Berita Terkini

Forum Umat Islam Bima Adakan Diklat Pendidikan Pelatihan Da’i dan Khotib Se-Kota Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat islam (FUI) Bima mengadakan diklat pendidikan pelatihan Da’i dan Khotib Se-Kota Bima yang bertempat di kantor DMI-Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima pada hari Sabtu (18/2/2023). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu bertema Membentuk Da’i Wastahiyah, Bijak dan Tangguh Dalam Menjawab Tantangan Zaman.

Adapun materi pendidikan dari diklat tersebut adalah Fiqih Khutbah, Fiqih Ikhtilaf, Retorika Dakwah, Akhlak Da’i, Bahasa Arab, Tahsinul Qur’an, Selayang pandang FUI Bima, Fiqih Keorganisasian, Problematika Dakwah dan keumatan.

“Mudah mudahan dengan adanya kegiatan diklat pendidikan pelatihan dai dan khotib ini dapat menghasilkan dai dai yang berkualitas yang siap melayani ummat dan bersama ummat,” kata Ketua MUI Kota Bima TGH Abidin H. Idris, S.Pd dalam sambutannya.

Adapun materi diklat tersebut diantaranya, Fiqih Khutbah, Fiqih Ikhtilaf, Retorika Dakwah, Akhlak Da’i, Bahasa Arab, Tahsinul Qur’an, Selayang pandang FUI Bima, Fiqih Keorganisasian, Problematika Dakwah dan keumatan.

Kontributor: Pramudia Bagus

Para Pejabat Peringati Isra Mi’raj dan Doa Keselamatan Bangsa

JABAR(Jurnalislam.com)– Semua yang terjadi di dunia atas kehendak Allah SWT, karena tidak ada kekuatan yang lebih besar di dunia ini selain kekuatan-Nya. Untuk itu, sebagai makhluk yang lemah, manusia harus meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT .

“Makanya jangan merasa kita kuat, jangan merasa kita bisa, jangan merasa kita mampu mendaki ini. Sebenarnya insan manusia itu dijadikan makhluk yang lemah kalau tidak ada pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri Muhasabah dan Istigasah Doa Keselamatan Bangsa sebagai Momentum Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Cianjur, Jalan Siti Jenab Nomor 21, Pamoyanan, Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Minggu (19/02/2023).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, hal tersebut tercermin dalam doa seorang muslim setiap harinya, dimana individu mengakui keagungan dan kebesaran Allah serta memohon perlindungan-Nya.

“Dan ini makna dari ucapan kita Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billah. Tidak ada kekuatan buat kita semuanya, ada pada Allah semua. Allah lah yang kuat itu karena itu kita mohon istigasah, mohon pertolongan Allah,” tegasnya.

Menurut Wapres, dengan memohon pertolongan Allah, seorang manusia dapat tawakal (berserah diri) atas segala ketentuan-Nya. Meskipun demikian, manusia tetap diminta untuk berusaha, tidak berdiam diri.

“Ujungnya kita tawakal kepada apa yang dikehendaki dan tidak berarti kalau kita tawakal itu pasif,” imbuh Wapres.

“Kalau kita tawakal itu diam, bukan tawakal itu, tidak berarti diam. Allah menyuruh kita melakukan asbab, sebab, melakukan langkah-langkah, melakukan berbagai usaha,” tambahnya.

Wapres menilai, keduanya tidak saling bertentangan. Memohon pertolongan Allah dan berserah diri merupakan suatu hal yang saling melengkapi.

“Karena apa? Al qolbu tempat tawakal itu, di hati. Hatinya ini pasrah pada Allah, sedangkan tempat sebab itu adalah anggota badan kita bergerak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, kegiatan doa dan zikir bersama ini merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk bersama-sama meningkatkan keimanan kepada Allah seraya memohon perlindungan dan pertolongan-Nya untuk negara Indonesia.

“Harapan dengan adanya kesempatan ini, kita mampu meningkatkan pengamalan agama, dan juga peningkatan terhadap takwa dan keimanan kita kepada Allah SWT,” ungkap Uu.

Hadir pula dalam acara ini, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman, Pangdam III/Siliwangi Kunto Arief Wibowo, Kapolda Jawa Barat Suntana, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Dakwah dan Ukhuwah K.H. Cholil Nafis.

 

Wajib Halal, Seluruh Produk Impor Akan Diverivikasi dan Diperiksa

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mengamanahkan bahwa seluruh produk yang beredar di Indonesia nantinya harus bersertifikat halal, termasuk produk impor.

“Nah ini perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), tapi juga seluruh stakeholder ekosistem halal,” ujar Kepala BPJPH M. Aqil Irham di Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Hal ini dikemukakan Aqil saat bertemu dengan dua Lembaga survey dan inspeksi, PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Komisaris Independen PT Sucofindo Zainal Abidin, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M Haris Witjaksono, dan Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Halal BPJPH Abd Syakur.

Dalam kesempatan tersebut, BPJPH juga melakukan benchmarking atas tolok ukur proses verifikasi, penetapan standar, serta metode pemeriksaan atas produk halal impor. “Ini penting dilakukan dalam rangka mewujudkan kerja sama produk halal sesuai UU No.33 Tahun 2014,” ujar Aqil.

Berdasarkan pertemuan, Aqil menyebutkan ada beberapa masukan terkait penelusuran halal barang impor. Misalnya, surat Kesesuaian Verifikasi Hasil Impor (SK VHI) dapat menjadi instrumen ketertelusuran (traceability) terhadap pemasukan produk halal impor yang mendukung kepastian hukum JPH.

“Selanjutnya kita akan mengolah beberapa masukan yang didapatkan tadi untuk disusun sebagai panduan di BPJPH,” ujar Aqil.

Sambut Ramadan 1444 H, FMDKI Siapkan 55 Titik Kajian Ilmiah Muslimah se-Indonesia. Daftar Sekarang Juga!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) kembali akan adakan Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH) bertajuk “Ramadhan, The Real Healing (Meraih Ketenangan Jiwa dengan Spirit Takwa)”.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 5 Maret hingga 19 Maret 2023 dengan menargetkan Mahasiswa Muslimah di berbagai kampus dan daerah se-Indonesia.

Sinta Kasim selaku panitia pelaksana mengungkapkan, bahwa KARIMAH tahun ini akan dilaksanakan di 55 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Di antaranya pulau Sumatera meliputi daerah Bengkulu, Jambi dan Aceh, pulau Kalimantan dari Tarakan, serta Nusa Tenggara Barat yaitu kota Bima.

“KARIMAH juga akan berlangsung di daerah Jawa yang meliputi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bandung, Bogor, dan Banten,” terangnya.

Alumni Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin tersebut menuturkan, selain dari pulau Jawa, KARIMAH juga akan terlaksana di pulau Sulawesi, antara lain Gorontalo, Sultra meliputi Kendari di dua lokasi kampus, serta Baubau dan Kolaka. Adapun Sulbar terdiri dari kabupaten Mamuju, Polman, dan Majene.

Lebih lanjut, Sinta sapaan akrabnya menambahkan, KARIMAH juga akan dilaksanakan di daerah Sulawesi lainnya yakni Sulteng yaitu Palu, Tolitoli, dan Banggai.

“Sedangkan Sulsel akan diadakan 31 titik, antara lain Makassar dengan 8 kampus, Takalar, Jeneponto, Sinjai, Bulukumba, Luwu Timur, Parepare, Maros, Barru, Palopo, Wajo, Soppeng, Bone, Sidrap, Pangkep, Gowa, dan Pinrang,” jelasnya.

Terkait dengan tujuan utama dilaksanakannya KARIMAH, Ilma Auliya selaku Ketua Umum FMDKI mengatakan, KARIMAH bisa menjadi rumah bagi para muslimah untuk memantapkan bekal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

“FMDKI selalu berharap, kegiatan KARIMAH bisa menjadi rumah bagi para Muslimah yang telah memendam rindu bertemu Ramadan dan FMDKI adalah keluarga. Di KARIMAH ini kita akan bersama belajar, mempersiapkan diri dan memantapkan bekal dalam menjalankan ibadah-ibadah di bulan Ramadan,” ujarnya.

