Puluhan Ribu Umat Islam Solo Hadiri Parade Tauhid

SOLO (Jurnalislam.com)  – Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, puluhan ribu umat Islam di Solo memadati Jalan Slamet Riyadi, Sabtu (16 Mei 2015).

Umat Islam yang berasal dari 60 organisasi dan elemen masyarakat Islam tersebut mengikuti parade tauhid dengan membentangkan bendera tauhid sepanjang 2,5 km.

Dengan iringan pekik takbir, mereka melakukan long march dari Lapangan Kota Barat menyusuri Jalan Slamet Riyadi dan berakhir di Bundaran Gladag.

Parade Tauhid ini digelar oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) Solo dan Dewan Syariah Kota Solo (DSKS). Acara ini diselenggarakan kali pertamanya untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Turut bergabung dalam barisan parade tersebut antara lain Majelis Tafsir Al-Quran (MTA), Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Forum Silaturahim Guru Muslim Surakarta, berbagai pondok pesantren, serta jamaah masjid di eks karesidenan Surakarta.

Banyaknya peserta Parade Tauhid pada hari itu juga menunjukkan bahwa persatuan umat Islam masih bisa diharapkan ditengah mulai lunturnya jalinan ukhuwah. Bahkan menurut panitia panjang arak-arakan aksi mencapai kurang lebih 3 kilometer.

“Menurut data yang kami peroleh ekor dari aksi ini masih berada di perempatan Gendengan sedang kepala aksi berada di Bundaran Gladag. Jarak tersebut kurang lebih 3 kilo meter” Ujar Wasono salah seorang panitia aksi.

Sampai dibundaran Gladag acara diisi dengan berbagai macam orasi dari beberapa tokoh selain itu aksi Parade Tauhid juga diramikan dengan pertunjukan aksi beladiri dari Pemuda MTA dan juga teaterikal dari santri Ponpes Isykarima Karanganyar yang menceritakan tentang kegigihan mujahidin Indonesia dalam merebut Belanda dalam menjajah bumi Indonesia hingga ratusan tahun lamanya.

Selain long march, mereka juga membacakan ayat suci Al-Quran dan sejumlah ulama menyampaikan tausiyah.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ust Wahyudin yang sebelumnya dilakukan pengibaran bendera tauhid terbesar yang dikibarkan oleh seluruh perwakilan ormas Islam se Solo.

 

Deddy | Jurniscom

 

Pengadilan Mesir Jatuhkan Hukuman Mati Mantan Presiden Muhammad Mursi

MESIR (Jurnalislam.com) – Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati kepada mantan Presiden Muhammad Mursi karena pembobolan penjara massal pada 2011, mendorong kecaman langsung dari Amnesty International dan Presiden Turki.

Pengadilan memutuskan pada hari Sabtu (16/05/2015) bahwa hukuman bagi Mursi dan 105 tahanan lainnya akan dirujuk ke Grand Mufti, otoritas keagamaan tertinggi di Mesir, untuk konfirmasi. Banyak dari mereka yang dijatuhi hukuman diadili in absentia.

Pengadilan akan mengatakan keputusan akhirnya pada tanggal 2 Juni.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengkritik Mesir atas keputusan tersebut dan menuduh Barat munafik, menurut kantor berita Anatolia milik pemerintah.

"Padahal Barat menghapuskan hukuman mati, tapi mereka hanya menonton kelanjutan hukuman mati di Mesir. Mereka tidak melakukan apa-apa tentang hal itu," kata Erdogan seperti dikutip.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan bahwa sidang tersebut hanyalah "sandiwara" dan berdasarkan "yang tidak sah prosedur".

"Menghukum mati Muhammad Mursi setelah melalui pengadilan yang sangat tidak adil menunjukkan ketidakpedulian utuh terhadap hak asasi manusia … ia ditahan selama berbulan-bulan tanpa komunikasi, tanpa pengawasan yudisial dan juga tidak memiliki seorang pengacara pun untuk mewakilinya," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan.

Abdullah al-Arian, asisten profesor Sejarah di Universitas Georgetown, Sekolah Dinas Luar Negeri di Qatar, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hukuman mati yang dijatuhkan pada hari Sabtu "tidak mengejutkan bagi siapa saja yang mengikuti perkembangan di Mesir selama dua tahun terakhir ".

"Melalui pengadilan yang sangat dipolitisasi yang bertentangan dengan semua standar keadilan, peradilan hanya melakukan bagiannya yaitu memperkokoh realitas politik baru di Mesir, yang berusaha membungkam semua perbedaan pendapat dan mengembalikan kekuatan penuh sistem otoriter yang berada di tempat selama beberapa dekade," kata al-Arian.

Seorang analis lain, Yehia Ghanem, mantan redaktur pelaksana surat kabar Al Ahram, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hukuman mati adalah hasil yang memang sudah diharapkan dan keputusan Grand Mufti itu "tidak penting menurut peradilan".

Keputusan hari Sabtu tersebut dilakukan setelah sebuah serangan yang terjadi di semenanjung Sinai menyebabkan tiga hakim tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Para hakim tersebut sedang melakukan perjalanan dengan mobil dari Ismailiya ke El Arish ketika mereka ditembak oleh orang-orang bersenjata tak dikenal.

Sejak dijatuhkannya Mursi oleh Presiden saat ini, Abdul Fattah el-Sisi, serangkaian serangan terjadi dan menargetkan pasukan keamanan di Sinai, namun serangan di hari Sabtu kemarin adalah serangan yang pertama terhadap anggota peradilan.

Mursi, yang digulingkan oleh militer pada tahun 2013 di tengah protes terhadap pemerintahannya, terhindar dari hukuman mati dalam pengadilan pertama dari dua pengadilan yang disimpulkan pada hari Kamis, dimana pengadilan menyarankan hukuman mati untuk 16 terdakwa atas tuduhan spionase.

Mereka dituduh berkolusi dengan kekuatan asing, kelompok Palestina Hamas dan Iran untuk mengacaukan Mesir.

Pihak berwenang Mesir telah melarang Ikhwanul Muslimin sejak penggulingan Mursi dan menangkap ribuan pendukungnya.

Bulan lalu, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara bagi Morsi dan 12 terdakwa lain karena memerintahkan penangkapan dan penyiksaan terhadap demonstran dalam bentrokan di luar istana presiden pada Desember 2012.

Pengadilan membebaskan tuduhan pembunuhan yang dilakukan oleh mantan presiden Mursi yang bisa mengakibatkan dia menghadapi hukuman mati.
 

Deddy |  Al Jazeera | Jurniscom

 

 

Kelompok Suku Yaman Usir Syiah Houthi dari Kota Kaya Minyak, Usaylan

SANAA (Jurnalislam.com) – Suku bersenjata di provinsi Shabwah selatan Yaman telah berhasil mengusir pemberontak Syiah Houthi dari kota kaya minyak, Usaylan, menyusul pertempuran sengit yang menjatuhkan puluhan korban jiwa di kedua belah pihak, seorang pejabat lokal mengatakan.

"Bilharith, salah satu suku terkuat di Shabwah, berhasil membebaskan Bilharith Valley dan kota Usaylan dari kendali Houthi," pejabat itu, yang meminta anonimitas, mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu (16/05/2015).

Pejabat itu melanjutkan bahwa bala bantuan Houthi sedang dalam perjalanan melalui jalan utama yang menghubungkan provinsi Shabwah dan Al-Baydaa.

Dia menambahkan bahwa pemberontak Houthi berusaha untuk merebut ladang minyak Shabwah, tetapi menemui perlawanan sengit dari suku setempat.

Pejabat Houthi tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar langsung mengenai pernyataan resmi itu.

Kota Usaylan di barat Shabwah adalah rumah bagi beberapa ladang minyak utama dan merupakan lokasi investasi beberapa perusahaan minyak internasional.

Houthi memiliki posisi yang kuat di beberapa kota di Shabwah, termasuk Beihan dan ibukota provinsi Ataq, yang diserbu kelompok Syiah itu pada bulan Maret.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

PBB Tuduh Negara Tetangga Myanmar Telantarkan Migran Muslim Rohingya

JENEWA  (Jurnalislam.com) – Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menuduh Negara-negara tetangga Myanmar menelantarkan migran perahu yang terdampar dan menempatkan isu tersebut menjadi sorotan internasional. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia juga menekankan pada asal-usul masalah.

Myanmar perlu memecahkan masalah ini, Zeid Ra'ad Al Hussein mengatakan dalam sebuah pernyataan, Jumat (15/05/2015).

"Jika Pemerintah Myanmar belum membahas diskriminasi institusional terhadap penduduk Rohingya, termasuk persamaan akses terhadap warga negara, migrasi genting ini akan terus berlanjut."

Al Hussein mencatat "pentingnya menangani situasi hak asasi manusia di Negara Bagian Rakhine Myanmar, yang digambarkan sebagai "salah satu motivator utama gerakan maritim yang disebabkan rasa putus asa ini."

Dengan adanya sekitar 6.000 migran muslim Rohingya dan Bangladesh yang masih terdampar di laut di Asia Tenggara dan juga upaya Thailand untuk menekan kamp-kamp penyelundupan manusia, ​​Al Hussein menuduh Thailand, Indonesia dan Malaysia berperan "aktif menerapkan kebijakan mendorong perahu-perahu migrant tersebut kembali ke laut."

Zeid mendesak pemerintah di wilayah tersebut mengambil tindakan cepat untuk melindungi para migran, serta menggarisbawahi bahwa situasi sekarang "pasti akan menyebabkan banyak kematian yang tidak bisa dihindari."

Sebagian besar muslim Rohingya yang menjadi korban para penyelundup adalah dari negara bagian Rakhine di Myanmar Barat.

Setelah bentrokan pada musim panas 2012 dengan Buddha Rakhine, mereka mulai melarikan diri secara massal untuk mencari keselamatan dan bekerja di Malaysia dan di luar negeri lainnya.

Pada awalnya, mereka naik perahu reyot yang dikendalikan oleh para penyelundup manusia – yang kadang-kadang tenggelam selama perjalanan di Laut Andaman – tapi sejak tahun lalu mereka diangkut dalam kapal yang lebih besar.

Bangladesh juga semakin sering menggunakan penyelundup manusia untuk melihat iming-iming peluang ekonomi menjanjikan di Malaysia. Tapi beberapa dari mereka – bersama dengan muslim Rohingya – malah diculik dan dipaksa untuk naik kapal.

PBB memperkirakan sekitar 920 migran – terutama Rohingya – diketahui telah tewas di Teluk Bengal antara September 2014 dan Maret tahun ini.

Pada hari Jumat, Organisasi Internasional untuk Migran (IOM) mengumumkan akan menyalurkan US $ 1 juta untuk membantu "6.000 orang yang diperkirakan terdampar di laut."

 "Kita tidak bisa hanya berdiri dan menonton saat banyak laki-laki, perempuan dan anak-anak meninggal tersiksa karena kehausan, yang sebenarnya hanya berjarak beberapa kilometer saja dari lokasi yang aman," kata Direktur IOM Jenderal William Lacy Swing dalam sebuah pernyataan.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Brigade Izzudin Al-Qassam : Hitungan Mundur Kehancuran Israel Telah Dimulai

GAZA (Jurnalislam.com) –  Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas menegaskan, hitungan mundur kehancuran entitas zionis Israel telah dimulai, dan putaran waktu tak akan pernah kembali ke belakang.

Dalam twit terbarunya memperingati Nakba ke 67, Al-Qassam mengatakan, “Wahai zionis, jika Anda memperingati kemerdekaan dengan mengorbankan darah kami, ingatlah semua tiran akan musnah dari dunia ini”, lansir Infopalestina Jumat (15/05/2015).

Al-Qassam menyampaikan sejumlah pesan kepada Israel berbahasa Ibrani, “Kalian datang kesini dari beragam penjuru dunia, dan mencuri tanah air kami, pergilah, karena sejarah tak pernah mencatat keabadian bagi penjajah.”

Rakyat Palestina dari semua tempat akan kembali ke tanah air mereka, meski harus menanti lama.

Darah yang ditumpahkan penjajah zionis Israel, dan arwah suci para mujahid akan menjadi sebab hancurnya Israel, pungkas Al-Qassam.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Bantu Muslim Rohingya, Gubernur Aceh : "Sesama Muslim adalah bersaudara"

Banda Aceh (Jurnalislam.com) – Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyerahkan bantuan sandang dan pangan untuk warga Muslim Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara.

Bantuan sebanyak tiga truk itu diserahkan kepada Kepala Dinas Sosial Aceh Al Hudri yang selanjutnya diantar langsung ke Aceh Utara.

"Sesama Muslim adalah bersaudara. Nestapa dan kepiluan mereka juga bagian dari kehidupan kita," kata Zaini di sela-sela pelepasan bantuan di halaman Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (14/5/2015).

Zaini mengatakan bantuan spontanitas itu diharapkan dapat disalurkan secepatnya karena mereka sangat membutuhkan.

"Tolong bantuan ini segera diantar dan didistribusi kepada saudara kita yang saat ini sedang membutuhkan," katanya.

Selain sembako, Gubernur juga membantu pakaian, sarung, perlengkapan tidur, peralatan mandi, dan sejumlah bantuan lainnya.

Dalam pelepasan bantuan itu turut hadir di antaranya Kepala BPBA Said Rasul, Kepala Bappeda Aceh Prof Abu Bakar Karim, Kepala BPM Aceh Zulkifli Hs, dan Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh HM Ali Al Fata.

Berdasar data Dinas Sosial Aceh, saat ini Muslim Rohingya yang ditampung di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lhoksukon, Aceh Utara, berjumlah 469 jiwa terdiri dari 98 wanita, 51 anak-anak, dan selebihnya adalah laki-laki. Beberapa dari mereka saat ini sedang menjalani perawatan medis karena kondisi tubuh yang lemah. 

Ratusan Muslim Rohingya itu terdampar di pantai Aceh Utara, Minggu (10/5/2015). 

Ally | Antara | Jurniscom

Pejabat Pakistan Informasikan Mata-mata Pembocor Lokasi Syeikh Usamah bin Ladin

JURNALISLAM.COM – Para pejabat militer Pakistan dilaporkan telah memberi informasi nama mata-mata yang dituduh membocorkan lokasi Syeikh Usamah bin Ladin Rahimahullah kepada Amerika Serikat.

Gedung Putih selama ini konsisten mempertahankan cerita bahwa mereka menemukan pemimpin Al Qaeda itu dan melaksanakan misi rahasia untuk membunuhnya pada tahun 2011 tanpa sepengetahuan atau bantuan dari pemerintah Pakistan.

Tapi sebuah artikel oleh wartawan pemenang hadiah Pulitzer, Seymour Hersh, pekan ini menyebutkan bahwa cerita AS itu adalah bagian dari kebohongan publik yang diberitakan kepada dunia oleh Obama.

Hersh mengatakan dalam artikelnya bahwa Inter Services Intelligence (ISI) Pakistan sebenarnya menahan Syeikh Usamah sebagai seorang tahanan "yang bisa dimanfaatkan menghadapi Al Qaeda dan Taliban". ISI kemudian dibujuk untuk membantu operasi Amerika dalam membunuh Syeikh Usamah dan merahasiakan keterlibatan mereka.

Tuduhan tersebut sebagian besar berasal dari satu sumber, yang diidentifikasi oleh Hersh sebagai "pensiunan pejabat intelijen AS senior"  yang mengatakan bahwa CIA pertama kali diberitahu lokasi Syeikh Usamah bin Ladin oleh mata-mata senior Pakistan yang menginginkan hadiah 25 juta USD.

Namun sekarang, seorang wartawan Pakistan terkenal dan editor investigasi The News International, Amir Mir, mengklaim bahwa cerita Hersh "telah memberikan kepercayaan pada gagasan bahwa mantan pejabat ISI memberikan informasi tentang lokasi Syeikh Usamah".

Mir mengutip "kalangan intelijen yang menguasai informasi" di Rawalpindi, Pakistan, sebagai penamaan untuk pensiunan mata-mata Brigadir Usman Khalid, yang juga dikabarkan membujuk Dr Shakil Afridi untuk mengaku sebagai juru kampanye polio untuk memperoleh bukti DNA bahwa bin Laden memang berada di kompleks Abbottabad tempat dia dibunuh.

Menurut Hersh, informan tersebut mengaku bernama Khalid. Keluarganya diselundupkan dari Pakistan dan pindah ke daerah Washington. "Dia sekarang menjadi konsultan untuk CIA," kata Hersh kepada The Independen, Kamis (14/5/2015).

Kemudian Brigadir Usman Khalid meninggal di London pada pagi hari 2 April 2014.

Pada hari Senin, (11/5/2015) pejabat Gedung Putih membantah keras artikel Hersh dan mengatakan artikel tersebut penuh dengan ketidakakuratan dan kepalsuan. Sementara pemerintah AS belum mengomentari klaim baru tentang dugaan informan dari Pakistan.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Ned Proce mengatakan bahwa seluruh kisah mengandung terlalu banyak ketidakakuratan dan pernyataan tak berdasar yang masing-masing harus diperiksa ".

 

Deddy | The Independent | Jurniscom

Seorang Mujahidin Taliban Serang Acara Konser Mesum di Park Palace Hotel, Kabul

KABUL (Jurnalislam.com)  –  Taliban mengklaim melakukan penyerangan semalam dalam pernyataan yang dirilis dalam versi bahas Urdu di Voice of Jihad. Pernyataan yang ditulis oleh Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa hanya seorang pejuang, "Mujahid Mohammad Idrees," yang melakukan serangan itu, dan yang melaporkan bahwa ada tiga jihadis yang terlibat adalah "palsu dan tidak berdasar."

Zabihullah Mujahid mengatakan serangan itu dilakukan saat sebuah konser diadakan di Park Palace Hotel di Kabul yang dimulai malam kemarin dan berakhir pagi ini (15/05/2015). Konser itu digambarkan sebagai ajang "kemaksiatan dan mesum".  Penyanyi Afghanistan Altaf Hussain akan tampil malam itu.

Serangan itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan di hotel kelas atas di ibukota Afghanistan.

Salah satu saksi mengatakan kepada TOLONews bahwa pria bersenjata yang ia lihat "berpakaian rapi."

"Di antara sembilan warga asing tewas dalam serangan itu adalah seorang warga Amerika, seorang warga Inggris, Italia dan empat warga negara India," dilaporkan The Associated Press.

Taliban memprioritaskan serangan terhadap hotel  mesum di Kabul, sebagai lokasi yang sering digunakan orang asing untuk berkumpul. Pada bulan Maret 2014, tim serangan istisyhad menyerang Serena Hotel, menewaskan sembilan orang.  Pada bulan Juni 2012, Taliban menewaskan 15 orang Afghanistan, setelah mengambil kendali Spoghmai Hotel. Taliban menyebut bahwa hotel dan lokasi lain di sekitarnya sebagai  tempat  “mesum dan cabul”.

Pada bulan Juni 2011, tim serangan istisyhad menghantam Intercontinental Hotel, menewaskan 13 orang. Pada bulan Februari 2011, seorang pembom istisyhad meledakkan di Safi Landmark. Dan pada Januari 2008, tim serangan istisyhad lain melakukan serangan di Serena Hotel. Warga asing adalah target semua serangan.

Taliban telah bersumpah untuk menargetkan "penjajah asing" dan "rezim antek", atau pemerintah boneka Afghanistan, sebagai bagian dari serangan musim semi tahun ini, yang disebut Azm, atau Resolve.

 

Deddy | The long War Journal | Jurniscom

Koalisi Arab : Houthi Langgar Gencatan Senjata Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Houthi Yaman dituduh melanggar gencatan senjata kemanusiaan di negara itu dalam 24 jam pertama, karena masih terjadi  pertempuran lanjutan dengan pihak saingan di beberapa bagian negara.

"Pemberontak Houthi telah melanggar gencatan senjata," koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan oleh pejabat Saudi kepada Press Agency pada hari Kamis  (14/05/2015).

Pernyataan tersebut menyebutkan dugaan 12 pelanggaran gencatan senjata, di sepanjang perbatasan Saudi-Yaman dan di Yaman sendiri.

Kekerasan terberat di wilayah itu terjadi di provinsi barat daya Taiz, di mana Houthi dan sekutu mereka, yaitu pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, menyerang daerah pemukiman.

Pertempuran juga dilaporkan di kota selatan Ad-Dali ', saat pemberontak menembakkan peluru tank, roket dan mortir terhadap posisi milik pasukan yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Di kota pelabuhan Aden, kapal perang koalisi dikerahkan di lepas pantai menghantam pemberontak di daerah yang merupakan gudang tangki bahan bakar.

Sementara itu, pernyataan kementerian pertahanan Saudi juga menuduh Houthi melanggar gencatan senjata dengan menembak ke daerah perbatasan Saudi Jizan dan Najran.

Dikatakan bahwa angkatan bersenjata kerajaan sedang berlatih sambil menahan diri sebagai bagian dari komitmen mereka untuk gencatan senjata.

Houthi telah mengindikasikan bahwa mereka akan mematuhi gencatan senjata, yang diusulkan oleh Arab Saudi dan didukung oleh AS untuk memungkinkan bantuan ke negara yang oleh badan pangan PBB, pada hari Rabu digambarkan dalam situasi "bencana".

Ketika lembaga bantuan mengatakan mereka mulai memberikan bantuan, warga ibukota, Sanaa, mengatakan bahwa gencatan senjata merupakan bantuan yang sangat dibutuhkan.

Lebih dari 1.500 orang telah tewas sejak pertengahan Maret dalam serangan udara dan pertempuran antara Houthi dan loyalis Hadi, menurut PBB.

Pemberontak Syiah  Houthi, yang bersekutu dengan unit tentara yang setia kepada mantan presiden Saleh, telah menguasai sebagian besar Yaman, termasuk Sanaa, dan maju ke kubu Hadi di selatan yaitu Aden namun mendapatkan perlawanan sengit dari pejuang pejuang Al Qaida di Yaman (AQAP) dan suku suku Sunni, ketika koalisi Arabmeluncurkan serangan udara. Hadi sejak itu melarikan diri ke Arab Saudi.

Dalam perkembangan terpisah, utusan PBB untuk Yaman yang baru, Ismail Ould Cheikh Ahmed, bertemu dengan para pemimpin partai yang berkuasa di masa pemerintahan Saleh, General People's Congress (GPC).

Ahmed mengatakan ia bermaksud untuk bertemu dengan para pemimpin politik Yaman secara terpisah sebelum dilakukan pembicaraan damai yang akan menyatukan mereka bersama-sama untuk memetakan cetak biru politik Yaman.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Angkatan Laut Iran Lepaskan Tembakan Ke Kapal Bendera Singapura

UNI EMIRAT ARAB (Jurnalislam.com) – Kapal angkatan laut Iran telah menembakkan tembakan peringatan ke sebuah kapal berbendera Singapura di perairan internasional di Teluk, menyebabkan kapal tersebut melarikan diri ke perairan Uni Emirat Arab (UEA), kata para pejabat AS.

Alpine Eternity, sebuah kapal tanker minyak, mencapai pelabuhan UEA Jebel Ali dengan aman setelah mendapat serangan di Teluk, pada hari Kamis (14/05/2015), kata manajer kapal.

UAE mengirim kapal Coast Guard menyambut tanker tersebut setelah mencapai perairan UEA kemudian kapal Korps Angkatan Laut Garda Revolusi Iran berbalik, kata kantor berita negara Teluk.

Seorang juru bicara untuk kapal, manajer Norwegia Transpetrol mengatakan kapal itu diserang di laut pada pukul 08:00 GMT saat dalam perjalanan menuju pelabuhan UEA, Fujairah.

"Alasan serangan masih belum jelas," kata juru bicara itu.

Seorang pejabat AS yang lain mengatakan ada sekitar lima kapal Iran dan menggambarkan tembakan tersebut sebagai "tembakan senjata api kecil."

Insiden itu terjadi saat Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin dari negara-negara Teluk sedang bertemu pada hari Kamis dalam KTT profil tinggi yang jarang terjadi, dalam rangka upaya AS untuk menengahi kesepakatan nuklir dengan Iran.

AS dan lima kekuatan dunia lainnya sedang dalam pembicaraan program nuklir dengan Teheran  .

Iran baru-baru ini telah menyita kapal berbendera Kepulauan Marshall di Teluk dan memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak mengganggu kapal bantuan Iran menuju Yaman.

Kapal kargo komersial itu kemudian dibebaskan, setelah para pejabat Iran mengatakan sengketa komersial telah diselesaikan.

Setelah penyitaan kapal berbendera Kepulauan Marshall, Angkatan Laut Amerika Serikat baru-baru ini memberikan dukungan keamanan untuk kapal-kapal komersial berbendera AS yang melintasi melalui Selat Hormuz.

Tapi komandan AS membatalkan setelah sekitar seminggu, mengatakan ketegangan telah reda.
 

Deddy | Aljazeera | Reuters | Jurniscom