3 Terluka Akibat Ledakan di Bekas Posko PDIP di Yogyakarta

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Ledakan keras terjadi di Kampung Wirobrajan, Kelurahan Wirobrajan, Kecamatan Wirobrajan, Jogja, Minggu (8/6/2014), sekitar pukul 11.30 WIB. Sumber ledakan berasal dari rumah kosong yang dijadikan gudang kayu bakar di Jl Abimanyu, RT 029/RW 006. Sebelum difungsikan sebagai gudang, tempat itu dulunya dipakai untuk Posko Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Akibat ledakan tersebut, tiga orang mengalami luka serius. Mereka adalah Subaryanti, 62, pemilik gudang, warga Perum Sendok Indah Kotagede; Catur, 27, sopir Daryanti warga Pringgokusuman, Gedongtengen, dan Wahyuri, 54, warga Jl Abimanyu Wirobrajan. “Suara ledakannya cukup keras, rumah saya sampai bergetar,” kata Ponisih, 49, warga yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari.

Dia mengaku kaget dan sempat mengira yang meledak adalah trafo listrik. Karena ledakan cukup keras disertai getaran, Ponisih dan suaminya Parijan langsung keluar mencari sumber suara. Ponisih pun kaget karena menemukan tiga orang yang terluka parah di sekitar gudang.

Warga pun berupaya membawa ketiga korban ke rumah sakit terdekat. Namun karena kondisi lukanya serius kemudian dirujuk ke RS dr Sardjito.

Menurut Ponisih, setelah kejadian warga tidak berani mendekat gudang karena khawatir bakal ada ledakan susulan. Setelah polisi datang, warga baru berani mendekat.

Diakuinya, gudang milik Subaryanti itu selama ini memang dijadikan gudang kayu. Meski tidak setiap hari, Subaryanti sering mengambil kayu bersama sopirnya menggunakan mobil boks. “Kok tiba-tiba meledak aneh, di dalamnya hanya ada kayu-kayu saja,” ucap Ponisih.

Sumiyati, 42, istri Wahyuri masih terlihat shock. Ia terus menangis di depan rumahnya yang berjarak sekitar lima meter dari gudang yang meledak.

Menurut dia, suaminya memang sering diperbantukan oleh Subaryanti untuk mengangkut kayu-kayu ke mobil boks sebelum diangkut ke Kotagede.

Siang itu, Wahyuri diminta mengambil kayu, namun saat membuka pintu gudang, tiba-tiba ada ledakan dari dalam gudang. “Jadi belum sempat masuk gudang. Baru buka pintu sudah meledak dari dalam,” kata Sumiyati.

Wahyuri mengalami luka di bagian dada, muka, dan kaki akibat terkena serpihan kaca yang terlempar.

Aroma Mesiu

Berdasarkan pantauan Harian Jogja (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia), gudang kayu bakar bercat merah dan berukuran sekitar 3 x 4 meter itu kondisinya rusak. Serpihan kaca akibat ledakan berserakan di sekitar gudang, sedangkan atap gudang hilang karena terlempar hingga beberapa meter.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengamankan sejumlah serpihan bekas ledakan untuk dijadikan alat bukti. Di antaranya, serpihan kaca, sandal jepit, potongan kain yang terbakar.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pujiastuti memastikan ledakan murni kecelakaan. Polisi menengarai tidak ada indikasi kesengajaan untuk meledakan bangunan.

Di samping itu, petugas juga memperkirakan ledakan tersebut terjadi akibat gesekan benda dengan mercon yang ada di gudang itu. “Jika melihat kronologi kejadian, sepertinya tidak ada indikasi mengarah ke sana. Gudang itu memang bekas posko PDIP pada tahun 2004-2009 lalu,” ujar Anny Pujiastuti saat dihubungi Harian Jogja, Minggu petang.

Menurut dia, setelah sempat digunakan sebagai posko PDIP, gudang tersebut sempat tidak ditempati dan dibiarkan kosong. Oleh pemiliknya, gudang tersebut kemudian akan dibersihkan serta dipergunakan untuk kepentingan yang lain.

“Akan tetapi untuk memastikan apa penyebabnya, saat ini petugas masih melakukan olah forensik. Kasus ini sendiri ditangani oleh Polresta Jogja,” terang Anny.

Anny menambahkan sampai kini pihaknya belum bisa memastikan kapan uji laboratorium forensik akan selesai guna pengungkapan penyebab ledakan. Pihaknya hanya bisa berharap dalam waktu dekat, penyebab ledakan tersebut bisa terungkap dengan jelas.

“Sampai kini petugas juga masih mengumpulkan keterangan. Sejauh ini sudah ada tiga orang yang dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus ini,” tandasnya.

Korban Subaryanti, yang mengalami luka pada paha kiri akhirnya diperbolehkan pulang setelah menerima penanganan dari tim medis. Sementara itu, Catur dan Wahyuri mengalami luka berat dan memerlukan penanganan serius.

“Tadi Pak Wahyuri sempat dibawa dulu ke Ludira Husada, semoga tidak apa-apa. Saat kejadian saya berada di pasar Serangan. Suara ledakan terdengar sampai sana, kemudian saya ditelepon, kakak saya kena ledakan itu,” tutur Lutriyati, adik Wahyuri.

Rumah sakit langsung memberikan penanganan kepada tiga pasien di ruang tindakan Instalasi Gawat Darurat. “Untuk pasien yang bernama Subaryanti, setelah ditindak, diperbolehkan pulang. Catur, diberi penanganan lebih lanjut oleh dokter bedah tulang. Dari hasil pemeriksaan, mengalami patah tulang kering sebelah kiri. Sementara Wahyuri, selain mengalami luka bakar, ia memerlukan penanganan dari dokter mata dari rumah sakit. Terjadi trauma di bagian mata,” papar Arif Kurnia Timur, residen bedah RSUP Dr. Sardjito.

Dari tubuh pasien, tim dokter mengakui sempat tercium aroma mesiu. (Solopos/Harian Jogja/Jurnalislam)

 

Dukung Prabowo, Ketua FPI DIY-Jateng Siap Dipecat Jika Keputusannya Melanggar Intruksi Pusat

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta-Jateng H Bambang Teddy, menyatakan dirinya siap dipecat atas keputusannya mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Hatta jika memang ada sanksi. 

Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara deklarasi pengukuhan relawan Prabowo-Hatta di Markas Besar FPI Yogya-Jateng di Jl. Wates, Km 8,5 Dusun Ngaran, Balecatur, Gampung, Sleman, Ahad (8/6/2014).

Atas keputusan merapat ke Prabowo tersebut, pimpinan Bambang menyatakan siap dengan sanksi dari pusat jika memang dikenai sanksi. Bahkan, Ketua FPI DIY Jateng menyatakan siap dipecat atas keptusan tersebut.

"Kami sudah bulat mendukung Prabowo, sanksi apapun siap kami hadapi," tegasnya.

"Meski belum ada instruksi resmi, namun saya sudah berkoordinasi dengan Ketua FPI Habib Rizieq," lanjut Bambang.

Menurut Bambang, Prabowo adalah sosok yang tegas dan amanah. Selain itu Prabowo juga bisa menerima semua orang dari berbagai agama. Bambang Teddy sendiri memastikan sedikitnya 20 ribu laskar FPI di DIY-Jateng akan memilih Prabowo-Hatta.

Editor : Amaif

Sumber : Detik, krjogja

 

FPI Yogya-Jateng Deklarasikan Dukungan Untuk Prabowo-Hatta

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Front Pembela Islam (FPI) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan Capres cawapres Prabowo-Hatta, Ahad (8/6/2014). Acara yang digelar di Markas Besar FPI DIY-Jateng di Jl. Wates, Km 8,5 Dusun Ngaran, Balecatur, Gampung, Sleman itu dihadiri ribuan pengurus dan anggota FPI DIY-Jateng.

Hadir juga ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Sleman, Sri Purnomo yang tidak lain adalah Bupati Sleman sendiri. Dalam acara pengkuhan deklarasi relawan itu Sri mengatakan jika Prabowo menang rakyat Indonesia akan sejahtera.

"Jika Prabowo menang, rakyat sejahtera dan Indonesia akan bangkit. Jika ingin Indonesia maju dan bermartabat pilih Prabowo-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden," kata Sri.

Sementara Ketua tim relawan Prabowo-Hatta di Sleman selatan, Ovi Supianto mengatakan, Indonesia butuh pemimpin seperti Prabowo. Figur Prabowo menurut Ovi, adalah sosok yang jujur dan cerdas. "Indonesia butuh pemimpin yang cerdas dan dekat dengan rakyat kecil," tandas Ovi

Ketua FPI DIY-Jateng Bambang Teddy menyatakan, anggota FPI di Yogya mencapai 15 ribu orang ditambah Jateng yang juga ribuan mendukung Prabowo-Hatta untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

"Kita komandokan ke semua anggota, untuk mendukung Bung Prabowo dan Bung Hatta. Prabowo adalah sosok yang tegas, tepat untuk memimpin bangsa ini," kata Bambang Teddy seperti dilansir detikcom.

Atas keputusan merapat ke Prabowo tersebut, pimpinan FPI DIY-Jateng menyatakan siap dengan sanksi dari pusat jika memang dikenai sanksi. Bahkan, Ketua FPI DIY Jateng menyatakan siap dipecat atas keptusan tersebut.
"Kami sudah bulat mendukung Prabowo, sanksi apapun siap kami hadapi," katanya.
Acara deklarasi itu, diikuti 3 ribuan anggota FPI dan 2 ribuan tamu undangan. Deklarasi juga disampaikan dari elemen-elemen masyarakat lain yang bergabung.

Editor : Amaif

Sumber : Detik, krjogja

Dari Syiah, Ahmadiyah, LGBT, JIL, Komunis Untuk Jokowi

Dukungan kepada Jokowi-JK nampaknya terus mengalir dari kelompok-kelompok sesat dan anti Islam di Indonesia. Syiah, Ahmadiyah, waria, JIL, telah menyatakan dukungannya untuk capres-cawapres nomor 2 itu.

Kemenangan dedengkot Syiah Indonesia, Jalaludin Rahmat pada pileg Jawa Barat telah membuat umat Islam waspada. Jalal yang menggunakan partai berlambang banteng moncong putih sebagai kendaraan politiknya dipastikan lolos ke Senayan setelah menang di dapil Jawa Barat II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat dengan perolehan 39 ribu suara.

Bahkan pimpinan Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia (IJABI) itu mendapat ucapan selamat langsung dari salah satu tokoh Syiah internasional, Maulana Syed M Rizvi dalam sebuah video yang diunggah di Youtube 9 Mei lalu. (Gempar! Video Tokoh Syiah Ucapkan Selamat Pada Jalaludin Rahmat & Jokowi)

“Kami sudah dapat restu dari para ulama Syiah internasional untuk dukung Jokowi,” kata Koordinator Oase yang juga istri kedua Jalal, Emilia Renita saat menghadiri Forum Pemimpin Gereja-gereja Indonesia dukung Jokowi di Galeri Cafe Cikini Jakarta, Jumat (30/05/2014).

Syiah adalah kelompok sesat yang mengaku bagian dari Islam yang gemar mencaci dan mengkafirkan para sahabat Nabi SAW yang mulia. Kini kelompok sesat itu berseragam merah bersama PDIP.

Setelah Syiah, kelompok Islam sesaat lainnya yang ikut serta dalam barisan pendukung capres mantan walikota Solo dan Jakarta itu adalah Ahmadiyah. Melalui juru bicaranya, Deden Sujana, kelompok sesat yang meyakini adanya Nabi Allah setelah Rasulullah Muhammad SAW itu pada 16 Mei lalu menegaskan dukungannya terhadap Jokowi.

Deden menilai, sejauh ini hanya PDIP yang masih memiliki jiwa pluralisme dan peduli terhadap kelompok minoritas. Karena itu, ia mendukung penuh pencalonan Jokowi sebagai presiden. “Hanya PDIP yang fight membela Ahmadiyah,” tegasnya.

Tak mau kalah, kelompok wanita jadi-jadian alias waria juga turut mendukung Jokowi-JK. Ketua Forum Komunikasi Waria Se-Indonesia, Mami Yulie mengungkapkan ketertarikannya kepada Jokowi.

“Kami mendukung Jokowi-JK. Keduanya sederhana. Apalagi Jokowi telah membuktikan kepeduliannya terhadap masyarakat selama jadi Gubernur Jakarta,” kata Yulie kepada Tempo, Jumat, 30 Mei 2014.

“Intinya, sampai saat ini kami kaum waria Indonesia punya 80% dukungan untuk Jokowi-JK,” ujarnya.

Jika Waria sudah menyatakan dukungan untuk Jokowi, maka otomatis dukungan itu akan disambut oleh komunitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dan kelompok liberal (JIL) yang selama ini menjadi pembela terdepan mereka.

Dukungan kelompok liberal terhadap Jokowi itu tercium setelah tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Luthfie Assyaukanie mengecam pencapresan Prabowo yang didukung partai-partai Islam. Dalam kicauan twitternya ia mengatakan, “Kalau presidennya Prabowo, partai-partai yang mengitarinya serem banget: anti-ahmadiyah, anti-KPK, anti-bandwith,dll,” tulisnya di akun twitter @idetopia. Meskipun adik capres Prabowo, Hashim Djojohadikusumo telah menegaskan komitmennya untuk melindungi kelompok-kelompok seperti Ahmadiyah, Muslim Syiah dan Kristen di Indonesia, dalam upaya untuk mempertahankan pluralisme dan Pancasila. (Adik Prabowo : Prabowo Akan Bela Ahmadiyah dan Syiah)

Sebuah artikel berjudul “Jokowi dan Bangkitnya Komunis Indonesia” menjelaskan kedekatan Jokowi dengan orang-orang komunis di Indonesia. Sayang, artikel yang diposting di kompasiana dan menjadi thread di kaskus itu kini telah dihapus. Terlepas dari itu, penolakan PDIP terhadap perda syariat, memata-matai masjid serta penolakan penutupan tempat pelacuran Dolly dan Jarak di Surabaya sudah cukup untuk membuktikan sikap PDIP atas umat Islam.

Jokowi dan sederet kelompok sesat yang mendukungnya telah memberi gambaran kelam bagi umat Islam Indonesia. Syiah berkuasa, kebebasan semakin meraja, pencampakan nilai-nilai agama, aliran sesat berkembang biak serta Syariat Islam yang akan diasingkan. Sudah siapkah umat Islam?

Umat Islam Indonesia sebagai penyumbang suara terbesar dalam pemilu selalu dihadapkan pada pemimpin yang tidak memihak Islam dan umat Islam. Pencapresan Prabowo yang didukung partai-partai Islam pun tidak menjanjikan apa-apa untuk keberlangsungan Syariat Islam. Moto “anti-asing” saja tidak cukup untuk menghancurkan dominasi asing yang telah begitu mengakar di negeri ini? Hingga beberapa pengamat mengatakan bahwa Indonesia telah menjadi milik asing, semuanya.

Amaif

Pemerintah Mesir Perketat Aturan Masjid, Kelompok Salafi Menyetujuinya

MESIR (jurnalislam.com) – Sebuah dekrit dikeluarkan pada hari Sabtu (07/06/2014) menindaklanjuti upaya resmi untuk membendung pengaruh Ikhwanul Muslimin di Mesir. Dekrit tersebut melarang pengkhotbah freelance untuk tidak memberikan khotbah atau pengajaran Islam di masjid-masjid dan tempat umum lainnya.

 
Keputusan yang dikeluarkan oleh kantor Presiden interim (sementara) Adly Mansour juga mengeluarkan ancaman denda dan penjara bagi para imam freelance, terutama jika mereka mengenakan pakaian klerikal (gamis atau sorban yang khas) terkait yang identik dengan Al-Azhar sebagai pusat pembelajaran Sunni yang dihormati di Kairo.

Karyawan masjid  terpilih dari kementerian waqaf agama, mereka akan diberdayakan oleh kementerian kehakiman untuk menangkap siapapun yang melanggar keputusan tersebut, tambahnya.

"Tidak akan ada pengkhotbah yang naik mimbar pada Jumat minggu depan tanpa izin," kata kementerian itu di halaman Facebook-nya. Keputusan itu diambil untuk "menjaga keamanan nasional," katanya.

Pemerintah yang didukung militer telah meningkatkan kontrol ketat terhadap masjid sejak militer menggulingkan Presiden Mohamed Mursi Juli lalu.

Pada bulan April telah ada lebih dari 17.000 ulama negara berlisensi yang disetujui untuk memberikan khotbah Jumat. Hal itu dilakukan untuk menghentikan masjid jatuh "ke tangan aktivis." Pemerintah juga telah menghapus 12.000 pengkhotbah yang dianggap tidak sesuai.

Banyak orang Mesir berdoa di masjid-masjid kecil di lingkungan mereka yang tidak dikendalikan negara.

DENDA DAN PENJARA

Ikhwanul Muslimin, yang hingga tahun lalu merupakan gerakan paling terorganisir di Mesir, telah terdorong untuk melakukan gerakan bawah tanah, dengan sebagian besar pemimpinnya yang berada di penjara atau yang bersembunyi. Kelompok ini menyangkal terlibat dalam serangan mematikan terhadap pasukan keamanan sejak penggulingan Mursi.

Dekrit tersebut memutuskan, "hanya orang spesialis yang ditunjuk oleh Departemen Wakaf Agama dan pengkhotbah resmi dari al-Azhar yang diijinkan untuk memberikan khotbah umum dan pelajaran agama di masjid-masjid atau tempat umum yang serupa."

Hanya pejabat dan lulusan al-Azhar juga pengkhotbah dari kementerian atau kantor mufti agung yang akan diizinkan untuk memakai "sorban" yang khas – topi merah dengan pita kain putih – dan jubah yang menandakan seorang ulama al-Azhar, katanya.

Pengkhotbah yang tidak sah akan mendapatkan hukuman penjara hingga satu tahun dan denda hingga 50.000 pound Mesir ($7.000). Mengenakan atau memakai pakaian al-Azhar dengan cara apapun akan mengakibatkan hukuman yang sama, tambahnya.

Galal Mora, sekretaris jenderal Partai Nour, kelompok Salafi yang mendukung penghapusan Mursi oleh tentara, mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok mereka menyetujui hukum tersebut dan mendesak semua pihak untuk menghormatinya.

Kementerian wakaf agama juga telah mengamati para imam resmi. Kantor berita negara MENA melaporkan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menghapus tiga imam pemerintah dari posisi mereka di provinsi Minya.

Orang-orang yang dituduh mencampur urusan agama dan politik, akan dialihkan ke pekerjaan administratif dan dilarang memberikan khotbah Jumat, katanya.

Situs Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia yang masih beroperasi meskipun ada pelarangan terhadap gerakan mereka di Mesir, memprotes penghapusan tiga imam tersebut. [ded412/news desk]

Bom Mobil Tewaskan Lebih Dari 60 Orang di Distrik Syiah Kota Baghdad

BAGHDAD (jurnalislam.com) – Gelombang bom mobil meledak di sebagian besar distrik Syiah di ibukota Irak pada hari Sabtu (07-05-14), menewaskan lebih dari 60 orang, kata sumber-sumber keamanan dan medis.

Total ada selusin ledakan di kota tersebut, yang paling mematikan yang terjadi di wilayah Bayaa, di mana sebuah bom mobil menewaskan 23 orang, banyak dari mereka para pemuda yang sedang bermain billiard

.
Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam tiga hari terakhir, para mujahidin telah menyerbu beberapa bagian dari dua kota tersebut. Pada hari Sabtu juga terjadi serangan di Ramadi, mereka menduduki sebuah universitas di provinsi barat Anbar, mengambil ratusan mahasiswa dan menyandera beberapa staf.

Tahun lalu adalah tahun yang  paling berdarah di Irak sejak konflik mulai mereda dari puncaknya pada 2006 – 2007. Hampir 800 orang tewas dalam Mei saja, menurut PBB, untuk sementara jumlah korban tertinggi yang tewas tahun ini adalah pada bulanan Mei. [ded412/world bulletin]

Warga Poso Yang Ditembak OTK Dapat Selebaran Berisi Peringatan

POSO (Jurnalislam.com) – Beredar selebaran berisi peringatan untuk bertaubat kepada Densus88 dan Banpol, tak lama setelah Muhammad Amir alias Camma, seorang warga Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso ditembak OTK di bak air bersih di lereng gunung Biru, Tamanjeka, Senin (2/6/2014).

Pak Camma ditembaki oleh OTK dari atas bukit ketika ia sedang membersihkan bak air bersih milik warga di lereng Gunung Biru Tamanjeka. Hingga saat ini ia masih dirawat di RSUD Poso dengan luka tembakan di pinggang kanannya.

Selebaran hasil print-out dengan tinta merah yang ditempel di banyak tempat itu bertuliskan, “PERHATIAN KEPADA SELURUH ANTEK ANTEK DENSUS 88 ATAU BANPOL KAMI SARANKAN AGAR SEGERA BERTOBAT…!!! JANGAN SALAHKAN KAMI BILA KALIAN HARUS JADI SASARAN KAMI…TERUTAMA YG DI TAMANJEKA BAPAK CAMMA DAN BAPAK MIRNA DLL…!!!” Pesan itu diduga kuat menjadi motif penembakan atas Bapak Camma.

Bapak Camma adalah seorang tokoh masyarakat di dusun Tamanjeka yang dianggap dekat dengan aparat kepolisian. Bapak Camma sendiri mengaku sering mendapat titipan barang dari aparat kepolisian untuk keperluan pos jaga di dusun Tamanjeka, seperti motor, DVD player dan jenset.

Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku pernah melihat Camma mengantar Densus 88 dan menunjukkan jalan ke arah bukit dekat Gunung Biru, “padahal saat itu berlaku jam malam,” ujarnya.

“Kami menyayangkan kondisi ini terjadi, dimana Pak Camma menerima dan menikmati barang-barang titipan densus,” katanya seperti ditulis kiblat.net.

Gunung Biru Tamanjeka saat ini dikuasai oleh buronan nomor satu Polri, Abu Wardah alias Santoso, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dituduh sebagai otak beberapa aksi terorisme di Indonesia.

Editor : amaif

Komandan Teroris OPM Tewas Ditembak Aparat TNI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Seorang komandan gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) bernama Timika Wonda tewas ditembak anggota TNI Batalyon Infanteri 751/Vira Jaya Sakti Kodam XVII/Trikora di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, Sabtu (7/6/2014). 

"Komandan OPM yang tewas diketahui atas nama Timika Wonda," ujar Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya melalui siaran pers, pada Sabtu malam. 
Fuad menjelaskan penembakan tersebut terjadi pada Sabtu pukul 05.00 WIT, ketika para prajurit TNI tengah melaksanakan patroli di sekitar lokasi penembakan. 

Kelompok sipil bersenjata OPM di Papua merupakan kelompok Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) yang selalu mengganggu keamanan di wilayah Puncak Jaya. Mereka sering melakukan penembakan ke pihak keamanan serta penyerangan ke pihak anggota TNI maupun Polri yang sedang bertugas di Puncak Jaya.

“Selain itu sering melakukan penembakan ke pihak kemanan serta penyerangan ke pihak anggota TNI maupun Polri yang sedang bertugas di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua,” kata Fuad.

Editor : amaif

Sumber : kompas, tribbunnews

Mufti Ukraina Anjurkan Umat Islam Untuk Hindari Perang Saudara

 

"Muslim di Ukraina merupakan bagian yang tak terpisahkan dari negara ini, bagian dari sejarahnya. Disini kami merasa seperti di rumah sendiri. Ini adalah tanah air kami,"

 

UKRAINA (Jurnalislam.com) – Pemimpin Muslim Ukraina, Said Ismagov mendesak umat Islam untuk menghindari krisis Ukraina di tengah isu berkembangnya perang saudara yang akan menarik pejuang pro-Rusia dan pro-Ukraina dari seluruh dunia.

The Muslim leader of Ukraine, Said Ismagov, has urged Muslims to stay out of the Ukraine crisis amid reports of the developing civil war attracting both pro-Russian and pro-Ukrainian fighters from around the world.

Ismagoc, yang merupakan mufti kepala Komite Muslim Ukraina, menulis di Facebook, "Hanya mengambil 'tentara bayaran' Anda dengan tangan dan berkatalah dengan ketat: Tidak ada yang dapat dilakukan di Ukraina!"

"Semuanya baik-baik saja di Ukraina, Anda bahkan tidak bisa membayangkan betapa baik keadaan di sini! Kita semua menemukan tempat di matahari dan tanah di bawah berada kaki kami. Kami tidak pernah melihat pembantaian Muslim, pembunuhan imam atau pembersihan etnis. Kami bisa membangun masjid mana saja kita mau dan mereka tidak pernah menghancurkannya, "tambahnya.

"Al Qur’an dan terjemahannya tidak pernah dilarang. Kami menerbitkan surat kabar Muslim, mengungkapkan pendapat kami tanpa sensor apapun, "kata Ismagov.

"Muslim di Ukraina merupakan bagian yang tak terpisahkan dari negara ini, bagian dari sejarahnya. Disini kami merasa seperti di rumah sendiri. Ini adalah tanah air kami," lanjutnya

"Kami bebas untuk mempraktikan Islam, shalat dan syaum di bulan suci Ramadan. Selain itu, ada banyak etnis Ukraina yang masuk Islam. Semuanya baik-baik saja di Ukraina. Jangan datang ke sini untuk melawan kami," ia menyimpulkan.

Awal pekan ini, Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov membantah laporan bahwa ia telah mengirim pejuang pro-Rusia dari sebagian besar penduduk Muslim Republik Kaukasus Utara, tetapi tidak menyangkal bahwa beberapa orang telah pergi ke timur Ukraina atas kemauan mereka sendiri.

Namun, pada 3 Juni, Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan kepada REN TV bahwa ia siap untuk mengirim 74.000 pejuang Chechnya ke Ukraina jika diperintahkan.

Pada 2012 diperkirakan 500.000 Muslim tinggal di Ukraina dan sekitar 300.000 dari mereka adalah Tatar Krimea. Hari ini Islam adalah agama minoritas terbesar di Ukraina setelah berbagai bentuk Kekristenan.

Dalam sensus tahun 2000 Ukraina adalah rumah bagi 248.193 Tatar Krimea, 73304 Volga Tatar, Azeri 45.176, 12.353 Uzbek, 8844 Turki, 6.575 Arab dan 5.526 Kazakh. Menurut Badan Administrasi Muslim Ukraina ada dua juta Muslim di Ukraina pada 2009. [amaif/worldbulletin]

Banjir Bandang Melanda Utara Afghanistan, 58 Meninggal Dunia

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 58 meninggal dunia dan beberapa lainnya dinyatakan hilang dalam banjir bandang yang menimpa utara Afghanistan, laporan kantor kepresidenan Hamid Karzai, Sabtu (7/6/2014).

Banjir diakibatkan oleh hujan lebat yang mengguyur sepanjang malam Gozargeh, sebelah utara provinsi Baghlan, Afghanistan.

Badan Tanggap Bencana provinsi Baghlan, Ahmad Nasir Kohzad mengatakan lebih dari 800 keluarga terkena dampak bajir dan banyak mayat terlihat di sungai.

“Hujannya sangat lebat dan kami lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan banyak nyawa. Fokus kita sekarang adalah membantu para korban,” kata Kohzad

Karzai telah memerintahkan bantuan darurat untuk keluarga yang terkena dampak banjir di provinsi itu, kata kantornya dalam sebuah pernyataan.

Afghanistan memiliki cuaca yang kering tapi pada musim panas bisa terjadi hujan lebat. Lebih dari 100 orang tewas pada bulan April di banjir di utara dan barat Afghanistan. [amaif/worldbulletin]