Berita Terkini

Lebih dari 2.500 Peserta Bakal Hadir pada Kemwil IX Sako Pramuka SIT Jateng

SALATIGA (jurnalislam.com)- Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Tengah bakal menggelar Kemah Ukhuwah Wilayah (Kemwil) ke IX pramuka penggalang usia SD dan SMP.

Kemah Ukhuwah Wilayah yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali ini akan diikuti sekolah se-Jawa Tengah anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.

Kemah Ukhuwah Wilayah akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Spekta Merbabu, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, 14-17 Oktober 2024.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zainal Abidin kepada para wartawan di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang menjelaskan, sampai pendaftaran ditutup pada 20 September 2024 lalu, sebanyak 2.609 peserta yang terdiri dari 2.171 siswa dan 438 pendamping tercatat di kepanitiaan.

“Kemwil ini untuk membina dan mengembangkan persahabatan serta persatuan antar anggota pramuka. Selain itu juga untuk meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara serta lingkungan di sekolah Islam yang menjadi anggota JSIT Indonesia,” kata Zainal, Rabu (25/8/2024).

Agendanya adalah, Senin (14/10/2024) peserta akan mengikuti giat prestasi. Para peserta berkompetisi dalam berbagai giat atau lomba, seperti Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), semaphore dan morse, panahan, hasta karya, dan video vlog.

Pembukaan Kemwil IX akan dilaksanakan pada hari kedua, Selasa (15/10/2024), di lapangan sepak bola Dusun Pulihan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan di lereng Gunung Merbabu.

Beberapa pengurus pusat dan pengurus wilayah provinsi akan hadir, di antaranya, Mabi Sakonas Pramuka SIT, Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si, Ketua Pimpinan Sakonas Pramuka SIT, Fauzi Nahdi, M.Pd.

Kemudian Ketua Kwarda Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, M.Sc, dan Ketua Pinsakoda Pramuka SIT DIY, Jakarta, Banten, Jabar, Jatim, dan Riau terkonfirmasi juga akan hadir.

Dalam upacara pembukaan juga akan dipentaskan drama kolosal pertempuran Ambarawa oleh ratusan siswa SMP IT Nurul Islam Tengaran.

Panitia juga mengagendakan pelantikan Pengurus Sakoda Pramua SIT Jateng oleh Ketua Kwarda Pramuka Jateng, Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, M.Sc.

Peserta akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan kepramukaan, salah satunya wawasan kebangsaan dari TNI.

Untuk menghibur dan memotivasi seluruh peserta, panitia juga akan menghadirkan konser nasyid Azzam Haroki dari Semarang.

“Untuk antisipasi cuaca hujan dan keamanan, kami sudah koordinasi dengan pengelola Spekta Merbabu. Mereka mengatakan siap bahkan akan mengawal kendaraan, utamanya apabila ada bus besar akan dikawal dari jalan raya Getasan menuju lokasi,” katanya.

Tiga Pekan Jelang Kemwil, JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah Gelar Technical Meeting

SEMARANG (jurnalislam.com)- Tiga pekan menjelang pelaksanaan Kemah Wilayah (Kemwil) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka SIT (Sekolah Islam Terpadu) Jawa Tengah, Panitia menggelar Technical Meeting di Camp & Resto Spekta Merbabu Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/09/2024).

Kegiatan diikuti oleh ratusan pembina dan pendamping Kemwil dari berbagai SIT dari kabupaten atau kota di Jawa Tengah.

Ketua Panitia Kemwil, Widiyanto menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas partisipasi para pembina dan pendamping Kemwil.

“Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh pembina dan pendamping Kemwil di Bumi Perkemahan Specta Merbabu Kab. Semarang. Terima kasih kehadiran dan partisipasi Kakak-Kakak dari berbagai SIT Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kemah ini kemah kita bersama, mari sukseskan Kemwil IX Sako SIT JSIT Jawa Tengah,” ajak Widiyanto.

Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widiaksono dalam sambutannya menyampaikan tujuan mengapa lokasi technical meeting sama dengan lokasi tempat penyelenggaraan Kemwil.

“Technical meeting langsung diadakan di lokasi Kemwil supaya para pembina pendamping mengenali medan. Sehingga nantinya tahu dan paham apa yang harus dipersiapkan untuk dibawa saat perkemahan. Selain itu, nanti mudah menjelaskan kepada para peserta Kemwil baik saat persiapan maupun pelaksanaan,” terang Hananto.

Salah satu peserta Technical Meeting, Kak Mugi, pembina pendamping dari SDIT Insan Cendekia Boyolali menyampaikan kesannya tentang lokasi yang akan digunakan untuk kegiatan Kemwil IX.

“Lokasinya bagus, tidak panas, dan luas. Para peserta akan lebih leluasa mencari pengalaman dalam kegiatan perkemahan. Secara sekilas fasilitasnya juga lengkap,” ungkapnya.

Bekali Santri Keterampilan Dasar Dan Ketahanan Diri, Ponpes Minhajul Hayah Gelar Mukhoyyam di Ngargoyoso

NGARGOYOSO (jurnalislam.com)- Sebanyak 102 santri Pondok Pesantren Minhajul Hayah telah mengikuti kegiatan Mukhoyyam yang berlangsung di Buper Kampung Gunung, Berjo, Ngargoyoso dari Selasa sampai Jum’at, (17-30/9/2024). Acara ini diadakan untuk membekali santri dengan keterampilan dasar kepramukaan dan ketahanan diri.

Selama empat hari, para peserta terlibat dalam berbagai kegiatan seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB), tali temali, tandu membawa korban, survival, bivak, dan sabung boxing. Masing-masing kegiatan dipandu oleh instruktur yang berkompeten di bidangnya.

Kegiatan PBB dibina langsung oleh Koramil Ngargoyoso, memberikan pelatihan kedisiplinan dan ketangguhan fisik. Materi tali temali dan tandu dibawakan oleh Ustaz Fathur Karyadi, yang membekali santri dengan keterampilan teknis dalam kondisi darurat.

Sementara itu, Ustaz Jundi Fathurdiar menjadi pengisi materi survival dan bivak, mengajarkan cara bertahan hidup di alam bebas serta membangun tempat perlindungan. Untuk kegiatan sabung boxing, Ustaz Dzakaria memberikan pelatihan khusus yang mengasah kemampuan fisik dan mental para santri.

Selain memperkuat fisik dan keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kerjasama tim dan kepemimpinan di antara para santri. Dengan semangat kebersamaan dan kemandirian, acara ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai positif yang bermanfaat bagi para peserta dalam kehidupan sehari-hari.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan rasa persaudaraan serta tadabur alam. Acara mukhoyyam ini rutin kami laksanakan menjelang liburan semester,” ujar Ketua Panitia, Ustaz Hilal.

Acara Mukhoyyam ini berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari para instruktur dan peserta. Semoga kegiatan ini dapat terus menjadi agenda rutin yang menginspirasi dan memperkuat karakter generasi muda santri.

Reporter: Jono Riyanto

Polrestabes Semarang Bersama Elemen Ormas Islam Gelar Diskusi Cegah dan Atasi Kenakalan Remaja

SEMARANG (jurnalislam.com)- Perwakilan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama Polrestabes Semarang terkait kenakalan remaja yaitu tawuran yang sering terjadi di Mapolda Semarang pada Jum’at (20/9/2024).

“Kami bersama ormas Islam di Polrestabes ini membicarakan terkait pencegahan tawuran remaja yang sering terjadi,” kata Ustaz Danang, perwakilan Jamaah Ansharu Syariah Semarang.

“Tidak ada sebulan, sudah dua remaja meninggal akibat tawuran,” tambahnya.

Di Polrestabes, ormas Islam dibagi menjadi dua tim, tim pertama bersama PLT Walikota dan Kapolrestabes Semarang dalam agenda dialog dan zoom meeting terkait masalah kenakalan dan tawuran remaja. Dan tim kedua bersama Wakasat Intel dan Wakasat Reskrim Polrestabes melakukan audiensi terkait pencegahannya.

Wakasat Intel Polres Semarang, Selamet Purnomo menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan patroli setiap akhir pekan, karena waktu tersebut sering terjadi tawuran.

“Kami sudah berupaya melakukan patroli pada malamnya, itu hari jumat, sabtu dan minggu,” katanya

Selain itu, dari Polri juga menyampaikan agar masyarakat segera melaporkan segala bentuk kriminal termasuk tawuran pada aplikasi libas.

Reporter: Agus Riyanto

Ponpes Salman Al Farisi dan Fityanul Qur’an Gelar Kemah Santri untuk Latih Kedisiplinan dan Kepemimpinan

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Pondok Pesantren (Ponpes) Salman Al Farisi dan Fityanul Qur’an mengadakan kegiatan Mukhoyyam atau kemah santri bersama yang berlangsung di Bumi Perkemahan Segoro Gunung, Ngargoyoso, Karanganyar, pada Senin hingga Kamis, (16-19/9/2024).

Acara ini diikuti oleh sekitar 243 santri dari dua pondok pesantren, yakni Salman Al Farisi Karangpandan dan Fityanul Qur’an Beruk, Jatiyoso.

Muhammad Ghozi Mubarok, selaku panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan dan kepemimpinan santri.

“Selain paham ilmu agama, santri juga harus memiliki kemampuan kepemimpinan. Ketika lulus nanti, mereka akan terjun ke masyarakat dan harus bisa mengelola umat dengan baik,” ujar Ghozi.

Acara ini menghadirkan pemateri dari SAR Hidayatullah Jogjakarta, Mizan, yang menyampaikan pentingnya santri memiliki keterampilan mitigasi, evakuasi, dan rekonstruksi saat terjadi bencana.

“Sudah seharusnya santri memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam penanganan bencana, sebagai bagian dari kontribusi mereka di masyarakat,” katanya.

Kegiatan kemah ini disambut dengan antusias oleh para santri. Muhammad Dzakir, salah satu santri dari PP Salman Al Farisi, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti acara tersebut.

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini, meskipun sudah lima kali berpartisipasi selama mondok di sini,” ujar Dzakir.

Acara berlangsung lancar dan diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi para santri, terutama dalam membekali mereka dengan kemampuan kepemimpinan dan kedisiplinan yang akan berguna di masa depan.

Din Syamsuddin: Jangan Sekali-kali Hapus Jasa Ulama

SOLO (jurnalislam.com)- Perjuangan menegakkan Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari jasa para ulama. Jauh sebelum kemerdekaan, sekian abad lamanya, perlawanan terhadap Penjajah Belanda banyak dipimpin oleh para ulama dan zuama, dari Aceh hingga Ternate atau Tidore.

Begitu pula, perjuangan kebangsaan sejak awal Abad Keduapuluh Indonesia ikut didorong oleh munculnya pergerakan atau organisasi Islam, seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, Nahdhatul Ulama, dan lain-lain yang selain mencerdaskan kehidupan bangsa juga secara nyata mengenyahkan penjajahan dari Bumi Indonesia.

Demikian ditegaskan oleh Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Mantan Ketua Umum Muhammadiyah dan Mantan Ketua Umum MUI Pusat, pada Silaturahmi Ulama, dan Tokoh Islam se Solo Raya, (4/9/2024).

Silaturahmi yg diisi dengan tabligh akbar dihadiri sekitar 50 ribu jamaah yg memadati Ruang Depan Kantor Wali Kota Solo hingga melimpah ruah ke jalan raya. Ikut hadir memberi ceramah KH Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor), KH Ahmad Abdul Wafi Maimun (Tokoh NU), dan sejumlah ulama, zuama, pimpinan Ormas-Ormas Islam se Solo Raya. Acara diadakan untuk ketiga kalinya oleh Forum Silaturahmi Ulama dan Tokoh Islam Surakarta.

Din Syamsuddin yang tampil sebagai pembicara pertama mengulas peran tokoh Islam di seputar Proklamasi Kemerdekaan RI. Fakta sejarah mengatakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari pesan tertulis ulama Muhammadiyah KH Abdul Mukti yg tinggal di Madiun kepada Bung Karno agar memproklamasikan Kemerdekaan RI pada Bulan Ramadhan.

Maka terjadilah proklamasi pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan Hari Jum’at, 9 Ramadhan 1367 H. Juga, warna Bendera Indonesia Merah-Putih adalah atas usul Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, Pendiri Al-Khairat di Palu, Sulawesi Tengah.

Lambang Negara Garuda adalah atas usul Sultan Hamid II dari Pontianak. Tentu tak boleh dilupakan perjuangan melawan Agresi Sekutu dipimpin Inggeris di Surabaya 1947 didorong oleh Resolusi Jihad Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari, dan Perang Gerilya mempertahankan kemerdekaan dipimpin oleh Jenderal Sudirman, tokoh Pandu Hizbul Wathan Muhammadiyah. Tidak boleh dilupakan juga jasa 73 Kesultanan Islam dari Aceh hingga Ternate atau Tidore yang dengan rela menyerahkan kekuasaan politiknya kepada Republik Indonesia tercinta.

Itu hanya sekelumit fakta sejarah. Maka, mengutip Bung Karno Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan sejaRah), dan juga, mengutip usulan Dr. Hidayat Nur Wahid, Jas Hijau (Jangan Sekali-kali Hapus Jasa Ulama), tandas Din Syamsuddin, yang disambut pekikan takbir segenap jamaah.

Oleh karena itu, Mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini meminta agar jangan sampai ada Rezim Penguasa di Indonesia yg menampilkan sikap Islamofobis melalui keputusan atau kebijakan yg secara diam-diam dan sistematis menepis dan menepikan nilai-nilai agama. Sikap demikian, tegas Din Syamsuddin bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, kembali disambut jamaah dengan Pekikan Allahu Akbar.

Silaturahmi Ulama-Umat dalam bentuk Tabligh Akbar seperti di Solo itu patut ditiru oleh umat di daerah-daerah lain.

Polemik Pelarangan Hijab di RS Medistra, DSKS Minta Kemenkes Berikan Sanksi

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) ikut menganggapi terkait polemik pelamar tenaga kesehatan di Rumah Sakit (RS) Medistra dilarang berhijab.

“Meminta Penanggungjawab RS Medistra untuk mengklarifikasi pemberitaan tersebut,” kata tim advokasi DSKS Dr. Hery Dwi Utomo, SH., MH kepada jurnalislam pada Senin, (2/9/2024).

Heriy juga mendesak kepada pemerintah untuk melakukan investigasi terkait persoalan tersebut, ia juga menegaskan bahwa apabila terbukti, maka harus ada tindakan yang tegas dari pihak terkait.

“Meminta kepada Kementerian Kesehatan RI, DPR RI, Ombudsman RI dan Komnas HAM
untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran aturan yang ada, serta memberikan sanksi bagi yang melanggarnya,” ungkapnya..

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut memberika kontrol terkait persoalan yang membuat kegaduhan publik tersebut.

“Menghimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan kontrol sosial terhadap potensi potensi terjadinya kejadian serupa,” pungkasnya.

Kunjungan Paus Fransiskus Harus Jadi Momentum Mendesak Penghentian Penindasan Israel atas Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)- Jaringan Muslim Madani (JMM) berharap pemerintah memanfaatkan momentum kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia dan persaudaraan dalam kemanusiaan salah satunya dengan berbicara lebih lantang dalam menghentikan invasi Israel ke Palestina yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 dan telah banyak memakan korban sipil, perempuan, dan anak-anak termasuk menghentikan perang Rusia vs Ukraina.

“Kunjungan Paus Fransiskus merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan Indonesia di tengah kondisi geopolitik dunia yang tengah memanas akibat perang Rusia vs Ukraina dan penindasan Israel atas Palestina. Ini harus jadi momentum penting Indonesia berbicara lebih lantang menyuarakan perdamaian dunia,” ujar Direktur Eksekutif JMM Syukron Jamal kepada media, Senin (2/9/2024).

Syukron menuturkan Indonesia memiliki peran strategis dalam mewujudkan perdamaian dunia dengan ideologi pancasila-nya dimana nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan keadilan sosial menjadi ruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut menurut Syukron juga sejalan dengan visi vatikan yang selalu disuarakan oleh Paus Fransiskus dalam berbagai kesempatan.

“Indonesia dengan ideologi Pancasila-nya bisa menjadi role model dalam mewujudkan perdamaian dunia sekaligus menjadi jalan titik temu antar ketegangan di dunia saat ini baik dalam politik, sosial dan ekonomi, radikalisme, termasuk hal-hal yang mengancam kelanjutan kehidupan manusia seperti kerusakan lingkungan (climate change),” tuturnya.

Sebagai negara demokrasi dengan mayoritas penduduk muslim, dan latar belakang suku budaya beragam Syukron menyebut Indonesia juga memiliki peran strategis dalam upaya menghentikan berbagai konflik sosial politik yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Secara khusus terkait konflik Israel dan Palestina, JMM tegas Syukron mendorong agar pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum kunjungan Paus Fransiskus dengan meminta Amerika dan sekutunya untuk menekan Israel menghentikan perang dan pendudukannya di wilayah Palestina termasuk menolak rencana pembangunan Sinagoge di komplek suci mesjid Al-Aqsa.

“Atas dasar perdamaian dan kemanusiaan, momentum ini harus betul-betul dimanfaatkan untuk menghentikan perang dan penindasan Israel yang telah memakan banyak korban warga sipil Palestina bagaimanapun caranya. Jika itu tidak dilakukan, maka upaya mewujudkan perdamaian dunia selamanya hanya akan menjadi jargon kampanye saja,” pungkasnya.

Hari Ber’Aisyiyah Semarang: Menguatkan Ideologi dan Menghadapi Tantangan Milenial

SEMARANG (jurnalislam.com)- Lebih dari 750 warga ‘Aisyiyah Kota Semarang menghadiri acara Hari Ber’Aisyiyah, yang diadakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Semarang, Ahad, (1/9/2024).

Dengan mengusung tema “Membangun Keluarga Sakinah di Era Milenial,” acara ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi dan penguatan ideologi, tetapi juga mempererat silaturahim antar warga ‘Aisyiyah.

Ketua PDA Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya Hari Ber’Aisyiyah sebagai wadah untuk memperkuat pemahaman Islam di kalangan warga ‘Aisyiyah.

“Acara ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai Islam dan membentuk karakter Perempuan Berkemajuan, yang mencakup keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, berpikir tajdid, beramal sholihah, berpikir wasatiyah, serta sifat inklusif,” jelasnya.

Tema besar yang diusung kali ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga ‘Aisyiyah untuk membentuk keluarga sakinah yang mampu mendidik generasi penerus dengan bijak, serta siap menghadapi tantangan zaman modern.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Aminah Kurniasih bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Dr. Endang Sarwiningsih, SE, MM, menyerahkan bingkisan penanggulangan stunting kepada warga di Candisari dan Semarang Tengah.

PDA Kota semarang turut berperan dalam penanggulangan stunting dengan optimalisasi peran cabang dan ranting Aisyiyah untuk bekerja sama dengan Puskesmas setempat melalui kegiatan-kegiatan di masyarakat, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ibu Hj Lintal Muna, M.Ag., dalam tausiyahnya memberikan bekal berharga kepada para ibu ‘Aisyiyah tentang bagaimana menghadapi tantangan di era milenial.

“Kunci menciptakan keluarga sakinah adalah ‘DUIT SEJUTA’: Doa, Usaha, Iman, Taqwa, Setia, Jujur, dan Tanggung Jawab,” ungkapnya dengan penuh hikmah.

SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Menerima Outing Class Siswa SD Muhammadiyah 20 Surakarta

SOLO (jurnalislam.com)- SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo menerima outing class 31 siswa-siswi kelas 6 SD Muhammadiyah 20 Solo pada Selasa (27/8/2024). Outing class guna memberikan kesempatan siswa-siswi belajar dan mengenal iklim pendidikan di sekolah menengah.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PK, Muhdiyatmoko, M.Pd. menyambut baik dan hangat kunjungan outing class para siswa-siswi SD tersebut. Bahkan, Muhdiyatmoko pun turut mendampingi school tour untuk melihat-lihat lingkungan sekolah.

“Siapa yang mau bersekolah di sini? SMP Muhammadiyah PK memiliki banyak prestasi salah satunya menjadi seratus sekolah terbaik tingkat nasional dan terdapat fasilitas yang menunjang pengembangan bakat kalian. Selamat datang di sekolah yang menggembirakan dan penuh prestasi,” ujar Muhdiyatmoko yang disambut tepuk tangan dari para siswa SD.

Muhdiyatmoko pun menjelaskan profil sekolah kepada para siswa. Setelah itu, para siswa diajak untuk school tour melihat-lihat fasilitas yang ada di SMP Muh PK. 

Para siswa mengunjungi ruang kepala sekolah, ruang meeting room, UKS, ruang kelas, perpustakaan, ruang BK, ruang laboratorium komputer, studio musik, ruang IPM, GOR Surya Gemilang, lapangan futsal, dan lapangan basket. Para siswa juga tampak semangat berganti baju dengan memakai baju olahraga untuk mengikuti kegiatan futsal dan basket.

Guru pendamping, wali kelas 6, Vinandita Putri Utami, S.Pd., mengaku senang berkunjung ke SMP Muhammadiyah PK. Ia mengajak para siswa untuk melihat kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler yang ada di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. 

“Agar anak-anak mengetahui mau ke mana setelah lulus dari SD. Sepertinya banyak yang tertarik bersekolah di SMP Muhammadiyah PK. Program outing class kelas 6 tidak hanya menuju ke tempat wisata, tetapi juga SMP-SMP favorit di Solo raya. Salah satunya SMP Muhammadiyah PK Kottabarat ini,” jelasnya.

Wali kelas 6 tersebut juga mengungkapkan, dipilihnya SMP Muhammadiyah PK juga merupakan saran dari orang tua atau komite agar anak-anak mengetahui lebih dekat sekolahnya seperti apa. Menurutnya SMP Muhammadiyah PK memiliki pengembangan bakat esktrakurikuler yang beragam dan bagus serta sekolah swasta yang sangat favorit di Solo. 

“Tidak sembarangan siswa bisa masuk di SMP Muh PK. Tidak hanya berasal dari siswa yang mampu, tetapi juga akademik pinter dan hafalan Al Quran bagus. Hal yang penting lagi, jika sekolah di sini bisa ke luar negeri,” ungkapnya

Salah satu siswa kelas 6, Adzkia Fathimah Zain mengaku senang berkunjung ke sekolah ini. Ia bahkan ingin sekali bersekolah di SMP Muh PK. “Saya melihat ada banyak fasilitas, ruang lab, IPM, studio musik, dan ruang olahraga. Ke depan saya ingin bersekolah di sini,” jelasnya.