Berita Terkini

Rencana Kasusnya Ditutup, Proses Hukum Kaesang Dinilai Penuh Kejanggalan

SOLO (Jurnalislam.com) – Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono menilai klaim Polisi terkait ditutupnya kasus dugaan ujaran kebencian oleh putra bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep merupakan kejanggalan dalam proses hukum.

Sekjend ISAC ini mengatakan, harusnya sebuah kasus yang sudah dikeluarkan surat Laporan Polisi (LP) sudah bisa di proses secara hukum dan ditindak pidana.

“Ditutupnya kasus Kaesang kita punya catatan, lazimnya kasus itu ketika muncul laporan itu, hampir 90% bisa diproses hukum secara pidana, kalau tidak bisa maka itu tidak muncul LP, tapi muncul aduan, yang itu harus diselidiki polisi dalam waktu yang cukup banyak, namun tetap masih bisa di proses. Nah ini sudah muncul LP nomor sekian dari Polres Bekasi, kemudian ada panggilan, maka harusnya hari ini di BAP.” katanya pada Jurnalislam.com di Tipes,solo, Jum’at malam (7/7/2017).

Endro menambahkan, seharusnya Kaesang dan pelapor sama-sama diperiksa dahulu oleh polisi. Namun yang terjadi malah kasusnya sudah ditutup sepihak oleh Wakapolri sehingga menambah keyakinannya bahwa ada sesuatu yang ditutupi oleh aparat dalam menangani kasus yang melibatkan putra kepala negara ini.

“Ini terlapor belum diperiksa, pelapor belum diperiksa sudah dihentikan sepihak bukan oleh Polres Bekasi, tetapi oleh suara langsung komjend Syarifudin, Ini menurut cacatan kami ini tidak lazim dan tidak wajar, mestinya ini prosesnya berjalan normal dulu. barulah bisa saja polisi tidak mengharamkan, oh ternyata itu bukan pidana, selesai,SP3, tapi ini belum diproses sudah dihentikan,” katanya.

Seperti diketahui, Kaesang mengunggah video blog (Vlog) dan diakhiri dengan kalimat “Dasar Ndeso” dan dianggap menyudutkan kelompok masyarakat tertentu sehingga menuai banyak kecaman dari Netizen khususnya warga Desa.

Halal Bihalal KONAS Soroti Kasus Kriminalisasi Ulama dan Aktivis Islam

SOLO (Jurnalislam.com) – Komunitas Nahi Mungkar Soloraya (KONAS) menggelar silaturahim bulan Syawal dalam acara Halal-Bihalal di Tipes, Serengan, Solo, Jum’at (7/7/2017).

Acara yang dihadiri oleh pelbagai elemen umat Islam, perwakilan ormas hingga tokoh-tokoh Islam Soloraya ini membahas tentang kondisi umat islam saat ini yang banyak mengalami kezaliman dan kriminalisasi ulama.

Koordinator acara Halal Bihalal KONAS Ustadz Hasto berharap pertemuan KONAS semakin memperkuat ukhuwah antar elemen muslim Soloraya.

“Kita berharap pertemuan ini menjadi awal untuk kegiatan-kegiatan yang lebih besar ke depannya, yang kedua, menyamakan cara pandang dalam hal dakwah, sehingga kemudian kita tidak lagi terjadi kericuhan antar umat islam.”jelasnya..

Ustadz Hasto juga menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan KONAS selama ini dalam beramar ma’ruf nahi munkar di kota Solo sudah baik, kendati demikian, masih ada yang perlu diperbaiki agar kasus yang menimpa para tokoh LUIS (Laskar Umat Islam Solo) tidak kembali terulang.

baca juga : LUIS Harap Kriminalisasi Tidak Terulang Kembali di Masa Depan

“ Untuk Amar Ma’ruf Nahi Mungkar KONAS sendiri akan meneruskan apa yang sudah dilakukan karena kita memandang cara dan sistem selama ini sudah tepat, Cuma memang ada beberapa catatan yang harus kita perbaiki, karena kita berharap yang ikut aksi Nahi Mungkar itu benar-benar orang yang memang sudah memahami lapangan dan mempunyai keimanan,”pungkasnya.

Dukung Pernikahan Sejenis, CEO Starbucks Didesak Minta Maaf

SOLO (Jurnalislam.com) – Sikap CEO Starbucks, Howard Schultz yang secara terang-terangan mendukung pernikahan sejenis, membuat umat islam di Indonesia menyerukan aksi #Boikot Starbucks.

Mulai dari Muhammadiyah, Menteri Agama hingga anggota DPR RI, pun ikut menyerukan sikap penolakan Dengan Pernikahan Sejenis, Lesbian, Gay, Biseksual dan transgender (LBGT). Mereka beralasan bahwa LGBT tidak sesuai dengan ajaran agama khususnya agama Islam maupun nilai-nilai Pancasila.

Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono mendesak agar CEO Starbuck segera meminta maaf dan mencabut pernyataanya yang mendukung pernikahan sejenis secara terang-terangan.

“Ada baiknya pihak Starbucks segera meminta maaf dan mencabut atas dukungannya terhadap pernikahan sejenis,” kata Endro kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

ISAC, menurut Endro akan secara resmi menyurati Presiden Joko Widodo agar dapat menindiak tegas Starbuck yang nyata-nyata telah mengampanyekan hal yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

“ISAC juga sedang siapkan surat untuk Starbucks dan Presiden RI agar aspirasi dari masyarakat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

ISAC Imbau Masyarakat Boikot Perusahaan Pro Pernikahan Sejenis dan LGBT

SOLO (Jurnalislam.com) – Sikap CEO Starbucks, Howard Schultz yang secara terang-terangan mendukung pernikahan sejenis, membuat emen umat Islam Indonesia menyerukan aksi #Boikot Starbucks.

Mulai dari Muhammadiyah, Menteri Agama hingga anggota DPR RI, pun ikut menyerukan sikap penolakan terhadap Pernikahan Sejenis, Lesbian, Gay, Biseksual dan transgender (LBGT). Mereka beralasan bahwa LGBT tidak sesuai dengan ajaran agama khususnya agama Islam maupun nilai-nilai Pancasila.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono meninta masyarakat agar tidak menggunakan produk yang mengampanyekan dukungan terhadap adanya pernikahan sejenis dan LGBT di Indonesia.

“Maka jika kemudian ada pihak yang membolehkan, mendukung, memberi kesempatan atau memberi bantuan dalam bentuk apapun terhadap pernikahan sejenis maka pada dasarnya adalah menyetujui adanya kerusakan moral dan perilaku warga Indonesia” kata Endro kepada Jurnalislam.com, Kamis (6/7/2017).

Endro juga meminta kepada pemerintah, agar bertindak cepat dalam menangani permasalahan tersebut. Ia khawatir, jika aspirasi masyarakat tidak segera ditanggapi oleh pemerintah, maka masyarakat akan membuat aksi penolakan di berbagai daerah.

“Kemudian jika pemerintah tidak berbuat, lamban, ataupun melakukan pembiaran maka sangat dikawatirkan hadirnya masyarakat yang melakukan penentangan terhadap pernikahan sejenis semakin meluas dan beraneka cara,” pungkasnya.

Gelar Halal Bi Halal, Dandim 1608 Bima Ingatkan Kemerdekaan Indonesia Berkat Para Ulama

BIMA (Jurnalislam.com) – Komando Distrik Militer (Kodim) 1608 Bima menggelar acara halal bi halal dihadiri oleh perwakilah seluruh ormas islam se-Kota dan Kabupaten Bima bertempat di aula kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima di Jalan Pendidikan, Kelurahan Lewi Rato Kecamatan Mpunda-Kota Bima, Rabu (5/7/2017)

Komandan Kodim 1608 Bima Letnan Kolonel Yudil Hendro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada ormas Islam dalam rangka menjaga kondusifitas masyarakat dari penyakit masyarakat berkat dakwah.

Ia pun menepis tudingan terhadap umat Islam yang menyeruak baru-baru ini.

“Sekarang ada isu yang berkembang adanya upaya-upaya mengkerdilkan para ulama dan umat islam, serta ada kata-kata yang memojokkan islam, maka semua itu harus kita cegah, siapa yang akanj mencegahnya, tentunya kita semua, dan para ulama adalah yang paling terdepan,” kata Yudi Hendro.

Kata Yudi, justru Bineka Tunggal Ika bisa ada karena dibangun oleh kebangsaan, agama, beragam bahasa.

“Banyak pula, maka konsep kebangsaan inilah yang telah dibangun oleh para ulama. Jadi Indonesia itu terbentuk berkat jasa para ulama,” pungkasnya.

Masyarakat Desa Dukung Kaesang Dilaporkan Karena Ujaran Kebencian ‘Dasar Ndeso’

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Beredarnya video blog (Vlog) unggahan anak Presiden Jokowi Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang selalu mengakhiri kalimat dengan kata-kata “Dasar Ndeso” ini menuai banyak kecaman dari Netizen khususnya warga Desa.

Ketua Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA – UIB) Jateng –DIY Anang Imamuddin mengatakan bahwa selama ini desa memiliki peranan penting untuk kemajuan bangsa. Karenanya dia sangat mendukung pihak yang melaporkan Kaesang yang dinilainya telah menghina martabat desa.

baca juga : Ucapan Kaesang ‘Dasar Ndeso’ Dinilai Warga Desa Ujaran Kebencian

“Kebutuhan orang kota disupport dari kami orang ndeso. Ndeso adalah simbol kedaulatan rakyat, simbol identitas rakyat Indonesia yang berbudi luhur, bersahaja, guyub rukun, adem ayem. Maka kami mendukung pihak-pihak yang melaporkan Kaesang ke polisi karena ungkapan dan ujaran kebencian. Siapa saja sama kedudukannya di mata hukum,” kata Anang kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Lebih lanjut, Anang meminta kepada orang desa di seluruh Indonesia tidak berkecil hati dengan sebutan Kaesang. Sampai kapan pun orang desa tetap dibutuhkan orang kota.

“Kepada segenap “Orang Ndeso” di seluruh Nusantara mari berbanggalah kita sebagai orang ndeso yang penuh dengan nilai-nilai luhur dan sebagai soko guru bangsa Indonesia,” pungkasnya.

FA-UIB : Ucapan ‘Dasar Ndeso’ Kaesang Tebar Kebencian Pada Warga Desa

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Beredarnya video blog (Vlog) unggahan anak Presiden Jokowi Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang selalu mengakhiri kalimat dengan kata-kata “Dasar Ndeso” ini menuai banyak kecaman dari Netizen khususnya warga Desa.

Ketua Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA – UIB) Jateng –DIY Anang Imamuddin menyayangkan ucapan Kaesang khususnya pada Vlog yang berjudul #BapakMintaProyek itu diunggah pada 27 Mei 2017 karena dinilai menebar kebencian pada masyarakat desa.

“Kami FA-UIB JATENG-DIY yang notabene terdiri dari pemuda-pemuda desa, ormas-ormas pemuda desa dan laskar-laskar orang-orang desa tidak terima dan kecewa dengan kata-kata “Dasar Ndeso” oleh Kaesang. Seolah-olah “Ndeso” adalah simbol kebodohan, simbol keterbelakangan, simbol tidak berakhlak dan tidak bermoral,” katanya pada Jurnalislam.com, Rabu (5/7/2017) di Magelang.

Sebagai warga desa, Anang sangat mengatakan sejatinya Indonesia bisa berkembang karena peran besar dari pedesaan. Sangat disayangkan kalau ujaran kebencian justru disematkan kepada warga desa.

“Kepada segenap “Orang Ndeso” di seluruh Nusantara mari berbanggalah kita sebagai orang ndeso yang penuh dengan nilai-nilai luhur dan sebagai soko guru bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Bertemu di KTT G 20, Rusia dan AS Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS dan Rusia pada hari Jumat (7/7/2017) mengumumkan sebuah gencatan senjata di Suriah setelah Donald Trump dan Vladimir Putin bertemu untuk pertama kalinya di KTT G20 di Jerman.

Kesepakatan itu dicapai bersama dengan Yordania, menurut Sekretaris Negara AS Rex Tillerson yang berbicara dalam sebuah konferensi pers di pertemuan puncak tersebut dan kesepakatan tersebut mencakup wilayah penting di Suriah yang mempengaruhi keamanan Yordania dan merupakan bagian yang sangat rumit dari medan perang Suriah, lansir Anadolu Agency.

“Daerah de-eskalasi ini telah disepakati. Ini adalah kesepakatan yang jelas – kesepakatan tentang siapa yang akan mengamankan daerah ini. Gencatan senjata telah ditandatangani, dan saya pikir ini adalah indikasi pertama AS dan Rusia untuk dapat bekerja sama di Suriah,” kata Tillerson.

Wilayah di mana tindakan agresi dilarang secara nominal akan mencakup Idlib dan bagian-bagian tertentu dari provinsi Latakia, Homs, Aleppo dan Hama, bersama dengan Damaskus, Ghouta Timur, Daraa dan Quneitra, sesuai kesepakatan.

Dalam pembicaraan terpisah di ibu kota Kazakhstan, Astana pada bulan Mei, Turki setuju dengan Rusia dan Iran mengenai sebuah rencana untuk membangun jaringan “zona de-eskalasi” di berbagai wilayah Suriah yang dilanda perang.

Diplomat Amerika optimis tentang keberhasilan kesepakatan tersebut karena berbeda dibandingkan kesepakatan gencatan senjata serupa di Suriah antara AS dan Rusia dalam hal tingkat komitmen di pihak Moskow, katanya.

“Saya kira Rusia memiliki ketertarikan yang sama dengan yang kita lakukan agar Suriah menjadi tempat yang stabil, sebuah tempat terpadu, namun pada akhirnya merupakan tempat di mana kita dapat memfasilitasi diskusi politik mengenai masa depan mereka, termasuk kepemimpinan masa depan Suriah,” kata Tillerson seraya menambahkan bahwa administrasi Trump tidak melihat peran jangka panjang untuk keluarga Presiden Suriah atau rezimnya.

Bagaimana Assad “pergi belum ditentukan”, katanya namun menegaskan akan ada transisi dari pemerintahan Assad.

“Kami tentu telah menjelaskan dalam diskusi kami dengan Rusia, bahwa kami tidak berpikir Suriah dapat mencapai pengakuan internasional di masa depan,” kata Tillerson.

“Bahkan jika mereka berhasil melalui proses politik yang sukses, masyarakat internasional tidak akan menerima Suriah yang dipimpin oleh rezim Assad lagi.”

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal tahun 2011, ketika rezim syiah Nushairiyah Assad menindak para aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Lebih dari 400.000 korban telah terbunuh dan lebih dari 10 juta orang mengungsi, menurut PBB.

Taliban: 4 Tank Hancur dalam Serangan di Faryab

FARYAB (Jurnalislam.com) – Pejabat mengatakan, tembakan senjata berat meletus melawan pasukan musuh di daerah Dasht Buz di distrik Juma Bazar Kamis malam, lansir Al Emarah News, Jumat (7/7/2017).

Pertempuran senjata berat dan ringan, mengakibatkan 4 tank musuh hancur, serta beberapa pasukan terbunuh atau terluka.

Koresponden mengatakan, 3 senapan mesin M16, 1 Kalashnikov, senapan mesin 1 PK, 1 senapan sniper, 1 peluncur RPG dengan 15 putaran dan alat perang lainnya telah disita selama operasi tersebut sementara Mujahidin tidak menderita korban jiwa.

Sementara itu, tembakan buta mortir musuh telah menewaskan 2 warga sipil di daerah Qara Sheikhi di distrik tersebut semalam, tambahnya.

Ditargetkan Syiah Houthi, 21 Wartawan Terbunuh di Yaman dan 18 Lainnya Hilang

YAMAN (Jurnalislam.com) – Kebebasan media mendapat serangan parah di Yaman setelah pemberontak Syiah Houthi berulang kali menargetkan personil media di negara tersebut.

Sebuah laporan oleh Jurnalis Syndicate di Yaman menunjukkan kenaikan 30 persen jumlah serangan terhadap pers selama paruh pertama tahun ini, Al Arabiya melaporkan, Jumat (7/7/2017).

Sebanyak 130 serangan telah dilaporkan dibandingkan dengan 100 pada periode yang sama tahun lalu. Sekitar 200 wartawan mengalami penyiksaan. Mereka juga menderita pelanggaran hak serta penculikan dan penahanan sewenang-wenang, dan bahkan pembunuhan.

Sebanyak 28 kasus penyerangan fisik dan penyiksaan dicatat dan ada persidangan ilegal, termasuk yang menjatuhkan hukuman mati terhadap wartawan Yahya al-Jubahei.

Sejak dimulainya kudeta oleh milisi Syiah Houthi di Yaman, 21 wartawan terbunuh sedangkan nasib 18 wartawan lainnya masih belum diketahui. Mereka dikatakan berada di penjara yang berbeda yang dikelola oleh pasukan Houthi.