AS Catat 895 Ribu Kasus Corona, 50 Ribu Kematian

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Sabtu (25/4), melaporkan positif virus corona (Covid 19) di negara itu berjumlah 895.766 kasus, dengan kenaikan sebanyak 30.181 kasus dari hari sebelumnya.

Sementara jumlah pasien meninggal dilaporkan mengalami penambahan sebanyak 1.623 jiwa sehingga total 50.439 jiwa.

CDC melaporkan hitungannya pada pukul 4.00 sore waktu timur pada 24 April, dibandingkan dengan hitungannya sehari sebelumnya. Angka-angka CDC tidak mesti mencerminkan kasus-kasus yang dilaporkan oleh masing-masing negara bagian.

Virus Corona yang muncul pertama kali di pasar basah di kota Wuhan, Hubei, China tengah itu bukan saja menimbulkan kerugian material yang luar biasa pada perekonomian global namun juga menimbulkan ketegangan di antara China dan Amerika Serikat.

Sejumlah pejabat AS mengatakan bahwa China tidak transparan kepada dunia mengenai apa yang sesungguhnya terjadi dengan wabah yang belum ditemukan vaksinnya itu.

Di kalangan pejabat AS bahkan timbul spekulasi bahwa virus itu kemungkinan bukan muncul dari pasar di Wuhan, yang juga menjual hewan liar tapi dari keteledoran saintis yang bekerja di laboratorium virologi di Wuhan. China membantah spekulasi itu.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengukuhkan bantahan itu. Dalam satu pernyataannya, WHO mengatakan bahwa kemungkinan besar corona diakibatkan oleh virus yang berasal dari kelelawar dan bukan akibat reka cipta di laboratorium.

Sumber: republika.co.id

Sembuh dari Corona, PM Inggris Akan Kembali Bekerja Besok

LONDON (Jurnalislam.com) — Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dilaporkan akan kembali bekerja pada Senin (27/4) besok. Ia akan bekerja kembali setelah dinyatakan pulih dari infeksi virus corona dan menjalani perawatan di unit intensif (ICU) rumah sakit St Thomas di London.

Setelah pulih dan diharuskan beristirahat selama dua pekan, Johnson nampaknya siap kembali menjalani tugas memimpin pemerintahan negara. Sebelumnya, pada Jumat (24/4) ia juga sempat mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak.

Selain itu, Johnson juga diketahui telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan para penasihat pemerintahan dan sejumlah menteri lainnya. Seorang sumber mengatakan pria berusia 55 tahun itu memberi pengarahan terperinci mengenai kebijakan yang dilakukan sejauh ini dan untuk fase selanjutnya dalam perjuangan menghadapi situasi pandemi saat ini.

Pertemuan seluruhnya dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom. Meski nampaknya telah siap kembali aktif bekerja, namun kondisi kesehatan Johnson masih terus dipantau dan dokter yang bertugas untuknya akan memberi saran.

Johnson mengumumkan bahwa dirinya positif terinfeksi virus corona jenis baru pada 27 Maret lalu. Ia sempat menjalani perawatan di unit perawatan intensif pada 6 April lalu, setelah gejala-gejala yang dialaminya memburuk.

Saat ini Inggris mengonfirmasi ada 148.377 kasus Covid-19 dan 20.319 kematian. Negara itu telah memberlakukan lockdown guna membendung penyebaran virus corona jenis baru.

Meski demikian, Inggris menjadi negara kelima dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 20 ribu akibat Covid-19 setelah Amerika Serikat (AS), Italia, Spanyol, dan Prancis. Angka ini diperkirakan belum termasuk kematian dalam komunitas yang lebih luas, seperti di panti jompo. Ini berarti jumlah korban sebenarnya akan lebih tinggi setidaknya beberapa ribu.

Sumber: republika.co.id

Rektor Unisba Lantik 5 Dekan Secara Online

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Ditengah wabah covid-19, yang mengharuskan semua bekerja di rumah tak menghentikan program yang ada di Universitas Islam Bandung (Unisba).

Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) Edi Setiadi melantik lima dekan baru Unisba masa bakti 2020-2024 secara online.

Lima Dekan yang dilantik tersebut masing-masing, Dekan Fakultas Syariah, Titin Suprihatin, Fakultas Hukum (Efik Yusdiansyah), MIPA (Abdul Kudus), Teknik (Mohamad Satori) dan Dekan Fakultas Kedokteran Nanan Sekarwarna.

Pada kesempatan itu, Rektor juga melantik Ketua Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Kepribadian (LSIPK) M. Wildan Bin H.M. Yahya. Jabatan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Wildan.

Kata Rektor, lima fakultas yang para dekan pimpin lahir dari dari proses intelektual yang panjang. Oleh karena itu, ia berharap mereka bisa mendekatkan diri dengan konteks merekatkan disiplin dengan realitas, bersifat egaliter dan menawarkan solusi yang berdampak.

Menurutnya untuk mencapai semua itu diperlukan disiplin yang tinggi layaknya pasukan komando. Gerakan inovator sebagai ciri seorang mujaddid harus dilakukan tanpa lelah dan tidak kalah penting, eksekusi dari sebuah gagasan harus menjadi nyata.

“Mari kita menjadi insan yang rendah hati, tinggi harga diri, tanpa promosi, tinggi prestasi. Sedikit bicara, banyak berkarya. Hati-hati dalam pengunaan dana yang merupakan amanah dari orangtua Mahasiswa,” katanya.

Rektor mengatakan, kebesaran Unisba hanya dapat terwujud apabila Unisba pandai membaca tanda jaman. Pandemi korona telah menyadarkan kita bahwa teknologi informasi yang handal merupakan conditio cine quanon yang harus dimiliki Unisba untuk mendukung aksi nyata tersebut. Ke depan, ia berharap penguasaan teknologi informasi bukan hanya sekedar sebagai pendukung operasional tetapi harus merupakan instrumen yang strategis.

Sumber: republika.co.id

Putus Penyebaran Corona, Ratusan Dokter Gigi Tutup Praktik

DEPOK(Jurnalislam.com) — Selama pandemi Covid-19, sebanyak 500 praktik umum dokter gigi di Kota Depok. Dampaknya, warga kesulitan merawat kesehatan giginya.

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kota Depok, Setiawan mengatakan, para dokter gigi di Kota Depok selama sebulan terakhir ini menutup tempat berpraktik.

Hal itu sebagai langkah pemutusan mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

“Sangat rentan tertular atau menularkan virus corona saat dokter tengah melayani pasien. Untuk itu selama satu bulan terakhir ini seluruh dokter gigi di Kota Depok untuk sementara waktu tidak membuka praktik umum,” ujar Setiawan, Sabtu (25/4).

Menurut Setiawan, PDGI Cabang Kota Depok saat ini mempunyai anggota sebanyak 500 dokter gigi yang tersebar di Kota Depok.

“Meski tidak membuka praktik umum, tapi sebagian dokter gigi masih tetap bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, seperti di Puskesmas dan rumah sakit. Sebab teman-teman kami di fasilitas pelayanan pemerintah masih melayani pasien BPJS,” ujarnya.

Untuk membantu teman-teman sejawatnya yang berada di garda terdepan menangani para pasien Covid-19, PDGI Kota Depok menyumbang alat pelindung diri (APD) khusus tenaga medis melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (PP) Covid 19 Kota Depok.

“Walaupun APD yang kami bantu tidak banyak, namun ini adalah perhatian dengan sesama sejawat kita terutama di garda terdepan menangani pasien-pasien Covid19,” kata Setiawan

sumber: republika.co.id

DKI Catat 3682 Kasus Corona dan 350 Kematian

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta hingga Sabtu mencatat 3.682 kasus positif yang meningkat dari sebelumnya 3.605 kasus. Sebanyak 334 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh atau meningkat dari sebelumnya 327 orang.

Dari kasus positif tersebut, 350 orang meninggal dunia (sebelumnya 331 orang), sebanyak 1.947 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit (sebelumnya 1.988 pasien) dan 1.050 orang melakukan ‘self isolation’ di rumah (sebelumnya 959 orang).

“Kemudian sebanyak 889 orang menunggu hasil laboratorium,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani di Balai Kota Jakarta, Sabtu (25/4).

Di antara jumlah tersebut juga diketahui ada orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 42 orang. Adapun orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 5.901 orang (meningkat dari sebelumnya 5.842 orang) dengan rincian, 5.722 sudah selesai dipantau (sebelumnya 5.253 orang) dan 179 masih dipantau (sebelumnya 589 orang).

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 5.267 orang yang meningkat dari hari sebelumnya sebanyak 5.248 orang. Dari jumlah 5.267 orang itu, sebanyak 4.399 sudah pulang dari perawatan (meningkat dari sebelumnya 3.733 orang) dan 868 masih dirawat (turun dari sebelumnya 1.515 orang).

DKI juga hingga Sabtu ini masih terus melaksanakan “rapid test” di enam wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Sebanyak 71.970 orang telah menjalani “rapid test” dengan persentase positif Covid-19 sebesar empat persen.

Hasil dari yang telah mengikuti tes cepat tersebut, yakni 2.849 dinyatakan positif Covid-19 dan 69.121 dinyatakan negatif. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan beserta jajaran juga telah memberikan layanan kesehatan jiwa (mental) terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19. Psikolog dan tenaga kesehatan jiwa di Puskesmas memberikan layanan dukungan kesehatan jiwa dan psiko sosial melalui telepon dan chat (WhatsApp).

Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta turut memberikan layanan konsultasi online melalui aplikasi sahabat jiwa (berbasis website) pada situs https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id.

“Bagi masyarakat yang mengaksesakan diberikan layanan konseling oleh psikolog yang bertugas di Puskesmas di Provinsi DKI Jakarta,” kata Dwi.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu dan berkolaborasi menangani pandemi Covid-19. Sampai 24 April 2020, terdapat total 112 kolaborator yang telah berpartisipasi, dengan rincian 50 kolaborator berasal dari lembaga usaha. 25 kolaborator merupakan LSM/OMS, Badan PBB dan universitas.

Sebanyak 27 kolaborator merupakan perorangan dan 10 kolaborator merupakan Kementerian dan setingkat kementerian. Sedangkan, bagi masyarakat yang ingin berkolaborasi, dukungan/bantuan yang masih dibutuhkan adalah alat pelindung diri (APD), masker, sarung tangan, disinfektandan natura.

Dukungan dapat langsung disampaikan ke Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) melalui Sekretariat Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Balai Kota, Blok G Lantai 2 atau melalui kanal jdcn.jakarta.go.id dan Chat Center di nomor 081196000196 dan 081196000197.

Sumber: republika.co.id

Kemenag Buka Kembali Layanan Akad Nikah di KUA

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sempat terhenti sejak 1 sampai 21 April (kecuali bagi yang mendaftar sebelum 1 April), layanan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan kembali dibuka. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran No P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Pelayanan Nikah di Masa Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

“Pelaksanaan akad nikah sekarang kembali bisa diselenggarakan di KUA Kecamatan. Namun, itu hanya diizinkan bagi calon pengantin yang telah mendaftar sampai dengan 23 April 2020,” terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (24/04).

“Permohonan akad nikah yang didaftarkan setelah 23 April 2020 tidak dapat dilaksanakan sampai 29 Mei 2020,” lanjutnya

Menurut Kamaruddin, Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) Ditjen Bimas Islam Kemenag mencatat ada 54.569 calon pengantin (catin) yang telah mendaftar hingga 23 April 2020.  Sebagian dari mereka sudah melangsungkan akad nikah di KUA pada 22 dan 23 April 2020.

Kamaruddin Amin mengingatkan bahwa pelaksanaan akad nikah di KUA harus menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Jika hal itu tidak dapat dipenuhi, KUA Kecamatan wajib menolak pelayanan. KUA Kecamatan juga wajib berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak terkait dan aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah.

“Untuk menghindari kerumunan di KUA Kecamatan, pelaksanaan akad nikah di kantor dibatasi sebanyak-banyaknya delapan pasang catin dalam satu hari,” ujarnya.

“Jika permohonan akad nikah diajukan setelah kuota perhari terpenuhi (maksimal delapan pasang catin), KUA Kecamatan bisa menangguhkan pelaksanaan akad nikah tersebut di hari lain,” sambungnya.

Apabila karena suatu alasan atau keadaan yang mendesak, catin tidak dapat melaksanakan akad nikah di KUA, maka Kepala KUA dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanaan akad nikah di luar ketentuan dalam SE ini. Demikian juga jika catin mendaftar setelah 23 April namun ada alasan mendesak yang mengharuskan untuk disegerakan akad nikahnya. Kepala KUA juga dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanakan akad, saat kuota layanan delapan pasang catin per hari sudah penuh, jika memang ada alasan mendesak yang bisa diterima.

“Permohonan diajukan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai oleh salah seorang catin dengan disertai alasan yang kuat,” tandasnya.

 

WHO Minta Negara Tak Keluarkan Surat Bebas Corona

JENEWA(Jurnalislam.com) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan kepada pemerintah di seluruh dunia agar tidak mengeluarkan “paspor imunitas” atau sertifikat bebas infeksi virus corona (Covid 19).

Menurut WHO, tidak ada bukti bahwa seseorang yang telah sembuh tidak dapat tertular virus corona lagi.

“Saat ini tidak ada bukti bahwa orang yang telah pulih dari Covid-19 dan memiliki antibodi dilindungi dari infeksi kedua,” kata WHO dalam sebuah pernyataan, dilansir BBC.

WHO memperingatkan, paspor imunitas justru dapat meningkatkan penularan virus. Karena, mereka yang sudah sembuh menganggap dirinya tidak mungkin tertular lagi sehingga mengabaikan tindakan pencegahan.

Sebagian besar penelitian yang dilakukan sejauh ini menunjukkan bahwa, orang yang pulih dari infeksi korona memiliki antibodi dalam darah mereka. Tetapi beberapa dari mereka memiliki tingkat antibodi yang sangat rendah.

WHO mengatakan, tidak ada penelitian yang mengevaluasi apakah keberadaan antibodi terhadap virus tersebut memberikan kekebalan terhadap infeksi selanjutnya pada manusia.

“Pada titik ini dalam pandemi, tidak ada cukup bukti tentang efektivitas kekebalan yang dimediasi antibodi untuk menjamin keakuratan ‘paspor imunitas’ atau ‘sertifikat bebas risiko’,” kata pernyataan WHO.

WHO mengatakan, tes laboratorium untuk mendeteksi antibodi memerlukan validasi lebih lanjut untuk menentukan keakuratannya, dan juga perlu membedakan antara infeksi sebelumnya. Pemerintah di sejumlah negara telah mempertimbangkan untuk mengizinkan orang yang telah pulih untuk bepergian atau kembali bekerja. Pemberlakuan lockdown telah melumpuhkan perekonomian di seluruh dunia.

 

PT Jasa Marga Catat Penurunan Drastis Arus Kendaraan di Tol Cikampek

JAKARTA(Jurnalislam.com) — PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat terjadi penurunan arus lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta akibat pelaksanaan pengendalian transportasi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Corporate Communications and Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru dalam siaran pers-nya yang diterima di Karawang, Sabtu (25/4), mengatakan mendukung pengendalian transportasi di jalan tol selama masa mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah yang diberlakukan pada Jumat (24/04).

Pada hari pertama pemberlakuan pengendalian transportasi di jalan tol itu, Jasa Marga mencatat penurunan lalu lintas yang meninggalkan Jakarta jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, Kamis (23/04).

Penurunan arus lalu lintas di antaranya terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama menuju jalan Tol Trans Jawa pada Jumat (24/04) tercatat 11.355 kendaraan, atau menurun 59 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Kemudian kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama menuju jalan Tol Cipularang mencapai 9.977 kendaraan atau turun 40 persen dari hari sebelumnya.

Jasa Marga mengimbau agar masyarakat menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah terkait pelarangan mudik, untuk menekan penyebaran Covid-19.

Sumber: republika.co.id

 

Kemendikbud: 54 Persen Sekolah Belajar Online

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan survei yang berlangsung selama dua pekan. Survei dilakukan untuk mendata sekolah-sekolah yang melakukan pembelajaran dari rumah.

“Yang belajar dari rumah secara penuh itu sekitar 54 persen,” kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad, dalam siaran RRI, Jumat (24/4).

Adapun yang lainnya, kata Hamid guru masih beberapa kali datang ke sekolah. Biasanya sekolah memberlakukan sistem piket sehingga setiap kali guru datang ke sekolah dan menggunakan fasilitas belajar yang ada.

“Walaupun itu sebenarnya digunakan untuk mengajar anak-anak kita di rumah,” kata Hamid menambahkan.

Selain itu, dari survei yang dilakukan terdapat sekitar 2 persen sekolah yang siswa masih perlu datang ke sekolah. Namun, siswa datang hanya untuk mengambil tugas untuk nantinya dikerjakan di rumah.

Hamid menambahkan, saat ini dana BOS juga digunakan untuk upaya pencegahan Covid-19 di satuan pendidikan. Ia menjelaskan, hingga saat ini BOS sudah sekitar 99 persen disalurkan kepada sekolah.

“Hanya sekitar 0,5 persenan yang kami lakukan verifikasi data, terutama sekolah yang ada di Indonesia Timur,” kata Hamid.

Adapun BOP PAUD dan BOP Kesetaraan, penyalurannya dilakukan dari Kementerian Keuangan ke Pemerintah Daerah untuk kemudian ke satuan pendidikan. Saat ini dana BOP tersebut sudah tersalurkan sebanyak 48 peren, selebihnya masih dalam proses.

Sumber: republika.co.id

Kiai Ma’ruf: Puasa Tak Hanya Tahan Lapar, Juga Tahan Keluar Rumah

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak masyarakat bersabar dan tawakal menjalani ibadah puasa di tengah pandemi Covid 19. Kiai Ma’ruf mengatakan, puasa di tengah wabah virus Covid-19membuat masyarakat tidak hanya menahan haus dan lapar saja, tetapi juga untuk tetap di rumah.

Sejak Covid 19 ditetapkan sebagai pandemi global dan bencana nasional nonalam, seluruh masyarakat diminta untuk tetap di rumah. Seluruh masyarakat diminta menjaga jarak fisik atau physical distancing

“Karena itu kesabaran kita bukan hanya kita sabar untuk menahan diri tidak makan, tidak minum, tapi juga untuk tidak keluar rumah ya, untuk kita ibadah di rumah, untuk belajar di rumah, bekerja dari rumah, dan untuk juga sabar untuk menahan diri,” ujar Wapres saat ikut berpartisipasi dalam program stasiun TV swasta, Sabtu (25/4) malam.

Kiai Ma’ruf meyakini, jika hal itu dilakukan, maka pahala ibadah Ramadhan kali ini akan lebih besar. “Jadi, Ramadan kali ini insha Allah pahalanya lebih besar karena banyak hal yang harus dihindari dibanding Ramadan-Ramadan sebelumnya,” katanya.

Karena itu, Ketua Umum Majelis Ulama indonesia (MUI) nonaktif itu mengimbau pelaksanaan shalat fardu maupun sunah jamaah yang biasa dilakukan, pada Ramadhan kali ini dilakukan dari rumah. Ia meminta masyarakat menghindari tempat berkumpul seperti masjid, mushala yang berpotensi menjadi tempat penularan virus.

“Kan dalam agama juga tidak boleh kita membahayakan diri sendiri, tidak boleh juga kita membahayakan orang lain. Untuk mencegah itu maka kita perlu menghindari adanya kumpul-kumpul, termasuk juga shalat jamaah, kan salat tarawih itu sunnah saja untuk berjamaah itu,” ujarnya.

Wapres menerangkan, shalat yang dilakukan di rumah tidak akan mengurangi pahala ibadah tersebut, lantaran tidak dilakukan di masjid. “Karena itu tidak mengurangi kehusukkan bahakan pahalanya bisa menjadi lebih besar pada saat seperti ini, di rumah,” katanya.

Sumber: republika.co.id