SURIAH (Jurnalislam.com) – Harakat Sham al Islam, sebuah faksi jihad yang didirikan Maroko dan berafiliasi dengan al Qaeda serta organisasi jihad Suriah lainnya, mengangkat pemimpin baru setelah amir sebelumnya mengundurkan diri karena masalah kesehatan dan pekerjaan.
Seperti yang dilansir The Long War Journal, Jumat (22/04/2016) Harakat Sham al Islam, atau Gerakan Islam Suriah, mengeluarkan pernyataan di akun Twitter-nya pada 20 April lalu mengumumkan pengunduran diri Abu Thalhah al Andalusi dan penunjukan amir baru, Abu Muhammad al Baydawi. Selain menjabat sebagai amir Harakat Sham al Islam, Andalusi juga merupakan wakil pemimpin Anshar al Din, sebuah koalisi faksi jihad yang terutama terdiri dari pejuang asing.
"Setelah satu setengah tahun sebagai amir Harakat Sham al Islam dan wakil petugas umum Anshar al Din, dan karena isu-isu kesehatan dan yang terkait dengan pekerjaan, Abu Thalhah al Andalusi mengajukan permohonan untuk dibebaskan dari tanggung jawabnya, "menurut terjemahan dari pernyataan yang diperoleh oleh The Long War Journal. "Dewan syura berkumpul untuk membahas masalah ini. Disepakati untuk menunjuk Abu Muhammad al Baydawi, sebagai amir Harakat Sham al Islam."

Harakat Sham al Islam didirikan pada 2013 oleh Ibrahim bin Shakran, Ahmed Mizouz, dan Mohammed Alami, tiga orang Maroko yang ditangkap di Afghanistan setelah invasi AS pada tahun 2001, ditahan di Teluk Guantanamo, dan kemudian dilepaskan dan dijebloskan ke dalam tahanan pemerintah Maroko pada tahun 2004. Bin Shakran dibebaskan meskipun Joint Task Force Guantanamo mengidentifikasi dia sebagai "anggota tinggi" komisi ulama the Moroccan Islamic Combatant Group, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan al Qaeda.
Pemerintah Maroko entah kenapa membebaskan tiga pemimpin jihad tersebut pada akhir 2004. Bin Shakran dan Mizouz segera kembali melakukan aktivitas jihad, lalu ditangkap dan dihukum pada tahun 2007, dan kemudian dibebaskan dari penjara setelah menjalani hukuman singkat.
Bin Shakran, yang juga dikenal sebagai Abu Ahmad al Maghribi, Abu Ahmad al Muhajir, dan Brahim Benchekroune, memimpin Harakat Sham al Islam sampai ia gugur, syahid, saat berperang bersama Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham, dan Muhajireen Army selama serangan melawan pasukan rezim Suriah di provinsi pesisir Latakia awal tahun ini.
Alami, salah satu pendiri kelompok itu, tewas di Suriah pada bulan Agustus 2013. Mizouz masih dianggap aktif di Harakat Sham al Islam.
Pemerintah aggressor AS menambahkan Harakat Sham al Islam ke dalam daftar entitas teroris global pada September 2014.
Harakat Sham al Islam diketahui telah mengoperasikan sedikitnya satu kamp pelatihan di Suriah. Pada bulan Desember 2014, Anshar al Din merilis foto-foto pelatihan pejuang Harakat Sham al Islam di Latakia.
Anshar al Din adalah aliansi dari empat kelompok jihad yang dibentuk pada tahun 2014. Kelompok konstituennya termasuk Jaish al Muhajirin wal Ansar, Harakat Sham al Islam, Al Katibah al Khadra, dan Fajr al Sham. Al Katibah al Khadra dilebur menjadi Jaish al Muhajirin wal Anshar, yang sejak itu secara terbuka bersumpah setia kepada Jabhah Nusrah.
Anshar al Din bertempur bergandengan dengan Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, dan erat bersekutu dengan tandzim jihad global tersebut. Pada awal Februari 2016, Anshar al Din mengeluarkan pernyataan resmi atas gugurnya "saudara" nya, Syeikh Harith al Nadhari, seorang pejabat tinggi syariah di Al Qaeda Semenanjung Arab. Nadhari syahid dalam serangan penakut pesawat tak berawak (drone) AS pada 5 Februari.
"Kami larut dalam kesedihan setelah menerima berita kesyahidan saudara kita, Syeikh Harith Bin Ghazi al Nadhari, dalam penembakan tentara salib yang menindas umat Islam pada umumnya, dan mujahidin khususnya," kata Anshar al Din, menurut terjemahan yang diperoleh oleh The Long War Journal.
Anshar al Din juga menghormati atas gugurnya Abu Firas al Suri, seorang pemimpin al Qaeda senior dan anggota syura eksekutif Jabhah Nusrah. AS membunuh Abu Firas dalam satu serangan udara sebulan sebelumnya. Pentagon menyatakan bahwa Abu Firas adalah "warisan anggota al Qaeda" yang "berperang di Afghanistan pada tahun 80-an dan 90-an dan berjuang bersama Syeikh Usamah bin Laden serta anggota pendiri Al Qaeda lainnya untuk melatih mujahidin dan melakukan serangan global atas barat."
Deddy | TLWJ | Jurnalislam