Jamaah Ansharusy Syariah: Jihad Kami adalah Bayan

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah, ustadz Fuad Al Hazimi menegaskan bahwa bentuk jihad Jamaah Ansharsy Syariah adalah bayan (penjelasan). Hal tersebut disampaikan kepada perwakilan Balitbang Kemenag, Drs H. Ahmad Sodli bersama tim yang mengunjungi kajian rutin Jamaah Ansharusy Syariah Solo di masjid Salamah Tipes, Surakarta, Jum'at (26/2/2016) malam.

"Jihad kami saat ini adalah Bayan dan ujung tombak bayan adalah lisan. Menjelaskan tentang syari'at Islam, amar ma'ruf nahi munkar, adapun lainnya kami belum mampu," jelas ustadz Fuad.

Menanggapi pemberitaan media massa nasional dan internasional yang menyebut Jamaah Ansharusy Syariah sebagai kelompok teror, ustadz Fuad mengatakan, saat ini sesuatu yang haq (baik) bisa dikatakan bathil (buruk) begitu pula sebaliknya, tergantung media yang memberitakan.

"Setiap pemimpin yang dzalim pada zaman dahulu itu pasti mempunyai tukang sihir, semua musuh-musuh nabi itu tukang sihir, dan hari ini tukang-tukang sihirnya adalah media yang fungsinya menipu pandangan manusia, memutarbalikkan fakta yang baik jadi buruk yang buruk jadi baik, distorsi," paparnya.

Kedatangan tim Balitbang Kemenag Jawa Tengah dalam kesempatan itu untuk meneliti aktifitas Jama'ah Ansharusy Syari'ah.

"Saya hanya akan menulis apa yang dibicarakan, makanya saya memang langsung datang kesini, pagi tadi juga ke pondok Ngruki," ucap Ahmad Sodli.

Ahmad Sodli juga mengaku menyayangkan tudingan BNPT terhadap sejumlah pondok pesantren sebagai sarang teroris.

"Saya debat juga dengan orang UI (Universitas Indonesia) dan dosen-dosennya, loh kalo begitu koruptor yang dari UI banyak, dari UNDIP banyak, dari Gajah Mada juga banyak, apakah yang begitu bisa dikatakan sarang koruptor,” tandasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

KMM Karanganyar Bagikan 1000 Nasi Kotak kepada Jamaah Shalat Jumat

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Komunitas Masjidku Makmur (KMM) kembali mengadakan Program Peduli Umat, Jumat (26/2/2016) di masjid Agung Karanganyar. Usai Shalat Jumat, puluhan relawan membagikan nasi kotak yang bertuliskan pesan peringatan akan bahaya Syiah dan Komunis.

"Pada bungkus nasi kotak yang kami bagikan kami sablon dengan pesan bahaya syiah dan komunis," kata korlap aksi, Muhammad Dadan kepada Jurnalislam.

"Aksi Jum'at Barokah ini kami laksanakan untuk menjelaskan kepada umat tentang bahaya syiah dan komunis" ungkapnya kepada jurnalislam,” tambahnya.

Dalam aksi itu, sebanyak 1000 kotak nasi dibagikan kepada para jamaah Sholat jumat.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally | Jurnalislam

Taliban: 3 APC Milisi Jenderal Dostum Hancur dalam Pertempuran Sengit di Khwaja Musa, 11 Tewas

FARYAB (Jurnalislam.com) – Para pejabat melaporkan dari provinsi Faryab utara mengatakan bahwa Jenderal Dostum yag kejam dan milisi Jam Gelam nya mengendarai ratusan sepeda motor dengan didukung oleh 300 APC dan kendaraan militer serta helikopter memasuki pusat distrik Khwaja Musa siang hari saat Mujahidin melakukan latihan taktis, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (27/02/2016).

Saat musuh masuk daerah, Mujahidin mulai melibatkan mereka dari 4 arah, memicu pertempuran berat di mana 3 APC musuh hancur, 11 milisi Jam Gelam tewas dan 25 lainnya luka-luka serta sebuah APC, sebuah senapan mesin berat DShK dan peralatan lainnya disita.

