Berita Terkini

Pemilik Social Kitchen Akui 5 Tokoh LUIS Tak Terlibat Penyerangan

SOLO (Jurnalislam.com) – Rekonstruksi kasus pengrusakan dan penganiayaan Sosial Kicthen digelar Polda Jawa Tengah, Rabu (11/1/2017). Sebelas tersangka dari Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang ditangkap Polda Jateng memperagakan 57 adegan yang dilakukan di Sosial Kitchen, Setabelan, Banjarsari.

Ditemui di sela-sela istirahat rekonstruksi, Humas LUIS, Endro Sudarsono menjelaskan bahwa 8 anggota LUIS tidak melakukan penganiayaan dan perusakan.

“Kami datang membawa surat peringatan karena Sosial kitchen ini sering meresahkan warga dengan menggelar tarian stiptis dan melanggar jam operasional. Ketika kita mau menemui Pak junaidi (pemilik sosial kitchen) lalu terdengar suara sesuatu yang pecah dari dalam,” terang Endro kepada Jurniscom, Rabu (11/1/2017).

Saat kejadian, Endro bersama Ketua LUIS, Edi Lukito justru memerintahkan massa untuk menghentikan perusakan. Tidak seperti yang dituduhkan bahwa 5 tokoh LUIS yang sedang melakukan negosiasi melakukan pembiaran terhadap aksi penyerangan.

“Justru saat penyerangan terjadi kami ikut memisahkan dan menghentikan tersebut dan pak Edi Lukito ikut menolong dan mendoakan orang yang dianiaya tersebut. Dalam CCTV pun memperlihatkan bahwa kami tidak melakukan perbuatan tersebut (pengerusakan dan penganiayaan),” ungkapnya.

Bahkan Endro berusaha mengobati korban yang terluka akibat penyerangan. “Saat orang-orang itu melakukan penyerangan, saya berusaha mengobati yang terluka di sini (menunjuk halaman depan resto),” sambung Edi Lukito.

Hal senada diungkapkan manajemen Social Kitchen, Junaidi. Dia menuturkan saat peristiwa yang terjadi pada 18 Desember tahun lalu itu, aktivis yang melakukan pengobatan kepada petugas keamanan restonya. Junaidi menuturkan penyerangan dan perusakan itu membuat karyawannya mengalami luka-luka dan sejumlah barang rusak.

“Security kami ada di obati oleh aktivis itu, dia luka di pelipisnya. Ada sekitar 6 orang karyawan yang luka, kalau barang yang rusak itu seperti TV dan barang lainnya tapi jumlah kerugiannya belum tahu, kami kooperatif mengikuti semuanya,” ungkap Junaidi.

Reporter: Arie

Mujahidin Suriah Kembali Gagalkan Serangan Pasukan Rezim Assad di Wadi Barada

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi militer di wilayah Wadi Barada Provinsi Rif Dimash pada hari Selasa menggagalkan serangan mematikan yang dilakukan oleh pasukan Assad dan milisi pendukung di wilayah “Basimah dan Kafar Zeit”.

Mengutip Kantor Media Daerah, rabu (11/01/2017), ElDorar AlShamia, melaporkan bahwa lembah terkena operasi pengeboman yang terberat sejak awal operasi sekitar 20 hari yang lalu menargetkan desa Basimah dengan lebih dari 50 roket “Phil” diikuti oleh puluhan peluru artileri serta bom barel yang diisi dengan bahan pembakar napalm.

Kantor Media Daerah itu mengatakan bahwa pasukan Assad kemarin sore mencoba membuat kemajuan di lokasi faksi tapi kemudian operasi digagalkan. Dua tank dan sebuah kendaraan “Chilka” rusak selain terbunuhnya beberapa tentara, sehingga rezim menargetkan desa dengan serangan udara.

Faksi di lembah telah merebut kembali beberapa titik di wilayah “Joroud” di pinggiran desa “Kafer Zeit” kemarin lusa setelah serangan balik terhadap pasukan Nushairiyah Assad yang menghancurkan tank dan menewaskan beberapa tentara.

Rezim Assad dan milisi pendukung menjebak lebih dari 100 ribu orang di desa Wadi Barada. Mereka seharusnya dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata tapi setelah 11 hari setelah deklarasi kesepakatan, Rusia berkomentar kemarin bahwa daerah tersebut tidak tercakup dalam kesepakatan.

Puluhan Pemberontak Syiah Houthi Tewas dalam Pertempuran Dua Hari di Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran di Yaman telah menewaskan 55 pemberontak dan tentara dalam dua hari setelah pemerintah melancarkan serangan besar di daerah pesisir dekat jalur pelayaran utama, kata para pejabat Rabu (11/01/2017), lansir Middle East Eye.

Pasukan pemerintah memulai serangan Sabtu sebagai upaya untuk merebut kembali distrik Dhubab dekat Selat Bab al-Mandab yang menghubungkan Laut Merah dan Samudera Hindia.

Pasukan bentrok dengan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran pada hari Rabu di sebuah pangkalan militer utama di wilayah ini, menewaskan lima tentara dan 12 pemberontak, kata sumber-sumber loyalis militer.

Pemerintah Yaman dan sekutunya mengatakan kehadiran pemberontak di dekat Selat Mala ka tersebut menimbulkan ancaman bagi pelayaran internasional.

Pada hari Selasa pesawat koalisi yang dipimpin Saudi mendukung pemerintah Yaman menyerang dua kapal pemberontak Houthi di pelabuhan Laut Merah Salif, membunuh 31 milisi, kata seorang pejabat militer pemerintah.

Korban tewas telah dikonfirmasi oleh sumber di sebuah rumah sakit militer di Hodeida yang mengatakan lebih banyak lagi pemberontak yang terluka.

Di provinsi selatan Shabwa, tujuh tentara pemerintah tewas dan 12 terluka akibat tembakan roket Katyusha pada hari Rabu di wilayah pemberontak, kata sumber-sumber militer.

Lebih dari 7.300 orang telah tewas dan 39.000 lainnya terluka di Yaman sejak koalisi pimpinan Saudi ikut menghadapi pemberontak Syiah Houthi sejak Maret 2015, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (the World Health Organization-WHO).

Rezim Assad dan Milisi Iran Langgar 399 Gencatan Senjata dalam 11 Hari

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Suriah dan milisi Iran telah melakukan 399 pelanggaran dari perjanjian gencatan senjata setelah 11 hari pelaksanaannya, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (11/01/2017).

Perjanjian gencatan senjata di Suriah, yang disponsori oleh Rusia dan Turki, telah memasuki akhir pekan kedua, dengan pelanggaran berkelanjutan yang dilakukan oleh rezim Suriah dan milisi aliansi mereka, menurut pernyataan Koalisi Nasional Suriah (the Syrian National Coalition).

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh koalisi, pelanggaran terjadi di pedesaan selatan Aleppo, Wadi Barada, pedesaan Damaskus, dan pinggiran Hama dan Daraa, dengan 271 tewas, termasuk 25 perempuan dan 34 anak-anak.

Koalisi Nasional menyerukan kepada Dewan Keamanan dan pihak lain untuk segera menghentikan serangan dan menghukum para pelaku.

Oposisi Suriah diharapkan berpartisipasi dalam pertemuan Rabu di Ankara mengenai gencatan senjata dan partisipasi dalam pembicaraan Astana mendatang.

Rusia, yang berkomitmen untuk memastikan gencatan senjata atas nama rezim, mengancam mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menghilangkan apa yang mereka sebut ‘teroris di Damaskus’, menunjukkan bahwa kontrol rezim di kawasan ini telah mencapai tahap akhir.

Pejabat Rusia juga menunjukkan bahwa periode baru-baru ini telah mengusir pejuang oposisi dari provinsi Latakia, selain membuka jalan utama yang menghubungkan ibukota ke utara negara itu, mengatakan bahwa Angkatan Udara secara dramatis telah mengubah perang.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan rekannya dari Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Selasa menyetujui kebutuhan untuk mengamati gencatan senjata di Suriah sambil terus melawan “kelompok oposisi yang bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata”, kata kementerian luar negeri Rusia.

Panggilan datang pada saat para ahli Rusia sedang bersiap bertemu dengan Turki di Ankara untuk membahas gencatan senjata, menjelang pertemuan yang akan datang di Astana, ibukota Kazakhstan, pada akhir bulan ini.

Taliban: 13 Pasukan Boneka Tewas, 6 Tank Hancur, Serdadu AS Culik Warga Sipil

NANGARHAR (jurnalislam.com) – Sebanyak 12 personil militer gabungan Afghanistan tewas dan banyak lainnya terluka dalam pertempuran sepanjang hari yang disebabkan oleh serangan pasukan pemerintah bentukan AS di distrik Pachir Wa Agam provinsi Nangarhar timur pada hari Senin, reporter Al-Emarah News melaporkan, Selasa (10/01/2017).

3 tank lapis baja dan 3 kendaraan tempur lapis baja juga hancur dalam pertempuran Senin.

Sebagai balasan, pasukan ANA (Afghanistan National Army) menargetkan desa terdekat, sehingga mengakibatkan 3 anak dan 1 wanita terluka parah.

Secara terpisah, gabungan pasukan penjajah AS dan boneka lokal mereka menggerebek rumah warga sipil di distrik Ghani Khel provinsi Nangarhar Selasa malam, membuka paksa gerbang rumah dan Masjid dengan bom dan menculik 12 warga sipil.

Serdadu AS menghancurkan sejumlah kendaraan dan sepeda motor milik warga sipil selama serangan itu.

Pasukan Pro-Yaman Rebut Dua Bukit Startegis dari Syiah Houthi di Taiz

SANAA (Jurnalislam.com) – Pasukan pro-pemerintah, pada hari Selasa (10/01/2017) merebut kembali dua bukit strategis di pusat kota Taiz, Yaman, menyusul pertempuran sengit dengan milisi Syiah Houthi dan sekutu mereka, menurut sumber-sumber pro-pemerintah, lansir Anadolu Agency.

Dalam pernyataan yang diposting di Facebook, media center pemerintah Yaman melaporkan bahwa pasukan tentara dan pasukan perlawanan rakyat pro-pemerintah telah merebut kembali dua gunung, Al-Owaid dan Al-Nuba, dari Houthi dan pasukan sekutu yang setia kepada mantan Presiden Yaman yang terguling, Ali Abdullah Saleh.

Terletak di Direktorat Maqbana di Taiz Barat, dua gunung strategis tersebut dianggap penting karena keduanya menghadap jalan utama yang menghubungkan provinsi Taiz dan Hudeida.

Pada hari Sabtu, pasukan pemerintah meluncurkan “Operasi Tombak Emas (Operation Golden Spear)” untuk merebut kembali wilayah di provinsi Aden selatan dan kota Taiz yang dikuasai para pemberontak Syiah Houthi dan pasukan pro-Saleh dengan bantuan koalisi militer anti-Houthi yang dipimpin Saudi.

Dalam konteks operasi, pasukan pro-pemerintah telah menguasai kota pesisir Dhubab dan kamp militer Al-Omary dekat Selat Bab al-Mandab yang strategis.

Yaman telah disiksa oleh kekacauan sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan beberapa wilayah lain, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Pada bulan Maret tahun lalu, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan operasi militer besar-besaran yang bertujuan untuk membalikkan keuntungan Houthi di Yaman dan memulihkan pemerintah Hadi.

Tahun lalu, pemerintah Yaman dan Houthi memasuki pembicaraan yang disponsori PBB yang bertujuan menyelesaikan konflik, di mana sedikitnya 6.400 orang diyakini telah tewas hingga saat ini.

Serangan Bom Kembar di Kabul Bunuh dan Lukai lebih dari 70 NDS

KABUL (Jurnalislam.com)Al Emarah News melaporkan, pada sekitar pukul 16:00 waktu setempat hari Selasa (10/01/2017), sebuah mini bus mengangkut anggota dari Direktorat NDS (National Directorate of Security) ke-5 ditargetkan oleh seorang pencari syahid dengan rompi bahan peledak di Darul Aman wilayah ibu kota Kabul, diikuti oleh pencari syahid lain meledakkan sebuah bom mobil di pasukan Afghanistan yang berkumpul di lokasi ledakan pertama.

Menurut informasi awal, ke-30 anggota NDS di dalam mini bus tersebut tewas dan terluka dalam ledakan pertama sementara serangan kedua yang menargetkan pasukan Unit Reaksi Cepat dan personel intelijen lainnya yang berkumpul di lokasi tewas dan meluka 42 orang bersenjata lainnya.

Kedua penyerang berasal dari Batalyon Syahid Imarah Islam Afghanistan (Taliban) yang berhasil mencapai target dan menyerang musuh dengan pukulan berat.

Rezim Suriah Menderita Kerugian di Sektor Perbankan Sebesar US$ 276 Juta

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rezim Suriah Assad mengakui terjadinya kerugian yang signifikan di sektor perbankan melebihi 143 miliar pound Suriah, setara dengan sekitar US $ 276.000.000, Eldorar Alshamia melaporkan, Selasa (10/01/2017).

Menurut laporan bank langsung kerugian oleh bank mencapai sekitar 138 miliar pound Suriah berupa kerusakan tabungan bank (yang setara dengan 96,5% dari total kerusakan), dan kerugian bank komersial berjumlah beberapa miliar pound Suriah di samping beberapa dana dalam mata uang asing. Kerugian Bank Pertanian juga mencapai 3.458.000.000 pound Suriah, dan total kerugian Bank Industri adalah 145 juta pound Suriah, total kerugian bank kredit populer 235.200.000 pound Suriah, total kerugian bank hipotek mencapai 310.400.000 pound Suriah.

Pound Suriah tercatat telah runtuh secara signifikan dalam nilai sejak Hafez al-Assad mengambil alih kekuasaan melalui kudeta militer tahun tujuh puluhan, tetapi runtuhnya pound Suriah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan dimulainya operasi militer untuk menekan revolusi Suriah.

Kerugian tersebut berpengaruh negatif terhadap warga Suriah di seluruh wilayah; di mana masih ada transaksi harian yang menggunakan pounds Suriah, pengamat mengatakan. Salah satu penyebab Depresi Besar dalam mata uang Suriah adalah karena rezim Assad mencetak surat kertas tanpa keseimbangan untuk dapat menutupi biaya militer, yang meningkatkan harga dan memperburuk kemiskinan di negaranya.

Pizaro: Kami Kecewa, Kominfo Langgar Permen Pemblokiran Situs

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekjen Jurnalis Islam Bersatu, Muhammad Pizaro menyayangkan pemblokiran yang dilakukan oleh Kominfo terhadap media-media Islam beberapa waktu lalu.

“Saya merasa kecewa Kominfo mengatakan media Islam ini bukan produk pers,” ungkap Pizaro di depan Anggota Komisi I di Gedung DPR RI Nusantara I, Jakarta, Selasa (10/1/2017) dikutip Islamic News Agency.

Dalam undangan diskusi itu, Pizaro menyebut pemblokiran situs Islam ini tidak sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Kominfo pasal 13 yang mengatakan pemblokiran harus didahului peringatan.

“Kami merasa media jelas, kita tidak ada yang ditutupi, nomor kontak ada, alamat jelas, email ada, susunan redaksi ada, tapi nampaknya Undang-undang itu diabaikan oleh Kominfo,” keluh Pizaro.

Ia merasa, tidak ada kepastian hukum yang diberikan oleh Kominfo kepada media-media Islam yang diblokir.

“Kami merasa tidak ada kepastian hukum, kami bertanya tolak ukurnya apa kami sampai diblokir? Jika disebut radikal, radikalnya di mana?” pungkas jurnalis Islampos.
Reporter: Haikal

#StopBlokirMediaIslam, Anggota Komisi 1 DPR: UU ITE Perlu Direvisi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, perlu adanya revisi kembali UU ITE yang dibuat sejak tahun 2008 ini.

“Kita perlu merevisi karena memang korbannya terlalu banyak, orang-orang yang oleh aparat penegak hukum diduga mencemarkan nama baik langsung ditangkap, 80% dakwaan melanggar pasal 27 ayat 3,” katanya di Gedung DPR RI Nusantara I, Jakarta, Selasa (10/1/2017) dilansir Islamic News Agency (INA).

Ia menilai, kewenangan pemerintah untuk melakukan tindakan pemblokiran terkait dengan hal-hal yang dilarang ada dua hal yang dicampur. Utamanya pada pasal 28 terkait dengan informasi yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

“Urusan media Islam pada pasal 28 tidak disebutkan. Pasal yang lainnya menyebutkan mengenai fitnah, pornografi, perjudian, mungkin disitu pencemaran nama baik. Terkait media itu sendiri tidak ada,” terang pejabat publik ini.

Menurut Sukamta, revisi UU ITE yang sudah dilakukan merupakan kesepakatan pemerintah dan Kominfo.

“Ini keinginan dua pihak, revisi ini selesai dan intinya menjadi delik aduan, kemudian ada beberapa pasal tambahan, misalnya pasal 28 soal informasi dan transaksi elektronik, pasal ini memberi perintah terkait tindakan melalui alat elektronik yang merugikan orang lain,” cetus Sukamta.

Sementara itu, lanjutnya, urusan dalam hal pemblokiran media Islam pada pasal 28 tidak termuat, pasal-pasal yang lainnya menyebutkan mengenai fitnah, pornografi, perjudian, dan pencemaran nama baik.
Reporter: Haikal/INA