Berita Terkini

Mantan Missionaris Katolik: Sudah Saatnya Indonesia Dipimpin Ulama

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Mantan missionaris Katolik yang kini telah bertaubat dan memeluk agama Islam, Bernard Abdul Jabbar menyatakan, sudah saatnya Indonesia di pimpin oleh ulama. Sebab, hanya ulama yang dapat mengembalikan jati diri Indonesia.

“Sudah sepantasnya kita serahkan kepemimpinan negeri ini kepada ulama. Karena ulamalah yang berhak memimpin negeri ini,” terangnya dalam acara Tablig Akhbar di Masjid Agung Kota Karanganyar, Jateng, Jumat (13/1/2016).

Bukan tanpa alasan, kata dia, Indonesia merdeka dengan darah dan perjuangan para ulama dan santri yang bahu-membahu mengusir penjajah.

Sekjen Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) itu mengatakan, berbagai masalah yang melanda bangsa Indonesia sudah sangat parah dan berujung pada hilangnya kepercayaan dari dunia Internasional.

“Negeri ini sudah tidak lagi medapatkan kepercayaan dari negara lain, terutama negara-negara muslim di dunia,” jelas Ustaz Bernard.

Diketahui, sejak pergantian tahun, masyarakat Indonesia dipersulit dengan naiknya berbagai harga pokok. Ditambah, konflik horizontal yang terus melanda negeri.

Tentara Yaman Rebut Kendali Bukit Strategis antara Taiz dan Hudaydah dari Milisi Syiah Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Tentara nasional Yaman telah membuat kemajuan di wilayah barat Taiz, komandan militer Mayor Jenderal Khaled Fadhel mengkonfirmasi bentrokan dengan pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran, Al Arabiya News Channel melaporkan, Jumat (14/01/2017).

Komandan militer menyatakan bahwa pasukannya menguasai sejumlah situs dan bukit-bukit yang menghadap jalur penghubung antara Taiz dan Hudaydah, mengatakan bahwa tentara mendekati jalur pasokan utama di sebelah barat kota tempat basis milisi Syiah Houthi.

Sementara itu di Shabwa, 13 pemberontak Houthi tewas dan terluka oleh serangan udara koalisi. Saat perebutan kekuasaan di Yaman terus berlanjut ke tahun kedua, utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed meneruskan usahanya untuk memulai kembali pembicaraan damai antara pihak yang bertikai.

Awal pekan ini Cheikh Ahmed melakukan kunjungan ke Riyadh di mana ia bertemu dengan duta besar kelompok negara yang mensponsori inisiatif Teluk untuk mengatasi krisis.

Dalam pertemuan tersebut, perkembangan berkaitan dengan Yaman dibahas. Ahmed mengatakan bahwa pertemuan selanjutnya akan berlangsung di Aden dan Sanaa sebelum dia menghadap ke Dewan Keamanan untuk melaporkan kesaksiannya pada 25 Januari

India Ancam Pakistan dengan Serangan Bedah di Kashmir

INDIA (Jurnalislam.com) – Panglima militer India pada hari Jumat mengatakan bahwa “serangan bedah” akan dilakukan lebih banyak lagi di Kashmir bagian Pakistan “jika memungkinkan”, media lokal melaporkan, lansir World Bulletin, Jumat (14/01/2017).

“Serangan bedah [pada September lalu] adalah demonstrasi dari apa yang bisa kami lakukan. Kami akan melakukannya lagi jika diperlukan,” Jenderal Bipin Rawat seperti dikutip oleh The Times of India saat konferensi pers di New Delhi.

Dalam konferensi pertamanya setelah menjabat pada 31 Desember, Rawat mengatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata baru-baru ini menurun di Garis Kontrol (the Line of Control-LoC) yang membagi wilayah sengketa.

“Tapi jika tidak maka maka kami mungkin melakukan serangan bedah seperti itu lagi,” tambahnya.

Pada akhir September 2016, militer India menyatakan melakukan serangan bedah udara sepanjang LoC berdasarkan masukan yang “spesifik dan kredibel” mengenai rencana infiltrasi pejuang Muslim Kashmir.

“Berdasarkan masukan yang spesifik dan kredibel, beberapa pejuang Kashmir telah memposisikan diri di bantalan peluncuran bersama Garis Kontrol untuk melaksanakan infiltrasi dan melakukan serangan perlawanan di dalam Jammu dan Kashmir dan di berbagai metro di negara-negara lain, Angkatan Darat India melakukan serangan bedah di beberapa bantalan peluncuran ini untuk mendahului infiltrasi pejuang,” Direktur Jenderal Operasi Militer, Letnan Jenderal Ranbir Singh seperti dikutip Times of India pada 29 September.

“Operasi terfokus memastikan bahwa pejuang tidak berhasil melakukan rencana mereka untuk menyebabkan kerusakan dan membahayakan kehidupan warga kami,” Singh dilaporkan mengatakan, menambahkan bahwa hampir 20 upaya infiltrasi telah digagalkan oleh tentara pada atau di dekat LoC di tahun 2016.

Ketegangan antara kedua rival nuklir tersebut telah meningkat sejak India menuduh Pakistan memiliki hubungan dengan pejuang Muslim Kashmir yang menewaskan 19 tentara India di Jammu dan Kashmir yang diduduki militer India pada September tahun 2016.

Pakistan membantah tuduhan itu dan berablik mengatakan India menekan protes pro-kemerdekaan yang dimulai di wilayah Himalaya yang disengketakan di Juli 2016 ketika lebih dari 100 warga sipil Kashmir ditembak mati oleh pasukan India dan ribuan lainnya luka-luka.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh kedua Negara secara penuh. Sebuah potongan kecil dari Kashmir juga dipegang oleh China.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – setelah mereka dipisah pada tahun 1947, dua diantaranya memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Muslim Kashmir di Jammu dan Kashmir yang dijajah India telah berjuang melawan pasukan India untuk memperjuangkan kemerdekaan, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 orang dilaporkan telah tewas dalam konflik sejauh ini, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan India.

India mempertahankan lebih dari setengah juta pasukan di wilayah yang disengketakan.

Sepanjang Tahun 2016, 6773 Pasukan Afghanistan Bergabung dengan Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Inilah laporan Imarah Islam Afghanistan (Taliban) yang dirilis dalam media resminya, Voice of Jihad, pada hari Jumat (14/01/2017) menyampaikan perkembangan perjuangannya, sebagai berikut; – sebagai administrasi yang terorganisasi dengan baik dan efektif – telah mendirikan Komisi dan Departemen untuk semua kebutuhan militer, sipil dan kesejahteraan. Karena tujuan tertinggi Imarah Islam adalah reformasi hamba Allah, menyerukan kebaikan terhadap mereka dan membebaskan mereka dari kejahatan (keburukan) maka Imarah Islam Afghanistan telah menyiapkan sebuah badan independen yang disebut Dakwah dan Bimbingan, yaitu Komisi Rekrutmen yang bertugas memanggil orang menjalankan Syariah Islam yang mulia, menyelamatkan mereka dari kejahatan, menentang orang-orang kafir atau membantu Mujahidin melalui konferensi propagasi (penyebaran), seminar Fiqh (yurisprudensi) dan kegiatan pemberitaan (dakwah) luas lainnya.

Dakwah dan Bimbingan adalah Komisi Rekrutmen pertama kali didirikan atas perintah almarhum Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga Allah merahmatinya) pada tahun 2011 dan mulai bekerja di bawah pengawasan Amirul Mukminin saat ini, Syekhul Hadis Mawlawi Hibatullah Akhundzada (semoga Allah melindunginya). Komisi Dakwah dan Bimbingan menjalankan kegiatannya di bawah pengawasan Al-Haj Mullah Abdul Manan (Umari), adik almarhum Amir ul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga Allah merahmatinya) dan anggota Dewan Pimpinan.

Komisi Rekrutmen Dakwah dan Bimbingan memiliki departemen terpisah yang bertugas merekrut dan mengeluarkan orang yang bekerja untuk antek pemerintahan Kabul. Atas kerja keras departemen ini, ribuan pemuda sejauh ini telah dibawa keluar dari militer musuh dan pekerjaan sipil, diberikan jaminan keamanan dan berasimilasi ke kehidupan biasa.

Pada tahun 2016, Departemen Rekrutmen telah berhasil melepaskan 6773 orang dari pemerintahan boneka AS. Mereka juga telah membawa 2.145 senjata dalam berbagai jenis, 14 truk pickup, 36 APC, 84 kendaraan dalam berbagai macam, 2.116 putaran RPG, 300 kotak senapan dan putaran senapan mesin serta sejumlah besar peralatan lainnya.

Sejak Komisi ini mulai bekerja sampai hari ini (empat setengah tahun), total 23.509 personel kaki tangan dengan 5350 item persenjataan telah meninggalkan barisan musuh atas upaya departemen ini.

Departemen Dakwah dan Bimbingan mengadakan seminar propagasi di seluruh negeri dan mengadakan pertemuan aktif dengan ulama setempat, tetua suku dan pejabat Mujahidin.

Departemen bekerjasama dengan Imam dan ulama masjid untuk mereformasi ideologis pemuda, mengajarkan masalah dasar Islam, mengirimkan kelompok ulama ke desa-desa dan masjid untuk tujuan propagasi dan mengadakan program invitasi.

Imarah Islam juga telah menugaskan departemen Dakwah dan Bimbingan untuk Menyerukan Kebaikan dan Melarang Berbuat Jahat yang juga merupakan kewajiban Islam terpenting. Untuk tujuan ini departemen telah menyiapkan cabang khusus dan menanamkannya dalam semua kelompok dan front Mujahidin serta semua kabupaten di seluruh negeri.

Daftar rinci (dalam bahasa Pashto) jumlah personil administrasi Kabul yang meninggalkan tugasnya dan membawa senjata selama tahun 2016 dapat didownload dari link yang disediakan di bawah ini.

https://ia801509.us.archive.org/34/items/rp_ry_yahoo_201701/د%20۲۰۱۶%20کال%20مجموعي%20راپور.pdf

 

Lagi, Jaysh al Islam Patahkan Gempuran Pasukan Lapis Baja Rezim di Midaani

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi jihad Jaysh al Islam Kamis malam mengumumkan telah menggagalkan upaya pasukan al-Assad menggempur garis depan Midaani dan Al-Bahariyah di kawasan Timur Ghouta di provinsi Rif Dimashq, ElDorar AlShamia melaporkan, Jumat (14/01/2017).

Menurut kantor media Jaysh al Islam, mujahidin yang telah menguasai kembali wilayah Al-Bahariyah, yang sebelumnya direbut pasukan Syiah Assad, sekaligus menggagalkan tiga upaya pasukan Assad untuk maju pada basis Midaani, meskipun pasukan Assad menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri berat.

Jaysh al Islam kemarin menerbitkan laporan kerugian militer Assad selama enam bulan dalam pertempuran Timur Ghouta, yaitu lebih dari 325 upaya untuk masuk ke wilayah tersebut, dan 67 serangan, di mana rezim telah kehilangan 63 tank, 5 kendaraan Chilka, 12 kendaraan tempur pengangkut personil (BMP), 24 buldoser, dan sebuah helikopter, serta terbunuhnya 1.328 tentara rezim.

Kota Bima Kembali Dilanda Banjir

BIMA (Jurnalislam.com) – Baru saja, Bima kembali dilanda banjir yang disebabkan curah hujan yang cukup tinggi. Banjir itu berada di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Jumat (13/1/2017).

Menurut pantauan jurniscom di tempat, banjir tidak hanya mengenai daerah tersebut, tetapi juga meluap ke beberapa tempat di wilayah kota Bima. Diantaranya, Kelurahan Paruga, Kelurahan Dara, Kampung Sumbawa, serta Kompleks Pasar Bima.

Harun (35 tahun) salah satu warga Kelurahan Paruga mengatakan, banjir ini adalah merupakan banjir kiriman dari Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Sebab, imbuhnya, sekilas terlihat Wawi curah hujannya sangat lebat.

Sementara itu, sejak sore tadi masyarakat terus memantau ketinggian air yang ada di sungai Padolo kota Bima karena merupakan salah satu akses mengalirnya banjir kiriman tersebut.

Hampir seluruh warga kota Bima terlihat panik dengan adanya banjir tersebut. Sebagian warga sudah mulai mempersiapkan pakaian serta perabotan rumah untuk diselamatkan.

Warga yang rumahnya sudah terendam banjir sudah mulai mengungsi dan di evakuasi ke tempat yang lebih aman.

BEM SI: Jokowi ‘Masih’ Enggan Temui Demonstran

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Koordinator Pusat BEM SI, Bagus Tito Wibisono menyatakan Presiden RI masih enggan untuk menemui mahasiswa untuk sekadar berdialog dengan berbagai tuntutan yang diajukan.

“Dengan masa sebanyak itu, Presiden Jokowi masih tidak berani berhadapan dengan mahasiswa,” katanya dalam pesan siar yang diterima jurniscom, Jumat (13/1/2017).

“Padahal, Presiden pernah berkata ‘Rindu didemo, dan pendemo pasti dipersilahkan masuk’,” tambahnya.

Bagus mengatakan, aspirasi sekitar 13 ribu mahasiswa yang turun di 19 kota di Seluruh Indonesia ini tidak digubris Jokowi.

“Perwakilan mahasiswa (yang berunjuk rasa di Istana Merdeka) hanya diterima oleh Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan. Tentu ini menjadi kekecewaan kesekian kalinya karena Presiden takut menemui mahasiswa,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, BEM SI menilai rezim Jokowi tidak memiliki itikad baik merespon tuntutan mahasiswa yang memperjuangkan aspirasi rakyat. Sebab, Jokowi tidak berani menemui mahasiswa.

“Jika rezim Jokowi tidak ada perubahan maka kami akan terus melakukan perlawanan sampai keadilan dan aspirasi rakyat terpenuhi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, BEM Seluruh Indonesia mengadakan aksi serentak di 19 Kota di wilayah nusantara pada Kamis (12/1/2016). Diantara pemicu adalah keputusan pemerintah untuk menaikan BBM, TDL, Pajak STNK dan BPKP.

Pasukan dan Tank AS Tiba di Polandia, Rusia: Ini Ancaman di Depan Pintu

POLANDIA (Jurnalislam.com) – Pasukan dan tank AS mulai tiba di Polandia hari Kamis (12/01/2017), merupakan salah satu penyebaran pasukan AS terbesar di Eropa sejak Perang Dingin yang akan melibatkan lebih dari 3.000 tentara, lansir World Bulletin, Kamis.

Operasi Pentagon memicu kemarahan langsung Rusia, dengan Kremlin menggambarkannya sebagai “ancaman di depan pintu.”

Misi the Atlantic Resolve ini akan melibatkan sebuah brigade lapis baja dengan lebih dari 3.000 tentara dan alat berat Amerika dikerahkan di Polandia dan mitra NATO terdekat Estonia, Latvia, Lithuania, Rumania, Bulgaria dan Hungaria secara bergantian.

Pemerintahan Obama memerintahkan penyebaran pasukan tersebut pada tahun 2014 untuk meyakinkan sekutu Timur mereka setelah tindakan Rusia di Ukraina.

Tetapi operasi tersebut dilakukan seminggu menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump, yang menyatakan pemerintah partai Republik yang baru ini akan berusaha meredakan ketegangan dengan Kremlin.

Sebuah kontingen pasukan AS memasuki Polandia di perbatasan Olszyna dengan Jerman pada hari Kamis.

Alat berat, termasuk 87 tank Abrams dan lebih dari 500 kendaraan pengangkut personel termasuk Humvee militer.

“Operasi ini mengancam kepentingan dan keamanan kami,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Kamis.

“Ancaman ini bahkan menjadi lebih jelas ketika pihak ketiga (Amerika Serikat) memperkuat kehadiran militernya di depan rumah kami di Eropa,” tambahnya.

Musim panas lalu, para pemimpin NATO juga mendukung rencana untuk memutar pasukan ke Polandia dan tiga negara Baltik lainnya untuk meyakinkan bahwa mereka tidak akan dibiarkan dalam kesukaran jika Rusia tergoda untuk mengulangi intervensi Ukraina2014.

Sebuah batalion yang dipimpin AS yang terpisah, yang bekerja dalam kerangka NATO akan ditempatkan di dekat perbatasan utara-timur Polandia dengan Rusia di Kaliningrad eksklave.

Moskow telah meningkatkan kehadirannya di daerah Laut Baltik selama dua tahun terakhir.

Jet secara teratur melanggar wilayah udara sekutu NATO bekas Soviet yang lebih kecil seperti Estonia dan bahkan pada bulan April mereka mengancam angkatan laut AS.

Akhir tahun lalu, Polandia mengkritik penyebaran rudal Iskander milik Moskow yang berkemampuan nuklir ke pos Kaliningrad yang berbatasan dengan anggota NATO Polandia dan Lithuania

Kini Rusia dan Turki Sepakati Koordinasi Serangan Udara di Suriah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – “Rusia dan Turki telah menandatangani perjanjian mekanisme untuk mengkoordinasikan pasukan udara di Suriah saat melakukan serangan terhadap sasaran yang dianggap teroris”, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Kamis (12/01/2017).

Sebagaimana yang dilansir Middle East Eye, Kamis, delegasi dari kedua negara, yang bulan lalu menengahi gencatan senjata di Suriah yang dilanda perang, bertemu di Moskow pada hari Kamis untuk konsultasi tentang bekerja sama dalam memerangi kelompok ektremis, serta menandatangani memorandum, kata kementerian itu.

“Dokumen ini mendefinisikan mekanisme koordinasi dan kerjasama antara angkatan udara Rusia dan angkatan udara Turki saat melakukan serangan pada sasaran teroris serta tindakan kedua belah pihak untuk mencegah insiden saat pesawat dan kendaraan udara tak berawak berada di wilayah udara Suriah,” katanya.

Moskow dan Ankara setuju untuk mengawal gencatan senjata bulan lalu antara rezim Suriah dan kelompok pejuang Suriah yang mulai berlaku pada 30 Desember dan telah mengamati beberapa bagian negara, meskipun pertempuran terus terjadi di daerah dekat Damaskus.

Pertempuran itu terutama telah merusak infrastruktur air sehingga eskalasi militer kemungkinan akan berlanjut, utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, Kamis sebelumnya mengatakan, menambahkan bahwa pertemuan di Moskow dan Ankara akan mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu, juru bicara Presiden Turki Tayyip Erdogan mengecam militer AS pada hari Kamis setelah kembali men-tweeted pernyataan aliansi yang didominasi Kurdi dan didukung Washington di Suriah yang mengatakan tidak ada hubungan dengan gerilyawan Kurdi yang melawan negara Turki.

Pasukan Demokratik Suriah adalah mitra utama AS di Suriah, termasuk milisi kuat YPG Kurdi.

Turki memandang YPG sebagai perpanjangan dari kelompok teroris PKK, yang telah melakukan pemberontakan tiga dekade di Turki dan dianggap sebagai organisasi teroris oleh Ankara dan Uni Eropa.

Faksi Revolusioner Suriah Tegaskan Satu Suara Terkait Konferensi Astana

SURIAH (Jurnalislam.com)Faksi Revolusi Suriah dan tokoh politik pada hari Kamis (12/01/2017) melanjutkan konsultasi di ibukota Turki Ankara, dalam rangka membuat keputusan akhir tentang kesepakatan gencatan senjata di Suriah, dan sesi rencana negosiasi “Astana” yang akan diselenggarakan tanggal 23 bulan ini.

Beberapa tokoh menghadiri konsultasi mengeluarkan komentar untuk ElDorar AlShamia menekankan bahwa beberapa jam mendatang diharapkan akan terjadi persatuan faksi militer dan tokoh oposisi politik, menyangkut negosiasi di Astana dan perjanjian gencatan senjata saat ini, sekaligus pada saat yang sama membantah keras argumen yang diajukan oleh beberapa media tentang terjadinya perbedaan dan perpecahan antara faksi-faksi, mengatakan bahwa situasi itu normal, dan dalam proses konsultasi, tapi telah sepakat untuk mencapai satu pendapat, apakah penolakan atau penerimaan.

Sumber itu menambahkan: “Kami telah menerima dukungan dari sekutu faksi revolusi Suriah, berbicara di sini tentang Qatar dan Turki, dan mereka telah meyakinkan kami bahwa mereka akan mendukung apa pun pilihan kami, dan bahwa mereka akan mendukung cara yang akan dipilih faksi untuk menyelesaikan masalah Suriah.”

Eskalasi rezim Suriah dan sekutunya yang belum pernah terjadi sebelumnya, banyak terlihat di beberapa daerah Suriah pada hari Kamis, di mana provinsi Idlib mengalami penembakan berat yang menewaskan 13 warga sipil di berbagai bagian provinsi, saat milisi Syiah Hizbullah Lebanon meningkatkan serangan di daerah Wadi Barada, dengan dukungan helikopter dan pesawat tempur rezim Nushairiyah Assad, saat penembakan melanda wilayah Hama dan Rif Dimashq.