Berita Terkini

Tiga Poin Penting Kembangkan Bank Syariah

RIAU(Jurnalislam.com)– Suksesnya konversi Bank Riau Kepri (BRK) menjadi BRK Syariah tidak lepas dari itikad seluruh pemangku kepentingan terkait, serta dukungan dari masyarakat. Momentum peresmian BRK Syariah ini pun bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kemudi syariah. Untuk itu, diperlukan strategi yang efektif, sehingga perkembangan BRK Syariah ini semakin cepat, terarah dan berkah.

“Mengawali langkah Bank Riau Kepri Syariah ke depan, setidaknya ada tiga hal yang ingin saya tekankan. Pertama, Bank Riau Kepri Syariah harus hadir sebagai penyokong dan penguat pertumbuhan semua sektor ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Provinsi Riau,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika meresmikan BRK Syariah di Menara Dang Merdu BRK, Jl. Jend. Sudirman No.462, Pekanbaru, Riau.

Lebih jauh Wapres menuturkan, berbagai skema pembiayaan bagi pelaku industri halal, baik yang berskala besar maupun UMKM, perlu dikembangkan. Termasuk ketersediaan layanan penghimpunan dan penyaluran dana sosial syariah dari masyarakat, ASN Pemda, Pegawai BUMD, dan lainnya.

“Kedua, Bank Riau Kepri Syariah harus terus meningkatkan layanan, termasuk penyempurnaan implementasi digitalisasi perbankan,” tegasnya.

Menurut Wapres, tidak hanya di kota, saat ini keseharian masyarakat di daerah juga semakin akrab dengan gaya hidup digital. Untuk itu, pembenahan, peningkatan kapasitas dan kapabilitas sistem IT perlu diprioritaskan.

“Penambahan fitur-fitur pada sistem mobile banking dan ketersediaan link dengan e-commerce, teknologi finansial, dan sistem pembayaran agar diperbanyak,” imbaunya.

Untuk strategi ketiga, Wapres mengimbau, BRK Syariah perlu terus menjajaki dan mengembangkan berbagai program potensial guna memperluas pangsa pasar syariah. Program-program berpotensi besar dan perlu mendapat perhatian serius antara lain layanan penerimaan setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, layanan sistem manajemen kas bagi institusi pendidikan di daerah, mencakup sekolah umum, sekolah Islam, dan pesantren, serta layanan sistem pembayaran gaji bagi pegawai instansi pemda dan institusi/lembaga lainnya.

Wapres mencermati, Keberhasilan konversi Bank Riau Kepri adalah capaian signifikan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Untuk itu, saya sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Riau Kepri Syariah,” ucap Wapres.

“Saya harap capaian ini juga akan memacu Unit Usaha Syariah BPD bank lainnya untuk segera berbenah dan menentukan strategi korporasi yang tepat, sehingga dapat mencatatkan kinerja yang terus membaik, semakin kompetitif, dan berkelanjutan,” tambahnya memberikan semangat.

Sebagai penutup, tidak lupa Wapres menyampaikan sebuah pantun yang merupakan bagian dari budaya masyarakat melayu Riau.

“Jikalau pergi ke Kota Madinah, di Nabawi salat dan berdoalah berlama-lama. Bank Riau Kepri telah menjadi syariah, semoga membawa berkah untuk bangsa dan negara,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahim, Bank Riau Kepri Syariah saya nyatakan diresmikan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ‘inayah-Nya dan meridai semua upaya yang kita lakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BRK Syariah, Andi Buchari menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya peresmian tersebut yang berlangsung dengan baik dan lancar.

“Selain berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan, kami juga mohon doá restu serta dukungan terus ke depan dari seluruh masyarakat, para nasabah, otoritas, pemegang saham serta semua pihak untuk BRK Syariah. Dengan Spirit 3K atau Konversi-Kinerja-Kultur dan Strategi Transformasi 5.0 BRK Syariah, InsyaAllah BRK Syariah akan berupaya untuk menjadi motor penggerak, sebagai pemicu sekaligus pemacu ekosistem syariah di kawasan ini, terutama dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi tempatan menuju negeri yang Baldatun Thoyibatun Warrobbun Ghofur,” tuturnya.

 

Waspada Ekonomi Pasca Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Berbagai babak krisis ekonomi maupun kemelut sosial politik telah mewarnai pembangunan negeri ini, termasuk krisis akibat pandemi Covid-19 dan dampak situasi politik dunia. Namun, di tengah berbagai tantangan tersebut, Indonesia membuktikan mampu melewati seluruhnya dengan baik. Ke depan, tetap diperlukan kewaspadaan yang tinggi agar Indonesia tetap mampu mempertahankan kemandirian dan kedaulatannya.

“Bangsa kita patut bersyukur atas aneka pencapaian di tengah berbagai ragam persoalan, termasuk pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren positif, inflasi yang relatif terkendali, dan surplus neraca perdagangan. Sungguh pun begitu, kita wajib waspada karena aneka rintangan telah menghadang di depan mata,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menghadiri Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXII dan Seminar Nasional ISEI Tahun 2022 di Jakarta, Rabu (24/08/2022).

Dalam acara yang bertema “Peran ISEI Memperkuat Sinergi untuk Menjaga Stabilitas dan Mendorong Momentum Pemulihan Ekonomi yang Inklusif di Era Digital” ini, lebih lanjut Wapres menyampaikan, beberapa tantangan yang ada di depan, di antaranya pada tingkat global inflasi di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat tembus di atas 8 persen. Sementara pada tingkat domestik, sejak awal dekade 2000-an kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus mengalami penurunan. Untuk itu ke depan, Wapres menilai, harus ada pendalaman ekonomi yang memberikan nilai tambah.

“Artinya, pendalaman ekonomi yang bernilai tambah menjadi pekerjaan rumah di masa mendatang. Reindustrialisasi menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari,” ungkapnya.

Sementara dari sisi kemandirian pangan dan energi, Wapres menekankan, diperlukan penguatan dan pemerataan agar dapat turut mendukung pemerataan kesejahteraan di Indonesia.

“Kemandirian pangan dan energi masih belum sepenuhnya menjelma di negeri ini. Kedua sektor ini merupakan sektor basis (di samping sektor industri) yang menjadi tulang punggung perekonomian. Demikian pula dukungan sektor keuangan juga harus nyata terhadap sektor riil ini. Triple F (food, fuel, and finance) menjadi pusat pertempuran ekonomi yang mesti dimenangkan,” imbau Wapres.

Sedangkan dari aspek ekonomi, Wapres mengingatkan, mengejar pertumbuhan ekonomi juga harus dibarengi dengan ikhtiar mewujudkan pemerataan pembangunan.

“Infrastruktur ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan teknologi mesti hadir sampai ke pelosok negeri. Pertumbuhan ekonomi harus menyentuh semua lapisan, bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang,” imbaunya.

Menutup sambutannya, kembali Wapres mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan yang ada, Indonesia mampu menghadapi dan melaluinya dengan baik. Sehingga ke depan, pengalaman-pengalaman berharga tersebut dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan berikutnya di masa depan.

“Sejarah memberikan pelajaran bahwa Indonesia bisa keluar dari krisis 2008 tersebut dengan baik dan perekonomian kembali berada di jalur pemulihan tahap demi tahap. Saya juga yakin perkara sosial-ekonomi yang dihadapi kali ini bisa dilalui dengan baik, _Insya Allah_, berbekal pengalaman dan pengetahuan tersebut,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan, bahwa tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa baik di bidang energi, pangan, maupun ekonomi, keseluruhannya perlu diimbangi dengan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan keadaan yang terjadi.

“Kebijakan harus menyesuaikan, adaptasi,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar ISEI sebagai wadah berkumpulnya para ekonom, dapat memberikan masukan-masukan terbaiknya untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan ISEI akan memberikan feeding (masukan) yang baik agar kita jauh lebih bisa berdikari dalam bidang ekonomi,” pungkasnya.

Wapres Tegaskan Lembaga Zakat Harus Aman Syar’I, Aman Regulasi, dan Aman NKRI

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dipercaya memiliki potensi yang besar sebagai alternatif solusi dalam mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Terlebih, kesadaran dan keinginan masyarakat untuk menunaikan ZIS kian meningkat. Tercatat, dana ZIS yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dari 2002 hingga 2022 rata-rata tumbuh sebesar 34,75% per tahun.

Untuk itu, pengelolaan ZIS oleh BAZNAS sudah sepatutnya berprinsip pada 3 Aman, yaitu menjaga keamanan dari sisi syariat, regulasi, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), atau Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

“Penerapan prinsip ini harus digaungkan secara nasional hingga menjadi referensi bagi para pengelola zakat di Indonesia,” pinta Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat membuka secara virtual Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2022, Rabu (24/08/2022).

Dalam acara yang mengusung tema utama “BAZNAS Sebagai Lembaga Utama Mensejahterakan Umat” tersebut, Wapres juga menggarisbawahi lima langkah strategis yang harus terus digiatkan BAZNAS demi menjaga kepercayaan umat.

Menurutnya, langkah pertama adalah memastikan tata kelola penghimpunan dan penyaluran ZIS secara profesional dan transparan.

“Kedua, meningkatkan sumber daya manusia amil zakat yang andal dan berkompetensi,” jelasnya.

Langkah ketiga, sambung Wapres, dilakukan dengan meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat tentang ZIS.

“Selanjutnya, mendorong digitalisasi dalam rangka meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan perluasan jangkauan,” ujarnya.

Langkah kelimanya, Wapres mengarahkan BAZNAS untuk memastikan penyaluran ZIS secara tepat sasaran dengan basis data yang akurat.

Upaya perbaikan internal dimaksud, papar Wapres, perlu didukung dengan sinergi dan kolaborasi yang erat dari berbagai pemangku kepentingan agar pengelolaan ZIS mampu memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan umat, terutama dalam masa pemulihan ekonomi nasional saat ini.

Sebagai contoh adalah kerja sama antara BAZNAS di pusat dan daerah, BAZNAS daerah dan pemerintah daerah, BAZNAS dan lembaga amil zakat, ataupun dengan Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD).

“Saya juga terus mendukung sinergi dan kolaborasi dalam penguatan pengelolaan zakat di Indonesia, yaitu antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, serta para pelaku usaha di sektor-sektor potensial lainnya,” urai Wapres.

Sebelum menutup sambutannya, Wapres berharap rakornas ini dapat melahirkan rekomendasi program yang secara signifikan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menunaikan ZIS melalui BAZNAS.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Koordinasi dan Kerja Nasional BAZNAS Tahun 2022 saya nyatakan resmi dibuka,” pungkasnya.

 

Ketua Baznas Ajak Fokus Penguatan Internal 4 Aspek Lembaga Zakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua BAZNAS Noor Achmad menjabarkan penguatan internal yang sudah digencarkan BAZNAS sejak 2021 terhadap empat aspek, yaitu aspek kelembagaan dan manajemen, aspek sumber daya manusia, aspek infrastruktur, serta aspek pengumpulan dan pendistribusian dana ZIS. Lanjutnya, penguatan tersebut dimaksudkan untuk mencapai target pengumpulan dana ZIS sebanyak-banyaknya demi kesejahteraan umat.

“Kemarin pada waktu hari kemerdekaan, kita canangkan bahwa amil zakat nasional akan menjadikan merdeka BAZNAS, memerdekakan muzaki, dan memerdekakan mustahik,” ucap Noor Achmad.

Hadir dalam acara ini, antara lain, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, jajaran pimpinan BAZNAS pusat dan daerah, serta para kepala Kantor Wilayah Kemenag, sekretaris daerah, atau perwakilannya dari seluruh provinsi di Indonesia.

Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, serta Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi.

 

Memaksimalkan ANBK, SMP Muhammadiyah PK Gelar Try Out AKM

SOLO(Jurnalislam.com)--Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) akan digelar pada September mendatang. Agar menuai hasil yang maksimal, SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta memiliki cara khusus. Salah satunya, Senin-Rabu(21-23/8/2022), sekolah menggandeng ruang guru dalam kegiatan try out AKM dan diikuti 121 siswa kelas 8.

 

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta mengatakan bahwa sekolah mempersiapkan siswa kelas 8 agar bisa sukses dalam pelaksanaan ANBK yang digelar secara nasional pada 19-22 September 2022 secara totalitas.

“Ustaz-Ustazah mempersiapkan kesuksesan siswa dalam AKM secara totalitas mulai dari tambahan belajar, memaksimalkan laboratorium komputer hingga kerja sama dengan lembaga lain salah satunya ruang guru dalam hal try out seperti hari ini,” jelasnya.

 

Aryanto menambahkan untuk tambahan belajar digelar waktu sore hari pukul 15.30 s.d. 16.30 WIB. Pelaksanaannya melibatkan guru-guru yang termasuk dalam cluster numerasi, literasi, dan survei karakter. Tambahan berjalan intensif dari Senin hingga Kamis. Para siswa dan guru membahas dan berdiskusi tentang soal-soal AKM. Adapun laboratorium komputer di sekolah sudah tersedia 4 laboratorium sehingga bisa mencukupi untuk kegiatan ANBK.

 

Try Out AKM dilaksanakan selama tiga hari. Siswa kelas 8 mendapatkan materi dari ruang guru. Dua hari mereka mengerjakan soal AKM literasi dan numerasi di laboratorium komputer. Hari terakhir digelar pembahasan soal AKM. Terlihat para siswa antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.

 

Sementara itu, Kak Dite selaku Field Education Consultan Ruang Guru menyampaikan bahwa Ruang Guru hadir di tengah-tengah siswa dalam rangka menyukseskan kegiatan tes ANBK berupa AKM. Maka dalam beberapa hari digelar tes AKM literasi dan numerasi.

“Harapan kami, anak-anak menjadi lebih paham model soal AKM dan mengetahui cara menyelesaikan soal sehingga ke depan bisa mengerjakan soal AKM dan mendapatkan hasil yang maksimal,” jelasnya.

 

Kak Dite menambahkan aplikasi yang digunakan tes adalah aplikasi ruang guru yang sudah terprogram dari pusat. Soal memiliki tingkat kesulitan tersendiri seperti panjang bacaan, penalaran, dan kemampuan berhitung lebih cepat. Terdapat 36 soal baik literasi maupun numerasi dengan waktu 90 menit.

 

Aji Muhammad Raihan, siswa kelas VIII, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari try out AKM tersebut. Ia menjadi semakin terlatih dalam logika memahami dan menyelesaikan soal.

“Soal AKM numerasi seperti Matematika. Terdapat soal algoritma, aritmatika, geometri, dan lain-lain. Banyak soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi,” tandasnya.

 

IPW Minta Kapolri Bongkar Jaringan Kaisar 303 Sambo di Polri

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso angkat bicara merespons beredarnya isu bisnis gelap yang konon melibatkan sejumlah jenderal bintang dua Polri.

Sugeng tak membantah sudah melihat skema jaringan bisnis gelap perjudian (Pasal 303 KUHP) yang dikaitkan dengan Irjen Ferdy Sambo, yang kini viral di media sosial tersebut.

“IPW meminta timsus Polri menyelidiki informasi yang beredar tersebut dan menindaklanjutinya,” kata Mas Sugeng Kamis (18/8).

Sugeng juga menyarankan penyelidikan kepada pihak-pihak yang kemungkinan bersekongkol dengan Ferdy Sambo dilakukan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Pihak-pihak yang namanya (terseret) jaringan FS itu harus diterapkan asas praduga tak bersalah,” ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, skema tersebut dibuat seperti model yang biasa dibuat oleh anggota polisi.

“Menurut saya ini (skema yang beredar) adalah dari kelompok dalam internal Polri yang berlawanan dengan FS, dan bertujuan menggusur FS dan kawan-kawan dari posisi elite Polri,” kata Mas Sugeng.

Sumber: jpnn

BSI Diharap Jadi Bank Negara

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Saham mayoritas Bank Syariah Indonesia (BSI) saat ini masih dipegang oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri. Oleh sebab itu, BSI belum bisa dikatakan sebagai bank negara karena belum mendapatkan suntikan dana dari negara.

Terkait hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengharapkan ke depan BSI akan menjadi salah satu bank Himbara.

“Ada keinginan menjadikan BSI itu sahamnya negara, sehingga dia menjadi perusahaan yang semacam Himbara begitu. Nah ini memang sedang dalam proses pengkajian,” ungkap Wapres saat memberikan keterangan pers usai meresmikan Topping Off Menara Syariah di Jl. Pangeran Antasari Unit CBD-21, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (23/08/2022).

Hal tersebut, sambung Wapres, dilakukan untuk memperkuat posisi dan mengembangkan BSI, sehingga menjadi salah satu bank syariah terbesar di dunia.

“Sekarang ini sudah menjadi kalau (dalam jajaran) bank-bank syariah kira-kira masuk 10 besar (dunia), supaya akan lebih besar lagi ketika saham pemerintah secara resmi masuk di dalam BSI,” pungkasnya.

Resmikan Menara Syariah, Wapres Harap Jadi Pusat Keuangan Syariah Terbesar di Asia Tenggara

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin hari ini meresmikan Topping Off Menara Syariah di Jl. Pangeran Antasari Unit CBD-21, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (23/08/2022). Menara ini merupakan hasil kerjasama Agung Sedayu Group, Salim Group, Matrix Concepts Holding Berhad Malaysia, PT Fin Centerindo Satu, serta para investor dalam dan luar negeri lainnya.

Saat menyampaikan pidato, Wapres mengharapkan Menara Syariah ini akan menjadi pusat keuangan syariah terbesar di Asia Tenggara dan menjadi Islamic Finance Hub yang memainkan peran vital dalam industri keuangan syariah dunia.

“Menara ini dibangun berlandaskan niat yang mulia, yaitu untuk menghadirkan pusat keuangan syariah yang pertama di Indonesia, yang nantinya kita harapkan pula menjadi yang terbesar di Kawasan Asia Tenggara,” harapnya.

Selain itu, Wapres menuturkan bahwa Menara Syariah ini adalah simbol dari harapan dan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pemain utama keuangan syariah dunia.

“Oleh karena itu, saya berharap pembangunannya dapat diselesaikan tepat waktu, segera difungsikan dengan baik, dan menjadi sentra aktivitas para pelaku industri keuangan syariah maupun pelaku bisnis syariah lainnya,” pintanya.

Untuk itu, Wapres mengharapkan berbagai pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah, seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dapat memanfaatkan keberadaan Menara Syariah ini secara optimal, khususnya sebagai pusat berlangsungnya koordinasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.

“Gedung perkantoran, fasilitas ritel, dan berbagai sarana yang tersedia, dapat menjadi tempat bisnis, niaga, komersial bahkan rekreasi. Tentu ini akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan iklim investasi, dan menggerakkan aktivitas industri halal, serta bisnis dan kewirausahaan syariah,” ungkapnya optimis.

Terlebih, saat ini Indonesia telah diakui dunia internasional siap menjadi pendorong utama pertumbuhan dan inovasi ekonomi syariah, sebagaimana dikemukakan dalam State of The Global Islamic Economy Report 2022.

“Di satu sisi, kita memiliki potensi demografi, yaitu populasi muslim terbesar di dunia. Di sisi lain, penilaian ini tentu juga tak lepas dari berbagai capaian dan langkah strategis yang telah diambil Pemerintah, antara lain melalui pembentukan KNEKS), pengelolaan dana haji, serta dukungan terhadap layanan keuangan syariah berbasis teknologi, asuransi syariah, dan manajemen aset. Bahkan, Indonesia saat ini telah menjadi penerbit sukuk terbesar di dunia,” paparnya.

Keuangan Syariah Jadi Bagian Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

 JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wapres KH Ma’ruf Amin menyatakan bangsa Indonesia saat ini juga patut bersyukur karena industri keuangan syariah turut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi bangsa pascapandemi.

“Beragam faktor ini memberikan atmosfer positif dan membangkitkan kepercayaan dan harapan, bahwa industri jasa keuangan syariah Indonesia akan berkembang semakin pesat, baik di tingkat domestik maupun global,” ungkapnya baru-baru ini.

Terkahir, Wapres menekankan bahwa pengembangan industri jasa keuangan syariah bukan sekedar buah komitmen tinggi Pemerintah, sinergi Kementerian dan Lembaga dan dukungan regulator, melainkan juga partisipasi aktif dari pelaku industri dan kalangan dunia usaha.

“Menara Syariah yang akan kita saksikan peresmian topping off-nya hari ini adalah wujud nyata daripada kontribusi kalangan dunia usaha, yakni melalui penyediaan infrastruktur berupa kawasan pusat keuangan syariah internasional,” pungkasnya.

 

 

Agung Sedayu dan Salim Grup Bangun Islamic Financial Centre di Pantai Idah Kapuk

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Direktur Utama Agung Sedayu Group Nono Sampono menyebutkan bahwa Menara Syariah yang diresmikan hari ini akan menampung bank-bank syariah serta para otoritas jasa keuangan (OJK) syariah nasional dan internasional.

“Kita berharap dengan potensi yang dimiliki oleh bank-bank syariah dan para OJK syariah nasional dan internasional, akan berinteraksi dan berkolaborasi dengan kekuatan ekonomi lainnya terutama UMKM. Sehingga pada gilirannya akan berkembang kekuatan untuk memperkokoh salah satu pilar ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dilansir dari keterangan pers Agung Sedayu Group, dalam upaya mencapai target Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, Agung Sedayu Group dan Salim Group telah membangun Islamic Financial Centre di kawasan PIK 2 sebagai tempat sinergi seluruh kekuatan keuangan syariah di Indonesia.

Hal tersebut ditujukan untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Jakarta sebagai International Shariah Financial Hub (Pusat Keuangan Syariah Internasional).

Adapun tahap awal pengembangan Islamic Financial Centre tersebut adalah pembangunan Menara Syariah yang berbentuk dua bangunan kembar dengan luas bangunan 100.000 m2 dan diperkirakan akan menampung sekitar 5.000 pekerja.

Hadir dalam acara topping off ini, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Pimpinan Agung Sedayu Group Sugianti Kusuma, Perwakilan dari Salim Group Franky Welirang, serta para investor dan pemangku kepentingan terkait.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim, serta Tim Ahli Wapres Iggi Haruman Achsien dan Farhat Brachma.