Alumni Universitas Hasanuddin itu juga menyampaikan bahwa tema “Ramadhan, The Real Healing (Meraih Ketenangan Jiwa dengan Spirit Takwa)” ini sengaja diangkat karena maraknya isu kesehatan mental menjangkit anak muda, khususnya mahasiswi yang disebabkan lautan informasi dari sosial media dan tren FOMO (Fear of Missing Out).

Ilma, sapaan akrabnya kembali berharap agar KARIMAH kali ini dapat mengantarkan mahasiswi meraih ketenangan jiwa sehingga semangat melakukan ketaatan kepada-Nya.

“Diharapkan KARIMAH kali ini dapat mengantarkan mahasiswi kembali meraih ketenangan jiwa & kesehatan mental dengan semangat dalam melakukan ketaatan kepada Allah khususnya pada bulan Ramadhan,” ungkapnya ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Sebagaimana diketahui, KARIMAH 1444 H ini telah memasuki satu dekade yang pelaksana awalnya di lakukan pada tahun 2014.

Bagi muslimah yang ingin mendaftarkan diri dapat menghubungi panitia pelaksana di http://wa.me/+6282347853032 atau melalui Instagram @fmdkipusat.

Reporter: Rika Arianti DM

Berpotensi Timbulkan Gejolak Masyarakat, Acara Semarang Cristian Youth Community Dibatalkan

SEMARANG(Jurnalislam.com)–Acara konser cinta yang dikemas dalam drama musikal yang diselenggarakan History Maker Impact (organisasi kepemudaan kristen) yang rencana akan digelar Rabu besok (22/23) di gedung HTE komplek diamon cipta niaga, Jl. Arteri Yos Sudarso Semarang akhirnya dibatalkan setelah mendapatkan penolakan dari ormas-ormas Islam yang ada di Semarang

 

Acara tersebut rencananya digelar oleh Semarang Cristian Youth Community (komunitas remaja kristen) dan diadakan di gedung yang biasa untuk peribadatan umat kristen

 

Agus Triyanto ketua Mualaf Center Indonesia Semarang mewakili salah satu ormas Islam Semarang dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap acara yang diselenggarakan oleh komunitas kepemudaan kristen tersebut.

 

Karena menurutnya undangan yang disebar tersebut tidak mencantumkan undangan khusus untuk yang beragama kristen, tapi ditujukan untuk seluruh pemuda Semarang dan undangan juga masuk di sekolah-sekolah negeri

 

“Kalo itu emang acara komunitas mereka harusnya undangan tersebut hanya ditujukan untuk umat Kristen, bukan seluruh pemuda Semarang apalagi ngirim undangan disekolah-sekolah negeri,” katanya

 

Selain itu poin penolakan adalah dari sisi waktu yang sengaja di jadwalkan sore sampai malam hari, karena itu otomatis akan melewatkan waktu-waktu sholat, sehingga yang beragama Islam otomatis akan meninggalkan sholat

 

Mengetahui ada penolakan dari ormas Islam Semarang, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan antar umat beragama, Kesbangpolinmas (Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat) dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Semarang mengadakan audiensi bersama penyelenggara, dari hasil yang disampaikan pihak kesbangpol karena acara melibatkan lintas agama dan tidak adanya koordinasi antara panitia acara dengan FKUB dan Kesbangpol, maka acara harus dibatalkan

 

“Untuk acara yang akan diselenggrakan oleh Semarang Cristian Youth Community, setelah kami lakukan pendekatan dengan penyelenggara kegiatan tersebut dibatalkan,” ucap Joko Hartono, sekretaris kesbangpol Semarang

 

Pembatalan tersebut tidak lain karena penyelenggara acara menyalahi aturan dengan mengundang lintas agama sehingga melanggar kesepakatan bersama tokoh-tokoh agama

 

“Karena kami sudah punya panduan kerukunan beragama, bahwa kalau ada kegiatan organisasi keagamaan yang mengundang lintas agama, itu semua tokoh beragama sepakat untuk berkoordinasi dengan FKUB, karena kegiatan ini belum ada koordinasi dan komunikasi dengan FKUB dan kesbangpol maka pihak penyelenggara dengan sukarela membatalkan, ” jelasnya

 

Akhinya pihak penyelenggara konser cinta mengeluarkan S

surat pemberitahuan pembatalan acaranya dengan nomor 047/S.UND/II/23, surat tersebut memberitahukan bahwa acara yang rencana akan diselenggarakan pada hari Rabu sore besok batal

 

“Melalui surat ini, kami ingin mengumumkan bahwa acara tersebut dicancel/dibatalkan dikarenakan ada beberapa hal,” bunyi surat yang dikeluarkan penyelenggara

 

repoter Agus Riyanto

 

Habib Ali: Pengelola Zakat Harus Amanah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Habib Ali Hasan Bahar, memperingatkan bahaya pengelola zakat yang tidak amanah. Hal ini dia sampaikan dalam acara Halaqah Mingguan Infokom MUI bertajuk “Kenali Ciri Pengelolaan Zakat-Infaq terpercaya: Literasi Jelang “Bulan Sedekah”,” Rabu, (15/02/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Wasekjen MUI yang juga Ketua Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU) itu menyampaikan adanya tangan-tangan jahil pengelola zakat.

Pengelola nakal ini terangnya seakan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Terkait hal ini, Habib Ali mengutip perkataan al-Mutanabbi:

مَصَائِبُ قَوْمٍ عِنْدَ قَوْمٍ فَوَائِدُ

“Musibah bagi suatu kaum, itu terdapat faedah/manfaat bagi kaum yang lain”

Maksudnya, jika suatu kaum mengalami musibah, maka kaum lain dapat mengambil hikmah dari musibah tersebut.

Habib Ali mengingatkan jangan sampai perkataan al-Mutanabbi ini berkonotasi negatif, dalam artian manfaat disitu berupa keuntungan komersil bagi pribadi.

“Jangan sampai terjadi yang bermakna negatif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habib Ali mengisahkan pengalamannya pernah menemukan adanya penyelewengan dana bantuan.

“Kampanyenya untuk Palestina (tapi ternyata) disampaikan untuk pengungsi di Syria yang ada di Turki yang mendapatkan dana dari PBB,” jelasnya.

Karenanya, Habib Ali mengajak seluruh elemen masyarakat agar benar-benar berhati-hati dan bersikap kritis sebelum menyerahkan dana bantuan bagi mereka yang membutuhkan lewat lembaga pengelola tertentu.

“Jangan sampai yang diniatkan untuk membantu mereka yang sangat membutuhkan lalu jatuh ke tangan mereka yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

 

Peringati Isra Miraj, Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo Ikuti Munaqasah Ibadah

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Sebanyak 334 siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan munaqasah ibadah, Jumat (17/2/2023) di sekolah. Kegiatan tersebut dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan penguatan praktik ibadah para siswa.
Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat menjelaskan kegiatan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW rutin digelar di sekolah sebagai edukasi kepada para siswa tentang peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram, Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina kemudian menuju ke sidratul muntaha, langit ketujuh dengan mengendarai hewan bernama buraq.
“Peristiwa Isra Miraj merupakan hal yang penting untuk diambil hikmah oleh para siswa karena terdapat perintah Allah Swt berupa shalat lima waktu dalam sehari,” jelasnya.
Muhammad Arif Wicagsono, M.Pd. selaku guru agama Islam menambahkan tahun ini peringatan Isra Miraj digelar dengan munaqasah ibadah sebagai penilaian dan evaluasi praktik ibadah para siswa.
“Dengan munaqasah ibadah, kami ingin memastikan praktik ibadah sudah sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW dan tertulis dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah (HPTM),” jelasnya.
Kegiatan diawali dengan sholat dhuha, dzkir dan doa. Hikmah Isra Miraj disampaikan melalui podcast yang digelar live di halaman sekolah dan yotube PKTV.  Sebagai pembicara Ustaz Widi Kusumajati, S.Pd.I dan Ustaz Muhammad Arif Wicagsono, M.Pd. Kedua narasumber tersebut berbicara di hadapan ratusan siswa tentang sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan hikmah dari peristiwa tersebut. Terlihat antusiasme para siswa menyimak podcast.
Munaqasah ibadah dilaksanakan secara individu para siswa di hadapan guru penguji. Agar efektif dan efisien, para siswa dibagi berkelompok dengan penguji Ustaz-Ustazah pembimbing akademik kelompok tersebut. Satu kelompok terdiri atas 10 hingga 12 orang. Materi munaqasah berupa praktik wudhu dan doa setelah wudhu serta praktik sholat termasuk dzikir setelah sholat. Kegiatan berlangsung kurang lebih dua jam.
Muhammad Affan Arsyad, siswa kelas 9 mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Arsyad mendapatkan materi tata cara berwudhu dan sholat. Setelah munaqasah, kini Arsyad tidak ragu-ragu lagi dalam menjalankan ibadah wudhu dan sholat.
“Kita tidak boleh mengeluh tentang kewajiban sholat lima waktu karena perintah Allah Swt langsung kepada Nabi Muhammad SAW dan jumlahnya sudah diturunkan dari 50 kali menjadi 5 kali dalam sehari,” ungkapnya.

MUI Harap Masyarakat Berzakat pada LAZ yang Direkomendasikan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Bendahara MUI, Erni Juliana Al Hasanah Nasution, mendorong masyarakat untuk berzakat, infaq, maupun sedekah melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang amanah. Beberapa ciri LAZ yang amanah, kata dia, adalah yang direkomendasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Komisi Fatwa MUI.

“Pembayaran zakat dilakukan melalui para amil yang amanah, jika diberikan pada lembaga yang tidak kredibel, maka apa yang menjadi tujuan Muzakki dan Mustahik tidak tercapai,” ujarnya saat mengisi Halaqah Mingguan Komisi Infokom MUI, Rabu (15/02/2023) secara virtual.

Menurutnya, MUI melalui Komisi Fatwa berperan tersendiri mengeluarkan fatwa-fatwa tentang zakat. Mereka melakukan fit and proper test dan merekomendasikan calon DPR sebagai syarat pendirian dan pernjangan LAZ.

“MUI melakukan pembinaan Dewan Pengawas Syariah (DPS) melalui forum Muntada Sanawi, sebuah forum silaturahmi tahunan DPS-DPS Laznas se-Indonesia serta melakukan pengelolaan zakat (IDF), ” ujarnya.

Sosok yang baru saja meraih Doktor Akuntantasi Universitas Trisakti itu memaparkan, zakat merupakan rukun iman yang universal. Bukan saja sebagai ibadah, zakat juga menjadi bagian dari sistem keuangan, sosial, dan ekonomi suatu negara. Karena itu, dia menyampaikan agar masyarakat menyalurkan zakat kepada lembaga yang amanah dan professional.

“Potensi zakat di Indonesia saat ini mencapai 327,6 Triliun. Hanya saja pengumpulannya baru mencapai 144,2 Triliun, pada bulan Ramadhan ini pengumpulan zakat akan naik secara signifikan, ” ujarnya.

Dia menyampaikan, beberapa manfaat zakat melalui LAZ yang amanah adalah menjamin kepastian dan disiplin masyarakat membayar zakat. Keberadaan LAZ juga menjaga perasaan rendah diri mustahik ketika berhadapan langsung dengan muzakki. Pengelolaan zakat melalui LAZ juga meningkatkan efisiensi dan efektivitas karena target penyaluran zakat lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pembayaran zakat secara langsung hanya bisa dilakukan apabila tidak ada amil atau amil terbukti tidak amanah.

“Dalam pelaksanaan zakat, tujuan orang berzakat untuk beribadah sekaligus membersihkan hati dan jiwa. Dari sisi mustahik untuk memeratakan pendapatan, mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan, harkat, dan martabat, ” ujarnya.

Sementara bagi pemerintah, zakat berfunsgi untuk pemerataan pendapatan dari orang yang kelebihan kepada orang yang kekurangan. Zakat juga menjadi opsi mengentaskan kemiskinan di luar APBN.

 

Komisi Fatwa MUI: Es Krim Mixue Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Majelis Ulama Indonesia menerbitkan Ketetapan Halal produk Mixue Ice Cream & Tea. Ketetapan Halal tersebut diterbitkan MUI setelah Komisi Fatwa melaksanakan sidang produk halal pada Rabu, 15 Februari 2023.

MUI mengeluarkan Ketatapan Halal setelah menelaah dan mengkaji laporan audit kehalalan yang disampaikan pimpinan Lembaga Pemeriksa Halal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPH LPPOM MUI).

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan bahwa produk Mixue telah sesuai produk halal. Bahannya berasal dari produk yang suci dan prosesnya terjamin.

“Bahan produk Mixue telah memenuhi standard halal yang ditetapkan MUI, semua bahan yang digunakan halal dan suci, serta proses produksinya terjamin kesuciannya,” ujarnya kepada MUIDigital, Kamis (16/02/2023).

Dikatakannya, Ketetapan Halal MUI terhadap Mixue Ice Cream & Tea ini meliputi semua outlet dan menu. MUI telah menetapkan standard halal baru terhadap produk makanan dan minuman yang memiliki cabang dengan berbagai menu. Audit produk halal dilakukan pada semua outlet dan menu di dalamnya.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda, mengapresiasi langkah manajemen Mixue Ice Cream & Tea karena telah mengupayakan proses sertifikasi halal terhadap semua produk. Pasca terbitnya surat Ketetapan Halal MUI ini, maka Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI akan mengeluarkan Sertifikat Halal terhadap Mixue Ice Cream & Tea.

“Sebelumnya, proses pemeriksaan halal terhadap Mixue membutuhkan konfirmasi ulang karena ada salah satu bahan yang harus ditelusuri, yaitu bahan flavour yang berasal dari China,” ujarnya.

Ketetapan Halal merupakan produk MUI pasca adanya sistem jaminan produk halal yang baru. Ketetapan Halal ini menjadi domain/wilayah MUI sebagai lembaga yang diberikan mandat Undang-Undang untuk melaksanakan Sertifikasi Halal.

Sebelum di MUI, sebuah produk harus melalui audit Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Dalam pemeriksaan produk Mixue ini, LPH LPPOM MUI ditunjuk manajemen Mixue untuk melaksanakan audit kehalalan produk. Itu tidak lain karena pengalaman panjang LPPOM MUI yang lebih dari 30 tahun menangani audit produk halal.

Pasca Ketetapan Halal dikeluarkan Mixue, maka Mixue akan memiliki Sertifikat Halal yang dikeluarkan oleh BPJPH Kemenag RI. (mui)

Digelar Oktober 2023, Halal Expo Indonesia Jadi Ajang Pameran Bisnis Berskala Internasional

TANGERANG(Jurnalislam.com)–Setelah sukses digelar pada 2018 dan 2019, Halal Expo Indonesia (HEI) kembali akan dilaksanakan pada 25-28 Oktober 2023 di ICE BSD, Tangerang. Mengusung tema “Networking the Global Islamic Industries to the Indonesian Halal Ecosystem”, pemeran ini akan diikuti 300 exhibitor dari Indonesia serta 20 negara sahabat dan menargetkan sekitar 17.000 pengunjung (buyers & investor) dari dalam negeri dan mancanegara. Menempati area seluas 10.000 m2, sejumlah kategori produk dihadirkan mulai dari makanan dan minuman, fashion, finansial, kosmetik, farmasi, properti, pendidikan, hingga travel umroh dan haji.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya dengan konsep hybrid Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C), HEI kali ini diselenggarakan dalam konsep B2B dan menjadi ajang pertama dan terbesar pameran dagang produk halal, ekonomi dan keuangan syariah berskala internasional di Indonesia. Bahkan, PT Halal Expo Indonesia yang bermitra dengan Saudi International Halal Expo siap memboyong HEI diselenggarakan di Mekah, Arab Saudi pada 2025 mendatang.

“Peserta yang notabene adalah kalangan pengusaha ini kami fasilitasi untuk bisa mengekspor produknya ke sejumlah negara yang saat ini menjadi mitra kerja sama, terutama sejumlah negara di Timur Tengah, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan negara lainnya. Bukan itu saja, bagi pelaku usaha yang ingin bermitra dengan produsen dari luar, juga terbuka kesempatan. Karena di ajang HEI ini turut dihadirkan paviliun dari negara sahabat yang ingin ekspansi ke Indonesia, mereka membutuhkan mitra lokal,” papar CFO PT Halal Expo Indonesia, Aryo Wibisono pada peluncuran Halal Expo Indonesia di Jakarta (15/2).

Aryo Wibisono mengatakan, HEI bernilai strategis bagi pelaku usaha bukan sekedar mengenal pasar global secara langsung, tetapi sekaligus juga mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas produk, kuantitas, kontinuitas, dan standar sertifikasi produk halal global. Sertikasi halal merupakan poin penting dan bentuk komitmen untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen halal Dunia 2024.

Diakui Aryo Wibisono, proses sertifikasi halal masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan sinkronisasi dan kordinasi dari lembaga terkait dan pemangku kepentingan. Selain tentunya  kesadaran para pelaku usaha untuk mengajukan sertifikasi halal. Seperti diketahui, masa penahapan pertama kewajiban sertifikasi halal akan berakhir 17 Oktober 2024.

Berdasarkan Undang-undang No. 33 tahun 2014 beserta turunannya, ada tiga kelompok produk yang harus sudah bersertifikat halal seiring dengan berakhirnya penahapan pertama tersebut. Pertama, produk makanan dan minuman. Kedua, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman. Ketiga, produk hasil sembelihan dan jasa penyembelihan.

“InsyaAllah dalam Halal Expo Indonesia ini akan digelar rangkaian talkshow, konferensi yang mempertemukan para regulator halal di Indonesia yang memberikan sosialiasasi dan edukasi terkait regulasi sertifikasi halal agar pelaku usaha bisa mendapatkan pemahaman yang jelas sehingga proses sertifikasi bisa berjalan mudah dan lancar,” papar Aryo Wibisono.

Sosialisasi perkembangan regulasi dan ketentuan standar halal yang berlaku di negara sahabat dengan kondisi di Indonesia dan sebaliknya pun turut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam rangkaian konferensi internasional. Termasuk juga soal fiqih muamalah, masalah yang berkaitan dengan penerapan ekonomi syariah, pengembangan industri syariah, peluang investasi di sektor industri halal, dan topik terkait lainnya.

Tidak hanya pameran dan konferensi, pameran ini juga akan dimeriahkan beragam acara menarik lainnya seperti Halal Run, HEI Women, HEI Youth, HEI Creative & Art, HEI Edutainment Ground, HEI Cooking, dan HEI Coffee.

“Halal Expo Indonesia diharapkan menjadi inkubator dan akselerator sekaligus kreator bisnis untuk memperkuat ekosistem pengembangan produk halal Indonesia,” tandas Aryo.

Bermitra strategis dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) dan Aspenku, pelaku usaha dan exhibitor selama event berlangsung akan mendapatkan kesempatan bimbingan dan  fasilitasi ekspor.

Pada Agustus 2022 di ICE BSD City, KPMI sukses menggelar Muslim Life Trade – zona internasional- yang berkonjungsi dengan Muslim Lifefest yang mempertemukan 650 buyer asing dari 9 negara dengan 150 pelaku UKM dalam business matchmaking yang pada waktu itu dilakukan secara hybrid.

Dalam gelaran HEI 2023, KPMI yang memiliki program Export Academy- ekosistem pengembangan SDM ekspor- bekerja sama dengan Nudira Learning Center, Aspenku.com dan Hibbu Creative House siap meningkatkan skalasi bisnis para pelaku UKM menuju pasar global.

“Pameran Halal Expo Indonesia diharapkan bisa menjadi representasi industri halal dan keuangan syariah Indonesia di tingkat global. Para pelaku industri halal bisa saling berkunjung dan negosiasi. Sehingga dengan semakin sering kita fasilitasi mereka untuk bertemu (business matchmaking), diharapkan terjadi transaksi yang saling menguntungkan,” tutur Ketua KPMI, Rachmat Sutarnas Marpaung..

Rachmat Marpaung menyebut HEI mendapat apresiasi dan dukungan dari sejumlah negara sahabat diantaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea, Arab Saudi, Sudan, Tanzania, Oman, Qatar, Somalia, Afirika Selatan, Turki, Inggris, Syiria dan Kanada. Mereka siap datang sebagai exhibitor, buyer, dan investor.