Berita Terkini

Gila! Djan Faridz Sebut Akan Menikahi Ahok Jika Ahok Perempuan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz menyebut akan menikahi terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok jika Cagub DKI ini perempuan.

“Kalau si Ahok perempuan, gue kawinin juga dia jadi istri keempat. Tapi enggak bisa, gue bersaudara sama dia,” kata Djan di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017) dikutip Kompas.

Pada kesempatan itu, Djan mengakui sudah menikahi saudara istri Ahok, Veronica Tan. Sehingga kini Djan dan Ahok memiliki hubungan keluarga.

“Saya di-bully habis-habisan, banyak yang sebar foto saya sama istri saya. Djan Faridz itu kakak iparnya Ahok dari istri ketiganya, kalau istri ketiga memang kenapa?” ungkapnya menggerutu.

Lebih dari itu, ia tetap berkomitmen untuk mendukung pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sumber: Kompas.com

Kasus Social Kitchen Solo Makin Runyam, LUIS Desak Non-aktifkan Jaksa Terkait

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Kasus Social Kitchen yang menyeret para pengurus Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) semakin runyam. Humas LUIS, Endro Sudarsono menilai, kasusnya tersebut ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang hendak membungkam aksi amar ma’ruf nahi munkar (amanar) di Solo.

“Seperti yang disampaikan TASNIM (Tim Advokasi Nahi Munkar -red), kasus ini sepertinya ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab,” katanya saat ditemui jurniscom di Lapas kedungpane Jl. Raya Semarang-Boja KM. 4, Ngaliyan, Kota Semarang, Sabtu (18/3/2017).

Praktisi hukum ini mengatakan, proses hukum yang dialami pegiat amanar ini rancu dan tumpang tindih. Menurutnya, pihak kejaksaan terkait telah melanggar surat penetapan Hakim PN Surakarta. Sebab, kata dia, seharusnya para tersangka tersebut ditahan di Solo tapi dipaksakan dibuat surat penetapan susulan yang akhirnya para tersangka ini ditahan di Semarang.

“Kerancuan ini diantaranya adanya surat susulan yang dibuat dimana itu dengan tersangka kasus yang sama, orang yang sama dan diwaktu yang sama tapi ada dua surat penetapan hakim yang berbeda. Padahal, surat penetapan sebelumnya belum dibatalkan,” jelasnya.

(Baca juga: Dinilai Janggal dan Sepihak, Ratusan Massa Umat Islam Gelar Unjuk Rasa di Kejari Surakarta)

Untuk itu, LUIS melalui penasehat hukum akan terus berkoordinasi dan akan membuat pengaduan yang akan disampaikan oleh komisi kejaksaan, dan diantara tuntutannya adalah supaya jaksa yang terlibat diberi sanksi administrasi dan menjadi jaksa nonfungsional.

“Kami akan mengadukan pelanggaran ini dan menuntut sanksi administrasi dan meminta untuk menonaktifkan terhadap jaksa yang terlibat,” tuturnya.

Berkenaan dengan pemindahannya dari Mapolda Jateng ke Lapas Kedungpane, ia menyebut kondisi Kedungpane lebih baik dari Mapolda Semarang. Kendati demikian, pemindahan ini tetap menyalahi prosedur administrasi.

“Secara pribadi lebih baik tapi secara administrasi tetap bermasalah,” tutup Endro.

Diketahui, proses selanjutnya yaitu persidangan para tersangka kasus Social Kitchen akan disidangkan Selasa 28 maret 2017 pukul 09.00 di Pengadilan Negeri Semarang, Jl. Siliwangi No.512, Krapyak, Semarang.

Meski Mata Bengkak Merah, UBN Tetap Hadiri Tablig Akbar Tasik

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan orang menghadiri acara tabligh akbar terbuka yang dihadiri oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), KH. Bachtiar Natsir. Kegiatan dilaksanakan di halaman Masjid Persis, Panyusuhan, Pakemitan Kidul, Ciawi, Tasikmalaya, Sabtu (18/3/2017).

