Berita Terkini

BPJPH: Tiga Tahun,  749 Ribu Produk Telah Tersertifikasi Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama telah menginjak usia lima tahun pada Oktober 2022. Sejumlah capaian jaminan produk halal (JPH) berhasil ditorehkan oleh unit eselon I termuda di Kementerian Agama ini.

Pertama, tercatat adanya peningkatan rata-rata jumlah produk tersertifikasi halal setiap tahunnya. “BPJPH berdiri pada 11 Oktober 2017. Sementara, layanan sertifikasi halal baru kita mulai pada 17 Oktober 2019. Artinya, baru tiga tahun layanan sertifikasi halal dilakukan BPJPH,” ungkap Kepala BPJPH M. Aqil Irham, di Jakarta, Jumat (21/10/2022).

Berdasarkan data Sistem Informasi Halal (SiHALAL), Selama kurun waktu 2019-2022, tercatat sebanyak 749.971  produk telah tersertifikasi halal.

“Maka, kalau kita melihat data, rata-rata ada 250 ribu produk per tahun yang berhasil kita berikan sertifikasi halal,” ujar Aqil.

Rata-rata ini, lanjut Aqil, meningkat jika dibandingkan angka sertifikasi halal sebelum dikelola BPJPH. “Sebelumnya, rata-rata jumlah produk tersertifikasi halal pertahunnya hanya 100 ribu. Jadi saat ini naik sekitar 2,5 kali lipat,” ungkapnya.

BPJPH, lanjut Aqil, terus berupaya untuk meningkatkan capaian ini. “Segala upaya kita kerahkan untuk meningkatkan capaian sertifikasi halal ini. Hal ini dilakukan untuk mencapai cita-cita agar Indonesia menjadi produsen produk halal nomor 1 di dunia pada 2024,” ujar Aqil.

Perbaikan juga dilakukan BPJPH di semua lini. Hal ini dimulai dari penerbitan 1 Peraturan Pemerintah, 5 Peraturan Menteri Agama (PMA), 3 Keputusan Menteri Agama (KMA), 1 Peraturan Badan, dan 8 Keputusan Kepala Badan.

Upaya untuk memberikan pelayanan sertifikasi halal yang lebih mudah, murah, dan cepat, dilakukan BPJPH dengan menerapkan transformasi digital dalam proses registrasi dan sertifikasi halal. “Saat ini, SiHALAL sudah terintegrasi dengan OSS BKPM dan sistem Lembaga Pemeriksa Halal (LPH),” kata Aqil.

“Pendaftaran sertifikasi halal juga telah dilakukan secara online melalui ptsp.halal.go.id. Ini yang kami perkirakan membuat pendaftaran sertifikasi halal meningkat, karena semakin mudah,” sambungnya.

Belum lagi penetapan tarif sertifikasi halal oleh Kementerian Keuangan, menjadikan proses bisnis yang dilakukan lebih jelas. “Berdasarkan PMK 57 tahun 2021, sudah ada parameter tarif yang jelas, dan lebih murah dibandingkan sebelum-sebelumnya,” jelas Aqil.

Di bidang registrasi dan sertifikasi halal,  program fasilitasi diperkuat. Pada 2020, BPJPH memberikan fasilitasi sertifikasi halal bagi sekitar tiga ribu pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK). Angka ini ditingkatkan pada 2021, dengan menggelontorkan program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) bagi 10 ribu UMK.

Di tahun yang sama, pertama kali BPJPH  memperkenalkan program sertifikasi halal dengan mekanisme pernyataan pelaku usaha (self declare). “Tahun 2022, program Sehati kita lanjutkan. Di tahun ini, BPJPH memberikan fasilitasi bagi 349.834 pelaku UMK yang mengajukan sertifikasi halal melalui mekanisme self declare,” papar Aqil.

Perbaikan juga dilakukan di bidang pembinaan dan pengawasan jaminan produk halal. Saat ini, BPJPH telah menggandeng 151 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LPPPH) yang terdiri dari ormas Islam dan universitas.

BPJPH juga telah mensertifikasi 344 penyelia halal dan 18.248 pendamping Proses Produk Halal (PPH). “Jumlah ini akan terus kami tingkatkan agar bisa menjangkau 37 provinsi di Indonesia,” tutur Aqil.

Hal serupa dilakukan pada bidang kerja sama dan standardisasi halal. Saat ini, ungkap Aqil, BPJPH telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan 203 lembaga dalam negeri dan 4 lembaga luar negeri.

Untuk memastikan standardisasi jaminan produk halal, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) diperbanyak dan diperkuat. Bila sebelumnya Indonesia baru memiliki tiga LPH maka di Oktober sudah berdiri 28 lembaga. Tak kurang sebanyak 497 auditor halal pun dilatih dan disertifikasi. “Akhir tahun ini kita dorong minimal ada 30 LPH. Jadi jumlahnya bisa meningkat 10 kali lipat. Kita berharap ini bisa mempercepat capaian sertifikasi halal,” paparnya.

“Kita juga menerima pengajuan akreditasi dan saling berketerimaan dari 99 Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) dari 40 negara,” papar Aqil.

 

Hari Santri, Momen Doakan Bangsa dan Ulama

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Sejak ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 2015, 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri. Peringatan Hari Santri ini lalu digelar di seantero negeri, tidak hanya pesantren tapi juga beragam lapisan masyarakat di Indonesia.

Memimpin upacara Hari Santri di halaman kantor pusat Kementerian Agama, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengajak para santri untuk istiqamah pada jalan perjuangannya, membela agama dan bangsa, serta menjaga martabat kemanusiaan. Menag juga mengajak para santri dan masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan para pahlawan bangsa, termasuk kiai dan ulama, yang telah syahid dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemaslahatan Indonesia.

“Doakan bangsa dan ulama, jaga martabat kemanusiaan,” pesan Menag selaku inspektur Upacara Peringatan Hari Santri di Jakarta, Sabtu ((22/10/2022).

 

Upacara ini diikuti pejabat Eselon I dan II, serta para pejabat fungsional dan pegawai Kementerian Agama. Berbeda dari biasanya, Menag beserta seluruh peserta upacara mengenakan kain sarung dipadukan peci hitam. Upacara ini juga diikuti ribuan santri dan ASN Kementerian Agama dari berbagai daerah di Indonesia secara streaming.

“Melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2022 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Amin,” ajak Menag.

 

Dijelaskan Gus Men, panggilan akrabnya, Peringatan Hari Santri 2022 mengangkat tema ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’. Tema ini memberi pesan bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Dulu, lanjut Menag, ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga, berperang melawan penjajah. Ada banyak catatan sejarah yang menggambarkan kiprah para santri berperang melawan penjajah.

Menggunakan senjata bambu runcing yang terlebih dahulu didoakan Kiai Subchi Parakan Temanggung misalnya, mereka tidak gentar melawan musuh. Di Surabaya, Resolusi Jihad yang digelorakan Kiai Hasyim Asy’ari membakar semangat pemuda Indonesia melawan Belanda. Di Semarang, ketika pecah pertempuran lima hari di Semarang, para santri juga turut berada di garda depan perjuangan.

“Di tempat lainnya sama. Santri selalu terlibat aktif dalam peperangan melawan penjajah,” tutur Menag.

Pada masa ketika Indonesia sudah memproklamirkan diri sebagai negara yang merdeka, santri juga tidak absen. Disebutkan, KH. Wahid Hasyim, ayah KH Abdurrahman Wahid, adalah salah satu santri yang terlibat secara aktif dalam pemerintahan di awal-awal kemerdekaan. Dialah, bersama santri-santri, dan tokoh-tokoh agama lainnya turut memperjuangkan kemaslahatan umat agama-agama di Indonesia.

Pascakemerdekaan Indonesia, santri juga lebih semangat lagi memenuhi panggilan Ibu Pertiwi. Mereka tidak asyik dengan dirinya sendiri, tetapi terlibat secara aktif di dunia perpolitikan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan, selain juga agama.

 

Kiprah Santri Diakui Negara

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Hari Santri sejak ditetapkan Presiden Jokowi pada 2015, diperingati oleh banyak pihak. Hari ini, Jumat (21/10/2022), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghadiri Peringatan Hari Santri yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Kemenkopolhukam).

Peringatan kali ini diselenggarakan dalam bentuk Halaqah Kebangsaan dengan tema “Ideologi Negara, Ideologi Santri”.

Hadir membuka Halaqah, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa peran serta kiprah santri sangat diakui oleh negara. Salah satu bentuk pengakuan atas kiprah santri yang dilakukan bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka adalah adanya Peringatan Hari Santri.

“Alhamdulillah, memang peran santri di Indonesia ini diakui oleh negara. Yaitu dengan ditetapkannya Hari Santri. Santri terus berkiprah, bahkan sejak sebelum kemerdekaan,” kata Wapres.

Wapres menuturkan, peran santri tidak hanya sampai mengusir penjajah dari bumi Indonesia, tetapi santri juga terlibat dalam menyusun konstitusi negara.

“Santri terus berkiprah hingga hari ini dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dan mengisi pembangunan menuju Indonesia maju,” ungkap Wapres.

Menurutnya, terdapat tiga doktrin yang dipegang teguh oleh santri sehingga dapat terus berperan dalam sejarah bangsa Indonesia.

Pertama, hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Karena itu santri siap melakukan apa saja untuk membela, memperjuangkan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ini karena hubbul wathan minal iman terus ditanamkan. Itu saya kira yang membuat santri siap bahkan mengorbankan nyawanya untuk bangsa dan negara,” ujar Wapres.

Kedua, masih menurut Wapres, adalah hifdzul mitsaq, menjaga kesepakatan. Slogan NKRI yang tertuang dalam Mars Hari Santri artinya adalah memegang teguh kesepakatan dan menolak kesepakatan lain.

Ketiga, semangat memakmurkan bumi. Ini adalah perintah Allah. Terutama oleh karena jabatan manusia sebagai khalifah fil ardh. Untuk mengemban tugas itu, butuh ilmu pengetahuan. Maka santri harus dan wajib semangat menuntut ilmu.

“Santri bertugas melakukan perbaikan-perbaikan. Langkah santri bukan untuk kedudukan tapi untuk melakukan perbaikan. Oleh karena itu, santri siap untuk menerima tugas apapun itu ketika dipercaya untuk berkiprah,” kata Wapres.

 

 

PP Muhammadiyah Luncurkan Wikimu.org

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Untuk meneguhkan sebagai organisasi berkemajuan, Muhammadiyah hadir di ranah digital secara lebih massif. Selain konten-konten yang masih tercecer kini akan lebih terintegrasi dalam sebuah ruang digital yang disebut wikimu.org.

Dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Sabtu (21/10/2022), wikimu.org diluncurkan langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Dadang Kahmad. Hadir juga dalam peluncuran ini yaitu Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah Dr. Mukhlas MT, Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, para pengurus MPI PP Muhammadiyah, dan peserta dari Amal Usaha Muhammadiyah dan MPI se-Indonesia yang mengikuti secara daring dan luring.
Pada kesempatan tersebut Dadang Kahmad menyampaikan tentang inovasi yang menjadi karakter Muhammadiyah. “Peluncuran wikimu.org melengkap karya-karya MPI yang sudah dibuat sebelumnya seperti TVMU, Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM), DigiMu, rintisan Fiqih Informasi, Museum Muhammadiyah, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW), buku Ensiklopedi Muhammadiyah, buku Fachrodin, dan yang lainnya.”

Kehadiran wikimu.org ini menurut Mukhlas MT, tiada lain merupakan persembahan MPI di akhir periode ini untuk meneguhkan Muhammadiyah di ranah digital. “Jadi walaupun ini sudah akhir periode, MPI ini terus berkarya, membuat sesuatu untuk kemajuan Muhammadiyah.”

Secara teknik, wikimu.org menurut Arif Nurahman sebagai sekretaris program, berbeda dengan website dan media lain yang sudah ada di Muhammadiyah. Sebab wikimu platform baru yang memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengisi, mengedit dan menyempurnakan konten yang sudah ada. “Jadi wikimu.org ini merupakan sarana digital yang dipersembahkan bukan hanya untuk warga Muhammadiyah, tetapi juga unyuk seluruh ummat manusia yang membutuhkan informasi tentang Muhammadiyah secara dinamis.”

Dalam sesi diskusi tentang “Transformasi Muhammadiyah di Era Digital”, Agus Sudibyo menyatakan bahwa Muhammadiyah sebenarnya sudah bertransformasi sejak dulu, yang dibutuhkan justru Muhammadiyah membantu transformasi negeri ini.

Namun demikian, Sudibyo juga mewanti-wanti bahwa dunia digital ini banyak persoalan, karenanya harus disikapi secara serius. “Karenanya saya berharap digitalisasi harus masuk ke kurikulum sekolah. Sekarang dampak negatif digital sudah sangat nyata dan massif, tapi menanganinya belum serius. Karenanya harus menjadi bagian dari pembelajaran formal agar lebih serius. Di sini Muhammadiyah harus ambil peran.”

Dalam meningkatkan kemampuan digitalisasi ini, maka Nur Azizah dari Kominfo RI menyampaikan pentingnya para pimpinan seperti di Muhammadiyah untuk memiliki kecakapan digital.

Ustaz Dasrizal Raih Juara 1 MTQ Internasional di Kuwait

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Prestasi internasional kembali diraih qari Indonesia.  Dasrizal M. Nainin, utusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumatera Barat (Sumbar) meraih Juara 1 pada MTQ Internasional di Kuwait yang dilaksanakan pada 10-19 Oktober 2022.

“Selamat kepada Ustaz Dasrizal yang meraih Juara 1 MTQ Internasional di Kuwait. Ini kabar gembira melengkapi kegembiraan kita setelah suksesnya MTQ Nasional ke-29 di Kalsel,” ungkap Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis (20/10/22).

Kamaruddin berkomitmen bahwa pihaknya bersama LPTQ akan terus melakukan pembinaan kepada generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an. Upaya pembinaan terus dilakukan di tingkat Nasional hingga Kabupaten/Kota bahkan Kecamatan.

“Prestasi di kancah internasional tentu saja mengharumkan nama bangsa. Ini juga menjadi optimisme dan harapan kita semua untuk terus melakukan pembinaan kepada masyarakat,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum LPTQ Nasional.

Dirjen meyakini, para qari merupakan influencer di tengah masyarakat. Ia berharap qari mampu menjadi katalisator semangat masyarakat untuk belajar, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

“Bacaan Al-Qur’an dengan suara indah para qari akan melahirkan kecintaan masyarakat untuk belajar Al-Qur’an. Seiring berjalannya waktu, masyarakat akan terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an yang dipenuhi dengan muatan paham moderat serta penyemai kerukunan di tengah masyarakat,” harap Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini.

Terpisah, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadits Kemenag Rijal Ahmad Rangkuty menambahkan, MTQ Internasional Kuwait merupakan salah satu MTQ bergengsi. Ia mengaku bersyukur atas capaian qari Indonesia di ajang tersebut.

“Kita bersyukur dan ini menjadi bukti bahwa generasi kita mampu sejajar bahkan unggul di kancah internasional. Sesuai arahan Ketua Umum LPTQ Nasional, kita akan terus memberikan pembinaan dan kesempatan kepada qari dan hafiz Indonesia untuk berlaga di MTQ Internasional,” tandas pria yang hafal 30 Juz Al-Qur’an ini.

Sebagai informasi, Dasrizal merupakan Juara 2 Tilawah Dewasa pada MTQ Nasional ke-28 di Kota Padang, Sumatera Barat. Selain Dasrizal, Kemenag juga mengutus Haris Dwi Putra pada Cabang Hafalan 30 Juz di MTQ Internasional Kuwait. (kemenag)

PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Serius Tangani Gagal Ginjal Akut pada Anak

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Banyaknya laporan tentang masalah kesehatan ginjal akut pada anak, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas meminta pemerintah turun tangan atasi masalah ini, sebab dikhawatirkan akan merugikan masa depan bangsa.

Menurutnya, masalah kesehatan ginjal akut yang menjadi temuan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak boleh dipandang sebelah mata. Ini masalah serius, sebab bukan merugikan anak-anak dan keluarganya, tetapi juga mengancam masa depan bangsa. Sebab mereka adalah generasi penerus yang akan mengisi bangsa ini di masa depan.

“Untuk itu karena negara adalah melindungi dan mensejahterakan rakyat, maka pemerintah harus turun secepatnya untuk mengetahui sebab musabab mengapa hal demikian sampai terjadi,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/10).

Terkait langkah yang sudah diambil, dirinya mengapresiasi itu, tetapi tidak boleh ada pembiaran. Diperlukan langkah taktis dan jangka panjang supaya kasus serupa tidak terulang. Dengan demikian akan lebih banyak anak-anak yang bisa diselamatkan. Karena menyelamatkan anak-anak Indonesia, sama dengan menyelamatkan masa depan.

Dia menegaskan jangan sampai anak-anak sebagai aset masa depan bangsa terenggut masa kecilnya disebabkan masalah kesehatan. Anak-anak Indonesia harus sehat, cerdas, berakhlak utama supaya mereka menjadi anak-anak yang produktif.

“Kalau hal demikian terus berlangsung, maka besar kemungkinan anak-anak yang terkena gangguan ginjal tersebut tentu akan menjadi tidak atau kurang produktif,” ungkapnya.

Kembali Pakar Ekonomi Islam ini menegaskan bahwa, masalah kesehatan yang dialami oleh anak-anak akibat masalah kesehatan ginjal akut ini tidak bisa dianggap sebagai masalah yang parsial. Karena selain merugikan anak dan orang tua, juga akan merugikan bangsa dan negara.

“Sehingga hal itu jelas akan sangat mengganggu dan merugikan tidak hanya terhadap diri anak yang bersangkutan tapi juga terhadap kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Dan kita tentu saja tidak mau hal demikian terjadi,” kata Anwar. (muhammadiyah)

 

 

Pentingnya Rekonstektualisasi Islam Melalui Wahana Akademis dan Intelektual

MATARAM(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama kembali menggelar Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Helat ke-21 ini berlangsung di Mataram, 20–22 Oktober 2022 dan mengangkat tema: “Future Religion in G-20, Digital Transformation, Knowledge Management and Social Resilience”.

AICIS diikuti para akademisi kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan peserta lainnya. Ajang akademis ini melibatkan para narasumber kunci dan pembicara undangan yang berasal dari manca negara, dan dari latar belakang agama yang berbeda pula.

Membuka acara, Menag Yaqut Cholil Qoumas meminta agar AICIS tidak hanya membahas public policy, tapi juga tema-tema yang relevan dengan konteks masa kini, baik nasional maupun global. Karenanya, Menag kembali berpesan tentang pentingnya rekonsteksualisasi Islam melalui wahana-wahana akademis dan intelektual.

Menurut Menag, hingga saat ini, wawasan Islam klasik masih didominasi pandangan yang menempatkan non-muslim sebagai musuh atau sekurang-kurangnya sebagai pihak yang harus dicurigai dan diwaspadai. Dijelaskan, non-muslim dinyatakan tidak memiliki kedudukan dan hak yang setara dengan muslim di berbagai ruang publik. Padahal, ujar Menag, wawasan Islam klasik memiliki otoritas yang sangat kuat di mata umat Islam dan dianggap sebagai standar ortodoksi Islam.

Hal ini, menurut Menag, menjadi tantangan tersendiri bagi akademisi, tidak hanya pada aspek pandangan keagamaan saja, tapi juga otoritas pandangan tersebut yang nyata berpengaruh secara luas dan membentuk cara berpikir dan mentalitas umat Islam seluruh dunia. Proses-proses sosial politik, katanya, sangat menentukan terwujudnya otoritas tersebut, sehingga diperlukan bangunan strategi yang menggabungkan tiga elemen utama.

“Pertama, mendorong berkembangnya wacana rekontekstualisasi Islam melalui wahana-wahana akademis dan intelektual,” terang Gus Men, sapaan akrab Menag, di Mataram, Kamis (20/10/2022) malam.

Elemen kedua, terang Menag, adalah medorong terbentuknya konsensus-konsensus di antara kekuatan-kekuatan politik global untuk mendukung upaya rekontekstualisasi Islam dan melegitimasi pandangan Islam yang sesuai konteks kekinian dan nilai-nilai kemanusiaan. Elemen ketiga, terang Gus Men, mendorong tumbuhnya gerakan sosial di tingkat akar rumput untuk menerima nilai-nilai kemanusiaan sebagai nilai universal yang mempersatukan seluruh umat manusia serta mengoperasionalkannya dalam kehidupan sosial-budaya yang nyata.

“Karena yang dihadapi adalah masalah global, maka strategi yang dibangun untuk mengatasinya pun harus berskala global pula. Kita berharap, AICIS menghasilkan peta jalan yang dapat dieksekusi dengan melibatkan para pemimpin dunia, bukan hanya pemimpin agama dan bukan hanya agama Islam saja, tapi seluruhnya secara inklusif, termasuk para pemimpin politik, pemimpin organisasi-organisasi sosial dan pusat-pusat pendidikan, selebriti, dan sebagainya,” papar Menag Yaqut.

“Kalau perlu, tunjuk duta (emmisarries) untuk penugasan menjalankan strategi ini. Artinya, ikhtiar ini memerlukan effort yang serius,” sambungnya.

Tim KM 50 Terlibat Kasus Sambo, Kapolri Didesak Buka Kembali Kasus Pembuhan Laskar FPI

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam mengungkap bagaimana cara polisi bisa membuka kembali kasus KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Hal itu sekaligus menanggapi masuknya nama AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay dalam surat dakwaan Ferdy Sambo, terdakwa perintangan penyidikan dan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Acay juga diduga yang mengamankan CCTV di kasus unlawfull killing atas enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 2020 lalu.

Menurut Anam, ada tiga cara untuk polisi agar bisa mengungkap ulang kasus KM 50 tersebut. “Pertama, memang ditemukan petunjuk bahwa terdapat beberapa kejanggalan terkait peristiwa hukum KM 50,” ujar Anam Rabu (19/10). Kedua, lanjut Anam, ada pengembangan kasus soal siapa sesungguhnya oknum-oknum yang terlibat dalam peristiwa hukum di KM 50.

“Ketiga, ada keinginan dari kapolri untuk membuka terhadap kemungkinan pihak-pihak yang terlibat di internal Polri soal kasus KM 50,” ujar Anam. Pakar hukum tata negara Universitas Indonesia itu menambahkan pengungkapan ulang kasus KM 50 tersebut bakal jadi pekerjaan berat Polri.

sumber:jpnn

Pengamat: Hilangkan Bukti CCTV Sambo, Bukti Satgasus Terlibat Kasus KM 50

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pemerhati Kebangsaan, Rizal Fadillah, mengatakan bahwa terdapat keterkaitan antara keberadaan Satgasus Merah-Putih bentukan Polri dalam Kasus KM 50. Indikasi itu dilihat dari nama-nama dalam Satgasus yang muncul dalam penanganan kasus KM 50.

“Indikasi pertama adalah bahwa Divisi Propam bias dengan Satgasus. Kepala Divisi Propam adalah Ferdy Sambo, dan Kepala Satgasus juga adalah Ferdy Sambo, sehingga terjadi pembiasan,” ujarnya dalam diskusi yang digelar UI Watch, Kamis (20/10).

Menurutnya, fungsi Satgasus dipahami sebagai penyidikan untuk tindak pidana yang menjadi perhatian pimpinan. Dalam hal ini, bisa jadi pimpinan terlibat dalam kasus ini.

“Nuansanya adalah perhatian pimpinan, mungkin pimpinan kepolisian, pimpinan politik, pimpinan negara, sehingga Satgasus punya peran. Maka, KM 50 adalah tindak pidana yang berkaitan dengan perhatian mereka,” lanjutnya.

Ia menyebut keterlibatan sederet nama seperti Fadil Imran, Hendra Kurniawan, Handik Zusen, serta Ari Cahya Nugraha yang terlibat dalam kasus di Duren Tiga sebagai bawahan Ferdy Sambo, juga terlibat dalam kasus KM 50. Ini merupakan bukti bahwa Satgasus turut berkontribusi.

Terlebih, ia menduga adanya perintah komando lapangan dikeluarkan oleh Handik Zusen yang semakin memeperjelas adanya hubungan Satgasus dalam penanganan kasus ini.

Sumber: gatra.com

Kia Masduki Bahas Isu Krusial Timur Tengah dan Peta Pemberitaan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi mengungkapkan sejumlah isu krusial yang menjadi peta politik pemberitaan bagi media di Timur Tengah.

Hal ini Kiai Masduki sampaikan dalam Halaqah Mingguan Infokom MUI bertajuk: Peta Politik Redaksi Media Timur Tengah Terkini.

“Ada beberapa negara yang menjadi faktor kunci bagi perkembangan politik bagi Timur Tengah, satu contoh perkembangan terbaru Arab Saudi,” ujar Kiai Masduki, Rabu (19/10/2022).

Arab Saudi, kata Kiai Masduki, melakukan langkah yang sangat mengagetkan bagi dunia Barat yakni Amerika Serikat dan Eropa.

Kiai Masduki menjelaskan, langkah Arab Saudi terbaru ini tidak mau di dikte oleh Amerika Serikat dan Eropa dalam konteks kouta minyak. Hal ini menjadi pertama kalinya setelah terakhir kali dilakukan oleh Raja Faishal.

Kiai Masduki menilai, isu ini menjadi hal yang penting, bahkan Arab Saudi sampai dituduh Negara yang membela Rusia.

Kiai Masduki juga mengungkapkan, tidak tunduknya Arab Saudi dengan Amerika serikat dipengaruhi oleh konstelasi politik antara Partai Republik dan Demokrat.

Menurutnya, para kader di Partai Republik di AS banyak yang menguasai perusahan-perusahan minyak. Sehingga, hal inilah yang menjadi pemecah antara Partai Republik dan Demokrat.

“Partai Demokrat tidak banyak yang menguasai minyak di AS. Karena konstelasi di internal pecah, itulah yang membuat Arab Saudi punya nyali, melawan (Presiden AS) Joe Bidden, karena didukung oleh tokoh-tokoh di Republik,” ungkapnya.

Kedua, ungkap Kiai Masduki, isu Iran yang menjadi sebuah Negara Timur Tengah yang paling konsisten membela Negara Palestina.

“Ketiga adalah Israel, kita tau Israel ini perkembangan terbaru hubungannya dengan Arab Saudi sangat mesra,” ujarnya.

Meskipun, secara resmi, sampai saat ini belum ada hubungan diplomatik antara Israel dengan Arab Saudi. Tetapi secara de facto, hubungannya sangat dekat.

Terutama, jelas Kiai Masduki, kedekatan pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman (MDS), yang juga sering melakukan pertemuan dengan para petinggi Israel di Kota Neom.

“Kota tersebut berdekatan dengan Israel dan Iran. Ini saya kira konstelasi yang sangat menarik,” jelasnya.

Apalagi, Israel juga telah membuka hubungan diplomatik dengan Negara Uni Emirat Arab (UEA) dan berhubungan dengan Qatar.

Sementara Arab Saudi, kiai Masduki memprediksi, hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel, tinggal menunggu pasca Raja Salman.

“Begitu juga Arab Saudi sedang merayu Negara seperti Indonesia dan Malaysia supaya ada hubungan diplomatik dengan Israel,” ungkapnya.

Kemudian, kata kiai Masduki, isu di Timur Tengah yang masih menjadi peta politik pemberitaan adalah soal isu Palestina.

“Semakin hari makin habis dan kepepet. Umat Islam dan pemimpin Islam tidak ada yang kompak untuk membela Palestina,” ujarnya.

Bidang Infokom MUI menggelar Halaqah Mingguan ke-11 bertajuk: Peta Politik Redaksi Media Timur Tengah Terkini menghadirkan narasumber H Nashih Nasrullah LC MA selaku Sekretaris Pokja Media Watch Infokom MUI.

Kiai Masduki menilai, H Nashih yang juga jurnalis senior ini kompetensinya mengenai konten-konten pemberitaan Timur Tengah tidak diragukan lagi.

Apalagi, kata Kiai Masduki, Timur Tengah masih menjadi jantungnya pergerakan Islam. Hal ini dikarenakan banyak poin-point di Timur Tengah yang akan berpengaruh terhadap dunia Islam.

“Walaupun sekarang, ada beberapa perkembangan baru. Misalnya bahwa Asia Tenggara menjadi komunitas Muslim. Negara-negara Muslim juga sudah mempunyai pengaruh signifikan,” kata Kiai Masduki.

Kiai Masduki merasa bersyukur pada Halaqah Mingguan Infokom MUI ke-11 dapat mendiskusikan terkait persoalan itu.

Apalagi, kata Kiai Masduki, pemateri dalam membahas persoalan ini yakni H Nashih sangat bagus dan kompeten untuk membahas perkembangan pemberitaan di Timur Tengah yang meliputi perkembangan politik dan ekonomi.

“Mungkin Mas Nashih (nanti) menceritakan konstelasi setelah Arab Saudi tidak tunduk pada Amerika karena ada pengaruh kontelasi politik di Amerika antara Republik dan Demokrat,” ungkapnya.

Kiai Masduki berharap, H Nashih yang juga Jurnalis senior dan Alumni Al-Azhar, Kairo, Mesir ini membahas sejumlah konstelasi penting yang berpengaruh dalam pemberitaan media Timur Tengah.

“Beberapa konstelasi penting yang berpengaruh terhadap pemberitaan di surat kabar, majalah, media sosial dan media online, bisa dielaborasi dengan Mas Nashih Nasrullah,” tutupnya.  (mui)