Erdogan Kutuk AS atas Dukungan Militernya pada Milisi Kurdi Suriah

DIYARBAKIR (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Sabtu (28/05/2016) mengutuk “dukungan” Amerika Serikat bagi milisi bersenjata Kurdi Suriah, PYD dan YPG, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu.

“Saya mengutuk dukungan AS untuk PYD dan YPG. Ini bukan janji yang diberikan kepada kita,” kata Erdogan pada upacara di Diyarbakir di Turki timur.

Dia berbicara setelah Turki menyatakan kemarahan melihat foto-foto yang menunjukkan anggota Pasukan Khusus AS di Suriah mengenakan lencana dan patch YPG. Pentagon pada hari Jumat menyebut patch tersebut “tidak sah” dan “tidak pantas” dan bahwa “tindakan korektif” telah diambil. (baca juga: Turki Kutuk AS karena Pasukannya Gunakan Seragam Milisi Kurdi Suriah dalam Pertempuran)

Erdogan mengatakan: “Saya percaya bahwa politik harus dilakukan dengan jujur, sehingga teman-teman yang percaya pada kami dan orang-orang yang berdiri bersama kami di NATO seharusnya tidak akan dan tidak mau mengirim tentara mereka sendiri ke Suriah dengan patch YPG.

“Mereka yang mengatakan: ‘Kami akan terus mendukung YPG, (karena YPG) itu bukan PKK ‘… (berarti) Anda berada di sisi yang salah.”

YPG adalah sayap bersenjata PYD – cabang Suriah PKK, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Internasional.

Turki memandang PYD dan YPG sebagai kelompok teroris, sedangkan Washington terus mendukung YPG sebagai “mitra yang efektif” dalam memerangi pejuang Suriah.

Dalam pertemuan dengan LSM di Diyarbakir, Erdogan juga mengecam penodaan milisi komunis PKK terhadap Masjid lokal Kursunlu Desember lalu, mengatakan, “Setiap peluru yang mengenai Kursunlu juga mengenai hati kita.”

“Artefak yang rusak di Masjid Kursunlu tidak hanya milik penduduk Diyarbakir, tapi mewakili budaya dan sejarah bersama kita,” katanya.

Erdogan kemudian menyatakan belasungkawa kepada keluarga di Durumlu, dimana teroris komunis PKK menewaskan 16 orang dan melukai 23 lainnya awal bulan ini.

Turut hadir dalam upacara bandara, Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan bahwa Turki tidak memiliki “masalah Kurdi,” melainkan hanya masalah terorisme.

“PKK tidak peduli dengan masalah orang Kurdi. Masalah Anda dan masalah Turki hanya organisasi teroris PKK. Kami berkomitmen bahwa PKK seharusnya tidak lagi menimbulkan masalah bagi kami,” katanya.

Yildirim kemudian mengunjungi LSM dan meminta para milisi untuk menyerah demi mendapatkan belas kasihan negara.

“Diyarbakir tidak ingin dikenang sebagai kota teror.” Aku memanggil orang-orang muda untuk menyerah dan meninggalkan jalan gelap,” kata Yildirim.

PKK yang – terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki – melanjutkan kembali operasi bersenjata 30 tahun lalu terhadap negara Turki sejak bulan Juli 2015.

Sejak itu, hampir 500 anggota pasukan Turki, termasuk tentara, polisi dan penjaga desa telah terbunuh dan lebih dari 4.900 milisi komunis PKK tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Silaturahim Ormas Islam dan MUI Lumajang Bahas Pentingnya Pendidikan Akhlak

LUMAJANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah piminan ormas Islam bersama elemen umat Islam lain bersilaturahim dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lumajang, Sabtu (28/5/2016). Agenda silaturahim yang digagas oleh Jamaah Ansharusy Syariah itu untuk membahas pentingnya pendidikan akhlak bagi generasi muda.

“Ini menjadi keprihatinan kami di tengah maraknya kemerosotan moral yang terjadi di berbagai daerah,” tutur Amir Jamaah Ansharusy Syariah Lumajang, Edi Siswanto kepada Jurnalislam usai pertemuan.

Menanggapi kunjungan para tokoh tersebut, ketua MUI Lumajang, KH Drs Miftah Farid menyambut baik agenda terebut. “Kami setuju terkait pentingnya pendidikan bagi generasi muda yang harus mengedepankan adab. Ini yang menjadi kunci pentingnya,” katanya.

Edi berharap ukhuwah Islamiyah yang terjalin diantara elemen-elemen umat Islam bisa menjadi solusi perbaikan moral generas muda.

“Semoga ke depan kita bisa intensif bersilaturahim guna merajut ukhuwah dalam perbaikan akhlak generasi muda” pungkas Edi.

Reporter: Budi | Editor: Ally Muhammad Abduh

Jelang Muktamar III, Pekan Ini Wahdah Islamiyah Gelar Tabligh Akbar di 18 Kota

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Organisasi kemasyarakatan Islam Wahdah Islamiyah telah menggelar tabligh akbar dengan tema “Sejuta Cinta untuk Indonesia” di lebih dari 60 kota di Indonesia.

Pekan ini, tabligh akbar akan dilaksanakan di 18 kota di Indonesia, termasuk tiga kota besar seperti Jakarta, Makassar, dan Yogyakarta. Kota lainnya yang juga menggelar tabligh akbar pada pekan ini adalah Manado, Kendari, Tarakan, Batam, Kepulauan Sangihe, Lombok, Bandung, Sidrap, Wajo, Pinrang, Pangkep, Majene, Bulukumba,Takalar, dan Bone.

Di Jakarta, tabligh akbar yang juga dalam rangka Tarhib Ramadhan 1437 H akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Mei 2016 di Masjid Baitul Ihsan, Komplek Bank Indonesia, Jakarta Pusat. Kegiatan ini rencananya akan dibuka Wakil Gubernur DKI Jakarta H Djarot Saiful Hidayat. Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur’an KH Yusuf Mansur dan Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah KH M Zaitun Rasmin dijadwalkan akan menjadi penceramah.

Keesokan harinya, Ahad, 29 Mei 2016, acara serupa digelar di Gedung Celebes Convention Centre (CCC) Makassar, Sulawesi Selatan. Tabligh akbar akan dibuka Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu’mang dengan pembicara utama pimpinan umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin.

Pada hari yang sama, di Yogyakarta, tabligh akbar dan Tarhib Ramadhan 1437 H akan digelar di Masjid Kampus UNY, dengan penceramah Pimpinan Dewan Syariah Kota Surakarta Ustaz Mu’inudinillah Bashri dan Anggota Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Ustaz Ridwan Hamidi.

Pra-Muktamar di Makassar

Sebelumnya, pada 18-20 Mei 2016 lalu, juga telah digelar kegiatan Pra-Muktamar di Makassar, Sulawesi Selatan. Hadir dalam acara tersebut 139 Ketua Wahdah se-Indonesia. Peserta lainnya dari unsur Pimpinan Pusat dengan total peserta Pra-Muktamar 526 orang.

Menurut Ketua Panitia Muktamar, Ustaz Saiful Bahri, hajatan Pra-Muktamar ini merupakan awal konsolidasi jelang acara puncak Muktamar III di Jakarta Juli mendatang.

Sejumlah agenda telah dibahas dalam pra muktamar tersebut seperti pembahasan akidah manhaj, visi misi dan renstra, AD/ART, sistem pendidikan WI, dakwah dan kaderisasi seta manajemen keuangan dan pengembangan ekonomi.

Ormas Wahdah Islamiyah, yang berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 17-20 Juli yang akan datang akan menggelar Muktamar III di Jakarta. Muktamar dengan tema “Mewujudkan Indonesia Damai dan Berperadaban dengan Islam yang Wasathiyah” itu rencananya akan dibuka Wapres Jusuf Kalla di Masjid Istiqlal Jakarta pada 17 Juli. Sementara Muktamar akan berlangsung hingga 20 Juli di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Reporter: Abi Athifa | Editor: Ally Muhammad Abduh

Pembicaraan Arab Saudi dan Iran Akhirnya Gagal Capai Kesepakatan Haji

RIYADH (Jurnalislam.com) – Delegasi Iran menutup kunjungannya ke Arab Saudi pada hari Jumat (27/05/2016) tanpa menandatangani kesepakatan akhir mengenai pengaturan haji tahunan, Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel, Sabtu (28/05/2016).

Kementerian itu mengatakan delegasi Iran memutuskan untuk kembali ke Teheran tanpa menandatangani kesepakatan akhir meskipun pembicaraan yang luas telah berlangsung selama dua hari.

“Organisasi Haji dan Visit Iran akan bertanggung jawab di hadapan Allah dan rakyat Iran atas ketidakmampuan peziarah untuk melakukan haji tahun ini,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Saudi Press Agency.

Kementerian itu mengatakan mereka telah menawarkan banyak solusi untuk memenuhi serangkaian tuntutan yang dibuat oleh delegasi Iran, yang tiba di Arab Saudi pada hari Selasa.

Kesepakatan telah dicapai dalam beberapa hal, termasuk penerbitan visa elektronik karena misi diplomatik Arab di Iran tetap ditutup. Riyadh memutuskan hubungan dengan Teheran pada Januari setelah pengunjuk rasa membakar kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat di Mashhad.

Kementerian itu mengatakan Riyadh setuju untuk mengizinkan Iran memperoleh visa melalui kedutaan Swiss di Teheran, yang menjaga kepentingan Arab sejak negara tersebut memutuskan hubungan.

Arab Saudi juga setuju untuk mengizinkan operator Iran menerbangkan setengah dari peziarah ke Arab Saudi dan kembali lagi ke Iran meskipun Iran melarang penerbangan menyusul timbulnya pertikaian diplomatik, kata kementerian itu.

Baca juga:

Saudi Bantah Tuduhan Teheran, Halangi Jemaah Haji Iran

Iran Larang Warganya Pergi Haji Tahun Ini

Menteri Luar Negeri Arab Saudi: Iran Jangan Bermain Politik!

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Ratusan Massa FUI Karanganyar Desak Pembubaran Densus 88

KARANGANYAR (Jurnaislam.com) – Ratusan elemen umat Islam dari Forum Umat Islam (FUI) Karanganyar melakukan aksi damai dan long march menuntut keadilan atas kematian Siyono, Jumat (27/5/2016). Long March bertajuk #save_siyono mencari keadilan tersebut berlangsung dari Komplek Masjid Agung Karanganyar menuju Mapolres Karanganyar Jln. Lawu No. 3 Karanganyar Kota.

Massa aksi juga membawa dua replika keranda mayat yang menggambarkan dua anggota Densus 88, yang menjadi tersangka pembunuh Siyono, yaitu IPDA Handreas Hariyo Pambudi dan AKBP Muhammad Tedjo K.

Dalam orasinya, Ustadz Yusuf Hilmy Ahmad dari FKKD meminta pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kedzaliman kepada umat Islam. “Melalui aksi siang ini kami meminta kepada institusi untuk menghentikan segala bentuk kedzoliman kepada Umat Islam,” katanya.

“Saya mengingatkan kepada Ibu-ibu Polwan bagaimana perasaan Kalian jika yang di bunuh adalah Suami kalian, kemudian kalian menjadi janda,” timpal Amir Jamaah Ansharusy Syariah, ustadz Surowi.

Sementara itu, Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Yusuf Suparno mendesak pemerintah untuk mengevaluasi total kinerja Densus 88. “Kalau ada kesalahan yang dilakukan oleh Densus 88 maka Densus harus dievaluasi kerjanya,” ungkap Yusuf.

Dalam aksinyan FUI Karanganyar menyampaikan pernyataan sikap terkait kasus Siyono. Berikut PERNYATAAN SIKAP FUI Karanganyar yang dibacakan oleh ustadz Syamsuddin Asrori:

1. Mengutuk keras penculikan/pembunuhan kepada setiap individu Muslim kapanpun dan dimanapun yang sebut dengan “terduga teroris”
2. Meminta pada Kapolri untuk menghentikan aksi main hakim sendiri DENSUS 88 dalam aksinya seperti penangkapan, penganiayaan, penyiksanaan terhadap aktifis muslim dan menuntut untuk menghentikan intimidasi DENSUS 88 terhadap keluarga tersangka atau keluarga Muslim yang mereka sebut sebagai terduga teroris.
3. Menyerukan kepada semua ormas dan elemen Islam untuk bersatu padu dan bersama-sama mengutuk dan menolak arogansi DENSUS 88.
4. Mendesak kepada pemerintah agar tidak menyematkan teroris hanya kepada Umat Islam dan mendesak pemerintah, DPR Khususnya Komisi III untuk segera membentuk Panja guna Pembubaran DENSUS 88 dan BNPT dikarenakan hanya melaksanakan agenda asing Khususnya America, Australia dan Zionis Internasional.
5. Menyeret para Penangungjawab DENSUS 88 karena telah melakukan pelanggaran Hak Azasi Manusia yang telah diatur dalam Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia untuk diproses Hukum sesuai dengan Hukum yang berlaku.
6. Mendesak DPR bersama PPATK dan KPK untuk mengaudit kekayaan Pimpinan DENSUS 88 yang di duga telah menyalahgunakan Anggaran Pemerintah maupun Hibah Pihak Asing untuk melakukan pembantaian terhadap umat Islam yang di tuduh sebagai “teroris” tanpa proses pembuktian Hukum di Pengadilan

Aksi ditutup dengan do’a yang diacakan oleh Sekjen Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), ustadz Tengku Ashar Surakarta.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh

Taufik Ismail: Tujuan Ideologi Komunisme adalah Merebut Kekuasaan Dengan Kekerasan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ideologi komunis telah terang-terangan mengaku bahwa tujuan ideologi mereka adalah untuk merebut kekuasaan dengan kekerasan. Demikian dikatakan Budayawan, Taufik Ismail dalam diskusi bulanan Jamaah Ansharusy Syariah di Gedung Kalibata Timur IV No. 14, Jakarta bertajuk Sepak Terjang Komunis Indonesia, Jumat (27/5/2016).

“Sudut pandang saya, pikiran-pikiran ideologi ini dikenalkan oleh dua orang anak muda Jerman Karl Marx (30) dan Friendrich Enggels (28) dan tujuan dari ideologi ini adalah merebut kekuasaan dengan kekerasan,” terangnya.

Ia mengungkapkan, komunis telah membantai 120 juta manusia di 75 negara sepanjang 1917- 1991. Menurutnya, tidak ada satu ideologi apapun yang membunuh orang sebanyak itu di dunia selain komunisme.

“Komunis adalah ideologi yang melakukan pembantaian paling besar dalam sejarah dunia. Rezim Uni Soviet yang menghabisi 61 juta orang, pembantai paling garang dalam sejarah adalah Komunis Kamboja, mereka membantai 1 menit 1 orang bejumlah 2 juta jiwa dari penduduk yang berjumlah 7 juta jiwa,” ungkapnya.

Korban keganasan komunisme, lanjutnya, tiga kali lipat lebih banyak dari korban seluruh perang dunia sejak Nabi Adam sampai sekarang.

Diskusi juga dihadiri oleh Amir Jaamaah Ansharusy Syariah Jakarta Ustadz Haris Amir Falah dan Koordinator Ganyang PKI, Alfian Tanjung.

Reporter: Zul | Editor: Ally Muhammad Abduh

Belanda Gunakan Kebebasan Berpendapat untuk Boikot Israel

BELANDA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Bert Koenders, mengatakan pada hari Kamis (26/05/2016) bahwa pemerintah Belanda telah mengatakan, orang-orang Belanda berhak mengeluarkan pendapat terhadap Israel, lansir World Bulletin, Jumat (27/05/2016).

Pemerintah Belanda telah membela hak untuk memboikot Israel, di tengah upaya penolakan Israel untuk melarang kegiatan politik tersebut.

Menurut Koenders, Israel secara teratur meningkatkan topik BDS dalam pertemuan bilateral dengan pemerintah Belanda. Menteri mengatakan bahwa walaupun pemerintah Belanda tidak mendukung boikot Israel, “namun mendukung BDS sama dengan tidak mendukung kebebasan berekspresi.”

Belanda adalah negara kedua Uni Eropa (UE) yang secara terbuka menyatakan bahwa dukungan untuk kampanye BDS yang dipimpin Palestina harus dilindungi dengan prinsip kebebasan berekspresi. Pada bulan Maret 2016, kementerian luar negeri Swedia menegaskan bahwa BDS “adalah gerakan masyarakat sipil” dan bahwa “pemerintah seharusnya tidak ikut campur dalam pandangan organisasi masyarakat sipil.”

Belanda adalah negara kedua di Uni Eropa yang telah mengumumkan dukungannya bagi hak rakyat untuk bergabung dengan kampanye Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) melawan zionis.

“Laporan atau pertemuan mengenai BDS dilindungi oleh kebebasan berekspresi dan kebebasan berkumpul yang diabadikan dalam Konstitusi Belanda dan Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia,” kata Koenders.

Duta Besar Belanda untuk Israel, Gilles Beschoor Plug membela pernyataan Koender, mengatakan bahwa bergabung dalam kampanye tersebut di Belanda “tidak ilegal dan masih berada dalam batas-batas kebebasan.”

“Selama dikatakan tidak ilegal maka Anda bebas untuk mengatakannya,” tambahnya.

Riya Hassan, koordinator Eropa untuk Komite Nasional BDS Palestina (BDS National Committee -BNC), menyambut komentar Koenders.

“Bergabungnya Belanda dengan Swedia dalam membela hak melakukan advokasi dan kampanye untuk hak-hak Palestina di bawah hukum internasional melalui BDS, telah membuat upaya Israel agar gerakan BDS dilarang di Eropa dan menggertak agar pendukung BDS diam mendapat pukulan serius.”

 

Deddy | World Bulletin | Middle East Monitor | Jurnalislam

Seniman Melayu Bantu Kumpulkan Dana untuk Bangun Masjid di Spanyol

SPANYOL (Jurnalislam.com) – A Tile for Seville, sebuah kampanye baru, telah diluncurkan oleh sejumlah penyanyi dan seniman Melayu untuk membantu mensponsori dana yang dibutuhkan dalam pembangunan Masjid baru di Seville, Spanyol, lansir World Bulletin Jumat (27/05/2016).

Diluncurkan pada 24 Mei, kampanye tersebut menyatukan sejumlah artis dari Malaysia termasuk Fynn Jamal, Farah Fauzana dan sejumlah artis lokal terkenal dan bertujuan untuk bertahan selama enam bulan dengan harapan menyebar pesan ke seluruh dunia.

Kampanye dirancang oleh ukwahforummah.com bekerjasama dengan VisitalAndalus.es. dan dimulai dengan awal yang baik dengan sejumlah peserta. Total biaya pembelian tanah dan pembangunan masjid diperkirakan sekitar $ 18 juta euro.

Tahun lalu, Tan Sri Abu Zahar Ujang Abu Zahar mengungkapkan perihal Seville yang tidak memiliki Masjid satupun setelah menerima panggilan kehormatan dari presiden Masjid Granada Spanyol, Malik Abderahman, dan direktur Yayasan Masjid Seville, Ibrahim Hernandez. Mr Abderrahman telah menyatakan niatnya untuk mencari bantuan keuangan formal dari Malaysia termasuk dari sektor publik dan swasta dalam membangun masjid bernilai € 17 juta.

"Seperti saya, beberapa rekan di Parlemen dan saya akan mencoba yang terbaik untuk membantu mereka. Kami akan mempertimbangkan sumbangan kecil kami. Ini adalah sesuatu yang datang dari hati kami, yaitu membantu Muslim di Seville untuk memiliki masjid," katanya kepada wartawan setelah pertemuan.

Ibrahim Hernandez, Wakil Presiden juga menyediakan sebuah wawancara dengan Al Falah TV mengenai masjid.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

AS Klaim Serangannya Bunuh Komandan dan Puluhan Pasukan IS di Fallujah, Irak

IRAK (Jurnalislam.com) – Serangan yang dipimpin koalisi udara dan artileri AS mengklaim telah menewaskan 70 pasukan IS (Islamic State) di Fallujah, termasuk komandan IS di kota Irak, seorang juru bicara militer mengatakan pada hari Jumat (27/05/2016), Al Arabiya News Channel melaporkan.

Kolonel Steve Warren yang berbasis di Baghdad mengatakan bahwa selama empat hari terakhir, 20 serangan di kota yang terkepung tersebut telah menghancurkan posisi pertempuran dan meriam IS.

"Kami telah membunuh lebih dari 70 pasukan musuh, termasuk Maher Al-Bilawi, yang merupakan komandan pasukan IS di Fallujah," klaim Warren.

"Serangan ini tentu saja tidak akan membuat musuh benar-benar menghentikan pertempuran, tapi serangan ini menghantam. Juga menciptakan kebingungan dan menyebabkan wakil komandan harus naik. Dan menyebabkan kepemimpinan lainnya harus bergerak," tambahnya.

Pasukan Irak melancarkan operasi untuk merebut kembali Fallujah, kubu IS yang terletak hanya 30 mil (50 kilometer) di barat Baghdad, pada awal pekan ini.

Antara 500 hingga 1.000 pasukan IS menguasai Fallujah, dan sekitar 50.000 warga sipil terperangkap di dalam kota, dimana IS berusaha mencegah orang-orang yang mencoba melarikan diri.

Pesawat AS telah menjatuhkan selebaran yang menyerukan penduduk setempat untuk menghindari daerah IS, kata Warren.

"Selebaran tersebut mengarahkan mereka yang tidak bisa mengungsi untuk menempatkan kain putih di atap rumah untuk menandai lokasi mereka. Tentara Irak berupaya untuk membuat rute evakuasi. Dan pemerintah lokal Anbar telah mendirikan kamp-kamp untuk pengungsi warga sipil."

Sementara itu, pemimpin sekte Syiah Irak pada hari Jumat menyerukan pasukan Irak bertempur untuk merebut kembali kota Fallujah dari IS untuk melindungi warga sipil yang terjebak di sana, alasannya, Associated Press mengutip perkataan tokoh Syiah Ayatollah Ali al-Sistani.

Komentarnya disampaikan pada hari Jumat oleh wakilnya Ahmed al-Safi di kota Karbala.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan keprihatinan mereka bagi puluhan ribu warga sipil yang diperkirakan masih berada di kota, yang telah berada di tangan IS selama lebih dari dua tahun.

Kepala polisi federal Irak mengatakan 720 warga sipil telah dievakuasi dari Fallujah utara sejauh ini, independen Al-Sumaria News melaporkan pada hari Jumat.

"Keluarga (yang dievakuasi)  kebanyakan wanita, anak-anak dan mereka telah dipindahkan ke lokasi yang aman setelah bantuan disalurkan kepada mereka," kata Letnan Shakir Jawodat.

PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Kamis bahwa hanya 800 orang yang telah mampu melarikan diri dari Fallujah sejak pasukan Irak melancarkan serangan besar untuk merebut kembali kota.

Warga Fallujah yang dihubungi oleh PBB mengatakan bahwa jumlah bom dan jebakan yang ditanam oleh IS di sekitar kota akan membuat setiap perjalanan menjadi sangat berbahaya.

Sementara itu, satuan tugas darurat Irak mengatakan pada hari Jumat bahwa pusat komunikasi IS di Fallujah utara hancur dan empat calon pembomnya terbunuh.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Ini Sebabnya 4000 Warga Mosul Melarikan Diri ke Suriah Sejak Awal Mei

IRAK (Jurnalislam.com) – Lebih dari 4.000 warga Irak dari kota Mosul, Irak utara telah melarikan diri ke Suriah sejak awal Mei, PBB mengatakan, menambahkan bahwa hingga 50.000 orang kemungkinan akan meninggalkan kota yang dikuasai Islamic State (IS)  tersebut dan menyeberangi perbatasan, Aljazeera melaporkan, Jumat (27/05/2016).

Penyebab eksodus pengungsi tersebut tampaknya adalah laporan bahwa pasukan kelompok bersenjata IS meningkatkan eksekusi terhadap pria dan anak laki-laki di Fallujah – kota besar Irak lainnya yang masih di tangan mereka – sejak pasukan pro-pemerintah melancarkan serangan untuk kembali merebut kota itu, badan pengungsi PBB mengatakan pada hari Jumat.

Menurut UNHCR, total 4.266 orang telah tiba bulan ini di kamp al-Hol, 14 km dari perbatasan Irak di provinsi Hasakah, timur laut Suriah.

"Kami telah melihat lonjakan jumlah pengungsi Irak sebenarnya yang mempertaruhkan nyawa menyeberangi persimpangan berbahaya menuju Suriah dalam upaya putus asa. Bayangkan saja, ada pengungsi yang melarikan diri ke Suriah," kata juru bicara UNHCR Melissa Fleming.

"Alasan mereka mengungsi adalah pertempuran yang tertunda untuk mengambil kembali (Mosul). Mereka, saya yakin, mendengar apa yang terjadi di Fallujah dan ingin meninggalkan tempat itu sebelum mereka juga terjebak. Tapi juga ada pertempuran di daerah sekitarnya yang mendorong orang untuk mengungsi."

Militer Irak melancarkan serangan pada hari Senin untuk mengusir IS dari Fallujah, 50km sebelah barat Baghdad.

Fallujah adalah kota Irak pertama yang jatuh di bawah kendali IS pada bulan Januari 2014, dan telah berada di bawah pengepungan ketat selama sekitar enam bulan.

Pasukan Irak, dengan bantuan dari koalisi pimpinan AS, akan menyerang akhir tahun ini untuk merebut kembali Mosul, yang telah dikuasai IS sejak Juni 2014.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam