Berita Terkini

Syeikh Ayman al Zawahiri Bantah Tuduhan IS atas Al Qaedah

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin Al Qaeda global Ayman al Zawahiri mengatakan pemimpin Islamic State (IS) Abu Bakr al Baghdadi telah “berbohong,” dan “memfitnah” al Qaeda, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (05/01/2017), Middle East Eye melaporkan, Jumat(06/01/2017).

Dalam video berjudul “Pesan kami kepada bangsa kita: Kami berlutut hanya kepada Allah,” katanya: “Adalah kampanye fitnah, intimidasi dan keresahan yang sedang berlangsung. Sayangnya, di antara mereka yang berpartisipasi dalam kampanye adalah pengikut Ibrahim al-Badri (Abu Bakr al-Baghdadi) yang berbohong.”

Al Zawahiri diangkat menjadi Amir al-Qaeda pada 2011 menyusul terbunuhnya Syeikh Usamah Bin Laden pada 2 Mei tahun yang sama oleh serangan Militer AS.

Dia membantah tuduhan IS bahwa al Qaeda telah menempatkan harapannya kepada Muhammad Mursi yang terpilih secara demokratis di Mesir dan tidak punya masalah mengatur bersama Mesir.

Al Zawahiri juga mengkritik IS yang menargetkan tempat-tempat umum dalam operasi bomnya dengan dalih bahwa kaum Syiah hadir di sana.

Pemimpin al Qaeda tersebut menekankan perlunya ” berhati-hati dalam menahan diri dari menyakiti Muslim dan semua orang dimana Syariah melarang agresi terhadap Muslim dan semua orang, melalui pemboman, pembunuhan, penculikan atau perampasan uang atau harta dengan cara-cara yang tidak syar’i.”

Dia juga menyerukan untuk “menyelamatkan umat Islam yang tertindas dan lemah atau kafir yang tidak bersalah atau dirugikan, serta mendukung dan mendorong orang-orang yang membantu mereka yang terzhalimi, bahkan jika mereka non-Muslim.”

Dia juga memiliki beberapa pilihan kata untuk kelompok oposisi Suriah yang menjauhkan diri dari al-Qaeda agar tidak dicap sebagai organisasi teroris oleh AS.

“Seolah-olah persetujuan dari Amerika Serikat adalah tujuan atau keutamaan menuju kemenangan di jalan jihad,” katanya.

“Seolah-olah al Qaeda sedang dikriminalisasi karena bermusuhan dengan AS dan membantu korupsi di negara kita.

“Seolah-olah AS tidak membantai kaum Muslim sebelum dan setelah berdirinya al-Qaeda.”

Dia melanjutkan dengan mengutip serangkaian kejahatan yang dilakukan oleh AS tanpa peran serta al Qaeda, seperti kematian 5 juta rakyat Vietnam, menjatuhkan bom nuklir di Jepang dan pembunuhan puluhan ribu warga Jerman di Hamburg selama Operasi Gomora pada tahun 1942, dan lain-lain.

Al-Zawahiri menambahkan bahwa prioritas kita seharusnya adalah menyerang Amerika Serikat.

Dia juga menyatakan rasa kecewanya bahwa dunia dan kekuatan regional telah menuduh al-Qaeda yang didukung oleh lawan-lawan mereka.

“Pembohong ini menuduh al Qaeda sebagai semua jenis agen, dari mengklaim bahwa kita adalah agen Amerika yang diciptakan oleh AS di Afghanistan selama invasi Rusia hingga agen Arab Saudi yang dibuat dengan uang negara itu.

“Safawi (Iran) menuduh kami sebagai agen Amerika dan Zionis dan terus menyebarkan kebohongan, menyatakan bahwa serangan 9/11 adalah konspirasi Zionis dan sebagai dalih yang digunakan AS untuk berperang melawan Iran.

“Namun perang tersebut tidak pernah terjadi, bahkan lima belas tahun setelah serangan 9/11. Sebaliknya, hubungan antara Iran dan AS malah menguat, menciptakan aliansi melawan Muslim di Afghanistan, Semenanjung Arab dan Syam (Suriah, Libanon, Yordania dan Palestina).

“Selain itu, para penunggu pintu dan pelayan bagi pangkalan Amerika di Teluk juga menuduh kami sebagai agen Iran yang dikirim untuk melindungi kepentingan AS di kawasan Teluk.

“Akhirnya, mereka juga memperingatkan bahwa kami adalah musuh Amerika dan bahwa siapa pun yang mendukung kami ikut bertanggung jawab atas kejahatan kami.”

Al-Zawahiri melanjutkan dengan mengatakan bahwa keyakinan IS adalah “interpretasi bahwa manusia tidak sempurna, tidak suci.”

Paranoid Terhadap Media Islam, Media Mainstream Jadi Rujukan

JURNALISLAM.COM – Dakwah merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim, baik bagi laki-laki maupun perempuan haruslah mengemban dakwah amar ma’ruf nahi munkar tanpa terkecuali. Dakwah juga merupakan sebuah tugas yang sangat mulia dari Allah Ta’ala dan memiliki peranan sangat penting dalam Islam. Jika kaum muslim senantiasa mengemban dakwah, berpegang teguh pada agama dan tidak menyalahi hukum-hukum Islam, maka tidak diragukan lagi ummat ini disebut sebagai ummat terbaik.

Allah Ta’ala Berfirman:
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang yang mungkar dan beriman kepada Allah, dan kalau sekiranya ahlul kitab beriman, tentulah hal itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada orang-orang yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (Q.S Ali Imran:11)

Perkembangan zaman dan teknologi, sarana dan bentuk kehidupan pun kian berkembang, begitu pula sarana dalam berdakwah. Media sosial adalah salah satunya. Dahsyatnya media sosial pada zaman ini sudah tidak dapat kita pungkiri lagi; Facebook, Twitter, Instagram, youtube adalah beberapa contoh media sosial yang banyak digunakan oleh para netizen.

Mengingat pengguna internet di Indonesia yang cukup besar dan kebanyakan dari mereka adalah pengguna media sosial, maka ini merupakan sebuah peluang besar dalam meraih pahala amal kebaikan dan juga merupakan salah satu cara mudah dalam berdakwah.

Seiring kemajuan teknologi dalam bidang informasi, komunikasi, dan transportasi yang begitu cepat. Maka yang akan keluar sebagai pemenang dan mendapat manfaat dari globalisasi adalah yang sudah menyiapkan untuk arah kedepannya. Mulai politik, sosial, budaya bahkan agama terkena pengaruh daripada globalisasi. Islam menghadapi serangan yang mengancam peradaban, serangan itu banyak merusak peradaban yang dibangun Islam berabad-abad lamanya. Dan Saat ini kita dapat melihat bahwa konten-konten dan seruan-seruan untuk melawan dakwah Islam terus disebarluaskan secara masif kepada masyarakat melalui berbagai macam media, baik media cetak, media elektronik.

Dalam sejarah perjuangan Islam, setelah melalui perjalanan panjang segalanya telah menjadi jelas bagi kita. Kehancuran kaum muslimin melalui perang konvensional atau perang fisik adalah mustahil. Karena mereka mempunyai manhaj yang jelas dan tegas di atas konsep jihad fie sabilillah. Dengan manhaj ini, mereka tidak akan pernah mengalami kekalahan militer. Maka musuh-musuh Islam menyerang kekuatan yang sudah terbangun dalam tubuh kaum muslimin dengan melalui berbagai macam cara diantaranya adalah mengalahkan umat Islam melalui pertempuran media.

Disaat umat Islam memiliki kekuatan media, mereka pun mengalami kekalahan dan frustasi menghadapi kekuatan media Islam sehingga berupaya keras memenangkan pertempuran dengan menghalalkan segala cara diantaranya dengan memblokir media-media yang dimiliki umat Islam yang sudah semakin luas jangkauannya. Na’udzu billah min dzalika.

Siapa yang lebih dipercaya ?
Ternyata publik lebih percaya media daripada pemerintah. Sebuah survey yang dilakukan oleh BBC, Reuters, dan The Media Center kepada 10,000 orang di 10 negara menggambarkan rata-rata 61% orang lebih percaya media dan 52% kepada pemerintah. Dan 86% rakyat Indonesia lebih percaya kepada media daripada pemerintah. Survey lain yang dilakukan oleh Kompas menunjukkan bahwa media masih lebih dipercaya ketimbang lembaga lain. (DPR, Eksekutif, Sistem Peradilan, Partai Politik dan LSM).

Dalam dunia modern, media pers menempati posisi yang sangat penting, antara lain dapat membentuk opini umat. Bahkan sering dikatakan bahwa barangsiapa yang menguasai pers berarti dapat juga menguasai dunia. Kalau yang menguasai pers itu adalah orang mukmin, yang benar-benar paham dengan dakwah dan memang merupakan da’i, maka pers yang diterbitkanya tentu tidak akan menurunkan tulisan-tulisan yang merugikan Islam, memojokkan kaum muslimin atau menyakiti umat Nabi Muhammad Saw. Tetapi kenyataan membuktikan, di dunia ini tak sedikit pers yang menurunkan aneka bentuk tulisan yang substansinya bukan hanya memojokkan Islam, menyakiti hati kaum mukmin, menghina Nabi serta melecehkan Al-Quran, bahkan lebih dari sekedar itu.

Musuh-musuh Islam telah menggunakan media sebagai corong yang efektif untuk merontokkan keislaman kita. Dan keadaan bisa bertambah buruk lagi jika para pemimpin umat Islam bukannya memihak Islam, tapi justru memihak dan membela musuh-musuh Allah Swt. Na’udzu biillah min dzaalik!

Allah Ta’ala Berfirman:
“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)…” (QS. An-Nisa [4] : 89)

Di berbagai media massa, musuh-musuh Islam melancarkan program-program yang bertujuan merusak akhlak generasi muslim mulai dari anak-anak, remaja, maupun dewasa sampai kaum muslimin menjadi murtad keluar dari agamanya. Ini adalah program utama dan yang paling jelas dari musuh-musuh Islam. Mereka akan menghilangkan semangat keislaman agar tumbuh kekaguman akan peradaban barat yang semu, maka tahapan selanjutnya adalah menggiring hati kaum muslimin untuk keluar dari agamanya. Sebagaimana Allah berfirman:

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian hingga kalian murtad dari agama kalian jika mereka mampu.” (QS. Al-Baqarah : 217)

Ya, ini adalah perang melawan Islam, peradaban, kebebasan, demokrasi, modernisasi, pembebasan wanita, hak asasi manusia, dan perang melawan teror. Semua adalah slogan-slogan yang diangkat dalam media mereka untuk merusak aqidah umat Islam. Mereka mengangkat slogan ini sekalipun satu ayat Al Qur’an dan hadits Nabi saja sudah cukup untuk membuka kedok dan kejahatan mereka. (Dr. Muhammad abbas dalam bukunya Tapi perang terhadap Islam)

Perang media merupakan strategi perang yang menggunakan media sebagai tombak utama untuk melemahkan semangat dan pemikiran lawan. Dramatisasi, rekayasa data dan informasi, pemalsuan berita, dan membesar-besarkan atau mengecilkan suatu isu merupakan sejumlah metode yang digunakan dalam perang media. Sebagai misal, serangan terhadap aktivis muslim yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar di beritakan bahwa mereka telah melakukan tindakan anarkis mengganggu ketentraman dan persatuan bangsa.

Bisa kita bayangkan seandainya umat Islam saat ini tidak memiliki media sendiri dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan seluruh syari’at yang ada, tentu akan bisa dengan mudah dilecehkan dan dibully atau dikalahkan oleh orang-orang kafir yang bersekutu untuk menyerang Islam. Dengan mudahnya mereka menistakan Al Qur’an, mengolok para ulama’ serta aktifis Islam, kemudian menjatuhkan kehormatan mereka dihadapan publik dan membuat label dengan vonis teroris, radikal ekstrim dan fundamentalis sehingga dengan mudahnya para aktivis Islam dan penegak syari’at itu ditangkap, dipenjara bahkan dibunuh dengan alasan yang tidak jelas dan kemudian oleh media mainstream dipublikasikan secara massal sehingga membuat seakan-akan berita itu benar walaupun jauh dari fakta yang sebenarnya.

Islam mengharamkan perbuatan dusta, berbohong apalagi dalam memberikan informasi atau berita kepada orang banyak yang akan berakibat fatal jika kabar itu keliru sehingga menimbulkan banyak fitnah yang akhirnya bisa membuat kaum muslimin kalah karena berhasil diadu domba dan berpecah belah diakibatkan berita yang tidak benar. Al-Qur’an mengajarkan, jika orang fasik yang membawa berita untuk tidak langsung dipercaya kecuali setelah diverifikasi, (tabayun)” (QS. Al-Hujarat: 6)

Adalah suatu keharusan melakukan pengecekan suatu berita, dan juga haram berpegang kepada berita orang-orang yang fasik yang banyak menimbulkan bahaya. Ayat ini mengajarkan bahwa mencari kebenaran berita serta tidak mempercayai berita yang dibawa oleh orang yang fasik yang menentang Allah. Bukan berarti setiap kabar yang sampai harus diragukan, namun setiap informasi wajib diteliti sumbernya. Apakah memenuhi syarat bisa dipercaya. Lalu apakah isi informasinya sesuai dengan syariat atau bertentangan dengannya.

Saatnya umat Islam kembali ke media Islam yang terpercaya, serta meninggalkan media mainstream yang telah dikuasai orang kafir. Jika umat Islam mengambil berita dari selain media Islam akan terjadi fitnah, yaitu ancaman yang menimbulkan kerusakan agama. Karena itu, di era seperti ini zaman dimana media sosial menjadi konsumsi kebanyakan orang, maka setiap khabar dan informasi harus ada tabayyun kepada sumber dan verifikasi terhadap isinya. Tidak asal sharing atau posting.

Saatnya ada edukasi agar umat berhati-hati pada media, karena sering terjadi manipulasi. Tujuan utama adalah untuk penyesatan ummat. Untuk kepentingan pemilik modal, para cukong hitam, dan kepentingan untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya.

Media membunuhmu, itulah fakta yang terjadi hari ini, karena pada zaman modern seperti ini hampir tidak ada hari tanpa media di sekitar kita. Oleh sebab itu, bagaimana kita bersikap pada media yang ada sekarang ini. Kita butuh kecerdasan. Sebaiknya jangan mau jadi korban media. Jadilah pengendali media. Jika mampu.

Wallahua’lam bisshowab.

 

Ditulis oleh: Hamzah Baya S.Pd.I

PBB: Assad Menargetkan Sumber Air di Damaskus adalah Kejahatan Perang

JENEWA (Jurnalislam.com) – Lima setengah juta orang di Damaskus kini menderita kekurangan air, PBB, Kamis (05/01/2017), memperingatkan bahwa menargetkan sumber air merupakan “kejahatan perang”.

“Di Damaskus sendiri, persediaan air bagi 5,5 juta orang warganya dipotong atau diminimalkan,” kepala satuan tugas kemanusiaan yang didukung PBB untuk Suriah, Jan Egeland, mengatakan kepada wartawan di Jenewa, Aljazeera melaporkan, Kamis.

Air di daerah Wadi Barada yang dikuasai oposisi, yang terletak dekat Damaskus, telah dihentikan sejak 22 Desember, menyebabkan kekurangan parah.

PBB sebelumnya mengatakan krisis itu mempengaruhi empat juta orang di ibukota Suriah.

Rezim dan oposisi saling tuduh, dan Egeland mengatakan PBB sejauh ini tidak dapat mengakses sumber air yang rusak untuk menentukan pihak mana yang harus disalahkan.

Pasukan rezim Nushairiyah yang didukung oleh kelompok Syiah Hizbullah Lebanon berusaha untuk merebut kembali Wadi Barada bahkan saat gencatan senjata nasional telah membawa ketenangan di bagian lain Suriah dalam persiapan untuk perundingan perdamaian baru.

Egeland mengatakan sumber air telah “rusak karena dihancurkan atau karena sabotase atau karena keduanya.”

“Kami ingin pergi ke sana, kami ingin menyelidiki apa yang terjadi, tapi pertama dan terutama kami ingin mengembalikan air,” katanya, memperingatkan bahwa konsekuensi pemotongan air sangatlah “dramatis”.

Dia menekankan bahwa “sabotase dan memutus air tentu saja merupakan kejahatan perang,” kata Egeland, menunjukkan bahwa langkah tersebut terutama akan berdampak bagi warga sipil “yang meminumnya dan … yang akan terkena penyakit yang ditularkan melalui air … jika tidak dikembalikan.”

Egeland juga mencela bahwa gencatan senjata rapuh selama sepekan di Suriah belum memberi lebih banyak akses bagi pekerja kemanusiaan.

“Saya kecewa bahwa walaupun sudah ada penghentian perperangan … tidak meningkatkan akses kami untuk memberikan bantuan “, katanya.

Dia menyerukan kepada pendukung utama gencatan senjata, Rusia dan Turki, untuk membantu memfasilitasi akses kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Sementara itu utusan perdamaian PBB untuk Suriah Staffan de Mistura menyuarakan optimisme bahwa gencatan senjata dan perundingan yang diselenggarakan oleh Rusia dan Turki dan direncanakan untuk dimulai di Astana pada tanggal 23 Januari bisa membantu menciptakan momentum bagi proses perdamaian yang didukung PBB.

“Kami percaya bahwa setiap usaha konsolidasi … penghentian pertempuran dan membantu dalam menyiapkan diskusi (didukung PBB) yang akan berlangsung di sini di Jenewa pada bulan Februari tentu diterima,” katanya kepada wartawan.

“Kami berencana untuk menghadiri … dan kami akan memberikan kontribusi,” kata de Mistura, yang mengatakan ia akan meluncurkan kembali pembicaraan damai Suriah yang didukung PBB pada tanggal 8 Februari.

Lebih dari 400.000 orang telah tewas di Suriah dan lebih dari setengah warga negara mengungsi sejak konflik dimulai pada Maret 2011.

Bom Mobil Hantam Wilayah Rezim Assad di Latakia, 9 Tewas dan 25 Terluka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 9 tewas dan 25 lainnya cedera pada hari Kamis ketika sebuah bom mobil kuat mengguncang kota pesisir Jableh di provinsi Latakia barat Suriah, menurut kantor berita resmi rezim Suriah SANA, lansir World Bulletin, Kamis (05/01/2017)

“Militan meledakkan sebuah bom mobil di sebelah stadion kota di pinggiran distrik Al-Amara Jableh ini,” lapor kantor berita.

SANA mengutip seorang pejabat dari departemen kesehatan Latakia dan mengatakan bahwa rumah sakit umum Jableh telah menerima mayat sembilan korban dan saat ini merawat mereka yang terluka akibat ledakan itu.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

23 Mei lalu, beberapa bom simultan menargetkan bagian yang berbeda dari kota yang sama, menewaskan sejumlah warga dan melukai beberapa orang lainnya.

Jableh saat ini dikendalikan oleh pasukan rezim Assad, seperti kebanyakan kota-kota pesisir Suriah, yang relatif masih stabil selama konflik hampir enam tahun.

Panglima Perang Pakistan: Angkatan Bersenjata Kami akan Tanggapi Setiap Agresi Militer India

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Panglima militer Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa pada hari Kamis (05/01/2017), mengatakan ia menolak klaim “self defeating” oleh lawannya dari India tentang serangan bedah di wilayah Kashmir Pakistan September lalu.

“Angkatan bersenjata Pakistan sepenuhnya diarahkan untuk menanggapi setiap agresi oleh India,” kata sebuah pernyataan oleh Bajwa, yang diangkat menjadi kepala tentara yang kuat di negara itu pada bulan November, lansir World Bulletin, Kamis (05/01/2017).

Jenderal Pakistan tersebut bereaksi menanggapi kata sambutan panglima militer India yang baru diangkat Jenderal Bipin Rawat, yang mengatakan kepada India NDTV pada hari Selasa bahwa serangan bedah terhadap militer Pakistan dimaksudkan untuk menyampaikan pesan “yang harus dikomunikasikan.”

Permusuhan berat antara India dan Pakistan telah meningkat sejak India menuduh Pakistan memiliki hubungan dengan orang-orang bersenjata Kashmir yang menewaskan 19 tentara India di wilayah Kashmir yang diduduki India (Indian-held Kashmir-IHK) September lalu.

Pakistan membantah tuduhan itu, dan menuduh India menekan protes pro-kemerdekaan yang dimulai di wilayah Himalaya yang disengketakan pada bulan Juli, dan sejak itu lebih dari 100 warga sipil Muslim Kashmir telah ditembak mati oleh pasukan India, dengan ribuan lainnya juga luka-luka.

Serangan tersebut berakibat Perdana Menteri India Narendra Modi mengeluarkan klaim bahwa pasukan India melakukan operasi bedah di wilayah Kashmir Pakistan – yang lebih dikenal sebagai Azad (independen) Kashmir – membunuh beberapa “pejuang Kashmir”.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965, dan 1971 – sejak mereka dipecah pada tahun 1947, dua dari perang tersebut memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Muslim Kashmir di IHK telah berjuang melawan kekuasaan India, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 warga Kashmir dilaporkan telah tewas dalam konflik sejauh ini, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan bersenjata India. India mempertahankan lebih dari setengah juta pasukan di wilayah Kashmir.

4 Tentara Turki Terbukti Rencanakan Pembunuhan Erdogan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Buronan tentara Turki di Yunani terbukti memiliki hubungan dengan pasukan yang mencoba membunuh Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam kudeta gagal 15 Juli malam, menurut sumber pengadilan, lansir Anadolu Agency, Kamis (05/01/2017).

Biro Teror dan Kejahatan Terorganisir Kantor Kepala Kejaksaan Umum Istanbul (The Terror and Organized Crime Bureau of the Istanbul Chief Public Prosecutor’s Office) menemukan bahwa empat dari delapan tentara Turki yang melarikan diri ke Yunani beberapa jam setelah kudeta gagal tersebut melakukan percakapan telepon 15 Juli malam dengan dua calon pembunuh, kata sumber-sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembatasan pada berbicara dengan media.

Otoritas Yunani telah diberitahu tentang link tersebut, kata biro.

Delapan tentara tiba di Yunani dengan helikopter Black Hawk yang dibajak.

Mereka semua telah meminta suaka di Yunani. Permintaan mereka pada awalnya ditolak oleh pengadilan Yunani, namun saat ini statusnya tidak lagi ditolak namun tertunda.

Pemerintah Turki telah berulang kali meminta ekstradisi delapan terduga komplotan kudeta tersebut, menjanjikan mereka akan mendapatkan pengadilan yang adil.

Presiden, yang sedang berlibur di provinsi Mugla barat daya di malam terjadinyakudeta, berangkat ke Istanbul setelah diberitahu tentang upaya kudeta dan lolos dari serangan bersenjata di hotel ia tinggal di Marmaris. Hotel dibom 15 menit setelah ia pergi.

Para tersangka mencoba membunuh Erdogan sesuai perintah Fetullah Gulen, pemimpin kelompok teroris Feto, menurut Turki.

Para tersangka dituduh berusaha membunuh presiden Turki, melanggar konstitusi, merusak persatuan dan kesatuan negara, dan menjadi anggota organisasi teror.

Turki menuduh Organisasi Teror Fetullah (Feto), dipimpin oleh Fetullah Gulen yang berbasis di AS, mengorganisir kudeta tersebut serta kampanye yang telah lama berjalan untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan .

Kudeta dikalahkan dengan menewaskan 248 orang dan hampir 2.193 terluka.

Sejumlah Orang Tewas dalam Serangan Mematikan di Dekat Gedung Pengadilan Izmir, Turki

IZMIR (Jurnalislam.com) – Seorang petugas polisi dan seorang petugas pengadilan tewas dalam serangan di dekat gedung pengadilan utama di kota pesisir Izmir di barat Turki, gubernur setempat mengatakan pada hari Kamis (05/01/2017), lansir Anadolu Agency.

Menanggapi pertanyaan wartawan setelah mengunjungi tempat kejadian, Gubernur Izmir Erol Ayyildiz mengatakan organisasi teroris PKK dianggap berada di balik serangan itu menurut temuan awal.

“Evaluasi telah dibuat berdasarkan [jenis] serangan dan identifikasi pelaku,” katanya.

Ayyildiz mengatakan bahwa bentrokan bersenjata terjadi antara penyerang dan pasukan Turki ketika polisi ingin menghentikan kendaraan yang mencurigakan di pos pemeriksaan di depan gedung pengadilan.

“Bentrokan berikutnya terjadi setelah penyerang meledakkan bom mobil saat mereka mencoba melarikan diri, sayangnya seorang polisi dan staf pengadilan menjadi martir. Lima warga dan juga tiga polisi terluka,” kata gubernur.

Korban yang terluka dilarikan ke rumah sakit terdekat. Polisi mengambil langkah-langkah keamanan di daerah tersebut.

Ayyildiz mengatakan dua penyerang tewas dan yang ketiga melarikan diri, menambahkan bahwa satu mobil mencurigakan lain yang diyakini milik para teroris telah dijinakkan oleh polisi.

Dia menambahkan polisi juga telah menyita dua Kalashnikov dan 8 granat tangan.

Dua tersangka juga ditahan di Izmir sehubungan dengan ledakan bom, menurut sumber keamanan yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara kepada media.

Dewan Tertinggi Radio dan Televisi Turki memberlakukan larangan sementara siaran langsung dari tempat kejadian.

Pemblokiran Situs Berita Islam Online Dinilai sebagai Upaya Pembredelan Karya Jurnalistik

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar, Qodriansyah Agam Sofyan, mengungkapkan keprihatinannya atas kasus pemblokiran terhadap sejumlah media online Islam.

“Ini merupakan upaya pembredelan karya jurnalistik!” tegasnya sebagaimana dilansir Harian Amanah, Kamis (5/1/2017).

Menurut Agam, seharusnya pemerintah terlebih dahulu menempuh jalur hukum sebelum melakukan langkah pembredelan, termasuk melalui ranah peradilan.

“Agar di pengadilan itu, kita dapat mengetahui dengan jelas, apakah karya jurnalistik itu sudah sesuai atau memang menyebar fitnah. Pemblokiran ini termasuk pembredelan dan melanggar asas kebebasan berekspresi,” ujarnya.

Senada dengan itu, mantan Ketua AJI Kota Makassar, Andi Fadli, juga menyayangkan pemblokiran tersebut. Andi menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kesewenang-sewenangan pemerintah.

“Pemerintah seharusnya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Dewan Pers. Yang namanya media itu, ada aturannya, baik media umum atau pun media Islam,” terang pengajar jurnalistik di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar itu.

Dia menjelaskan, salah satu fungsi dari Dewan Pers adalah turut memverifikasi dan memvalidasi keberadaan media, yang mana dalam kategori abal-abal, dan kelompok media berbadan hukum.

Dewan Pers juga senantiasa melakukan upaya identifikasi terhadap media penyebar berita hoax dan media yang melahirkan karya jurnalistik yang diakui. Sebab, di dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 telah diatur dengan jelas mengenai Hak Jawab.

“Bilamana ada orang yang merasa dirugikan oleh pemberitaan media, orang tersebut berhak melakukan hak jawab terhadap media. Jika media tersebut tidak memberi tanggapan dalam waktu 2X24 jam, maka bisa melapor ke Dewan Pers,” pungkas dia.

Sumber: Harian Amanah

Pemerintah dan DPR Saling Lempar Tanggungjawab Pasal Pemblokiran

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Samuel A. Pangerapan mengatakan, pemblokiran 11 situs media Islam berdasarkan pasal 40 ayat 2a dan 2b UU ITE.

Pasal tersebut merupakan revisi UU ITE yang menetapkan tambahan kewenangan untuk memperkuat peran pemerintah mencegah penyebarluasan konten negatif di internet.

Kewenangan tersebut berupa kewajiban untuk mencegah penyebarluasan informasi elektronik yang memiliki muatan terlarang. Serta kewenangan memutus akses atau memerintahkan penyelenggara sistem elektronik untuk memutus akses terhadap informasi elektronik yang melanggar hukum.

Staf Ahli Menteri bidang Hukum Kemkominfo, Henri Subiakto menjelaskan, bahwa pasal tersebut bukanlah permintaan pemerintah, melainkan oleh DPR.

“Yang mengusulkan pasal ini adalah DPR bukan pemerintah,” ujarnya di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Henri, yang juga merupakan Ketua Panitia Kerja (Panja) revisi UU ITE ini mengungkapkan, asal muasal pasal tersebut adalah adanya pemikiran dari DPR agar jangan sampai masyarakat dijerat sanksi hukum atas penyebaran berita hoax sementara sumber informasinya tidak ditutup.

“Jadi ini belum banyak yang tahu. Jadi bukan pemerintah ingin membungkam, karena pasalnya sendiri berasal dari DPR,” tukasnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, anggota Komisi I DPR, Sukamta mengklarifikasi hal tersebut. Ia menjelaskan, bahwa pasal itu dimasukkan karena sebelum ini pemerintah dinilai melakukan pemblokiran tanpa kewenangan.

“Tetapi ayat itu perlu ditindaklanjuti dengan peraturan pelaksanaan berupa PP seperti arahan ayat berikutnya di pasal 40 ayat 6. Supaya bisa menjadi acuan semua pihak baik pemerintah, media, maupun masyarakat,” paparnya.

Sehingga, lanjutnya, pemerintah semestinya memfollow-up perintah tersebut agar membuat tata kelola konten yang positif dan konstruktif.

“Bukan main hantam dan menyalahkan begini,” tandas Sukamta.

Reporter: Yahya/IslamicNewsAgency (INA)

Pakar Siber: Pemblokiran Situs Harus Disertai Penjelasan yang Proporsional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Upaya pemerintah dalam meminimalkan tersebarnya konten negatif disambut baik pakar keamanan siber, Pratama Persadha. Namun, dia juga menekankan keterbukaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemekominfo) dalam merilis prosedur dan alasan sebuah situs diblokir.

“Masyarakat harus tetap mendapatkan penjelasan yang proporsional dan jelas. Jangan sampai nanti malah terkesan represif. Apalagi untuk memblokir sebuah situs, terutama portal berita misalnya, perlu juga melibatkan dewan pers, kecuali bila situs yang diblokir memang tidak jelas kepemilikan dan keberadaannya,” terangnya dalam siaran pers, dilansir Republika.co.id, Kamis (5/1/2017).

Chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini menilai, cukup riskan bila blokir-blokir ini tidak disertai hak dari para pemiliknya untuk melakukan penjelasan. Sebab, hal tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Ia mengimbau pemerintah sebaiknya memberikan penjelasan bagaimana tahapan-tahapan dan alasan terperinci pemblokiran, sehingga bisa diterima masyarakat luas.

“Pemerintah harus menghindari terjadinya chaos di wilayah cyber tanah air. Menghindarkan masyarakat dari berita hoax sangat baik. Namun jangan sampai karena kurangnya sosialisasi menjadikan ini sebagai area perang baru dari orang-orang yang jago di dunia maya,” jelasnya.

Pratama menjelaskan, dirinya cukup khawatir bila pemerintah tidak cukup memberi ruang mediasi, akibatnya bisa muncul prasangka buruk yang bisa berakibat saling serang antar peretas, baik menyerang situs berita maupun akun media sosialnya.

“Posisi kita juga cukup rawan karena di Indonesia belum ada Badan Cyber Nasional. Jadi bila ada saling retas di antara beberapa kelompok di tanah air, aparat kepolisian praktis akan sangat kesulitan. Karena itu sudah tepat bila Presiden Jokowi memerintahkan segera pembentukan Badan Cyber Nasional,” terangnya.

Beberapa kali pemblokiran oleh Kemenkominfo, ada beberapa situs yang secara isi tidak ada kaitan dengan tindakan teroris dan radikal, juga tidak menyebarkan ujaran kebencian. Hal inilah yang ditakutkan terjadi kembali, sehingga sudah sepatutnya pemerintah tetap bijak dan selektif dalam melakukan pemblokiran situs yang dianggap berbahaya.

Pratama juga menambahkan pentingnya menghapus berita hoax di mesin pencari seperti Google. Hal ini dilakukan banyak negara, salah satunya Jerman. Berita dan gambar yang dianggap menyesatkan masyarakat tidak hanya diblokir, namun juga dihilangkan dari mesin pencari di internet.

Sumber: Republika