Myanmar Semakin Mencekam, Korban Kekerasan Berjatuhan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Sedikitnya 20 orang menjadi korban meninggal di Myanmar pada Senin (15/03), satu hari setelah hari paling berdarah dalam bentrokan pengunjuk rasa anti-kudeta dengan pasukan keamanan di pusat kota Yangon, kata kelompok pemantau Asososiasi Banguan untuk Tahanan Politik (AAPP).

AAPP mengatakan korban meninggal sebagain besar adalah pengunjuk rasa anti-kudeta dan beberapa adalah warga sipil yang “bahkan tidak berpartisipasi dalam protes.”

Situasi Myanmar semakin memanas sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi bulan lalu. Ratusan ribu orang turun ke jalan untuk menuntut dikembalikannya sistem demokrasi.

Pasukan keamanan menggunakan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam untuk melawan pengunjuk rasa yang hampir setiap hari melancarkan aksi protes di seluruh negeri.

AAPP, sebuah kelompok pemantau lokal yang melakukan pendataan atas penangkapan dan korban jiwa, mengatakan bahwa lebih dari 180 orang telah meninggal sejak kudeta 1 Februari lalu.

“Korban meningkat secara drastis,” kata AAPP dalam sebuah pernyataan, Selasa (16/03).

Sumber: republika.co.id

PPK Kemensos Mengaku Diperintah Stafsus Hilangkan Bukti Korupsi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso mengaku diperintah Staf Khusus mantan menteri sosial Juliari Batubara untuk menghilangkan barang bukti perkara dugaan suap bantuan sosial (Bansos) Covid-19. Hal tersebut diungkap Joko dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Awalnya, kuasa hukum Harry, Richard Purnomo, menanyakan kepada Joko perihal permintaan untuk menghilangkan barang bukti. “Apakah bapak mengingat ada arahan dari saksi Adi Wahyono untuk menghilangkan beberapa barang bukti?” tanya kuasa hukum Harry di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/3).

“Ingat,” jawab Joko.

Kepada Joko, kuasa hukum pun menanyakan siapa yang memberikan arahan tersebut. Joko pun mengungkapkan bahwa yang memberikan arahan bukanlah Adi Wahyono, melainkan Erwin Tobing dan Kukuh Ariwibowo, stafsus eks Mensos Juliari.

“Siapa yang memberikan arahan?” cecar Richard.

“Yang memberikan arahan Pak Erwin Tobing dan Saudara Kukuh (Kukuh Ariwibowo),” ungkapnya.

Namun, Joko mengatakan, pemberian arahan itu terjadi di ruang kerja Adi Wahyono. Menurutnya, beberapa barang bukti yang diminta untuk dihilangkan adalah ponsel, laptop, dan percakapan chatting.

“Saya ingat sekali, waktu itu arahannya adalah menghilangkan barang bukti handphone, alat kerja elektronik, laptop, chat, dan seterusnya,” ungkap Joko.

“Waktu itu saya liat Adi sudah menghancurkan barangnya,” kata dia menambahkan.

“Saya koreksi. Mohon izin, karena waktu itu penyampaian itu kan di ruang kerja Adi Wahyono,” ujar Joko.

Sumber: republika.co.id

Peneliti Pustek UGM Kritik Pemerintah Soal Impor Garam

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah berencana akan melakukan kebijakan membuka keran impor garam  dalam memenuhi pasokan kebutuhan garam di dalam negeri. Meskipun demikian, pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono masih menunggu data terkait pasokan kebutuhan garam dari instasi terkait.

Rencana kebijakan untuk membuka impor garam tersebut sangat disayangkan oleh peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) UGM Putut Indriyono yang menganggap pemerintah belum memiliki desain pengembangan industri garam nasional yang jelas. “Pemerintah terkesan belum memiliki desain pengembangan industri garam nasional yang di dalamnya seharusnya berisi strategi komprehensif dan peta jalannya,” kata Putut dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (16/3).

Menurutnya, pemerintah saat ini cenderung mengambil kebijakan impor dengan hanya merespons kecenderungan permintaan pasar, sebaliknya pemerintah dianggap tidak melihat dari sisi strategi pengembangan industri garam nasional jangka menengah dan panjang. “Kebijakan cenderung bersifat reaktif jangka pendek dan tidak konstruktif,” ujarnya.

Ia pun mengkritik kebijaka membuka keran impor garam ini. Menurutnya kebijakan impor semacam ini selalu terus berulang dan pemerintah dianggap tidak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya.”Setiap kali pemerintah membuka impor garam, selalu tanpa jawaban kepastian bahwa tahun depan tidak dilakukan kebijakan yang sama,” ungkapnya.

Menurutnya pemerintah seharusnya memiliki data yang valid soal kebutuhan garam dan memperhatikan kesejahteraan petani garam.  Angka kebutuhan garam setap tahun seharusnya sudah diprediksi tonasenya sehingga ada target pengurangan impor dari tahun ke tahun yang diikuti dengan target kebijakan produksi dari dalam negeri. “Bila hal ini dilakukan beberapa tahun ke depan maka swasembada garam dapat dicapai,” katanya.

Namun demikian,  jika hingga saat  ini pemerintah belum memiliki desain kebijakan pengembangan garam nasional yang jelas maka persoalan kebijakan impor garam akan terus berulang.

Ia berpendapat, di masa pandemi Covid-19 sekarang ini berdampak pada kendala dalam proses pengiriman produk ekspor impor, maka sudah semestinya dijadikan momentum untuk meningkatkan produksi garam nasional secara lebih komprehensif dan terukur serta melibatkan petani produsen garam. Selain itu, pemerintah juga perlu  memperbaiki tata niaga garam yang berpihak kepada petani garam dan industri dalam negeri.

“Yang saya lihat, selama ini belum terlihat dari kebijakan pemerintah dalam hal industrialisasi pergaraman. Bahkan isu soal data pun sejak dulu juga terus mengemuka antara instansi yang satu dengan yang lain. Jika soal data saja masih bermasalah, tidak ada kesepahaman, bagaimana memikirkan soal strategi dan pengembangan produksi garam ke depan,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Laporan Akhir Tahun 2020 ke Baznas, 400.000 Dhuafa Terima Manfaat Dana Solopedia

SEMARANG (Jurnalislam.com)– Direktur Utama Solopeduli Sidik Anshori mengatakan, meskipun hampir sepanjang tahun 2020 pandemi Covid-19 masih melanda namun lembaganya masih diberi kepercayaan para donatur untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sejumlah Rp25 Miliar dengan jumlah mustahik penerima manfaat mencapai 400.000 orang.

Hal itu disampaikan saat menyerahkan laporan Akhir Tahun 2020 kinerja Yayasan Solopeduli Ummat kepada Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa tengah, KH. Ahmad Darodji, di Kantor BAZNAS Jawa Tengah di Jl. Menteri Supeno No 2b, Semarang, Kamis (4/3/2021) lalu.

Dengan diserahkannya laporan ke BAZNAS, menurut Sidik Solopeduli telah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku, yaitu konsisten menyampaikan laporan setiap semester. Pada pertengahan semester 2020 silam, Solopesuli juga sudah menyampaikan laporannya. Saat itu Solopeduli mampu menghimpun Rp12 miliar.

“Semoga dengan pelaporan ini, kita bisa terus diawasi BAZNAS sebagai lembaga yang menaungi LAZ. Kami juga berharap Solopeduli semakin produktif karena ada masukan, saran dari BAZNAS dan itu yang selalu kami harapkan. Sehingga kinerja Solopeduli semakin tertib, tertata, dan professional,” ungkap Sidik Anshori.

BAZNAS merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional. Lembaga Amil Zakat (LAZ) Solopeduli merupakan salah satu LAZ yang berada dibawah naungan BASNAZ dan berasosiasi dengan Forum Organisasi Zakat (FOZ).

Dalam kesempatan itu, selain Solopeduli sejumlah LAZ Jawa Tengah yang terhimpun dalam FOZ menyerahkan laporan tahunan kepada BAZNAS berupa Annual Report program dan penghimpunan selama satu tahun.

Sementara itu Ketua BAZNAS Jateng, KH. Ahmad Daroji mengingatkan bahwa pendistribusian zakat wajib ke delapan asnaf yang sudah tertera dalam Alquran, namun harus ada yang produktif.

“Pengelolaan pos dana Amil dari zakat maksimal 12,5% diarahkan zakat untuk program produktif agar kemiskinan bisa berkurang,” paparnya

Dalam laporan tahunannya Sidik menyebutkan bahwa penghimpunan dana di Solopeduli sepanjang lima tahun terakhir selalu meningkat. Jika pada tahun 2016 dana yang dihimpun mencapai Rp14,4 miliar, tahun 2017 Rp16,8 miliar, tahun 2018 Rp21,3 miliar, dan tahun 2019 Rp24,5 miliar, maka pada tahun 2020 berhasil menghimpun dana Rp25,4 miliar.

“Perlu juga disyukuri, meskipun adanya penurunan pada persentase Penerima Manfaat tetapi secara global justru jumlah Penerima Manfaat Solopeduli meningkat 41,5% dengan penambahan sebesar 133,946 jiwa,” jelas Sidik.

Jika pada tahun 2019 jumlah penerima manfaat pada tahun 2019 adalah 322.754 jiwa, maka pada tahun 2020 lalu jumlah penerima manfaatnya mencapai 456.700 jiwa.

“Perihal ini perlu diapresiasi, karena ini menandakan bahwa Mitra Kepanitiaan Zakat (MKZ) sudah memenuhi standarisasi dalam pengumpulan ZIS serta pelaporannya hingga penerima manfaat,” ujarnya.

Solopeduli memiliki kantor cabang di seluruh Soloraya, unit pengumpul Zakat hampir di seluruh kota di Jawa Tengah, cabang di Yogyakarta, Bekasi dan Jakarta. Solopeduli juga memiliki jaringan relawan sosial kemanusiaan yang hampir tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

1000 Tenaga Pendidik UIN Akan Jalani Vaksinasi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sebanyak 1000 Tenaga Kependidikan (Tendik) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan segera divaksin. Vaksinasi tahap pertama ini dijadwalkan akan dilaksanakan dua hari, 16-17 Maret 2021, di gedung Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Jakarta.

“Vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kependidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan dilaksanakan mulai besok selama dua hari, Selasa dan Rabu, dengan sasaran 1000 orang,” ujar Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Kastolan di Ciputat, Senin (15/3/2021).

Sebelumnya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah melaksanakan vaksinasi tahap pertama bagi para dosen. Untuk tenaga kependidikan, karena jumlahnya lebih banyak, maka akan ditambah personil skrining dan tenaga injektor agar pemberian vaksin dapat terlaksanaan sesuai jadwal.

Menurut Kastolan, vaksinasi untuk tenaga kependidikan ini tertuang dalam Surat Rektor Nomor B-1138/R/Kp.07.5/03/2021 perihal Pemberitahuan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Tenaga Pendidik. Dalam surat bertanggal 10 Maret 2021 tersebut, Rektor meminta tiap peserta mengecek validitas NIK dan Nomor HP aktif masing-masing pada tautan http:// bit.ly/vaksintenagakependidikan.

“Jika NIK dan/atau No HPnya belum terdaftar atau tidak valid, peserta dipersilakan untuk melengkapi data pada kolom ‘Perbaikan’,” jelas Kastolan.

Saat vaksinasi Covid-19, lanjutnya, peserta wajib membawa KTP dan ballpoint untuk pengisian format Skrining. Format Skrining dapat diisi dari rumah masing-masing atau dapat diisi pada saat registrasi di lokasi pelaksanaan. Format Skrining dapat didownload di http:// bit.ly/formskrininguin.

“Rektor juga meminta para pimpinan unit kerja di UIN Jakarta agar menyosialisasikan hal ini di unit kerja masing-masing. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline di nomor 087786517400  atas nama Abdul Halim Mahmudi,” tutup Kastolan

Menag Optimis Peluang Haji Masih Terbuka

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas optimis peluang keberangkatan jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 1442H/2021M masih terbuka.

“Kami optimis kemungkinan diselenggarakannya haji tahun ini masih terbuka,” ungkap Menag Yaqut dalam rapat Pembahasan Penyelenggaran Haji bersama Komisi VIII DPR, di Gedung Parlemen, Senin (15/3/2021).

Optimisme ini menurut Menag Yaqut didasarkan beberapa hal, di antaranya telah dilakukannya vaksinasi Covid-19 di Arab Saudi sebagaimana juga telah dilakukan di Indonesia. “Otoritas Arab Saudi juga telah menyatakan akan membuka penerbangan internasional pada 17 Mei 2021. Situasi ini lebih positif dibandingkan tahun lalu yang menutup penerbangan luar negeri, tak terkecuali selama musim haji 2020,” tutur Menag.

“Oleh karenanya, seberapa pun tipis kemungkinannya, kami masih tetap berusaha mempersiapkan penyelenggaraan haji pada tahun ini,”imbuhnya.

Menag memaparkan, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya diplomasi dengan berbagai otoritas terkait di Arab Saudi. “Antara lain dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi yang baru saja direshufle, serta lembaga-lembaga terkait lainnya, baik melalui pertemuan tatap muka langsung, melalui video conference, serta melalui surat,” ujar Menag.

Kemenag juga menurutnya telah menyusun beberapa skenario penyelenggaraan haji tahun ini. Skenario ini disusun utamanya berdasarkan asumsi jumlah kuota dan penerapan protokol kesehatan dalam perspektif internasional.

“Skenario penyelenggaraan haji tahun ini yang kami susun meliputi beberapa hal, di antaranya penerapan protokol kesehatan, pergerakan jemaah di Tanah Suci, durasi masa tinggal jemaah, dan aspek ibadah haji di masa pandemi,” jelas Menag.

Sambangi MTA, Pengurus DSKS: Perkuat Ukhuwah Umat

SOLO (Jurnalislam.com)- Pasca wafatnya Dr. Muinudinillah Basri, MA Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) terbentuklah Dewan Riasah DSKS baru yang terdiri dari 3 anggota Presidum yaitu ustaz Abdul Rahim (Koordinator), ustaz Syihabuddin Al Hafidz dan Dr. Hakimuddin Salim, Lc.

Setelah melaksanakan Rapat Kerja pada tanggal 27-28 Februari lalu, pada hari Ahad, (14/3/2021) DSKS melakukan Audiensi dan Silaturahmi ke Pimpinan Majelis Tafsir Al Quran (MTA) di Gedung MTA Pusat Mangkunegaran Kota Surakarta dan disambut hangat Pimpinan Pusat MTA ustaz Nur Kholid Syaifullah, Lc., M. Hum didampingi semua Pejabat Pusat MTA.

Silaturahmi tersebut diawali dari DSKS yaitu ustaz Syihabuddin, ustaz Abdul Rahim, ustaz Shobarin Syakur, ustaz Yusuf Suparno, ustaz Ahmad Sigid dan Dr. Abdullah Khoir.

Menurut Humas DSKS Endro Sudarsono, dalam silaturahmi DSKS tersebut, pengurus baru DSKS tersebut menyampaikan pesan agar saling menjaga silaturahmi dan ukhuwah antar kaum muslimin khususnya di Soloraya.

“Inti yang disampaikan dari DSKS adalah pentingnya menjaga ukhuwah islamiyyah dan kerjasama antar ke ormas Islam,” katanya kepada jurnalislam.com senin, (15/3/2021).

Sementara itu, Pimpinan Pusat MTA ustaz Nur Kholid Syaifullah Lc., Hum menyambut gembira kunjungan dari DSKS.

“Dan berharap persatuan dan kesatuan umat harus tetap dijaga bersama,” ungkapnya.

Tausyiah demi tausyiah serta harapan kedua pimpinan lembaga ini berkeinginan untuk tetap Istiqomah dalam dakwah dan menjalin ukhuwah Islamiyah.

Innnalillahi, Anton Medan Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Mantan Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Ramdhan Effendi atau yang bisa disapa Anton Medan meninggal dunia, Senin 15 Maret 2021. Kabar duka ini ramai tersebar di media sosial.

 

Dikutip  dari akun facebook H. Anton Medan (Imam Besar PITI), membenarkan kabar meninggalnya Anton Medan.

 

Innalillahi wa innailaihi roji’uun telah berpulang ke Rahmatullah Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Bpk. H Ramdhan Effendy/Anton Medan. 

 

Pada hari senin tgl 15 Maret 2021 jam 14.50 WIB, di Kediamannya di Pondok Rajeg Cibinong Bogor. Semoga Amal ibadahnya di terima dan Mendapatkan tempat yang layak di SisiNya..
Aamiin Ya Robbal’alamin… 

 

Salah satu wali keluarga, Sabar sata dihubungi  mengakui sedang menuju rumah duka. “Saya masih dalam perjalanan ke sana,” kata dia.

 

Seperti diketahui, Anton Medan memeluk agama Islam sejak 1992. Ia mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami’ Tan Hok Liang.

Sumber: viva.co.id

LPPOM MUI Sebut Uji Halal Vaksin Dilakukan dengan Tiga Prosedur Ketat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati mengatakan, pengujian kehalalan vaksin dilakukan melalui tiga prosedur.

“Pada prinsipnya pemeriksaan kehalalan produk dalam rangka sertifikasi halal melalui prosedur yang sama yaitu meliputi, pertama, audit atas ketertelusuran bahan, proses dan fasilitas produksi, kedua audit penerapan sistem jaminan halal, ketiga pemeriksaan autentikasi produk melalui uji lab jika diperlukan,” kata Muti pada Ahad (14/3).

Muti melanjutkan, audit dilakukan dengan cara mengaudit dokumen dan mengaudit langsung di lokasi produksi. Dalam kasus tertentu bisa saja terjadi dari audit dokumen sudah diketahui adanya penggunaan bahan yang tidak memenuhi persyaratan kehalalan, maka audit tidak perlu sampai dilakukan ke lokasi produksi. Hal ini karena ketidakhalalan produk sudah dapat ditentukan.

Disebutkan bahwa selain dari Sinovac, akan ada vaksin lain yang akan diuji kehalalannya. “Informasi tentang perusahaan yang sudah mendaftar tidak dapat kami berikan. Informasi hasil pemeriksaan akan disampaikan ke publik melalui bentuk fatwa,” kata Muti.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan akan mengkaji beberapa jenis vaksin Covid-19 lainnya selain Sinovac yang rencananya akan masuk ke Indonesia. Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Asroru Niam Sholeh mengakui dalam waktu dekat MUI akan melakukan kajian tentang kehalalan beberapa jenis vaksin yang akan masuk ke Indonesia seperti AstraZeneca, Pfizer dan lainnya.

Sumber: ihram.co.id

KJRI Jeddah: Saudi Berlakukan Umrah Terbatas

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah menyampaikan Arab Saudi masih memberlakukan kebijakan pembukaan ibadah umrah secara terbatas menyusul ditutupnya akses pendatang dari 20 negara ke negara tersebut, termasuk Indonesia.

Sementara jamaah di luar 20 negara tersebut diperkenankan menjalankan ibadah umroh.

“Penutupan akses masuk untuk 20 negara sejak 3 Februari lalu masih berlaku. Namun, bagi negara yang diizinkan, warganya tetap bisa melaksanakan umrah. Saat ini ada jamaah dari Libya dan Nigeria yang sedang menunaikan ibadah umroh,” kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali dalam keterangannya pada Rabu.

Kebijakan ini, kata Endang, masih berlaku sejak 3 Februari hingga saat ini, dan yang diizinkan masuk hanyalah warga negara Saudi, diplomat, praktisi kesehatan beserta keluarganya.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan kebijakan penutupan akses masuk Saudi bagi 20 negara akan dicabut.

“Penutupan akses masuk belum ada ketentuan sampai kapan, termasuk tidak dibatasi sampai lebaran Idul Fitri atau kapan pun. Belum ada informasi tentang itu,” ungkap dia.

Awalnya, jelas Endang, penyelenggaraan ibadah umrah sempat dibuka untuk warga negara di luar Arab Saudi pada 1 November 2020 hingga 2 Februari 2021. Pada peride tersebut, ada 2.608 jamaah umroh asal Indonesia yang menunaikan ibadah umrah.

“Saat ini seluruh jamaah umroh asal Indonesia sudah kembali ke daerahnya masing-masing,” pungkas Endang.

Sumber: ihram.co.id