Tabligh Akbar ini digagas oleh Keluarga besar Pimpinan Daerah Persatuan Islam (Persis) dan dimotori oleh PD Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya. Acara ini bertajuk energi aksi 411 dan 212 sebagai upaya merawat persatuan ukhuwah Islam demi kokoh, kukuh teguhnya keutuhan NKRI.

Selain diisi oleh pimpinan AQL Islamic Center itu, tabligh akbar juga diberi sambutan oleh wakil ketua umum PP Persis Dr. H. Jeje Zainudin, M.Ag. Dalam sambutannya, ia mengatakan tentang pentingnya persatuan umat Islam.

“Demi ukhuwah dan persatuan, kami ridho mengenyampingkan masalah furuiyah (ranting dalam agama -red) yang tidak bisa dihindari dalam tubuh umat Islam,” ungkap Jeje dalam sambutannya.

Diketahui, meski Ustaz Bachtiar Nasir atau yang karib disapa UBN terlihat kurang sehat, ia tetap menghadiri undangan dari salah satu ormas Islam terbesar ini.

“Ustaz Bahtiar Nasir sebenarnya kurang sehat. Terlihat dengan mata yang bengkak dan merah. Tapi bengkak mata merah beliau tidak menghalangi untuk hadir demi cintanya kepada kaum muslimin,” tutur ulama muda Tasik ini.

Dinilai Janggal dan Sepihak, Ratusan Massa Umat Islam Gelar Unjuk Rasa di Kejari Surakarta

SOLO (Jurnalislam.com) – Ratusan massa dari berbagai elemen umat Islam melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Surakarta, yang terletak di Jalan Kepatihan No. 1 Surakarta Jum’at (17/3/2017). Mereka menuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta untuk memindahkan Ke 11 pengurus LUIS dan 1 wartawan panjimas.com ke LP Surakarta dan menggelar persidangan di kota Surakarta.

“Aksi yang kami lakukan siang ini menuntut keadilan bagi para pejuang Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang sedang di zalimi oleh para penguasa terutama pihak Kejari Surakarta dan JPU kasus Social Kitchen,” Kata Korlap aksi, Achmad Sigit kepada jurniscom di sela-sela aksi.

Menurutnya, sesuai surat penetapan dari Pengadilan Negeri (PN) nomor 07/pen.pid/2017/PN.skt. menerangkan penambahan penahan bagi keduabelas tersangka selama 1 bulan terhitung sejak 5 maret dan penahan ditempatkan di LP Surakarta.

“Akan tetapi ketika kami dan keluarga membezuk ke sana tidak kami ketemukan,” ungkapnya.

Aksi yang juga dihadiri keluarga tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) ini mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Mapolresta Surakarta. Aksi tersebut di isi dengan orasi dari para perwakilan elemen dan dari perwakilan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

Dalam orasinya, Suro Wijoyo, anggota divisi advokasi dan kelaskaran DSKS mempertanyakan keputusan dari kajari tentang tidak dilakasanakannya keputusan dari PN Surakarta. Ia menilai, alasan keamanan bukan menjadi pilihan untuk melakukan pemutusan sepihak ini.

“Domilisi kejadian di Solo lalu kenapa disidang di Semarang, kalian sudah dijamin keamanan oleh Kapolres, DSKS, MUI Solo tapi kenapa tidak mau dan tidak percaya dengan umat Islam. Pak Bambang (ketua kajari) dan stafnya lakukanlah keputusan dari pengadilan negeri Solo,” katanya mempertanyakan.

Sementara itu Sekjen DSKS, Ustaz Tengku Adzar menegaskan, alasan keamanan yang menjadikan tidak dipindahkannya para aktifis LUIS ini bentuk teror terhadap rakyat Solo. Ia menyatakan, selama ini umat Islam Solo selalu taat dan damai mengikuti prosedur hukum untuk mengawal para tersangka yang tersandung kasus Social Kitchen ini.

“Jika terbukti bahwa kejari tidak menjalankan keputusan dari PN Surakarta bahwa para tersangka kasus sosial kitchen seharusnya 5 Maret sudah dipenjara atau ditahan di rutan Surakarta tapi kemudian ditolak oleh kejari, maka bertobatlah kepada Allah dan lakukan upaya hukum agar para tersangka ini bisa dipindahkan ke rutan Surakarta,” tegas dia.

“Namun jika alasannya bahwa nanti di Solo muncul orang orang yang radikal berarti aparat lah yang telah menuduh dan melakukan teror di kota Solo ini,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung tertib dan aman ini ditutup dengan doa oleh ustadz Tengku Adzar untuk pertolongan para pegiat pemberantasan kemaksiatan ini.

Reporter: Arie Ristyan

Ansharusy Syariah Sebut KH Hasyim Muzadi Figur Pluralitas

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sesosok tokoh dan aset umat Islam, mendiang KH Hasyim Muzadi mengedukasi tentang arti kuat sebuah toleransi beragama. Ia dinilai Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir sebagai tokoh pluralitas, bukan pluarisme.

“Beliau ini mengakui pluralitas tapi tidak pluralisme pemikirannya. Tidak pernah menganggap semua agama itu sama,” katanya kepada jurniscom, Jumat (17/3/2017).

Ustaz Iim, sapaan karibnya menjelaskan perbedaan diantara keduanya. Menurutnya, pluralisme itu yang sifatnya berpikir menyamakan semua agama, kalau pluralitas mengakui adanya perbedaan diantara agama-agama.

“Ranah Ijtihad yang sangat luas dan beliau saya lihat masih dalam koridor yang pas. Maaf kalau Gusdur kan pluralisme, kalau beliau ini tidak pernah,” jelas putra sulung Abu Bakar Baasyir ini.

“Kalau saya lihat beliau cukup bisa memposisikan masalah toleransi. Bisa berdiri dalam posisinya,” tambahnya.

KH Hasyim dalam beberapa sikap, kata dia, menunjukan ketegasan sebagai muslim kepada kalangan anti Islam. Ketika tudingan-tudingan yang tidak baik ditujukan kepada Islam, dia cukup tegas untuk membungkam pandangan mereka.

“Pernah beliau ucapkan secara tegas masalah toleransi dalam beragama. Satu hal yang cukup bagus,” paparnya.

Lebih dari itu, pengasuh pondok pesantren Al Mukmin, Ngruki ini merasa kehilangan teladan yang cukup aktif mengedukasi masyarakat ini. Ia menyebut, KH Hasyim mempunyai visi cinta kepada negeri lebih dari masyarakat umumnya.

“Beliau salah seorang seorang ulama umat yang memberikan banyak pelajaran. Walaupun bukan berarti sebagai sosok yang tidak memiliki kekurangan, kita bukan memuji sampai tingkat memuja,” papar dia.

Tepat 6 Tahun Perang Suriah, 67.000 Tentara Assad Tewas, Ini Perinciannya

SURIAH (Jurnalislam.com) – Revolusi Suriah mendekati tahun keenam, di mana tanggal hari ini Sabtu 18 Maret adalah tepat tahun keenam pecahnya revolusi yang berubah mejadi perjuangan bersenjata global yang pada awalnya karena sejumlah besar kekerasan yang dilancarkan rezim Nushairiyah Suriah dalam menekan protes damai rakyatnya dengan keganasan militer.

Unit Statistik jaringan ElDorar AlShamia bekerjasama dengan beberapa sumber militer telah mendokumentasikan perkiraan statistik jumlah kerugian pasukan rezim Syiah Suriah, dan milisi yang didukung Iran selama enam tahun terakhir.

Jumlah kematian pasukan rezim Syiah Assad secara resmi diperkirakan 67.000 lebih tentara tewas, di mana Divisi Ketiga, Keempat, Ketujuh dan Kesembilan menderita kerugian porsi terbesar, sementara milisi Pertahanan nasional secara resmi diperkirakan kehilangan 31.000 milisi Syiah pendukung militer Assad.

Pasukan rezim Nushairiyah dan milisi Syiah Pertahanan Nasional paling banyak tewas di pedesaan selatan Latakia, Tartous, dan pedesaan barat Hama serta pedesaan barat Homs.

Jumlah korban tewas milisi Syiah Hizbullah Lebanon adalah yang paling banyak di antara milisi Syiah lain dukungan Iran yang berperang di Suriah, diperkirakan 2.700 pasukan, sedangkan milisi Syiah Irak dan Syiah Afghanistan kehilangan 3600 militan, terbanyak adalah Brigade Syiah Afghanistan Fatemion dan gerakan Syiah Irak Nujaba.

Pengawal Garda Revolusi Iran, Pasukan Khusus dan Brigade 65 Iran diperkirakan kehilangan 1.300 pasukan, dimana kerugian mereka meningkat secara signifikan pada akhir 2015.

Statistik juga menunjukkan bahwa kerugian untuk faksi revolusioner (Ahrar al-Sham, Jaish al-Islam, Jabhat Fath al-Sham/Jabhah Nusrah dan Lewaa ‘al-Tawhid) diperkirakan 26.700 mujahidin. Sedangkan faksi FSA (Free Syirian Army) kehilangan sedikitnya9 ribu orang.

Perlu dicatat bahwa pada tahun 2016, terutama pada semester pertama, jumlah korban faksi revolusioner meningkat karena intervensi militer Rusia langsung yang dimulai September 2015.

Taliban: 17 Tewas dan 2 Tank Hancur dalam Pertempuran di Baghlan

BAGHLAN (Jurnalislam.com)Al-Emarah News Jumat (17/03/2017) mengatakan sebanyak 17 personil militer gabungan bentukan AS telah tewas dalam pertempuran mematikan di bagian utara Afghanistan di provinsi Baghlan.

Pertempuran yang berlangsung sepanjang hari menewaskan 14 tentara boneka AS di distrik Baghlan-e-Markazi di provinsi Baghlan Utara saat serangan musuh untuk memecahkan pengepungan Mujahidin terhadap basis mereka digagalkan, tambahnya.

Al-Emarah News secara terpisah mengatakan, sedikitnya 3 tentara boneka tewas dan 2 tank lapis baja hancur setelah serangan Taliban terhadap konvoi militer musuh di distrik Pol-i-Khomri provinsi ini pada hari Jumat.

Sedikitnya 42 Orang Tewas dalam Serangan Udara pada Kapal Pengungsi Somalia

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 42 orang tewas dan 80 lainnya terluka dalam serangan udara menargetkan kapal yang membawa migran Somalia, termasuk wanita dan anak-anak, Organisasi Internasional untuk Migrasi (the International Organization for Migration-IOM) mengatakan pada hari Jumat (17/03/2017).

“Serangan itu terjadi di Laut Merah Yaman, Kamis malam,” kata juru bicara IOM Joel Millman dalam konferensi pers di Jenewa, World Bulletin melaporkan Jumat.

Millman mengatakan ia tidak dapat mengkonfirmasi apakah serangan itu dilakukan oleh helikopter tempur Apache.

“Perahu penuh dengan imigran Somalia yang menuju ke Sudan. Sejauh ini, sedikitnya 31 imigran dipastikan tewas,” katanya.

Dari 80 orang yang terluka, 24 tetap dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Anshar Jihad Rilis Video Latihan Pertempuran Jarak Dekat Unit Khusus

SURIAH (Jurnalislam.com)Anshar Jihad, sebuah faksi jihad al Qaeda yang terdiri dari pejuang Asia dan Turki Tengah, telah merilis sebuah video memperlihatkan kamp pelatihan lain di Suriah utara. Tidak seperti video kamp pelatihan lainnya, kamp sementara ini berfokus pada pelatihan senjata ringan, bahan peledak, dan unit tempur khusus dalam pertempuran jarak dekat. The Long War Journal melaporkan, Jumat (17/03/2017)

Sebagian besar video didedikasikan untuk menunjukkan pelatihan menembakkan senjata serbu di dekat bangunan yang telah ditinggalkan di suatu tempat di barat laut Suriah. Senapan serbu Kalashnikov dan senapan mesin PK ditampilkan, bersama dengan penggunaan bahan peledak dan granat roket (RPG). Video berakhir dengan mujahidin mengambil bagian dalam pelatihan fisik. Video pelatihan sebelumnya berfokus pada penembak jitu dan pertempuran jarak dekat.

Anshar Jihad adalah faksi jihad al Qaeda yang telah berjuang bersama cabang utama al Qaeda di Suriah dalam banyak pertempuran. Kelompok ini telah memberitakan perannya dalam pertempuran di Aleppo, termasuk serangan Oktober 2016 pimpinan al Qaeda bernama “Battle of Abu Omar Saraqib.” Seorang komandan militer Uighur al Qaeda yang syahid dalam serangan pesawat tak berawak AS awal tahun ini bersama seorang veteran al Qaeda yang dikenal sebagai Abu Khattab al Qahtani.

Komandan jihadis, Abu Omar al Turkistani, merupakan tokoh peran utama dalam terbentuknya Hay’at Tahrir al Sham (HTS), penggabungan antara Jabhat Fatah al Sham (JFS, cabang Al Qaeda di Suriah) dan beberapa faksi-faksi jihad lainnya. Turkistani mengambil posisi di tandzim jihad yang baru dibentuk itu. Dengan demikian, kemungkinan Anshar Jihad merupakan anak dari JFS / HTS.

Anshar Jihad juga memiliki hubungan dengan Uni Jihad Islam al-Qaeda (Islamic Jihad Union-IJU) di Afghanistan. Turkistani adalah mantan komandan di IJU sejak sekitar 2011 hingga 2015 saat ia pindah ke Suriah untuk bergabung dengan jihadis di sana. Pada halaman Telegram Anshar Jihad, mereka juga memuji pejuang IJU yang gugur dan telah berbagi video tentang perjuangan mereka.

Turki Kutuk Serangan di Masjid Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus pada hari Jumat mengutuk pemboman sebuah masjid di Suriah utara sebagai “kejahatan perang”, Anadolu Agency melaporkan Jumat (17/03/2017).

Serangan udara di sebuah masjid di desa Al-Jina, yang terletak di sebelah barat kota Aleppo menuju perbatasan dengan provinsi Idlib, menewaskan 58 orang sedang Shalat pada Kamis malam.

“Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, ini adalah kejahatan perang,” kata Kurtulmus kepada wartawan di provinsi barat laut Canakkale. “Membom warga sipil sedang Shalat, orang di masjid, dan rumah ibadah tidak dapat diterima.”

Masih belum jelas siapa yang bertanggung jawab untuk serangan udara tersebut. Pesawat-pesawat tempur Suriah dan Rusia beroperasi di daerah tersebut, dan militer AS mengatakan melakukan serangan udara menargetkan mujahidin al-Qaeda pada hari Kamis di Idlib tetapi menghindar dan membantah membom sebuah masjid.

Bunuh 58 Anggota Jamaah Tabligh Sedang Shalat, Rusia: Serangan Udara di Masjid Aleppo oleh AS

Pejabat pertahanan sipil Yahya Javad mengatakan, serangan itu juga melukai puluhan lainnya di daerah kota Al-Etarip.

Javad mengatakan pejabat pertahanan sipil berusaha menyelamatkan orang dari reruntuhan masjid: “Ada 200-300 orang di masjid [saat serangan terjadi].”

Dia mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat, meskipun tim pertahanan sipil telah berupaya menjangkau orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan.

Dia menekankan: “Menyerang masjid dengan jet tidak dapat diterima.”

Serangan udara itu terjadi sehari setelah serangan bom martir di ibukota Damaskus yang menewaskan sedikitnya 30 orang dilingkungan rezim Syiah Nushairiyah.