IS Akui Pasukannya Mundur dari Pinggiran Derna, Libya

LIBYA (Jurnalislam.com)Mujahidin Shura Council (MSC) afiliasi dari Al Qaeda di Libya  merilis video singkat yang menunjukkan Derna setelah "dibebaskan" dari kelompok Islamic State (IS).

Seperti yang dilansir The Long war Journal, Sabtu (23/04/2016) merilis sebuah laporan dari lengan media IS, bahwa IS mengakui pasukannya telah mundur dari posisi mereka di luar Derna (Al Fatih), Libya. Mereka mundur dari basis mereka awal pekan ini di bawah serangan dari MSC Libya.

Amaq News Agency, yang menyediakan update pertempuran IS di seluruh dunia, merilis pernyataan sebelumnya hari ini mengatakan pasukan IS telah "mundur dari daerah Al Fatih, dekat kota pesisir Derna di timur laut Libya."

Dewan Syura Revolusioner di Derna yang disebutkan oleh Amaq adalah Mujahidin Shura Council (MSC) di Derna dan sekutunya. MSC adalah aliansi al Qaeda dari kelompok jihad yang menentang perluasan IS di negara Afrika Utara. MSC mendorong IS cabang Libya keluar dari jantung kota Derna tahun lalu, memaksa loyalis Baghdadi tersebut untuk beroperasi di pinggiran timur kota Derna di Al Fatayih dan kini MSC kembali mendesak pasukan IS untuk menyingkir dari Al Fatayih.

Sebagai buntut dari penarikan IS dari Al Fatayih, MSC telah merilis sebuah pernyataan memberi peringatan kepada penduduk (warga sipil) mengenai adanya perangkat peledak improvisasi (IED) di dalam dan sekitar rumah mereka. MSC juga memposting video online yang menunjukkan Derna dan daerah sekitarnya setelah dibebaskan dari IS. Sebuah screen shot dari video, yang kemungkinan direkam menggunakan drone komersial kecil, dapat dilihat di atas.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

 

 

Anti Islam Eropa Targetkan Politisi Muslim

BELGIA (Jurnalislam.com) – Kampanye Smear yang menargetkan politisi Muslim di seluruh Eropa menyoroti sikap intoleransi terhadap umat Islam, lansir World Bulletin, Ahad (24/04/2016).

Dengan munculnya rasisme di Eropa, politisi Muslim diserang di negara-negara seperti Belgia dan Belanda, memaksa banyak politisi berhenti berpolitik, meskipun beberapa menolak tekanan.

Politisi Muslim di Swedia dan Jerman berada di bawah tekanan karena hubungan mereka dengan organisasi non-pemerintah sementara di Belanda dan Belgia beberapa menerima serangan karena penolakan mereka untuk menerima klaim genosida Armenia.

Di Inggris, kandidat Partai Konservatif untuk walikota London, Zac Goldsmith, telah menuduh lawannya, Sadiq Khan memiliki koneksi dengan ekstremis.

Menteri perumahan Swedia, yang dipaksa berhenti pekan lalu, mengatakan kepada Anadolu Agency ia telah "difitnah" atas dugaan link ke kelompok IS. Mehmet Kaplan berhenti setelah serangan media.

Kaplan, yang berasal dari Turki, mengatakan bahwa pekerjaannya termasuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh organisasi non-pemerintah (NGO). "Saya tidak bisa mempertanyakan siapa yang datang dan siapa yang tidak datang ke pertemuan ini," katanya, menambahkan bahwa semua organisasi seperti itu legal di Swedia.

"Meskipun saya dan partai saya selalu berjuang melawan rasisme, Islamophobia, anti-Semitisme dan segala jenis ekstremisme, (media) selalu mencoba untuk menunjuk saya sebagai rasis, Islam radikal," katanya.

Sesama anggota Partai Hijau, Yasri Shamsudin Khan, adalah seorang Muslim lain yang mundur dari politik setelah dihukum karena tidak menjabat tangan wartawan wanita. Khan mengatakan ia tidak berjabat tangan karena kepercayaannya, sehingga ia mengucapkan salam dengan meletakkan tangannya di dada.

Yasin Ipek, anggota dewan kota Sigtuna, dipaksa mengundurkan diri setelah menghadiri makan malam berbuka puasa yang diselenggarakan oleh sebuah LSM.

"Sebuah kelompok pendukung PKK di media Swedia, terdiri dari wartawan anti-Turki dan anti-Muslim, sedang melakukan kampanye yang luar biasa untuk menghilangkan politisi Turki dan Negara Muslim lain yang muda dan menjanjikan," tegasnya.

Di Jerman, Nebahat Guclu, anggota parlemen negara Hamburg, mengatakan para pemimpin partai di negeri ini menerima politisi dari komunitas imigran sebagai cara untuk mengamankan pemilihan suara tapi mengecualikan mereka (politisi muslim) dari pengambilan keputusan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Anti Islam Eropa Targetkan Politisi Muslim

BELGIA (Jurnalislam.com) – Kampanye Smear yang menargetkan politisi Muslim di seluruh Eropa menyoroti sikap intoleransi terhadap umat Islam, lansir World Bulletin, Ahad (24/04/2016).

Dengan munculnya rasisme di Eropa, politisi Muslim diserang di negara-negara seperti Belgia dan Belanda, memaksa banyak politisi berhenti berpolitik, meskipun beberapa menolak tekanan.

Politisi Muslim di Swedia dan Jerman berada di bawah tekanan karena hubungan mereka dengan organisasi non-pemerintah sementara di Belanda dan Belgia beberapa menerima serangan karena penolakan mereka untuk menerima klaim genosida Armenia.

Di Inggris, kandidat Partai Konservatif untuk walikota London, Zac Goldsmith, telah menuduh lawannya, Sadiq Khan memiliki koneksi dengan ekstremis.

Menteri perumahan Swedia, yang dipaksa berhenti pekan lalu, mengatakan kepada Anadolu Agency ia telah "difitnah" atas dugaan link ke kelompok IS. Mehmet Kaplan berhenti setelah serangan media.

Kaplan, yang berasal dari Turki, mengatakan bahwa pekerjaannya termasuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh organisasi non-pemerintah (NGO). "Saya tidak bisa mempertanyakan siapa yang datang dan siapa yang tidak datang ke pertemuan ini," katanya, menambahkan bahwa semua organisasi seperti itu legal di Swedia.

"Meskipun saya dan partai saya selalu berjuang melawan rasisme, Islamophobia, anti-Semitisme dan segala jenis ekstremisme, (media) selalu mencoba untuk menunjuk saya sebagai rasis, Islam radikal," katanya.

Sesama anggota Partai Hijau, Yasri Shamsudin Khan, adalah seorang Muslim lain yang mundur dari politik setelah dihukum karena tidak menjabat tangan wartawan wanita. Khan mengatakan ia tidak berjabat tangan karena kepercayaannya, sehingga ia mengucapkan salam dengan meletakkan tangannya di dada.

Yasin Ipek, anggota dewan kota Sigtuna, dipaksa mengundurkan diri setelah menghadiri makan malam berbuka puasa yang diselenggarakan oleh sebuah LSM.

"Sebuah kelompok pendukung PKK di media Swedia, terdiri dari wartawan anti-Turki dan anti-Muslim, sedang melakukan kampanye yang luar biasa untuk menghilangkan politisi Turki dan Negara Muslim lain yang muda dan menjanjikan," tegasnya.

Di Jerman, Nebahat Guclu, anggota parlemen negara Hamburg, mengatakan para pemimpin partai di negeri ini menerima politisi dari komunitas imigran sebagai cara untuk mengamankan pemilihan suara tapi mengecualikan mereka (politisi muslim) dari pengambilan keputusan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Anti Islam Eropa Targetkan Politisi Muslim

BELGIA (Jurnalislam.com) – Kampanye Smear yang menargetkan politisi Muslim di seluruh Eropa menyoroti sikap intoleransi terhadap umat Islam, lansir World Bulletin, Ahad (24/04/2016).

Dengan munculnya rasisme di Eropa, politisi Muslim diserang di negara-negara seperti Belgia dan Belanda, memaksa banyak politisi berhenti berpolitik, meskipun beberapa menolak tekanan.

Politisi Muslim di Swedia dan Jerman berada di bawah tekanan karena hubungan mereka dengan organisasi non-pemerintah sementara di Belanda dan Belgia beberapa menerima serangan karena penolakan mereka untuk menerima klaim genosida Armenia.

Di Inggris, kandidat Partai Konservatif untuk walikota London, Zac Goldsmith, telah menuduh lawannya, Sadiq Khan memiliki koneksi dengan ekstremis.

Menteri perumahan Swedia, yang dipaksa berhenti pekan lalu, mengatakan kepada Anadolu Agency ia telah "difitnah" atas dugaan link ke kelompok IS. Mehmet Kaplan berhenti setelah serangan media.

Kaplan, yang berasal dari Turki, mengatakan bahwa pekerjaannya termasuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh organisasi non-pemerintah (NGO). "Saya tidak bisa mempertanyakan siapa yang datang dan siapa yang tidak datang ke pertemuan ini," katanya, menambahkan bahwa semua organisasi seperti itu legal di Swedia.

"Meskipun saya dan partai saya selalu berjuang melawan rasisme, Islamophobia, anti-Semitisme dan segala jenis ekstremisme, (media) selalu mencoba untuk menunjuk saya sebagai rasis, Islam radikal," katanya.

Sesama anggota Partai Hijau, Yasri Shamsudin Khan, adalah seorang Muslim lain yang mundur dari politik setelah dihukum karena tidak menjabat tangan wartawan wanita. Khan mengatakan ia tidak berjabat tangan karena kepercayaannya, sehingga ia mengucapkan salam dengan meletakkan tangannya di dada.

Yasin Ipek, anggota dewan kota Sigtuna, dipaksa mengundurkan diri setelah menghadiri makan malam berbuka puasa yang diselenggarakan oleh sebuah LSM.

"Sebuah kelompok pendukung PKK di media Swedia, terdiri dari wartawan anti-Turki dan anti-Muslim, sedang melakukan kampanye yang luar biasa untuk menghilangkan politisi Turki dan Negara Muslim lain yang muda dan menjanjikan," tegasnya.

Di Jerman, Nebahat Guclu, anggota parlemen negara Hamburg, mengatakan para pemimpin partai di negeri ini menerima politisi dari komunitas imigran sebagai cara untuk mengamankan pemilihan suara tapi mengecualikan mereka (politisi muslim) dari pengambilan keputusan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

4 Roket dari Suriah Hantam Perumahan dan Masjid di Turki

KILIS (Jurnalislam.com) – Empat roket telah menghantam kota Kilis, Turki, dekat perbatasan Suriah, menewaskan satu orang dan melukai 26, Aljazeera melaporkan, Ahad (24/04/2016).

Dua roket menghantam rumah di lingkungan warga dekat pusat kota pada hari Ahad pagi (07.40 GMT).

Enam belas orang terluka dan tentara Turki di dekat perbatasan menembakkan senjata ke Suriah, kata sumber-sumber keamanan.

Kemudian pada Ahad sore (15.00 GMT), satu orang tewas dan 10 lainnya terluka ketika dua roket lainnya jatuh ke dalam masjid, Hurriyet Daily News melaporkan.

Masjid itu berjarak 100 meter dari kantor gubernur, di mana Yalcin Akdogan, wakil perdana menteri, mengadakan pembicaraan pada saat itu.

"Saya menyerukan warga negara kita untuk tenang," kata Akdogan di Kilis.

"Semua langkah-langkah yang perlu akan diambil dalam hal ini. Sayangnya tidak ada otoritas di perbatasan kami."

Akdogan mengatakan langkah-langkah akan diumumkan setelah pertemuan kabinet pada hari Senin.

Terletak di seberang perbatasan dari daerah Suriah yang dikuasai oleh kelompok Islamic State (IS), Kilis telah ditargetkan oleh serangan roket dalam beberapa pekan terakhir.

Kilis adalah satu-satunya kota di Turki di mana pengungsi dari perang di Suriah – sekitar 110.000 – sekarang melebihi jumlah penduduk setempat Turki.

Pada hari Jumat, dua orang tewas dalam serangan di kota.

Sebelumnya pada hari Ahad, warga berkumpul di dekat rumah-rumah di mana roket menghantam, beberapa dari mereka menyerukan gubernur setempat untuk mengundurkan diri dan beberapa orang lain meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah.

Polisi anti huru hara hadir, tapi tidak ada bentrokan.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Serangan Udara Rezim Suriah Targetkan Pasar di Al Sakhour, 10 Warga Sipil Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sepuluh warga sipil tewas dan 30 lainnya terluka dalam serangan udara rezim Syiah Nushairiyah Assad di sebuah pasar yang ramai di provinsi Aleppo Suriah.

Sebuah sumber dari Pertahanan Sipil Suriah, yang berbicara kepada Anadolu Agency, Ahad (24/04/2016) pada kondisi anonimitas untuk alasan keamanan, mengatakan bahwa pesawat tempur rezim menargetkan pasar yang sibuk di wilayah al-Sakhour.

Dua belas orang juga tewas pada hari Sabtu (23/04/2016) dalam serangan udara Rusia yang menargetkan Aleppo yang dikuasai mujahidin Suriah.

Menurut penghitungan yang disusun oleh Anadolu Agency, lebih dari 361.000 orang telah tewas di Suriah sejak perang meletus pada tahun 2011.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

McJAK Santuni Korban Penggusuran di Kawasan Pasar Ikan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Muslim Cinta Jakarta (McJAK) mengunjungi korban penggusuran yang ada di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta, Sabtu (23/4/2016). McJAK menyerahkan bantuan berupa keperluan anak-anak, makanan siap santap, dan uang tunai.

“Kita tadi memberikan bantuan, melihat keadaan sekaligus bersentuhan dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat tentang dampak dari penggusuran ini,” ucap Ketua McJAK Adnin Armas kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Adnin menyatakan, ada masalah kemanusiaan yang timbul sebagai dampak dari penggusuran yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta tersebut.

“McJAK tidak melihat dari sisi hukum, kita tidak masuk ke sana. Yang jelas, sekarang ini masyarakat mengalami hidup yang susah. Anak-anak yang sebelumnya bersekolah jadi terganggu bahkan ada yang putus,” ungkapnya.

Ia juga bersimpati dengan kehidupan para korban, yang saat ini memilih bertahan untuk tinggal di pengungsian, bahkan di kapal yang dijadikan rumah sementara.

“Hidup, kan, tidak layak kalau di tempat seperti itu, terkena panas, hujan, kehidupan sosial juga rusak. Anak-anak yang mengalami itu juga akan meninggalkan trauma begitu besar,” tukas Adnin.

Adnin menyayangkan cara pemerintah daerah tanpa adanya sosialisasi yang baik, menghadapkan tentara dengan rakyat, serta mengerahkan aparat kepolisian untuk menciptakan teror.

“Janganlah cara-cara tidak manusiawi itu diperlakukan kepada rakyat yang miskin dan susah ini. Harusnya rakyat ini yang dilindungi, jangan koorporasi yang besar yang diutamakan,” pungkas Adnin.

Reporter: Zul | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

IMS Evakuasi dan Beri Pelayanan Kesehatan Korban Banjir Bekasi

BEKASI (Jurnalislam.com) – Banjir yang melanda sebagian wilayah Bekasi, dan  sekitarnya telah merendam perumahan warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang dialami warga cukup besar.

Banjir disebabkan jebolnya tanggul perumahan Pondok Gede Permai Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat terjadi Kamis (21/4/2016). Banjir ini merendam rumah-rumah hingga mencapai ketinggian 4 meter selama berhari-hari. Banyak barang elektronik, perabotan milik warga yang tidak terselamatkan.

“Perumahan ini merupakan daerah langganan banjir. Tapi kali ini lebih besar dan parah dari banjir-banjir sebelumnya,” kata Agus (48 tahun), Lurah Jati Raden, Bekasi.

Tidak sedikit dari warga yang bertahan di rumah-rumah mereka. Sari (45 tahun) dan Tomi (50 tahun), setelah sehari semalam bertahan di rumah milikny memutuskan untuk mengungsi menyusul anggota keluarga lain sudah lebih dahulu mengungsi.

“Untuk logistik dan bantuan makanan tidak kurang kami terima, tapi persediaan air bersih sudah habis,” kata Sari.

Kejadian yang sangat menyita perhatian publik ini  khususnya masyarakat Jakarta dan sekitarnya, tak luput dari perhatian Islamic Medical Service (IMS) selaku lembaga kemanusiaan nasional milik Ormas Hidayatullah.

IMS menerjunkan tim medis dan SAR ke lokasi banjir terdiri dari satu dokter, satu perawat dan tiga orang relawan. Bekerjasama dengan tim SAR Hidayatullah bahu-membahu mengevakuasi para warga yang  masih bertahan di rumah. 

Para lansia, balita dan wanita menjadi prioritas evakuasi. Selain evakuasi warga, menyalurkan logistik, IMS juga mendatangi satu persatu warga yang bertahan di rumah namun mengeluhkan kesehatannya.

Menurut dokter Rendra, tim medis IMS mengatakan bahwa sebagian warga menderita gatal-gatal, pusing, demam dan luka-luka karena terkena benda tajam.

“Dikarenakan sebagian besar warga masih bersih-bersih rumah dan memilih perabot yang sekiranya masih bisa dipakai, penyakit atau rasa tidak nyaman di badan belum begitu terasa. Jika semua sudah usai barulah penyakit itu terasa,” jelas dokter Rendra.

Diantara para korban banjir ada beberapa warga yang harus dirujuk ke RS terdekat, karena harus mendapatkan tindakan medis lebih lanjut. Ada salah satu pasien yang menderita luka menganga yang cukup dalam dan lebar, sehingga harus dijahit serta mendapat perawatan lebih lanjut.

Tidak hanya warga para korban banjir,  para relawan yang terdiri dari TNI, Polri, tim SAR dan para relawan yang lain juga mendapat layanan kesehatan dari IMS. Tidak hanya ketika banjir IMS layani kesehatan warga terdampak banjir, namun juga mempersiapkan pelayanan kesehatan pasca banjir.*

Sumber: Rilis IMS | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bentengi Pemurtadan, LKGTPQ Soloraya Adakan Outbound Anak TPA di Masjid Arrahman

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Al Qur'an (LKGTPQ) Soloraya menggelar kegiatan outbound santri di masjid Arrahman, Mojosongo, Jebres, Solo, Ahad (24/4/2016). 

Berbagai macam permainan digelar panitia seperti permainan konsentrasi, tarik tambang, estafet ember air dan lempar air.

Ketua LKG, Abdul Wahab mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari safari TPQ yang ke 2. Selain menyasar anak-anak LKG juga mengadakan kegiatan yang diperuntukkan masyarakat sekitar masjid Arrahman.

"Tadi kita mengawali sholat shubuh berjama'ah dilanjutkan sarapan bubur mas, Alhamdulillah sekitat 200 orang hadir, outbound ini juga paket kita setelah sebelumnya tadi mendongeng, ada 50 anak TPA yang hadir," kata Wahab.

Lebih lanjut Wahab menuturkan bahwa kegiatan untuk masyarakat diantaranya pengobatan gratis, bagi-bagi sembako dan Al Qur'an gratis, bekam gratis dan makan siang gratis.

Sementara itu, Salim takmir masjid Arrahman menanggapi kegiatan ini sebagai hal yang luar biasa. Pasalnya baru pertama kali diadakan namun respon masyarakat sungguh antusias.

"Tempat kita ini dekat dengan GOA Maria, hanya 50 meter dari masjid mas, jadi kalo kristenisasi di sini sangat rawan mas. Saya melihat sekitar separuh warga sudah beralih agama, jadi kegiatan bersifat sosial seperti ini dibutuhkan, ya minimal untuk membentengi pemurtadan," ucap Salim.

Kontributor: ArifI | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Mujahidin Maroko di Suriah Angkat Pemimpin Baru

SURIAH (Jurnalislam.com)Harakat Sham al Islam, sebuah faksi jihad yang didirikan Maroko dan berafiliasi dengan al Qaeda serta organisasi jihad Suriah lainnya, mengangkat pemimpin baru setelah amir sebelumnya mengundurkan diri karena masalah kesehatan dan pekerjaan.

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Jumat (22/04/2016) Harakat Sham al Islam, atau Gerakan Islam Suriah, mengeluarkan pernyataan di akun Twitter-nya pada 20 April lalu mengumumkan pengunduran diri Abu Thalhah al Andalusi dan penunjukan amir baru, Abu Muhammad al Baydawi. Selain menjabat sebagai amir Harakat Sham al Islam, Andalusi juga merupakan wakil pemimpin Anshar al Din, sebuah koalisi faksi jihad yang terutama terdiri dari pejuang asing.

"Setelah satu setengah tahun sebagai amir Harakat Sham al Islam dan wakil petugas umum Anshar al Din, dan karena isu-isu kesehatan dan yang terkait dengan pekerjaan, Abu Thalhah al Andalusi mengajukan permohonan untuk dibebaskan dari tanggung jawabnya, "menurut terjemahan dari pernyataan yang diperoleh oleh The Long War Journal. "Dewan syura berkumpul untuk membahas masalah ini. Disepakati untuk menunjuk Abu Muhammad al Baydawi, sebagai amir Harakat Sham al Islam."

Harakat Sham al Islam didirikan pada 2013 oleh Ibrahim bin Shakran, Ahmed Mizouz, dan Mohammed Alami, tiga orang Maroko yang ditangkap di Afghanistan setelah invasi AS pada tahun 2001, ditahan di Teluk Guantanamo, dan kemudian dilepaskan dan dijebloskan ke dalam tahanan pemerintah Maroko pada tahun 2004. Bin Shakran dibebaskan meskipun Joint Task Force Guantanamo mengidentifikasi dia sebagai "anggota tinggi" komisi ulama the Moroccan Islamic Combatant Group, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan al Qaeda.

Pemerintah Maroko entah kenapa membebaskan tiga pemimpin jihad tersebut pada akhir 2004. Bin Shakran dan Mizouz segera kembali melakukan aktivitas jihad, lalu ditangkap dan dihukum pada tahun 2007, dan kemudian dibebaskan dari penjara setelah menjalani hukuman singkat.

Bin Shakran, yang juga dikenal sebagai Abu Ahmad al Maghribi, Abu Ahmad al Muhajir, dan Brahim Benchekroune, memimpin Harakat Sham al Islam sampai ia gugur, syahid, saat berperang bersama Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham, dan Muhajireen Army selama serangan melawan pasukan rezim Suriah di provinsi pesisir Latakia awal tahun ini.

Alami, salah satu pendiri kelompok itu, tewas di Suriah pada bulan Agustus 2013. Mizouz masih dianggap aktif di Harakat Sham al Islam.

Pemerintah aggressor AS menambahkan Harakat Sham al Islam ke dalam daftar entitas teroris global pada September 2014.

Harakat Sham al Islam diketahui telah mengoperasikan sedikitnya satu kamp pelatihan di Suriah. Pada bulan Desember 2014, Anshar al Din merilis foto-foto pelatihan pejuang Harakat Sham al Islam di Latakia.

Anshar al Din adalah aliansi dari empat kelompok jihad yang dibentuk pada tahun 2014. Kelompok konstituennya termasuk Jaish al Muhajirin wal Ansar, Harakat Sham al Islam, Al Katibah al Khadra, dan Fajr al Sham. Al Katibah al Khadra dilebur menjadi Jaish al Muhajirin wal Anshar, yang sejak itu secara  terbuka bersumpah setia kepada Jabhah Nusrah.

Anshar al Din bertempur bergandengan dengan Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, dan erat bersekutu dengan tandzim jihad global tersebut. Pada awal Februari 2016, Anshar al Din mengeluarkan pernyataan resmi atas gugurnya "saudara" nya, Syeikh Harith al Nadhari, seorang pejabat tinggi syariah di Al Qaeda Semenanjung Arab. Nadhari  syahid dalam serangan penakut pesawat tak berawak (drone) AS pada 5 Februari.

"Kami  larut dalam kesedihan setelah menerima berita kesyahidan saudara kita, Syeikh Harith Bin Ghazi al Nadhari, dalam penembakan tentara salib yang menindas umat Islam pada umumnya, dan mujahidin khususnya," kata Anshar al Din, menurut terjemahan yang diperoleh oleh The Long War Journal.

Anshar al Din juga menghormati atas gugurnya  Abu Firas al Suri, seorang pemimpin al Qaeda senior dan anggota syura eksekutif Jabhah Nusrah. AS membunuh Abu Firas dalam satu serangan udara sebulan sebelumnya. Pentagon menyatakan bahwa Abu Firas adalah "warisan anggota al Qaeda" yang "berperang di Afghanistan pada tahun 80-an dan 90-an dan berjuang bersama Syeikh Usamah bin Laden serta anggota pendiri Al Qaeda lainnya untuk melatih mujahidin dan melakukan serangan global atas barat."

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam