Pakaian Sebagai Pemandu Prilaku

, misalnya memakai peci, sarung, berbaju koko bagi laki-laki atau mengenakan kerudung, jilbab, dan menenteng Al-Quran bagi perempuan. Berbanding terbalik ketika melihat anak yang berpenampilan layaknya “anak gaul”: memakai jeans ketat lagi kucel dan agak melorot, t-shirt bergambar penyanyi rock atau bertuliskan Kiss Me, kacamata hitam besar, rambut ala artis Hollywood, plus rantai melilit di celana. Ketika berpenampilan seperti seorang santri, orang “terpaksa” akan berperilaku dalam batas-batas kaidah kelompok santri. la akan terkondisikan untuk tidak berbuat macam-macam, seperti mengganggu lawan jenis di jalan, nongkrong di mall, keluar masuk diskotik, dan sebagainya.

Dengan demikian, pakaian merupakan sarana yang efektif dalam mengondisikan seseorang untuk berada dalam suatu perilaku, baik atau buruk. Pakaian yang baik dapat mengondisikan orang untuk berlaku baik. Pakaian yang buruk pun dapat mengondisikan orang untuk berperilaku buruk. Dalam bahasa psikologinya, pakaian yang dipakai akan menentukan konsep diri seseorang dan juga persepsi orang lain terhadap orang tersebut. Konsep diri adalah semua yang kita pikirkan dan kita rasakan tentang diri kita. Konsep diri ini, disadari atau tidak, pada akhirnya akan memengaruhi sikap dan perilaku manusia secara keseluruhan.

Itulah sebabnya Rasulullah saw. melarang kita untuk meniru-niru pakaian orang-orang kafiratau orang-orang yang tidak seakidah. Hal ini dikhawatirkan akan menghilangkan identitas sebagai seorang muslim dan mengondisikan perilaku kita, sebagaimana perilaku kaum yang cara berpakaiannya kita tiru. Nabi Muhammad saw. pun melarang seorang laki-laki berpakaian seperti wanita dan sebaliknya melarang wanita berpakaian seperti laki-laki. Selain dapat mengaburkan identitas, cara-cara seperti itu dapat meng¬ubah kepribadian atau profil gen-gen yang kita miliki. Pada banyak kasus, seseorang menjadi kewanita-wanitaan atau kelaki-lakian, bahkan menjadi banci, seringkah diawali dari pengondisian lingkungan dan kebiasaan buruk untuk meniru perilaku atau sitat lawan jenis

Mencegah Pelecehan Seksual Pada Si Kecil

Setiap orang tua pasti merasa ngeri mendengar kasus pelecehan seksual pada anak-anak. Apalagi jika melihat pelakunya adalah orang-orang dari lingkungan terdekat; tetangga atau teman bermain si kecil. Bukan sekali dua kali kita mendengar bocah balita dinodai oleh anak-anak usia SD.

Dalam lingkungan yang kapitalis-liberalis ini, di mana rangsangan terhadap libido seksual masyarakat amat besar, pelecehan seksual kerap terjadi. Bisa menimpa wanita dewasa atau anak-anak, baik terhadap anak lelaki ataupun anak perempuan.

Keadaan ini juga diperparah dengan lemahnya perlindungan terhadap masyarakat. Aparat keamanan yang semestinya menjaga masyarakat justru jarang terlihat mengamankan masyarakat, khususnya di kawasan pemukiman termasuk di kampung-kampung. Menyebabkan masyarakat harus berswadaya menjaga keamanan diri mereka.

Dari lingkungan keluarga, lemahnya pengawasan orang tua kepada anak juga menjadi celah terjadinya pelecehan seksual pada anak. Orang tua yang sibuk dan melepaskan begitu saja anak-anak bermain adalah salah satu celahnya.

Perlu diingat pelecehan seksual juga bisa dilakukan teman sepermainan. Kadangkala niat anak-anak melakukan perbuatan itu terdorong perasaan iseng atau ingin tahu, atau bisa jadi karena terangsang oleh tayangan pornografi yang mereka lihat. Tentu saja mereka belum memahami dampak dari perbuatannya tersebut. Karenanya mengawasi anak saat bermain menjadi keharusan.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual:

  • Berikan si kecil pakaian yang menutup auratnya, jangan berikan pakaian yang terlalu terbuka, apalagi sering keluar dengan tidak menutup aurat. Ini bisa menjadi rangsangan bagi tindakan pelecehan seksual.
  • Tanamkan rasa malu sejak dini dan ajarkan si kecil untuk tidak membuka baju di tempat terbuka, juga tidak buang air kecil selain di kamar mandi.
  • Ajarkan si kecil untuk menjaga aurat dan jangan biarkan ada orang lain – termasuk temannya – untuk menyentuhnya. Katakan juga padanya untuk bercerita pada Anda jika ada yang menyentuhnya.
  • Jaga si kecil dari tayangan pornografi baik film atau iklan.
  • Temani anak saat bermain bersama kawan-kawannya. Jika tidak memungkinkan maka teruslah memantau kondisi mereka secara berkala, misalnya setiap setengah jam. Memang ini melelahkan tapi ketimbang Anda menyesal kelak lebih baik ini dilakukan.
  • Ajarkan hukum dasar pergaulan islami bahwa anak perempuan hanya bermain dengan anak perempuan, dan anak lelaki dengan anak lelaki.
  • Bukan tindakan yang bijak jika Anda menyerahkan pengasuhan anak perempuan pada lawan jenisnya. Apalagi jika ia pria dewasa ataupun remaja. Sebaiknya titipkan si kecil pada pengasuh yang juga wanita, atau pada anggota keluarga.

Kehati-hatian kita insya Allah bisa memberikan rasa aman kepada si kecil

Kematian dan Air Mata Istri

Kematian seorang suami adalah musibah yang sangat berat bagi seorang istri.  Syaikh yang kami hormati menceritakan tentang histerisnya seorang perempuan ketika suaminya meninggal dunia. Ternyata inilah musibah yang sering menghilangkan kesadaran kaum perempuan.

Why me! Mengapa harus saya. Begitu jerit sang istri.  Maka ia menangis, menjerit, meraung, mencegah orang-orang menutup jenazah suaminya, memeluk erat suaminya, tak ingin berpisah, hingga pingsan dan hilang kesadarannya.

Kematian adalah musibah yang paling menyakitkan, jelas Syaikh kami.  Maka tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari  Allah semata, untuk bisa bersabar menghadapinya.

Episode istri yang kehilangan suaminya berlanjut dalam tayangan berita beberapa hari ini. Sang istri dikenal sosok yang kuat, perkasa, berkuasa, karena ia penguasa sebuah daerah yang kini sedang dalam sorotan media dan penyidikan KPK.  Derai airmata tidak hentinya mengalir menghadapi kematian sang suami.

Hal ini menyentakkan kesadaran kita pada sosok perempuan lain. Pimpinan tertinggi sebuah partai politik. Kematian suaminya dihadapinya dengan ketegaran yang menggentarkan sekaligus mendebarkan. Perempuan ini telah terbiasa menghadapi huru hara politik di negeri ini. Ia adalah putri pendiri negara Republik ini.

Identikkah air mata dengan cinta? Tentu saja tidak. Terkadang air mata bisa menyembunyikan kebohongan. Ingatlah kisah muslihat di balik derai air mata saudara-saudara Nabi Yusuf as. Ketika mereka menghadap kepada ayah mereka, Nabi Yakub as, dengan baju Yusuf yang penuh bercak darah, darah domba. Atau tangis seorang ibu yang datang kepada pengadilan Nabi Daud as, agar dimenangkan urusan bayinya yang mati diterkam srigala dan ia bisa mengambil bayi ibu yang lain.

Namun ada pula derai air mata kesedihan yang begitu jujur. Tak akan sampai histeris dan tak akan sampai menolak takdir.

Bagaimana dengan air mata istri?  Entahlah. Barangkali hal ini dikembalikan kepada bagaimana prinsip sang istri dalam memaknai cinta. Ketika kehidupan dunia, berupa harta kekayaan, suami, anak, jabatan begitu digandrungi dan dicintai, maka kehilangan semua hal tadi sangat terasa besar.

Banyak istri menangisi suaminya yang meninggal, sementara ketika hidup ia sering membangkang. Jenazahnya dipuji-puji sementara ketika hidup sering dimaki-maki. Istri lebih mencintai pekerjaan dan profesi, hingga tak sempat melayani suami. Suami terpaksa makan sendiri dan mengurus berbagai keperluannya pun sendiri, karena tak ada istri yang menemani. Seorang istri yang kaya dan berkuasa, bisa dengan mudahnya menggaji asisten rumah tangga (maksudnya khadimat) untuk mengurus semua keperluan suaminya. Itulah suami yang sekedar aset bagi istrinya. Astaghfirullaahal adzhiim. Ya Allah, ampuni kami, bila jadi istri yang seperti ini.

Sebuah kelompok dakwah yang berhaluan Islam ideologi, memiliki aturan khusus untuk seorang istri yang berdakwah. Intinya, ketaatan kepada suami-suami kalian lebih diutamakan daripada ketaatan kepada pimpinan partai atau kelompok dakwah. Pernyataan ini sandarannya adalah hukum syariat Islam.  Tapi entah mengapa, beraktivitas di luar rumah terasa lebih heroik dan berprestasi. Sementara melayani suami di rumah, rasanya begitu remeh. Mungkin inilah aspek godaan syaithan yang terkutuk.

Kembali kepada kematian dan air mata istri.  Seorang suami yang baik pernah berpesan kepada istrinya untuk tidak menangisi kematiannya. Sang istri menjawab, sepertinya tidak mungkin. Seorang istri yang baik pasti menangisi kematian suaminya. Suaminya mengatakan, janganlah menangis, berjuanglah untuk kehidupan. Kematian pun menjemput suaminya, dan istrinya tidak menangis. Barangkali tidak ada yang tahu, bahwa seluruh sel tubuhnya menangis. Tapi cinta suaminya telah memberinya ketegaran dan cintanya pada Allah telah menguatkan kesadaran untuk ikhlas, kemudian memberinya kekuatan untuk melanjutkan kehidupan.

Pesan yang bisa dimengerti dari tulisan ini adalah jadilah suami yang baik, yang memberikan limpahan kasih yang terbaik untuk sang istri. Kuatkanlah dengan hanya ideologi Islam sebagai perekat yang sempurna. Cinta yang terbaik akan membuat istri anda tegar dan bertahan, karena cinta dalam Islam itu menguatkan manusia, tidak melemahkannya

Untuk Pertama Kali, St Paul Izinkan Polwan Berjilbab

Senyum Kadra Mohamed (21 tahun) mengembang setelah secara resmi menyandang lencana. Pemasangan lencana berlangsung dalam sebuah upacara di Kantor Polisi Distrik Barat, St Paul, Ibu Kota Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat (AS), Sabtu (1/3).

Dalam kesempatan itu, Kadra, polwan berjilbab, juga diperkenalkan kepada seluruh rekan-rekan lainnya. Kepolisian St Paul mengizinkan Kadra mengenakan jilbab dalam bertugas. Perempuan Somalia-Amerika ini merupakan polwan pertama di Minnesota yang mengenakan jilbab.

“Saya ingin menjadi panutan yang baik bagi orang lain, khususnya bagi perempuan keturunan Somalia,” kata Kadra. Ia menuturkan, semula ragu untuk mendaftarkan diri ke kepolisian. Sebab, ia khawatir, ketika menjadi polisi jilbab yang ia kenakan harus dilepas.

Alumnus St Cloud State University dan St Paul Central High School ini mengontak kepolisian St Paul beberapa bulan silam. Ia menggali informasi dari sana mengenai kemungkinannya bergabung dengan kepolisian.

Saat itu, ia menyampaikan pula mengenai jilbab yang ia pakai. Ia ingin ada jaminan kalau memang akhirnya diterima sebagai polwan kepolisian memperbolehkannya berjilbab saat bertugas. Sebab, dalam keseharian ia selalu mengenakan busana Muslimah itu.

Tina Kill, seorang pejabat di kepolisian St Paul, mengatakan, pihaknya menghubungi kepolisian di Edmonton, Alberta, Kanada. Pada Desember 2013 kepolisian tersebut mengizinkan jilbab. “Kami meminta masukan mengenai seragam jilbab yang sesuai untuk bertugas.”

Seragam yang dipakai Kadra saat upacara pada Sabtu pagi itulah yang merupakan hasil konsultasi dengan kepolisian di Edmonton. Kepolisian di kota-kota yang ada di Kanada dan Inggris sudah tak asing lagi dengan keberadaan polwan berjilbab.

Kepala Kepolisian St Paul Thomas Smith mengatakan, St Paul mengikuti jejak kepolisian di Washington DC. “Kami yakin, dia akan menjadi trendsetter,” kata Smith. Kadra tumbuh di St Paul bersama ibunya. Ia meninggalkan Somalia untuk menghindari perang sipil.

Sebelum menuju AS, ia bersama ibunya menempati kamp pengungsian di Kenya. Sejumlah tugas kini diemban Kadra. Ia membantu investigasi kejahatan dan membangun komunikasi dengan komunitas warga Somalia di St Paul agar tak terjadi kesenjangan budaya.

“Kami mengapresiasi kebijakan kepolisian di St Paul yang bersedia membangun lingkungan inklusif bagi Muslim,” kata Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) Minnesota Lori Saroya. Ini akan membuat semakin banyak Muslim menjadi penegak hukum.

Saroya mengatakan, Muslimah meyakini, jilbab merupakan kewajiban agama yang mesti dijalankan. Meminta mereka melepas jilbabnya sama saja dengan melucuti kemeja atau pakaian lainnya dari tubuh mereka

Hanya Karena Orang Afrika, Yaya Toure Kurang Diakui

Bahwa Yaya Toure adalah nyawa di lini tengah Manchester City saat ini, mungkin tak akan ada yang membantah. Tapi, apa yang sudah ditunjukkan oleh Toure dinilai kurang mendapatkan pengakuan.

Saat masih berbaju Barcelona, Toure memang tak terlalu bersinar. Tapi, gelandang internasional Pantai Gading itu menunjukkan kemajuan yang amat pesat sejak pindah ke City pada tahun 2010.

Berperan sebagai gelandang box-to-box, Toure mendapatkan ruang gerak yang lebih besar di City. Dia tak cuma jago dalam melindungi kuartet pemain belakang, tapi juga sangat piawai dalam mengatur serangan.

Dianugerahi postur raksasa (1,91 meter) dan kekuatan fisik luar biasa, Toure sangat jarang kehilangan bola. Dia juga hampir selalu memenangi perebutan bola dengan pemain lawan dan punya tekel yang jitu.

Di sepertiga akhir lapangan, Toure sangat berbahaya. Mantan pemain AS Monaco itu bisa memberikan umpan-umpan brilliant kepada pemain sayap atau langsung ke para penyerang. Tembakan-tembakan jarak jauhnya juga keras dan mematikan.

Musim ini, Toure juga dipercaya menjadi eksekutor bola-bola mati di City. Eks pemain Olympiakos dan AS Monaco itu sudah mencetak beberapa gol dari tendangan bebas dan penalti.

Dengan kemampuan seperti di atas, tak heran kalau Toure selalu jadi andalan City, baik di era Roberto Mancini maupun Manuel Pellegrini. Dia juga dipercaya menjabat wakil kapten The Citizens.

Toure sudah mengemas total 17 gol di semua kompetisi musim ini. Gol teranyarnya tercipta di final Piala Liga Inggris melawan Sunderland, Minggu (2/3/2014) lalu, ketika City menang 3-1. Saat itu, dia melepaskan tembakan spektakuler dari luar kotak penalti yang membuat kiper lawan, Vito Mannone, bertekuk lutut.

Meski demikian, Toure tak punya banyak penghargaan individu. Dia memang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika 2011, 2012, dan 2013, tapi di level dunia dia tak terlalu diperhitungkan.

Rekan setim Toure di City, Samir Nasri, menduga hal tersebut dilatarbelakangi kewarganegaraan Toure. Kalau Toure orang Brasil atau Argentina, dia yakin Toure sudah disebut sebagai gelandang terbaik dunia.

“Saya lelah bicara soal Yaya. Anda seharusnya tahu soal dia,” kata Nasri di Mirror.

“Kalau dia bukan orang Afrika, maka semua orang akan bilang bahwa dia adalah gelandang terbaik di dunia. Dia bisa melakukan apapun — dia bisa mencetak gol, bertahan, menyerang. Ketika mendapatkan bola, dia begitu bertenaga.”

“Anda pokoknya harus mengagumi cara dia bermain karena dia adalah seorang pemain hebat. Saya mungkin agak bias karena dia adalah teman saya, tapi bagi saya dia termasuk tiga gelandang terbaik di dunia.”

“Tentu saja berasal dari Pantai Gading tak terlalu menguntungkan dia. Kalau dia orang Argentina atau Brasil, semua orang akan membicarakannya, semua orang.”

“Ada beberapa orang Brasil atau Argentina, saya tak ingin mengatakan sesuatu yang salah, tapi cuma karena mereka berasal dari negara itu Anda membayar 40 atau 50 juta poundsterling untuk mereka.”

“Orang seperti Yaya, yang telah memenangi setiap trofi, selalu ada di sana. Coba sebutkan seorang gelandang bertahan, yang bisa maju menyerang seperti dia, yang bisa mencetak 16 atau 17 gol dalam semusim. Bilang kepada saya dan setelah itu kita bisa bicara,” kata Nasri.

Yordania Penjarakan Warganya yang Berjihad di Suriah

Pengadilan keamanan negara Yordania menjatuhkan vonis penjara 2.5 tahun hingga 5 tahun kepada lima orang warga Yordania yang tertangkap ikut berjihad di Suriah, Senin (3/3/2014) kemarin.

Sebuah sumber di pengadilan menyatakan bahwa vonis penjara 5 tahun dijatuhkan kepada seorang pemuda berumur 20 tahunan yang berhasil masuk ke wilayah Suriah. Dia berperang bersama oposan pemerintah Suriah. Penjaga perbatasan menangkapnya saat kembali ke Yordania pada tahun 2013.

Selain itu, pengadilan juga menjatuhkan vonis 5 tahun penjara potong masa tahanan kepada empat orang lainnya yang ditangkap awal tahun ini saat sedang berusaha menyeberang ke wilayah Suriah untuk berperang bersama pejuang revolusi.

Tuduhan yang dihadapkan kepada mereka adalah melakukan perbuatan yang dilarang oleh pemerintah, yang bisa memperkeruh hubungan dengan negara-negara lain dan berefek kemungkinan terjadinya aksi balas dendam.

Perlu diketahui bahwa saat ini Yordania menampung 600 ribu pengungsi Suriah sejak pecahnya krisis Suriah awal Maret 2011 silam.

Izin Polwan Berjilbab Masih Terkatung-katung, Gimana POLRI?

Masih terkatung-katungnya kejelasan izin jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan) membuat ormas Muslimah beraksi. Melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI), mereka menyatakan siap membiayai jilbab yang dibutuhkan polwan.

Ditemui di Kantor MUI, Wakil Sekjen MUI Welya Safitri menuturkan 35 ormas Muslimah sudah meminta MUI untuk segera mendesak Kapolri Jendral Polisi Sutarman untuk mengeluarkan izin resmi jilbab Polwan. Mereka menyatakan siap biayai jilbab Polwan jika kendala yang dihadapi adalah dana walau mereka juga yakin, Polwan mampu membiayai diri sendiri.

Selain ormas, Welya mengatakan sudah banyak juga aduan dan laporan masyarakat yang isinya serupa dengan aspirasi ormas Muslimah. ”Jika mau, ini bisa dipercepat dengan membuat aturan internal. Berlama-lama hanya akan menggelisahkan hati para Polwan yang sudah ingin berjilbab dan membuat polemik berkepanjangan,” katanya di Jakarta, Selasa (4/2).

Istilah menunggu aturan dan anggaran, dinilai Welya terlalu normatif. Ia memandang Polisi yang mengayomi masyarakat akan semakin elok jika juga mengayomi hak Muslimah yang ada di dalamnya. Polwan berjilbab yang bertugas di lapangan akan membuat mereka lebih terjaga.

”Yang penting ada aturannya yang mengizinkan dulu,” ungkap Welya. Teknis kesamaan seragam bisa diatur dengan mengumpulkan para Polwan yang ingin berjilbab dan mensosialisasikan agar mereka menggunakan jilbab yang seragam, mencontoh jilbab Polwan Aceh misalnya.

Polri bisa menggandeng banyak pihak untuk sosialisasi itu, baik MUI, ormas Muslimah, tokoh Muslimah, atau bahkan komunitas Muslimah berjilbab seperti Hijabers Community.

Mempertimbangkan pandangan masyarakat yang belum melihat keseriusan Kapolri mengizinkan Polwan berjilbab, pekan ini MUI akan menyurati Kapolri terkait kejelasan jilbab Polwan

Pandangan Ter-Barat-Kan Ancam Krisis Identitas Islam

Nama penemu (ilmuan/saintis) lampu listrik, Thomas Alfa Edison, seolah sebagai cahaya bagi kehidupan. Ia disanjung-sanjung, dipuji, dan dijadikan rujukan sebagian kalangan untuk menyakini bahwa seorang Muslim tanpa iman tetap akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt. Sang Pencipta alam sebagaimana Edison. Alasannnya cukup sederhana, ia dianggap berjasa kepada dunia dengan lampu listriknya. Karena itu oleh sebagian kalangan sarjana Muslim, “hasil karyanya” Edison dinilai sebagai amal saleh.

Inilah sebuah kerancuan berfikir yang lazim terjadi di kalangan mereka. Bagi mereka, amal perbuatan orang-orang kafir yang memberikan manfaat bagi kehidupan dunia, maka itu termasuk kebajikan (al-khair), yang layak mendapatkan pahala sebagaimana orang Muslim, kendati ia tidak beriman kepada Allah. Tak hanya itu. Mereka juga yakin para saintis kafir itu derajatnya diangkat oleh-Nya.

Pikiran dan keyakinan demikian juga menjalar di kalangan para calon sarjana. Karena itu, bagi mereka, bukan hal yang aneh bila tak menjalankan shalat wajib, shaum Ramadhan, atau ibadah-ibadah lainnya. Demikian pula mabuk atau sejenisnya bukanlah dosa yang harus dihindari. Mereka berani bersikap seperti itu dasarnya ”amal” Edison.

Menurut cendikiawan Muslim Ahmad Muflih Saifudin, keyakinan dan sikap meniru saintis Barat itu telah menjebak kaum muslimin kehilangan jati dirinya sebagai Muslim. ”Krisis identitas selanjutnya melanda umat Islam dan ditukar dengan sikap taqiyah. ” (Ahmad Muflih Saifudin, (Ed), Desekularisasi Pemikiran: Landasan Islamisasi, 1987).

Ironisnya lagi, krisis identitas ini merambah di kalangan terpelajar dan pemuka agama Islam. Pengertian amal saleh sudah dikacaukan dengan pandangan empirisme, materialisme (kapitalisme maupun sosialisme) dan pandangan keduniawian lainnya. ”Mereka tanpa sadar telah memilah-milah pengertian Islam yang kaffah ke dalam pengertian yang parsial dalam praktek hidup bermasyarakat, ” tegasnya.

Pikiran, keyakinan, dan sikap demikian tidak hanya menyesatkan, tapi bertentangan dengan prinsip dan nilai tawhid Islam. Dalam Islam secara tegas dinyatakan, bahwa amal seseorang hanya diterima Allah ketika diawali dengan iman. Karena itu, semua perbuatan yang tidak bermuara dari iman dan kembali untuk iman, secara otomatis tertolak.

”Demi masa. Sesungguhnya semua manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, saling berpesan dalam kebenaran dan dalam kesabaran. ” Tiga rangkaian surah Al-’Ashr ini menegaskan, bahwa amal apapun tidak ada nilainya bila tidak dimulai dengan iman kepada-Nya.

Di tempat lain, surah Al-Mujadilah, Allah menyatakan, ”Allah akan mengangkat beberapa derajat orang yang beriman dan berilmu dari kalian. ” Dengan demikian, derajat seseorang yang diangkat Allah, baik di dunia maupun di akhirat kelak, adalah mereka yang beriman dan berilmu.

Otomatis ’amal baik’ Edison dan kawan-kawan sejenisnya tidak bisa dikategorikan sebagai amal saleh. Sebab, amal perbuatan mereka tidak berlandaskan iman kepada Allah. Inilah yang membedakan amal Mukmin-Muslim dengan amal orang musyrik atau kafir, dan semacamnya.

* * *

 

 

Wahyu-Akal: Satu

Dalam Islam, mereka yang dianggap berjasa tidak hanya dilihat dan dinilai dari peran dan hasil karyanya dalam mengeksplorasi alam dan isinya. Penghargaan itu hanya diberikan kepada mereka yang mampu menemukan Yang Maha Benar (Al-Haqq) dalam kegiatannya itu dan bagaimana ia memperjuangkan nilai-nilai Tawhid itu dalam kehidupan.

Sebab, jika asumsi yang dipakai adalah hasil karya Edison, maka jasa dan perjuangan Bilal bin Rabbah, Amar bin Yasir, Fathimah bin Muhammad Saw, Umar dan lainnya seolah tak ada nilainya. Alasannya, secara saintis mereka tidak menemukan apa yang ditemukan Edison.

Bila kita mau bersikap arif dan melongok sejarah peradaban dan ilmu, banyak ilmuan Muslim lahir dan tampil dengan berbagai karyanya tanpa menggunakan temuan Alva Edison. Ibn Sina ketika menulis Al-Qanun fil-Tibb, ia tidak memakai lampu temuan Edison, Al-Ghazali ketika menulis Ihya ’Ulum al-Din dan ratusan karyanya yang lain, ia juga tidak menggunakan lampu desain Edison, demikian pula Ibnu Rusyd, Imam Syafi’i, Imam Malik, al-Khawarizmi dengan rumus kalkulus atau aljabarnya, al-Biruni dengan dengan temuan optiknya, Ibn Khaldun, dan lainnya.

Fakta ini membantah bahwa mereka menjadi ulama agung dan mulia bukan karena karya Thomas Alfa Edison. Mungkin kita, orang mutaakhirin (belakangan)-mungkin juga terbelakang- yang hanya menikmati karya Edison. Ini juga karena kualitas kita tidak sekelas para ulama itu.

” Seorang Muslim adalah seorang rasionalis karena dia menegaskan kesatuaduan antara dua sumber kebenaran (pengetahuan), yaitu, wahyu dan akal, ” tegas Ismail Raji’ al-Faruqi (Ismail Raji’ al-Faruqi, Tawhid: Its Implications for Thougth and Life, 1982).

Dan kita tahu dan sepakat bahwa wahyu dan akal, keduanya, berasal dari Allah Swt. Karena itu mereka yang dinilai berjasa kepada alam adalah mereka yang mampu memadukan keduanya.

Muslim Indonesia Berduka Cita atas Wafatnya KH Sahal Mahfudz

Muslim Indonesia kembali berduka cita atas Wafatnya KH Sahal Mahfudz, rais Aam Nahdhatul Ulama, dini hari. Wafatnya Kyai Sahal adalah duka cita yang mendalam bagi Rakyat Indonesia

KH Sahal adalah orang yang sangat bersahaja. Ilmu keislaman yang dikuasainya, terutama dalam bidang fikih, menjadikan almarhum rujukan bagi umat. Tatkala ada kedangkalan pemahaman tentang fikih, KH Sahal tampil memberikan pencerahan.

Selain itu, beliau banyak memberikan nasihat dan masukan bagi banyak tokoh di negeri ini. Imbauan dan wejangan yang disampaikannya banyak memberikan manfaat bagi indonesia.

Jenazah KH Sahal disemayamkan di rumah duka, Kompleks Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso. Kab. Pati, Jawa Tengah. Beliau wafat setelah menderita sakit parah yang membuat dirinya harus dirawat di Rumah Sakit. (KH)
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Rabbmu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 65)

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ

“Dan putuskanlah perkara diantara mereka dengan berdasar wahyu yang Allah turunkan kepadamu dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu [keinginan-keinginan] mereka …” (QS. Al-Maidah [5]: 49)

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Apakah kalian beriman kepada sebahagian [ajaran] Al-kitab dan kalian ingkar terhadap sebahagian [ajaran Al-Kitab] yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Dan Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 85)