Tragedi Jalalabad, Tanggung Jawab Siapa ?

BEGITU seringnya insiden memilukan terjadi di seluruh dunia yang membangkitkan berbagai jenis reaksi. Pada umumnya, setiap tragedi meninggalkan bekas kepedihan yang mendalam di seluruh bangsa. Baik koalisi maupun oposisi pemerintah berbagi kesedihan dan mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Media, saluran berita dan sumber daya lainnya mengabdikan diri untuk penyiaran insiden itu.

Setiap anggota masyarakat menjadi aktif dalam membantu keluarga korban dengan cara apapun yang bisa dilakukan. Petugas keamanan, kalangan intelijen dan pejabat pemerintah peringkat tinggi bertanggung jawab karena merasa bersalah juga sehingga mencoba yang terbaik untuk muncul di lokasi secepat mungkin. Mereka biasanya menjadwal ulang dan memotong singkat perjalanan mereka jika sudah dalam perjalanan untuk menenangkan massa.

Sayangnya, tanah air kita tercinta saat ini (Afganistan-red) berada di bawah penjajahan bangsa asing yang keji dan masyarakat kami mengalami penderitaan menyayat hati akibat insiden sehari-hari.

Rakyat kami yang berani dan umat Muslim masih berdedikasi dan selalu bersemangat untuk berbagi dan meringankan keluhan serta penderitaan keluarga korban, sedangkan para pejabat rezim antek Amerika berlepas diri dari hal ini.

Sebaliknya politisi boneka rezim Kabul mencoba untuk memanfaatkan situasi demi keuntungan mereka sendiri.

Pihak yang pintar dan berpengalaman adalah yang berhasil menyalahkan pihak lain atau menyatakan rival politiknya terlibat dalam insiden dan yang paling licik adalah mengeksploitasi insiden tragis semacam ini (tragedi Jalalabad-red) sebagai bahan untuk tujuan propaganda dan informasi berbahaya mereka.

Di sisi lain, beberapa saluran berita dan sumber media sebagian besar dikendalikan oleh satu kelompok penjajah atau lainnya dan mereka tidak pernah dan tidak dapat merasa bertanggung jawab untuk membedakan yang benar dan yang salah, ataupun realitas dan propaganda.

Insiden tragis baru-baru ini Jalalabad yang berlangsung pada tanggal 18 April 2015, mengakibatkan pembunuhan mengerikan dan melukai lebih dari seratus rakyat yang tidak bersalah. Tragedi memilukan bagi keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam peristiwa mengerikan ini.

Insiden mengerikan ini sangat menakutkan bagi rakyat yang sudah menderita karena mereka menjadi sasaran kebrutalan dan di sisi lain, para penyerbu asing serta admin antek Kabul tidak berencana untuk mencegah ataupun berniat menolong.

Sebaliknya mereka justru terlibat dalam penderitaan orang-orang yang tidak bersalah karena mengeksploitasi kejadian seperti ini untuk tujuan politik jahat mereka. Dengan cara ini, mereka ingin meyakinkan massa agar para penyerbu asing bisa tetap di sini sehingga mereka dapat menemukan dukungan internasional untuk kepentingan pribadi mereka.

Persepsi lain mengatakan bahwa itu adalah upaya bersatunya rezim antek dan asing untuk memanfaatkan insiden itu sebagai alat propaganda besar untuk mengembangkan tekanan terhadap pasukan lawan.

Penegasan kepala admin antek AS, Ashraf Ghani, di provinsi Badakhshan pada hari Sabtu sebelumnya bahwa Taliban harus memilih antara pemerintah Afghanistan atau teroris internasional. Itu merupakan indikasi yang jelas bahwa mereka ingin memanfaatkan insiden mengerikan seperti ini untuk tujuan jahat mereka.

Ini adalah logika konyol! Mengapa kita harus menyerah pada invasi Amerika dan menerima rezim boneka mereka? Bukankah ini penyerahan total? Kami mengikuti jalan Jihad yang suci dan saleh dan ingin sepenuhnya mengakhiri invasi brutal dan pendudukan yang menyebabkan semua tragedi ini.

Kami telah terus-menerus mengatakan bahwa Afghanistan adalah tanah air bagi semua warga Afghanistan. Kami telah meyakinkan semua orang termasuk negara-negara tetangga bahwa negara ini bukan ancaman bagi orang lain. Rezim antek AS yang berbasis di Kabul ditugaskan untuk menyebarkan propaganda tak berdasar terhadap Mujahidin dan itu adalah modus operandi Amerika yang usang.

Rakyat Afghanistan sepenuhnya melihat bahwa penjajah asing telah membunuh ratusan ribu orang tak berdosa dan menutupinya dengan propaganda berbahaya dan penjajah brutal masih terkutuk karena menumpahkan darah warga Afghanistan yang tidak bersalah dengan memperpanjang penderitaan dan tragedi mereka!!!

Penerjemah : Deddy | Sumber : Shahamat | Jurniscom

Prof Dr Baedhowi : "The Real Kurikulum Itu Adalah Guru"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – "The real kurikulum itu adalah guru". Demikian dikatakan Ketua Majelis Pendidikan dan Kebudayaan Muhammadiyah, Prof. Dr. Baedhowi, M.Si kepada wartawan usai menghadiri acara diskusi Mengkritik Kurikulum 2013 yang digelar Forum Silaturahim Ormas-ormas Islam Kelompok Kerja (Pokja) Pedidikan Islam di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2015)

"Kalau guru menguasai subtansi kurikulumnya, kurikulum apapun hasilnya akan bagus," tegas Prof Baedhowi.

Menurutnya, guru harus dibrief tentang kurikulum itu, karena kurikulum itu inti dari materi yang diajarkan.

"Guru harus siap dengan kurikulum yang mana saja. Yang jadi permasalahan, membangun kesadaran guru untuk mengajar lebih baik itu yang tidak mudah," ungkapnya.

Lebih lanjut, guru besar UNS itu mengatakan, kunci utama untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah guru. "The real kurikulum itu adalah guru. Kurikulum itu kan acuan, penunjuk jalan mau dibawa kemana," ujarnya.

Forum diskusi yang dihadiri 14 ormas Islam dan perwakilan para guru itu mengusulkan pembenahan kurikulum 2013. Salah satu poin pokoknya adalah agar sistem penilaian siswa disederhanakan.

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

Ormas Islam dan Guru Gelar Diskusi Kritik Kurikulum 2013

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Forum Silaturahim Ormas-ormas Islam Kelompok Kerja (Pokja) Pedidikan Islam menggelar acara diskusi bertajuk "Mengkritik Kurikulum 2013" di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2015). Ketua Majelis Pendidikan dan Kebudayaan Muhammadiyah, Prof. Dr. Baedhowi, M.Si hadir sebagai pembicara.

Dalam pemaparannya, Baedhowi berpendapat, untuk melaksanakan program kurikulum 2013 diperlukan adanya sinergi antara ranah afektif, ranah kognitif dan ranah psikomotorik sebagai satu kesatuan yang utuh. 

"Karena melihat kondisi yang ada dilapangan, kesulitan-kesulitan yang di hadapi para guru untuk melaksanakan penilaian sangat berat," tutur guru besar UNS itu.

Oleh sebab itu, menurut Baedhowi, solusi yang harus dilakukan adalah penyederhanaan cara penilaian dan mengoptimalkan pelatihan guru, kepsek dan pengawas sekolah agar memahami kurikulum 2013 secara baik.

"Perlu penyederhanaan sitem penilayan dalam kurikulum 2013, sehingga guru tidak terlalu terbebani oleh seperangkat administrasi mengajar yang rumit," pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan sejumlah ormas Islam dan Sekolah di Jakarta, diantaranya Al Irsyad, PB Syarikat Islam, Majlis Tabligh Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, DDII, YPI Al Azhar, SMA Muhammadiyah 2, SMP Muhammadiyah 5, SMK Muhammadiyah 1, SMA Muhammadiyah 23.

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

 

Ini Harapan Para Tokoh Kota Tasikmalaya Setelah Dideklarasikannya Perda No. 07/2014

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Peraturan Daerah (Perda) Kota Tasikmalaya No. 07 tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius baru saja dideklarasikan pada Rabu (23/4/2015) kemarin di Masjid Agung Kota Tasikmalaya oleh walikota H Budi Budiman dan disaksikan langsung oleh ribuan umat Islam Kota Tasikmalaya. Apa harapan tokoh-tokoh masyarakat Kota Tasikmalaya setelah dideklarasikannya perda tersebut?

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, berpendapat, perda tersebut bisa menjadi bagian solusi dari permasalahan sosial di kota ini jika diimplementasikan dengan baik dan konsisten.

Menurutnya, kondisi Kota Tasikmalaya saat ini sudah semakin kompleks, sehingga perlu penanganan yang serius dan komprehensif dengan pendekatan yang lebih humanis. “Tapi, kalau (perda 7/2014 itu -red) hanya dijadikan dokumen tertulis, maka ada dan tidak adanya perda sama saja. Saya berharap perda itu implementatif. Aparat harus siap!” tandasnya.

Harapan senada disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Persatuan Islam Kota Tasikmalaya, Ustadz Aep Saepudin. Ia menyambut sangat positif perda tersebut. “Semoga dengan adanya perda itu, Tasik sebagai kota santri bisa terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Asep Deni Adnan Bumaeri, mantan anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang menjadi ketua pansus pembahasan perda tersebut mengaku terharu dan bangga, karena perda Tata Nilai sudah dimulai penerapannya.

Ia mengatakan, jadi teringat masa-masa sulit memimpin pembahasan yang sarat dinamika diskusi, dan harus menyinergikan dua kutub pendapat yang berbeda. “Rencana aksi yang telah disepakati dapat dilaksanakan dan diawasi dengan konsisten. Minimal itu,” ujarnya.

Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminuddin Busthomi, M.Ag berharap untuk segera dibuatkan rencana aksi dari apa yang telah dituangkan dalam visi misi program perda tersebut.

"Bila beberapa item saja bisa diaplikasikan secara konkrit, Insya Allah perbaikan pada beberapa bidang di Kota Tasikmalaya akan terwujud," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Noffan Widyayoko, berpesan, agar tidak hanya menjadi tumpukan kertas, perda tersebut harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi perda ini. Mudah-mudahan Kota Tasikmalaya menjadi kota yang diimpikan,” ucapnya.

Ally | Ashof | Jurniscom

 

Pemkot Tasik Deklarasikan Perda Syariat

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan masyarakat Kota Tasikmalaya memadati Masjid Agung Kota Tasikmalaya dalam rangka menghadiri deklarasi penerapan Peraturan Daerah (Perda) No. 07 tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya, Rabu (22/4/2015). Acara dipimpin langsung oleh Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman.

Budi Budiman mengatakan, perda tersebut merupakan awal perjuangan bersama dalam membangun kerukunan umat beragama dan membumikan Islam sebagai rahamatan lilalamin.

“Ini komitmen bersama bagaimana menghadirkan kondisi Tasikmalaya yang religius, di mana nilai-nilai agama, sosial, dan nilai-nilai budaya betul-betul hadir di tengah-tengah masyarakat,” tutur Budi dalam sambutannya.

Masyarakat Tasikmalaya, lanjut Budi, merupakan hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya.

“Dan pengertian itu tidak terbatasi oleh ruang dan waktu, tidak terbatasi kondisi apapun bagi seorang hamba dalam menjalankan ajaran syariat Islam,” imbuh Budi.

Dengan bersholawat dan menjalankan syariat Islam, menurut Budi, maka akan tercipta tatanan kehidupan masyarakat yang penuh kedamaian, keamanan dan ketertiban.

“Barang siapa yang membacakan sholawat dan menjalankan syariat-Nya (Islam-red) maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mendatangkan solusi atas segala masalah yang menimpa kita (masyarakat Tasikmalaya.red),” tegasnya.

Selain deklarasi Perda No.07/2014  tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius, pada kesempatan itu juga dilakukan grand launching Majelis Sholawat Indonesia (MSI) Tasikmalaya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan deklarasi penerapan Perda No.07/2014 oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Kapolres dan Wakapores Tasikmalaya, Ketua MUI Tasikmalaya, Perwakilan Organisasi Masyarakat, Perwakilan Dari Unsur Pemuda, Perwakilan Tokoh Agama Islam, Konghuchu, dan Budha, serta Perwakilan Dari Lembaga Swadaya Masyarakat.

Dilanjutkan dengan pawai taaruf yang dipimpin langsung oleh Walikota, dari tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya hingga jalan Nagarawangi yang diikuti oleh seluruh peserta deklrasi. Massa yang jumlahnya diperkirakan mencapai 5000 orang itu membanjiri jalanan di pusat Kota Tasikmalaya. 

Adapun isi perda tersebut adalah sebagai berikut :

1. Mewajibkan pelaksanaan ajaran agamanya masing-masing

2. Menyeru kepada kebajikan dan mencegah perbuatan tercela

3. Menjaga kerukunan hidup antar pemeluk agama, etnis dan golongan masing-masing

4. Manjamin Hak untuk beribadah menurut keyakinan agama masing-masing

5. Memberikan kesempatan kepada pegawai/karyawan untuk beribadah sesuai agamanya masing-masing

6. Menyediakan sarana ibadah yang layak

7. Menerapkan prinsip jujur, adil dan persaingan sehat dalam kegiatan perekonomian

8. Mengutamakan menggunakan sistem ekonomi syariah

9. Mengembangkan Pendidikan agama

10. Mengenakan pakaian sopan dan sesuai norma kesopanan masyarakat

Ally | Jurniscom

Astaghfirullah, Asosiasi Pemukim Yahudi Buat Terowongan Baru di Kawasan Al Aqsha

AL QUDS (Jurnalislam.com) –  Pemerintah Israel kembali melakukan penggalian terowongan di bawah rumah warga di Silwan,Selatan  Masjidil Aqsha.

Biro media urusan Al-Quds dan Al-Aqsha “Kiu Press” edisi Rabu (22/04/2015)  menyatakan, aparat Israel dan asosiasi pemukiman yahudi  Elad  mulai melakukan penggalian tanah di bagian bawah kawasan Ain Umm Durj, di tengah kota Silwan, Selatan Masjidil Aqsha.

Beberapa meter dari penggalian, terdapat pintu besi di bagian bawah menuju kawasan Utara Masjidil Aqsha.

Mengutip keterangan warga Al-Quds, warga di kawasan Umm Durj mendengar suara penggalian terus-menerus siang malam di bawah rumah mereka.

Sementara penggalian terowongan bar uterus berlanjut sampai kawasan Timur Al-Aqsha, dan melewati kawasan bawah rumah warga di Silwan dan kawasan istana Umawiyah, Selatan Masjidil Aqsha.

Para pekerja penggalian berasal dari pemukim zionis yahudi dan relawan asing.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Mujahidin IIA Kepung Pos Musuh Selama 2 hari, 14 Pasukan Musuh Tewas

Badghis (Jurnalislam.com) – Sebuah pos pemeriksaan milik musuh di daerah Mar Chaq distrik Bala Marghab dikepung secara ketat selama 2 hari terakhir, berhasil direbut Mujahidin setelah serangan 4 jam yang diluncurkan hari Rabu pagi (22/04/2015).

Para pejabat mengatakan 14 polisi boneka tewas dalam serangan itu dan sisanya terpaksa melarikan diri. 2 senjata mesin PKM, 12 senapan dan ribuan amunisi putaran disita, menambahkan bahwa 3 Mujahidin juga terluka dalam operasi itu dan seorang lainnya menemui syahid (semoga Allah menerima dia).

Sedangkan Mujahidin Imarah Islam di distrik Farah Rod menyerbu sebuah pos pemeriksaan musuh yang terletak di jalan raya utama Kandahar-Herat di daerah Loe Karez selama serangan satu jam di tengah malam.

Dikatakan bahwa 2 pria bersenjata tewas dalam operasi itu, 5 terluka dan sisanya terpaksa melarikan diri sementara senapan mesin PKM, 3 rompi lapis baja, peluncur RPG dan peralatan lainnya juga disita.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Imarah Islam Afghanistan Umumkan Serangan Tahunan Musim Semi

KABUL (Jurnalislam.com) –  Imarah Islam Afghanistan yang dikenal sebagai Taliban di Afghanistan pada hari Rabu (22/04/2015) mengumumkan peluncuran serangan musim semi mujahidin IIA. Serangan tersebut dipandang sebagai ujian yang menentukan bagi pasukan boneka AS yang baru lahir di negara itu.

Tahun ini operasi musim semi Taliban disebut Azm, yang berarti  " mengatasi atau penentuan", kata Taliban dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situs media resmi Imarah Islam Afghanistan, Voice of Jihad.

Juru bicara Taliban Zabih Ullah Mujahid pada hari Rabu mengatakan, "Serangan yang dijuluki "Azm" , direncanakan berlanjut sampai "seluruh pasukan asing ditarik mundur dari Afghanistan".

 "Taliban telah memenangkan pertempuran panjang 13-tahun di Afghanistan dan memaksa pasukan asing untuk menarik diri dari negara itu," tegasnya.

"operasi musim semi" tahun ini akan dimulai pada 24 April, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, target utama mereka adalah "pasukan penjajah asing " dan "rezim antek AS," atau pemerintah Afghanistan.

Pernyataan tersebut dirilis oleh "Pemimpin Dewan Imarah Islam," yang lebih dikenal sebagai Quetta Shura. Serangan tahun lalu disebut Khaibar (atau Khyber), mengikuti nama pertempuran melawan Yahudi di Arab Saudi pada tahun 629.

Sejak awal serangan pasukan koalisi AS sekitar 14 tahun yang lalu, Taliban Afghanistan hampir selalu mengumumkan serangan setiap awal musim semi, yang juga menandai awal tahun baru di Afghanistan.

Pernyataan terbaru Taliban itu muncul di tengah upaya yang sudah berlangsung agak lama untuk melibatkan mereka dalam pembicaraan damai. Presiden Muhammad Ashraf Ghani telah meminta bantuan tetangga Pakistan, Cina dan Kerajaan Arab Saudi dalam membujuk  mujahidin Taliban untuk bergabung di meja perundingan.

Pasukan pemerintah Afghanistan memegang tanggung jawab keamanan penuh di negara itu setelah penarikan pasukan yang dipimpin NATO.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO mengalami kegagalan dan mengakhiri 13 tahun misi tempur mereka di Afghanistan pada 31 Desember 2014.

Sejak 1 Januari 2015, misi NATO itu berkembang menjadi pelatihan dan pemberian saran kepada pasukan boneka Afghanistan yang baru lahir. 13.000 tentara asing dari 28 sekutu NATO dan 14 negara mitra lainnya akan datang untuk mendukung misi Resolute Support.

 

Deddy | Jurniscom

Dua Kapal Perang Iran Mencapai Teluk Aden Dengan Kekuatan Penuh

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sehari setelah koalisi yang dipimpin Saudi mengumumkan akhir operasi mereka di Yaman pada hari Selasa, Iran mengatakan dua kapal perangnya telah mencapai Teluk Aden, lapor media setengah resmi FNA, Fars News Agency pada hari Rabu (22/04/2015).

Iran mengatakan bahwa Angkatan Laut Armada ke-34, yang terdiri dari kapal perusak Alborz dan kapal pendukung Bushehr, telah meninggalkan pelabuhan Bandar Abbas di provinsi selatan Hormozgan menuju Teluk Aden pada tanggal 8 April.

Pengumuman ini muncul setelah Angkatan Laut AS mengatakan pada hari Senin bahwa kapal induk USS Theodore Roosevelt sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut, dikawal oleh USS Normandia, penghancur rudal.

AS meluncurkan kapal induknya tak lama setelah mendapat laporan armada Iran berlayar menuju Yaman yang diperkirakan untuk memasok pemberontak Syiah Houthi.

"Banyak yang bertanya kepada saya apakah mereka berada di sana karena konvoi atau armada kapal Iran juga berada di daerah tersebut. Tentunya itu merupakan salah satu faktor," kata juru bicara Pentagon Kolonel Angkatan Darat Steve Warren kepada wartawan pada hari Selasa.

Sementara itu, Angkatan Laut Iran Laksamana Habibollah Sayyari menegaskan keputusan tegas negaranya untuk mempertahankan kehadiran mereka di Teluk Aden, mengatakan: "Armada kapal perang kami tidak memiliki kebutuhan untuk berlabuh di Yaman, tapi kami hadir di Teluk Aden dengan kekuatan penuh. "

Beberapa negara Teluk mengatakan Syiah Iran mendukung pemberontakan Yaman Houthi.

The Fars News Agency melaporkan bahwa kapal perang Iran akan melakukan patroli anti-pembajakan untuk melindungi kapal kargo dan tanker minyak negara itu.

Teluk Aden – yang terletak dekat Yaman dan juga dekat dengan titik transit minyak terbesar keempat dunia, selat Bab el-Mandab – merupakan rute energi strategis minyak mentah Timur Tengah.

Yaman berada dalam kekacauan sejak September lalu, ketika pemberontak Houthi menyerbu ibukota Sanaa, dan berusaha memperluas pengaruh mereka ke bagian lain negara tersebut namun mendapatkan perlawanan sengit dari pejuang  AQAP, Al Qaeda  di Yaman dan suku suku Sunni.

Pada tanggal 25 Maret, Arab Saudi dan sekutu Arabnya mulai melancarkan serangan udara dan operasi angkatan laut secara luas terhadap posisi Houthi di Yaman. Meskipun telah mengumumkan mengakhiri serangan udara, ada laporan pemboman lagi di Yaman pada hari Rabu.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnsicom

Arab Saudi Masih Lakukan Serangan Di Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) –  Koalisi yang dipimpin Saudi dilaporkan telah melakukan serangan udara baru di Yaman, beberapa jam setelah mereka mengatakan telah mengakhiri serangan udara terhadap pemberontak Houthi yang telah berlangsung empat minggu.

Wakil Gubernur Aden, Nayef al-Bakri, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan udara menargetkan tank yang digunakan oleh Houthi dan pasukan sekutu mereka di kota pelabuhan selatan itu.

Serangan udara juga dilaporkan terjadi di pusat kota Taiz, dimana Syiah Houthi merebut markas brigade yang setia kepada pemerintah.

Markas besar Brigade lapis baja ke-35 yang terletak di pinggiran utara kota jatuh ke tangan Houthi setelah pertempuran sengit pada hari Rabu yang menyebabkan "puluhan tewas dan terluka," seorang perwira tentara mengatakan kepada kantor berita AFP dari dalam markas.

Juga pada Rabu, saksi melaporkan pertempuran darat antara pemberontak dan pasukan pro-pemerintah di Aden dan kota Lahj, ibukota Huta, dan kota selatan Daleh.

Koalisi yang dipimpin Saudi yang telah membom Yaman selama hampir satu bulan mengatakan bahwa operasi militer "Decisive Storm" telah berakhir pada Selasa tengah malam dan misi baru yang ditujukan untuk melindungi warga sipil dan mencegah pergerakan pemberontak Houthi telah dimulai.

Brigadir Jenderal Ahmed al-Asiri, juru bicara koalisi, mengatakan koalisi telah mencapai tujuan militer mereka di Yaman dan operasi baru, yang disebut "Renewal of Hope" bertujuan untuk melindungi warga sipil dan memerangi  pemberontak.

Namun, Asiri tidak menutup kemungkinan serangan udara di masa depan terhadap Houthi dan mengatakan koalisi akan terus memberlakukan blokade laut di Yaman.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi sebelumnya mengatakan bahwa semua senjata berat dan rudal balistik milik pemberontak Syiah Houthi telah dihancurkan, bahwa mereka telah memberlakukan larangan atas wilayah udara Yaman, dan bahwa kemungkinan ancaman pada negara-negara kerajaan dan tetangga telah dihapus. Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi memberikan pidato televisi dari Riyadh, di mana ia mengucapkan terima kasih kepada mitra koalisi atas dukungan mereka.

"Atas nama saya dan atas nama rakyat Yaman, saya menyatakan terima kasih yang tulus dan penghargaan untuk saudara-saudara Arab dan Muslim dan mitra kami dalam koalisi yang telah mendukung legitimasi," katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan pada Selasa bahwa serangan yang berlangsung antara 19 Maret dan 17 April telah menewaskan 944 orang dan melukai 3.487, dan memperingatkan bahwa pelayanan kesehatan negara itu berada di ambang kehancuran.

WHO mengatakan jumlah pasien yang dapat mengakses fasilitas kesehatan merosot sejak meningkatnya permusuhan, dengan penurunan 40 persen dalam jumlah konsultasi sehari-hari.

Harga obat esensial telah meningkat lebih dari 300 persen, dan kekurangan air telah meningkatkan risiko diare dan penyakit lain dan mempengaruhi kesehatan dasar di rumah sakit dan klinik.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom