Hati-hati Mafia Sertifikat Tanah , Bisa Ganti Kepemilikan di BPN

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Nasional Pembaharuan Agraria Iwan Nurdin mengungkapkan bahwa mafia sertifikat tanah semakin banyak dengan modus yang beragam. Menurut dia kasus maling tanah tidak hanya terjadi kepada pejabat seperti, Dino Patti Djalal yang saat ini sebagai penasihat Kemenparekraf.

Sebagaimana diketahui, sertifikat rumah Ibu Dino Patti Jalal yang berada di Executive Paradise, Antasari, Jakarta Selatan beralih menjadi nama orang lain di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Pengadilan masyarakat yang di sebuah pemukiman digusur oleh ribuan aparat atas nama sebuah putusan pengadilan,” ujar dia kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (10/2/2021).

Putusan tersebut karena perkara dua belah pihak namun memperebutkan objek pemukiman masyarakat tersebut. Siapapun yang menang dalam putusan tersebut, menggunakannya sebagai cara untuk mengusir masyarakat. “Bahkan, di Keluarahan Tanjung, Banggai, Luwu Sulawesi Tengah sebuah putusan pengadilan seluas 6000 meter digunakan untuk melakukan penggusuran seluas 86 hektar dengan menggunakan aparat keamanan,” jelas dia.

Kemudian, lanjut dia, biasanya setelah penggurusan, tanah tersebut digunakan pegembang untuk proyek-proyek komersial.
“Lalu ada kasus lainnya yakni terbit sertifikat di atas tanah rakyat. Di Pulau Pari, masyarakat terkaget-kaget karena di atas tanahnya ternyata telah terbit sertifikat,” ungkap dia.

Sebelumnya, beberapa tahun yang lampau, girik tanah mereka dikumpulkan oleh pihak kelurahan. Anehnya, sertifikat yang belum lama keluar tersebut terbit tanpa pernah ada saksi-saksi dari masyarakat pernah dilibatkan dalam pengukuran.

BPN-RI tidak mau membuka warkah tanah penerbitan sertifikat tersebut dengan alasan rahasia negara. Namun, dikabarkan bahwa terbitnya sertifikat atas nama orang lain, dan berdomisili jauh alias bukan warga setempat terkait dengan penguasaan pulau untuk perusahaan wisata.

Dia menuturkan ada juga kasus manipulasi ganti kerugian. Manipulasi ganti kerugian adalah pembayaran harga yang tidak sesuai kesepakatan, pungli pejabat dan calo atas nilai ganti kerugian hingga manipulasi ukuran luas bidang tanah yang menjadi objek ganti kerugian hingg secara sengaja membayarkan ganti kerugian kepada yang tidak berhak.

Sumber: sindonews

Marak Islamofobia, Muslim Jerman Tak Berani Lapor

BERLIN(Jurnalislam.com)— Direktur Komunikasi Majelis Eropa (CoE), Daniel Holtgen, mengutip sebuah artikel yang mendata peningkatan serangan terhadap Muslim di Jerman.

Perwakilan khusus  untuk antisemit, anti-Muslim, dan bentuk lain dari intoleransi agama dan kejahatan rasial itu mengatakan, peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan 2019.

“Angka akhir tahun ini kemungkinan akan lebih tinggi. Pengalaman menunjukkan bahwa kasus yang terlambat terdaftar akan ditambahkan ke hitungan dalam beberapa pekan ke depan,” ujarnya yang dikutip di Bernama, Selasa (9/2).

Dalam kebanyakan kasus, pelakunya adalah ekstremis sayap kanan. Namun sebagian besar serangan itu bahkan tidak dilaporkan kepada pihak berwenang karena malu.

Surat kabar Jerman, Neuer Osnabrücker Zeitung (NOZ), melaporkan pada Senin (8/2) ada 901 serangan terhadap Muslim dan organisasi Islam tercatat di Jerman pada 2020.

Jumlah tersebut meningkat dua persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kementerian dalam negeri Jerman mencatat 884 kasus Islamofobia pada 2019.

Meskipun virus korona membatasi kehidupan publik, jumlah pelanggaran kriminal termasuk merusak fasilitas dengan simbol Nazi, menulis ancaman, dan merobek jilbab wanita telah meningkat lagi. Pakar interior Partai Kiri Jerman (Die Linke), Ulla Jelpke, menggambarkan serangan tersebut sebagai masalah yang masih tersembunyi.

Jerman telah mengalami peningkatan rasisme dan kebencian anti-Muslim dalam beberapa tahun terakhir. Ini dipicu propaganda kelompok neo-Nazi dan partai oposisi sayap kanan, Alternatif untuk Jerman (AfD).

Jelpke mengatakan para korban serangan sering tidak mengajukan pengaduan karena takut atau malu. Padahal diskriminasi perlu diperangi secara efektif. Tercatat 48 orang terluka secara fisik dalam serangan pada 2020 yang meningkat dari tahun sebelumnya dan dua orang kehilangan nyawa.

Sebuah penyelidikan dari partai kiri Jerman pada tahun lalu menunjukkan setiap hari sepanjang tahun 2019, sebuah masjid, lembaga Muslim, atau perwakilan agama di Jerman menjadi sasaran serangan Islamofobia.

Menurut sebuah studi pada November 2020 tentang rasisme dan kekerasan polisi di Jerman, petugas yang rasis dalam kepolisian Jerman dengan sengaja menargetkan orang Turki dan minoritas lainnya. Mereka bahkan menyebut aksi tersebut sebagai “perburuan orang Turki.”

Penelitian yang dilakukan Profesor Tobias Singelnstein dari Ruhr-University Bochum mengungkapkan ada masalah struktural dalam kepolisian Jerman atas laporan penghinaan rasis, Islamofobia, dan anti-Semit yang dikonfirmasi petugas polisi dan kesaksian korban.

Dilansir Daily Sabah, Selasa (9/2), menghadapi ekstremisme sayap kanan yang berkembang, Jerman telah diguncang  lebih dari 100 ancaman bom dan kematian yang dikirim ke pengacara, politisi, dan institusi pada 2019. Media lokal melaporkan itu diduga kelompok neo-Nazi Jerman.

Sumber: republika.co.id

Ulama Akan Divaksin Mulai Maret

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, para ulama akan mendapat prioritas untuk divaksinasi Covid-19. Ulama digolongkan dalam kelompok petugas pelayanan publik yang akan menerima vaksinasi Covid-19 mulai Maret 2021.

“Yang kami definisikan sebagai petugas pelayanan publik yang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), TNI/polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pemimpin organisasi Islam. Jadi, ulama masuk dalam kelompok petugas pelayanan publik,” kata juru bicara vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Selasa (9/2).

Kemenkes mencatat total petugas pelayanan publik di Indonesia sekitar 17,4 juta. Vaksinasi kelompok ini dijadwalkan dimulai Maret hingga April 2021, bersamaan dengan kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) yang jumlahnya sekitar 21,5 juta. Kemudian, masyarakat lainnya baru bisa divaksin pada Mei 2021.

“Penyuntikan vaksin Covid-19 bisa di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) atau pos vaksin. Tetapi, untuk lansia harus dilakukan di fasyankes rumah sakit dan puskesmas,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes tersebut.

Nadia menambahkan, peta jalan Kemenkes telah menargetkan, vaksinasi ini bisa selesai dalam kurun waktu hingga 15 bulan terhitung sejak vaksinasi pertama dilakukan Januari lalu. Namun, kata dia, tantangannya adalah bagaimana mendapatkan vaksinasi Covid-19 ini dalam jangka waktu setahun.

“Indonesia kan baru mengamankan sekitar 300 juta dosis vaksin, sementara kebutuhan vaksin sebanyak 426 juta dosis,” ujar dia.

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah mengaku belum menyiapkan daftar ulama yang akan mendapatkan vaksin Covid-19. Sejauh ini, Muhammadiyah mengaku belum ada komunikasi dari pihak Kemenkes ataupun Satgas Penanganan Covid-19.

Sumber: republika.co.id

HPN, Pers Diharap Jadi Penjernih di Tengah Maraknya Hoaks

 JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan ucapan selamat kepada insan pers di Indonesia yang hari ini memeringati ke-36 Hari Pers Nasional (HPN). Atas nama Kementerian Agama (Kemenag), Menag Yaqut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pers nasional yang selama ini telah banyak berkontribusi positif dalam penyebaran informasi, khususnya terkait isu dan layanan Kemenag.

“Pers dan Kemenag faktanya tidak bisa dipisahkan. Untuk itu kami berharap sinergi yang positif ini terus bisa dipertahankan demi kebaikan bangsa bersama,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Gus Menteri mengatakan, pers memiliki peran dan fungsi strategis dalam pembangunan bangsa. Tak sekadar menjadi penyebar informasi, fungsi pers saat ini juga lebih luas yakni menyampaikan pengetahuan yang berharga bagi khalayak. Upaya ini, diakui Gus Menteri, tidak mudah seiring kian masifnya perkembangan dunia teknologi informasi digital yang sangat cepat.

“Di sinilah tantangan insan pers nasional agar bisa beradaptasi sekaligus menjadi penjernih di tengah banjirnya informasi dari mana-mana,” kata Gus Menteri.

Menag berharap, fungsi penjernih ini bisa menjadi perhatian insan pers. Sebab dampak dari kebebasan informasi saat ini telah banyak bermunculan berita tidak benar (hoaks), ujaran kebencian dan hal-hal negatif lainnya. Jika hal ini tidak disadari bersama dan diantisipasi dengan baik, maka sangat berpotensi mengoyak tatanan kehidupan di tengah masyarakat.

Menurut Gus Menteri, pada posisi ini pers dan Kemenag hakikatnya memiliki misi yang sama untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan masyarakat. Dengan informasi yang benar berbasis faktual, maka tidak ada ketegangan, intoleransi atau aksi-aksi ekstremisme yang bisa  merugikan bangsa.

Tak hanya itu, Gus Menteri juga sangat berharap, HPN 2021 ini menjadi momentum kalangan pers Indonesia untuk bangkit di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Gus Menteri mengakui, tekanan yang dialami pers kian berat dengan adanya wabah saat ini. Namun demikian, Gus Menteri meyakini sesulit apa pun kondisi jika diikuti dengan upaya berpikir keras dan berani melakukan terobosan, maka akan menemukan jalan solusi.

Tema HPN 2021 yakni “Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan” juga tepat. Gus Menteri menilai, posisi pers sangat strategis sebagai motor dan akselerator perubahan bangsa, utamanya bagaimana agar bangsa ini berhasil menangani pandemi Covid-19.

Fungsi ini juga selaras dengan upaya Kemenag dalam komitmennya menangani Covid. Menag mengatakan, untuk mencegah penularan virus corona yang lebih luas, dirinya telah menerbitkan Surat Instruksi No 1/2021 tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan 5 M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

“Peran pers terbukti sangat vital dan strategis bagi Kemenag, kuncinya harus bersama-sama beradaptasi, berkolaborasi, bersinergi sehingga terciptanya ekosistem yang saling berinteraksi positif. Di saat pandemi, kita tidak mungkin bekerja sendiri-sendiri,” ujar Gus Menteri.

Podcast Siswa SMP Muhammadiyah Peringati Hari Pers Nasional 2021

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta turut memperingati Hari Pers Nasional 2021 dengan melaunching program yang bernama PK Knowledge Podcast di ruang multi media pada Senin (8/2/2021). Hadir sebagai narasumber pada acara tersebut antara lain Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul dan penyiar Radio Konata Solo yang juga alumni SMP Muh PK, Kayla Maritza Jundi.

Anas Syahirul, ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kota Surakarta melaunching dan memberikan apresiasi terhadap podcast SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

“Ternyata sekolah ini sudah memiliki podcast untuk dipakai anak didik menuangkan bakat-bakat mereka di dunia audio visual. Sangat cocok untuk menjadi jembatan siswa untuk memberikan edukasi dan inspirasi kepada anak didik karena anak-anak sekarang cocok dengan model begini. Mereka anak-anak tidak hanya sekadar diberikan tulisan, tetapi harus ada pola interaksi,” ujarnya kepada media.

Anas pun menambahkan bahwa langkah yang luar biasa karena teknologi ini disaut oleh SMP Muhammadiyah PK untuk menghadirkan jembatan pola komunikasi antara sekolah dengan anak didik bahkan anak didik dengan anak didik yang lain.

“Semoga memberikan dampak positif untuk pengembangan sekolah dan layak untuk diapresiasi dan menjadi tempat belajar dan ruang pengembangan bakat mereka dalam literasi digital. Cocok untuk dunia pendidikan di era kekinian,” tandasnya.

Sementara itu, Kayla Maritza Jundi berbagi pengalaman tentang dunia kepenyiaran di Radio Konata Solo termasuk bagaimana mengatur waktu hingga mampu melakukan siaran yang baik.

“Tips intinya adalah harus percaya diri di depan kamera dan mik. Kalau lagi siaran ngomongnya santai saja dan tidak gugup agar tidak salah. Jangan lupain sekolah kalian. Sekolah yang paling penting,” jelasnya.

Remaja yang aktif di dunia penyiar sejak duduk di SMP Muhammadiyah PK menambahkan pesan kepada teman-temannya generasi remaja untuk jangan terpengaruh kepada hal yang negatif dan semoga banyak yang minat masuk dalam dunia pers.

“Selamat Hari Pers Nasional 2021 semoga banyak yang berminat di dunia pers dan semoga semakin sukses dan maju,” ungkapnya.

Program PK Knowledge Podcast tayang secara live di youtube sekolah, PK TV, bersama dua siswa yang bertindak sebagai penyiar yaitu Nabiila dan Aqila. Keduanya bergantian dalam memandu jalannya ngobras (ngobrol asyik dan santai) bertema peran media dalam mengembangkan bakat siswa.  Podcast tersebut ditonton ratusan viewer baik dari siswa maupun luar sekolah.

 

Nakes Rumah Bersalin Cuma-Cuma Jalani Vaksin COVID-19

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Para bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) jalani program vaksin yang digalakkan pemerintah, Kamis (4/2). Mereka menjadi salah satu dari 3.300 nakes lainnya yang divaksin massal di Jawa Barat.

“Alhamdulillah, nakes di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) sudah divaksin COVID-19. Ini menjadi ikhtiar bersama membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit Corona,” tutur Asep, CEO Sinergi Foundation selaku lembaga yang menginisiasi program RBC.

Ia menerangkan, keberadaan vaksin ini tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang. “Mudah-mudahan bisa menekan angka sakit atau meninggal akibat penyakit satu ini. Apalagi, mengingat angka pasien berguguran terus bertambah,” lanjutnya.

Total nakes RBC yang telah divaksin ada sebanyak 19 orang, meliputi: 15 bidan, 1 dokter umum, 1 dokter spesialis kandungan, dan 1 dokter spesialis anak. Masih ada Sebagian nakes lainnya yang akan tertib melakukan vaksin di tahap berikutnya.

Kendati sudah divaksin, para bidan di RBC tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat melayani para ibu dhuafa. Tak lupa mereka terus mengedukasi para ibu dhuafa ini untuk terus menjalankan 3M: mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“RBC juga telah menyiapkan jadwal pemeriksaan dan layanan. Dalam sehari maksimal 25 orang ibu yang dapat memeriksakan diri dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Asep.

RBC merupakan program layanan kesehatan ibu hamil dan anak dari kalangan dhuafa. Seluruh akses yang diberikan sepenuhnya gratis karena memanfaatkan donasi zakat.

Klinik Masjid London Vaksinasi Warga Muslim Inggris

LONDON(Jurnalislam.com) — Ratusan orang divaksinasi di sebuah klinik yang didirikan oleh masjid London Timur untuk mendorong umat Islam agar mau diberikan vaksin di masa pandemi Covid-19. Tujuan dari klinik tersebut adalah untuk meyakinkan komunitas muslim yang masih ragu untuk divaksin.

Sebagian besar dari mereka yang menghadiri London Muslim Centre, di sebelah masjid, pada Sabtu (6/2) kemarin adalah Muslim berusia di atas 68 tahun, dan banyak yang dibantu oleh kerabatnya yang lebih muda. Di antara yang pertama menerima suntikan adalah Khoyrun Nessa (76) yang ditemani oleh menantu perempuannya, Ruzina.

Klinik tersebut mendapat izin dari pejabat kesehatan masyarakat pada Kamis (4/2) lalu. Mereka memberikan izin kepada pihak masjid hanya satu hari untuk mempromosikannya kepada penduduk setempat. Pihak masjid akhirnya mengumumkan lewat pengeras suara masjid.

“Kami menggunakan perangkat yang biasanya memungkinkan orang mendengar adzan di rumah mereka untuk mendesak orang agar datang dan mendapatkan vaksinasi,” kata yang mempelopori proyek tersebut, Asad Jaman dilansir dari theguardian, Senin 8/2).

Sementara itu, seorang direktur Masjid London Timur, Dilowar Hussein Khan mengatakan, setelah berkonsultasi dengan para sarjana Islam dan profesional medis, pihaknya meyakini bahwa vaksin merupakan cara terbaik untuk menghadapi Covid-19.

“Kami sangat yakin bahwa vaksinasi adalah cara terbaik untuk memerangi pandemi dan kembali ke cara hidup normal kita,” ucap Hussein.

“Dalam Islam, menjaga kehidupan adalah yang paling penting, jadi kami ingin melakukan bagian kami untuk meyakinkan mereka yang ragu tentang vaksinasi,” imbuhnya.

Klinik tersebut dijalankan oleh AT Medics, sebuah kemitraan lokal para dokter dari Pusat Kesehatan Whitechapel dengan masjid London Timur dan dewan Tower Hamlets. Tim dari Pusat Kesehatan tersebut mencakup staf dwibahasa untuk berkomunikasi secara efektif dengan komunitas lokal.

Di antara kekhawatiran yang muncul adalah apakah vaksin itu aman secara medis dan apakah mengandung produk yang dilarang bagi penganut agama tertentu. Namun, pakar medis dan keyakinan serta pemimpin komunitas telah menjamin bahwa vaksin tidak mengandung produk hewani atau telur, sehingga halal dan suci.

Jaman menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat masyarakat takut untuk divaksin. Dia antaranya, ada beberapa orang yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membuat takut masyarakat bahwa vaksin itu tidak halal.

Tetapi, menurut dia, faktor terbesar adalah kekhawatiran tentang kemungkinan efek samping jangka panjang, terutama karena banyak masyarakat yang sudah memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

“Kami memberi tahu orang-orang bahwa menjaga kehidupan adalah kewajiban tertinggi bagi seorang Muslim, dan meminum vaksin berarti Anda tidak hanya membantu diri sendiri tetapi Anda membantu seluruh komunitas,” kata Jaman.

“Pemimpin agama, tokoh masyarakat, pengusaha lokal, dokter, dan siapa pun yang memiliki pengaruh memiliki kewajiban untuk melakukan apa saja untuk mendorong orang agar mau divaksinasi,” tegasnya.

Kepala eksekutif AT Medics, Omar Din mengatakan, dokter setempat telah mengalami tantangan dalam meningkatkan vaksinasi pasien di daerah tersebut. “Kami berharap inisiatif ini akan mendorong lebih banyak pasien untuk melapor saat diundang,” jelasnya.

Walikota Tower Hamlets, John Biggs menambahkan, dengan beredarnya informasi yang salah tentang vaksin, inisiatif Masjid London Timur tersebut sangat membantu membangun kepercayaan masyarakat untuk divaksin.

“inisiatif akar rumput seperti ini membantu membangun kepercayaan dan mengurangi keraguan vaksin,” jelasnya.

Sumber: republika.co.id

Sertifikasi Halal Alami Terus Alami Kenaikan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati mengatakan, meskipun saat ini berada di tengah pandemi covid-19, tetap ada pencapaian peningkatan dari pusat untuk sertifikasi halal.

“Ada kenaikan sedikit dibandingkan dengan tahun 2019, dari segi jumlah 2020 ada peningkatan di pusat,” kata Muti pada Senin (8/2).

Sebelumnya pada Oktober 2020 lalu juga sudah mulai mengimplementasikan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Menurut Muti, dengan adanya UU tersebut perusahaan mulai berupaya mengikuti aturan yang ada. Peningkatan sertifikasi juga lebih banyak di LPPOM provinsi dibandingkan di pusat.

“Justru lebih banyak di provinsi untuk produk lokal. Artinya kesadaran tetap baik. Meskipun pandemi ini tidak menurun, karena ada perusahan-perusahan lain yang mengalami keterbatasan di masa pandemi, ada yang pasarannya menurun, tapi secara umum masih baik,” ucapnya.

Adapun jumlah perusahaan yang disertifikasi LPPOM MUI Pusat pada 2018 yakni 1.728, kemudian 2019 yakni 2.026, dan 2020 sebanyak 2.112. Sementara itu, LPPOM Provinsi, data dari 18 provinsi pada 2018 yakni 1.718, 2019 sebanyak 2 015, dan 2020 ada 4.814.

“Bagi perusahaan yang akan ingin disertifikasi di masa pandemi tidak perlu kawatir terjadi kelambatan pelayanan LPPOM, karena kami menerapkan audit secara daring yang kami sebut Modified On SIte Audit (MOSA) sehingga pelayanan tetap dapat berjalan dengan baik,” kata Muti.

Sumber: republika.co.id

Kuasa Hukum: Sampai Wafat, Penangguhan Penahanan Ustaz Maaher Tak Pernah Dikabulkan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Salah satu kuasa hukum Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata, Novel Bakmukmin menyesalkan upaya penangguhan kliennya yang tak dikabulkan oleh pihak kepolisian. Hal ini diungkapkan menyusul kabar meninggalnya Ustaz Maheer di Rutan Bareskrim Polri.

Novel menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ustaz Maheer pada malam ini. Dia mengatakan, tim kuasa hukum telah berupaya keras untuk kesembuhan kliennya tersebut.

“Saya sebagai kuasa hukum beliau turut berduka cita sedalam dalamnya dan sudah kami upayakan untuk penangguhan beliau,” kata Novel saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (5/2/2021) malam.

Wakil sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212 itu mengatakan, upaya yang selama ini dilakukan tim kuasa hukum sayangnya tak pernah mendapatkan restu dari pihak kepolisian.

“Namun tidak pernah dikabulkan dan saya sangat menyesalkan upaya yang sudah tidak menimbang unsur kemanusian,” ujar dia.

Sumber: viva.co.id

 

 

Kemenkes Tambah 15 Ribu Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan hingga saat ini Kemenkes sudah menambahkan 15.000 tempat tidur di ruang perawatan dan ICU di rumah sakit rujukan covid-19.

Nadia mengatakan upaya ini sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Apalagi, secara umum jumlah kasus Covid-19 masih belum menunjukkan penurunan secara signifikan.

“Kalau kita melihat secara umum jumlah kasus yang positif Covid-19 itu kayaknya belum belum lihat secara signifikan penurunannya,” kata Nadia dalam keterangannya secara virtual dikutip dari laman BNPB, Selasa (9/2/2021).

Nadia mengatakan Kemenkes telah melakukan koordinasi dan meminta kepada pemerintah daerah yakni Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menambah ruang perawatan baik untuk isolasi, perawatan ataupun tempat tidur untuk ruang isolasi.

“Tentunya kemarin, pada waktu kita menghadapi lonjakan kasus ya, kita memang minta untuk pemerintah daerah yaitu Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menambah perawatan ya, baik tempat tidur perawatan untuk isolasi maupun tempat tidur perawatan untuk ICU,” katanya.

Nadia menjelaskan 15.000 tempat tidur tersebut terdiri dari lebih 13.000 tempat tidur perawatan. “Dan ini sudah terjadi peningkatan kalau kita bandingkan di tanggal 25 Januari itu sudah ada penambahan kurang lebih 13.000 tempat tidur perawatan,” katanya.

Sementara, kata Nadia, 2.000 tempat tidur lainnya adalah untuk ruang ICU di rumah sakit rujukan Covid-19. “Dan yang terbanyak adalah tempat tidur untuk isolasi sementara untuk tempat tidur ICU adalah berkisar sampai dengan 2.000 penambahannya kemarin,” ungkapnya.

Sumber: okezone