Iran Bersumpah akan Akhiri Serangan Udara Koalisi Arab Terhadap Pemberontak Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Iran mengatakan akan menggunakan semua pengaruhnya dalam menengahi kesepakatan damai bagi Yaman untuk mengakhiri serangan udara yang dipimpin Saudi terhadap pemberontak Houthi.

"Kami adalah kekuatan utama di wilayah ini dan kami memiliki hubungan dengan semua kelompok di berbagai negara, dan kami akan menggunakan segala cara  untuk membawa semua pihak ke meja perundingan, sampai berhasil," Mohammed Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran, mengatakan pada hari Rabu (15/04/2015).

Zarif, yang sedang berkunjung ke Portugal, mengatakan upaya untuk membawa perdamaian ke Yaman harus "dimulai dengan premis yang benar, bahwa kita perlu untuk mengakhiri pemboman dan semua pertumpahan darah ini, dan mencegah al-Qaeda mengambil keuntungan dari situasi buruk ini."

"Kami memiliki pengaruh dengan banyak kelompok di Yaman, bukan hanya Houthi dan Syiah," katanya.

Zarif mengeluarkan komentar tersebut sehari setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi memberlakukan embargo senjata kedua yang akan disahkan tahun ini pada pemberontak Syiah Houthi.

Resolusi, yang diajukan oleh Jordan dan negara Teluk Arab, juga mengharuskan para pemberontak, yang dikenal sebagai Houthi, untuk mundur dari tempat yang mereka kuasai, termasuk ibukota Yaman.

Pemberontak Houthi – yang luas sangat didukung oleh Iran – merebut Sanaa pada bulan September dan telah mencoba memperluas kendali mereka di Yaman, namun mendapatkan perlawanan sengit cabang lokal al-Qaeda di Yaman, Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).

Pemberontak Houthi menangkap Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dalam tahanan rumah pada bulan Februari, dan menuntut dia melakukan reformasi politik.

Setelah itu Hadi melarikan diri ke Negara mayoritas-Sunni Arab Saudi, yang kemudian meluncurkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi untuk membantu membela "otoritas yang sah" dan menolak seruan Iran untuk menghentikan pengeboman.

Zarif mengatakan bahwa Iran telah berusaha berkonsultasi dengan Turki dan Pakistan, dua sekutu Arab Saudi yang juga mayoritas Sunni, dan juga dengan Oman, negara Teluk yang mempertahankan hubungan dekat dengan Iran. Negara-negara tersebut tidak ada yang bergabung dengan kampanye udara yang dipimpin Saudi untuk melawan pemberontak  Houthi.

Arab Saudi dan negara-negara Teluk  pemerintah Sunni lainnya menuduh Iran mempersenjatai pemberontak Houthi dan campur tangan dalam urusan Yaman

Pada hari Selasa, Zarif telah menggariskan empat poin rencana perdamaian yang terdiri dari gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, dialog intra-Yaman dan pembentukan pemerintahan berbasis luas.

Zarif mendesak agar "pemboman udara terhadap rakyat Yaman (Houthi)" diakhiri dan mengatakan bahwa "hampir tidak ada target militer di Yaman."

Sementara itu, pertempuran jalanan dan serangan udara membuat lebih dan lebih banyak lagi warga Yaman meninggalkan rumah mereka, kata PBB hari Selasa.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan memperkirakan ada lebih dari 121.000 orang telah mengungsi dari Yaman sejak serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi dimulai pada tanggal 26 Maret, dengan hampir separuh dari mereka terkonsentrasi di barat laut negara itu.

"Mitra kemanusiaan bermaksud memberikan bantuan, termasuk air, sanitasi dan pelayanan kesehatan, tetapi tidak mendapatkan respon dan terus dibatasi karena situasi yang sangat tidak aman akibat serangan udara dan pertempuran di lapangan,'' kata juru bicara PBB, Jens Laerke.

Pertempuran berlanjut pada hari Rabu, antara pasukan suku Sunni yang setia kepada pemerintah Hadi yang menyerang pangkalan militer milik pendukung mantan Presiden Ali Abdullah Saleh di luar pusat kota Marib. Pendukung Saleh berjuang bersama pemberontak Syiah Houthi.

Jatuhnya markas militer itu akan membuka  jalan ke ibukota yang saat ini dikuasai pemberontak.

 

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

Temukan Islam sebagai Satu-satunya Solusi, 800 Dalit Valmiki Bersyahadat

RAMPUR (Jurnalislam.com) – Hidayah Allah Swt didapatkan oleh 800 dalit Valmiki penganut Hindu di Rampur, India. Ratusan kaum dari kelompok dalam kelas sosial paling rendah di India itu resmi memeluk Islam, Rabu (15/4/2015), Alhamdulillah.

800 dalit Valmiki sebelumnya memberi ancaman kepada pemerintah Rampur, yang sewenang-wenang menggusur permukiman mereka untuk dijadikan pusat perbelanjaan. Menurutnya, memeluk Islam merupakan jawaban dari segala penindasan kasta sosial yang selama ini mereka dapatkan.

Hakim distrik di Rampur, Chandra Prakash Tripathi menolak memberi komentar terhadap 800 warganya yang akhirnya memilih memeluk Islam. Hanya saja, hakim menegaskan sesungguhnya langkah yang diambil oleh 800 dalit itu tidak akan bermanfaat sedikitpun.

"Mereka masuk Islam jelas harus memahami, bahwa ini tidak akan membantu mereka dengan cara apapun," kata Chandra, dilansir Times of India, Rabu (15/4).

Sementara itu, sentimen anti-Islam di India sendiri cenderung meningkat. Sebelumnya, Pertumbuhan penduduk muslim India dituding menjadi ancaman bagi kelangsungan masyarakat Hindu di sana. Salah satu pimpinan Hindu di India, Sadhi Deva Thakur, meminta pemerintah India untuk memberlakukan pemandulan terhadap Muslim India, termasuk penganut Kristen.

"Populasi Muslim dan Kristen berkembang dari hari ke hari," kata Thakur seperti dikutip Times of India, Ahad (12/4). Menurut wakil presiden All India Hindu Mahasabha itu, meningkatnya jumlah minoritas agama akan menjadi ancaman bagi umat Hindu.

Ally | Jurniscom

Pasukan Boneka AS Serbu Sebuah Desa di Provinsi Paktia, Afghanistan

PAKTIA (Jurnalislam.com) – Pasukan boneka menyerbu sebuah desa di distrik Ahmad Khel, Provinsi Paktia, Afghanistan yang menyebabkan gugurnya seorang wanita dan seorang anak serta 5 anak lainnya cedera parah, demikian ditulis Al-Emarah News, Senin (14/04/2015).

Penduduk setempat mengatakan bahwa pada hari Ahad terjadi bentrokan antara pejuang Mujahidin dan pasukan boneka saat musuh menyerang desa dengan senjata berat sehingga menyebabkan jatuhnya korban tersebut.

Anak-anak yang terluka kemudian dipindahkan ke rumah sakit di ibukota provinsi Paktia dimana kondisinya dinyatakan kritis oleh dokter. Namun belum jelas apakah korban disebabkan karena penggunaan senjata berat oleh pasukan boneka atau oleh Taliban, lapor para pejabat boneka seperti dikutip oleh beberapa media koresponden.

Di sisi lain, penduduk setempat secara eksplisit menyatakan bahwa pasukan boneka yang ditempatkan di pos-pos militer di dekat wilayah mereka datang dan menyerang daerah  sekitarnya dengan mortir dan menyebabkan seorang wanita dan anak-anak tewas dan 5 anak lainnya terluka parah.

Pasukan gabungan pemerintahan antek di Afghanistan terus mengambil dan menghancurkan kehidupan, akibat konsekuensi kekerasan yang mereka lakukan, seperti menembak ke desa-desa dan rumah warga sipil, kendaraan pribadi, membakar rumah, madrasah, juga serangan udara dan serangan malam ke rumah warga sipil .

Al Emarah menambahkan bahwa 6 anak tewas dan 10 lainnya terluka parah ketika pasukan boneka menembakkan mortir ke desa di ibukota provinsi Ghazni bulan lalu. Demikian pula, sejumlah warga sipil tewas dan terluka di provinsi Ghazni pada bulan Maret.

Selain itu, operasi militer darat dan udara musuh menyebabkan puluhan warga sipil tewas atau terluka di provinsi Helmand selatan.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Kemampuan Sniper Al-Qassam Membuat Militer Penjajah Israel Ketar ketir

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Israel sangat khawatir dan bingung melihat kemampuan perlawanan Palestina, seperti dirilis situs Dibca Israel, Selasa (14/04/2015) yang menceritakan kemampuan sniper Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas.

Senjata sniper yang digunakan Al-Qassam telah mengenai kuil Yahudi beberapa hari lalu, dan merusak sebagian sisi kuil dalam uji coba senjata sniper yang dimiliki Hamas.

Laporan menyebutkan, militer Israel mengklaim bahwa senjata sniper milik Hamas termasuk jenis lama dan telah habis masa berlakunya, namun Hamas memiliki generasi baru senjata sniper yang semi otomatis, dan siap digunakan untuk menembak dari gudang senjata.

Kelebihan Senjata Sniper

Laporan menyebutkan, peluru yang digunakan memiliki diameter 2,5 cm dan bisa menempuh jarak sepanjang 3 km, dan kecepatan tembak yang tinggi. Senjata ini dilengkapi dengan cahaya untuk jarak jauh, sehingga bisa mengenai tepat sasaran, dan dilengkapi dengan mode malam hari.

Senjata ini juga mudah disembunyikan dan dibawa dari tempat persembunyian, dan tak meninggalkan jejak senjata di peluru, sehingga menyulitkan militer Israel mengidentifikasi sumber tembakan.

Menurut sumber di kalangan militer, senjata ini lebih minim biaya bagi Hamas, jika dibandingkan dengan biaya menggali terowongan untuk melakukan penyerangan.

Taktik dan Strategi

Laporan menyebutkan, senjata sniper akan menjadi strategi baru bagi Hamas pada pertempuran mendatang. Brigade Al-Qassam bisa melumpuhkan aktifitas warga Israel di wilayah Selatan, termasuk operasional kereta, dan menebarkan ketakutan di kalangan militer saat pertempuran berlangsung.

Sumber militer mengingatkan, senjata jenis ini bisa menjangkau kawasan Tepi Barat, yang akan mengancam kehidupan puluhan ribu warga Israel di sana.

Brigade Al-Qassam untuk pertama kalinya mengungkap perkembangan senjata sniper saat agresi Israel terakhir ke Gaza, dengan menyebarkan sejumlah informasi dan gambar tentang senjata siluman, dan brigade Al-Qassam telah membuktikannnya saat perang lalu.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Sheikh Ibrahim Ar Rubaish Gugur dalam Serangan Drone AS

YAMAN (Jurnalislam.com) –  Al-Qaeda Yaman (AQAP) mengumumkan bahwa salah satu pemimpin tinggi mereka Sheikh Ibrahim bin Sulaiman Muhammad Ar Rubaish telah gugur syahid (Insya Allah) akibat serangan udara AS.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Selasa (14/4/2015), AQAP mengatakan Syeikh Ibrahim Ar Rubaish gugur dalam serangan pesawat tak berawak (drone) dua hari sebelumnya, namun AQAP  tidak menjelaskan di mana serangan tersebut terjadi.

Ibrahim al-Rubaish adalah ideolog senior kedua AQAP yang syahid akibat serangan pesawat tak berawak AS tahun ini. Pada 31 Januari, drone AS membunuh Syeikh Harits bin Ghazi al Nadhari, seorang tokoh syariah senior yang memuji serangan AQAP 9 Januari di kantor Charlie Hebdo di Paris, Perancis.

Di tengah gempuran koalisi Arab Saudi terhadap pemberontak Syiah Houthi, militer AS tetap menargetkan serangannya kepada mujahidin AQAP. Syahidnya Ibrahim aAr Rubaish menjadi tanda bahwa program pembunuhan melalui drone AS terhadap Al Qaeda cabang Yaman tersebut terus berlanjut meskipun penasehat militer Amerika dari negara tersebut dievakuasi di tengah perang yang memburuk.

 

Para pejabat Yaman dan AS tidak segera berkomentar mengenai klaim tersebut.

AQAP mengatakan bahwa Ibrahim al-Rubaish, berasal dari daerah Qassim yang merupakan wilayah ultra-konservatif Saudi, dan "telah menghabiskan dua dekade hidupnya dalam jihad melawan Amerika dan agen-agennya."

Beliau pertama kali berperang di Afghanistan sebelum ditangkap dan ditahan di penjara militer AS Guantanamo untuk "beberapa tahun" dan kemudian bergabung dengan Al-Qaeda.

Reporter Al Jazeera, Hashem Ahelbarra, yang banyak melaporkan secara luas dari Yaman, mengatakan bahwa Ibrahim al-Rubaish adalah "seseorang yang memiliki pengaruh besar" di antara para pejuang al-Qaeda Yaman.

"Dia sangat karismatik," kata wartawan kami. "Dia adalah seseorang yang sangat berperan dalam gelombang perekrutan pejuang di Yaman."

Ibrahim al-Rubaish dilaporkan mendesak Yaman untuk berperang di Suriah, dan baru-baru ini menyerukan pembunuhan pemimpin Houthi dan mantan pemimpin Yaman Ali Abdullah Saleh, tambahnya.

Mujahidin  Al-Qaeda telah mengeksploitasi rincian keamanan saat koalisi yang dipimpin Saudi bulan lalu meluncurkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi di tengah pertempuran sengit antara pasukan pemberontak Yaman.

Kemenangan Al-Qaeda diantaranya adalah menguasai Mukalla, ibukota provinsi Hadramaut.

Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengakui pekan lalu bahwa Al-Qaeda telah memperoleh beberapa kemenangan dan bahwa pertempuran di Yaman mempersulit upaya menghadapi AQAP, tetapi AS bersumpah bahwa mereka akan terus melanjutkan misi mereka.

Ibrahim al-Rubaish dianggap sebagai ideolog utama dan penasihat teologis kelompok. Tulisan-tulisan dan khotbah-khotbahnya menonjol dalam publikasi AQAP.

 

Sekilas tentang Sheikh Ibrahim bin Sulaiman Muhammad Ar Rubaish, Rahimahullah

Beliau lahir di Buraidah, Arab Saudi 36 tahun silam. Setelah lulus sebagai sarjana Hukum Syariah di Universitas Imam Muhammad bin Saud beliau pergi berjihad ke Afghanistan.

Tak lama setelah pertempuran Tora Bora, pada tahun 2001 beliau tertangkap di perbatasan Pakistan-Afghanistan oleh AS dan ditahan di Guantanamo. Pada 13 Desember 2006 beliau dibebaskan dari Guantanamo dan dipulangkan ke Arab Saudi untuk diikutsertakan dalam program deradikalisasi.

Musim semi 2008 beliau menghilang, lalu dikabarkan pergi ke Yaman untuk bergabung dengan Al Qaeda bersama 11 mujahidin mantan narapidan Guantanamo lainnya. Tak lama setelah itu, nama beliau muncul dalam 85 orang paling dicari Arab Saudi. AS juga menghargai 5 juta USD bagi siapa saja yang memberitahukan keberadaanya.

Deddy | Ally | Jurniscom

Iran Ancam Serang Riyadh

RIYADH (Jurnalislam.com) – Panglima angkatan darat Iran Brigjen Ahmad Reza Bordstan, secara tidak langsung mengancam pemerintah Arab Saudi dengan aksi pemboman di ibukota Riyadh, Senin (13/4/2015).

Lebih lanjut, Bordstan mengatakan bahwa militer Saudi adalah militer sewaan yang pasti akan mengalami kekalahan saat menyerang Yaman. “Sudah terlihat tanda-tanda kekalahan mereka, padahal kami belum meluncurkan satu mortirpun ke arah mereka. Bagaimana jadinya kalau sampai ada ledakan-ledakan di Riyadh?” Seperti yang disampaikannya di stasiun pemerintah Iran, Al-Alam.

Sementara itu, menteri luar negeri Saudi, Saud Faisal, bersama menteri luar negeri Prancis, Laurent Fabius, mengajak Iran agar menghentikan bantuan dan dukungannya kepada kelompok pemberontak Syiah Houtsi di Yaman.

“Kami bukan sedang berperang dengan Iran. Kami hanya berperang membantu negara tetangga yang meminta bantuan. Sebuah negara yang memiliki presiden sah. Pemerintah negara inilah yang meminta  tolong kami menghentikan perang yang dilancarkan kelompok pemberontak Syiah Houtsi. Dukungan Iran hanya akan memperburuk kondisi,” demikian ungkapnya dalam konferensi pers.

Ally | Jurniscom

PBB Berlakukan Embargo Senjata Terhadap Houthi Yaman, Rusia Abstain

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa (14/04/2015)mengeluarkan resolusi berupa pemberlakuan embargo senjata terhadap pemberontak Houthi yang melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung oleh koalisi pimpinan Saudi.

Resolusi yang diajukan oleh Jordan diterima 14 suara yang mendukung dengan satu suara abstain dari Rusia.

Saat diskusi tentang bentuk akhir teks, Moskow dilaporkan bersikeras memberlakukan embargo senjata terhadap semua pihak, termasuk pemerintah Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi, yang didukung PBB.

Ada indikasi luas bahwa Syiah Iran memberikan dukungan material kepada para pemberontak.

Resolusi itu juga memberlakukan pembekuan aset dan larangan perjalanan global kepada Ahmed Saleh, putra mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, dan Abdul Malik al Houthi, pemimpin pemberontak Syiah Houthi.

Pemberontak Houthi "berusaha untuk melakukan kudeta terhadap  pemerintah yang sah dari Yaman dengan otoritas pemerintahan yang tidak sah yang didominasi Houthi," isi resolusi tersebut.

"Inggris menyambut res 2216 di #Yemen. #UNSC Membuat langkah-langkah lebih lanjut yang jelas jika #Houthis gagal untuk menghentikan agresi mereka," kata misi British PBB di Twitter.

Yaman berada dalam kekacauan sejak September lalu, ketika Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan berusaha memperluas pengaruh mereka atas seluruh negara tersebut.

Resolusi itu mengatakan pemberontak Houthi harus menarik diri dari wilayah dan lembaga pemerintah yang mereka rebut.

Sejak 25 Maret, Arab Saudi dan sekutu Arabnya telah menghantam posisi pemberontak Houthi di Yaman dalam pemboman yang telah menewaskan lebih dari 600 orang, menurut PBB.

Riyadh mengatakan serangan tersebut untuk menanggapi seruan Presiden Hadi untuk "menyelamatkan rakyat Yaman dari agresi militer Houthi."

Konflik saat ini terlihat sebagai proxy war antara Sunni Arab Saudi dan mayoritas Syiah Iran.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Rencanakan Deklarasi Dukung Syiah, KH Idrus Ramli : PCNU Cirebon Telah Menjual NU kepada Syiah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – KH Muhammad Idrus Ramli mengecam keras rencana Pengurus Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Cirebon yang akan menggelar acara seminar dan deklarasi "Kontribusi Syiah Terhadap Islam Nusantara" di Gedung Islamic Center Masjid At Taqwa Cirebon, Senin (20/4/2015) mendatang. Dalam status facebooknya, Selasa 14(4/2015), beliau menegaskan PCNU Cirebon telah menjual NU kepada Syiah.

"Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon telah menjual NU kepada Syiah yang telah disesatkan oleh para pendiri NU, Hadlratusysyaikh KH Hasyim Asy'ari dan para masyayikh yang lain. Fitnah apa lagi ini. Semoga Allah menyadarkan mereka dan kembali ke Ahlussunnah Waljamaah, bukan Syiah dan bukan Wahabi," tegas Idrus dalam statusnya.

Berikut isi pesan broadcast beserta foto surat resmi bertandatangan ISNU yang diterima Jurniscom, Selasa (14/4/2015)

Seminar nasional dan deklarasi

KONTRIBUSI SYIAH TERHADAP ISLAM NUSANTARA

diadakan di gedung ATTAQWA CIREBON CENTRE 20 april 2015

Mengundang seluruh kaum muslimin & kader

Panitia penyelenggara IKATAN SARJANA NAHDHOTUL ULAMA (ISNU)

Pada Sabtu, 4 April lalu, sejumlah orang berseragam Banser NU berdemonstrasi memprotes acara deklarasi Cirebon Menolak Syiah di Gedung Islamic Center Masjid At Taqwa Cirebon, tempat yang juga akan digunakan untuk deklarasi mendukung Syiah oleh ISNU. Akibat akis protes tersebut, panitia terpaksa menggagalkan acara deklarasi yang dihadiri oleh ratusan umat Islam serta tiga pembicara, Prof. Dr. Muhammad Baharudin, SH, MA (ketua komite hukum MUI Pusat), KH Buya Yahya (pengasuh LPD Al Bahjah Cirebon) dan Ustadz Muhammad Ridwan (MUI Jabar). 

Ally | Jurniscom

Memberi Nama yang Baik untuk Anak

30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama (2)

Nama memiliki pengaruh penting dalam membangun kepribadian, cara hidup, bahkan lingkungan. Ketika Nabi -shalallahu alaihi wasallam- tiba di Kota Madinah, kota Madinah masih bernama Yatsrib. Beliau menggantinya dengan nama Thoibah atau Madinah. Keduanya menunjukkan makna nama yang baik. Nama yang baik itu sendiri pada dasarnya menjadi sumber pengharapan yang baik. Karena itu, sudah seharusnya kedua orang tua memilih nama yang baik, hingga menjadi penginspirasi kebaikan bagi anak.

Contoh Praktis dan kisah-kisah pentingnya memilih nama dalam membangun kepribadian anak

a. Sisi positif nama baik.

Abdurrahman Ibn Auf berkata:
“Dahulu namaku Abdu Amr (artinya budak Amr). Ketika memeluk Islam Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- menamaiku Abdurrahman (artinya hamba Allah Yang Maha Pengasih)
Diriwayatkan bahwa Abdurrahman menjual tanahnya. Hasilnya dibagikan kepada orang fakir dari bani Zahroh,  Muhajirin dan Ummul Mukminin (istri-istri Nabi). Al-Musawar berkata:
'Aku mendatangi Aisyah untuk menyerahkan pemberian itu.'
Aisyah -radiallahu'anha- bertanya:
'Siapa yang mengirimkan ini?'
'Abdurrahman Ibn Auf.' Jawabku.
Aisyah -radiallahu'anha- berkata:
'Aku mendengar Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- bersabda:
((لا يحنو عليكنَّ بعدي إلا الصابرون))
‘Tidaklah berempati kepada kalian setelahku selain Sôbirun (para penyabar).’” 
Nama Abdurrahman diserap dari kata [ar-rahman] yang diambil dari sifat kasih. Nabi -shalallahu alaihi wasallam- mendapati pada diri lelaki ini sifat kasih dan sayang sehingga beliau menamainya Abdurrahman.
 

b. Sisi yang sejalan dengan nama yang tidak baik.

Diriwayatkan oleh Ibnu al-Musayyib dari ayahnya, bahwa ayahnya datang kepada Nabi -shalallahu alaihi wasallam-. Nabi menanyakan namanya:
“Siapa namamu?”
“Huzn (=sedih).” Jawabnya.
“Engkau Sahl (=mudah).” Timpal Nabi.
“Aku tak dapat merubah nama yang telah diberikan oleh ayahku.” Tolaknya.
Ibnu al-Musayyib berkata:
'Kesedihan itu senantiasa merundung kami setelahnya.”
Ad-Dawudi berkata:
"Maksud Sa’id Ibn Musayyib adalah kesedihan akan sulitnya merubah tabiat akhlak mereka. Dalam hal ini Sa'id membawakannya kepada hal yang memicu kemurkaan Allah."
Yang lain berkata:
"Ibn Musayyib mengisyaratkan akan kejumudan yang masih tersisa pada akhlak mereka."
Demikianlah. Ketika kita ingin anak keturunan kita baik, hendaknya kita melakukan tahap kedua, yaitu memilih nama-nama yang baik, karena ia mempengaruhi kepribadian anak seperti yang kita dapati pada contoh di atas.

 

Sumber :

30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama (Salim Sholih Ahmad Ibn Madhi)

Penerjemah : Syafar Abu Difa | Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad | Islamhouse.com

 

Artikel Terkait :
30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama (1)

 

Lagi, Mujahidin IIA Tewaskan 11 Tentara Amerika Dalam Serangan Insider

LAGHMAN (Jurnalislam.com) – Seorang Mujahid dari Imarah Islam Afghanistan  menyusup ke dalam Tentara Nasional Afghanistan (ANA) dan telah menewaskan 11 tentara AS yang menyerang di Afghanistan timur, Al-Emarah News melaporkan Senin (13/04/2015).

Menurut rincian, Mujahid Abdul Yar yang berasal dari provinsi Laghman, merupakan salah satu pejuang Islam yang telah menyusup dalam pasukan boneka dan ditempatkan di pangkalan militer musuh di Gambiri Dag (gurun Gambri), Kabupaten Alishang provinsi Laghman.

Ia melakukan serangan tadi malam ketika melihat tentara AS dan Afghanistan bertemu di pangkalan.

Kemudian ia mengarahkan senjatanya pada penjajah AS, menembak 11 Amerika hingga tewas dan 2 lainnya luka-luka.

Mujahid tersebut kemudian syahid oleh musuh setelah dengan penuh semangat berjuang melawan pasukan keamanan selama beberapa waktu.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom