Rusia Akan Pasok Sistem Pertahanan Udara Canggih ke Iran

RUSIA (Jurnalislam.com) – AS memperingatkan keputusan untuk mengirimkan rudal S-300 mengancam rencana pencabutan sanksi sebagai bagian dari kesepakatan nuklir Iran.

Sistem rudal S-300 adalah salah satu senjata pertahanan udara paling ampuh di dunia, dilansir AFP Senin (13/04/2015).

Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuka jalan bagi Rusia untuk mengirimkan sistem pertahanan udara canggih rudal S-300 ke Iran, sebuah langkah yang secara signifikan akan meningkatkan kemampuan militer Teheran.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry keberatan dengan keputusan Moskow dalam sebuah panggilan telepon ke Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dan Gedung Putih menunjukkan langkah itu bisa membahayakan rencana untuk  mencabut sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan nuklir akhir.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Josh Earnest mengatakan bahwa kesatuan dan koordinasi dengan negara-negara seperti Rusia sangat penting untuk keberhasilan negosiasi. Washington mengatakan Moskow memainkan peran konstruktif dalam pembicaraan nuklir Iran, meskipun ada perbedaan yang tajam antara Rusia dan Barat mengenai Ukraina.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

Houthi Blokir Bantuan Kemanusiaan

YAMAN (Jurnalislam.com) – Milisi Houthi yang didukung Iran memblokir bantuan kemanusiaan yang berusaha memasuki wilayah di Yaman, juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan pada hari Senin (13/04/2015).

Brig. Jenderal Ahmed Asiri mengatakan bahwa perintah untuk menghentikan serangan militer sehingga pengiriman bantuan kemanusiaan yang mendesak bisa memasuki Yaman seharusnya diarahkan kepada milisi Houthi, yang membunuh warga sipil, dan bukan ditujukan ke arah koalisi yang dipimpin Saudi.

Awal pekan ini, Rusia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memerintahkan "jeda kemanusiaan" yang ditujukan pada serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman untuk memungkinkan pengiriman bantuan dan obat-obatan.

Asiri menambahkan bahwa dalam beberapa hari ke depan situasi akan memudahkan warga sipil di Yaman, yang akan menerima peningkatan pelayanan kesehatan.

Saat briefing harian, juru bicara mengatakan bahwa belum ada konfirmasi mengenai status Abdelmalik al Houthi, pemimpin milisi Houthi yang didukung Iran, yang oleh beberapa laporan berita yang belum dikonfirmasi dikatakan bahwa kemungkinan ia telah tewas baru-baru ini.

Dia juga mengatakan bahwa milisi Houthi menggunakan sekolah dan stadion olahraga untuk persediaan senjata mereka dan bahwa daerah-daerah tersebut telah ditargetkan oleh koalisi selama beberapa hari terakhir.

Berbicara tentang wilayah perairan Yaman, Asiri mengatakan bahwa semua gerakan maritim menuju dan dari daerah tersebut masih dilarang.

Asiri juga menekankan bahwa situasi di perbatasan Saudi stabil dan belum ada pertempuran besar dengan pemberontak Houthi di sana.

 

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama (1)

Segala puji bagai Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi dan Rasul yang paling mulia, Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan seluruh sahabatnya.

Dikarenakan anak adalah potensi umat ini, harapan masa depan, harta pusaka dan kekuatan inti, maka menjadi wajib bagi kita untuk benar-benar memanfaatkan potensi dan pusaka ini, untuk berkhidmat, mencintai agama dan mengamalkannya.

Kita tidak boleh mengabaikan generasi anak-anak dan menyia-nyiakannya. Melihat mereka seakan tidak membawa pesan apapun. Pandangan sedemikian itu merupakan kekeliruan fatal yang banyak dilakukan para orang tua dan pendidik. Karenanya pemikiran-pemikiran dan gagasan dalam tulisan ini, tidak lain untuk memperbaiki pemahaman dan gambaran yang keliru tersebut.

Untuk itu saya berupaya menjadikan pemikiran-pemikiran dan gagasan ini tertuang dalam bentuk langkah terapan sehingga mudah dipahami dan dipraktekkan, yang sesuai dengan karakteristik, akal dan kejiwaan mereka, yang mengarahkan kepada bagaimana berkhidmat dan mencintai agama ini.

Saya meminta kepada Allah –azawajalla– mengilhamkan ketepatan dan kebenaran serta menjauhkan kesalahan dan ketergelinciran. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Pengabul doa. (Pengatar Salim Sholih Ahmad Ibn Madhi)

 

LANGKAH (1)

KESALEHAN IBU DAN AYAH

Langkah pertama dan yang paling penting adalah Kesalehan orang tua. Dengan kesalehan keduanya, anak-anak akan menjadi baik. Anak-anak tumbuh sesuai yang dibiasakan orang tuanya.

Penyebutan ibu di dahulukan dari pada ayah karena beban terbesar dalam pendidikan anak berada di pundak ibu, mengingat kebersamaannya yang lebih lama dengan anak-anak, berbeda dengan ayah yang sibuk mencari rezeki. Mendidik anak-anak agar tumbuh mencintai dan mengamalkan agama ini. Generasi yang demikian haruslah tumbuh dari tanah yang baik dan subur, sebagaimana yang dikatakan oleh as-Syaukhi:

Ibu adalah madrasah jika engkau mempersiapkannya

Dengan mempersiapkannya berarti telah menyiapkan generasi yang harum namanya

Ibulah madrasah pertama yang menelurkan ulama, dai dan mujahid-mujahid pemberani. Karenanya ibu (istri) solehah amatlah penting dalam membangun masyarakat dan melahirkan generasi yang diberkahi. Rasulullah –shalallahu alaihi wasallam– pun mendorong dan memotivasi hal ini dengan sabdanya:

(( تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا  فاظفر بذات الدين تَرِبَتْ يَدَاك ))

Wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah agamanya maka engkau tidak akan menyesal.” [1]

Benar…

Beruntunglah engkau yang memilih istri solehah lagi berilmu, sehingga melahirkan untuk umat ini ulama.

Beruntunglah engkau yang memilih istri mujahidah (pejuang), sehingga melahirkan untuk umat ini para kesatria.

Beruntunglah engkau yang memilih istri pendakwah, sehingga melahirkan untuk umat ini para juru dakwah.

Beruntunglah engkau yang memilih istri yang ahli ibadah, sehingga melahirkan untuk umat ini para ahli ibadah.

Beruntunglah engkau…

 

Karenanya para ibu memiliki peran besar dan agung dalam membangun kepribadian anak dan dalam mendidik mereka agar mengamalkan agama ini. Demikian juga para ayah, yang memiliki peran besar yang tidak lebih kecil dari peran ibu.

Berikut peringatan yang niscaya:

Para orang tua hendaknya memperhatikan perkara penting yang memiliki pengaruh besar pada kepribadian anak yaitu interaksi antara orang tua. Interaksi antar kedua orang tua adalah pendidikan harian yang disaksikan langsung oleh anak-anak di depan mata mereka.

Yang Semestinya dilakukan orang tua:

  1. Hendaknya keduanya saling menghargai, terkhusus jika berada di hadapan anak-anak.
  2. Tidak mempertontonkan perselisihan keduanya di hadapan anak-anak.
  3. Mengikuti petunjuk Nabi dalam hak-hak pergaulan serta saling komitmen di antara ayah dan ibu dengan hak-hak masing-masing.

* * *

Contoh Praktis Pentingnya Kesalehan Ibu Dan Ayah Dalam Membangun Kepribadian Anak

Ibu senantiasa menghentikan segala aktivitas ketika mendengar kumandang azan dan meminta anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Menjelaskan kepada mereka bahwa Allah –subhânahu wata'âla– akan mencintai kita jika kita menunaikan shalat tepat pada waktunya. Kemudian segera berwudu dan melaksanakan shalat.

Dengan demikian anak-anak akan tumbuh sedari dini melaksanakan shalat tepat pada waktunya…kenapa? karena mereka telah belajar sejak kecil bahwa siapa yang melaksanakan shalat pada waktunya akan dicintai oleh Allah. Ini membantu dalam memudahkan anak merealisasikannya.

* * *

Kisah pentingnya peran orang tua dalam membangun kepribadian anak:

Sejarah Islam yang mulia merekam kisah-kisah dan contoh kepribadian anak yang dipengaruhi oleh kepribadian ayah dan ibu mereka. Di antaranya :

Kepribadian Seorang Ayah

Diceritakan bahwa keberanian Abdullah Ibn az-Zubair adalah pengaruh dari keberanian ayah dan ibunya –radiallahu'anhuma– yang ditirunya.

Al-Laits meriwayatkan dari Abul Aswad dari Urwah, katanya:

"Az-Zubair memeluk Islam dalam usia 8 tahun. Suatu waktu dia pernah tersugesti oleh syetan bahwa Rasulullah –shalallahu alaihi wasallam– ditangkap di dataran tinggi Mekkah. Az-Zubair yang masih kanak-kanak, berusia 12 tahun keluar rumah sambil membawa pedang. Setiap orang yang melihatnya terheran-heran dan berkata:

“Anak kecil menenteng pedang?!”

Hingga akhirnya bertemu Nabi. Nabi turut heran terhadapnya dan bertanya:

“Ada apa denganmu wahai az-Zubair?!”

Az-Zubair mengabarkan (sugesti yang terlintas dalam fikirannya) seraya berkata:

“Aku datang untuk memenggal dengan pedangku ini siapa pun yang menangkapmu!”[2]

* * *

Keberanian Sang Ibu

Cerita keberanian Asma binti Abu Bakar, Ibu dari Abdullah Ibnu az-Zubair –radiallahu'anhum-.

Imam adz-Zahabi berkata:

Abu al-Muhayyah Ibn Ya’la at-Taymi Menceritakan kepada kami dari ayahnya, katanya:

“Aku masuk Mekkah setelah tiga hari terbunuhnya Ibnu az-Zubair yang terpasung. Ibunya yang sudah renta datang dan berkata kepada al-Hajjaj:

“Bukankah sekarang saatnya bagi yang terpasung untuk turun?”

“Si munafik?” Sela al-Hajjaj.

“Demi Allah, dia bukanlah orang munafik. Dia adalah anak yang senantiasa berpuasa, shalat malam dan berbakti pada orang tua.”  Sergah Ibu Ibnu az-Zubair.

“Pergilah engkau wahai orang tua, engkau tengah membual.” Ucap al-Hajjaj.

Ibu Ibnu Zubair berkata lagi: “Tidak, demi Allah, aku tidaklah membual setelah Rasulullah bersabda:

((في ثقيف كذاب ومبير))

“Di Tsaqif akan ada pendusta dan orang yang lalim[3]….”[4]

* * *

Keberanian Sang Anak

Cerita keberanian Abdullah Ibn Zubair:

Ishaq Ibn Abu Ishaq berkata:

Aku hadir pada peristiwa terbunuhnya Ibnu az-Zubair, dimana para tentara masuk mengepungnya dari setiap pintu masjid. Ketika sekelompok pasukan masuk dari suatu pintu, Abdullah Ibn az-Zubair menghalau dan mengeluarkan mereka. Dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba jatuh plafon masjid dan menimpanya sehingga membuatnya tersungkur. Dia membaca bait syair:

Asma, wahai Asma[5] janganlah menangisiku

Tidak akan tertinggal selain kemuliaan dan agamaku

serta pedang yang tergenggam di tangan kananku[6]

 

Rasa Takut Sang Ayah

Kisah rasa takut sang ayah, Fudhail Ibn Iyadh –rahimahullah– dan kekhawatirannya kepada Allah.

Muhammad Ibn Nâhiah berkata:

"Aku shalat subuh bermakmum di belakang al-Fudhail. Dia membaca surat al-Hâqah. Ketika tiba pada bacaan:

“(Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.” (QS. Al-Hâqoh:30)

Al-Fudhail tidak kuasa membendung tangisnya.[7]

* * *

Ishaq Ibn Ibrahim at-Thabari berkata:

“Aku tidak mengetahui seseorang yang lebih takut terhadap dirinya dan lebih perhatian kepada manusia dari pada al-Fudhail. Bacaan al-Qurannya miris, merindu, perlahan, dan syahdu, seolah sedang berkomunikasi dengan seseorang. Jika lewat pada ayat yang menyebutkan tentang surga, ia mengulang-ulanginya.[8]

 

Rasa Takut Anak Kepada Allah

Kisah rasa takut dan khawatir seorang anak (Ali putra al-Fudhail Ibn 'Iyâdh)

Abu Bakar Ibn 'Iyâsy berkata:

"Aku shalat magrib di belakang Al-Fudhail Ibnu 'Iyadh, sementara putranya, Ali berada di sampingku. Al-Fudhail membaca:

 “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim. Dan sungguh kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”

Ketika sampai pada ayat:

 “Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,”

Ali jatuh pingsan, sedangkan al-Fudhail terus melanjutkan bacaannya.[9]

 

Abu Sulaiman ad-Dârani berkata:

"Ali Ibn Fudhail tidak sanggup membaca surat al-Qori'ah atau dibacakan kepadanya."[10]

* * *

ANAK DAN KEDUA ORANG TUA

Habib Ibn Zaid Terpengaruh Oleh Kedua Orang Tuanya

Pengorbanan Ibu

Anas berkata:

"Abu Tolhah melamar Umu Sulaim.

Umu Sulaim berkata kepada Abu Tolhah:

"Tidaklah layak bagiku menikahi lelaki musyrik (politeisme). Tidakkah kamu tahu wahai Abu Tolhah bahwa tuhan-tuhanmu dibuat oleh Abdu Alu Fulan. Jika engkau bakar tuhan-tuhan itu niscaya akan terbakar."

Abu Tolhah pun berlalu, sedangkan dalam hatinya terngiang-ngiang apa yang dikatakan Umu Sulaim. Berselang dari itu dia datang lagi kepada Umu Sulaim dan berkata:

"Apa yang telah engkau ajukan kepadaku aku terima. Tidak ada mahar bagimu selain memeluk Islam."

 *  *  *

Pengorbanan Seorang Ayah

Anas berkata:

"Ketika perang Uhud kaum muslimin terdesak dan terpisah dari Rasulullah –shalallahu alaihi wasallam-, sedangkan Abu Tolhah tetap bersama Rasulullah melindung beliau dengan tombaknya. Abu Tolhah adalah seorang yang mahir memanah dan bertubuh kekar. Dia mampu mematahkan dua atau tiga busur sekaligus. Ketika ada seorang yang lewat membawa sekumpulan anak panah ada yang mengatakan:

"Berikan anak-anak panah itu kepada Abu Tolhah."

Nabi –shalallahu alaihi wasallam– mendongak melihat siapa mereka, namun Abu Tolhah berkata:

"Demi ibu dan ayahku, janganlah mendongak sehingga terkena sasaran panah mereka. Biarlah tubuhku menjadi pelindungmu.[11]

Anak Yang Mati Syahid

Ibnu Kasir menyebutkan dalam kitab al-Bidâyah wa an-Nihâyah:

"Habib Ibn Zaid dibunuh oleh Musailamah al-Kazzab[12].

Ketika Musailamah menginterogasi Habib, dia bertanya:

“Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad Rasulullah?"

“Ya.” Jawab Habib.

“Apakah engkau bersaksi bahwa aku Rasulullah? Tanya Musailamah lagi.

Habib menjawab: “Aku tidak mendengar perkataanmu!”

(Musailamah berang) dan memutilasi Habib sambil mengulang-ulang pertanyaannya. Habib tidak menjawab lebih dari yang dikatakannya semula hingga menghembuskan nafas terakhirnya.[13]

 

 

[1] Sahih al-Bukhari no.5090, Kitab: Nikah, Bab: al-Akhiffa fi ad-Diin.

[2] Siar a’lam an-Nubala I/41-42.

[3] Sabda Rasulullah itu adalah ramalan beliau akan peritiwa yang akan terjadi setelah kematiannya. Ibu Ibnu az-Zubair merupakan salah satu sahabat Nabi dari kaum wanita. Al-Hajjaj adalah salah seorang penguasa yang lalim.

[4] Siar a’lam an-Nubala 2/294.

[5] Asma adalah nama ibu dari Ibnu Zubair.

[6] Siar a’lam an-Nubala 3/377.

[7] Siar a’lam an-Nubala 8/444.

[8] Siar a’lam an-Nubala8/427/428.

[9] Siar a’lam an-NubalaVIII/443-444.

[10] Siar a’lam an-NubalaVIII/445.

[11] al-Bukhari no.3811 dan Fathul bâri VII/506.

[12] Seorang yang mengaku sebagai nabi setelah wafatnya Rasulullah –salallahu alaihi wasallam.

[13] Siar a’lam an-Nubala III/116.

 

Sumber :

30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama (Salim Sholih Ahmad Ibn Madhi)

Penerjemah : Syafar Abu Difa | Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad | Islamhouse.com

Tangkal Kristenisasi, Me-Dan Gelar Baksos di Desa Salamrejo, Blitar

BLITAR (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menangkal kristenisasi di daerah-daerah pedalaman, Organisasi non pemerintah (NGO) Medis dan Aksi Kemanusiaan bersama Badan Dakwah Islam Surabaya, Klinik Ibnu Sinna Kota Blitar dan Al Azhar Peduli Umat menggelar bakti sosial pengobatan gratis, pembagian pakaian layak pakai, ratusan paket sembako dan alat-alat tulis di Desa Salamrejo Kecamatan Doko, Kota Blitar pada Ahad (12/4/2015).

“Tujuan utama dari kegiatan bakso yang pertama kali dilaksanakan di Desa Salamreko ini adalah selain untuk sarana silaturahim, juga bertujuan untuk membentengi masyarakat sekitar desa Salamrejo dari kristenisasi yang sudah lama terjadi di desa ini,” ungkap Ustadz Samsul Bahri selaku Ketua Panitia.

Sambutan hangat diungkapkan Ustadz Mat Rojan, salah seorang tokoh masyarakat setempat. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu dirinya dalam upaya menangkal kristenisasi di daerah tersebut.

”Saya merasa terbantu dengan adanya acara ini, karena dengan adanya baksos ini dapat membentengi warga Muslim desa ini dari program kristenisasi yang sudah terjadi. Banyak misionaris kristen dari luar desa yang sering datang kesini. Dan saya berharap kerjasama ini berlanjut terus," harapnya.

Kegiatan yang digelar sejak pagi hingga sore hari itu disambut antusias ratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Duko. Suasana kegembiraan warga yang hadir semakin membuat panitia bersemangat untuk melayani para warga yang datang ingin berobat.

"Ya, saya harap kegiatan seperti sering-sering di adakan, jangan hanya sekali ini saja mas," kata Maman (50), salah satu warga yang datang untuk berobat.

Untuk diketahui, daerah-daerah pedalaman Jawa Timur kerap menjadi sasaran misionaris Kristen untuk melancarkan program Kristenisasinya. Di Blitar, gereja-gereja banyak ditemukan di desa-desa pedalaman yang sebelumnya sebagian besar penduduknya beragama Islam.

Reporter : Tyo | Editor : Ally | Jurniscom

Stasiun Televisi Iran : “Pemimpin Syiah Houthi Yaman Tewas“

YAMAN (Jurnalislam.com) – Stasiun televisi Iran, Al-Alam, Ahad (12/4/2015), memastikan berita tewasnya pemimpin Syiah Hutsi di Yaman, Abdul Malik Al-Hutsi, dalam salah satu serangan pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi.

Melalui akun twitternya, @alalam_news, pukul 2:30, disebutkan, “Sumber ekslusif televisi Al-Alam dari Saada memastikan berita meninggalnya pemimpin gerakan Ansharulah, Abdul Malik Al-Hutsi, karena serangan udara yang dilakukan oleh Saudi.”

Sebelumnya, Al-Rai Press, Jumat (10/4/2015), memberitakan bahwa Abdul Malik dimungkinkan bersembunyi di salah satu gua yang disiapkan oleh Syiah Hutsi di wilayah Maran. Keberadaan dan nasibnya setelah serangan itu tidak diketahui.

Disebutkan juga rumor yang beredar saat itu, Abdul Malik telah tewas dalam sebuah serangan pasukan koalisi ke salah satu rumah di Maran. Rumah itu dijadikan tempat persembunyian Abdul Malik dan sepupunya, Abdul Majid Al-Hutsi. Abdul Majid tewas seketika, adapun Abdul Malik terluka di kepalanya, dan meninggal dunia di rumah sakit.

 

Deddy | Syiahindonesia | Jurniscom

Innalillahi… Wakil Amir AQIS Ahmad Farood dan Anggota Dewan Syura Qari ‘Imran Syahid Dalam Serangan Drone AS

JURNALISLAM.COM – Al Qaeda di benua India mengumumkan Syahidnya  wakil amir Ustad Ahmad Farood dan anggota syura, Qari 'Imran. Gambar diambil dari Twitter juru bicara AQIS, Usama Mahmood.

Al Qaeda di benua India (AQIS) hari ini mengumumkan bahwa AS telah membunuh dua pemimpin senior AQIS dalam serangan pesawat tak berawak yang terpisah di awal tahun. Ustad Ahmad Farooq, wakil amir untuk AQIS, dan Qari 'Imran, anggota dewan syura AQIS, atau dewan eksekutif, keduanya Syahid di daerah yang dikelola oleh komandan Taliban.

Usama Mahmood, juru bicara AQIS, mengumumkan gugurnya kedua pemimpin AQIS di akun Twitter-nya serta dalam pidato sepanjang 47 menit yang diproduksi oleh As Sahab, media resmi Al Qaeda, menurut SITE Intelligence Group . Kedua serangan pesawat tak berawak tersebut sebelumnya telah dilaporkan oleh media Pakistan dan Barat.

Ustad Ahmad Farooq gugur  pada 5 Januari, Usama Mahmood menyatakan. AS diketahui telah melancarkan serangan pada 4 Januari di sebuah kompleks di desa Wacha Basti di daerah Datta Khel, Waziristan Utara.

Komplek bangunan tersebut adalah milik "komandan Taliban yang berasal dari Uzbek, Hafiz Gul Bahadar." Hafiz Gul Bahadar adalah komandan Taliban untuk Waziristan Utara, dan mengelola mujahidin Datta Khel. Dia disukai oleh militer dan pemerintah Pakistan sebagai "Taliban yang baik," karena ia tidak menganjurkan untuk menyerang negara Pakistan.

Ustad Ahmad Farooq sebelumnya dikabarkan telah syahid sedikitnya dua kali dalam empat tahun terakhir. Pada bulan Juni 2011, ia dikatakan telah gugur dalam serangan pesawat tak berawak yang menewaskan pemimpin militer Al Qaeda, Ilyas Kashmiri. Dan pada bulan Desember 2014, seorang komandan Al-Qaeda yang diidentifikasi sebagai Omar Farooq dilaporkan telah gugur dalam serangan pesawat tak berawak. Ternyata pada saat itu Omar Farooq salah diidentifikasi sebagai Ustad Ahmad Farooq oleh media Barat dan Pakistan.

Qari 'Imran dibunuh pada 15 Januari, Usama Mahmood. Pesawat tak berawak AS menyerang kompleks di daerah Wacha Dara di Waziristan Selatan pada hari itu. Tujuh mujahidin, termasuk dua wraga Uzbek, dilaporkan telah gugur dalam serangan itu.

Drone AS telah membunuh tiga anggota senior AQIS lainnya sejak AQIS  dibentuk pada awal September 2014.

 

Deddy |TLWJ | Jurniscom

Arab Saudi Tolak Seruan Iran untuk Akhiri Serangan Yaman

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Saudi mengatakan serangan udara terhadap posisi pemberontak Houthi di Yaman dimaksudkan untuk membela pemerintah yang "sah."

Arab Saudi menolak seruan Iran untuk menghentikan serangan udara pada Negara tetangga Yaman, dengan mengatakan Teheran seharusnya tidak ikut campur dalam konflik, sekarang di minggu kedua.

Berbicara pada konferensi pers di ibukota Saudi, Riyadh, Menteri Luar Negeri Saud al-Faisal mengatakan pada hari Ahad (12/04/2015) bahwa pemboman udara terhadap posisi Houthi berusaha untuk membantu pemerintah"sah."

"Bagaimana bisa Iran mengatakan pada kita untuk menghentikan pertempuran di Yaman … Kami datang ke Yaman untuk membantu otoritas yang sah, dan Iran tidak bertanggung jawab atas Yaman," kata al-Faisal dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Laurent Fabius .

Arab Saudi dan sekutu Arabnya memulai serangan udara terhadap pemberontak Houthi sekutu-Iran di Yaman pada 26 Maret untuk mencegah mereka memperluas kendali di seluruh negeri.

Pemberontak Houthi menguasai ibukota Yaman, Sanaa, pada bulan September dan pada bulan Februari menempatkan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dalam tahanan rumah, menuntut dia untuk melakukan reformasi politik.

Sembilan negara Arab, lima di antaranya anggota enam negara Dewan Kerjasama Teluk Council (GCC), menjadi bagian dari koalisi yang dipimpin Saudi.

Sunni Arab Saudi mengkhawatirkan para pemberontak akan mengambil alih seluruh negeri dan memasukkannya ke dalam orbit Syiah Iran.

Fabius telah menyatakan dukungan untuk serangan udara yang dipimpin Saudi melawan pemberontak Houthi.

“Mengenai Yaman, kami di sini untuk menunjukkan dukungan kami, terutama politik, kepada pemerintah Saudi," katanya kepada wartawan saat ia memulai serangkaian pertemuan dengan pimpinan Saudi, termasuk Raja Salman.

Kerajaan adalah sekutu penting Perancis dan Fabius menegaskan kembali kepada tuan rumah Saudi bahwa "Perancis secara alami berada di sisi mitra regionalnya untuk pemulihan stabilitas di Yaman," rombongannya mengatakan.

Pemberontak Houthi, yang bersekutu dengan unit tentara yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, telah bertempur melawan pasukan yang setia kepada Presiden Hadi, yang melarikan diri ke ibukota Saudi, Riyadh, akhir bulan lalu.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Eksekusi Mati Warga Palestina Oleh Pasukan Zionis Semakin Meningkat

RAMALLAH (Jurnalislam.com) –  Departemen dalam di Badan Urusan Tawanan dan Eks Tawanan mengatakan bahwa penjajah Zionis Yahudi  masih menempuh cara-cara sadis untuk menghabisi warga Palestina. Sebagian mereka sengaja ditangkap dulu kemudian dieksekusi di luar proses hukum.

Laporan yang dikeluarkan hari Ahad (12/04/2015)  ini menjelaskan bahwa eksekusi terhadap orang-orang Palestina melalui berbagai macam cara, dengan berbagai masa alasan. Pembunuhan warga setelah mereka ditangkap “di luar kerangka hukum” adalah dari kebijakan penjajah Zionis dalam menangani orang-orang Palestina. Tidak adanya sanksi terhadap otoritas penjajah Zionis secara internasional membuat entitas penjajah ini semakin berani melakukan kejahatan pembunuhan dalam jumlah yang semakin banyak.

Laporan ini menegaskan, “Aksi eksekusi mati di luar kerangka hukum merupakan pelanggaran secara terang-terangan terhadap prinsip-prinsip HAM, terutama hak dalam hidup. Menurut hukum internasional hal itu merupakan kejahatan perang yang harus dituntut dan dihukum.”

Laporan ini menyerukan pendokumentasian kejahatan penjajah Zionis secara ilmiah dan sistematis, memanfaatkan bergabungnya Palestina ke kembaga-lembaga internasional dan Mahkamah Internasional, menggunakan semua mekanisme internasional untuk menekan penjajah Zionis guna memaksanya menghantikan kejahatannya terhadap orang-orang Palestina.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Koalisi Saudi Telah Luncurkan 1.200 Serangan di Yaman, 3 Tentara Saudi Tewas Pada Pertempuran Darat

RIYADH  ( Jurnalislam.com) – Koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengatakan pada hari Sabtu (11/04/2015) bahwa mereka telah meluncurkan 1.200 serangan udara ke arah posisi kelompok Syiah Houthi Yaman sejak 25 Maret.

"Serangan ini telah melemahkan pemberontak," kata juru bicara koalisi, Ahmed al-Asiri, pada konferensi pers di ibukota Saudi, Riyadh.

Dia menambahkan bahwa serangan mereka juga menargetkan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Al-Asiri mencatat bahwa pasukan koalisi memantau pelabuhan Yaman dan wilayah perairan untuk mencegah pasokan mencapai pemberontak Houthi di negara ini.

Dia tidak menutup kemungkinan bahwa Iran membantu agresi Houthi di Yaman.

Namun demikian, al-Asiri mengatakan dia tidak bisa mengkonfirmasi informasi mengenai hal ini.

Sementara itu, 3 tentara Saudi tewas dan dua lainnya luka-luka dalam baku tembak  oleh pemberontak Syiah Houthi Yaman di perbatasan selatan Arab Saudi, kata Kementerian Pertahanan Saudi.

Para prajurit tewas pada hari Jumat  ketika Houthi Yaman menembaki pasukan darat Saudi di wilayah Najran, sumber kementerian yang dikutip oleh kantor berita resmi Saudi mengatakan.

Jatuhnya korban baru tersebut menjadikan total enam tentara Saudi yang telah tewas sejak awal operasi militer melawan pemberontak Houthi di Yaman pada tanggal 25 Maret.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnsicom

 

49 Pasukan Boneka Tewas, 16 Kendaraan Lapis Baja Direbut Dalam Pertempuran dengan Mujahidin IIA di Utara Afghanistan

Badakhshan (Jurnalislam.com) – Sebanyak 49 tentara boneka tewas dan lebih dari 42 terluka dalam pertempuran dengan Mujahidin Imarah Islam di Afghanistan utara selama 24 jam terakhir, menurut laporan yang datang dari provinsi Badakhshan.
 
Al-Emarah News mengatakan, Sabtu (11/04/2015) bahwa Mujahidin di tengah operasi pembersihan menargetkan sejumlah pos musuh dan instalasi utama di distrik Jaram provinsi Badakhshan utara, hingga memicu pertempuran. Sebagian besar distrik berhasil dibebaskan dari pasukan musuh.
 
Al-Emarah News menambahkan bahwa Mujahidin menyerbu 13 pos tempur musuh serta instalasi penting yang diawaki oleh 350 personil militer, menewaskan sedikitnya 49 tentara boneka termasuk dari ANA/ANP. Sekitar 25 mayat musuh yang tewas dalam pertempuran itu tertinggal di dalam instalasi.

Mujahidin merebut banyak senjata dan amunisi dari musuh serta 16 kendaraan lapis baja dan kendaraan tempur lapis baja.

Beberapa pasukan musuh dengan panik berusaha menghindar agar tidak tertangkap atau terbunuh namun malah tenggelam saat mencoba menyeberangi sungai.

Karena tidak tahan dengan serangan Mujahidin, musuh yang bermoral rendah melarikan diri dalam keadaan takut dan panik.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom