan kerja ACT dengan perwakilan pemerintah RI di Turki itu.

“Kami ikut senang atas kehadiran ACT dengan kerja kemanusiaan yang luar biasa. Kami turut mendoakan semoga semua program kemanusiaan ACT sukses. Kerjasama ACT dengan IHH sudah tepat karena mereka salah satu NGO yang terpercaya sampai saat ini dan memiliki hubungan baik dengan pemerintah,” ujar Abdul Hakim.

Terkait rencana pembukaan kantor cabang di Turki, pihak Konsulat RI ‎merespon positif.

“Kami sangat senang, semoga ini bisa membawa kebaikan juga untuk Indonesia,” kata ‎Abdul Hakim. Ikut menyambut ACT, Sekretaris Pertama KBRI, Dyah Lestari Asmarani, memberi masukan terkait perkembangan situasi politik di Turki.

“Situasi politik di sini (Turki) setiap saat kondisinya bisa berubah. KBRI siap menjadi mitra bagi setiap aktivitas warga negara Indonesia di wilayah kerja kami di Turki,” ujar Dyah yang menangani urusan penerangan, sosial dan budaya KBRI di Turki. Peluang berkiprah di Turki amat strategis terutama karena posisinya sebagai international hub khususnya ke wilayah Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia Tengah.‎

Syuhel juga menegaskan, negara yang hingga saat ini membuka diri menolong umat manusia yang dilanda krisis di berbagai belahan dunia adalah Turki.

Turki banyak berbuat untuk kemanusiaan, hal yang tak banyak dilakukan negara lain.

“Dan IHH sebagai badan kemanusiaan di Turki, gamblang menunjukkan peran itu,” imbuh Syuhel. Aksi Cepat Tanggap terpanggil membela sesama badan kemanusiaan. “Semoga kita sadar untuk tidak membiarkan fitnah merajalela,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, IHH adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui PBB. Dalam kiprahnya, IHH pernah menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza, Palestina, yang diikuti lembaga dan aktivis kemanusiaan dunia.[]

Sumber: IslamicNewsAgency (INA)

Tentara Saudi Tewas dalam Serangan Milisi Syiah Houthi di Perbatasan

ARAB SAUDI ((Jurnalislam.com) – Seorang tentara Saudi tewas hari Sabtu (31/12/2017) akibat tembakan senjata berat pemberontak Houthi di sepanjang perbatasan dengan Yaman yang dilanda perang, kata kementerian dalam negeri kerajaan.

Juru bicara Kementerian Mansur al-Turki mengatakan pos perbatasan Saudi mendapat serangan senjata api berat dari militan Syiah Houthi yang bersembunyi di daerah pegunungan, menurut kantor berita resmi SPA, lansir World Bulletin, Ahad (01/01/2016).

Ia mengatakan seorang tentara tewas dalam baku tembak dengan pemberontak.

Ia adalah tentara ketiga yang telah dibunuh oleh Syiah Houthi sejak pekan lalu.

Houthi mengkonfirmasi bahwa penembak jitu mereka telah menembak mati seorang tentara Saudi di selatan Arab Saudi, menurut televisi pro-Houthi al-Masira.

Yaman telah dilanda kekacauan sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan wilayah lain di Yaman.

Konflik meningkat di pertengahan 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan operasi udara untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang yang didukung Saudi.

FSA Bentrok dengan IS di Timur Qalmoun

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Tentara Pembebasan Suriah bergerak maju pada hari Sabtu, memukul pasukan Islamic state (IS) dari wilayah Timur Qalmoun Tal Makhoul setelah pertempuran sengit di pertempuran rehabilitasi.

Serangan dilakukan oleh faksi Osoud alSharqyah dan kekuatan tempur Ahmad al-Abdo di gunung Petra, Be’er al faei dan Tal Makhoul menggunakan senjata berat dan menengah merebut kendali Tal Makhoul dan membunuh sejumlah pasukan IS, serta menghancurkan sebuah kendaraan militer, sumber Media melaporkan, lansir ElDorar AlShamia, Ahad (01/01/2017).

Pertempuran terjadi di gurun timur Qalmoun setiap hari antara faksi-faksi FSA melawan pasukan IS untuk saling merebut posisi.

Fraksi yang sama Kamis lalu menguasai beberapa situs milik Detasemen al-Tees, Zaza juga hambatan al-Heil & al Qastal serta wilayah al-Rahba.

Faksi Perlawanan Suriah Rebut Kembali Batalion Tempur di Kota Hazerna

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Timur Ghouta berhasil merebut kembali kontrol batalion militer dari pasukan rezim Syiah Assad pada hari Sabtu setelah pasukan al-Assad melanggar perjanjian gencatan senjata dan membawa bala bantuan ke daerah serta meluncurkan serangan meliputi senjata api berat.

Menurut sumber khusus untuk jaringan ElDorar AlShamia , batalion rudal yang terletak di kota Hazerma di daerah al-Marj kembali jatuh ke tangan faksi-faksi perlawanan Suriah pada Ahad pagi (01/01/2016) setelah sebelumnya didominasi oleh pasukan rezim Assad selama berjam-jam.

Sementara itu, pasukan rezim Assad dan milisi Syiah pendukung mereka terus melanggar perjanjian gencatan senjata di garis depan provinsi Rif Dimashq; di mana pesawat tempur meluncurkan serangan udara di desa Ain al-Fijeh dan Deir Mukren di wilayah Wadi Barada.

Rezim Suriah telah mengurangi intensitas serangan mereka pada hari Sabtu terhadap wilayah Wadi Barada Provinsi Rif Dimashq setelah faksi perlawanan Suriah mengancam akan menarik diri dari gencatan senjata dengan Rusia jika pelanggaran terus berlanjut.

Pasukan Irak Rebut Dua Pertiga Timur Mosul dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah merebut kembali sekitar dua pertiga bagian timur Mosul dari kelompok Islamic State (IS) sejak awal serangan pada pertengahan Oktober, seorang komandan tinggi mengatakan pada hari Ahad (01/01/2017), lansir World Bulletin.

Ia berbicara dari markasnya di timur laut Mosul, tempat ISIS mendeklarasikan diri sendiri sebagai IS pada Juni 2014 setelah merebut kota.

Pasukan CTS elit Irak adalah kekuatan dengan perlengkapan terbaik, terlatih dan berpengalaman di dalam negeri tetapi operasi berlangsung sulit. Perdana Menteri Haider al-Abadi mengumumkan awal operasi untuk merebut kembali Mosul pada 17 Oktober tahun lalu.

Ratusan ribu warga sipil tertinggal di dalam kota terbesar kedua Irak tersebut, memaksa pasukan Irak dan sekutunya mengambil tindakan pencegahan sehingga memperlambat gerakan mereka.

CTS dan kekuatan lain yang baru-baru ini dikerahkan dalam kota telah bergerak dari rumah ke rumah, menghindari tembakan sniper, bom mobil bunuh mobil dan jebakan untuk merebut kembali beberapa lingkungan satu demi satu.

Sedikitnya 39 Tewas dan 69 Terluka dalam Serangan Bersenjata di Klub Malam Istanbul

TURKI (Jurnalislam.com) – Serangan bersenjata menewaskan sedikitnya 39 orang termasuk seorang polisi dan melukai 69 lainnya di sebuah klub malam Istanbul Ahad pagi (01/01/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan kepada wartawan bahwa 20 korban telah diidentifikasi.

“15 korban adalah orang asing sementara lima lainnya adalah warga Turki,” kata menteri itu, yang menambahkan bahwa upaya mengidentifikasi mayat lainnya terus dilakukan.

Soylu menyatakan pasukan keamanan sedang memburu penyerang dengan mengatakan, “Para penegak hukum kami telah meluncurkan operasi. Kami berharap pelaku tak lama lagi akan ditangkap.”

Menteri Kesehatan Recep Akdag mengatakan kepada wartawan, setelah ia dan Soylu mengunjungi beberapa orang yang terluka di rumah sakit, bahwa 65 orang dirawat di beberapa rumah sakit.

“Empat orang yang terluka berada dalam kondisi kritis,” kata Akdag, menambahkan bahwa sejumlah besar warga negara asing juga terluka.

Menteri Kebijakan Keluarga dan Sosial Turki Fatma Betul Sayan Kaya mengatakan bahwa banyak di antara korban serangan adalah warga Saudi Arabia, Maroko, Lebanon, dan Libya, bersama dengan beberapa warga negara asing lainnya.

“Banyak dari mereka merupakan warga asing yang datang ke Turki berkali-kali. Mereka mengenal Turki. Beberapa korban merupakan warga negara Turki juga tapi kebanyakan dari mereka adalah warga negara asing,” katanya.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu melalui akun Twitter-nya mengatakan, “Terorisme bertujuan untuk menyerang persatuan kita.”

Sebelumnya, Gubernur Vasip Sahin menggambarkan serangan di Ortakoy, Besiktas, sebagai “kejam” dan “aksi teror”.

“Pada pukul 01:15, seorang penyerang membawa senjata laras panjang menewaskan polisi yang berjaga di luar, dan kemudian menewaskan warga negara lain untuk dapat masuk ke dalam klub,” katanya.

“Penyerang kemudian melakukan tindakan kekerasan dan kejam ini dengan memuntahkan peluru pada orang-orang tidak bersalah yang sedang merayakan tahun baru,” kata Sahin.

Sebuah penyelidikan sedang berlangsung dan kantor gubernur akan memberikan update lebih lanjut, ia menambahkan.

Sementara itu, pertemuan keamanan berlangsung di Istana Dolmabahce Istanbul menyusul serangan teror tersebut. Pertemuan dipimpin oleh Perdana Menteri Binali Yildirim, dimulai pada pukul 13:00 waktu setempat (1000GMT) dan berlangsung hampir dua jam.

Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus dan beberapa menteri juga menghadiri pertemuan tersebut.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pesan setelah serangan dan mengatakan Turki akan melawan terorisme dan para pendukungnya “sampai akhir”.

Staf Umum Turki juga telah mengeluarkan pernyataan tertulis dari situs resminya, mengutuk serangan itu dan menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap cepat sembuh bagi yang terluka.

“Perjuangan kami melawan terorisme akan terus berlangsung dengan dedikasi dan usaha yang sama,” katanya.

Serangan itu terjadi tiga pekan setelah pemboman kembar di Istanbul menewaskan sedikitnya 45 orang, kebanyakan dari mereka adalah polisi.

Pemblokiran Situs Islam dan Citra Buruk Jokowi

JURNALISLAM.COM – Sabtu siang (31/12/2016) pemerintah kembali memblokir sejumlah situs berita Islam. Pemblokiran diduga karena kesalahpahaman Menkominfo dalam ‘menerjemahkan’ perintah presiden Jokowi (yang sempat diliput media massa) untuk menindak tegas situs-situs berita penebar fitnah.

Sudah 2 kali pemerintahan Jokowi memblokir media Islam online. Pertama, sejumlah situs berita Islam diblokir pertengahan 2015. Alasanya, media-media internet Islam dituduh BNPT dan Kemenkominfo mempromosikan radikalisme dan terorisme, terutama ISIS.

Saat itu, BNPT dan Kemenkominfo akhirnya terlihat malu karena tidak bisa membuktikan tuduhan sepihaknya. Justru sebaliknya, media-media Islam mampu membuktikan (melalui arsip berita dan artikel) bahwa mereka aktif membantu pemerintah memerangi radikalisme dan terorisme. Media-media Islam korban ‘pembredelan’ justru memberikan edukasi (salah satu fungsi pers) kepada khalayak tentang bahaya ISIS.

Sebab radikalisme dan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang bertentangan dengan ajaran Islam, karena dapat menimbulkan kerusakan di muka bumi ini. Tidak kurang dari 35 ayat AL Qur’an yang melarang manusia untuk berbuat kerusakan.

Salah satunya adalah firman Allah subhanahu wata’ala, “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat kerusakan.” (QS. 6 : 49).

Kesalahan Menkominfo yang beberapa kali salah ‘menerjemahkan’ perintah presiden telah membuat citra Jokowi semakin buruk. Mantan walikota Solo itu dianggap salah memilih menterinya. Sebab Menkominfo sudah semestinya paham betul bagaimana regulasi mengatur media yang dianggap bermasalah.

Menkominfo seharusnya ‘ngerti’ tindakan tegas kepada media bermasalah bukannya ‘main sikat’ begitu saja. Ketegasan wajib dijalankan sesuai koridor hukum. Apalagi Jokowi bukanlah raja berkuasa mutlak. Sebagai presiden, ‘titah’ Jokowi dibatasi oleh hukum dan kedaulatan rakyat republik ini.

Bahkan di negara monarki sekali pun, raja dan keluarga istana tidak bisa ‘main sikat’ begitu saja kepada pers yang dianggap bandel mengganggu ‘ketenangan’ istana. Seperti di Denmark, majalah El Jueves memuat karikatur pelecehan terhadap anak dan menantu raja, yaitu Pangeran Felipe dan istrinya yang bernama Letizia Ortiz.

Penerintah Denmark tidak asal membredel El Jueves. Keluarga kerajaan, terutama Felipe – Ortiz harus mengikuti sidang tuntutan mereka kepada majalah tersebut. Setelah persidangan yang melelahkan, pada 13 November 2007, hakim menjatuhkan hukuman denda masing-masing sebesar 3.000 Euro kepada 1 wartawan El Jueves yang melecehkan Felipe – Ortiz dalam karikatur.

Jika pemerintah menilai beberapa situs Islam seperti ‘petunjuk’ Jokowi menebar fitnah, maka tidak perlu langsung memblokirnya. Cukup pimred media-media tersebut dipanggil menghadap Dewan Pers untuk dikonfirmasi benar-tidaknya. jika terbukti salah, maka media dinasehati dan diberi teguran tertulis. Setelah teguran tertulis berkali-kali tidak ‘mempan’ baru ditindak tegas, diproses hukum, hingga diblokir bahkan dilarang ‘online’ lagi.

Namun kalau situs-situs Islam itu benar, Dewan Pers membuat pengumuman kepada pemerintah dan khalayak, bahwa media-media tersebut tidak bermasalah.

Jadi, ketegasan tidak identik dengan langsung memblokir. Sebab pemblokiran akan membuat media online tidak bisa lagi menjalankan jurnalistik tahap akhirnya (menyebarluaskan berita). Dengan demikian, sama artinya pemerintah (Kemenkominfo) membredel media Islam online.

Padahal pembredelan media merupakan pelanggaran konstitusi (UUD 1945) dan regulasi terutama UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam sejarah pers Indonesia merdeka, pembredelan media karena alasan politik hanya terjadi pada masa rezim orde lama dan orde baru yang dikenal diktator. Pemerintahan reformasi (sejak Habibie, Gus Dur, Megawati, hingga SBY) tidak pernah membredel pers karena alasan politik.

Pemerintahan Jokowi telah 2 kali ‘membredel’ media-media Islam online karena alasan yang cenderung politis. Rakyat yang melek media pun akan bertanya, “Apakah Jokowi yang dulu dikenal suka ‘blusukan’ dan akrab dengan media, ternyata adalah diktator bagi media di kemudian hari?”

Jika ternyata benar, maka Jokowi sepantasnya segera bertaubat kepada Allah subhanahu ata’ala dan meminta maaf kepada khalayak, khususnya kepada media-media Islam yang diblokirnya.

Pemerintah yang membredel (termasuk memblokir) media karena alasan politik akan memperburuk citra mereka sendiri. Namanya akan tertulis buruk dalam sejarah jurnalisme.

Jokowi hendaknya ‘berguru’ pada Thomas Jefferson. Ketika memimpin AS, banyak media massa partisan milik lawan-lawan politiknya yang ‘menyerang’ dan berusaha merusak citranya. Namun dia tidak pernah membredel media-media tersebut. Jefferson adalah pelopor presiden yang tidak menekan media, meskipun dia sendiri mampu menggunakan kekuasaannya untuk hak itu (Tebbel, 2000).

Namun jika pertanyaan rakyat salah. Maka Jokowi perlu menegur Menkominfonya. Karena ‘kreativitas’ Menkominfo, citra Jokowi menjadi buruk akibat pemblokiran situs-situs Islam tersebut.

Wallahua’lam.

Oleh: Muh. Nurhidayat

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ichsan Gorontalo

Awali 2017, Tagar #StopBlokirMediaIslam Jadi Trending Topic

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Warga jejaring internet pada Ahad, 1 Januari 2017 membuka tahun baru dengan meramaikan dunia maya dengan tagar #StopBlokirMediaIslam.

Tagar ini diramaikan netizen menyusul pemblokiran 11 situs dakwah dan media Islam.

Di antara situs yang diblokir oleh Menkominfo adalah 1. Nahimunkar.com, 2. Gensyiah.com, 3. Kiblat.net, 4. Islampos.com, 5. Suaranews.com, 6. Izzamedia.com, 7. Voa-islam.com, 8. Dakwahtangerang.com, 9. Bisyarah.com, 10. Muqawamah.com dan terakhir abuzubair.net.

Sejak pukul 12.00 WIB, tagar #StopBlokirMediaIslam telah menempati urutan pertama Trending Topic Indonesia.

“Rumput Aja di Jaga, apalagi NKRI. Media Islam itu menjaga NKRI. Jgn asal blokir. Teliti dulu. #StopBlokirMediaIslam,” ujar @bayprio, salah seorang netizen. Cuitannya ini telah di-retweet 743 kali dan disukai oleh 65 orang.

Sementara, akun @jituofficial menyapa Menkominfo Rudiantara terkait pemblokiran. “Hallo @rudiantara_id @kemkominfo Tahun baru 2017, umat Islam dihadiahi pemblokiran media.. #StopBlokirMediaIslam,” cuit @jituofficial.

Hingga pukul 15.00 WIB, sudah ada 11.000 cuitan #StopBlokirMediaIslam.

Menanggapi hal ini Sekretaris Umum Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman mengimbau kepada umat Islam untuk bangkit dan melakukan pembelaan.

“Umat Islam harus sadar dan melakukan pembelaan. Misalnya melalui sosmed dan memberikan dukungan kepada media Islam,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemblokiran situs media Islam ini telah dimulai sejak 30 Desember 2016 lalu. Kendati demikian belum semua penyedia jasa layanan internet (ISP) melakukan pemblokiran.

Di antara ISP yang sudah memblokir situs-situs tersebut adalah Telkom IndieHome, XL, 3 (three) dan Telkomsel.

Reporter: Fajar Shadiq/INA

Waspada Gerakan Syiah, Warga Solo Raya Deklarasikan ANNAS

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Solo Raya mendeklarasikan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Solo di Masjid Jami’ MUI, Jl. Serang Pasar Klitikan, Notoharjo, Surakarta, Ahad (1/1/2016). Mengahdirkan sederet tokoh dan ulama besar.

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Muindunillah Basri menyatakan Syiah merupakan aliran sesat dan harus diwaspadai.

“Siapa saja yang mendukung Syiah harus di waspadai,” katanya.

Sementara tokoh ulama Solo, Abdullah Manaf Amin mengimbau untuk tetap mewaspadai gerak-gerik Syiah. Bukan sekadar isu komunis yang sedang marak dibicarakan.

Habib Zein Alkaff, A’wan Syuriah PWNU Jawa Timur juga turut memberikan materi, ia menegaskan, dialog terhadap aliran sesat Syiah merupakan tindakan sia-sia. Sebab, mereka tidak mengakui kebenaran Al Quran dan sunnah serta para sahabat Nabi.

“Bagaimana mungkin kami berdialog dengan orang yang tidak mengakui sumber kebenaran. Pintu dialog sudah di tutup, sekarang kita harus membuka pintu jihad terhadap Syiah terutama (Syiah) Rafidhoh,” paparnya.

Seusai pemaparan materi dari berbagai tokoh dan ulama yang hadir, acara di tutup dengan pembacaan deklarasi ANNAS Solo Raya.

Reporter: Ridho