Berita Terkini

Jelang Iedul Fitri, Auction4Humanity Buka Program ‘Parcel Raya untuk Rohingya’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Lembaga kemanusiaan Auction4Humanity membuka kesempatan kepada masyarakat luas yang ingin berbagi kebahagiaan di sisa Ramadhan ini dengan para pengungsi Rohingya di Malaysia melalui program PARCEL RAYA UNTUK ROHINGYA.

Program yang diinisiasi oleh para relawan Auction4Humanity ini merupakan program berbagi hadiah lebaran bagi saudara-saudara muslim Rohingya yang saat ini mengungsi di Malaysia.

Setelah Ramadhan lalu mengadakan program berbagi Ifthar dengan para pengungsi, tahun ini Auction akan membagikan paket berupa mukena, sarung dan baju muslim anak untuk dihadiahkan ke setiap keluarga.

“Ada kurang lebih 100 kepala keluarga dari pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Pulau Penang, Malaysia. Target kami Ramadhan ini setiap keluarga bisa mendapatkan bingkisan hadiah lebaran,” ujar Jaya salah seorang relawan Auction4Humanity, Selasa (13/6/2017).

Ada kurang lebih 60.000 orang pengungsi dari Rohingya yang saat ini tersebar di berbagai tempat di Malaysia. Salah satunya adalah di Pulau Penang. Tapi di luar jumlah yang teregistrasi itu jumlahnya bisa mencapai kurang lebih 100,000 orang. Mereka tersebar di Kuala Lumpur, Selangor dan Pulau Penang. Bekerjasama dengan relawan-relawan lokal yang tergabung dibeberapa lembaga kemanusiaan, bantuan kali ini lebih difokuskan ke wilayah Pulau Pinang.

Kesempatan berbagi paket lebaran ini masih dibuka sampai Jum’at 16 Juni 2017. Bantuan disampaikan melalui rekening BANK SYARIAH MANDIRI Auction4Humanity 7171757578 dan konfirmasi donasi melalui 087886167100.

Reporter: Deddy Purwanto

Israel Dukung Blokade Qatar, PM Zionis: Negara Arab Sekarang Mitra Bukan Musuh

QATAR (Jurnalislam.com) – Israel mendukung Arab Saudi dan beberapa negara Arab lainnya yang telah memberlakukan blokade darat, laut dan udara melawan Qatar dalam krisis diplomatik terbesar di kawasan ini.

Mereana Hond Al Jazeera melaporkan, Selasa (13/6/2017).

Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa negara-negara Arab sekarang memandang Israel sebagai mitra bukan musuh.

Keretakan tersebut diduga dipicu oleh dukungan Qatar untuk kelompok-kelompok yang ditentang lawan lainnya, termasuk gerakan perlawanan Islam Palestina Hamas yang menguasai Gaza yang diblokade zionis.

IED Taliban Hancurkan APC AS, 5 Pasukan Meregang Nyawa

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 5 pasukan penjajah Amerika tewas sekitar pukul 01:00 pagi waktu setempat hari senin (12/6/2017) ketika sebuah IED yang kuat menghancurkan APC mereka di daerah Kamezai di distrik Ghani Khel, menurut pejabat yang mengatakan bahwa korban tewas kemudian diterbangkan dengan helikopter, Al Emarah News melaporkan, Senin (12/6/2017).

Laporan juga datang dari Samangan, Mujahidin Imarah Islam (Taliban) melakukan serangan terhadap konvoi musuh di daerah Sabzak, Darah Suf, dari tengah malam hingga (pagi dini hari), Senin, di mana seorang komandan musuh (Qurban Ali) terbunuh dan komandan ALP Naeem terluka parah bersama dengan 15 pasukan bersenjata lainnya juga terbunuh dan terluka serta 4 APC dan sebuah truk pickup hancur.

Koresponden mengatakan bahwa Mujahidin merebut sejumlah senjata dan peralatan yang cukup besar dalam operasi hingga memaksa musuh mundur, menambahkan bahwa seorang mujahid juga menjadi martir saat membalas tembakan (semoga Allah menerimanya).

Pertempuran Terbaru di Ibukota Yaman Bunuh Puluhan Pasukan

YAMAN (Jurnalislam.com)Puluhan pasukan tewas dalam bentrokan empat hari yang mematikan antara pasukan pemerintah Yaman dan pasukan Syiah Houthi di sebelah timur Sanaa, menurut pusat media untuk pasukan pro-pemerintah, lansir World Bulletin, Senin (12/6/2017).

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, pusat tersebut mengatakan bahwa pasukan pemerintah Yaman menguasai sejumlah posisi pemberontak Syiah Houthi di direktorat Nahm, 40 kilometer (hampir 25 mil) timur Sanaa.

Menurut pernyataan tersebut, lebih dari 3.000 ranjau darat telah diekstraksi dari daerah tersebut.

Lebih dari 12 kendaraan militer juga telah dihancurkan oleh pesawat koalisi pimpinan Saudi selama pertempuran tersebut, kata pusat media tersebut.

Pasukan Qatar yang Memerangi Syiah Houthi di Yaman Pulang ke Doha

Yaman tetap dalam keadaan perang sejak tahun 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa.

Pada tahun 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan operasi udara besar yang bertujuan untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintahan Yaman yang diperangi.

Menurut pejabat PBB, lebih dari 10.000 orang terbunuh dalam perang tersebut, sementara lebih dari 11 persen penduduk negara tersebut telah mengungsi sebagai akibat langsung dari konflik tersebut.

Qatar Airways Desak PBB Bertindak Melawan Blokade Ilegal Arab Cs

QATAR (Jurnalislam.com) – Qatar Airways pada hari Senin (12/6/2017) meminta badan penerbangan PBB untuk mengumumkan bahwa pemboikan Teluk terhadap maskapai mereka “ilegal” dan merupakan sebuah pelanggaran terhadap konvensi 1944 tentang transportasi udara internasional.

Keempat negara Teluk tersebut juga telah memberi waktu dua pekan bagi warga negara Qatari untuk pulang kembali ke Qatar dan melarang Qatar melakukan transit melalui bandara mereka.

Dalam wawancara di televisi pada hari Senin, CEO Qatar Airways Akbar Al Baker menyebut langkah tersebut sebagai “blokade ilegal” dan mendesak cabang penerbangan sipil Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk campur tangan.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional “harus terlibat secara serius, menempatkan diri mereka di belakang untuk menyatakan bahwa tindakan ini ilegal,” katanya kepada CNN Money.

Baker mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar Konvensi Penerbangan Internasional Sipil tahun 1944, yang bertugas mengawasi dan mengatur penerbangan internasional.

Arab Saudi bukanlah penandatangan konvensi tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera English, Baker juga mengecam keras Presiden AS Donald Trump.

“Kami mengharapkan teman-teman kita untuk berdiri bersama kita dalam blokade ilegal tidak adil yang dilakukan oleh empat negara ini,” kata sang CEO kepada Al-Jazeera.

“Saya ingin rakyat Amerika menyadari bahwa mereka mencoba mengintimidasi sebuah negara kecil yang memiliki hubungan terdekat dengan Amerika Serikat,” kata Baker.

“Saya pikir komentar Presiden Trump tentang negara saya tidak tepat, kurang mendapat informasi, dan saya dapat mengulangi lagi bahwa saya sangat kecewa padanya.”

Trump pada hari Ahad menuduh Qatar mendanai ekstremis, mendukung Arab Saudi dan sekutu-sekutunya dalam krisis Teluk terburuk selama bertahun-tahun.

Sebagai bagian dari tindakan melawan Qatar, Al-Jazeera juga telah diblokir di Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain.

Wartawan senior: Blokade terhadap Qatar Gagal, Ini Sebabnya

ISTANBUL (Jurnalislam.com)Seorang wartawan senior Palestina mengatakan pada hari Senin (13/6/2017) bahwa “solidaritas kuat” di kalangan Qataris telah berhasil menjaga agar ekonomi negara tetap stabil, meski terjadi pemboikotan oleh beberapa negara Teluk.

Presiden Al Sharq Forum dan mantan direktur jenderal jaringan al-Jazeera, Wadah Khanfar mengatakan negara-negara yang memboikot memperkirakan Qatar akan “diintimidasi dan segera menyerah”, namun itu bukan masalah, pemerintah dan rakyat justru menunjukkan kekuatan solidaritas, oleh karena itu kebutuhan dasar manusia di negara tersebut tidak mengalami efek negatif.”

Berbicara kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara eksklusif, Khanfar membahas krisis yang meletus pekan lalu karena Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yaman secara tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme.

Mauritania juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar keesokan harinya, sementara Yordania menurunkan hubungan diplomatiknya dengan Doha. Arab Saudi juga menutup perbatasan daratnya dengan Qatar, sehingga secara geografis mengisolasi negara Teluk kecil tersebut.

Qatar menolak keras tuduhan bahwa pihaknya mendukung kelompok teroris dan meminta solusi diplomatik terhadap ketegangan yang semakin meningkat.

Khanfar mengatakan semua tindakan pemboikotan dilakukan sekaligus. Tidak ada lagi yang tersisa untuk dilakukan terhadap negara ini,” tambahnya.

Khanfar juga mengatakan sikap Turki terhadap Qatar, merupakan “keputusan yang beretika dan dianggap masuk akal”.

Pekan lalu, presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyuarakan ketidaksetujuan terhadap sanksi terhadap Qatar.

Parlemen Turki pada hari Rabu meratifikasi dua kesepakatan untuk menggelar pasukan di Qatar dan melatih pasukan gendarmerie negara tersebut. Produk Turki sudah bisa ditemukan di toko-toko Qatar.

“Boikot juga bertujuan untuk menghancurkan solidaritas negara-negara Teluk. Anda berhasil merusak Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council). Anda memprovokasi negara kuat seperti Turki. Anda tidak bisa sukses, Anda akan lemah secara strategis dan politis,” kata Khanfar. “Blokade ini gagal.”

Lebih dari 42.000 Warga Suriah Kembali ke Jarabulus dari Turki

GAZIANTEP (Jurnalislam.com) – Lebih dari 42.000 warga Suriah telah kembali ke Jarabulus di Suriah utara sejak kota tersebut dibebaskan dari kelompok Islamic State (IS), menurut seorang pejabat Turki di kantor migrasi pada hari Kamis, Anadolu Agency melaporkan Senin (12/6/2017).

Warga telah kembali ke rumah mereka di kota tersebut, yang terletak persis di seberang perbatasan Turki, sejak Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army FSA) yang didukung Turki membebaskannya pada Agustus tahun lalu.

Warga Suriah yang kembali termasuk wanita dan anak-anak. Mereka dibawa ke Jarabulus setelah menjalani pemeriksaan keamanan di gerbang bea cukai Karkami di Gaziantep, seorang pejabat di kantor migrasi Gaziantep di Turki selatan, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan untuk berbicara dengan media, mengatakan.

Rata-rata 200 orang per hari telah kembali ke Jarabulus dari Turki, pejabat tersebut menambahkan.

Pasukan FSA di perbatasan membantu warga sipil pergi ke Jarabulus. Sejauh ini, 42.406 warga sipil dilaporkan telah kembali.

Operasi Euphrates Shield, yang dimulai pada akhir Agustus tahun lalu dan berakhir pada bulan Maret 2017, bertujuan untuk menghilangkan ancaman teror (IS dan PKK/YPG) di sepanjang perbatasan Turki oleh FSA, yang didukung artileri Turki dan dukungan serangan udara.

Sejak perang Suriah meletus di Suriah pada tahun 2011, Jarabulus dikendalikan oleh IS dan sesekali oleh kelompok teroris PKK / PYD.

Turki dan Azerbaijan Gelar Latihan Perang Bersama

BAKU (Jurnalislam.com)Anggota angkatan bersenjata Turki ikut serta dalam latihan militer bersama tentara Azerbaijan pada hari Senin (12/6/2017), menurut pemerintah di Baku, lansir World Bulletin.

Latihan tersebut dilakukan di Nakhchivan, sebuah wilayah eksklusi Azerbaijan, dan merupakan rangkaian latihan militer gabungan terakhir bagi negara-negara tetangga.

Latihan ini diperkirakan akan berakhir pada hari Jumat besok.

Kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan, kegiatan Senin tersebut sejalan dengan kesepakatan sebelumnya yang ditandatangani antara kedua negara.

Pada tahun 2015, Turki, Azerbaijan dan Georgia menandatangani sebuah nota kesepahaman dalam upaya untuk meningkatkan perdamaian, kesejahteraan dan stabilitas di wilayah tersebut.

Menteri Ekonomi Qatar: Blokade Negara Teluk Hanya Berdampak Kecil

QATAR (Jurnalislam.com) – Menteri perdagangan dan ekonomi Qatar mengatakan bahwa dampak blokade tetangganya di Teluk Arab terhadap Doha “terbatas (minim)” karena negara tersebut sudah mempersiapkan menghadapi suatu peristiwa darurat dengan rantai pasokan alternatif.

Sheikh Ahmed bin Jassim Al Thani mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin (12/6/2017) bahwa Qatar telah merencanakan kemungkinan semacam itu dan mampu mengatasi blokade Senin lalu “dalam beberapa jam”.

“Kami mulai mengimpor makanan, susu dan barang-barang lainnya dari Turki sejak hari pertama blokade tersebut diberlakukan,” katanya.

“Sekarang kita tidak berbicara tentang kebutuhan primer konsumen, kita sekarang berbicara tentang mempertahankan gaya hidup Qatar dan mereka yang tetap tinggal terus di Qatar.

“Semua rantai pasokan, baik melalui udara atau laut berjalan dengan lancar – ini bisnis seperti biasa,” tambahnya.

Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan transportasi sepekan yang lalu, menuduh Doha mendukung “terorisme.”

Pemerintah Qatar menolak tuduhan tersebut sebagai “tidak berdasar” dan mengatakan bahwa pihaknya telah memimpin wilayah dalam menyerang akar “terorisme”, termasuk memberi harapan kepada kaum muda melalui pekerjaan, mendidik ratusan ribu pengungsi Suriah dan komunitas pendanaan Program untuk menantang agenda kelompok bersenjata.

Sanksi tersebut telah mengganggu arus impor dan bahan lainnya ke Qatar dan menyebabkan banyak bank asing menimbang kembali urusan mereka dengan negara tersebut.

“Semua proyek infrastruktur, yang terkait dengan Piala Dunia 2022 atau terkait dengan peningkatan infrastruktur lain yang telah kami rencanakan seperti Metro, jalan raya dan lain-lain – semuanya akan sesuai jadwal,” kata Sheikh Ahmed.

“Bahkan jika kita tidak mengimpor atau mengekspor hingga tahun depan, kita memiliki cukup bahan untuk menutupi proyek infrastruktur dan sektor swasta kita.”

Menteri luar negeri Qatar, yang berbicara dalam tur diplomatik ke Kerajaan Inggris dan Prancis, menggemakan pandangan menteri ekonomi tersebut, dengan mengatakan blokade tersebut tidak akan menimbulkan “implikasi radikal.”

“Perekonomian Qatar kuat, sebagian besar memang didasarkan pada ekspor minyak, tapi Qatar juga memiliki investasi asing, beragam industri dan bisnis yang tidak bergantung pada pasar negara-negara yang menerapkan langkah-langkah (blokade) tersebut,” menteri luar negeri mengatakan.

“Jika ada kenaikan di bidang biaya tertentu, maka akan dikompensasikan di masa depan, karena itulah ekonomi kita tidak akan terpengaruh.”

Diskusi “Mengurai Benang Kusut UU JPH, Mengejar Ketertinggalan Industri Halal”

Perkembangan pasar industri halal yang demikian pesat di dunia telah menjadikan industri ini sebagai salah satu prioritas pembangunan di banyak negara muslim, dan bahkan juga mencuri perhatian negara-negara berpenduduk mayoritas non-muslim. Ironisnya, sebagai negara dengan pasar halal terbesar di dunia, Indonesia malah ketinggalan dalam pengembangan industri ini.

Manakala Malaysia telah menargetkan menjadi hub industri halal dunia, dan Jepang serta Korea sudah berencana membuat kawasan industri halal, Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum memiliki roadmap yang jelas, dan masih berkutat sebatas pada keuangan syariah. UU Jaminan Produk Halal (UU JPH) yang telah disahkan tahun 2014 belum kunjung dibuat peraturan pelaksananya hingga tenggat waktu 2016, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) juga belum terbentuk.

CORE Indonesia mengundang rekan-rekan untuk menghadiri acara CORE Media Discussion (CMD) dan dengan tema “Mengurai Benang Kusut UU JPH, Mengejar Ketertinggalan Industri Halal” sekaligus bersilaturahmi dan buka puasa bersama, pada Hari Selasa, 13 Juni 2017, Pukul 15.30 – 17.30 WIB bertempat di Kantor CORE Indonesia, Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 76A. Jakarta Selatan 12810 .
Lokasi Google Maps (https://goo.gl/maps/ztrpNsLyri92)

Menghadirkan narasumber:
• Ibu Ledia Hanifah Amaliah, M. Psi.T – Anggota Komisi VIII DPR RI dan Ketua Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang (RUU) JPH.
• Bapak Irfan Wahid – Ketua Pokja Industri Kreatif, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).
• Bapak Adhi S. Lukman – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI).
• Akhmad Akbar Susamto, Ph.D – Ekonom CORE Indonesia.

Siaran Pers