Berita Terkini

Aksi ASWAJA Surabaya, Ribuan Umat Muslim Mengecam Penjajahan Israel di Palestina

SURABAYA (jurnalislam.com)- Ribuan umat muslim dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi yang tergabung dalam ASWAJA (Arek Surabaya Wani Jaga Al Aqsa) menggelar aksi bela Palestina, di Tugu Pahlawan Surabaya tepatnya didepan gedung Gubernur Jawa Timur jl. Pahlawan no. 110 kota Surabaya, pada Sabtu pagi (28/10/2023).

Aksi dimulai pukul 08.00 pagi diawali dengan long march ditengah kota Surabaya. Tampak peserta membawa bendera Palestina, poster, hingga spanduk berisi pembelaan dan dukungan bagi warga Palestina.

“Hari ini kita adalah pembela ummat Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, membela saudara-saudara kita yang hari ini tertindas, mereka yang dijajah oleh teroris Israel, saudara-saudari kita yang hari ini diperlakukan dengan hina oleh Israel,” kata ustadz Hamzah Baya, M.Pd didalam orasinya.

Lebih lanjut ustadz Hamzah Baya mengatakan bahwa ASWAJA bersama-sama menyuarakan kepedulian mereka terhadap kesucian Al Aqsa dan menegaskan bahwa mereka tidak akan diam terhadap penindasan yang sedang terjadi di Palestina.

“Kami menunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam adalah umat terkuat, umat Islam mempunyai kejayaan, dan hari ini kami melawan kekejaman Israel di Palestina. Yang bisa kami lakukan hanyalah mendoakan saudara-saudara kami,” tegasnya.

Mereka berharap bahwa upaya ini dapat menjadi pembelaan mereka di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam aksi ini tampak panitia juga menggalang donasi yang akan disumbangkan sebagai bukti komitmen mereka untuk melawan kekejaman Israel di Palestina.

“Hari ini kita membela saudara kita di Palestina meskipun dengan keringat, air mata, dan donasi yang sedikit, mungkin inilah yang akan bisa menjadi pembela kita dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah yang bisa menjawab bahwa hari ini kita tidak diam, tidak membisu, kita menjadi pembela saudara-saudara kita di Palestina,” pungkasnya.

Reporter: Bahri

Aksi Bela Palestina, Ketua Umum PP Lidmi Sebut Demokrasi dan HAM Telah Musnah di Tangan Amerika

JAKARTA (jurnalislam.com)– Ketua Umum Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (Lidmi), Asrullah, S.H., M.H. menyatakan bahwa dukungan Amerika dan negara-negara Eropa terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel adalah bukti telah musnahnya demokrasi dan HAM yang selalu digaungkan negara barat.

“Amerika dan negara-negara barat yang dikompori oleh Eropa yang selalu mengkampanyekan raja demokrasi dan Hak Asasi Manusia hari ini telah mati dan dusta karena perbuatan mereka”, kata Asrullah dihadapan satu juta lebih peserta aksi di depan Kedubes AS Jakarta, Sabtu (28/10/2023).

Asrullah menekankan bahwa memperjuangkan Palestina merupakan bagian dari jihad fii sabilillah umat Islam di Indonesia, sehingga ia menyeru umat islam Indonesia agar bersatu untuk tetap memperjuangkan Palestina.

“Palestina adalah tanah kita, Palestina adalah aqidah kita, dan Palestina adalah kebersamaan kita. Maka memperjuangkannya adalah bagian dari jihad fii sabilillah,” ucap Asrullah.

Menurut Asrullah, kehadiran dan berkumpulnya kaum muslimin hari ini adalah bentuk memenuhi panggilan moral, panggilan keagamaan dan panggilan dunia dan menegaskan kecaman kaum muslimin atas kejahatan kemanusian yang dilakukan Zionis Israel.

Pemerintah Israel Tidak Senang Dengan Pengakuan Mantan Tawanan yang Puji Hamas

PALESTINA (jurnalislam.com)- Para pejabat Israel dilaporkan tidak senang dengan keterangan hasil wawancara yang diberikan oleh seorang lansia mantan tawanan Hamas di Gaza.

Dalam jumpa pers pada hari Selasa (24/10/2023), Yocheved Lifshitz, 85 tahun, seorang tawanan Israel yang dibebaskan dari Gaza pada Senin malam, mengatakan bahwa dia ditangkap pada tanggal 7 Oktober, hari dimana para pejuang Palestina menyerbu Israel selatan, namun kemudian diperlakukan dengan lemah lembut.

Narasumber mengatakan kepada Kan News media milik Israel bahwa wawancara itu adalah sebuah kesalahan, dan menambahkan bahwa “pertemuan pendahuluan mungkin tidak diadakan dengan Lifshitz sebelum pernyataan persnya dan seandainya diadakan pertemuan terlebih dahulu, maka tidak akan ada semua pertanyaan yang diajukan itu. Lakukan dengan persiapan tentang pertanyaan yang akan diajukan.” ungkap pejabat Israel.

Lifshitz adalah satu dari empat warga Israel yang dibebaskan setelah pejuang Palestina Hamas menyerbu komunitas Israel di dekat Jalur Gaza dalam serangan yang menewaskan sekitar 1.400 warga Israel, dan Israel yakin ada 220 tawanan ditahan di Gaza.

Yocheved Lifshitz merupakan salah satu sandera tertua yang ditahan oleh Hamas di Gaza, dan menghabiskan lebih dari dua pekan di penahanan.

Dia dibebaskan bersama tawanan lainnya, Nurit Yitzhak yang berusia 79 tahun.

Dalam siaran persnya Lifshitz menceritakan kepada wartawan: “Saya telah melalui neraka, saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan mencapai keadaan seperti itu. Mereka (pejuang Palestina) menyerang di kibbutz kami dan menaikkan saya ke dalam sepeda motor.”

Lifshitz menambahkan bahwa, seorang petugas medis dan kemudian seorang dokter mengunjunginya ketika dia ditahan oleh Hamas, untuk memeriksa kondisinya. “Mereka mengurus setiap detailnya,” katanya.

Lifshitz mengatakan para penculiknya memenuhi kebutuhannya. “Mereka memastikan bahwa mereka mengonsumsi makanan yang sama seperti yang kita makan, keju putih dan mentimun,” tambahnya.

Menceritakan kembali kisah ibunya, putri Lifshitz, Sharone, mengatakan: “Ketika dia pertama kali tiba, mereka (Hamas) mengatakan kepada ibunya bahwa mereka adalah Muslim dan mereka tidak akan menyakiti.”

Ketika Lifshitz ditanya mengapa dia berjabat tangan dengan pejuang Hamas sebelum dibebaskan, dia menjawab: “Mereka bersikap lembut terhadap kami, kebutuhan kami dipenuhi.”

Dalam pernyataan persnya, Lifshitz juga mengutuk kurangnya kesiapan tentara Israel menghadapi serangan pada 7 Oktober, dengan mengatakan bahwa “dua miliar shekel telah dihabiskan untuk sistem keamanan yang tidak berguna.”

Dia juga mengkritik pemerintah Israel atas kegagalannya menjelang serangan tersebut. “Kami adalah kambing hitam pemerintah, kami ditinggalkan. Kami mengalami masa-masa sulit,” katanya.

Oded Lifshitz, suami Yocheved Lifshitz, masih hilang dan diduga ditahan oleh kelompok pejuang Palestina di Gaza, meski keberadaan atau kondisinya tidak diketahui.

Israel mengatakan bahwa Hamas menahan 220 warganya sebagai tahanan, beberapa di antaranya memiliki kewarganegaraan dari berbagai negara, namun jumlah tersebut sebenarnya mungkin bisa lebih tinggi, karena puluhan orang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, Hamas mengumumkan 22 tawanan tewas dalam pemboman Israel di Gaza, yang telah membunuh sedikitnya 5.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah warga sipil.

Dalam wawancara dengan Sky News yang disiarkan pada hari Selasa, pemimpin senior Hamas Khaled Meshaal mengatakan kelompoknya akan melepaskan semua sandera sebagai imbalan atas berakhirnya pemboman di Gaza.

Reporter: Bahri

Roket Hamas Hantam Sekitar Kota Tel Aviv, 6 Warga Israel Terluka

YERUSALEM (jurnalislam.com)- Setidaknya enam warga Israel terluka ketika rentetan roket yang ditembakkan dari Gaza menghantam wilayah tengah Israel pada Rabu malam (25/10/2023)

Sebagaimana dilansir oleh situs berita Times of Israel, roket dari Gaza menghantam wilayah Rishon Lezion, Petah Tikva, Bat Yam, dan Rosh Ha’ayin di Israel tengah dekat kota Tel Aviv.

Ia menambahkan bahwa terjadi kerusakan bangunan yang signifikan disebabkan oleh roket tersebut.

Sementara itu, Brigade Al-Qassam sayap Hamas mengatakan pihaknya menyerang daerah sekitar Tel Aviv, Israel tengah, dengan roket “sebagai tanggapan atas kejahatan Israel terhadap warga sipil (Palestina) di Gaza.”

Pesawat-pesawat tempur tentara Israel terus menyerang daerah-daerah di Gaza menyebabkan ribuan warga sipil terbunuh, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada hari Rabu.

Lebih dari 7.900 orang tewas dalam perang tersebut, termasuk sedikitnya 6.546 warga Palestina dan 1.400 lebih warga Israel.

Sebanyak 2,3 juta penduduk Gaza telah kehabisan makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar, dan konvoi truk bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Gaza hanya membawa sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan.

Sumber: Anadolu Ajansi

Reporter: Bahri

Erdogan: Hamas adalah Pejuang Melindungi Palestina, Bukan Teroris

TURKI (jurnalislam.com)- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya yang berapi-api pada hari Rabu (25/10/2023), mengecam Israel dan para pendukungnya serta mendesak para pemimpin dunia untuk menghentikan serangan terhadap warga Palestina di Gaza.

Pidato di parlemen, Erdogan mengatakan Turki “tidak berhutang apa pun kepada Israel” dan mengumumkan bahwa ia tidak akan lagi mengunjungi negara itu seperti yang direncanakan sebelumnya.

Dia juga mengatakan Hamas bukanlah kelompok teroris, dan menyebut mereka sebagai gerakan pembebasan yang berjuang untuk “melindungi tanah dan warganya”.

“Sekitar setengah dari mereka yang terbunuh dalam serangan Israel di Gaza adalah anak-anak. Bahkan angka-angka ini menunjukkan bahwa tujuannya adalah sebuah kekejaman untuk melakukan kejahatan terencana terhadap kemanusiaan,” tegas Erdogan.

“Serangan Israel di Gaza adalah sebuah situasi yang membuktikan adanya pembunuhan dan kondisi penyakit mental, baik bagi mereka yang melakukan serangan tersebut maupun bagi mereka yang mendukung serangan tersebut,” pungkasnya.

Tentara Israel terus melancarkan serangan udara dan penembakan artileri skala besar terhadap Jalur Gaza selama 18 hari berturut-turut, mengakibatkan pembantaian terhadap warga sipil di Jalur Gaza, meningkatkan korban jiwa menjadi sekitar 5.800 syuhada dan lebih dari 15 ribu terluka.

Sumber: MEE

Reporter: Bahri

Drone Brigade Al Qassam Serang Pangkalan Militer Israel

PALESTINA (jurnalislam.com)- Kelompok pejuang Palestina Hamas mengatakan pada Senin (23/10/2023) bahwa mereka telah menargetkan dua pangkalan militer Israel dengan pesawat tak berawak.

Brigade Al Qassam, mengatakan dua drone ditembakkan ke pangkalan militer Hatzerim dan Tze’elim di Israel selatan.

Tidak ada informasi yang diberikan mengenai dampak dan korban jiwa dari serangan itu.

Sementara pihak Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah mencegat dua drone yang ditembakkan dari Jalur Gaza.

“Dua UAV diidentifikasi menyeberang dari Jalur Gaza ke wilayah Israel” di Nir Oz dan Ein HaBesor dekat perbatasan, kata tentara Israel dalam sebuah pernyataan.

“Kedua UAV tersebut digagalkan,” tambahnya, namun Israel tidak menjelaskan apakah drone itu ditembak jatuh.

Sebagaimana video yang beredar, sejak operasi Thaufanul Aqsa (Operasi Badai Al-Aqsa) 7 Oktober, sayap militer Hamas, Brigade Izzudin Al-Qassam merilis 3 video tentang drone yang diberi nama Zouari ini. Yangmana nama Zouari ini diambil dari nama salah satu Insinyur Al Qassam asal Tunisia Muhammad Zhawari yang telah gugur syahid oleh Agen Mossad pada 15 Desember 2016 di depan Rumahnya ketika berada di dalam Mobilnya.

Sumber: Anadolu Ajansi, The Jerusalem Post

Reporter: Bahri

FLP Solo Gelar Pelatihan dan Perekrutan Anggota Baru

SOLO (jurnalislam.com)- Forum Lingkar Pena (FLP) Solo menyelenggarakan acara pelatihan kepenulisan dan perekrutan anggota baru. Kegiatan yang diberi nama Pelatpulpen 15 tersebut diselenggarakan di Hotel Grand Sae, Solo, Minggu (22/10/2023).

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut Afifah Afrah Ketua Umum FLP Periode 2017-2021.

Ranu Muda, Ketua FLP Solo dalam kesempatan tersebut menjelaskan Pelatpulpen merupakan pelatihan kepenulisan dan juga pintu gerbang bagi siapa saja yang ingin bergabung menjadi anggota FLP.

“Pelatpulpen kali ini merupakan yang kali ke 15, sejak FLP Solo berdiri pada tahun 1997. Selain itu kegiatan ini diadakan sebagai syarat bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi anggota FLP,”ujarnya, Minggu (22/10/2023).

Melalui Pelatpulpen ini Ranu berharap akan muncul penulis-penulis baru yang sevisi dengan komunitas Forum Lingkar Pena itu sendiri.

Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari berbagai macam latar belakang, ada yang SMA, mahaiswa, karyawan, Guru hingga pengusaha.

“FLP merupakan komunitas penulis kami membuka diri bagi siapa saja yang ingin bergabung menjadi anggota tidak melihat usia, gender hingga profesi. Asal dia senang dengan dunia tulis menulis kami senang menerima anggota,”tambahnya.

Melalui gerakan literasi ini Ranu berharap muncul gerakan cinta literasi di masyarakat, dengan semangat membaca dan menulis maka secara tidak langgsung dapat menumbuhkan semangat membangun peradaban bangsa kedepannya.

Selain menerima materi selama 1 hari nantinya anggota baru juga akan digembleng dengan pelatihan-pelatihan lanjut bisa berupa tatap muka atau online.

Dalam pelatihan tersebut anggota akan mendapatkan pencerahan beragam ilmu tentang dunia tulis menulis mulai dari editor, penerbit, tips menembus media atau penerbit dan lain sebagainya.

“Anggota FLP Solo banyak yang mempunyai keahlian di bidang tulis menulis dan ahli dibidangnya seperti dosen sastra, editor, penerbit, jurnalis dan lain sebagainya. Dengan menghadirkan mereka tentunya akan memberikan materi dan motivasi sehingga kedepan anggota baru semakin memiliki tambahan wawasan tentang dunia tulis menulis,”katanya.

Salah satu peserta Pelatpulpen Bagus Sugiarto asal Ungaran menyampaikan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan Pelatpulpen. Menurutnya dengan mengikuti kegiatan ini semakin menambah motivasi untuk menulis dan berkarya.

“Saya apresiasi atas acara ini karena menghadirkan pembicara hebat namun untuk tiketnya sangat murah. Materi yang disampaikan sangat sistematis dan bernas,”ungkapnya.

Selain mengadakan Pelatpulpen dalam kegiatan tersebut FLP Solo juga melaunching Rumah Cahaya yaitu perpustakaan yang kedepannya digunakan untuk mengajak masyarakat agar gemar membaca dan juga menulis. Dalam peluncuran kali ini FLP Solo bekerjasama dengan Rumah Talenta.

Sementara itu Afifah Afra yang diminta menjadi pemateri menyampaikan tentang perbedaan antara jenis tulisan fiksi dan non fiksi.

“Fiksi dan non fiksi itu panjang sekali jika dibahas tapi perbedaan yang dapat atau mudah di fahami adalah, fiksi membutuhkan analitik interpestasi dan non fiksi hanya di daerah akademisi,”ungkap penulis yang sudah menerbitkan 60 judul buku.

Karena fiksi sering berada di ranah-ranah hiburan maka fiksi sering sekali menggunakan kalimat imajinatif. Sedangkan non fiksi membutuhkan analitik dan data-data pembuktian.

Kalau Bukan Jihad Apalagi? Bakti Santri Untuk Negeri

Budi Eko Prasetiya, SS
Manajer Griya Qur’an Al Hafizh Jember

Peringatan hari santri 2023 membawa tema “Jihad Santri untuk kejayaan negeri“. Tema Jihad Santri Jayakan Negeri diusung Kementerian agama untuk mengajak para santri berjuang membangun kejayaan negeri dengan semangat jihad.

Momentum ini perlu disyukuri sebagai bentuk pengakuan dan  apresiasi negara kepada jasa perjuangan dan pengorbanan para ulama dalam memobilisir rakyat Indonesia dan kaum santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Namun demikian, ini bukan alasan untuk berpuas diri dengan sekedar membanggakan sejarah lalu berdiam diri tanpa berusaha meneruskan perjuangan para pendahulu kita.

Al-Quran mengingatkan, _”Mereka itu adalah umat yang telah berlalu, bagi mereka pahala perbuatan mereka dan bagi kalian hasil jerih payah kalian. Kalian tidak akan ditanya tentang apa yang mereka kerjakan.”_  QS. Al-Baqarah: 134.

Sebagai generasi pewaris para ulama, kita wajib meneladani spirit jihad dan pengorbanan yang telah dicontohkan untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan dan menjaga kemuliaan agama. Yang selanjutnya ditransformasikan menjadi kiprah nyata yang bermanfaat luas sesuai potensi kebaikan yang telah Allah berikan.

Santri identik dengan jihad. Kita semua tahu bagaimana dahulu ulama dan santri berjuang melawan penjajah. Penuh dengan pengorbanan, tangisan dan darah. Hidup Mulia atau Mati Syahid !

Resolusi Jihad bukanlah slogan kosong. Ia berhasil menyalakan bara semangat di hati para santri yang khusyu’ dalam khidmat keilmuan di pesantren, lalu bertransformasi menjadi pejuang. Dengan azzam yang kuat, mereka meninggalkan halaman pesantren, menggantikan buku-buku dengan senjata, dan mengubah doa-doa menjadi gemuruh pekik perjuangan.

Semangat jihad santri tetap menjadi obor yang menerangi perjalanan bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi, santri tetap berdiri kokoh, menjadikan jihad sebagai landasan untuk mengisi kemerdekaan. Merefleksi tema Hari Santri tahun ini, kita diajak untuk mengambil inspirasi dari kiprah santri. Mereka telah memberikan contoh konkret bagaimana semangat jihad diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan negeri.

Sebagai generasi saat ini dan yang akan datang, kita memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan estafet perjuangan santri. “Kalau Bukan Jihad Apalagi?!”

Kemarau Panjang, Warga Kota Cilegon Gelar Shalat Istisqa Minta Hujan

CILEGON (jurnalislam.com)- Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia membuat kesulitan dan kekhwatiran warga, termasuk di Kota Cilegon Banten. Di beberapa wilayah di sekitar Kota Cilegon bahkan sangat sulit untuk mendapatkan air bersih.

Atas dasar itulah sejumlah warga di lapangan Arga Baja Pura, Masjid Ar Rohmah, Perumahan Arga Baja Pura, Gerogol, Cilegon, Banten melakukan shalat istisqa berdoa agar Alloh Subhanahu wa Ta’ala segera menurunkan hujan pada Ahad, (22/10/2023).

Ketua DKM Masjid Ar Rohmah Zamhari mengatakan bahwa di wilayahnya saat ini sudah sangat kesulitan untuk mendapatkan air, terutama kebutuhan air bersih.

“Kegiatan ini sebagai doa dan ikhtiar kita agar Alloh Subhanahu wa Ta’ala segera menurunkan hujan di Kota Cilegon khususnya, Indonesia umumnya. Di beberapa Kota Cilegon bahkan warga sangat kesulitan air bersih untuk kegiatan sehari hari,” katanya.

“Untuk warga yang berada di sekitar area Masjid Ar Rohmah juga stock air semakin menipis, tidak menutup kemungkinan kalau kemarau terus berkepanjangan maka air akan habis. Kami pun menghimbau kepada seluruh warga agar lebih hemat dan bijak lagi dalam penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Zamhari.

Sementara imam dan khatib shalat Istisqa Ustaz Ahmad Slamet Ibnu Syam dalam khutbahnya mengajak masyarakat untuk bertaubat atas dosa dan kemaksiatan yang pernah dilakukan.

”Sebelum melaksanakan Shalat Istisqa ini, marilah kita bertaubat kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala atas segala dosa dan kemaksiatan yang telah diperbuat karena satu dari sekian ciri orang beriman Ketika ditimpa kesusahan dia beristighfar, bertobat memohon ampunan kepada-Nya,” ungkapnya.

“Shalat Istisqa adalah merupakan Sunnah Rasulullah dan pada jaman sahabat pun menurut beberapa riwayat Ketika kemarau melanda melakukan shalat istisqa. Kalau bukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada siapa lagi kita meminta? Dan Allah lah sebaik baik tempat meminta,” pungkasnya.

Kegiatan Shalat Istisqa ini diikuti oleh puluhan warga sekitar Komplek Masjid Ar Rohmah dan dari luar komplek Masjid.

“Semoga dengan dilaksanakan shalat Istisqa ini Allah Subhanahu wa Ta’ala segera menurunkan hujan dan membawa keberkahan buat kita semua,” terang salah satu warga Edi Pur.

Shalat Istisqa ini mulai pada jam 07.00 dan selesai jam 08.00 WIB.

Reporter: Jajat Sudrajat

9 Warga Terluka Akibat Serangan Tank Israel yang Menyasar Perbatasan Mesir

GAZA (jurnalislam.com)- Militer Israel mengatakan pada Ahad (22/10/2023) bahwa salah satu tanknya “secara tidak sengaja menembak dan mengenai sebuah pos Mesir” di dekat perbatasan dengan Gaza saat tentara Israel membombardir wilayah perbatasan tersebut.

Dilaporkan Midle East Eye, 9 warga Mesir terluka akibat serangan Israel di wilayah Mesir dekat perbatasan Gaza, yang juga menghancurkan menara pengawas Mesir. Tentara Israel kemudian mengonfirmasi bahwa mereka menembak ke udara dan insiden itu adalah sebuah kecelakaan.

“Militer Israel menyatakan kesedihan atas insiden tersebut” di dekat daerah Kerem Shalom, terang Israel dalam sebuah pernyataannya.

“Insiden tersebut sedang diselidiki dan rinciannya sedang ditinjau,” tambah pernyataan itu.

Sementara itu, tentara Mesir membenarkan bahwa Israel “segera menyatakan penyesalannya atas insiden yang tidak disengaja tersebut dan penyelidikan sedang dilakukan”.

Media Mesir menegaskan serangan Israel tidak akan mengganggu aliran bantuan ke Gaza, terang para saksi.

Sejak Sabtu, 37 truk yang membawa pasokan penting telah menyeberang ke Gaza melalui pos perbatasan Rafah dengan Mesir.

PBB memperkirakan sekitar 100 truk per hari dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan Gaza.

Sumber: ndtv, MEE

Reporter: Bahri