Berita Terkini

Sahabat Yamima: Warga Bima Kesulitan Pangan

BIMA (Jurnalislam.com) – Lembaga sosial dan dakwah, Sahabat Yamima ikut memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir bandang di Bima. Pemberian bantuan tersebut berupa paket sembako serta perangkat sekolah anak-anak di Melayu, Kelurahan Melayu, Asakota, Bima, Sabtu (31/12/2016).

“Sebenarnya kami baru pulang juga dari Aceh untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan juga disana, dan Insya Alloh karena kami peduli maka kami juga akan menyalurkan bantuan untuk Kota Bima,” kata Koordinator Sahabat Yamima, Rizal kepada jurniscom di sela-sela acara.

Sahabat Yamima, kata Rizal, biasanya memberikan bantuan berupa membangun dan memperbaiki rumah serta fasilitas umum. Namun, ia menilai kebutuhan sembako lebih mendesak sekarang.

“Kami melihat kebutuhan masyarakat yang mendesak terhadap bahan makanan, maka kita mendistribusikan dan membagikan bantuan berupa paket sembako,” ujarnya.

Pantauan jurniscom dilapangan, bantuan awal itu berupa 300 paket sembako, serta 75 paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, pulpen untuk anak-anak.

Ia menilai, bantuan untuk warga Bima masih kurang. Sebab, kendala jarak tempuh menjadi salah satu faktor bantuan itu tersendat.

“Kami juga melihat masih banyak masyarakat yang belum tersentuh, karena disatu sisi, jarak Bima dengan Jakarta juga cukup jauh sehingga sampai sekarang bantuan masih sangat kurang,” paparnya.

Untuk itu, Sahabat Yamima mengaku akan terus berupaya untuk tetap mebantu warga Bima yang sedang mengalami kesulitan.

“Harapannya semoga dengan adanya bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah, dan semoga bisa bermanfaat untuk kelangsungan hidup sehari-hari,” pungkasnya.

Penguasa Zhalim Sebab Utama Datangnya Bencana

Bencana yang menimpa manusia disuatu negeri, adalah karena perbuatan maksiat dan dosa mereka kepada Allah Swt dan RasulNya dalam merespon dakwah para Nabi dan Rasul-rasul Allah Swt. Selain itu mereka juga mendustakan ayat-ayat Allah, mengkufuri nikmat-nikmatNya dan menukarkan kenikmatan itu dengan kekafiran, serta para penguasa dan pembesar-pembesarnya menukar hukum Allah dengan hukum jahiliyah dan kecenderungan masyarakat memilih serta mengikuti tradisi nenek moyang dengan ajaran sesatnya yang bertolak belakang dari hidayah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Al Qur’an menjelaskan, Allah Swt berfirman: “Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash, 28 : 59)

Kezaliman adalah sebab utama datangnya sebuah bencana di suatu negeri atau sebuah kota, Maraknya korupsi, perzinahan, penipuan, pembunuhan terhadap orang tak berdosa bahkan penangkapan oleh penguasa kepada para mujahid pembela kebenaran dan para ulama’ yang ingin menegakkan syariat Allah SWT dimuka bumi ini, menjadikan Allah SWT semakin murka dan akan memberlakukan ketentuanya yaitu mendatangkan sebuah peringatan dengan menghancurkan desa atau kota. Berupa banjir, gempa bumi, tanah longsor, tsunami dan berbagai macam bentuk musibah lainya.

Allah Swt berfirman:

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al Isra, : 16)

‘Ali bin Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu `Abbas, ia mengatakan: Kami jadikan orang-orang jahat di negeri itu berkuasa, sehingga mereka berbuat durhaka di negeri tersebut. Dan jika mereka telah melakukan hal itu, maka Allah akan membinasakan mereka dengan adzab.

Allah Swt berfirman:

“Dan demikianlah Kami adakan pada setiap negeri penjahat penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu.” (QS. Al-An’aam: 123)

Kezaliman dan rusaknya penguasa negeri adalah sebab utama datangnya adzab Allah SWT. Apabila para penguasa dan para ulama sudah tidak lagi perduli dengan maraknya kemungkaran dan kemaksiatan yang menyebar ditengah-tengah umat, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan negara bahkan para pembesar negeri hidup mewah serta gemerlap dan didukung oleh ulama’nya. Umat islam sudah tidak peka lagi terhadap kemungkaran yang ada disekitarnya bahkan mereka lebih senang hidup dibawah penguasa yang kafir daripada bersama para pemimpin dari kalangan para ulama’ yang mengajak melaksanakan syariat Allah menuju keselamatan di dunia dan akherat. maka Tidaklah mengherankan jika Allah datangnkan bala’ dan bencana di negeri tersebut.

Allah Swt berfirman:

“Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu”. (Q.S Al Maidah:63)

Ibnu Abbas Radiyallahuanhu berkata:
“karena para penguasa dan para pendeta itu mereka tidak melakukan nahi munkar dan mereka mengerjakan hal-hal yang diharamkan, padahal mereka mengetahui bahwa itu diharamkan. Dan tiada suatu ayat pun yang sangat keras celaannya selain dari ayat ini”.

Ali ibnu Abu Talib R.A berkata,
” sesungguhnya telah binasa umat sebelum kalian hanyalah karena mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat dan para pendeta serta para penguasa mereka tidak melarangnya. Setelah mereka berkepanjangan dalam perbuatan-perbuatan maksiat, maka siksaan datang menimpa mereka. Karena itu, beramar ma’ruflah kalian dan bernahi munkarlah kalian, sebelum azab yang pernah menimpa mereka menimpa kalian. Dan perlu kalian ketahui bahwa melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar itu tidak akan memutuskan rezeki dan tidak akan menyegerakan ajal “. (Tafsir ibnu Katsir Q.S 5:63)

Rasulullah Saw bersabda:

: “مَا مِنْ قَوْمٍ يَكُونُ بَيْنَ أَظْهُرِهِمْ مَنْ يَعْمَلُ بِالْمَعَاصِي هُمْ أَعَزُّ مِنْهُ وَأَمْنَعُ، لَمْ يُغَيِّرُوا، إِلَّا أَصَابَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ بِعَذَابٍ

Tidak sekali-kali suatu kaum yang di hadapan mereka terdapat orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan durhaka, padahal mereka lebih kuat (berkuasa) dan lebih perkasa daripada dia, lalu mereka tidak mencegahnya, kecuali Allah menimpakan azab kepada mereka karena ulah orang itu
(H.R Ahmad)

Semoga Allah menyelamatkan kita dari azab serta musibah bencana apapun dan menganugrahkan kepada umat ini pemimpin yang adil melaksanakan syariat Allah beramar ma’ruf dan nahi mungkar yang akan bisa menyelamatkan kita didunia dan akhirat.

Wallahua’lam bisshowab

 

Ditulis Oleh: Hamzah Baya S.Pd.I

Miris, Ketua LUIS Nikahkan Putrinya Dipenjara

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Meski dipenjara akibat aksi pemberantasan maksiat di Cafe Sosial Kitchen, Solo beberapa waktu lalu. Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Ediy Lukito tetap menikahkan putrinya di Masjid Mapolda Jawa Tengah, Sabtu (31/12/2016).

Pernikahan yang terletak di Jl. Pahlawan No. 1, Mugas Sari, Semarang, Jawa Tengah atau tempat ia dipenjara itu mendapatkan pengawalan yang cukup ketat dari pihak Kepolisian.

Walaupun demikian, pernikahan penuh haru biru itu terlaksana dengan baik. Dicatat lengkap oleh petugas dari KUA Kota Semarang Selatan.

Sebelum acara ijab qobul terlaksana, khotbah nikah terlebih dahulu disampaikan oleh Dr. Mu’inidillah Basri, MA, Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS). Dalam pemaparannya Mu’in memberikan pesan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Bukan permainan.

“Nikah adalah sesuatu yang sangat agung, maka perlu adanya niat yang lurus dan ikhlas karena Alloh Subhanahu wa ta’ala,” jelasnya.

Seorang sahabat dekat Edi Lukito itu menyatakan, untuk mencapai tujuan dari pernikahan harus diiringi dengan pengorbanan.

“Untuk menjadikan keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah di perlukan pengorbanan,” pesan Mu’in.

Faksi Revolusioner Suriah Ancam Batalkan Gencatan Senjata, Ini Alasannya

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Revolusioner Suriah yang menandatangani perjanjian gencatan senjata di Suriah memperingatkan bahwa jika rezim Nushairiyah Assad terus melanggar gencatan senjata dengan serangan-serangan di sejumlah wilayah akan membuat perjanjian batal, Eldorar Alshamia melaporkan, Sabtu (31/12/2016).

Faksi mengeluarkan pernyataan mengomentari beberapa hal tentang gencatan senjata, terutama menuntut Rusia sebagai penjamin rezim Assad untuk bertanggung jawab terhadap operasi pelanggaran yang sedang berlangsung di beberapa daerah, terutama di Lembah Barada.

Faksi juga menegaskan penolakannya terhadap setiap pengecualian dalam perjanjian, mengatakan bahwa pengecualian adalah pelanggaran kesepakatan, menekankan komitmen mereka atas gencatan senjata yang tidak mengecualikan beberapa daerah atau faksi yang ada di daerah oposisi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa teks kesepakatan yang telah mereka tandatangani bersama pemerintah Rusia tidak mengecualikan area atau faksi militer tetapi versi yang disajikan untuk rezim Assad ternyata tidak sama dan beberapa poin penting yang non-negotiable dihapus.

Fraksi-fraksi juga meminta Dewan Keamanan PBB menunggu mengadopsi perjanjian hingga Rusia melaksanakan kewajiban mereka dan mencapai komitmennya untuk mengendalikan rezim Assad dan sekutunya.

Bom Meledak di Wilayah Muslim Filipina Saat Pertemuan Perdamaian akan Berlangsung

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Sebuah bom rakitan meledak di luar sebuah gimnasium kota di wilayah Muslim Filipina selatan saat pertemuan untuk perdamaian dan persatuan diadakan pada malam tahun baru, World Bulletin melaporkan, Sabtu (31/12/2016).

Tidak ada korban akibat ledakan yang terjadi sekitar tengah hari Sabtu, setelah ratusan warga menghadiri syukuran “kanduli” berkumpul di kota Sultan Sumagka di provinsi Maguindanao yang merupakan wilayah konflik.

Penyiar ABS-CBN news mengutip kepala polisi Sultan Sumagka Razul Pandulo yang mengatakan bahwa bom tersebut belum diperiksa forensik, namun ditemukan bahwa bom tersebut dikemas dengan paku dan pecahan peluru serta dilengkapi dengan timer.

Tak satu pun dari sekian banyak kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah selatan Pulau Mindanao yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Walikota Lamitan City, Roderick Furigay, dikutip oleh Philippine Star menuduhkan bahwa Abu Sayyaf telah berusaha mengintimidasi kota, yang belum menyerah pada mereka.

Pada Rabu malam, pemboman terjadi selama perayaan di sebuah kota di provinsi pusat Leyte, mengakibatkan lebih dari 30 orang luka-luka.

Pasukan keamanan di Filipina dan di seluruh Asia Tenggara lainnya telah siaga beberapa pekan terakhir, mengetatkan keamanan untuk musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Inilah Laporan Gencatan Senjata Suriah berikut Pelanggarannya

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mendukung gencatan senjata yang saat ini berlaku di Suriah serta rencana pembicaraan damai yang akan diselenggarakan di ibukota Kazakhstan bulan depan.

Resolusi, yang disetujui Sabtu malam, menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan yang cepat, aman dan tanpa hambatan di seluruh Suriah.

Rusia, yang mendukung rezim Suriah Bashar al-Assad, menengahi gencatan senjata dengan Turki awal pekan ini dengan harapan membuka jalan bagi perundingan perdamaian di Kazakhstan di tahun baru.

Gencatan senjata menyerukan negosiasi solusi politik untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 400.000 orang dan memaksa jutaan orang lainnya melarikan diri.

Vitaly Churkin, Duta Besar Rusia untuk PBB, memenuhi upaya untuk mengakhiri tahun dengan perjanjian internasional untuk Suriah dan berterima kasih kepada Turki atas kontribusi substantifnya.

“Sangat penting bahwa Dewan Keamanan mendukung upaya ini dengan Rusia dan Turki,” katanya.

“Mendukung resolusi berarti bahwa jika kita semua berusaha bersama-sama mencapai tujuan tertentu daripada mencoba untuk mendapatkan keuntungan, maka kita dapat membuat keputusan penting”.

Namun, dalam sambutannya setelah pemungutan suara, beberapa delegasi menyuarakan keprihatinan mereka, mengatakan perjanjian tersebut mengandung daerah abu-abu dan bahwa pelaksanaannya bersifat rapuh.

Reporter Al Jazeera Mike Hanna, melaporkan dari markas besar PBB di New York City, Sabtu (31/12/2016), mengatakan Rusia terpaksa menerima sejumlah perubahan agar resolusi tercapai.

“Kunci di antara mereka adalah bahwa gencatan senjata yang ditengahi Rusia-Turki adalah bagian dari inisiatif PBB yang lebih luas yang bertujuan memulihkan dialog politik,” katanya.

“Rusia telah menegaskan bahwa resolusi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan tekanan PBB untuk memulai pembicaraan di Jenewa.”

Staffan de Mistura, utusan khusus PBB untuk Suriah, mengatakan ia bermaksud untuk mempertemukan perwakilan dari pihak yang bertikai untuk menghadiri pembicaraan di Jenewa setelah 8 Februari.

Gencatan senjata sebagian besar tetap utuh pada hari Sabtu meskipun pasukan oposisi melaporkan pasukan loyalis Assad menyerang 33 lokasi di wilayahnya.

Kelompok oposisi mengancam untuk meninggalkan gencatan senjata jika pemerintah terus melakukan serangan ke wilayah yang berada di bawah kendali mereka.

Pemimpin oposisi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Assad mencoba mengambil keuntungan dari situasi untuk lebih memperluas wilayahnya dengan serangan-serangan.

Sedikitnya 10 serangan udara menghantam desa dan kota yang dikuasai oposisi di lembah strategis Wadi Barada di dekat Damaskus, kata aktivis.

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Gaziantep Turki dekat perbatasan Suriah, bahwa saat ini adalah momen yang sulit untuk gencatan senjata.

“Mereka [kelompok oposisi Suriah] telah mengirim seruan mendesak kepada PBB dan Turki, yang merupakan pemain kunci dalam gencatan senjata, untuk bernegosiasi dengan Rusia dan mencoba menghentikan serangan rezim Suriah, memperingatkan bahwa jika serangan ini terus berlanjut, tidak akan ada pilihan selain melanjutkan pertempuran,” katanya.

“Persyaratan gencatan senjata bersikeras bahwa saat gencatan senjata mulai berlaku, seharusnya tidak ada operasi militer, tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari gencatan senjata. Dan oposisi Suriah membutuhkan jaminan bahwa senjata tidak lagi bersuara di Suriah.”

Perang Suriah dimulai saat terjadi aksi unjuk rasa menentang Assad pada Maret 2011, tapi dengan cepat berkembang menjadi konflik bersenjata penuh.

Menghitung korban tewas yang tepat adalah sulit, sebagian karena penghilangan paksa puluhan ribu warga Suriah yang nasibnya tetap tidak diketahui.

Hampir 11 juta warga Suriah – separuh penduduk sebelum perang – telah mengungsi dari rumah mereka.

Bom Kembar di Pasar Baghdad Bunuh 21 Orang

IRAK (Jurnalislam.com) – Bom kembar menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya di ibukota Irak, Baghdad, Sabtu (31/12/2016), menurut seorang petugas polisi setempat.

Dua pembom meledakkan diri di dekat toko-toko suku cadang di pasar Al-Sinak di Baghdad tengah, Ahmed Khalaf mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu.

Dia mengatakan 22 orang terluka dalam serangan itu, memperkirakan jumlah korban tewas bertambah karena banyak korban yang cedera berada dalam kondisi serius.

Pasukan tentara Irak mengepung pasar untuk mengantisipasi serangan lebih lanjut.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman tersebut.

Jaysh al Islam Gagalkan Serangan Rezim Assad di Rif Dimashq, 2 Kendaraan Militer Hancur

DAMASKUS (Jurnalislam.com)Jaysh al Islam pada Jumat malam mengumumkan bahwa pejuangnya menggagalkan serangan pasukan rezim Syiah Assad yang mencoba maju ke wilayah Ghouta timur di provinsi Rif Dimashq, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (30/12/2016)

Menurut Kantor Media Jaysh al Islam, pertempuran sengit meletus di dua titik jalan raya Damaskus-Homs dan daerah Medaani, dan berlangsung selama beberapa jam, di mana pasukan Nushairiyah Assad menggunakan senjata berat, rudal dan artileri. Dua kendaraan militer akhirnya hancur dan beberapa pasukan penyerang rezim tewas.

Kantor Media menambahkan bahwa pasukan rezim Assad menargetkan garis depan “al-Karem” di jalan raya internasional dengan lebih dari 100 peluru artileri dan mortir, melanggar perjanjian gencatan senjata yang diumumkan Kamis malam secara nasional.

Rezim Bashar Assad melanggar perjanjian gencatan senjata, terutama di pedesaan Damaskus, meskipun Rusia memberikan jaminan, melanggar syarat perjanjian di desa-desa daerah Wadi Barada dan pedesaan Hama.

Menyoalkan Gencatan Senjata, JFS: Solusi Politik Seperti Itu Hanya Melahirkan Rezim Kriminal

SURIAH (Jurnalislam.com)Jabhat Fath al Syam pada hari Jumat mengeluarkan pernyataan mengenai perjanjian gencatan senjata yang diumumkan kemarin kepada seluruh oposisi di wilayah Suriah tidak termasuk Jabhat Fath al Syam (JFS) beserta koalisinya dan kelompok Islamic State (IS), ElDorar AlShamia melaporkan, Jumat (30/12/2016)

Juru bicara resmi untuk Jabhat Fath al Syam, Syeikh Hossam El-Shafei, mengatakan bahwa solusi politik, yang tercantum dalam isi perjanjian gencatan senjata akan kembali menghasilkan rezim seperti Bashar al-Assad.

“Sudah jelas bagi mereka yang hadir dan menandatangani, bahwa walaupun tidak ada kata-kata yang mengacu nasib al-Assad, tetapi yang disebut “solusi politik” dalam perjanjian ini sama dengan mereproduksi rezim kriminal,” tegas Hossam El-Shafei.

El Shafei menambahkan bahwa Jabhat Fath al Syam tidak menghadiri pertemuan untuk bernegosiasi, dan belum menandatangani perjanjian, yang salah satu penjaminnya merupakan penjajah (penghancur) Suriah.

“Solusi di Suriah hanya untuk menggulingkan rezim Bashar al-Assad secara militer, dan solusi politik seperti itu adalah pengkhianatan terhadap penumpahan darah dan sama dengan pembunuhan revolusi,” ElShafei memperingatkan.

Sambut 2017, Sinergi Foundation Rilis Infografis Penyaluran 2016

BANDUNG (Jurnalislam.com) -Membincang jejak langkah dalam membangun umat, Sinergi Foundation (SF) hanyalah satu episode di antara drama kehidupan orang pinggiran di negeri ini. CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia menjelaskan, apa yang SF lakukan hanya sekelumit dari samudera persoalan yang membelit bangsa.

“SF hanya mencoba menyelami persoalan, lalu berpikir dan beraksi menjadi bagian dari solusi, berikhtiar menuntaskan agenda umat,” kata Ima kepada Islamic News Agency (INA), Jumat (30/12/2016).

Dan selama 2016, imbuhnya, capaiannya cukup menggembirakan. Ima menjelaskan, di ranah kesehatan, sosialisasi Klinik Wakaf Ibu dan Anak (RSIA Wakaf) telah terus berlangsung sejak trimester pertama 2016. Klinik berbasis wakaf produktif ini, kata Ima, sedianya menjadi salah satu penopang keberlangsungan Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) bagi dhuafa.

“RBC sendiri, telah menjejak usia yang ke-12. Ia telah menjadi saksi hampir 7 ribu kelahiran bayi dari keluarga kalangan lemah di negeri ini, dan telah menangani 144.196 layanan kesehatan,” kata Ima.

Masih di ranah wakaf, Ima menjelaskan, Rumah Makan Ampera berbasis wakaf produktif pertama di Indonesia, resmi diluncurkan pada 11 Maret 2016. Tak ketinggalan, Firdaus Memorial Park (FMP) terus berusaha meningkatkan kinerja pelayanan umat. Termasuk, kinerja tim layanan pengurusan jenazah yang siap siaga 24 jam, kapan pun masyarakat membutuhkan.

Infografis Program Penyaluran Bantuan SF Tahun 2016

Pun di bidang pemberdayaan ekonomi. Di pengujung Agustus 2016, SF menggelar Seminar dan Workshop Lumbung Desa (LD) guna memperluas jejaring pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Prof. Ahmad Erani Yustika yang menjadi keynote speaker kegiatan tersebut, mengapresiasi program Lumbung Desa.

Di bidang kemanusiaan, SF bekerjasama dengan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) menyalurkan bantuan kepada anak yatim korban konflik Suriah. Penyerahan bantuan ini dilakukan kedua lembaga kemanusiaan tersebut di kamp pengungsian wilayah Reihanly, Turki. Penyaluran dilakukan ke 3 Pos Layanan Yatim di Reihanly yang menampung ratusan anak-anak mulai dari balita sampai usia 15 tahun.

Ima Rachmalia pun menegaskan, SF tengah merancang Rencana Strategis 2017-2022 di penutupan 2016 ini. “Selain sebagai panduan langkah lembaga, Renstra kali ini menjadi cermin optimisme SF menatap masa depan, yang semoga lebih baik dan selaras dengan harapan umat ke depan. Mohon doa selalu,” pungkas Ima

IslamicNewsAgency (INA)