Musuh lari dari pusat distrik pada pukul 06:00 waktu setempat dengan Mujahidin masih mengejar dan bertempur dengan musuh.

Laporan mengatakan bahwa hanya 1 Mujahid yang terluka di seluruh pertempuran, menambahkan bahwa pertempuran masih berlangsung saat ini, rincian lebih lanjut akan diperbarui kemudian.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Serangan Udara Koalisi Saudi Bunuh Lebih dari 30 Houthi di Sanaa

YAMAN (Jurnalislam.com) – Serangan udara yang dipimpin Arab menargetkan milisi Houthi telah menewaskan sedikitnya 30 orang di sebuah distrik di luar ibukota, Sanaa, Al Arabiya News Channel melaporkan, Sabtu (27/02/2016).

Serangan hari Sabtu tersebut terjadi di sebuah daerah pasar yang populer di distrik Nihm.

Aliansi yang dipimpin Saudi memerangi pemberontak Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh dalam upaya untuk memulihkan pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

PBB mengatakan hampir 6.000 orang telah tewas dalam pertempuran, yang dimulai setelah Houthi masuk ke kota pelabuhan selatan Aden, di mana Hadi menetap. Ratusan ribu orang mengungsi.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

Aktivis Palestina Buronan Intelijen Israel Ini Ditemukan Terbunuh di Bulgaria

BULGARIA (Jurnalislam.com) – Seorang aktivis Palestina yang dicari intelijen  Israel atas pembunuhan seorang pemukim zionis Yahudi 30 tahun yang lalu ditemukan tewas pada hari Jumat (26/02/2016) di Bulgaria, polisi setempat dan Otoritas Palestina mengatakan, lansir World Bulletin, Sabtu (27/02/2016).

Omar Nayef Zayed, 51, ditemukan di halaman kedutaan Palestina di Sofia, kata polisi. Radio Bulgaria melaporkan bahwa ia jatuh dari lantai empat.

Seorang pejabat Otoritas Palestina senior mengatakan bahwa Nayef "ditemukan dengan luka tubuh yang serius dan meninggal sebelum layanan darurat tiba", kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan.

Front Populer Pembebasan Palestina (Popular Front for the Liberation of Palestine-PFLP), dimana Nayef adalah anggota, mengutip sebuah pernyataan keluarganya yang menyebut kematiannya merupakan "pembunuhan".

Dikatakan bahwa Nayef, berasal dari Jenin di Tepi Barat, mencari perlindungan di kedutaan Palestina di Sofia dua bulan lalu dan telah "menerima ancaman".

Kepala gerakan Hamas Palestina di Jalur Gaza, Ismail Haniya, juga mengecam "kejahatan Zionis baru" tersebut.

Nayef dihukum pada tahun 1986 atas kasus pembunuhan namun melarikan diri pada tahun 1990 saat berkunjung ke rumah sakit Bethlehem. Dia melarikan diri ke Bulgaria pada tahun 1994 dan menikah dengan seorang wanita lokal dan memiliki tiga anak.

Akhir tahun lalu pemerintah Bulgaria sepakat untuk mengkaji permintaan ekstradisi Israel, tetapi 14 Desember sidang ditunda karena Nayef tidak ditemukan di alamat nya, kata kementerian dalam negeri Bulgaria.

Kematiannya terjadi sehari setelah Perdana Menteri Boyko Borisov kembali dari perjalanannya ke Israel. Borisov mengatakan ia membahas Nayef dengan para pejabat Israel dan Palestina selama kunjungannya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

US Blokir Situs Anti-Teror Online Miliknya yang Berhubungan dengan Teroris Komunis PYD dan PKK

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pusat Kontraterorisme Nasional (The National Counterterrorism Center-NCTC) telah memblokir akses ke halaman web mereka yang menunjuk PYD sebagai "afiliasi Suriah" kelompok teroris PKK, lansir Anadolu Agency, Sabtu (27/02/2016).

Pengunjung situs pada hari Kamis (25/02/2016) disambut dengan pesan kesalahan saat mencoba mengakses bagian PKK yang memberikan profil kelompok teroris tersebut. Pada hari Jumat, akses ke seluruh bagian ditolak.

Sebelum diblokir, halaman profil untuk PKK – yang masuk dalam daftar organisasi teroris AS – menyebutkan PYD sebagai penyebab "ancaman tinggi bagi Turki dan meningkatkan ketegangan di sepanjang perbatasan".

PYD "telah meningkatkan kehadirannya di Suriah utara sepanjang perbatasan dengan Turki dengan mendirikan kontrol di daerah Kurdi," menurut dokumen web.

Referensi khusus untuk kelompok itu juga termasuk dalam kalender edisi 2013 yang dikeluarkan secara online oleh NCTC, meskipun telah dihapus karena publikasi edisi 2015 saat ini dan 2014 sebelumnya.

Halaman Web NCTS yang terpisah tidak mencantumkan PYD dalam daftar terorisme domestik Turki dan pencarian Internet untuk daftar organisasi teror NCTS mengirimkan pengguna ke halaman yang tidak tersedia.

NCTC tidak menanggapi permintaan Anadolu Agency untuk memberikan komentar.

Dinamika hubungan antara Turki, AS dan PYD telah menyebabkan ketegangan dalam hubungan Ankara dan Washington. Para pejabat AS bersikeras dalam beberapa pekan terakhir bahwa mereka menolak untuk mengakui PYD – atau sayap bersenjatanya, yaitu YPG – sebagai organisasi teroris, dan bahkan mereka menganggap YPG sebuah "partner terpercaya", dengan mendukung PYD dengan senjata dan pelatihan.

Ankara menganggap ketiganya milisi komunis – yaitu PYD, YPG dan PKK – sebagai organisasi teroris, dan sering menunjukkan hubungan aktif antara kelompok-kelompok ini di Turki dan Suriah.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menjuluki YPG sebagai "pion rezim Suriah", mengutip serangan teror Ankara 17 Februari yang menewaskan 28 orang dan melukai 81 orang lainnya.

Para pejabat Turki telah menentukan bahwa serangan itu dilakukan bersama-sama oleh anggota YPG Suriah dan teroris PKK yang berbasis di Turki. Sehari sebelum serangan, utusan Suriah untuk PBB mengatakan PYD mendapat dukungan tidak hanya dari AS tetapi juga rezim Assad.

"Sebagai informasi untuk Anda, Kurdi Suriah yang didukung oleh pemerintah Amerika juga didukung oleh pemerintah Suriah," Bashar Ja'afari mengatakan kepada wartawan.

Militer Turki menyerang posisi PYD / YPG di Suriah utara selama seminggu mulai 13 Februari dalam menanggapi tembakan artileri dari pasukan PYD yang berbasis di sekitar kota Azaz Aleppo, yang terletak hanya 6 kilometer (4 mil) dari perbatasan Turki.

Link untuk profil PKK (KGK) oleh NCTC dapat ditemukan di http://www.nctc.gov/site/groups/kgk.html

Badan ini mendefinisikan PKK sebagai prekursor untuk Kongra-Gel, atau KGK, sebuah organisasi payung yang mencakup kelompok-kelompok teror dalam negeri lainnya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Serangan Istisyhad Taliban di Gedung Kementerian Pertahanan Rezim Afganistan

KABUL (Jurnalislam.com) – Sekitar pukul 03:20 waktu setempat hari Sabtu di tengah operasi militer tahunan 'Azm'yang sedang berlangsung, serangan syahid menargetkan tentara bayaran yang telah menyelesaikan tugas mereka dan sedang berjalan keluar dari gedung Departemen Pertahanan pemerintahan Kabul, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (27/02/2016).

Serangan itu dilakukan oleh pahlawan Imarah Islam – Abdullah dari Nangarhar – menggunakan rompi penuh bahan peledak saat musuh berkumpul di gerbang. Hasilnya total 23 aparat bayaran tewas dan sekitar 29 lainnya luka-luka.

Tidak ada warga sipil di daerah tersebut karena daerah itu adalah zona militer dan berada di bawah pengawasan ketat musuh. Semua klaim tentang korban sipil yang dibuat bertujuan untuk mengalihkan perhatian orang dari peristiwa yang sebenarnya.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Alhamdulillah, Wartawan Palestina Akhirnya Menang, Israel Penuhi Tuntutannya

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Badan Pimpinan Eksekutif Tawanan Palestina di penjara Israel mengumumkan hari Jumat (26/02/2016) bahwa Israel akan mengakhiri penderitaan tawanan Muhammad al-Qiq yang mogok makan selama 94 hari, lansir Infopalestina, Jumat.

Dalam salinan keterangan persnya yang diterima Pusat Informasi Palestina, Badan Eksekutif  Tawanan  menyatakan Israel menawarkan janji akan mengakhiri penahanan administrasi al-Qiq pada 21 Mei 2016 dengan keputusan esensial tanpa ada perpanjangan.

Badan Eksekutif mengisyaratkan bahwa al-Qiq menerima arahan rekan-rekannya dan menerima tawaran Israel tersebut meski belum direalisasikan.

Al-Qiq juga memiliki pilihan untuk tetap bertahan di RS Afula untuk tetap dirawat oleh tim dokter Palestina. al-qiq tidak akan dibawah ke RS Ramlah untuk menjamin pembebasannya nantinya yang sudah disepakati.

Selain itu, keluarga al-Qiq juga akan hadir pada saat ia mengakhiri mogok makannya tanpa ada penjelasan lebih rinci waktunya.

“Dengan lapar dan lambung kosong, dengan tekad baja, dengan sabar tanpa batas, pahlawan kita al-Qiq mampu melukis perjuangan tegar menghadapi Israel, melukis kemenangan.” Tegas Badan Eksekutif.

Badan Eksekutif juga menyampaikan terimakasih kepada lembaga-lembaga yang membela Al-Qiq dan seluruh lembaga HAM dan media.

Juga menyampaikan selamat kepada keluarga al-Qiq yang dengan sabar mendukungnya hingga menuai kemenangan juga tawanan Palestina lainnya yang membelanya.

Militer zionis menahan al-Qiq pada 21 November tahun lalu dari rumahnya di Ramallah sebelumnya akhirnya mogok makan empat hari setelah ditahan.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Taliban: 2 Serdadu Amerika Tewas di Sangin, 23 Musuh Lainnya Terbunuh dalam Pertempuran di Jowjzan

HELMAND (Jurnalislam.com) – Pada sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat hari Jumat, pasukan Amerika yang keluar dari basis PRT di distrik Sangin ditargetkan dengan serangan IED di depan gedung, Al Emarah News melaporkan, Jumat (26/02/2016).

Ledakan itu menewaskan 2 penjajah AS di tempat dan memutus kaki 2 orang lainnya, menurut saksi yang menambahkan bahwa korban kemudian dievakuasi oleh helikopter.

Sementara lebih dari 22 tentara musuh tewas dan sedikitnya 37 lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan Mujahidin di tengah ‘Operasi Azm’ di provinsi Jowzjan utara Afghanistan selama beberapa hari terakhir.

3 pekan yang lalu konvoi besar tank dan kendaraan tempur lapis baja didukung oleh kekuatan udara ditempatkan di distrik Qushtifa provinsi Jowzjan dalam upaya untuk memulai serangan terhadap Mujahidin di sana, laporan mengatakan, lebih lanjut menambahkan bahwa milisi Dostum juga berpartisipasi dalam operasi selama 4 hari terakhir.

Wartawan kami mengatakan Mujahidin melakukan serangan balasan terhadap serangan musuh dan mendorong mundur ke lokasi yang berbeda di kabupaten, mengusir Dostum dan milisinya pergi.

Sebanyak 22 pasukan boneka termasuk komandan kunci dilaporkan telah tewas dan lebih dari 37 lainnya luka-luka dalam pertempuran, di mana 9 tank lapis baja dihancurkan oleh IED dan tembakan langsung.

Mujahidin juga mengambil 3 tentara musuh sebagai tahanan di tengah operasi di mana Mujahidin menyita 1 DShK, kendaraan berat yang dipasang senapan mesin antipesawat, 2 PK, senapan mesin berat, 2 roket-granat, 6 senapan mesin otomatis M16 buatan AS, 3 Kalashnikov, 2 meriam tembakan mortir dan banyak amunisi serta peralatan militer lainnya.

Tiga pejuang Mujahidin dilaporkan terluka dalam operasi itu.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Turki Khawatir akan Kesepakatan Gencatan Senjata di Tengah Serangan Rusia dan Rezim Assad

ANKARA (Jurnalislam.com) – Jubir Turki menyatakan keprihatinannya atas masa depan perjanjian AS-Rusia baru-baru ini yang bertujuan untuk menghentikan perperangan yang sedang berlangsung di Suriah, lansir Anadolu Agency Jumat (26/02/2016).

"Kami mendukung gencatan senjata ini pada prinsipnya tapi pemboman terus menerus oleh jet Rusia dan serangan darat oleh pasukan Assad menyebabkan kekhawatiran serius bagi kita mengenai masa depan gencatan senjata," kata juru bicara presiden Turki Ibrahim Kalin dalam sebuah jumpa pers di kompleks kepresidenan pada hari Jumat.

Awal pekan ini, Washington dan Moskow mengumumkan "penghentian pertempuran" di Suriah yang dijadwalkan berlaku pada Jumat tengah malam waktu setempat. Diharapkan kesepakatan itu akan memungkinkan bantuan yang akan dikirimkan ke warga Suriah yang putus asa.

Selama pernyataan yang dibuat pada hari Kamis, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan bahwa Ankara akan tidak ragu-ragu untuk melakukan segala yang diperlukan dan tidak akan meminta izin dari siapa pun dalam kasus ancaman terhadap keamanan dari pihak di Suriah.

"Semua harus tahu bahwa gencatan senjata ini hanya berlaku untuk Suriah dan sisi yang berperang di negara ini," katanya kepada media selama perjalanan ke provinsi Konya Turki. "Jika salah satu dari mereka menimbulkan ancaman bagi keamanan Turki, kami tidak akan terikat."

Kalin juga mengulangi komentar Davutoglu, mengatakan: "Turki akan menggunakan hak yang berasal dari hukum internasional dan menerapkan aturan pelanggaran wilayah untuk melindungi keamanan nasional – jika diperlukan – tidak peduli dari bagian mana dari Suriah ancaman datang . "

Militer Turki menyerang posisi milisi komunis PYD / YPG di Suriah utara selama seminggu mulai 13 Februari dalam menanggapi tembakan artileri dari pasukan PYD di sekitar kota Azaz Aleppo, yang terletak hanya enam kilometer (empat mil) dari perbatasan Turki.

YPG, sayap bersenjata PYD, selama ini didukung oleh serangan udara AS dan juga pesawat-pesawat tempur Rusia baru-baru ini telah berusaha mendapatkan lebih banyak wilayah saat kelompok oposisi menghadapi serangan rezim di Suriah utara.

Ankara melihat ketiga semuanya, yaitu PYD, YPG dan PKK – sebagai organisasi teroris.

"Kami akan menegosiasikan semua masalah dengan sekutu dan negara-negara sahabat kami, tetapi keamanan nasional Turki tidak pernah mempermasalahkan negosiasi," tambah juru bicara kepresidenan.

Dinamika hubungan antara Turki, AS dan PYD baru-baru ini menyebabkan ketegangan dalam hubungan antara Ankara dan Washington.

Para pejabat AS telah bersikeras menolak dalam beberapa pekan terakhir untuk mengakui PYD – atau sayap bersenjatanya YPG – sebagai organisasi teroris, dan malah menganggap YPG sebagai "mitra handal", hingga mendukung YPG dengan senjata dan pelatihan .

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam