Operasi Omari: 2 Desa di Provinsi Samangan Dikuasai, 17 Pasukan Arbaki Tewas di Kunduz

SAMANGAN (Jurnalislam.com)Laporan Al Emarah News, Jumat (22/04/2016), mengatakan bhawa Mujahidin Islam Afghanistan (Taliban) di tengah operasi pembersihan mengejar pasukan Arbakis jauh dari area di ibukota provinsi Samangan, menguasai dua desa setelah pertempuran berjam-jam.

Selusin Arbakis tewas dan terluka dalam baku tembak berikutnya.

Dalam laporan lain, ada juga pertempuran antara Mujahidin dan Arbakis di distrik Darah Souf awal hari Jumat. Tidak jelas berapa banyak korban di pihak musuh tetapi kemungkinan ada banyak.

Secara terpisah, seorang Arbaki ditembak mati dan senjatanya disita dalam serangan mendadak oleh Mujahidin di distrik Fairoz Zanjir, Jumat.

Sementara di provinsi Kunduz sebanyak 16 pasukan boneka dilaporkan tewas dalam ledakan besar di sebuah pos.

Menurut laporan Al-Emarah News, Mujahidin beberapa hari lalu merebut pos Arbakis di pinggiran kota Kunduz, ibukota provinsi Kunduz kemudian menanaminya dengan IED.

Setelah beberapa hari, Arbaki menemukan pos tersebut kosong dan mencoba kembali tetapi IED meledak begitu musuh memasuki pos, membunuh dan melukai sedikitnya 16 Arbakis termasuk seorang komandan bengis yang dikenal sebagai Bakhtyar.

Secara terpisah, seorang komandan Arbaki, Hassan juga tewas dan empat pasukannya terluka dalam serangan mendadak oleh Mujahidin di Kecamatan Imam Sahib provinsi Kunduz kemarin malam. Sejumlah senapan Kalashnikov juga disita dari mereka.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Palestina Kirim 19 Tim Penyelamat Gempa ke Ekuador, AS justru Tidak Mengirim

EKUADOR (Jurnalislam.com) – Amerika Latin melampaui kawasan manapun dalam mengirim bantuan kemanusiaan bersama dengan ahli penyelamatan ke Ekuador. Venezuela mengirim hampir sepertiga dari semua spesialis penyelamatan dan Palestina mengirimkan 19, sedangkan Amerika Serikat 0.

Seperti yang dilansir World Bulletin, Jumat (23/04/2016) Palestina adalah satu-satunya negara di luar Eropa dan Amerika Latin yang mengirim ahli penyelamatan ke Ekuador. Rusia mengirim 30 ton bantuan, dan China mengirim satelit dan sistem 911, rumah sakit mobile dan US $ 100.000 untuk Palang Merah Ekuador.

Amerika Latin mengirim total 702 penyelamat, bahkan Honduras, negara miskin yang sarat kekerasan juga mengirim tim penyelamat. Kuba juga mengirimkan bantuan, demikian juga Meksiko, diikuti oleh sayap kiri Bolivia.

Eropa juga mengirimkan hampir 200 penyelamat, bersama-sama dengan Perancis dan Spanyol.

Meskipun Presiden AS Barack Obama mengatakan kepada Presiden Ekuador Rafael Correa bahwa ia akan melakukan segala hal untuk membantu, namun daftar paling up-to-date Selasa malam tidak mencatat masuknya penyelamat dari Amerika Serikat.

Namun USAID  berdalih akan berkoordinasi dengan tim bencana PBB dan mengirim US $ 100.000 untuk "persediaan kritis."

Correa pada hari Selasa mengatakan bahwa Amerika Selatan harus memiliki Sekretaris Bencana Alam sendiri, karena tidak ada satu negara pun bisa memiliki sumber daya yang cukup untuk memobilisasi keadaan darurat berskala besar tersebut.

Ekuador adalah salah satu negara terkecil di benua, dengan populasi hampir di atas 16 juta.

Ekuador hanya bisa mengirim 18 tim penyelamat terlatih menuju daerah yang terkena bencana, dibandingkan dengan Venezuela yang mengirimkan 212 penyelamat. Brasil, negara terbesar di Amerika Selatan, tidak mengirim petugas penyelamat, dan Argentina, negara terbesar kedua, mengirim 5.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Inggris: Rusia Lakukan Penangkapan, Intimidasi dan Penyiksaan terhadap Muslim Tatar Krimea

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Pemerintah Inggris menyesalkan situasi pelanggaran hak asasi manusia Tatar Krimea setelah aneksasi ilegal Rusia atas Krimea, World Bulletin melaporkan, Jumat (23/04/2016).

Laporan hak-hak asasi manusia dan demokrasi oleh Foreign and Commonwealth Office Inggris yang dirilis pada hari Kamis (21/04/2016) mencatat bahwa perlakuan buruk dijatuhkan kepada kelompok minoritas muslim di Krimea, yang katanya ditargetkan dengan diketahui atau juga ikut dilakukan oleh kelompok penegak hukum.

"Setelah aneksasi ilegal Rusia atas Krimea … Penangkapan, penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya, serta intimidasi terhadap lawan-lawan politik dan minoritas terus berlangsung, khususnya terhadap masyarakat Tatar Krimea, dengan diketahui atau ikut dilakukan oleh para  'penegak hukum' atau kelompok afiliasi lain," kata laporan itu.

Lembaga dan organisasi muslim Tatar Krimea semakin dicap sebagai "ekstrimis" dan anggotanya ditangkap sebagai "teroris", sementara akses ke lembaga monitoring internasional terus ditolak, katanya.

Inggris mendesak Rusia dan kelompok separatis yang didukung Rusia untuk menghormati hukum internasional dan membuka akses tanpa hambatan bagi lembaga monitoring hak asasi manusia internasional.

"Tanpa peningkatan akses bagi lembaga-lembaga pengawasan dan akuntabilitas internasional yang tepat untuk pelanggaran dan penyalahgunaan hak asasi manusia, ada sedikit prediksi meningkatnya situasi hak asasi manusia di Donbas dan Krimea selama 2016," kata laporan itu.

Inggris juga menyoroti masalah hak asasi manusia di beberapa negara lain, termasuk Israel dan Mesir.

Inggris menyatakan keprihatinan atas pelanggaran yang dilakukan pemerintah Israel terhadap hak asasi manusia internasional dan hukum kemanusiaan dalam konteks pendudukan wilayah Palestina.

"Penghancuran struktur Palestina oleh Israel mengakibatkan perpindahan setidaknya 400 warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Inggris sangat prihatin dengan kemajuan rencana pemukiman yang ada dan 'legalisasi' unit pemukiman yang ada.

"Kami terus mengutuk perluasan pemukiman publik dan swasta sebagai situasi ilegal berdasarkan hukum internasional. Kami juga terus mengungkapkan keprihatinan kami atas kekerasan yang dilakukan pemukim, "katanya.

Mengenai Mesir, laporan itu mengatakan bahwa Mesir terus menahan aktivis, wartawan dan pengunjuk rasa pada tahun 2015.

"Pada bulan Februari, 230 aktivis dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam sidang massal dalam kaitannya dengan protes pada tahun 2011. Pada bulan Mei, mantan Presiden Muhammad Mursi dijatuhi hukuman mati dalam sidang massal bersama dengan lebih dari 100 orang lainnya. Adanya periode penahanan pra-sidang yang panjang; wartawan foto Mahmoud Abu Zeid [Shawkan] telah berada dalam penahanan pra-sidang sejak Agustus 2013.

"Fokus kami adalah penahanan aktivis politik, pelanggaran polisi, dan pembatasan masyarakat sipil. Meningkatkan focus tersebut saat ini sangat penting untuk stabilitas jangka panjang Mesir," tambah laporan itu.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Jet Tempur Rusia Kembali Bombardir Warga Sipil di Aleppo, 14 Tewas dan 25 Terluka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Empat belas orang tewas dan 25 lainnya terluka pada hari Jumat (22/04/2016) ketika pesawat tempur Rusia menargetkan kota Aleppo, kata seorang pejabat Pertahanan Sipil Suriah, lansir World Bulletin, Jumat.

Ibrahim Abu Leith mengatakan bahwa jet Rusia menargetkan distrik Bustan al-Qasr, Bab al-Hadid, Ansari dan Mashhad.

Korban yang terluka dibawa ke rumah sakit lapangan untuk pengobatan.

Rusia meluncurkan intervensi militer mereka di Suriah pada akhir September tahun lalu tampaknya setelah rezim Assad meminta bantuan militer secara resmi sebelum memutuskan pada tanggal 14 Maret untuk mengurangi pasukannya di negara yang sedang dilanda perang tersebut.

Sejak Maret 2011, oposisi Suriah telah menyerukan untuk mengakhiri kepemimipinan empat dekade dinasti Assad di Suriah. Namun Rezim Bashar al-Assad menindak para pengunjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga, mendorong negara itu ke dalam perang  global.

Menurut penghitungan yang disusun oleh Anadolu Agency, lebih dari 361.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik meletus pada tahun 2011.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Nasihat Imarah Islam Untuk Semua Pimpinan dan Komite Perlindungan Media Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengakui status dan pentingnya media dalam masyarakat. Media adalah alat paling efektif untuk reformasi, menginformasikan dan melindungi kepentingan masyarakat yang lebih tinggi.

Anda semua menyadari bahwa tanah air kita telah berada di bawah pendudukan Amerika brutal selama 14 tahun terakhir. Seluruh negeri ditelan dalam perang dan Mujahidin membawa beban jihad dan perjuangan bangsa Muslim Afghanistan terberat di pundak mereka.

Mencari kebebasan dan keselamatan dari pendudukan adalah tanggung jawab setiap warga Afghanistan dan tidak terbatas pada kelas atau sisi tertentu.

Membebaskan negara dari cengkraman Amerika dan mendirikan pemerintahan Islam yang kuat, bebas korupsi sesuai dengan keyakinan dan keimanan Muslim yang benar adalah kewajiban bersama untuk agama dan bangsa kami.

Bahwa Mujahidin sedang melakukan Jihad, rela mengorbankan nyawa dan harta serta melepaskan semua kemewahan untuk hidup di jalan Allah. Oleh karena itu tidaklah adil jika media yang bekerja di negara kita berdiri dalam oposisi melawan satu-satunya kekuatan perisai bangsa dan sekaligus membingungkan pikiran rakyat sehingga berpihak pada pihak penjajah yang menyerang.

Untuk alasan ini Imarah Islam memandang perlu untuk sekali lagi mengingatkan semua media yang beroperasi di negara ini untuk menahan diri dari pemberitaan bias dalam diseminasi mereka. Hindari sikap negatif terhadap jihad suci yang sedang berlangsung yang tanpa diragukan lagi merupakan kewajiban agama kita. Berhenti meluncurkan skandal fitnah terhadap Mujahidin selama pertempuran dan mengakhiri iklan provokatif dan tidak Islami terhadap resistensi yang sedang berlangsung. Jika untuk berbagai alasan Anda tidak dapat secara langsung mendukung Mujahidin, setidaknya Anda bisa tidak mendistribusikan laporan bias, berita dan program yang mendukung musuh.

Tindakan tersebut tidak hanya membawa keburukan bersejarah, namun juga akan mendorong pihak mujahidin untuk menjaga status dan memaksa tangan mereka dalam menetralisir instrumen propaganda yang bekerja untuk kepentingan musuh.

Sayangnya – dalam kemajuan terbaru dan operasi sukses Mujahidin di provinsi utara seperti Kunduz, Badakhshan, Baghlan, Saripul dan juga Kabul dan daerah lainnya – media tidak hanya gagal menginformasikan bangsa tentang kebenaran, malah sebaliknya, mereka berupaya menyensor realitas ini dan mempertimbangkan propaganda negatif melawan Mujahidin sebagai tugas mereka.

Mereka tidak pernah memberitakan dan dalam beberapa kasus sama sekali menghindari laporan juga mengabaikan laporan verifikasi dan penolakan yang diberikan oleh juru bicara Imarah Islam dan tampaknya kebijakan seperti dilakukan oleh semua media.

Kami sekali lagi mendesak semua media yang beroperasi di dalam negeri untuk mengadopsi ketidakberpihakan. Berita yang dipublikasikan melalui mulut musuh harus terlebih dahulu dikonfirmasi dengan juru bicara Imarah Islam dan tanyakan pendapat mereka. Menahan diri menerbitkan laporan yang dibuat-buat dan tidak berdasar dan memahami pentingnya mempertahankan kontak sehat dengan Mujahidin.

Dalam hal ini komite pelindung wartawan dan media juga harus mendorong media untuk mengamati etika jurnalisme dan menjaga kenetralannya untuk menghindari pengobaran sentimen.

Imarah Islam Afghanistan

Komisi Urusan Kebudayaan

1437/7/13 ه ق

21/04/2016 M

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Mujahidin Uzbek Rilis Foto Latihan Pasukan Komando di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Batalion Tawhid wal Jihad (KTJ), sebuah kelompok di dalam Jabhah Nusrah yang didominasi orang Uzbek dan Asia Tengah, merilis foto-foto yang menunjukkan pelatihan pasukan komando mereka di Aleppo, The Long War Journal melaporkan, Kamis (21/04/2016).

Sedikitnya 15 mujahidin sedang menjalani pelatihan senjata yang bervariasi seperti senapan serbu Kalashnikov, senapan mesin, dan granat berpeluncur roket (RPG). Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman dalam perang kota di Aleppo, dimana para mujahidin sedang  berjuang mempertahankan wilayah itu. Afiliasi Jabhah Nusrah di Suriah lainnya termasuk Liwa al Muhajirin wal Ansar, brigade yang berbahasa Rusia.  

Tawhid wal Jihad juga mempertahankan keberadaannya di Provinsi Idlib. Selama serangan Jisr al Shughur di Idlib awal tahun lalu, KTJ erat beroperasi bersama Junud al Sham, yang dipimpin oleh Chechen Muslim Shishani, dan Harakah Islam Turkistan cabang Suriah. Muslim Shishani dicap oleh agresor  AS sebagai 'teroris global' yang memiliki sejarah panjang dengan Imarah Islam Kaukasus (ICE) yang  berafiliasi dengan al Qaeda.

KTJ juga diketahui telah mengoperasikan sedikitnya dua kamp pelatihan di Suriah. KTJ bersumpah setia pada Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, pada bulan September tahun lalu tak lama setelah kelompok Jaish al Muhajirin wal Ansar (JMA) yang didominasi pasukan asing juga berjanji setia kepada Jabhah Nusrah.

JMA secara historis adalah kelompok Chechnya dan Kaukasus Utara sebelum dipimpin oleh seorang Tajik dan kemudian Saudi. Sebuah kelompok yang didominasi Tartar Krimea dan mujahidin berbahasa Rusia lainnya, yang disebut Krimea Jamaat, berjanji setia hanya beberapa hari kemudian, meningkatkan jumlah jajaran Nusrah dengan para mujahidin berbahasa Rusia dan mujahidin lainnya dari Asia Tengah.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

Inilah Penyebab Pembicaraan Damai Yaman Kembali Ditunda

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai yang didukung PBB antara faksi Yaman ditunda menunggu kedatangan perwakilan pemberontak Houthi, diplomat mengatakan pada hari Kamis (21/04/2016), lansir World Bulletin.

Pembicaraan awalnya dijadwalkan dimulai pada hari Senin, dan penundaan lebih lanjut bisa menghancurkan harapan untuk mengakhiri perang Yaman setelah delegasi pemerintah mengancam untuk keluar jika pertemuan tidak dimulai segera.

"Menurut informasi terbaru, delegasi pemberontak harus tiba di Kuwait pada akhir hari," kata seorang diplomat yang dekat dengan perundingan.

"Akibatnya, pembicaraan bisa tertunda lagi sampai Jumat," kata diplomat lain.

Pada hari Rabu (20/4/2016), juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan perundingan akan dimulai di Kuwait pada hari Kamis.

Pemberontak Syiah Houthi hanya setuju untuk bergabung dalam pembicaraan setelah mereka mendapat jaminan dari PBB bahwa pasukan pro-pemerintah akan menghormati gencatan senjata yang telah dilanggar oleh pihak yang berperang saat mulai berlaku pada tanggal 11 April.

Masih belum ada pernyataan dari pemberontak hari Kamis saat kedatangan mereka diharapkan.

Perwakilan dari pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan sekutu mereka meninggalkan Sanaa pada hari Rabu menuju Oman dan mereka diharapkan melanjutkan perjalanan ke Kuwait.

Tapi mereka masih berada di Oman pada Kamis pagi, menurut para diplomat.

Di Yaman sendiri, pertempuran masih terjadi di beberapa wilayah, sumber militer mengatakan, karena masing-masing pihak saling menyalahkan melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Milisi Syiah Houthi pada hari Rabu menembakkan roket Katyusha di kota Marib yang dikuasai loyalis, di sebelah timur ibukota.

Sumber-sumber militer pro-pemerintah melaporkan pertempuran sengit di Nahm, timur laut Sanaa, serta bentrokan sporadis di provinsi Jawf di utara, Taez di barat daya, dan provinsi Baida di pusat.

Sementara pemberontak mengklaim dalam situs mereka sababnews.net bahwa koalisi yang dipimpin Saudi memerangi mereka dalam mendukung pemerintah Yaman dengan melakukan dua serangan udara di Nahm dan terbang di atas Sanaa, Marib, dan Jawf.

Pembicaraan adalah upaya yang paling penting untuk menyelesaikan konflik yang menghancurkan Yaman, yang dikatakan PBB telah menewaskan lebih dari 6.400 orang dan memaksa hampir 2,8 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

NATO: Pasukan Rusia Masih Bercokol di Suriah Dalam Jumlah Besar

TURKI (Jurnalislam.com) – Kepala The North Atlantic Treaty Organization (NATO), Jens Stoltenberg mengatakan, Rusia masih mempertahankan kehadiran militernya yang cukup besar di Suriah untuk memperkuat rezim Bashar al-Assad.

"Meskipun penarikan sebagian diumumkan kita melihat bahwa Rusia masih mempertahankan kehadiran militer yang cukup besar dalam mendukung rezim Assad di Suriah," katanya pada konferensi pers di Turki sebagaimana dilansir World Bulletin, Kamis (21/04/2016).

Sebulan lalu Presiden Rusia, Vladimir Putin mengejutkan Barat dengan memerintahkan "sebagian besar" pasukannya untuk mundur.

Meskipun Moskow telah menandatangani upaya untuk mempromosikan penyelesaian politik di Suriah, para pejabat AS mengeluhkan karena pesawat tempur Rusia masih tampak berterbangan dalam mendukung pasukan Suriah menyerang posisi pejuang Suriah di Aleppo.

Walaupun Kremlin mengatakan bahwa mereka telah menurunkan kehadiran pasukan tempur udara di negara itu, pasukan rezim -didukung kuat oleh senjata Rusia- telah melakukan beberapa serangan di daerah yang tidak tercakup oleh gencatan senjata pada bulan Februari.

Setelah diberlakukan gencatan senjata parsial, yang dinegosiasikan oleh AS dan Rusia, secara dramatis terjadi pengurangan peperangan di wilayah Suriah yang di sepakati dengan harapan bahwa kesepakatan abadi dapat mengakhiri pertumpahan darah.

Tapi babak baru pertempuran sengit pekan lalu di sekitar Aleppo membayangi pembicaraan damai di Jenewa yang bertujuan untuk mengakhiri perang lima tahun di negara itu.

Stoltenberg mengatakan gencatan senjata Suriah "berada dibawah tekanan" tetapi "tetap menjadi rencana terbaik untuk solusi damai yang dinegosiasikan demi mengatasi krisis".

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Beri Bantuan Rezim Assad, Pasukan Rusia Bergerak ke Utara Aleppo

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Rusia menggerakkan pasukan dan peralatan mereka ke utara Aleppo dalam mendukung rezim Suriah, seorang pejabat pertahanan AS mengkonfirmasi untuk Anadolu Agency pada hari Kamis (21/04/2016).

Berbicara pada kondisi anonimitas, konfirmasi resmi dirilis setelah laporan lokal mengklaim bahwa Rusia telah melakukan reposisi artileri mereka ke Suriah utara karena pemerintah mempersiapkan serangan lain di Aleppo.

Seorang juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, mencatat kekhawatiran Pentagon tentang tindakan Rusia mendukung rezim tapi menolak untuk menjelaskan lebih spesifik.

Moskow telah mengeluarkan lebih dari setengah dari armada pesawat tempur mereka pada pertengahan Maret, dan mereka secara luas mempertahankan kekuatan udara dan darat mereka di negara yang dilanda perang tersebut untuk menopang rezim Bashar al-Assad.

"Kami khawatir mendengar laporan bahwa Rusia memindahkan materiil mereka ke Suriah," Ben Rhodes, wakil penasehat keamanan nasional untuk Presiden Barack Obama, mengatakan pada briefing awal hari ini di Riyadh saat Obama menghadiri pertemuan puncak dengan para pemimpin Teluk.

"Kami pikir itu adalah hal yang negatif bagi Rusia untuk memindahkan peralatan militer atau personil tambahan ke Suriah. Kami percaya bahwa usaha kami yang terbaik difokuskan untuk mendukung proses diplomatik," tambah Rhodes.

Oposisi moderat Suriah mengatakan rezim Assad telah melanggar penghentian perjanjian permusuhan yang dibuat di Jenewa pada bulan Februari, karena berusaha menguasai Aleppo yang sudah dibagi antara rezim dan pasukan oposisi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Serdadu Zionis di Perlintasan Qalandia Diberondong Tembakan

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Koran Israel melaporkan, Kamis (21/04/2016), bahwa para serdadu Zionis di perlintasan Qalandia, utara Al-Quds diberondong tembakan dari orang tidak dikenal. Pihak militer menjelaskan, penembakan tersebut berasal dari wilayah Rom yang berada di bawah kedaulatan Otoritas Palestina, Infopalestina melaporkan, Kamis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini. Situs Israel menyebutkan, pihak tentara langsung melakukan aksi balasan atas penembakan tersebut dan mengepung sumber asal tembakan.

Sejak intifadhah Al Quds awal Oktober tahun lalu, puluhan aksi heroik dan aksi berani mati dilakukan para pemuda Palestina. Tak kurang dari 100 an aksi penembakan di Tepi Barat termasuk di dalamnya Al Quds, sebagai reaksi atas kejahatan dan pembantaian yang dilakukan tentara Zionis di Al-Quds dan sekitarnya, selain aksi-aksi para pemukim Zionis.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam